Masalah kemaren yah angin lalu jangan terlalu serius karena jika di seriusin akan buat pening kepala dan kaki.
Kayak Ujian saja kita menyikapinya tenang dan santai jangan terlalu tegang dan was-was jika kita gagal yah ibaratnya anda keberuntungannya belum datang.
Nasib bakal datang menghampiri dimanapun itu bisa nasib sial ataupun baik kita hanya bisa menerimanya. Berlapang dada itu lebih baik.
Dan kembali lagi ke Ktp... Lalalalalalala!
.
...
.
Saat ini dia terlihat sedang tertidur di ranjangnya yang bisa di bilang nyenyak baginya karena sehabis perjalanan yang begitu panjang.
Mata Natsu terbuka karena sebuah cahaya matahari masuk ke dalam rumahnya dan menerpa wajahnya yang dewasa begitu kalem
Natsu celingak-celinguk dia hanya sendiri di kasur itu waktu malam dia memang bersama Mirajane tapi, sekarang wanita itu tak ada di sini karena dia tak bisa mencium baunya kemungkinan sudah Guild.
Natsu melihat ke arah meja dan melihat sepucuk surat dia mengambil surat itu dan membacanya.
Natsu, maaf aku pergi tanpa memberitaumu sebenarnya aku ingin tapi, melihat wajahmu yang capek dan letih aku urungkan saja dan oh ya aku sudah menyiapkan makanan untukmu
Dear : Mirajane
P/s: aku juga memakai kamar mandimu dan Happy dia pergi ke tempat Lisanna
Natsu membuang surat itu dia langsung segera beranjak dari tempat tidur dan pergi membersihkan dirinya dan bersiap berangkat ke guild.
.
.
Xxxxxxxxxxx
.
.
Suasana di guild masih kondusif seperti biasanya tapi, minusnya tanpa sebuah keributan yang berarti yang selalu di adakan di guild ini dan nyatanya keliatan tenang-tenang saja dan tak ada masalah berarti.
Gray yang kembali stripping setelah pulang dari misi, Laxus yang berada di lantai dua dengan kepala di tempelkan di meja, Mirajane yang tersenyum di bar, Levy yang tengah membaca buku kondisi perutnya membuncit sepertinya tengah hamil di sampingnya Gajeel yang selalu tidur, Erza yang sendirian tengah memakan kuenya, dan Lucy yang mengoceh tentang sewa apartemennya di sampingnya Lisanna mendengarkan saja ocehan wanita pirang itu.
Pintu Guild terbuka secara paksa dan melihat Natsu dengan perangainya yang biasa sambil tersenyum ke arah , mata Natsu terfokus pada dua orang anak kecil dengan wajah yang tak asing.
Yang satunya dia tau itu Serafine anak Laxus sendiri dan yang satunya lelali berambut punk dengan Mata yang begitu tajam mendelik jika iya asumsikan seperti Gajeel kecil hanya saja ini berwarna biru seperti warna rambut Levy.
"Dia anakku salamander!"celetuk Gajeel beberapa detik kemudia dia kembali tidur Levy di sampingnya hanya mendengus sebal.
"Oh, begitu kuharap dia tak bodoh sepertimu" ejek Natsu yang tentunya tak di gubris dragonslayer besi itu yang masih ngorok.
Natsu berjalan ke arah Levy"anakmu? Kuharap dia pintar seperti ibunya"
"Tentu! Yah paling tidak dia tak sebaka Gajeel" Levy tersenyum
"Heii!" protes Gajeel yang melihat ke arah Natsu "daripada kau tak punya"
Ejekan itu sebenarnya simple dan hanya sekedar candaan tapi, cukup mengena sekali ke dragonslayer api itu. Reaksi Natsu berubah total menjadi sedih dan dia kembali berjalan ke arah bar dengan raut biasanya.
Levy menjewer lelaki itu "jangan bicara seperti itu, pikirkan perasaannya"
"Ahh maaf" Gajeel memegang telinganya "aku tak bermaksud begitu tapi, yah aku juga kasian terhadanya"
Sebenarnya masalah Natsu saat ini sampai sekarang adalah masalah Mate akhirnya dia mengerti siapa sumber permasalahan ini dia mengetahui ini berasal dari gadis Barmaid ini hanya bukan sekedar gosip tapi, kenyataan.
Yah jika Gajeel asumsi sekarang Natsu ini tengah (Broken Mate) yaitu sebuah keadaan di mana seorang dragonslayer yang di sakiti atau di khianati oleh pasangannya. Biasanya dragonslayer itu akan memilih dua kemungkinan Sendirian selamanya atau pasangan dragonslayer itu akan memaksa dragonslayer itu menjadi matenya jika keadaan dragonslayer itu hancur tapi, kemungkinan berhasilnya hanya 10 persen.
Natsu hanya duduk menatap Mirajane wajahnya tiba-tiba memerah waktu dia mengingat kembali ke jadian 6 tahun yang lalu waktu malam itu ketika mereka saling bercinta.
"Tak apa"Mirajane hanya memegang tangan Natsu "itu aku yang mau dan untungnya aku pakai pil jadi takkan hamil" Natsu membalasnya dengan tersenyum di lain sisi Erza yang melihat interaksi itu hanya memasang wajah tak suka.
"Hei Natsu ayo ambil misi, uang bayar sewa partementku sebentar lagi"keluh Lucy
"Baiklah"balas Natsu "tapi,hanya kita saja?"
Lucy menggeleng"kita ambil misi class-S dan kita berkelompok aku, kau, Erza, Gray,"
"Hei aku tak di ajak?"protes Happy tapi,Lucy mengabaikannya.
"Baiklah, sebenarnya aku capek tapi, tak apalah" Gray hanya menguap sebenarnya dia ogah tapi, karena ada Erza terpaksa di harus ikut daripada tulangnya hancur nanti.
"Setuju sudah lama sekali kita tak setim"balas Erza.
Lucy sudah mengambil kertas misi dan memberinya terhadap Mirajane.
"Selesai"Mirajane selesai menanda tanganinya "semoga beruntung dan berhati-hatilah"
Mirajane hanya menatap kelompok itu yang nyatanya sudah pergi.
.
.
Xxxxxxxxxxxx
.
.
Saat ini mereka tengah naik kereta menuju tempat misi yang di maksud.
"Jadi, misi apa yang tertulis di sana?"tanya Gray yang menatap keluar.
"Menghancurkan Guild gelap"balas Lucy.
"Ugh! Huekk! Kapan ini berakhir!"Natsu kembali ke kebiasaan lamanya yaitu mabuk kendaraan yang sudah menjadi makanannya sehari-hari.
"Natsu kemarilah dan duduk di sampingku"Erza memanggil Natsu dengan bermaksud untuk membenamkan kepala dragonslayer itu ke pangkuannya tapi, Natsu mengangkat tangannya dengan maksud menolak tawaran itu.
"Kuhargai itu tapi, tidak terima kasih"balas Natsu yang kembali mengeluarkan kepalanya dan menahan rasa mualnya.
Erza hanya tersenyum kecut dia tau akibat permasalahan ini yang tentunya Natsu masih marah padanya bahkan untuk hal sederhana yang ia berikan bahkan di tolak mentah-mentah.
Lucy dan Gray saling berpandang satu sama lain mereka juga tak mengerti apa yangvsebenarnya terjadi yang mereka tau Natsu tak pernah menolak seperti ini jika begini mungkin ada sesuatu yang tak beres di antara mereka berdua.
.
.
.
Saat ini mereka tengah duduk di sebuah mansion milik seseorang dan muncul pemiliknya pakaiannya seperti jendral tentara pada saat perang.
"Oke misi kalian hanya membasmi Guild gelap yang selalu mereshkan penduduk sini"ucap Jendral itu.
"Oke lokasinya di mana tuan Jendral?"tanya Erza
"Hanya 7 Km dari sini kalian tinggal lewat jalan setapak"jawab jendral. Semuanya mengangguk faham.
.
.
Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah tempat di mana Guild itu berada dan mereka langsung menyerangnya tanpa berfikir panjang
"ICE MAKE : FREEZE LANCER!"
"FIRE DRAGON ROAR!"
"AQUA MEITRIA!"
"HEAVEN WHEEL ARMOR : BLUMET BLAST!"
Bomm! Boomm! Boomm! Boomm!
Mereka menporak-porandakan tempat itu bahkan tanpa kesulitan , tiba-tiba
Slashhh!
Erza yang lengah akhirnya tangan kirinya terlena tusuk dari anggota guild gelap itu beruntung Erza masih respect dan menghajar orang itu.
"ERZA!"Gray dan Lucy panik dan menghampiri wanita itu kecuali Natsu yang hanya diam di tempat.
"Erza kau baik-baik saja?"tanya Lucy khawatir.
"Yah, tak usah khawatirkanku misi kita sudah selesai"jawab Erza memegang lengannya.
Gray mendelik ke arah Natsu "sikapmu cuek sekali tidak lihatkah Erza tengah terluka"
"Lalu kenapa?"Natsu tampak Acuh.
"Kau ini dingin tidakkah kau mengerti kawan kita terluka?"Gray menatap Natsu bengis.
"Terus apa yang kulakukan? Menanyakan keadaannya?"Natsu kali ini sudah terlihat masa bodo "dia itu sudah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri lagi pula dia memiliki seseorang yang menjaganya dan mengkhawatirkannya"
"Kau!"Gray berniat menghajar Natsu tapi, segera di tahan Erza.
"Cukup Gray!"bentak Erza "dan kau Natsu jika kau memiliki masalah denganku bicarakanlah"
"Meskipun di bicarakan kau harusnya sudah tau dan satu lagi kau tak perlu tau urusanku"celetuk Natsu yang berlalu pergi meninggalkan mereka penuh keheranan atas sikap Natsu.
.
.
Xxxxxcxxxxxxx
.
.
Setelah misi yang menyebalkan kalau menurut Natsu sendiri dia yang saat ini tengah berjalan keliling kota dan dia melihat seorang gadis kecil yang celingak-celinguk dengan wajah khawatir Natsu pun menghampirinya.
"Hei nak? Kenapa wajahmu murung seperti itu?" tanya Natsu ke anak kecil itu.
"Ayah! Ibu! Di mana mereka!"jawab anak kecil itu Natsu berasumsi anak ini tersesat dengan senang hati Natsu membantu anak itu mencari orang
"Ibu! Ayah!"anak itu berteriak karena sepertinya mereka menemukan orang tua gadis kecil.
"Eveline!"teriak kedua orang itu.
"Oh terima kasih tuan!"ucap Wanita itu melihat ke arah Natsu.
"Yah lain kali jangan sampai lengah mengawasi anak kalian"perintah Natsu
"Aye!"
Natsu sebelum pergi dia merasakan keberadaan seseorang di belakangnya.
"Gajeel?"
.
.
Gajeel kini mengajak ngobrol bersama di sebuah taman Natsu hanya heran tak biasanya dia mengobrol jika ada pasti sesuatu yang penting atau yah entahlah tak ada yang tau isi otak lelaki itu.
"Jadi, ada apa? pasti ada sesuatu penting?"Natsu memakan hamburger di tangannya "dan bagaimana bisa kau meninggalkan Levy yang tengah hamil seperti itu"
"Aku tau, dan tenang saja ada Lily di sana"balas Gajeel dia hanya memakan besi "yah memang ada sesuatu ingin kubicarakan sesama dragonslayer"
"Sesama dragonslayer?"Natsu mengangkat alisnya "dan apa itu?"
"Apa, benar dulu si Titania itu adalah Calon Mate mu?"tanya Gajeel dia menambahkan kata 'dulu' karena itu terjadi lama karena dia sekarang tau cerita yang sesungguhnya.
Wajah Natsu berubah drastis "yah dulu sih tapi, sudah lama, dan kenapa kau ingin tau?"
Gajeel memukul kecil orang itu "yah mungkin ku tau ini tak penting tapi, kita semua sama dan merasakan hal yang sama ketika orang tua kita menghilang dan kita semua tau perasaan satu sama lain waktu itu dan kau pernah bilang begitu bukan?"
Natsu hanya terdiam memang benar semua dragonslayer itu perasaan mereka terhubung dan seperti menjadi satu.
"Iyah tapi, tak mungkin bukan aku memaksanya dan saat ini sudah resmi menjadi milik orang lain dan aku tak mungkin memaksa kehendakku sendiri"balas Natsu dia hanya pusing memikirkan hal ini.
"Tidak! Kau salah"Gajeel menyeringai "saat ini dia bukan milik siapa-siapa lagi"
"Apa maksudmu!?"Natsu tampak tak faham.
"Tapi, jika kau tau ini jangan dulu ambil tindakan biar aku yang rencanakan"Gajeel tersenyum dan rencananya berhasil.
"Oke!"Natsu hanya mengangguk "dan apa maksudmu Erza bukan milik siapa-siapa lagi?" oke untuk masalah teka-teki otak Natsu lebih bebal dari dragonslayer besi itu.
"Aku lupa? Banyak terjadi selama kau tak ada dan salah satunya menimpa wanita itu"Gajeel menghela nafas
"Saat ini Erza Fernandez"Gajeel menggeleng keras "bukan lebih tepatnya Erza Scarlet sekarang bukan lagi istri lelaki bertatto itu"
Boomm!
.
.
Xxxxxxxxxxx
.
.
-Fairy Hills
.
Saat ini sang gadis berambut Scarlet ini tengah mandi dia hanya terdiam diri seluruh tubuhnya terendam air hanya kepala saja yang masih tampak terlihat raut wajahnya sendu dan sedih dia tampaknya bingung dan sangat sedih
'Dia memiliki seseorang yang menjaganya dan mengkhawatirkannya'
Erza tau pernyataan Natsu tersebut di layangkan kepadanya dan tampaknya kejadian itu telah merubah wataknya yang benar-benar di luar pikirannya terhadap pemuda itu
Dan yang di maksud dia itu adalah Jellal yah seorang lelaki yang pernah menghiasi hidupnya selama ini tapi, itu hanya sementara semenjak kejadian itu dia dan dirinya menjadi seperti tak kenal satu sama lain. Atau lebih tepatnya Jellal yang bersikap dingin terhadapnya
[Flashback]
Ini adalah hari di mana mereka menjadi tak seromantis dulu lagi atau lebih tepatnya hari setelah di mana Erza keguguran anaknya dan di nyatakan tak bisa hamil lagi oleh nenek Polyrusica.
Penyebabnya satu - satunya adalah Erza yang ngeyel yang tak mau di atur oleh Jellal untuk tidak ikut dalam Misi berbahaya dalam misi Rank S dan terlebih lagi saat ini kondisi kehamilan Erza tengah Mengandung 8 bulan.
Dan akhirnya itu pun terjadi ketika pulang misi perut Erza mengeluarkan darah dan dari sela-sela pahanya muncul sekali banyak darah dan pada saat itu air ketubannya pecah.
Dan setelah kejadian itu tingkah Jellal semakin dingin dan seolah-olah Erza lah yang di salahkan. Dan kejadian fatal itu saat malam harinya.
"Makanlah!"Erza menyodorkan makanannya.
"Tidak terima kasih"Jellal menolaknya "aku sudah kenyang"
"Kau marah padaku?"tanya Erza menatap suaminya.
"Mungkin?" Jellal mengangkat bahunya dan berniat pergi.
"Kau mau kemana?"tanya Erza yang melihat Jellal di depan pintu..
"Sibuk ada konfersi dewan"balas Jellal. Seperti terlihat cuek
"Lagi!? Tidak bisakah kau batalkan itu"Erza kesal karena alasannya hanya itu sudah seminggu Jellal jarang tidur di rumah semenjak kejadian itu.
"Ini pekerjaanku dan tak bisa di tolak" Jellal menutup pintu dan pergi
Tapi, bagi Erza ada sesuatu yang janggal terhadap orang itu dia akhirnya memutuskan mengikuti suaminya itu.
.
.
Sementara itu Erza yang tengah mengendap-ngendap mengikuti Jellal tapi, yang Erza bingung kenapa Jellal melewati hutan tapi, langkahnya terhenti ketika Jellal juga berhenti dia langsung bersembunyi di balik pohon dan memastikan apa yang terjadi.
"Halo maaf membuatmu menunggu!"
Erza mendengar suara feminim dari balik layar dan dia shock dan terkejut nyatanya ada seorang wanita tapi, ia bertambah shocknya karena wanita itu tak lain dan tak bukan adalah sahabat Gray yaitu Ultear Milkovich.
"Yah itu tak begitu lama"Jellal membalasnya tersenyum dan mencium wanita itu tapi, di lain sisi Erza yang melihatnya shock berat.
"Bagaimana dengan Erza? Aku tak mau pertemanan dengannya bertambah buruk" tanya Ultear khawatir.
"Tak apa, itu jadi urusanku"Jellal mencium kening wanita itu "dan nyatanya dia tak pernah mendengarkanku?"
"Kau depresi karena tak punya anak?" tanya Ultear.
"Begitulah" balas Jellal kalem "setiap orang memiliki impian dan anak tapi, apa jadinya jika sebuah keluarga tanpa hadirnya sebuah anak?"
Dan mereka kembali berciuman dan menyatukan bibir mereka di lain sisi Erza hanya marah, menangis dan bersedih kini dia merasa di khianati di lupakan dan terabaikan.
"Kuso!" Erza hanya berlari dan menjauh dari dua orang itu dengan penuh linangan air mata.
[END]
Itulah separuh kenangan yang hanya akan menjadi kenangan yang menjadi sebuah malapetaka dan mimpi buruk baginya.
Erza yang telah aelesai mandi kini mengenakan baju piyama merahnya di sekelilingnya hanya ada photonya tentang dirinya dan tak ada keberadaan pemuda bertatto itu dia sudah membakarnya semua kenangan itu dan ingin memulai hidup baru.
Erza tau yang di lakukan salah dan akhirnya berbuah buruk pada dirinya seharusnya dia mendengarkannya yah dia adalah Natsu tak seharusnya dia membentaknya dan menyakitinya dan membuatnya terluka.
Dan sekarang dia tau dua kawan yang ia sayang akhirnya pergi dari kehidupannya yang satu hidup bersama dengan orang lain dan yang satunya sudah tak bisa menganggapnya lagi.
Sekarang waktu sudah tak bisa di ulang, nasi sudah jadi bubur dan sebuah pepatah mengatakan 'kau yang menanam dan kau yang menerima hasilnya'
Inilah hasil dari yang dia lakukan di jauhi lelaki yang telah banyak menyelamatkan hidupnya bahkan ketika dia terpuruk lelaki itu selalu menyemangatinya dan memberinya dukungan moral dan selalu membuatnya tertawa dengan tingkah konyolnya namun itu sudah masa lalu.
Hanya satu yang harus di lakukan tak ada kata terlambat dia harus meminta maaf kepada lelaki itu dan berharap mau membukakan hatinya kembali.
Erza langsung tidur sambil tersenyum dengan berselimut selimut merah.
.
.
Xxxxxxxxxxx
.
.
Saat ini keesokan harinya semua Guild kembali seperti biasa yang tengah banyak ribut dan perkelahian gak Natsu dan Gray di sampingnya Juvia malah memberinya dukungan bukannya memisahkan.
"Gray jangan bertengkar dengan Natsu"Erza dengan suara mengacam membuat lelaki berboxer itu ciut minus Natsu.
Erza menghampiri Natsu "ikut aku ada yang perlu di bicarakan"
"Untuk apa? Rasanya sudah tak penting"ketus Natsu membuat Erza naik pintam.
Erza menghunuskan pedangnya ke arah Natsu tapi, langsung Natsu patahkan dan tentu saja semuanya shock dan berkeringat dingin dan tau apa yang terjadi selanjutnya..
"Aku ingin mengajak kau kelahi"ajak Erza dengan nada ancaman."karena kau tak mau mendengarku"
"Baiklah jika kau mau?"Natsu tampak biasa saja "tapi, aku bukanlah seperti dulu"
Dan semuanya berkeringat merasakan hawa panas dan tensi tegang di dalam guild itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Yah beginilah jika ada kesalahan mohon di maafkan saja dan jangan di ambil hati sampai jumpa pada chapter depan
Hmmm Erza dan Natsu fight hahahaha lucu
Pm.
RnR
