Segala sesuatu yang di lakuin pasti ada sebab dan akibat yang tertentu tergantung kita berbuat sih. Kalau gak mau ambil resiko jangan berbuat sesuatu yang membuatmu rugi.

Dan perhatian semuanya bisa bercanda tapi, di sela bercanda itu ada waktu serius dan mungkin saja serius sangat gak terlalu baik dan bercanda sangat gak baik yah seimbangkan saja.

Dan jika ada yang kurang berkenan mohon maaf saja dan jangan terlalu di ambil hati lah.

Saya begini juga yah broken home dan yah terkadang kondisi itu membuat saya depresi dan pusing jadi terkadang wataknya berubah.

Sebenarnya saya tak mau ceritakan tapi, yah sudahlah jangan terlalu di pikirkan.

.

...

.

Suasana tensi tegang mungkin sudah menjadi hal biasa bagi mereka tapi, jika yang di sebut tegang ini adalah keributan atau baku hantam dan sejenisnya mungkin salah ini lebih dari sekedar itu saja.

Ini adalah hal pertarungan dua orang pertarungan yang sering terjadi jika salah satu dari mereka menantang duel tapi, biasanya jika duel ini menganggap orang itu sebagai lawan meskipun itu kawan sendiri dan nyatanya mereka tak menanggapinya serius.

Bagi Natsu ini situasi yang menurutnya menyebalkan jika ditanya pendapat lelaki itu bagaimana bisa menyebalkan? Bukankah ini wataknya setiap hari yang mengajak duel di setiap anggota guild tapi, bagaimana sekarang bisa menyebalkan?

Pasalnya lawan yang di lawan baginya adalah seorang wanita dan terlebih lagi wanita itu yang ia malas temui lagi atau bicarakan dia tak pedulikan dan yah mungkin alasan pribadinya malas meladeninya adalah mungkin beberapa orang sudah tau apa penyebabnya.

Jadi saat ini semuanya berada di Luar Guild lebih tepatnya di hutan yah ini memang pertarungan Natsu dengan Erza yah kenapa di luar? Karena jika di dalam Guild pastinya sudah hancur apalagi yang kita bicarakan Natsu kalau orang-orang menyebutnya Gildart kedua karena di manapun ia berada pastinya sulit untuk tak menghancurkan apapun. Jika sudah hancur pastinya Master mereka akan mengoceh tentang biaya kerusakan.

Beberapa orang memanfaatkan moment ini dengan memasang taruhan yang bahkan menguntungkan bagi bandarnya dan semua Guild memasang Erza tapi, tak sedikit yang memasang Natsu.

"Jadi, peraturannya sangat sederhana yang kalah dia pemenangnya dan boleh mengeluarkan kekuatan penuh tapi, jangan sampai membunuh" ucap Makarov sebagai pengadil dia mengenakan kostum wasit pegulat.

"Jadi ini yang kau minta meskipun kau menang dan kau tak mendapat apapun" Ketus Natsu dia memang ogah untuk duel ini.

"Sikap kau ketus sekali! Dan kenapa kau berbeda sekali!" Erza membentaknya balik dia makin kesal dengan sikap Natsu.

"Berbeda?" Natsu mengangkat alisnya "apanya yang berbeda? Aku seperti ini saja"

"Benarkah? Mencuekiku dan mengabaikanku kupikir itu yang namanya berbeda!" Erza menatap lelaki itu.

"Jika kau tau! Harusnya kau tau juga penyebabnya bukan? dan tak diberitaupun kau harusnya sudah tau?"Natsu sepertinya hanya memancing wanita itu.

"Peduli amat! Aku akan mengalahkanmu dan membungkam mulutmu itu" Erza memanggil pedangnya.

"Yah silahkan saja kau mau apa" di sekujur tubuh Natsu penuh api "tapi, asal kau tau aku tak semudah itu kau kalahkan"

Dong!

Tanda bunyi pertandingan di mulai

"REQUIP : FLAME EMPRESS ARMOR!"

Erza merubah kostum armornya berwarna merah dengan baju besi berwarna kuning yang hanya menutup bagian dadanya saja, dan sarung tangan emas dan rok pendek merah dengan rambut yang di kuncir dua dan pedang merah besar.

"Oh begitu tapi, kupikir cara lama takkan berhasil" ucap Natsu

Erza langsung bergerak ke arah Natsu dan melayangkan pedangnya. Natsu merunduk dia langsung menendang wajah wanita itu tapi, Erza hanya mundur beberapa langkah.

"IRON FIRE DRAGON FIST!"

Natsu maju dan melayangkan tinjunya, Erza spesialis menahannya dengan pedangnya Natsu langsung menyemburkan api dari mulutnya membuat wanita itu mundur sedikit agak jauh.

Natsu melesat cepat ke arah wanita itu, Erza melayangkan pedangnya. Natsu terbang kebelakang wanita itu dan menendang punggung.

"HEAVEN WHEEL ARMOR : BLUMET BLAST!"

Erza langsung cepat mengganti baju armornya dan menghujamkan beribu-ribu pedang terhadap lelaki itu. Tapi, bagi Natsu dia mudah menghindar dan membakarnya.

Natsu membuat sebuah pilar api dan mengelilingi mereka berdua. Erza merasakan api ini rasanya sangat panas sekali dan baru pertama kali dia rasakan kalau dia duel dengan Natsu.

"Aku tau!"guman Erza dia tau api ini berasal dari emosi. jika apinya biasa saja dia tengah tenang tapi, kalau apinya tingkat tinggi dan sangat panas maka emosinya tengah meluap jadi intinya panasnya api Natsu tergantung emosi lelaki itu.

Bahkan beberapa orang yang melihatnya berkeringat dengan tensi tegang dan penuh sesak tak bernafas karena pertarungan yang di sajikan begitu menarik.

"Shit! Natsu serius!" Gray hanya mengipasi dirinya yang gerah padahal dia Es ngapain perlu kipas? Entahlah hanya penulis yang tau.

"Panas ini sama waktu di Tartaros" komentar Juvia dia tampaknya tak ikut terbawa suasana panas dan masih tenang.

Gajeel hanya terdiam dan sepertinya mengetahui sesuatu dan jika dia ansumsikan saat ini kawan dragonslayer ini tengah marah yang di tahan.

Saat ini Erza berkeringat dia tak tau sepertinya Natsu memang serius itu di lihat dari tehknik yang di keluarkannya.

"Kau serius?" Erza menatap lelaki itu.

"Setiap hari, aku selalu serius" balas Natsu.

"Kau marah bukan?" tanya Erza tapi, Natsu hanya diam dan tak menjawab.

"Kau tau, saat ini kau sedang marah dan benci padaku bukan?" Erza meyakinkan pertanyaanya.

"Kau mana tau saat ini aku sedang marah, senang ataupun sedih" Natsu hanya menatap tanah.

"Aku tau karena aku ini sahabatmu" Erza membalasnya.

"Sahabat? Huh hal yang sudah lama aku buang" Natsu masih tetap dalam posisi tak bergerak "dan kenapa kau begitu peduli"

"Tentu saja aku peduli, waktu kau pergi juga aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Erza.

"Kenapa kau mengkhawatirkanku? Dan urus saja dirimu sendiri" Natsu mengepalkan tangannya " dan kau tak tau apa yang kualami saat ini setelah yang kau lakukan! Kau masih ingat kan?"

"Oke aku salah aku yang kasar padamu" Erza memasang raut wajah sendu "tapi, tak bisakah kau maafkan aku? Kumohon! Untukku?".

Natsu tak membalasnya dia hanya diam tapi, tak beberapa lama muncul petir di sekujur tubuh lelaki itu Erza tau jawabannya dan nyatanya Tidak! Itulah yang di lontarkan Natsu tapi, sepertinya dia hanya diam dan mengepalkan tangannya kebelakang

"Kau tak pernah peduli, dan tak pernah tau perasaanku"suara Natsu besar dan terdengar seperti suara iblis.

"LIGHTNING FLAME CRIMSON EXPLODING BLAZE!"

Kepalan api dan petir tadi langsung menyatu dan membuat tembakan beaar dari kepalan tangan Natsu di lain sisi Erza hanya tersenyum kecut hanya diam di tempat tak menghindar maupun bergerak sedikitpun mungkin, maksud niat wanita itu mungkin hanya membiarkan tubuhnya terkena.

Booommm!

Ledakan yang cukup menggema dengan daya ledak yang begitu besar dan membuat tanah dan pohon di sekitarnya terbakkar, semua yang menyaksikannya itu terkejut plus shock ketika Natsu serius seperti ini.

Di lain sisi asap perlahan mulai menghilang dan mwlihat Erza dengan posisi berdiri dengan lutut, tubuhnya panas terbakar dan mulut mengeluarkan darah dan armornya langsung hancur dan hanya tersenyum.

"Bagus Natsu ! Keluarkan semua dan luapkan saja uhuk! Aku memang pantas menerima ini uhukk!" Erza terbatuk dia hanya menatap Natsu.

Natsu mencoba melakukan yang secara tadi tapi, dia melakukan hal yang baru dia menyatukan kedua tangannya dan membuat kobaran api di sekujur tubuhnya.

"Sudah cukup! Pertarungan selesai!" Laxus langsung menahan pertarungan itu "Natsu cukup kau yang menang"

Natsu langsung kembali normal dan langsung pergi dari tempat itu tak mempedulikannya kawannya yang memanggil.

Dan sementara Erza dia langsung pingsan dan segera di bawa Mirajane dan Lucy ke ruang kesehatan untuk di obati.

Beberapa orang bertanya apa yang sebenarnya terjadi terhadap pemuda dragonslayer api itu yang di lihat bahkan sepertinya Natsu berniat membunuh Erza

"Ada apa dengan Natsu?" tanya Max Warren menggeleng tak tau.

"Dia sepertinya serius ingin membunuh Erza" Alzack panik dengan wajah serius.

"Yang benar saja tak mungkin dia selert itu" Bisca hanya membela Natsu. sementara Asuka dia tampak tak mengerti pembicaraan orang tuanya.

.

.

Xxxxxxxxxxxx

.

.

- Ruang Kesehatan

.

Saat ini hampir semua dari anggota guild berkumpul di sana memikirkan keadaan sang Titania itu yang mengalami luka yang bisa di bilang cukup parah

Dan ada beberapa juga yang memikirkan tingkah laku Aneh Natsu ini yang bisa di bilang terkesan Cuek sekali. Biasanya dia akan menjadi orang yang pertama panik dan khawatir jika wanita ini terluka tapi, kenyataannya berbeda setelah kepulangannya dengan Gildarts dia berubah

Tapi, ada beberapa orang yang sudah mengetahui tingkah pola Natsu ini karena ada sebab yang membuat lelaki berambut pink ini melakukan hal yang seperti itu.

"Kau tau tingkah Natsu sangat aneh sekali" Gray angkat bicara ada yang berbeda sekali dengan rivalnya itu.

"Yah, pada saat misi itu dia juga seperti ini!" celetuk Lucy.

"Apa maksudmu?" tanya Levy.

"Yah, bersikap dingin pada saat Erza seperti ini" Lucy hanya bisa geleng-geleng.

"Tak biasanya pasti ada sesuatu yang tak beres dengan orang itu" ucap Freed memegang dagunya.

"Kau tau sesuatu Happy?" tanya Lisanna ke Exceed itu tapi, Happy hanya menggeleng sebenarnya dia tau tapi, tak mau memberitaukannya.

" di mana aku?" Erza langsung membuka matanya dan juga merasakan nyeri di tubuhnya.

"Oh kau ada di ruang kesehatan begitu kalah dari Natsu-san" jawab Wendy yang masih mengobati luka wanita scarlet itu.

"Oh" Erza hanya duduk di kasur dia menatap sekeliling tapi, tak ada penuda berambut pink itu dia tau lelaki itu belum bisa memaafkannya.

"Ayo kita keluar, dan biarkan dia beristirahat " perintah Laxus "dan kalau ada sesuatu panggil saja kita".

Semuanya pergi keluar sesuai perintah master barunya kecuali Gajeel di rau wajahnya tampak serius sepertinya ada yang mau lelaki itu bicarakan kepada wanita scarlet itu.

Erza menatap kawan-kawannya itu tapi, matanya menoleh ketika melihat Gajeel berdiri di depannya dengan tangan terlipat dan sepertinya ia sedikit tau apa yang akan dibicarakan.

"Oke sepertinya ada yang ingin kau bicarakan" Erza hanya menatap lelaki itu.

"Memang!" Gajeel hanya duduk dan menatap wanita itu "apa kau mencintai Salamander?"

Pertanyaan langsung yang Gajeel layangkan membuat pipi wanita itu bersemu merah tak karuan.

"A-apa ma-maksudmu?" Erza bicara gugup.

"Jawab saja ya atau tidak" Gajeel yang tampak keliatan kalem..

"Ya, aku mencintainya" Erza hanya menunduk

"Sejak kapan? Sejak kau berpisah dengan lelaki itu? Kupikir kau orangnya konsisten! Nyatanya plin-plan"Gajeel nada bicaranya yang terlihat serius..

"Apa maksudmu?" Erza tak mengerti.

"Kau mencintai Salamander sejak kau berpisah dengan suamimu itu bukan? Jika kau mencintainya kenapa tak dari dulu? " Gajeel menghela nafas "jadi kesimpulannya kau hanya menjadikannya sebagai pelampiasaan bukan?"

"Apa maksudmu!" bentak Erza "aku tak mungkin menjadikan Natsu seperti itu!"

"Yakin? Jika kau mencintainya kenapa tak menjadikan dia sebagai suamimu? Malah memilih tatto freak itu?" Gajeel membalasnya dan membuat Erza bungkam.

"Asal kau tau kita ini dragonslayer punya sesuatu yang khusus tentang Mate kita, yaitu satu untuk selamanya dan jika kau ingin tau lebih jelas Salamander waktu itu memilihmu sebagai Matenya" ucap Gajeel dan Erza masih terdiam

"Dan sebagai tanda bahwa dia matenya biasanya akan memberikan sebuah tanda atau sebuah tatto kepada mate itu dan mengklaim sebagai pasangannya"

"Tapi, itu jika ketika Matenya itu mau menerimanya tapi, bagaimana jika Mate itu menolaknya?"

"Yah seperti yang kau ketahui dia akan depresi yang berkepanjangan dan lama kelamaan watak dari dragonslayer itu akan berubah drastis seperti yang kau lihat pada Salamander"

"Dan akan di tarik kesimpulan jika matenya menolak maka akan ada dua opsi yah yang pertama memilih sendiri untuk selamanya"

Erza yang sedari tadi mendengar penjelasan Gajeel shock dan tau sebabnya kenapa Natsu berubah. Yah ini memang salahnya sendiri ketika waktu itu dan hasilnya malah berbalik kepadanya

Dan Erza yang tak tau rahasia ini baru pertama kalinya ia dengar bahkan selama ia bersama Natsu dari kecil Natsu sendiri tak pernah menceritakannya. Yah mungkin saja waktu itu Natsu masih belum terlalu memikirkan hal yang namanya asmara tapi, sekarang dia sudah dewasa dan mengerti hal yang seperti ini.

Jadi untuk memikirkan itu dia tak menyangka dirinya lah yang di pilih Natsu sebagai Matenya dan yang paling mengejutkan itu bukan Lisanna atau Lucy tapi, dirinya sendiri.

"Asal kau tau Dragonslayer itu cinta mereka terhadap pasangannya lebih besar" Gajeel menatap Erza yang menangis "bahkan setelah ini apa yang bisa kau lakukan?"

"Kau sudah tak bisa hamil lagi. Meskipun kau kembali dengan Salamander tapi, tak ada yang bisa kau berikan bukan? Bahkan Anakpun kau sudah tak bisa memilikinya lagi? Dan apa yang dia harapkan dari wanita sepertimu?" Gajeel sebenarnya tak mau bicara seperti ini tapi, dia harus melakukannya

"Setiap orang memiliki impian, bahkan seidiotnya salamander pasti dia juga ingin sebuah keluarga bukan?" Gajeel berniat pergi " jadi pikirkanlah itu baik-baik, apa yang kukatakan jika, aku jadi kau lebih baik aku memilih Salamander daripada Tattofreak itu"

"Tunggu!"

Gajeel yang berniat pergi langsung mendengar teriakan Erza dan berhenti dan menoleh alis Gajeel terangkat sebelah ketika melihat Titania yang menangis tapi, ini hal yang langka baginya melihat pemandangan ini.

"Aku tau aku salah!" Erza masih menangis dia tak peduli itu "aku tau tingkahku ini membuatnya menderita seperti ini dan ini semua salahku!"

"Aku menyesal aku egois yang hanya mementingkan diriku sendiri dan aku minta maaf" Erza menangis sejadi-jadinya air matanya membasuh peluh di seluruh wajahnya.

"Minta maaf jangan padaku" Gajeel menghela nafas "jika kau menyesal minta maaflah pada Salamander tapi,seperti yang kukatakan tadi kubilang ada dua opsi dan yang terakhir"

"Dan yang terakhir Kau sebagai Matenya bisa membujuknya kembali dan itupun kemungkinan berhasilnya kecil tapi, tak ada salahnya mencoba bukan?" jawab Gajeel dan tentu Erza mendengarnya hanya melotot.

"Benarkah" wajah Erza berubah menjadi gembira mendengarnya.

"Tentu! Memang keberhasilannya kecil tapi, jika kau sungguh- sungguh tak ada yang tak mungkin bukan" Gajeel membuka knop pintu dan bersiap pergi.

"Terima kasih Gajeel" ucap Erza dengan senyumannya.

"Tceh! Nanti saja terima kasih, setelah kau berhasil" Gajeel menoleh sebentar lalu pergi.

Kini Erza tinggal sendirian dia hanya senyum- senyum sendiri di kamar perawatan itu dia akhirnya menemukan titik finalnya.

Dan akhirnya hanya masalah waktu yang mulai menjawab dia mengerti sekarang kini dia menemukan lelaki yang menurutnya pantas yang mendampinginya dan akhirnya dia tertawa membayangkan hal indah jika mereka bersama.

.

.

Xxxxxxxxxx

.

.

Di kediaman Dragneel rumah yang sangat sederhana tapi memiliki banyak sekali kenangan yang tersimpan begitulah kata pemiliknya.

Saat terdengar suara kran air yang pada kenyataanya sang empunya yang tengah mandi untuk membersihkan badan.

Saat ini Natsu hanya melamun membiarkan sekujur tubuhnya yang basah bisa di pastikan ia melamun soal pertarungan tadi tapi, nyatanya salah. yang dia pikirkan yaitu waktu perkataan Gajeel kemarin.

[Flashback]

Natsu kaget dia terkejut melebihi terkejutnya waktu dia melihat Igneel tapi, sekarang dia terkejut bukan karena melihat Igneel tapi, berita yang cukup membuat dia melamun beberapa saat

"Kau serius?" Natsu mengucek telinganya memastikan dia pendengarannya balik.

"Tentu saja tolol, kupikir wajahku ini menunjukan kebohongan" Gajeel sewot "tapi, yah wajar saja sih kau memang tak tau"

Natsu hanya terdiam menatap tanah dan tak bicara sepatah katapun

"Sebenarnya waktu itu Erza yang tengah hamil besar menjalankan misi Class S" ucap Gajeel Natsu hanya menyimak.

"Dan yang kuketahui sesudah pulang misi perut dia banyak terluka dan penuh darah dan bagian sela-sela kakinya banyak mengeluarkan darah amis dan Levy bilang itu ketuban yang pecah yah! Walaupun aku tak tau artinya" sambung Gajeel.

Natsu yang mendengarnya hanya ngilu dan terkejut di lain sisi dia juga marah dan emosi bagaimana bisa si bodoh itu tak menjaganya padahal dia sudah menitipkan amanat kepadanya..

"Semenjak kejadian itu hubungan mereka tampak renggang"ucap Gajeel melanjutkan "dan puncaknya yang kutau wanita itu bilang dia sudah tak bersama"

Di lain sisi Natsu hanya mengepalkan tangannya dan menahan amarah di lain sisi lagi dia berusaha cuek dan tak peduli tapi, ia juga tak bisa menyembunyikan rasa ke khawatirannya.

"Katakan! Salamander apa kau masih mau menganggap wanita itu sebagai Mate-mu?" tanya Gajeel.

Natsu hanya terdiam tapi, Gajeel tau Kawannya ini bukan tak bisa menjawab tapi, dia tak ingin menjawab pertanyaannya sama sekali.

"Entahlah mungkin" Natsu menatap langit "dan lagipula dia tak menyukaiku"

"Kau yakin?" Tanya Gejeel Natsu mengangguk "tapi, jika nyatanya sekarang jika dia mencintaimu? Apa yang kau lakukan"

Natsu langsung mati kutu ketika di beri pernyataan itu. Gajeel menyeringai dan tak menyangka ucapannya tepat sasaran.

"Ya sudahlah terserah" Natsu mengalihkan pembicaraan Gajeel hanya mendengus

[End].

Natsu hanya menghela nafas dia bingung harus melakukan apa tapi, yang jelas ia akan bersikap seperti biasanya cuek dan dingin kepada wanita itu

Dia mengacak-ngacak rambutnya karena pusing dan harus menghadapi masalah yang menurutnya benar-benar rumit.

.

.

Xxxxxxxxx

.

.

-Kediaman Strauss

.

Saat ini di malam yang begitu tenang bisa di lihat sang Barmaid Mirajane Strauss tengah duduk di kasur kesayangannya dengan memegang lutut.

Matanya memerah dan berair wajahnya yang basah pertanda saat ini dia memang tengah menangis tapi, dengan suara pelan. Penyebabnya yang tak lain yang tak bukan adalah secara sengaja dia menguping pembicaraan Gajeel dan Erza.

Yah jika benar yang di katakan dragonslayer besi itu berarti kesempatannya untuk mendapatkan lelaki itu sia-sia karena pada kenyataanya Erza juga akan mengambil lelaki itu darinya.

Dia memang Natsu lelaki yang menjadi cinta di hatinya dia menyukainya semenjak insiden hilangnya Lisanna hanya saja dia tak berani mengungkapkan perasaannya.

Mirajane kembali melanjutkan menangisnya di lain sisi jika ia mengambil Natsu otomatis pertemanannya dengan Erza akan renggan dan di lain sisi dia juga tak bisa juga menyimpan perasaannya selama itu. Tapi, yang jadi masalahnya apakah Natsu juga mencintainya?.

Mirajane yang tak mau ambil pusing segera mematikan lampu dan segera tidur.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC.

.

Nah mungkin gak greget tapi, yah sudahlah dan berusaha semaksimal mungkin mau tak mau harus update lagi. Maaf agak lama updatenya maklum author agak sedikit ada kendala

.

Pm

.

RnR