Junhui menatap sekelilingnya. Orang-orang di sekitar pemakaman lambat laun telah pergi. Kyungsoo—teman baik Wonwoo, bibi Wonwoo yang menyebalkan, kakek-nenek Wonwoo, Soonyoung, Irene...

Jun menghela napas dan menatap lelaki yang masih saja berjongkok di samping nisan bertuliskan Jeon Wonwoo. Rangkaian bunga pansy berada di atas nisan itu, mempercantiknya.

Ah ya, Wonwoo telah meninggal.

Dokter tidak bisa menyelamatkannya.

Junhui meletakkan sebelah tangannya di atas pundak Mingyu. "Ayo, pergi."

Mingyu mengusap nisan itu untuk kesian kali sebelum bangun. Junhui tahu sebenarnya Mingyu masih tidak bisa melepas kepergian bocah SMA itu. Mingyu juga belum sempat menepati janjinya menikahi Wonwoo, tetapi bocah itu justru berkata padanya bahwa mereka bisa menikah di masa depan.

Masa depan ya?

Junhui melirik ke arah Chan dan Seokmin yang saling berpelukan sambil menangis di samping nisan Wonwoo. Ah dasar. Sebaiknya nanti ia menghibur kedua hantu itu.

Bersama dengan Mingyu, Junhui kemudian meninggalkan pemakaman. Ia memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan mendongak menatap langit biru. Dihirupnya udara musim semi saat itu.

"Hyung, katakan pada ahjussi aku begitu mencintainya."

"Hyung, katakan pada ahjussi ia tidak perlu mencemaskanku. Aku akan kembali di kehidupanku yang selanjutnya. Aku pasti akan mencarinya. Aku akan bertemu dengannya dan menikahinya."

"Hyung, katakan pada ahjussi aku akan selalu ada di setiap bunga pansy yang dibelinya.

"Aku akan selalu menemaninya."

"Aku akan selalu berada di sampingnya."

TAMAT