Happy Family Sindria

Summary : Sinbad dan Jafar terlempar ke dimensi lain karena Yamuraiha salah menggunakan mantra sihir teleportasi. Bagaimana kisah Sinbad didunia baru? Apakah Aladdin, Alibaba, dan Morgiana akan menyusul Sinbad dan Jafar?

Disclaimer : Magi milik Shinobu Ohtaka Dan Bungou Stray Dogs milik Asagiri Kafuka & Harukawa Sango

Warning : kisah ini terinspirasi dari beberapa FF yang aku baca dan maaf jika cerita ini membosankan. Cerita ini mengandung 'SUKA SUKA SAYA' itulah motto cerita ini :'v
Selamat membaca~~!

.

.

.


Malam itu, Sinbad dan Ja'far duduk disamping Kyouka yang sedang tertidur lelap. Tangan besar Sinbad mengelus surai hitam milik Kyouka dengan lembut.

"Kau jahat Sin" ujar Ja'far tiba-tiba. Sinbad pun menoleh ke asal suara yang menyebutnya jahat. "Jangan bilang seperti itu Ja'far kun, kita harus melakukan segala cara untuk kebaikan kita sendiri" ujar Sinbad dengan senyum yang terlihat hambar.

Ja'far tidak bisa menyuarakan suaranya lagi. Anak sepolos dia telah menjadi santapan Sinbad disini. Padahal yang dia harapkan adalah agar orang-orang mau berteman dengannya dan menganggap dirinya ada.

Namun dia telah salah memilih Sinbad sebagai ayah angkatnya, karena mau seperti apapun, Sinbad pasti akan terus memanfaatkan Kyouka kecil untuk Sinbad sendiri tanpa sepengetahuannya.

'Sin, kau memang licik, bahkan anak kecil yang polos pun kau manfaatkan seperti ini, kau telah menjadi sosok yang hebat, sekaligus sosok yang berbahaya...' ujar Ja'far dalam hati sambil memperhatikan Kyouka yang tertidur.

-0-

Ja'far sudah berada di dalam kamarnya. Atsushi sudah tertidur disampingnya dan Sinbad sudah tidur di samping Kyouka. Namun dirinya masih belum bisa tidur.

Ja'far hanya menatap langit-langit kamar dengan tatapan sendu "Sin, kau telah menjadi seseorang yang tidak diinginkan... Dengan sifat mu yang seperti itu mana mungkin aku bisa bertahan... " ujar Ja'far dengan lirih.

Menatap kamar gelapnya dibalik futon yang dia pakai saat ini. "...tapi bagaimanapun itu, aku akan tetap mengikutimu Sin, karena kau telah memberikan jalan hidup yang baru kepadaku... " ujar Ja'far lirih dan akhirnya terlelap dalam mimpi malamnya.

-0-

Keesokan harinya di agency. Sinbad dan Ja'far belajar komputer bersama Kunikida. Mereka berdua sangat serius dan terkadang merasa bingung dengan icon-icon di dalam komputer, tidak jarang juga mereka berdua mendapat omelan dari Kunikida.

"Ternyata teknologi di jaman ini sudah sangat maju, aku juga pasti bisa menciptakan benda - benda seperti ini di Sindria. "Ujar Sinbad dengan penuh semangat.

Ja'far hanya tersenyum mendengar perkataan Sinbad, dia memang jahat dan licik, tapi dia berusaha untuk membuat dunia baru tanpa adanya penderitaan ,peperangan, dan perbudakan di dunianya. Seharusnya Ja'far membantu impian Sinbad.

Kyouka melewati Ja'far yang sedang memperhatikan Sinbad. "Aku bosan... Atsushi kun ada pekerjaan tidak? " ujar Kyouka dengan tatapan datar. Ja'far mengikuti dan berdiri di belakang Kyouka.

"Aku ingin mengantarkan berkas ini untuk pengacara disebuah kantor pusat di Yokohama" ujar Atsushi sambil menunjukkan dokumen berwarna cokelat muda kepada Kyouka dan Ja'far.

Kyouka berbinar melihat dokumen yang di tunjukkan oleh Atsushi. Dazai yang melihat itupun menghampiri mereka bertiga"bagaimana jika Kyouka, Ja'far, dan Sinbad ikut bersamamu Atsushi? Sekalian mereka berkeliling melihat kota Yokohama yang Indah ini"saran Dazai kepada Atsushi.

Atsushi berfikir sejenak untuk membawa mereka bertiga. "Biarkan kami ikut Atsushi-kun "Kyouka memohon kepada Atsushi untuk membiarkan mereka bertiga ikut.

Atsushi pun akhirnya mendesah pasrah "baiklah,kalian boleh ikut" ujar Atsushi dengan tidak ikhlas, sedangkan Dazai hanya tersenyum tanpa dosa kepada Atsushi untuk mengejeknya.

-0-

Mereka sekarang berada di depan kantor tersebut "jadi inikah kantornya? Besar juga, dan di sini banyak sekali benda sihir aneh "ujar Sinbad sambil menunjuk sebuah mobil yang terparkir di tempat parkiran.

Atsushi mendekati satpam yang berjaga di depan pintu"kami ingin mengantarkan sebuah berkas "ujar Atsushi dengan senyumnya "maaf apa anda sudah membuat janji? "Tanya sang petugas.

Atsushi menggeleng "saya belum membuat janji dengan beliau "Ja'far menatap Atsushi dengan tatapan khawatir dan kasihan 'jelas saja tidak diizinkan, seharusnya membuat janji terlebih dahulu..' ujar ja'far dalam hati.

Namun setelah itu, dia tidak menyerah "tapi aku membawa berkas yang sangat penting! Kumohon biarkan aku masuk!" namun sang petugas tidak menyerah juga "jika belum membuat janji, aku tidak akan mengizinkan mu masuk anak nakal" perkataan sang petugas membuat Atsushi menjadi kecil dan patah semangat.

Sinbad sudah semakin gemas dengan tingkah Atsushi, tingkah nya menjadi mirip seperti Alibaba saat ingin bernegosiasi dengan Raja Ballbad sekaligus kakaknya. Sinbad semakin tidak bisa menahannya ketika petugas keamanan itu terus menolak Atsushi.

Sinbad pun menepuk pundak Atsushi pelan "Atsushi kun, kita kembali saja.. Tidak baik bertengkar didepan umum" ujar Sinbad sambil melihat sekitar, disekitar mereka, semua orang menatap mereka dengan tatapan aneh. Atsushi mau tidak mau harus menuruti perkataan Sinbad.

Didepan gerbang, mereka berkumpul, sekarang dokumen nya berada di genggaman Kyouka. Karena tidak boleh masuk mereka memutar otak mereka, karena mereka tidak boleh pulang kecuali tugas mereka sudah selesai.

"Ini sulit... Kita harus secepatnya mengantarkan berkas ini pada pengacara itu" ujar Sinbad dengan serius, "tapi kita tidak diizinkan untuk memasukinya tanpa janji. Ini rumit" tambah Ja'far dengan serius juga. "Ditambah pasti orangnya sedang sibuk, pasti tidak akan membiarkan kita mengganggu tugasnya.. Ku dengar dia itu jika sibuk tak ingin bertemu seseorang" Atsushi pun ikut ikut dengan pembicaraan serius yang dipimpin oleh Sinbad.

Kyouka tidak terlalu ingin ikut pasrah seperti mereka "jika tidak bisa dengan cara baik, maka kita bisa paksa mereka, karena ini dokumen penting, pasti mau tidak mau dia akan menurut" ujar Kyouka dengan tatapan dingin nya.

"Wah, apa idemu Kyouka chan?!" ujar Sinbad dengan semangat "pertama aku akan mengalihkan perhatian mereka dengan tubuhku " ujar Kyouka sambil membuka kimono bagian bawahnya sampai paha putih nya "...lalu aku akan membereskan mereka" lanjut Kyouka sambil mengeluarkan mata pisau miliknya.

Semuanya langsung berwajah pucat "huaaa, jangan pakai cara seperti itu dong! Kita bukan anggota mafia tahu!" ujar Atsushi sambil memperingatkan Kyouka. "Tapi tidak ada cara lain kan?" tanya Kyouka dengan tatapan polos.

Ja'far dan Sinbad hanya tersenyum maklum "mereka mengingatkan ku dengan Alibaba dan Morgiana ya.. Aku jadi ingin cepat cepat pergi dari dunia ini" ujar Sinbad pada Ja'far, Ja'far hanya tersenyum "ya, kau benar Sin" mereka pun menatap berdebatan kecil antara Atsushi dan Kyouka.

Pertengkaran berhenti karena Kyouka lelah beradu pendapat pada Atsushi. Dan Atsushi memilih untuk mengintip penjaga dari depan gerbang bersama Sinbad dan Ja'far "sial... Bagaimana ini? Haruskah ku bilang pada Dazai?" tanya Atsushi pada Sinbad dan Ja'far.

Mereka berfikir sejenak "kurasa jangan, dia pasti juga sibuk.. Mungkin memang menyusup kedalam sana itu cara kita punya... " saran Sinbad yang sudah jelas ini adalah sesat. SESAT!
Ja'far pun hanya jawdrop.

Kyouka yang mendengar kata 'cara yang kita miliki' menjadi tertarik dengan ide itu. Tanpa disengaja dia melihat lorong gelap di samping kantor itu. Didepan lorong tersebut terdapat tulisan 'selain staf dilarang masuk'. Itu menyita perhatiannya dari percakapan Sinbad, Ja'far, dan Atsushi.

"Akan aku lakukan!" ujar Kyouka sambil berlari menuju lorong gelap itu "eeeh, Kyouka chan hati hati!" ujar Ja'far panik melihat Kyouka sudah pergi jauh. Sinbad dan kawan kawan pun mengikuti arah Kyouka pergi.

Setelah berhasil masuk, Kyouka menemukan alat pengendali listrik(yang tidak ku ketahui apa namanya). Kyouka pun mengeluarkan stun gun yang diberikan Atsushi sebelum datang ke sini dan menembaknya ke alat itu, mengeluarkan listrik dari stun gun milik Kyouka membuat listrik konslet dan padam.

Sinbad yang melihatnya langsung berfikir 'apa yang dilakukan Kyouka chan?' tanya Sinbad bingung. Setelah melakukan aksi nya, Kyouka berlari lagi , menerobos paksa pintu masuk selagi penjaga sedang kebingungan.

Kyouka terus berlari tanpa melihat kebelakang 'aku akan bekerja keras hari ini tanpa membunuh 1 orang pun!' Kyouka menyemangati dirinya sendiri. Dia terus melumpuhkan para penjaga dengan stun gun miliknya.

Sinbad dan yang lainnya mengikuti Kyouka dari jauh "ini gawat, jika seperti ini akan menjadi masalah..." Ujar Atsushi dengan panik, Sinbad dan Ja'far menjadi khawatir dengan Kyouka.

Dengan kecepatan penuh, Kyouka melumpuhkan para penjaga, Kyouka membuka pintu dan menyerang seseorang dengan stun gun miliknya.

Beberapa saat setelah korban terakhir Kyouka lumpuhkan, lampu nya menyala dan Kyouka membungkukkan kepalanya "ini dokumen penting anda tuan" sambil menyerahkan Dokumen cokelat itu pada sosok dihadapannya.

Sinbad dan kawan kawan langsung membuka pintu ruangan yang Kyouka masuki "Kyouka chan! Are?" ucap Sinbad saat melihat sosok pengacara pingsan dipojok ruangan.

Kyouka yang melihat arah pandang Sinbad pun melihat apa yang sedang dilihat Sinbad.

Huh?!

Kyouka panik bukan main saat korban terakhirnya adalah pengacara itu sendiri. Padahal niatnya baik, padahal tugasnya hanya mengantarkan dokumen ini pada pemiliknya, namun dia malah melukai pemiliknya.

Ja'far langsung mendekati sosok pengacara itu dan memeriksa keadaannya "syukurlah, dia hanya pingsan saja Kyouka chan, jangan khawatir" ujar Ja'far berusaha menenangkan Kyouka yang panik.

Dan beberapa saat kemudian, para penjaga membawa pengacara itu ke ruang kesehatan dan mengusir Sinbad dkk.

Melihat kepanikan Kyouka, Atsushi jadi ikut panik. Dengan secepat kilat Atsushi menghubungi Fukuzawa sang presiden di Agency. Atsushi menceritakan semua kejadian yang sebenarnya pada nya dan meminta maaf serta bantuan darinya.

Melihat Kyouka yang bersedih membuat Sinbad tidak tega "Kyouka chan, tidak apa, kau tenanglah" ujar Sinbad berusaha menenangkan Kyouka kecil yang bersedih. Ja'far hanya tersenyum melihat kejadian itu.

Atsushi menutup kembali handphone nya dan menatap Kyouka "Kyouka... Tenang saja, aku sudah bicara dengan direktur Fukuzawa, bagaimana jika sekarang kita makan creepe?" saran Atsushi pada semuanya.

"Creepe? Apa itu?" tanya Sinbad bingung. "Creepe itu makanan manis yang terbuat dari buah, es cream, krim manis, dan waffle. Enak kok!" jelas Atsushi yang terlihat sangat menginginkannya "tenang, aku yang traktir!" tambah Atsushi membuat mata Sinbad dan Ja'far berbinar.

-0-

Sinbad, Ja'far, dan Kyouka menuggu Atsushi di bangku Taman. Sinbad dan Ja'far baru pertama kali melihat mobil, motor, bus, dll didunia ini. Terkadang Sinbad dan Ja'far akan bertanya tanya itu apa dan fungsinya apa, lalu bagaimana cara menggunakannya dan sejenisnya.

Dan ada satu kesimpulan yang mereka ambil dari dunia ini, dunia ini damai tanpa adanya sihir. Bahkan dia sudah tahu rahasia Ranpo yang mereka kira punya kekuatan sihir untuk mengetahui asal usul tentang mereka.

"Dunia ini menarik ya Sin, tidak ada Raja, Negara ini menggunakan sistem Republik. Dan tidak ada sihir. Apa kau akan menciptakan dunia seperti ini didunia kita?" tanya Ja'far pada Sinbad. "Hmm, kau benar, ini seperti surga dunia, mungkin saja aku akan membuat dunia seperti ini, kita lihat saja didepan nanti!" jawab Sinbad sambil tersenyum dengan Wibawa nya.

Atsushi pun datang dengan 4 creepe nya. "Nih, jangan bersedih lagi Kyouka" ujar Atsushi sambil memberi creepe nya pada Kyouka "kata direktur Fukuzawa, pengacara itu teman baiknya, jadi dia akan bicarakan ini dengannya nanti" ujar Atsushi sambil memberikan creepe pada Ja'far dan juga berniat menyemangati Kyouka. Namun Kyouka tetap menundukan kepalanya.

Ja'far mengelus kepala Kyouka "daijoubu Kyouka chan, disini ada papa Sinbad, Atsushi dan aku" ujar Ja'far dengan senyum yang menenangkan.

Sinbad memakan creepe nya dan matanya langsung berbinar "wah Ja'far kun! Kau harus makan ini, rasanya manis dan enak!" kata Sinbad seperti anak kecil. Ja'far pun ikut ikut makan creepe nya "hum! Kau benar Sin!" Ja'far berbinar saat memakan creepe nya. "Kau harus memakannya Kyouka chan!" ujar Sinbad sambil mengelus surai hitam milik Kyouka.

Atsushi menatap keluarga kecil itu dengan senyum manisnya. Merasa senang melihat keluarga kecil itu senang. "Terimakasih Atsushi kun" ujar Ja'far saat melihat sorot mata Atsushi yang lembut "eh? T-tidak apa apa kok!" ujar Atsushi yang mulai salting dan akhirnya tertawa.

Saat Kyouka ingin memakan creepe nya, tiba-tiba handphone Kyouka berdering. Itu membuat jantung Kyouka serasa seperti ingin lepas dan wajah Kyouka langsung terlihat pucat dan panik. Kyouka menggenggam handphone nya erat erat "ada apa Kyouka chan?" tanya Ja'far saat melihat tubuh Kyouka bergetar hanya karena handphone nya berdering.

"Singkirkan orang yang mengganggu Kyouka chan" ujar sosok didalam handphone Kyouka. Dan tepat saat itu juga dada Atsushi ditusuk oleh katana dari belakang "gaaah! " Atsushi langsung mengeluarkan darah dari mulutnya.

Semuanya langsung panik melihat pemandangan yang dia lihat "ATSUSHI KUN!" Sinbad panik saat Atsushi terjatuh dilantai setelah ditusuk. Sinbad pun melihat sosok yang menusuk Atsushi "Djin...? Djin apa itu?!" ujar Sinbad dengan tatapan waspada.

"Yasha... Shirayuki... Kenapa...?" ujar Kyouka terbata bata. Dia benar-benar merasa takut saat ini. "Yasha?!" Ja'far bingung dengan perkataan Kyouka 'apakah ini Djin Yasha? Siapa pemilik Djin ini?' pikir Ja'far sambil mengeluarkan pisau berbentuk segitiga yang dililitkan dikedua tanganya.

"Halo Kyouka chan... Kemari lah..." ujar seorang perempuan yang menggunakan kimono sama seperti Kyouka, mata kirinya ditutup oleh poninya. "Kasihan sekali Kyouka ku yang Malang... Dia telah diperlihatkan oleh cahaya, kembali lah Kyouka chan..." ujar perempuan itu sambil merentangkan tangannya kepada Kyouka.

Kyouka menggeleng dengan takut "aku tidak akan kembali!" ujar Kyouka dengan tegas. Perempuan yang bernama Kouyou itu pun mengeluarkan kemampuannya yang mirip dengan Yasha Shirayuki "habisi sosok berambut ungu itu! Dan Yasha Shirayuki..." Kouyou mengeluarkan handphone nya dan menelpon Kyouka "kalahkan sosok berambut perak itu!" dan dengan perkataan itu 2 sosok Yasha mengerang Sinbad dan Ja'far.

Kyouka menatap dengan tidak percaya pada apa yang dilihatnya "jangan sakiti mereka!" ujar Kyouka dengan tatapan liar. Kouyou malah mendekati Atsushi yang telah pulih dari luka nya dan menyerang Atsushi dengan pedang miliknya.

Ja'far dan Sinbad berusaha mengalahkan Yasha yang menyerangnya dengan membabi buta. "Wahai roh kemarahan dan kepahlawanan. Masuklah dalam diriku dan jadikanlah aku penyihir yang hebat, masou! Baal!" dimata pedang Sinbad terdapat simbol pentagram sudut delapan yang mengeluarkan cahaya, dan disaat itu juga Sinbad menggunakan masou Baal miliknya dan merubah tubuhnya dengan perlengkapan Djin.

Kyouka menatap Sinbad dengan tatapan tidak percaya "kekuatan apa itu...?" ujar Kyouka dengan lirih. Namun perhatiannya teralihkan pada Atsushi yang sudah berkali kali ditusuk oleh Kouyou.

"Bararaq Sei!" Ja'far melilitkan pisau nya pada Yasha tersebut dan dengan meminjam kekuatan Baal dia mengeluarkan petir di pisaunya tersebut. Namun hal itu masih belum cukup untuk mengalahkan Yasha yang Ja'far hadapi. Tanpa sengaja Ja'far melihat Atsushi kalah dengan Kouyou, tubuhnya ditusuk lagi oleh Kouyou dan membiarkan nya terduduk sambil menyenderkan punggungnya pada pilar kayu disana. "Atsushi kun!" panggil Ja'far panik.

Kyouka yang melihat itu merasa tidak tahan lagi "berhenti! sudah cukup! Aku akan ikut denganmu, aku akan kembali ke Port Mafia! Tapi tolong... Tolong jangan sakiti mereka..." Kyouka meneteskan air matanya saat mengatakan kalimat itu.

Atsushi terkejut dengan perkataan Kyouka "jangan... Lakukan... Itu... Kyouka... Chan!" ujar Atsushi terbata bata. Sinbad dan Ja'far pun ikut menatapnya dengan tatapan tidak percaya "jangan lakukan itu Kyouka chan! Kau tidak boleh kembali!" Ja'far pun ikut mencegah kepergian Kyouka.

Kouyou tersenyum licik mendengar perkataan Atsushi dan Ja'far dan dia memeluk Kyouka "Kalian orang luar tidak akan mengerti. Kyouka adalah milik Port Mafia... Dan dia adalah bunga yang tumbuh dan mekar didalam kegelapan. Dia tidak seperti kalian..." jelas Kouyou.

Dia pun menutupi seluruh tubuh Kyouka dengan mantel yang dia pakai "ayo kita pulang, Kyouka chan..." suara ke ibuan milik Kouyou dia keluarkan untuk Kyouka dan untuk meledek Sinbad , Ja'far, dan Atsushi atas kekalahan mereka. Dan mereka pun pergi meninggalkan Atsushi yang dibantu berdiri oleh Ja'far dan Sinbad.

-bersambug-


Weeh, lumayan lama, 2 minggu :'v
Padahal gk ada yang baca FF ku
Nangis ane ini (╥_╥)
Cuma Suhu kebejatan yang membaca FF ini di chapter ke 1 T.T
Dan masih saja dengan typo bertebaran disini...
Hueee
Poor Alice
See you *siapin tali buat gantung diri(?)*