Wonwoo begitu licik.
Setelah kejadian sialan itu, Mingyu dibuat stres sepanjang waktu. Ia sampai tidak bisa fokus bekerja dan begadang semalam suntuk karena tidak bisa tidur. Lingkaran hitam pun mulai terlihat di bawah matanya, mengundang ledekan Soonyoung padanya tiap hari.
Tapi yang lebih sial adalah sejak kejadian itu Wonwoo justru lenyap tanpa kabar. Ia tidak lagi mengunjungi Mingyu. Bocah itu bahkan tak kelihatan di sekitaran kantor! Mingyu dibuat stres bukan main. Ya, mungkin ia takkan stres apabila ciuman Wonwoo itu tidak memberi efek apa-apa padanya. Andai saja. Karena ciuman itu benar apa-apa! Mingyu mengutuk dirinya sendiri karena menyukai ciuman itu. Ia bahkan sempat terlena dan membalas lumatan Wonwoo pada bibirnya, mendominasi, hingga hampir saja menanggalkan baju bocah itu kalau saja Wonwoo tidak mendorongnya kemudian menyeringai penuh arti. Saat itu Mingyu sungguh malu bukan main. Mau dimana ia letakkan wajahnya yang tampan ini? Ia seolah menjilat ludah sendiri. Termakan omongan sendiri dan menjadi orang super bodoh karena nyaris memperkosa bocah SMA.
Mingyu mengusap wajahnya kasar, mengerang di belakang meja kantornya. Sialan. Ia bahkan tak bisa berhenti membayangkan Wonwoo sekarang. Apa yang telah diperbuat bocah itu padanya?
Mendadak pintu ruangannya diketuk. Irene muncul dan berkata dengan sopan.
"Tuan Kim, Jeon Wonwoo ingin bertemu dengan anda."
Mingyu langsung mendongak.
Sialan.
Kenapa bocah itu baru datang sekarang?
"Suruh dia masuk!"
