Ini pendapatku, tapi, memang kenyataannya aku bukannya menghina atau apalah tapi, menurutku FT gak menarik lagi, dari sekarang
Kenapa aku bisa bilang begitu, contohnya ajah Arc sekarang, atau arc terakhir yang kurang di FT hanya battlenya yang tak klimaks dan selesai.
Contohnya sekarang August, saya pasti berfikir cara kalahnya menyerah atau bunuh diri, liat saja.
Tapi, setidaknya pertarungannya dulu jangan dulu tiba-tiba klimaks ajah, gelarnya Raja sihir, tapi, kekuatannya malah setingkat Lucy :v
Lupain ajah kata barusan, saya penikmat komik dengan cerita yang menarik dengan battle yang oke, makanya saya penikmat Manga Shounen.
Tapi ahh sudahlah saya lagi curhat terserah mau dengerin atau enggak,(emang ada yang dengerin?) dan jangan di ambil hati dan serius yang berlebihan.
Ya kembali ke tkp.
.
...
.
Pagi, yang cerah mulai menampakan keindahannya, terbitnya Matahari di pagi ini membuat suasana menjadi ceria, dan suara burung berkicau dan saling mengadu dan menambah kesan bising yang menenangkan.
Tapi, berbeda sekali yang dialami pemuda berambut pink, ini saat sekarang tubuhnya terbaring di sebuah kasur dengan Lap basah di keningnya.
Natsu membuka matanya, dia menoleh ke sana kemari dan saat ini berada di sebuah ruangan, tapi, ini bukan ruangan kamarnya
"Kau, sudah bangun?" Mirajane datang dari pintu dengan membawakan semangkuk bubur"bagaimana keadaanmu?"
"Ugh, Mira? Apa yang terjadi?" Natsu memegang kepalanya yang masih pening.
"Kau pingsan saat malam tadi" balas Mirajane dia memegang kening Natsu yang masih panas.
"Oh, yah dan aku di mana?" Tanya Natsu dia tau sebenarnya tapi, tak mengingat jelas setelahnya.
"Setelah itu kau kubawa kerumahku" jawab Mirajane menyodorkan bubur."makanlah"
"Terima kasih" Natsu menerimanya dan melahap bubur itu dengan rakusnya.
Mirajane tertawa kecil, dia tau tabiat makan lelaki ini, yah seperti hewan saja tak tau malu dan masa bodo, memang ciri khasnya.
"Kalau, kau mau mandi, di sana" Mirajane menunjuk "aku sudah siapkan air dan handuk"
"Yeah" Natsu hanya menatap Mirajane keluar dari kamar melalui pintu.
Natsu setelah makan dia beranjak dar kasurnya dan segera mandi, dia melepaskan semua bajunya dan masuk ke dalam bak mandi, dan memutar krannya.
Natsu hanya diam saja sedari tadi, dia membiarkan Air itu membasahi sekujur tubuhnya, saat ini mungkin dia sedang melamun entah melamun apa.
Natsu setelah selesai dia mengambil handuk dan mengusap tubuhnya hingga Kering dan membalut tubuhnya dengan handuk itu.
Natsu keluar tapi, dia melihat Mirajane yang tengah duduk di kasur dengan menggigit jari telunjuk dan berfose sexy.
"Mira?"
.
(Warning : ini adalah, Lemon jika anda tak suka tolong skip ini scene, bagi yang suka nikmatilah)
"Hei Natsu" Mirajane hanya tersenyum tapi, Natsu tau apa yang tersembunyi di dalam senyuman itu.
"Kenapa, kau di sini? Bukankah kau harusnya ke Guild?" tanya Natsu menelan ludah yang dia takutkan adalah sesuatu yang terjadi.
"Aku memang ingin tapo, keliatannya kau masih sakit jadi aku menunggumu sembuh" Mirajane tersenyum mesum melihat tubuh Natsu hanya di balut handuk
Mirajane dia hanya mendekati Natsu dan langsung menciumnya, awalnya Natsu shock tapi, perlahan dia mulai menerima itu dan menciumnya balik.
"Mmmmmppp!" Mirajane mendesah dia membuka mulutnya dan membiarkan Natsu mengeksplor mulutnya tapi, Mirajane juga tak mau kalah dia melingkarkan kedua tangannya di leher lelaki itu dan menekannya.
Natsu yang tadinya shock, kini mulai menikmati Ciuman itu, dia melingkarkan tangannya ke pinggang wanita itu, dia mengeksplor mulut wanita itu dan merasakan rasa yang manis ketika Lidah mereka menyatu.
Natsu masih terus berciuman dia mendorong wanita itu ke kasur tapi, mulut mereka masih menyatu,Mirajane hanya mendesah membelai punggung Natsu dan terus menciumnya.
"Hah! Hah! Hah! Hah!" Mirajane terengap dia melepaskan ciumannya, dia hanya menatap Natsu dengan wajah Merah.
"Mira?" Natsu khawatir terhadap wanita itu.
"Tak apa, Natsu aku yang menginginkannya" Mirajane menyentuh mulut Natsu dengan jarinya.
"Oke!" Natsu kembali mencium wanita itu, Mirajane kembali menerimanya dan dia menyerah dan hanya membuka mulut membiarkan Natsu yang menguasainya.
Natsu kembali melepaskan ciumannya, Mirajane duduk, dia mulai melepas gaun merahnya dan mengeksplor tubuhnya yang putih dan payudara yang besar krim kulit yang putih bersih dengan puting berwarna pink dan mengekspos vaginanya
"Tak pakai Bra dan celana dalam, kau setiap hari begini?" Natsu menghentikan aktifitasnya.
Mirajane tersenyum"mereka bisa melihat tapi, tak bisa menyentuh"
Natsu tersenyum, dia kembali mencium Mirajane dan membaringkannya posisi saat ini Natsu di atas dan Mirajane di bawah.
Natsu langsung ke bawah dan menelusuri Leher Mirajane dan menciumnya, kedua tangan Natsu memegang dua payudara wanita itu dan meremasnya, Membuat Mirajane mengerang.
"Natsu~!" Mirajane mendesah dia membelai rambut pink itu dengan jarinya, tubuhnya merasakan panas dan hangat ketika Natsu mencium tubuhnya.
Natsu mengeksplor tubuh Mirajane dengan Lidahnya kedua tangannya masih meremas payudara wanita itu
Mirajane hanya merasakan tubuhnya yang panas, dan membara ketika Natsu menjilat seluruh tubuh.
Kini lidah Natsu beralih ke payudara bagian kanan, dia memijat bagian putingnya secara perlahan, membuat wanita itu kembali mendesah dengan lembutnya
"Natsu~!" Mirajane mengerang dia merasakan bagian dadanya di sentuh oleh mulut dragonslayer itu.
"Mmmpppp!" Natsu menerang mulutnya masih fokus, mengemut puting wanita itu dan bagian payudara yang lain ia remas-remas membuat wanita itu hanya memejamkan matanya.
"Natsu!" Mirajane berteriak dia merasakan Climaxnya dan merasakan sesuatu di bawahnya ketika Natsu memainkan tubuhnya.
Mirajane berganti posisi, dia mendorong Natsu hingga berbaring dan berdiri. Natsu hanya melihat vagina wanita itu yang basah dan lembap.
Mirajane memposisikan Vaginanya tepat di wajah Natsu dan mendudukinya dengan maksud membiarkan Natsu mengeksplor dalamnya.
"Ahhhhh, Natsu!" Mirajane merasakan sensasi hangat di dalam tubuhnya,kedua tangannya sibuk memainkan putingnya sendiri dan merasakan sensasi yang luar biasa.
"Hmmmmppp!" hanya itu Reaksi yang di jawab Natsu, dia sibuk menjilat dan mengeksplor bagian vagina dalam Mirajane dengan lidahnya. Kedua tangannya memijat urat Kelentit Mirajane.
Mirajane membalikan badannya posisinya tetap sama, Mirajane membuang handuk yang di kenakan Natsu dan melihat Penis Natsu yang telah mengeras Kira-kira 11 inci.
Mirajane mengemut penis, itu dia mengusap bagian bulat di bawah penis itu dan memainkannya dengan kedua jarinya(a/n : author gak tau namanya apa, maklum bukan cowok)
Kali ini posisi mereka seperti angka 69, Natsu terus memainkan bagian klentit dalam Mirajane sambil menulusuri bagian Vagina dalam dengan lidahnya, Mirajane terus mengemut penis Natsu naik-turun secara cepat.
"Ohhh~! Mmmpp!" Mirajane tak fokus dengan tugasnya, karena Natsu berhasil mengenai G-spotnya dan membuat mendesah dengan lembut.
Keduanya menikmati satu sama lain, hingga mereka sampai pada, puncaknya Mirajane dan Natsu merasakan sesuatu ada yang keluar di bagian organ intim mereka dan.
"Ahhh!"
Keduanya sama-sama Climax dan melepaskan syahwatnya, Natsu melihat cairan kental dari vagina Mirajane dan menghisapnya, sementara Mirajane menghisap sperma putih itu dan menelannya.
"Tadi, itu menyenangkan" Natsu mengelap mulutnya mereka kembali ke posisi normal
"Yah, tapi, kita baru mulai" Mirajane tersenyum dia sangat senang sekali ketika melakukan ini.
Mirajane berbaring dia membuka pahanya dan mengekspos Vaginanya yang terlihat basah dan mengeluarkan cairan kental.
Natsu tak membalasnya dia hanya berada di depan Mirajane, penisnya ia pegang dan posisinya di depan Vagina wanita itu.
"Aku siap Natsu" balas Mirajane dia menutup matanya dan menunggu sesuatu yang akan menjebol dinding vaginanya.
Natsu perlahan memasukannya, Mirajane merasakan sesuatu yang menembus bagian bawahnya,Mirajane menutup mulutnya menahan teriakannya.
Natsu memasukan penisnya secara penuh, dia tak bergerak beberapa menit di sana membiarkan wanita itu merasakan ukurannya.
Natsu akhirnya bergerak, secara perlahan dia tak mengerti entah kenapa tapi, rasanya seperti ini menyenangkan dan dia tak mau berhenti.
"Ah! Natsu! Ah! Ah!" Mirajane hanya berteriak dia merasakan Vaginanya seperti di bor oleh sesuatu yang besar, tubuhnya kini hangat dan penuh gairah.
"Natsu! Natsu! Natsu!" Mirajane berteriak Karena Natsu melakukannya secara kasar dan tak pelan-pelan.
Natsu hanya melihat ekspresi Mirajane yang terkesan menikmati sesi kencan ini, Paydaranya bergerak berputar menghipnotis penglihatannya.
Natsu meremas kedua payudara wanita itu itu dan terus-menerus menekan Mirajane tanpa memberinya kesempatan untuk bicara tapi, jika dilihat wanita itu menikmatinya.
"Natsu~!" Mirajane merangkul kepala lelaki itu dan menciumnya dia tak menyangka Natsu bisa bagus dan senikmat ini.
"Mmmmppp!" keduanya mengerang di dalam mulut mereka, Natsu masih terus meningkatkan ritmenya.
Natsu memindahkan posisinya dengan posisi duduk, sepertinya keduanya akan mencapai climax.
Mirajane memeluk punggung lelaki itu, kepalanya di tempatkan di pundak pemuda ekspresinya sungguh di luar Imagenya sebagai demon.
Lidah menjulur keluar seperti anjing,bola mata yang mengarah ke atas, dan wajahnya memerah menikmati sensasi ini.
"Mira, ada sesuatu yang mau keluar" Natsu merasakan sesuatu yang akan keluar dari penisnya.
"Hah!,, jangan di tahan ah! Tetap~! Seperti ini ahh!" Mirajane tau dia sudah sampai puncaknya dan begitu pula dengan Natsu.
Natsu mempercepat gerakannya dan membuat wanita itu berteriak tapi, Natsu langsung menciumnya dan membiarkan wanita itu berteriak di dalam mulutnya.
Mirajane melepaskan ciumannya, dia tau ini sudah climax dan tak bisa di tahan lagi.
"Ahh, NATSU!"
"MIRA!"
Keduanya berteriak dan melepaskan syahwat mereka dan mereka berciuman lagi, dan membiarkan posisi mereka seperti itu saling berpelukan.
'Terlalu banyak'pikir Mirajane dia merasakan sesuatu yang hangat dan menyembur di dalam perutnya dan tetap terus mencium Natsu.
Setelah sesi bercinta itu keduanya melepaskan diri, Natsu langsung terlelap sementara Mirajane mengistirahatkan kepalanya di dada lelaki itu.
(Lemon selesai)
.
Mirajane hanya tersenyum kecil, dia merasakan hangat di tubuhnya, dia hanya tertawa kecil ketika Natsu yang sudah tertidur lelap.
Dia tak peduli, seberapa banyak sperma yang masuk ke dalam tubuhnya, dia sudah melakukan hal seperti ini sudah senang.
Mirajane segera bangkit dan memakai gaun merahnya, dan segera memakaikan baju Natsu. Hari ini kedua adiknya tengah melakukan misi dan akan kembali dua hari lagi.
Mirajane segera turun, karena ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya, dan melihat Gajeel,Wendy,Levy, dan Lucy tengah kemari.
"Kalian" Mirajane tersenyum.
"Kami segera kesini, ketika mendengar kabar Natsu masih sakit" balas , tidak kedua dragonslayer itu.
Wendy hanya blush sambil memegang hidung, Gajeel pun merasakan yang sama dengan menutup hidung, karena Aroma sex yang masih kuat mengental di wanita barmaid itu.
Tapi, yang membuat mereka berdua kaget, baunya sama dengan bau Natsu, kedua orang ini tak mau membicarakannya dan memilih diam selama itu.
.
.
Xxxxxxxxx
.
.
Setelah mendengar kabar Natsu sakit dan para anggota guild buru-buru menjenguk dragonslayer itu, kecuali Erza dia saat ini sedang misi seminggu dengan Jellal.
Bahkan Gray pun yang biasanya anti malah dia berharap Natsu mati tapi, terkadang karma berlaku balik padanya
Dan saat ini juga Gray menjenguk dragonslayer itu, dengan membawa oleh-oleh api bakar dan tentu Natsu kesal dan menghajar lelaki es itu. Untung saja Juvia segera menarik dan memisahkan lelaki itu.
Saat ini Natsu tengah bersama Gildarts, dia mendengar cerita langsung dari Makarov saat ini yang ia tau bocah ini tengah patah hati.
Natsu menceritakan, semuanya dia tak segan-segan mengeluarkan uneg-unegnya karena Natsu sudah menganggap Gildarts sebagai ayah kedua baginya.
"Oh, begitu nak,tidakkah kau berfikir bahwa masih banyak wanita lain?" Gildarts menyeringai di bekerja sebagai mentor pribadi Natsu terutama masalah wanita.
"Yeah, jika bisa tapi, masalahnya ini dragonslayer satu untuk selamanya" Natsu membalasnya dia saat ini berduaan di kamar Mirajane.
Gildarts berfikir dia memikirkan sesuatu dan muncul lampu di atas kepalanya
"Aku tau, bagaiman kau ikut denganku misi panjang?" Usul Gildarts.
Natsu mendengarnya sangat senang"benarkah?"
Gildarts menangguk.
"Yuhu! Happy besok kita berangkat" Natsu meloncat kegirangan
"Aye!"
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menguping pembicaraan kedua orang lelaki itu.
.
.
Xxxxxxxxxxx
.
.
Setelah itu keesokan Harinya Natsu sudah sehat dia sudah berkemas dengan barang bawaan di tasnya, untuk masalah Izin untungnya Gildarts terlebih dahulu bicara dan master itu menyutujuinya
Natsu berjalan riang dengan Happy di sampingnya, Gildarts sudah menunggunya di pintu gerbang kota.
Natsu terus berjalan dan melihat sebuah bayangan dan nyatanya ternyata yang berdiri di sana Mirajane.
"Ehh!" Natsu panik karena rencana pergi diam-diamnya terbongkar.
"Kau, mau pergi Natsu?" Mirajane sedikit sakit karena orang yang di sukainya akan pergi.
"Eh, anu, gini yeahh!"
"Kita akan pergi bersama Gildarts" teriak Happy Natsu langsung membungkam exceed itu
"Boleh aku ikut" pinta Mirajane jika Natsu tak bisa di guild maka dia akan mengikutinya
"Tak boleh, ini hanya aku saja"Natsu mengangguk dia mungkin tak tega untuk menolaknya tapi, dia punya alasan khusus
" tapi, kita ini teman kan?"Mirajane menatap dragonslayer itu.
"Yah, tapi, bagaimana dengan keluargamu Elfman,Lisanna?" tanya Natsu.
"Tapi, Natsu-" Natsu membungkam mulut Mirajane dengan jarinya dan memeluknya
Mirajane hanya membalas pelukan itu dia tersenyum dan merasakan sebuah kehangatan di pemuda berambut pink itu.
Natsu hanya menghela nafas dia melepaskan pelukannya dan membuka syalnya dan menyarungkannya ke wanita berambut putih itu.
"Natsu?" Mirajane memanggilnya dia bingung kenapa Natsu menyarungkan syalnya ke lehernya.
"Ini, janjiku, akan kutitipkan syalku, kau jaga baik-baik, aku janji akan kembali" Natsu mengelus rambut wanita itu, dia tau barang itu berharga pemberian Igneel.
"Baiklah, akan kujaga ini" Mirajane menyarungkan syal itu dan blush kecil karena Natsu bersikap romantis. "Tapi, kau janji kembali?".
" janji"Natsu memamerkan Grinnya.
"Cepat Natsu Gildarts pasti menunggu" teriak Happy.
"Sial! Lain kali saja kita mengobropnya lagi bye-bye" Natsu langsung berlari cepat.
"Bye!" Mirajane hanya menatap kepergian Natsu dari jauh dan mulai memegang syal itu, dia tau Natsu tak akan mengingkari janjinya dan suatu saat akan kembali
'Semoga selamat naga kecilku'
.
.
.
Sementara itu Natsu sudah sampai di depan dan Gildarts menunggunya.
"Siap nak!" Gildarts menyeringai
"Yeah!" Natsu tertawa.
"Aye"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
Yah gimana Lemonnya bagus? Kalau jelek yah mohon maaf, saya melakukan sebisa saya saja dan mohon maaf jika ada kekurangan.
Ada kata yang kalian kurang tau.
'Klentit'= cek di google itu masih di bagian dalam vagina.
'G-spot = bagian di dalam vagina, lebih rinci cek google biar tau gambarannya
Bagian bawah penis yang menganggtung itu namanya apa yah? Maklum saya gak tau karena saya cewek
Dan lemonnya saya sudah janji chapter ini dan akhirnya yang bilang kok NaMi sih katanya summary NatZa saya bilangin dlu nikmati ceritanya karena ini belum tamat oke lah.
Oke ada perlu Pm
.
RnR
