Mungkin ini agak, absurd yaeah, fandom dari fic yang saya buat, tak seramai di fandom Naruto tapi, author sih masa bodo, kalau begini ceritanya yang jelas ini akan menyulitkan.

Nah, mungkin untuk fic yang satu ini akan saya ubah Ke rate M author sesekali mencoba membuat fic yang ada Lemonnya

Yeah, kalau nantinya kurang bagus sih, mohon maklum lah, namanya baru pertama bikin, karena Author ini polos.

Reader : polos ndasmu :v list fic favorite lu Rate M itu apa, oi!

Author : itu, bahasa inggris, lagipula ada yang ngerti ada yang enggak :v :v

Reader : alahhh alesan ajah kau !

Author : FT masih punya om Hiro.

.

...

.

Natsu membuka kelopak matanya. Aroma masakan enak, langsung menyerang indra penciumannya. Natsu mencek apa yang terjadi dan melihat di dapur sang barmaid Mirajane tengah memasak dengan mengenakan celemek.

"Oh, selamat pagi Natsu, pulas tidurnya?" tanya Mira matanya masih fokus ke masakannya.

"Ugh, Mira, kau tak perlu seperti itu" ucap Natsu yang merasa tak enak.

"Tak apa, Natsu, aku sering begini" balas Mira dia biasanya selalu membuat sarapan adiknya itu.

"Hei, Natsu ayo makan saja, mira sudah menyiapkannya" ucap Happy yang mulutnya sudah di sumpal ikan.

Natsu yang masa bodo akhirnya, makan Mirajane meminta izin untuk mengenakan kamar mandinya. Natsu yang hanya membalasnya dengan mengangguk.

"Natsu, aku sudah selesai, dan terima kasih"

Natsu menjatuhkan sendoknya secara sengaja karena, dia melihat tubuh Mirajane yang basah hanya terbalut sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya dan payudara yang menggelembung ke atas yang tak tertutu,Poni yang tak terikat dan rambut panjang yang masih basah. Kulit yang putih dan halus

'Oh, sial, hormon dragonslayerku kembali'Natsu menelan ludahnya agak kasar, dan ada blush ketika melihar Mirajane dia langsung mengalihkan perhatiannya dan kembali makan, agar sesuatu yang seperti itu tak .

.

.

Xxxxxxxxxx

.

.

Setelah sarapan, Mira langsung berangkat lebih dulu ke guild. Sementara Natsu saat ini di depan pintu guild, dia menghela nafas panjang, dan mendengar suara gaduh. Ia berani menyimpulkan saat ini Guild tengah kacau.

Natsu membuka pintu perlahan, dan melihat ada apa yang di dalamnya, bangku dan meja yang berterbangan di udara. Dan teriakan orang-orang yang memiliki kewarasan yang di bawah normal.

Dia melihat masternya, yang tengah duduk sambil mengomel hal yang tak jelas, biasanya hal-hal tentang guildnya yang rusak, Mirajane hanya tersenyum dan melayani para pembeli bir yang rata-rata masih satu guild, Lucy dan Levy yang terlihat sibui dengan sebuah buku dan Gajeel di sampingnya yang sedang tidur pulasnya, saking pulasnya bahkan keributan besar itu tak menggangu jadwal tidur dragonslayer besi itu.

Natsu menatap sekeliling lagi, dan melihat kawan masa kecilnya tengah berdiri di depannya dengan Happy yang berada dia atas pundak wanita bermata biru.

"Hei, Lis" sapa Natsu dengan grinnya

"Hei Natsu, darimana saja kau, semuanya khawatir" balas Lisanna.

"Dasar Papa idiot, bisa-bisanya membuat khawatir Mama saja" celetuk Happy dengan mulutnya sudah ada ikan (Lagi?)

"Oi, kau harusnya membantu, bukan memojokanku" Natsu sewot

"Mama! Lihat Papa sangat kasar, dan kejam" Happy dengan nada mengejek dan langsung berada di pelukan wanita yang di panggil 'Mama'

Lisanna tertawa kecil"kau seharusnya tak perlu kasar terhadap anakmu ini"

Natsu hanya menepuk dahinya, memang semenjak kecil dia dan Lisanna lah yang menemukan telur Happy yang di kiranya telur Naga.

Dan tentu Natsu membuat sebuah gubuk kecil, dan menghangatkan telur itu bersama Lisanna dan terkadang Lisanna selalu menggodanya dengan membuat seperti keluarga, kecil dengan Natsu ayah, Lisanna ibu dan Happy sebagai anak.

Natsu hanya mengabaikannya dan berjalan ke arah meja bar. Di mana masternya menantinya dengan sebuah senyuman.

"Oh, nak sudah berapa lama, kau tak kesini, Guild ini seperti kuburan" ucap Makarov

"Oh yeah, maaf kek, aku hanya butuh waktu" balas Natsu

Makarov tau apa yang menimpa masalah cucunya yang satu ini "tak apa nak, mungkin sudah menjadi hal wajar menurutku"

"Jadi, si pink kembali" Gray langsung berlari ke arah Natsu dan memberinya tendangan, untungnya Natsu bisa menghindarinya "kau di sini, membuat mataku perih!"

"Kau, punya masalah mata sipit!" Natsu langsung memberinya tinju dan membuat pemuda berboxer itu langsung menghnacurkan meja.

"Kemari sialan!"

"Coba saja bangsat!"

"Dan terjadi lagi" keluh Makarov menepuk dahinya. Sementara Laxus hanya diam di lantai dua, dengan ekspresi wajah seolah-olah tak peduli apapun. Dan untuk Erza saat ini , dia memang sedang sibuk-sibuknya sedang tak ada di guild, maka dari itu anggota guild bisa bebas seenaknya berusuh.

"Natsu!, ayo misi! Waktu bayar Uang sewaku, sudah dekat!" ucap Lucy.

Natsu langsung mendorong Gray "tentu! Kapan?"

"Sekarang!" Lucy langsung menarik tangan Natsu di susul Happy di belakangnya.

Mirajane hanya menatap kepergian Natsu di pintu guild, matanya kembali fokus ke arah dua orang itu.

"Wendy! Gajeel kemari ada yang kuingin bicarakan!" panggil Mira.

Kedua orang merasa di panggil itu segera berjalan menuju ke pelayan bar ini.

"Hah! Ada apa?" Gajeel mengucek telinganya sementara Wendy hanya tersenyum.

"Kita bicara privasi" nada suara Mira terlihat serius.

.

.

Ketiganya memilih ke tempat yang sepi, Mira menjelaskan ke kedua orang itu dari detailnya, saking detailnya Gajeel kembali mau tidur, beruntung Wendy segera menyadarkannya.

"Jadi, biar kuluruskan, kau meminta kita untuk bagaimana cara menghapus Mate dragonslayer?" tanya Gajeel memastikannya, Mira hanya mengangguk saja.

"Menghapus mate yang di berikan Dragonslaye? Tapi, kenapa Mira-san ingin tau?" tanya Wendy.

"Kan, kalian juga sama-sama Dragonslayer, semuanya sama bahkan Cara memberi tanda Mate kalian dan Moto kalian semuanya sama kan?" balas Mirajane, mengabaikan pertanyaan Wendy.

"Memang sih tapi, masalahnya aku tak tau, karena Mate-ku(Levy) tak pernah, menolak atau menghancurkanku" balas Gajeel menggaruk kepalanya "Mettalicana tak pernah memberitauku soal menghapus tanda Mate" (a/n : menghancur di sini dalam istilah dragonslayer, yaitu sejenis selingkuh, membuat dragonslayer sakit hati, atau menolak pernyataan dragon slayer itu)

"Mungkin, ini benar atau tidak, Gradeeney pernah bicara bahwa cara menghapusnya yaitu, sang Dragonslayer itu harus hati dan perasaanya ke orang lain, dan perlahan akan hilang," balas Wendy (a/n : contohnya seperti ini Natsu menyukai Erza tapi, di tolak, Mirajane menyukai Natsu, nah di situ Mirajane harus memberi perhatian, supaya hati Natsu berlabuh ke padanya, yah semacam Move on)

"Tapi, masalahnya cara itu hanya berlaku untuk manusi, kita ini kan dragonslayer meski fisik kita seperti manusia tapi, kelakuan, sifat dan tata cara hampir seperti seorang Naga" Gajeel menyandarkan tubuhnya ke tembok.

"Tapi, apa salahnya mencoba mungkin saja benar dan berhasil" jawab Wendy.

Mirajane hanya tersenyum, mungkin yang ada di otaknya saat ini adalah hal yang aneh tapi, atas jawaban yang di berikan dua dragonslayer itu, memberinya sebuah peluang walaupun itu kecil tapi, seperti yang orang bilang. Kecil bukan berarti tak berhasil.

Dan jangan meremehkan sesuatu. Mungkin presentasinya agak tak memuaskan tapi, apa salahnya mencoba, bisa saja ada sebuah keajaiban.

"Nah, yang kau ingin tau sekali itu kenapa?" tanya Gajeel tapi, Mirajane sudah pergi lebih dahulu tanpa mereka sadari

Gajeel hanya menatap langit, yang dia bingungkan kenapa gadis barmaid itu menanyakan hal seperti itu, apalagi tentang Mate dragonslayer. Apakah Mira menyukai seorang Dragon slayer, Laxus? Bukan! dia sekarang sudah dengan si pemabuk, Rogue? Dia sudah ada wanita menakutkan itu, Sting? Dia sudah ada wanita penyihir roh itu. Mungkin ada satu hal yang ia lupakan Natsu.

Memang untuk masalah ini, dia tak tau pilihan Natsu yang akan jadi Matenya tapi, dia bukan tipe seperti itu, tapi, jika Mirajane menanyakan itu pasti, ada sesuatu hal yang tak beres soal teman pinknya itu jika, yang di tanyakan Mira soal menghapus tanda Mate maka jelas persoalannya soal Cinta.

Tapi, yang menjadi pikiran dragonslayer besi itu saat ini kenapa, Mira ingin sekali seperti itu, apalagi dengan Nada suaranya yang terlihat sangat serius.

Gajeel menatap ke Wendy"apakah, kau tau apa yang ada di pikiranku?"

Wendy mengangguk"tentu sepertinya memiliki perasaan"

'MIRAJANE MENYUKAI NATSU'

.

.

Xxxxxxxxx

.

.

Natsu berjalan-jalan di Magnolia setelah sebelumnya mengatar Lucy ke rumahnya setelah selesai misi, tak begitu sulit hanya membasmi para bandit-bandit yang berkeliaran

"Setelah ini kita memancing Happy" ucap Natsu

"Aye!"

Mereka berjalan terus hingga, mereka berpapasan dengan seseorang, lebih tepatnya seorang wanita dan laki-laki, dan mereka tau siapa itu. Dan merekapun berpapasan.

"Natsu" Happy merasa khawatir terhadap kawannya itu.

"Tak apa" balas Natsu tenang.

"Siapa sangka kita bertemu, hallo" sapa Jellal "kau tau, dari mana saja ?"

"Yeh, aku sedang tak enak badan" jawab Natsu berbohong.

"Semua guild mengkhawatirkanmu" ucap Erza.

"Aku tau" Natsu membalasnya seadanya. Tentu saja Erza marah tapi, dia hanya menahannya.

"Kalian sepertinya sibuk sekali, sampai tak terlihat di guild?" tanya Natsu hanya menatap Jellal.

"Hmm, mungkin karena sibuk atas persiapan pernikahan yang tinggal menghitung hari" balas Jellal tentu saja jawaban itu membuat Natsu turun moodnya.

"Oh begitu selamat" Natsu dengan nada lesu, Erza menyadari itu tapi, dia tak berani menanyakan hal itu.

Natsu hanya berjalan melewati mereka berdua tanpa bicara sedikitpun, Erza yang melihatnya hanya iba tapi, dia tau pasti Natsu memarahinya seperti yang terjadi ketika di rumah Natsu.

'Apakah kau membenciku Natsu?'

.

.

Xxxxxxxxxxx

.

.

-Keesokan harinya

.

Erza berjalan sendiri ke Guild, kekasihnya sedang mengadakan rapat dengan anggota dewan, dan Jellal sekarang menjadi salah satu penyihir suci kembali, Dewan telah memaafkan semua yang di lakukannya jadi Erza tak perlu risau kembali.

Dia mwlihat ke pintu guild semuanya masih tampak biasa tapi, tak ada kehadiran Natsu, mungkin saat ini dia sedang misi.

"Pagi Erza" sapa Lisanna

"Pagi" balas Erza yang langsung duduk "strawberry cheescake"

"Segera datang" ucap Mirajane.

Mirajane memberi kue itu tapi, sebelumnya dia membisikan sesuatu ke telinga wanita yang di juluki Titania.

"Menyakitinya lagi, atau kau tau akibatnya"

Erza yang tadinya tampak santai, kini mendadak terkejut atas pernyataan Mira yang terkesan dengan suara mengancam sesuatu.

"Apa, maksudmu?" tanya Erza memberi deathglare.

"Tidakkah, kau pikir sendiri" Mirajane langsung pergi ke belakang.

Erza yang langsung terpancing dan mengikuti Mira tak peduli kue strawberry nya itu.

.

.

Setelah itu Erza mengikuti Mirajane dan langsung menarik lengannya secara paksa dan memberi deathglare

"Bisa, kau ulangi apa maksudmu" Erza dengan nada serius.

"Sudakkah kubilang, kau temukan sendiri saja" balas Mirajane tenang

"Tapi, aku tak pernah melakukan apapun" Erza meyakinkan

"Benarkah?" Mira mengkat alisnya sebelah " sepertinya kau pura-pura Amnesia"

"Sumpah! Aku tak tau apapun" Erza frustasi.

"Natsu"

Jawaban Mirajane tadi, membuat Erza terkejut Natsu? Apa maksudnya yah, memang saat ini dia terlibat masalah dengan Dragonslayer itu dan kenapa wanita di depannya ini bisa tau.

"Aku, tak tau apa yang kau bicarakan" Erza pura-pura tak tau.

"Benarkah? Kau sepertinya tak tau, jangan pernah bohong kepadaku, hubungan kau dan Natsu berubah, setelah itu" balas Mira dia tak mau mengungkit soal Natsu menyukai wanita scarlet ini.

Erza tak bisa mengelak, mungkin memang benar saat ini, hubungannya dengan Natsu tak baik, terlebih lagi setelah kejadian itu. Dia tak pernah satu misi lagi, jangankan satu misi, bicara beberapa menit pun sudah tak pernah.

"Dengar yah, tidakkah kau berfikir bagaimana kondisi Natsu,perasaannya dan apa yang dia lakukan, kupikir kita semua keluarga!" Mira tampak menekankan suaranya.

"Kita semua keluarga, kau tau, Natsu juga termaksud" balas Erza.

"Yakin? Apa mungkin aku salah dengar, jika benar begitu tapi, kenapa kau mengabaikannya tidakkah, kau tau perasaannya saat ini, mungkin kau lihat saat ini dia baik-baik saja tapi, TIDAK BISAKAH KAU FAHAM,!"Mira langsung menunjukan emosinya yang meledak-ledak.

" yeah, aku tau tapi, dia tak bisa memaksa perasaanku begitu saja, karena hatiku sudah milik yang lain"balas Erza dia ingin mengeluarkan air mata

"Terus, kau menyakiti perasaanya, kupikir teman macam apa kau ini, setelah yang dia lakukan padamu, kau harusnya Mengerti" Mirajane bertambah emosi

"Mengerti? Memang kau siapa yang berhak mengaturku!" Erza membalasnya sengit.

"Yeah, aku tak seberuntung kau yang di cintai dua orang lelaki tapi, aku juga mengerti perasaannya saat ini, perasaan Terluka" nada suara Mirajane mendadak tenang.

"Tapi, satu hal yang ingin kuperingatkan padamu, menyakitinya lagi, dan kau mengerti akibatnya" Mirajane pergi meninggalkan Erza sendirian.

Erza hanya bersandar ke tembok, dia diam seribu bahasa, pipinya mulai basah berkat air matanya yang mengalir. Dia tau dia memiliki perasaan ke dragonslayer itu tapi, hanya sebatas teman.

Erza juga tak tau, bahwa pertikaiannya tadi, bakal berunjung panjang yang tak ada ujungnya, tapi, Mirajane juga salah dia tak bisa memaksa perasaan hatinya terhadap Natsu karena, dia lebih memiliki perasaannya ke Jellal.

Ini rumit, Erza tak pernah serumit ini, kini pernikahannya tinggal menghitung hari, hingga dia resmi di miliki seseorang dan suatu hari nanti berganti nama marga belakang.

Dari Scarlet menjadi Fernandez.

Entah kenapa Erza menjadi sangsi seperti ini dia tau dia menyukai Jellal karena teman masa kecilnya tapo, Natsu juga yang menyelamatkan dari ledakan Etherioun di menara surga dan jika bukan karenanya mungkin saat ini dia sudah mati

Erza hanya duduk sambil menangis dia hanya hari ini segera berakhir dan menikah dengan orang yand dia cintai.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC.

.

Oke fix author akan buat fic ini ke Rate M kalau ada nanyain lemon tenang ajah, nikmatin dulu ceritanya.

Suka atau tidak suka saya mah bodo amat

.

RnR

.

Pm