Clamp School Detectives belong to Lady CLAMP

Warning : Canon? SemiCanon?, (hope not) OOC, Sounen-Ai, onesided!NokoruSuoh, (miss)typo, etc

.

.

"Ketua?"

Suoh dan Akira melihat bingung pada Nokoru yang berdiri dan menatap nanar ke arah luar. Tapi yang dipanggil namanya tidak menyahut. Pemuda pirang itu mulai membuka jendela kaca yang lebar itu dan semakin mengundang tanya dari sekretaris dan bendahara OSIS itu.

"A-ada apa, ketua!?"

"Ketua!"

Dan tanpa aba-aba ia melompat dari sana. Membuat wajah Akira dan Suoh pias seketika.

"Ketua!"

"Ke-ketua melompat dari jendela! Apa sebegitu bencinya mengerjakan dokumen itu?!" Akira masih sempat berkomentar ketika ia dan Suoh berlari menuju jendela.

"Tidak mungkin!" bantah Suoh, dan menatap bendahara OSIS itu tidak terima.

Suoh segera melompat turun setelah sampai di jendela. Dengan tubuhnya yang sudah terbiasa dengan pelatihan ekstrim dari keluarganya hal semacam ini bukanlah masalah besar. Ia mendarat dengan mulus di dahan pohon terdekat.

Dalam pikirannya hal-hal negatif menyeruak tanpa bisa ia kendalikan. Nokoru bukan orang yang terampil dalam olahraga, apalagi semacam lompat dari ketinggian. Bagaimana jika Nokoru terluka? Bagaimana jika ia… mati?

"KETUAA!" teriaknya sekuat yang ia bisa.

"Suoh," pemuda berambut biru itu mengerjap mendengar suara yang sangat ia kenali, "disini, sini!"

Dan tidak jauh dari sana, pemuda pirang yang dari tadi menghantui pikirannya sedang melakukan sesuatu ntah apa di dahan yang tidak terlalu jauh dari tempat Suoh berdiri. Dan tentunya dengan sehat wal'afiat.

"Kau itu yaa!" rasanya sekretaris OSIS itu tidak bisa lagi menahan kemarahannya. Apa Nokoru tidak tahu betapa takutnya Suoh? Dan ia dengan santainya duduk-duduk di pohon?!

Nokoru tersenyum menatapnya, sesuatu di dalam hatinya bersorak dengan perhatian yang diberikan Suoh.

"Kau mengkhawatirkanku? Suoh baik ya,"

Ya, bagaimanapun khawatirnya sekretarisnya itu padanya, itu hanya karena ia telah berjanji untuk menjaganya.

Tidak lebih.

Nokoru lagi-lagi hanya bisa menyimpan rasa sakit di hatinya dalam diam

.

.Fin.