Sebenarnya sih ini double fic kalau mau di ceritain mah tapi sayangnya saya gak minat buat nyeritainnya karena itu gak penting dan saya sih masa bodo.
Dan begini juga saya orangnya paling lebay nan greget diantara sekian banyak author lainnya (mungkin -_-)
Dan informasi yang saya dengar buat penggemar Bleach nyatanya kubo mau buat manga baru lagi tapi, bukan di WSJ
Tapi,yang pasti ini ada jawaban atas kekecewaan kalian terhadap ending yang kurang memuaskan dan oh yah
Soal di fic ini saya skip perjalanannya karena bosan dan membuat pening jika hidup tak adil saya masa bodo.
Tkp...
.
...
.
(Time skip 6 Tahun)
Kita masih bisa lihat di Guild Fairy tail yah sebuah tempat di mana rumahmu berada begitulah kata kebanyakan orang kondisi di luar masih tampak seperti biasa, tapi kita tak tau apakah di dalamnya masih sama.
Dan di dalam sepertinya masih sama seperti dulu dan tak pernah berubah selalu ada di setial Guild manapun
Keributan.
Rasanya kata ini memang cocok untuk menggambarkan suasana di dalam Guild ini bangku berterbangan, meja hancur sana-sini, teriakan orang-orang anarkis dan liar rasanya memang tak lengkap jika sehari tanpa ada yang bergaduh.
Meskipun begitu ini tetaplah sebuah Guild tapi, yang namanya Guild pasti ada saja sebuah pelayan
Yap! Pelayan yang selalu melayani orang-orang di guild itu kini kita perhatikan seorang wanita bertubuh ramping, wajahnya masih keliatan muda berambut panjang sepinggang dan bermata biru laut dan dia adalah sang bartender Mirajane Strauss.
Dia saat ini tengah mengelap gelas-gelas bir itu tapi, kondisinya sangat jauh berbeda di banding 6 tahun yang lalu. Payudara yang membesar bahkan Gaunnya pun tak sanggup menahan ukurannya dan membuatnya menonjol, pinggul yang agak besar dan pantat yang begitu besar dia sekarang seperti Ibu-ibu tapi, Milf.
"Mira-chan! Satu birnya"panggil Wakaba.
"Segera datang"Mirajane langsung memberikan pesanan itu terhadap lelaki tua itu.
Wakaba hanya mengeluarkan asap dari mulutnya dan membentuk hati "lain kali, bisakah kita berkencan?"
Mirajane hanya menghembus nafas dan asap mulai ada di sekujur tubuhnya dan mulai menghilang dan memperlihatkan Mirajane berubah menjadi istri Wakaba.
"Bukankah kau sudah punya istri?"Mirajane membalasnya dengan tersenyum.
"Gah! Jangan bertingkah seperti istriku"Wakaba panik dan mengalihkan pandangannya.
Mirajane kembali normal dia kembali ke meja bar di mana seharusnya dia berada dia tampak memegang sebuah syal putih di lehernya.
Itu memang adalah sebuah syal tapi, bukan sembarang syal saja. Pasalnya syal ini adalah pemberian khusus dari seorang lelaki yang amat dia rindukan. Setiap hari dia terus mengenakan syal itu di lehernya
Yah lelaki ini, sudah enam tahun dia tak di guild dirinya sibuk terus berkelana kemanapun tapi, Mirajane percaya suatu hari Nanti lelaki itu kembali karena dia telah berjanji.
Dan terlebih lagi, dia menitipkan syal kesayangannya itu sebagai jaminan bahwa dia tak berbohong
"Natsu? Kapan kau kembali?"Mirajane menatap pintu Guild setiap hari matanya tak pernah absen ke pintu guild dan setiap hari menunggu kedatangan dari dragonslayer itu.
Mirajane menerawang di sekitar banyak sekali yang berubah di guild ini dengan munculnya beberapa pasangan yang menyatakan perasaannya dan bahkan ada yang sudah menikah dan di karuniai anak.
Contohnya seorang bocah wanita kecil di depannya yang kini tengah meminum bir dan memakai celana panjang putih dan kemeja ungu rambutnya berwarna kuning panjang menjuntai ke bawah dan pupil hitam identik dengan Cana tapi, hanya warna rambutnya saja yang beda.
"Ada yang ingin kau pesan Serafine?"tanya Mirajane ke anak Itu.
"Seperti biasanya"jawab Serafine dia adalah anak dari Cana dan Laxus yang kini telah menjadi master ke sembilan Fairy tail menggantikan Makarov yang di katakan tengah umurnya tak muda lagi.
Sebenarnya Mirajane tak sepenuhnya memberinya bir karena umurnya yang masih kecil yah! Karena faktor sifat dari ibunya wanita kecil ini bertingkah seperti hanya membuat Cola tapi, dengan rasa yang seperti bir jadi itu tak masalah bagi Laxus yang notabene selalu khawatir terhadap anaknya ini.
Mirajane menatap ke sekeliling Guild dia melihat banyak pasangan baru dan Matchmakernya berjalan sempurna karena pasangan yang ia jodohkan berhasil contohnya Gray dengan Juvia atau Gajeel dengan Levy.
Gray saat ini tengah bertunangan dengan Juvia setelah pernyataan terang-terangan Gray dan tentunya wanita berambut biru itu menerimanya. Dan untuk Gajeel dan Levy mereka tak bertunangan lagi dan langsung menikah dan di karuniai anak lelaki.
.
.
.
Sementara itu di luar gerbang Magnolia tampak dua orang Fihure mengenakan jubah dan sebuah objek melayang yang tertutup jubah mereka hanya berdiri menatap kota itu
"Kau siap nak?"tanya figure besar itu
"Yosh! Aku jadi semangat"figure yang kecil membalasnya.
"Aye!"
.
.
.
Kita kembali ke Guild di mana sekarang tengah terjadi ribut-ributnya di dalam itu bangku berterbangan di udara dan beberapa dinding yang hancur.
"Heh? Kalian idiot ini tidak bisakah tenang"ucap Master ke sembilan Laxus Dreyar akhirnya dia mengerti kenapa Kakeknya selalu mencaramahi hal yang seperti ini.
"Ini sudah biasa di sini, tidakkah kau selalu melihatnya setiap hari"Balas istrinya Cana yang menggaet lengan suaminya seperti biasa di tangannya terdapat sebotol bir.
Laxus hanya melihat ke sekitar sesuatu yang kurang lengkap tanpa hadirnya pemuda itu yah pemuda yang selalu menjadi biangnya keributan kini sudah tak ada di sana dan saat ini tengah berkelana entah kemana
Brakkkk!
Pintu guild terbuka menampakan Max yang tengah berlari dan wajah capeknya
"Oh Max wajahmu seperti itu apa ada sesuatu terjadi?"Mirajane bertanya
"Semuanya menghindar dan menyingkirlah Gildarts kembali!"Max langsung keluar dari guild dan beberapa orang yang mendengarnya hanya tersenyum
Beberapa dari orang langsung menggelar karpet merah untuk menyambut sang penghancur ini tapi, ada beberapa yang menunggu kepulangannya bukan tanpa alasan mereka seperti itu tapi, yang di tunggu ini seorang pemuda berambut pink ini.
.
.
(Mirajane Pov's)
Kau benar Natsu kau menepati janjimu dan aku percaya itu aku terus memperhatikan pintu guild.
Dan aku mendengar pintu terbuka aku melihat tiga figur di sana dengan mengenakan penutup tubuh dan yang satunya melayang dan aku tau siapa sangat rindu sekali denganmu Natsu
"Aku pulang!"ucap Gildarts yang memasang senyum ke semua Guild.
Yang satunya membuka penutup kepala menampakan rambut pink dan sebuah mata onixnya dan sebuah senyum grin terpancang di tersenyum dan melihatmu sedikit berubah tubuh muscularmu yang sekarang bertambah tegap dan tinggi, dan gaya rambutnya yang terkesan berbeda gaya dengan cukuran mohawk gantung. Hatiku berdecap tak karuan setiap melihatnya dan terkesan Tampan
"Dan aku pulang juga!"
"Aye!"
"Selamat datang kembali kalian"aku menyambutnya dengan sebuah salam senyuman
'Natsu?'
(Normal End)
Semuanya hanya hening beberapa saat hingga semuanya berteriak
"Natsu!"
Mirajane yang lebih dulu menyambut kedatangannya dengan menerjang dan memeluk pemuda itu.
"Hei, Mira rambutmu makin panjang"Natsu membalas pelukannya "dan sesuai janji aku kembali"
"Bodoh! Jangan membuat orang lain Khawatir" Mirajane mempererat pelukannya..
"Hmm! Drama yang menarik"Gildarts hanya mengelus dagunya.
Natsu dan Gildarts duduk di meja bar dia memesan makanan karena sebagian tenaganya capek untuk berjalan sehari guild karena yah! Natsu terkesan alergi yang namanya kendaraan.
"Ini dia!"Mirajane memberikan pasta api dan minuman berapi.
"Mira aku minta ikan"pinta Happy.
"Segera datang"balas Mirajane
Natsu hanya melihat sekeliling dia masih melihat Guild yang masih sama seperti dulu tapi, dia melihat sesuatu yang baru yaitu wajah penghuni guild ini.
"Siapa dia?"tanya Natsu menunjuk ke arah Serafine.
"Dia anakku!"Celetuk Laxus di samping Natsu dengan kepala di miringkan
Natsu menoleh"sejak kapan kau di sini? Tunggu dia anakmu?" laxus hanya mendengus dan tak mau menjawabnya.
"Woahh dia cucuku!"Gildarts berteriak kesenangan dan mengangkat cucunya itu dan membawanya kemana saja.
"Cukup kakek tua! Kau malah membuat anakku pusing"Cana mengambil Serafine dan memukul ayahnya itu.
"Ada apakah banyak berubah selagi aku pergi?"tanya Natsu.
"Banyak sekali nak"balas Makarov dari pojokan "pergantian Master, muncul anak-anak dan beberapa pasangan"
"Tunggu mana yang lain?"Natsu melihat ke belalang dan tak melihat rivalnya si boxer dan muka besi.
"Gajeel, dengan Levy di rumah sakit sedang memeriksa bayinya, sedangkan Gray saat ini dengan Juvia misi sambil bulan madu dan Laxus sekarang jadi master"Mirajane membalasnya dengan mata matchmakernya membuat Natsu Sweatdrop.
"Oh begitu tunggu!"Natsu menyadari sesuatu "Laxus jadi master, Levy sedang mengandung anak Gajeel, dan Gray sudah bertunangan? Berapa lama aku ketinggalan sesuatu" Natsu hanya memukul jidatnya.
"Sudah lama nak, dan bagaimana perjalananmu dengan Gildarts?"tanya Makarov tampak tenang
"Yah, tak ada yang spesial Gildarts yang mengajak ke klub penari erotis dan selalu menghancurkan apapun"celetuk Happy.
"Heiii"protes pak tua itu.
Natsu yang masih lelah akhirnya memilih pergi dari tempat itu dan memilih tidur di kamarnya yang sudah lama tak ia tempati
.
.
Xxxxxxxxxxxx
.
.
Kedua orang ini jika diitung sih sebenarnya Exceed tak di hitung karena dia bukan manusia tapi, ini masih dua orang yang kini berjalan pulang menuju rumah kesayangan mereka lokasinya memang jauh dari kota karena rumah Natsu berada di dalam hutan dan di dekat sungai.
"Hei, Happy bagaimana kondisi rumah kita?"tanya Natsu.
"Kupikir masih sama seperti kita tinggalkan"balas Happy.
"Aku tak melihat Lisanna dan Lucy di guild?"ucap Happy
"Mungkin Lisanna tengah misi dan Lucy biasanya di kamarnya tengah melakukan sesuatu"balas Natsu.
"Yah terkadang wanita itu aneh"celetuk Happy di lain tempat Lucy bersin-bersin.
Mereka terus saja berjalan dan hingga mereka melihat sebuah bayangan wanita yang berjalan kemari. Mereka berpapasan wanita itu shock melihatnya dan Natsu hanya tampak acuh dia mengarahkan wajahnya ke arah lain.
"Erza"
"Natsu?"
"Kau sudah kembali?"tanya Erza basa-basi dia juga menatap dragonslayer itu rindu.
"Yah, begitulah"Natsu hanya membalasnya "dan apa yang kau lakukan di sini sendirian?"
"Aku hanya dari toko"Erza membalasnya sekenanya dia hanya menatap ke bawah dan mendengar nada bicara Natsu seolah terkesan dingin.
"Oh, baiklah"Natsu mau pergi tapi, Erza menahan lengannya
"Ada apa?"Natsu menghebus nafas "kau tau apa kata orang-orang jika melihat kita seperti ini dan terlebih lagi di tempat sepi" Natsu sudah malas bicara lagi.
"Kita hanya teman? Apa salahnya?"Erza mencoba meyakinkan
"Salahnya! Kau tak harus di sini dan sebaiknya temui suamimu mungkin saat ini dia sedang menunggumu"Natsu nada suaranya terkesan tak dia ingin beranjak pergi tapi Erza kembali menahannya.
"Kumohon tidak bisakah kita mengobrol lebih lama lagi?"Erza memegang erat lengan Natsu.
"Jika tak ada yang penting tolong berhenti dan biarkan aku pergi"Natsu melepaskan paksa cengkraman wanita itu.
"Apa, kau masih marah pada waktu itu? Kupikir bukankah kita teman tak mengerti perasaanku?"Erza menatap lelaki itu dengan wajah sendu dia tak tau harua berbuat apa.
"Teman? Aku tau perasaanmu Erza saat ini tengah bahagia"balas Natsu Erza menggeleng dan tak percaya mendengarnya "tapi, pertanyaan harusnya aku yang bilang! Apakah kau mengerti perasaanku pada waktu, apakah kau tak pernah terpikir apa yang kau berbuat malah menyakitiku, kupikir itukah yang namanya teman?"
"Tidak! Aku bukan seperti itu! Kau tau perasaan itu tak bisa di paksakan begitu saja!"Erza membalasnya dengan membentak.
"Yah,pasti kau menjawab seperti itu"Natsu kembali dingin "yah setelah enam tahun perjalanan yang kutempuh akhirnya aku tau bahwa sesuatu itu tak bisa di paksakan bahkan urusan hatipun tak bisa"
Erza menutup mulutnya dia keceplosan bicara dia tau kata-kata itu sunggut berat dan amat menyakitkan bagi Natsu dia melakukan kesalahan yang sama tapi, mungkin tanpa tambahan tamparan di pipi, Erza melihat Natsu yang beranjak pergi.
"Tapi, ingat satu hal, kau takkan pernah mengerti perasaan dragonslayer"Natsu menoleh sebentar ke Erza dan kembali lagi "kita ini khusus dan berbeda dengan manusia tapi, sekalinya hancur maka akan tetap seperti itu"
"Maaf, Erza untuk saat ini kau jangan bicara seperti itu terhadap Natsu"ucap Happy yang langsung terbang mengikuti Natsu.
Erza hanya menatap kepergiannya dengan mata berair dirinya hanya diam mematung dan tak bergerak seincipun dari sana siapa sangka percekcokannya pada waktu itu menimbulkan dampak yang panjang dan masih membekas di hati Dragonslayer itu. Erza hanya berdiam diri dia biarkan rambutnya terbuai angin.
' aku hanya ingin minta maaf '
.
.
Xxxxxxxxxxxx
.
.
Sementara itu Natsu yang sudah sampai di rumahnya hanya memutar knop pintu rumah tapi,sempat terhenti ketika Happy berbicara sesuatu.
"Apa kau yakin akan seperti ini?"tanya Happy.
Natsu hanya menatapnya"sangat yakin! Dia sudah jadi milik orang lain dan apa yang bisa kulakukan? Memaksanya? Hal itu sangat mustahil!"
"Aku tau tapi, apa kau masih marah terhadapnya? Aku hanya kasian terhadapnya ketika dia bersedih"balas Happy
Natsu mendengus"dia tak tau apa yang kurasakan saat ini, dan aku tau dia tengah bersedih tapi, apakah dia tau saat dia melakukan ini padaku?" Natsu langsung masuk kerumahnya tak membalasnya lagi.
Natsu masuk ke dalam rumahnya dan terkejut melihat isinya karena aangat bersih biasanya kan rumah Natsu kotor dan berantakan seperti biasa yah memang dasarnya Natsu pemalas bahkan untuk beres-beres rumah saja hanya sebulan sekali.
Natsu masuk ke dalam dan melihat sebuah bayangan yang tengah membersihkan rumahnya Natsu mengecek dan mendekatinya.
"Mira?"Natsu shock.
"Kau yang membersihkan semua ini?"tanya Happy.
Mirajane hanya tersenyum "tentu saja" dia mengenakan pakaian ala pelayan rumah berwarna hitam dan tentunya dengan gaya ala pelayan.
"Kau tak perlu repot seperti ini"Natsu menggaruk kepalanya yang tak begitu gatal.
"Tak apa, aku yang berkeinginan seperti ini"balas Mirajane "dan oh ya aku sudah siapkan makanan untuk kalian"
"Yeah terima kasih"Natsu hanya bergegas masuk ke dalam kamarnya.
.
.
Xxxxxxxxxxxx
.
.
.
-Fairy Hills
.
Saat ini seorang wanita berambut scarlet tengah duduk di kasurnya dengan tangan melipat dengkul Ekspresi wajahnya terlihat sedih dan sepertinya dia tengah kacau dan sebuah kejadian beberapa menit yang lalu membuatnya tak bisa tidur dan dia adalah Erza Scarlet.
Dirinya beranjak di tempat tidurnya dan menatap keluar jendela dia melihat bulan purnama yang begitu indah menyinari gelapnya malam wajahnya basah karena air mata,Matanya merah karena ia tengah menangis, perkataan Natsu barusan mengena di hatinya dan membuatnya tak berkutik
'Aku tau perasaanmu saat ini tapi, apakah kau tau perasaanku?'
Kata-kata ini cukup mengena dan sepertinya melampiaskan kekesalan lelaki itu terhadapnya yah dia memang salah dan dia memang saat ini tak tau perasaan pemuda itu apakah tengah sedih,senang,gembira,dan menangis.
Yah dia merutuki dirinya sendiri yang bodoh dan egois mementingkan perasaan dirinya saja dan tak peduli orang lain bahkan dia tak tau perasaan Natsu saat ini yang tengah terluka dan sakit tapi, tak seharunya dia sebagai teman memperlakukannya seperti ini Natsu tak pernah menyakitinya dia terus berada di sisinya bahkan pada saat dia terpuruk contohnya ketika kejadian di menara surga.
Sebuah kejadian telah membutakan hatinya perkataannya itu malah berujung panjang dan menjadi sebuah konflik yang berbuntut penyelesaian tanpa akhir yang jelas asal-usulnya.
"Natsu"Erza hanya mengguman nama itu nama lelaki yang dia rindukan dengan sifatnya yang dulu sifat yang penuh dengan ceria dan kekanak-kanakan. Tapi, yang pada lihat saat ini hanyalah sifat dingin, acuh, tak peduli dan terkesan Cuek seolah dia tak mau tau urusan sesuatu.
Erza menutup jendelanya dia segera kembali ke ranjangnya dan kembali tidur, kepalanya pening memikirkan bagaimana Nanti dia berbicara lagi dengan lelaki itu dan berharap dirinya meminta maaf terhadap lelaki itu.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Yah soal untuk perjalanan Gildarts author skip ajah karena bosan dan terlalu berlebihan dan saya hanya memfokuskan pada cerita romance dan hurtnya (walaupun gak ngena sih)
Dan soal cerita fic lemon yang namanya lemon mau bagaimana juga tetap lemon mau gan kek yang penting saya buat sebisa saya buat fic lemon makanya saya peringatkan jika tak suka lemon yang saya buat tolong skip ajh.
.
Pm
.
Rnr
