Real Happiness
.
"A Day" Prequel
Cast:
Kim Taehyung
Kim Namjoon
Kim Seokjin
WARNING! BL, Kid!Tae, a little angst.
.
HAPPY READING!
.
.
.
.
.
.
.
Jeongguk duduk sendirian di ujung sofa kediamannya, setengah melamun. Pertemuan tak terduganya dengan Namjoon tadi membuatnya tidak bisa berhenti memikirkan segala hal. Dimulai dari haruskah ia memberi tahu Seokjin soal ini? Bagaimana reaksinya nanti? Akankah dia akan tetap mau dekat dengan Taehyung jika suatu saat anak itu kembali ke sini?
Lamunan panjangnya membuat Jeongguk tidak sadar bahwa Seokjin telah duduk di sebelahnya, dengan senyuman hangatnya. "Ada apa, heh? Serius sekali."
Jeongguk mengerjapkan matanya beberapa kali, "Tidak, bukan hal penting."
Seokjin yang telah mengenal Jeongguk sepanjang anak itu bernapas tentu bisa memahami kapan dia berbohong dan kapan dia jujur.
Setelah menghela napas kecil, ia berujar, "Aku sudah tahu, kok."
Jeongguk menoleh bingung pada kakaknya, kedua alisnya terangkat tampan. "Maksudmu?"
"Tadi kau bertemu Namjoon, kan?" Jeongguk mengangguk sigap. "Ya, aku sudah tahu."
Hening sesaat.
"Tapi, bagaimana—"
Seokjin mengarahkan pandangannya ke kedua ujung jari-jari kakinya, "Aku memperhatikan mereka sejak pertama kali Namjoon menginjakkan kakinya di tempat ini. Aku selalu memperhatikan setiap orang yang masuk ke sini, ingat? Waktu itu ia datang sendiri dan kira-kira sudah hampir tengah malam, mungkin baru pulang kerja. Ia bertanya pada salah satu pegawai apakah mungkin ia bisa menitipkan anaknya suatu saat tanpa menjadi member tetap karena pekerjaannya yang sulit diprediksi dan tidak mungkin baginya untuk terus merepotkan temannya sebagai tempat penitipan anak sementara. Dan yah, 10 hari kemudian, hari ini, aku bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan malaikat kecilnya itu."
.
Jeongguk tidak merespon, tenggelam dalam pikirannya sendiri. Bagaimana bisa kakaknya bersikap setenang itu? Setelah dikhianati, setelah ditinggal Namjoon yang menikah dengan sahabatnya sendiri?
Tunggu, omong-omong tentang menikah dengan sahabatnya sendiri . .
"Memang ke mana ibu Taehyung? Ia kabur?" tanyanya asal.
Mata Seokjin kini mulai berkaca-kaca, membuat Jeongguk panik. "E-eh tidak, bukan, maksudku—"
"Ahra meninggal dunia tepat saat melahirkan Taehyung." potongnya, suaranya sedikit bergetar.
Jeongguk lagi-lagi dibuat shock, dengan segera menarik kakaknya ke pelukannya. Memberi usapan menenangkan di punggungnya. Ia paham benar seberapa banyak Seokjin menyayangi sahabatnya itu, beda tipis dengan rasa sayangnya kepada Namjoon. Walaupun ia tahu rasa yang dimiliki Seokjin masih berat di lelaki itu.
"Maka dari itu aku menaruh perhatian extra pada Taehyung. Aku tahu anak itu tidak mengenal kasih seorang ibu sejak ia menghirup oksigen untuk yang pertama kalinya. Namjoon pasti juga memperhatikan Taehyung dengan sangat, tapi tetap saja, tanpa ibu rasanya pasti berbeda sekali. Anak itu sangat kuat."
Jeongguk mengangguk pelan, merasa sedikit bersalah karena tadi siang ia bersikap sedikit tidak baik pada Taehyung.
.
Satu menit kemudian, Jeongguk merasakan ponsel dikantung celananya bergetar. Ia dalam hati mengutuk, siapa sih yang berani menghubunginya dini hari begini?
Setelah meraih ponselnya dan membaca pesan yang tertera, ia dibuat kaget untuk yang sekian kalinya hari itu.
.
.
From: Namjoon hyung
Jeongguk-ah, maaf mengganggu. Tolong tanyakan kakakmu apakah ia ada waktu kosong lusa? Taehyung terus saja merengek ingin bertemu. Dan ya, ia memberi tahuku tadi kalau Seokjin juga bekerja di tempatmu. Kalau tidak bisa, maka aku akan berkunjung ke day care dengan Taehyung besok. Tolong jangan beri tahu Seokjin dulu kalau Taehyung itu anakku.
.
.
Beberapa detik kemudian pesan kedua muncul.
.
.
From: Namjoon hyung
Satu lagi, kalau jadi bertemu Taehyung berpesan bahwa kau tidak boleh ikut. Sepertinya anak itu benci sekali denganmu ㅋㅋㅋ kau apakan dia, heh?
.
.
.
.
Mati kau, Jeongguk.
.
.
.
.
.
.
.
To be Continued
.
.
.
.
.
.
Halo aku kembali dengan kelanjutan super pendek ini:") mohon maaf ya kalau ceritaku ngga sesuai dengan ekspektasi kalian hsndjsjdnskcbk DAN MAAFIN PENULISANKU YANG ACAKADUL ABIS.
.
Jadi gimana pendapat kalian tentang chapter ini? D; Silakan tulis opini, kritik, dan saran di kolom review yaaa terima kasih banyak!
