Wkwkwkwkwkw author jarang aktif karena yah kondisi badan kurang memungkinkan jadi, jika updatenya lama yah maklum lah author juga manusia biasa.

Dan satu , jika dari ketiga fic saya tamat mungkin saya akan publish fic baru dengan pair beda. Kalau suka beri review

Klo tak suka tinggalkan review dan tinggalkan fic saya (jika alasannya masalah pair). (Cari ajah sana buat yang kalian yang suka fic dalam hal pair khusus kayak ****)

Suka atau tak suka itu pilihan tapi, jika tak suka karena alasannya sepele seperti itu, (saya katakan terima kasih dan sana buat fic versi kau sendiri :v

.

...

.

Entah, karena apa ataupun itu. Yang jelas Natsu hanya mandi, tubuhnya dia biarkan begitu saja basah tanpa bergerak sedikitpun dia sepertinya hanya melamun sesuatu yang menurutnya penting atau tidak penting menurutnya

Setelah membasuh tubuhnya Natsu langsung memilih untuk tidur, untuk menghilangkan rasa pusing di kepalanya.

Tok! Tok! Tok!

Natsu mengangkat alisnya, siapa gerangan yang bertamu ke rumahnya malam ini, apalagi jam yang untuk bertamu karena jam segini orang butuh istirahat.

Natsu beranjak dari kasurnya dan segera menuju pintu, dia mencium aroma strawberry dan mood Natsu langsung berubah total dari yang tampak biasa saja menjadi ketus dan cuek

Natsu membuka pintunya dan melihat wanita berambut scarlet dia mengenakan baju putih dan rok sepatu boot hitam.

"Natsu! Umm bisa aku masuk?" tanya Erza.

Natsu tak menjawabnya hanya membiarkan wanita itu masuk, kini kedua orang itu duduk di sebuah sofa kecil.

"Ada apa?" Natsu tampak ketus.

Erza merasa ada yang tak beres dengan Natsu "aku hanya khawatir padamu soal tadi siang".

" kenapa kau begitu peduli? Biasanya kau baik-baik saja dengan hal itu"tentu saja jawaban Natsu tadi mengundang perepatan siku-siku di wanita scarlet itu.

"Natsu! Apakah ada yang salah" Erza mencoba tenang dan memberi pelukan Natsu di dadanya tapi, sayangnya Natsu langsung melepaskannya.

"Natsu?" Erza mencoba memanggilnya dan tak ada jawaban dari dragonslayer mencoba memanggilnya sekali lagi. Tapi, hasilnya tetap sama.

"Natsu? Katakan apa yang salah?" tanya Erza lembut.

Natsu mendelik tajam"KAU INGIN TAU!?"

Erza mengangguk agak pelan dan ada perasaan takut ketika Natsu membentaknya. Hal yang tak pernah ia terima dari Natsu.

"Kau dan Jellal, akar permasalahan ini!" jawab Natsu dengan meninggikan suaranya

"Jellal?" Erza mengangkat alisnya dia dan jellal menjadi penyebab masalah ini "apa maksudmu?" tanyanya.

"Kenapa, kau memilihnya dan menerimanya setelah apa yang dia lakukan padamu!" Natsu menatapnya.

"Maksudmu ketika di menara surga?" jawab Erza dirinya heran kenapa sekarang Natsu mengungkit hal seperti itu "itu bukan Jellal Natsu, kau tau dia itu di kontrol oleh seseorang"

"Halah! Munafik!" ketus Natsu membuat Erza shock"itu pilihan dia, karena memilih jalan seperti itu, seharusnya kau tau aku tau yang dia lakukan waktu membantuku melawana Brian di Nirvana tapi, aku tak bisa terima apa yang di lakukan padamu, bisa saja dia kembali seperti waktu itu"

"Apa, yang salah denganmu idiot! Kau tau bagaimana bisa kau menghakimi seseorang seperti itu!" teriak Erza kali ini dia yang marah ke dragonslayer itu "itu bukan salahnya sepenuhnya dan siapa kau ikut campur urusannya dan kau tak berhak menyalahkannya atas yang dia lakukan di masa lalu"

"Oh, diamlah !" balas Natsu lebih kencang "aku tak membeci tatto freak itu, tapi, yang aku sesali kenapa, kau memilihnya"

"Apa maksudmu, kau tak bisa menyebut namanya seperti itu " balas Erza sengit "itu hakku untuk memilihnya lagipula, kau siapa? Kau bukan ayahku yang berhak mengaturku"

"Oh, begitu? Kalau begitu kau tak boleh memaksaku melakukan hal yang sama!" Natsu mulai emosi tensi di rumah itu tegang dan panas."AKU MENCINTAIMU!, tak bisakah kau mengerti apa yang kukatakan ini hanya agar kau sadar dan bergerak maju tanpa-tanpa bayang-bayang masa lalu"

Erza membulatkan matanya dia tak menyangka apa yang keluar dari mulut Natsu itu sendiri, yah memang nyatanya dia ada sedikit rasa terhadap pemuda pink ini tapi, rasa cintanya terhadap Jellal lebih besar.

"Maaf, aku tak bisa aku lebih mencintai Jellal, kupikir kita hanya sebatas teman saja"Erza membalasnya dengan nada rendah.

Natsu tau bakal begini" tapi, kenapa ? Kau tau apa yang di lakukannya dan terlebih lagi yang dia lakukan padamu dan dia juga pembunuh!"

"Apa, maksudmu! Dia itu di control oleh seseorang dan dia tak punya pilihan lain, mungkin kau akan melakukan hal yang sama ketika kau berada di posisinya" balas Erza sengit 'rasakan iru!'

"Halah! Alasan saja itu hanya sebuah kedok, padahal dia melakukan itu dengan sengaja tanpa di control oleh seseorangpun, dia juga mengingat dia telah membunuh seseorang? Apa itu yang namanya di kontrol atau dia pura-pura lupa" ketus Natsu.

Plak!.

Tentu saja ketusan Natsu tadi mendapat hadiah tamparan dari wanita berjulukan titania itu.

"Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu" Teriak Erza matanya menatap ke arah dragonslayer itu "kau pikir apa yang dia lakukannya. Itu hanya masa lalunya dan jangan pernah kau ungkit lagi"

"Tentu saja, kau membela seperti itu nyatanya kau mencintainya, tak peduli seberapa besar yang dia lakukan tetap kau mencintai pemuda itu" ketus Natsu kali ini dia masa bodo apa yang dia ucapkan dia tak peduli apakah itu menyakitinya atau tidak. Yang jelas dirinya tak peduli

Plak!

Natsu kembali mendapat tamparan di pipinya yang lain.

"Jadi begitu yah" Natsu memegang kedua pipinya yang merah "setelah apa yang kulakukan beginikah, balasan yang kuterima?"

Erza terlalu di luar kontrol dan emosinya yang tadi meledak-ledak sehingga harus menamparnya seperti itu dia akhirnya sadar atas apa yang dia perbuat dan sepertinya terlalu berlebihan

"Natsu! Aku-" Erza berusaha bicara.

"Pergi!".

Erza ingin bicara tapi, Natsu memotong nya.

" aku bilang pergi, ini sudah malam!"ketus Natsu menatap ke arah ingin bicara tapi, kembali di potong oleh Natsu.

"AKU BILANG PERGI DARI SINI! SIALAN!"" bentak Natsu

Erza tentu saja merasa takut, dia tak menyangka Natsu membentaknya seperti itu, dirinya melihat ke matanya seperti tatapan benci dan marah yang dia layangkan kepadanya.

Dia tau di mencintai pemuda bertatto biru itu ketika kecil dan dia juga pula yang memberikan nama Scarlet itu kepadanya

Tapi, di sis lain dia tak bisa mengabaikan perasannya, setelah apa yang di lakukan pemuda berambut pink itu terhadapnya ketika di menara surga.

Erza tak tau harus berbuat apa, dengan langkah berat dia keluar dari rumah Natsu. Terdengar suara pintu yang di hempas kencang Erza tau dia sedang marah. Tapi, bagaimana bisa dia berbicara seperti itu dan menjelek-jelekan lelaki yang sia sayang.

Dalam hatinya dia tak bisa memberi maaf terhadap Natsu secara percuma tapi, mungkin dirinya juga yang terlalu berlebihan seharusnya dia tak perlu menamparnya seperti itu.

"Aku sangat bodoh"Erza kangsung berlari dari rumah Natsu dengan linangan air mata.

.

.

[Natsu pov's]

Aku sangat bodoh, sepertinya aku terlalu berharap banyak padanya. Apa yang kupikirkan dasar bodoh, padahal sudah jelas-jelas dia milik orang lain..

Aku tak sepenuhnya membenci lelaki itu tapi, aku tak bisa sepenuhnya percaya seratus persen bahwa lelaki yang kau cintai itu berubah.

Tapi, yah sepertinya aku memaksakan kehendaku tapi, jika nyatanya kau bahagia dengannya aku turut bersyukur tapi, entah kenapa ada sesuatu yang sakit di dalam tubuhku.

Aku hanya berdiri di depan pintu sampai Exceed ke sayanganku menatapku dengan wajah khawatir. Sepertinya dia terbangun karena syara ribut yang kami berdua timbulkan tadi.

" hey! Buddy! Ada apa kau terbangun?"tanyaku

"Aku, mendengar suara berisik dan melihat kalian berdua sedang bertengkar!" jawabnya "apa kalian bermusuhan?"

Aku hanya diam saja, menatap langit rumah, memang pada kenyataannya kami bertengkar pada waktu tadi.

"Sudah malam, segera tidur"

Aku mengalihkan objek pembicaraan dan mengajaknya tidur supaya tak ada timbul pertanyaan lain.

[Pov's end]

.

.

Xxxxxxxxxx

.

.

-Guild Fairy taill.

.

Semuanya tampak tenang seperti biasanya di fairy taill tapi, bukan yang biasa di lakukan maksud di sini benar-benar tenang tanpa ada keributan sana-sini atau saling lempar kursi dan meja.

Semuanya sibuk pada aktifitas mereka masing-masing. Yah karena sang biang keladi pembawa rusuhnya tak ada di sini makanya mereka diam.

Dan benar yang di bicarakan Natsu sudah seminggu dia tak menampakan diri ke Guild semua orang bertanya-tanya kemana dragonslayer itu.

"Ya, ampun guild ini sepi sekali tanpa si otak api itu" celetuk Gray yang sudah kehilangan pakaian.

"Gray! Bajumu!" celetuk Cana di pojok guild.

"Gah! Sejak kapan" Gray berlari mencari pakaian dan beruntungnya Juvia sudah memberikannya "terima kasih" ucapnya membuat wanita itu blush.

"Harus kuakui, kau benar ice boxer, Guild ini seperti kuburan" ketus Gajeel di sampingnya Levy tengah memangku Lily.

"Yeah, itu tak jantan, aww!" celetuk Elfman yang mendapat pukulan kecil dari Evergreen.

Sementara Mirajane? Dia tau betul apa yang menimpa dragonslayer itu. Dia sebenarnya ingin membicarakannya tapi, ia faham betul atas situasi di sini, karena yang menjadi penyebab Natsu tak datang kemari adalah dua orang di depannya ini.

Yang satu tengah memakan kue yang satu tengah duduk di sampingnya tanpa bicara sedikitpun..

Makarov sendiri, hanya diam seribu bahasa, dia tak mau ikut campur urusan anak-anak asuhnya itu, biarlah mereka sendiri yang menemukan jalan keluarnya dan dia percaya itu.

"Kupikir, kita harus melihatnya siapa tau, Natsu-san sakit atau deman" usul Wendy tapi, ada saja yang protes atau tak percaya contohnya Gray.

"Huh? Yang benar saja! Mana mungkin" ketus Gray.

"Setuju!" sambung Lucy "yah, aku juga sedikit heran, dan sebenarnya aku ingin mengajaknya hari ini untuk misi"

Brakkkkk!

Pintu terbuka secara paksa dan menampakan dua orang cowok dan dua orang cewek plus dua exceed, yupz mereka dari Sabertooth, siapa lagi kalau bukan Sting dan Rogue di belakangnya ada Minerva dan Yukino.

"Natsu-san ayo berkelahi!" Sting dengan semangatnya dan mencari keberadaan dragonslayer api itu tapi, tak ada.

"Sepertinya rencanamu gagal Sting!" celetuk Lector.

"Fro juga berfikir begitu"

Rogue yang melihat ke arah Gajeel langsung melesat ke arahnya dan menendangnya tepat di bagian wajah.

"Nyari, masalahnya rupanya emo freak!" Gajeel langsung bangkit dan membalas tinjuannya dan tambah di perparah lagi, para anggota guild juga ikutan dalam keributan itu.

"Hadeh! Padahal sudah tenang" keluh Makarov melihat keributan itu "ada apa yah? Sepertinya Sabertooth kemari!"

"Maafkan kami Makarov atas kerusuhan ini" Ucap Minerva.

Makarov menggeleng"ini hal yang lumrah bagiku"

Mirajane menatap ke arah Yukino"hallo saudari kembar"ucapnya memang pada kenyatannya mirip sekali dengan adiknya Lisanna hanya saja perbedaan matanya. Yukino hanya membalasnya 'hallo'

"Yukino, aku senang sekali, kau kemari ada apa?" tanya Lucy langsung memeluknya tapi, dia melihat ada yang janggal di dada kiri Yukino yaitu sebuah tanda naga putih.

"Yukino apa itu?" tanya Lucy menunjuk subject itu.

Yukino hanya blush kecil "ini tatto tanda dragon mate"

Mirajane yang mendengar itu langsung terobsesi dan mendengarkannya, otak matchmakernya kembali muncul.

"Maksudnya itu, tanda dari Dragonslayer yang menandakan bahwa dia menjadi pasangan dragonslayer itu" jawab Minerva

"Tunggu? Darimana kau tau itu?" tanya Erza yang ikut penasaran.

"Karena aku juga punya hal yang sama seperti Yukino" Minerva blush dia menunjukan tatto matenya berbeda dengan Yukino yang di miliki Minerva berwarna hitam.

"Tunggu! Dulu, jadi dengan begitu, Yukino dengan Sting dan kau Minerva dengan Rogue?" balas Erza keduanya hanya mengangguk.

Mirajane hanya tersenyum otak mak comblangnya tiba-tiba muncul. Kembali siapa sangka ritual mencari pasangan untuk dragonslayer itu cukup unik.

"Whoa! Selamat untuk kalian berdua!" Ucap Erza.

"Ada yang tau di mana Natsu-san?" Sting tiba-tiba muncul di tengah pembicaraan itu. Dia mencari idolanya itu tapi, tak ada.

"Hmm, sudah seminggu dia tak kemari, mungkin sedang demam" jawab Jellal, Erza mendengarnya tapi, tak peduli

Mira hanya memikirkan sesuatu melainkan halusinasinya tentang anak-anak yang akan lahir tak lama lagi.

Lisanna sweatdrop melihat itu "Mira-nee jangan berlebihan".

Mira menggeleng " aku hanya tak sabar saja melihat anak-anak kecil berkeliaran di guild ini"balas mira dengan wajah innocent'kecuali anak berambut pink'batin Mira berharap lelakinya baik-baik saja.

.

.

Xxxxxxxxx

.

.

-Di rumah Natsu

.

Tentu saja seminggu itu Natsu memikirkan hal-hal yang tadi terjadi, dan memutuskan untuk tak berhubungan lagi dengan wanita itu.

Untung saja dia bisa kega karena semua di guild belum ada yang tau urusan permasalahan dirinya dengan Erza. Kecuali Laxus, Mira dan Masternya sendiri.

Natsu berjalan pintu keluar dan melihat sebuah surat dan menfambilnya, dia membacanya dan sudah tak terkejut lagi.

Karena itu surat undangan pernikahan antara Jellal dan Erza yang akan di laksanakan di gereja katherdral.

"Natsu" Happy melihat ke majikannya itu."apa kita akan kesana, aku tau perasaanmu"

"Tak apa, sebaiknya kita tak hadiri saja" balas Natsu "kau perasaan dragonslayer itu agak berbeda dengan yang lain"

Tapi, sebelum Natsu masuk dia mendengar suara langkah kaki, dan menoleh ke belakang yaitu gadis barmaid dengan mata biru laut.

"Mira? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Natsu heran.

"Aku, khawatir waktu kau tak ada di guild seminggu, semua orang mengkhawatirkanmu" balas Mira.

"Aku tau, dan aku minta maaf kalau begitu, besok aku akan kembali" jawab Natsu.

Natsu mempersilahkan Mirajane masuk ke kamarnya dengan membawa keranjang yang dia bawa di rumahnya.

"Mira kau bawa ikan?" tanya Happy

"Tentu saja" jawab Mira.

Natsu menyuruh Happy ke kamar dan membiarkan mereka berdua di ruang tamu.

"Apa, ini masalah Erza?" tanya Mira tentu saja raut wajah Natsu langsung berubah.

"Aku tau tapi, kau tak perlu berakhir seperti ini, mungkin kau mencintai Erza tapi, apakah kau tak melihat masih banyak wanita lain di luar sana jika kau tak bisa memilikinya" bagi Mira seperti iba dan kasihan di saat Natsu terpuruk seperti ini.

"Aku tau Mira, jika saja Igneel memberitauku cara menghapus tanda Mate itu dan berpindah ke yang lain, mungkin sudah kulakukan" jawab Natsu terlihat wajahnya yang depresi.

Mira menemukan ide cermelang di otaknya tapi, dia takkan memberitaukannya ini hanya akan menjadi kejutan rahasianya.

"Yah, baiklah, kita sebagai teman hanya memberi dukungan jika kawan kita kesusahan" balas Mira tersenyum

Natsu menguap"kau mau menginap di sini?"

Mira tersenyum innocent"jika, kau yang meminta aku tak masalah"

Keduanya setelah berbicara pendek melanjutkan makan dan setelahnya kembali ke kamar Natsu untuk segera tidur.

"Aku, hanya punya satu kasur, kau di atas, biar aku di bawah" ucap Natsu.

Tapi, Mira menggeleng"aku ingin kita tidur bersama" Natsu yang tampak biasa aja hanya mengangguk.

Mira melepas dressnya dan menampakan bra hitam dan celana dalam putih dan juga menampakan kulitnya yang putih dan halus.

"Mi-mira ke-kenapa kau melepas pakaianmu!?" Natsu gugup tapi, tak bisa menghilangkan blushnya ketika dia melihat tubuh indah Mirajane itu.

Mira tersenyum"ini sering biasa kulakukan, Natsu"

Keduanya tidur bersama di ranjang yang sama.

"Umm! Natsu?" panggil Mira.

Natsu mendengarnya hanya membalasnya"yeah, ada apa Mira?"

"Bisakah aku, tidur di dadamu?" tanya Mira blush kecil.

Natsu yang tak curiga hanya biasa saja"baik Mira, itu tak masalah".

Mira mendekapkan kepalanya di dada bidang milik Natsu.

"Natsu, aku kedinginan" Mira menggigil.

Natsu mendengus dia segera memeluk Mira dan membiarkannya hangat, Mira juga membalasnya dengan memeluk balik, dia merasakan hangat di tubuhnya.

"Malam Mira" Natsu menutup matanya.

"Malam juga Natsu" Mira menutup matanya'mimpi indah naga kecilku'

Mira tak tau kenapa? Tapi, hatinya merasa cepat dan berdebar-debar ketika bersama Natsu, dia memiliki perasaan terhadap dragonslayer api itu. Tapi, dia pendam saja karena tau adiknya memiliki perasaan yang sama.

Tapi, setelah mendengar ucapan dari Natsu sendiri dirinya senang dan akhirnya mencoba untuk membuka hatinya.

Mira menguatkan pelukannya dan perlahan terlelap. Membiarkan kepalanya dalam dekapan pemuda itu, dan perlahan mimpi indah mulai menghiasi tidurnya.

'Aku, akan membantumu menghapus tanda itu Natsu'

'Aku, tau mau kau seperti ini terus'

'Aku mau kau bahagia Natsu dan menjalani hidupmu penuh semangat'

'Dan aku mencintaimu'

'Suatu saat nanti, aku hanya menunggu waktu, supaya nanti kau jadi milikku'

'Tidak Lucy atau Lisanna bahkan tidak Erza juga'

'Kau milikku selamanya Natsu'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC.

.

Wahahahaha Mirajane ikut dalam Love war, juga oke para fans yang anarkis harap tenang (cuekin ajah)

Sebenarnya aku mau Natza atau NaMi yah tapi, bagaimana kalau keduanya NaMiZa.

Hmm ide yang cukup brutal, lain kali saja laha

.

RnR