Mingyu tidak mengerti kenapa ia mengejar Wonwoo sampai depan restoran Italia milik hyung kesayangan Wonwoo itu. Bukankah seharusnya ia membiarkan Wonwoo pergi sejak kejadian di lift tadi? Tapi Mingyu tak dapat mengontrol tubuhnya. Ia membiarkan kakinya menemukan jalan bertemu lelaki muda itu kemudian menariknya menjauh dari Junhui.
Ah sial, Mingyu benar-benar tidak senang Wonwoo memeluk lengan Junhui seolah mereka memiliki hubungan khusus. Ia tidak tahu alasanannya. Mingyu hanya tidak senang.
"Kenapa ahjussi ada di sini? Bukankah ahjussi tidak peduli padaku?" Wonwoo mengomel di dalam mobil, sama sekali tidak membuat Mingyu menoleh.
"Ya! Ahjussi! Kenapa tidak menjawab?! Kau mengabaikanku sekarang?!"
Mingyu menginjak rem, membuat tubuhnya dan Wonwoo menabrak dashboard dan kemudi mobil. Ia menatap Wonwoo kesal bukan main. Apakah bocah ini bisa saja sekali tidak marah-marah padanya?
"Ahjussi mau membunuhku?" omel Wonwoo lagi dengan wajah terkejut dan kesal.
"Tidak bisakah kau diam dan turuti saja apa yang akan kulakukan padamu?" desah Mingyu.
"Kenapa aku harus menuruti ahjussi yang bahkan tak pernah peduli padaku?"
"Jeon Wonwoo..."
"Aku benci ahjussi!" Wonwoo memekik, matanya mulai berair, membuat Mingyu agak terkejut. "aku sudah berperilaku sebaik mungkin tapi ahjussi tak pernah menghiraukanku! Tak pernah memandang niat tulusku! Aku capek! Aku benar-benar muak dengan semua hal sia-sia yang kulakukan pada ahjussi! Aku mau berhenti saja!"
Berhenti?
Wonwoo sekarang terlihat membuka pintu di sampingnya, namun Mingyu buru-buru menguncinya. Laki-laki berkulit pucat itu menoleh dengan kesal ke arah Mingyu.
"Ya, buka pintunya! Aku mau keluar!"
"Apa maksudmu berhenti?" Mingyu mengabaikan protes Wonwoo.
Wonwoo menghentikan kegiatannya dan menatap Mingyu dengan teramat kesal. "Aku akan berhenti membuat ahjussi jatuh cinta padaku! Aku tidak mau lagi melakukannya! Lebih baik aku bersama Junhui-hyung saja daripada ahjussi! Ahjussi benar-benar or—"
Sebelum Wonwoo sempat menyelesaikan kalimatnya, bibir Mingyu telah menempel pada bibirnya. Kedua tangan lelaki itu memegang sisi wajahnya, mulai melumat bibirnya dengan lembut, membuat Wonwoo kaget bukan main.
Ketika tautan itu terlepas, Wonwoo dapat melihat iris Mingyu yang begitu gelap menatapnya tanpa cela. Wajah lelaki itu terlihat mengeras.
"A-ahjussi?"
"Sekali lagi kau bilang akan bersama Junhui itu, aku takkan segan-segan menikahimu hari ini."
