Langkah Wonwoo berhenti di depan restoran Italia milik Junhui. Ia tidak tahu kenapa ia kesana. Hanya saja langkahnya yang membawanya kemari.
"Wonwoo?" Itu suara Junhui.
Wonwoo yang sedang menatap jarinya yang berdarah, mendongak. Ia mengulas senyum lebar meskipun perasaannya sedang kacau.
"Hyung!"
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Junhui begitu keluar dari restorannya. Wonwoo menggeleng, enggan memberitahunya mengenai Mingyu yang menyebalkan.
"Aku lapar," ia berkata, mengusap perutnya. "berikan aku makanan, hyung!"
Junhui mendengus, "Kenapa setiap kali kau kemari kau terus meminta makan? Kau pikir ini restoran gratis?"
Wonwoo terkekeh kemudian memeluk lengan Junhui dengan wajah memelas, "Apa kau tidak kasihan padaku, hyung? Bagaimana pun juga aku kan dongsaeng-mu."
"Kau dongsaeng paling serakah yang pernah kutemui."
Wonwoo tertawa lagi. "Ayo ke dalam, hyung! Aku butuh makan!"
Junhui berdecak kesal namun membiarkan Wonwoo menariknya ke dalam.
Tetapi, baru beberapa langkah, seorang pria menahan pergerakan Wonwoo. Junhui menaikkan sebelah alis menatap pria berjas rapi itu. Siapa dia?
Pria itu menoleh padanya, menatap Junhui dengan wajah tidak suka yang kentara.
"Aku yang akan memberinya makan," Itu bukan pernyataan, melainkan perintah. Junhui tahu betul nadanya sangat tegas dan absolut.
Wonwoo berusaha memberontak dan berulang kali marah-marah pada pria berjas itu. Junhui ingin sekali menarik Wonwoo menjauh dan berkata pria itu tidak perlu berlaku kasar, namun entah kenapa ia tidak merasa punya hak melakukannya.
Seolah-olah Wonwoo milik pria itu.
Seolah-olah memang begitulah hubungan mereka.
Jadi, ketika Wonwoo dipaksa masuk ke dalam mobil oleh pria berjas itu, Junhui masih diam saja mengamati keduanya.
"Kau tahu, Junhui? Kurasa Mingyu mulai menyukai Wonwoo." Itu suara Minghao. Junhui menoleh ke samping, mendapati lelaki manis itu menatap Wonwoo dan pria berjas itu.
Oh, jadi pria itu bernama Mingyu?
"Darimana kau tahu Minghao?" tanya Junhui.
Minghao menoleh padanya sambil tersenyum, "Mingyu tak pernah bersikap protektif seperti itu pada orang lain, kecuali padaku. Dan aku melihat kilat musim semi di matanya saat menatap Wonwoo. Bukankah hal itu sudah cukup membuktikan bahwa Mingyu mulai menaruh rasa pada Wonwoo?"
