"Katakan padaku apa yang terjadi padanya," Suara Mingyu sedingis es dan wajahnya tidak bisa dikatakan baik-baik saja.
Junhui menghela napas sebelum berkata, "Ia tertabrak mobil. Aku tidak melihat kejadiannya secara langsung, adikmu yang memberitahuku."
Mingyu mengusap wajahnya dengan frustasi. "Aku baru saja dekat dengannya dan sekarang ia justru mengalami musibah. Aku tidak ingin kehilangannya seperti Minghao."
"Polisi sedang mengusut kasus ini. Mereka pasti akan menemukan pelakunya." ujar Junhui menenangkan, namun Mingyu sama sekali tidak bisa tenang. Ia duduk di kursi tunggu dan mengerang berulang kali, mengutuk apa saja yang bisa dikutuknya.
"Aku tidak tahu apakah Mingyu seperti ini saat aku kecelakaan dulu," Minghao berkata, membuat Junhui menoleh ke samping. Hantu itu kemudian menatapnya dengan raut serius. "aku tahu pelakunya, Junhui. Jieqiong menyuruh anak buahnya menabrak Wonwoo. Ia tahu tentang Wonwoo, dan itu bisa dibilang tak disengaja."
"Darimana kau tahu, Minghao?"
Minghao tersenyum, "Aku selalu mengawasi Wonwoo. Ia adalah lelaki yang baik walau keras kepala. Aku berhutang budi padanya karena mau menolongku. Aku mengikuti Wonwoo saat ia bertemu dengan salah satu temannya kemarin. Wonwoo tidak tahu bahwa Jieqiong masuk ke Café yang sama dengannya. Adikku tidak sengaja mendengar Wonwoo menyebut namanya."
Junhui mendengus pelan, "Wonwoo yang malang. Aku harus menangkap perempuan itu."
Minghao mengangguk, "Aku dengan senang hati akan membantumu, Junhui. Meskipun ia saudara kandungku sendiri."
