Untuk obrolan tadi karena semuanya buat saya yang lagi, amsyong dan hhmm ini hanya pendapatku atau apah tapi, jangan terlalu di ambil hati FT sekarang battlenya tak klimaks kalau menurutku.

Tapi, abaikan saja kata saya yang tadi dan seperti kata ibu saya lihat dan lalu lupakan kayak mantan (ngapain curhat yah!?)

Dan sepertinya saya gak bisa bikin fic terlalu panjang atau apalah tapi, saya membuat fic yang sebisanya

Jadi nikmati atau tidak itu hakmu dan up to you lah nah ada yang tau kalau beli komik di lokasi tanggerang waktu di bandung saya beli di Gramedia.

Kalo itu ada yang tau tolong beritau saja di Review atau pm.

.

...

.

Saat ini hari yang di tunggu tapi, untuk lelaki hidung belang dan mesum kenapa saya bilang begitu soalnya ini sebuah cara yang sering di adakan setiap tahun dari Fairy taill yaitu acara Fantasia Parade.

Kembali dimana, kenapa untuk lelaki mesum? Pasalnya karena di acara ini selain menunjukan atraksi mereka dan khususnya untuk personil wanita yang akan mengenakan Bikini dan Mud dalam aksinya.

Dan kembali ke topik, jika mengingat soal Fantasia Parade mungkin bagi para anggota Fairy taill mereka sepertinya mengingat jelas soal kejadian waktu itu.

Waktu di mana mereka mengadakan pesta sebesar-besarnya harus hancur di tengah jalan karena ulah Provokasi Laxus yang mencoba membuat keributan dengan menghancurkan parade dan membekukan para wanita.

Tapi, sekarang mereka tak perlu takut lagi karena acara ini akan berlangsung ramai dan seru karena Laxus sendiri yang mengusungkan dan di tambah lagi mereka mengundang dari beberapa Guild lain untuk menonton acara ini jadi sepertinya akan semakin ramai sekali di banding tahun kemarin.

Dalam acara ini tentu saja ada sebuah kontes yang sudah biasa atau acara pelengkapnya ibaratnya pesta ulang tahun tak lengkap tanpa hadiah. Tentu ini biasa orang menyebut Miss Fairy Contest. Atau kontes ratu peri

Biasanya inilah acara di tunggu oleh para pria pada umumnya karena kebanyakan kontes ini hanya khusus wanita yang akan mengenakan busana yang begitu wah! Untuk mengundang perhatian para juri. Dengan menunjukan aksi mereka.

Dan sesuai arti yaitu ratu peri jika di dunia Nyata mungkin kalian sudah mengenalnya dengan sebutan Miss Univers. Sistemnya tak beda jauh di mana di cari wanita yang akan menjadi ratu dunia sama halnya dengan Miss Fairy.

Bagi wanita Guild Fairy Taill ini sudah hal yang biasa apalagi, tahun kemarin Mirajane yang di nobatkannya mengalahkan pesaing lainnya tapi, selain itu ada beberapa wanita yang mengikuti kontes itu bukan ingin di nobatkan sebagai ratu peri tapi, mengincar hadiahnya karena mungkin di pakai keperluan untuk bayar sewa apartemen mereka contohnya Lucy.

Saat ini semuanya mempersiapkan diri mereka masing di mulqi mendekor Guild, berbelanja makanan, sampai persiapan barang-barang yang di perlukan untuk acara ini sampai Detail.

"Maaf, merepotkan Mira-chan" Makarov membawa tumpukan kardus di tangannya ternyata pensiunnya dari Master masih tak mengurangi kegiatan beratnya.

"Tak apa Master lagipula bukankah ini sudah biasa di lakukan?"balas Mirajane dia membawa belanjaan di tangannya.

"Master? Oh ayolah aku ini bukan Master lagi, kau bisa memanggilku Makarov-kun?" Makarov mencoba menggodanya.

"Kakek! Sadar umur? Saat ini kau sudah punya Cicit, ingat itu?" Mirajane dengan nada tenang tapi, ada sedikit penekanan di bagian akhir.

"Hehehe! Maaf" Makarov tertawa kering dia tau wanita bisa sangat menakutkan jika tengah serius. "Dan bagaimana dengan dia?"

"Dia?" Mirajane mengangkat sebelah alisnya

"Kau pasti tau kan?" Makarov menatap wanita itu dengan Serius.

"Maksud Anda Natsu?"balas Mirajane dia langsung meruju ke arah sana karena hanya lelaki itu masih memiliki segudang masalah yang hanya di ketahui beberapa teman-teman di Guid.

Makarov mengangguk "huh! Bocah itu terkadang aku bingung cara menyelesaikannya" dirinya juga agak rumit ketika menyelesaikan perkara anak asuhnya yang terbilang tak masuk akal.

"Dia, masih sama tapi, sepertinya semenjak kejadian itu dia berbeda sekali dari yang kupikirkan" Mirajane hanya membalasnya dengan suara sendu dia sepertinya menyembunyikan sesuatu.

"Kuharap, ini tak bertambah buruk" keluh Makarov yang ia takutkan adalah pertikaian antar sesama anggota guild dan lebih buruknya salah satu dari anggota Guild ada yang keluar dan pergi..

.

.

Xxxxxxxxxxxx

.

.

Dan keesokan harinya semuanya sudah siap dan sebuah panggung kecil di buat untuk para kontestan dan para wanita itu sendiri mereka semua di belakang panggung akan, keluar jika, sudah di panggil.

Meja di susun rapi, dan di tambah lebih banyak lagi mengingat yang melihat bukan hanya dari Magnolia saja bahkan lebih dari itu. Tampaknya tamu dari Guild lain sudah datang.

Mulai dari Sting dan Yukino di susul Rogue dan Minerva di sampingnya. Dan Kagura dan Milliana, Lyon yang sudah dari pagi datang tentu saja alasan utama dia datang lebih awal adalah melihat Juvia. Padahal wanita itu sudah ada yang memiliki. Tapi, dia masa bodo dan cuek bebek.

"Bagaimana persiapannya?" tanya Laxus dia hanya duduk di lantai dua melihat keadaan dari atas.

"Semuanya berjalan baik! Master" balas Mirajane menulis sesuatu. Yang di pastikan daftar biaya jika sewaktu-waktu Guild jadi rusak.

"Hhmmmm!"Makarov hanya berguman tak jelas.

"Ada apa? Sepertinya ada yang aneh bukan?" tanya Laxus ke kakeknya itu.

"Ada yang kurang, sepertinya" Makarov mengelus dagunya

Mirajane melihat ke sekeliling "ehh tak ada Natsu?"

"Heh, bocah itu" Laxus mengusap keningnya "padahal jika masalah soal pesta dia paling ribut sendiri tapi, sekarang?"

"Yah sepertinya, bocah itu masih bingung mencari jalan keluarnya. Bahkan Gildarts pun hanya bisa geleng-geleng" keluh Makarov.

"Yah pak tua Idiot itu, terkadang sulit di andalkan"ketus Laxus.

Semuanya persiapan sudah siap dan para tamu undangan semuanya berkumpul suasana, seperti ini malah seperti pesta pernikahan.

"Hadirin para tamu undangan! Saya Max Alor selaku pembawa acara akan membimbing dalam Acara Miss Fairy ini" ucap Max dia pakaian ala negara Skotlandia dengan kemeja panjang putih dan rok kotak-kotak dan topi.

"Langsung saja kontestas pertama wanita Aevy dan di juga seorang pemabuk Cana Dreyar!" ucap Max.

Tak beberapa lama muncul Cana dengan pakaian renangnya. Sebelum itu dia mengedipkan mata ke arah suaminya. Setelah itu dia mulai menerbangkan kartunya di udara dan langsung menempelkannya ke tubuh Cana dengan jongkok posisi Miring dengan rambut yang di pegang dan di arahkan kebelakang.

"Pertunjukan yang bagus!" puji Max melihat Cana pergi "dan kontestan kedua dia adalah hujan dan hidupnya selalu basah dan berair ini dia Juvia Loxar!"

"Woahh! Juvia-chan putuskan Gray dan menikahlah denganku!" Lyon dengan gaya sok romantis.

"Cukup Lyon!" Gray sewot.

Juvia hanya tersenyum dia mengganti bajunya ke bikini dan dia menggerakan tangannya dan membuat pusaran air. Air itu akhirnya membentuk hati dan tulisan Gray dia atasnya dia menoleh ke arag Gray tapi, orang itu hanya sibuk berkelahi dengan Lyon. Tiba-tiba raut wajahnya berubah senang ketika melihat sebuah jempol lelaki itu berikan padanya. Juvia hanya tersenyum dan kembali.

"Lumayan juga!"ucap Max "dan kontestan ketiga sang pelayan bar dan dia juga model terkadang membuat kita mabuk melebihi bir terkuat di dunia, Mirajane Strauss"

"Halo semuanya!" sapa Mirajane dia mengenakan Dress hitam dan Higheels dan menampakan kulitnya yang mulus dan putih. Orang-orang mesum langsung membicarakannya.

Dia berubah ke mode tranformasi Makarov dan membuat kakek itu langsung mengeluarkan bir dari mulutnya. Dan dia kembali berubah dalam mode Gajeel dan membuat Dragonslayer besi itu tersedak.

"Hei, itu tidak lucu!" Gajeel sewot.

"Hahaha! Hiburang yang menarik" Rogue hanya tertawa melihatnya

"Dan ini perubahan khusus dan spesial untuk lelaki di hatiku tapi, sayangnya dia tak ada di sini" ucap Mirajane matanya menerawang dan tersenyum lebar ketika objek yang di carinya tengah duduk di pojokan dan melihat kemari.

Bagi sebagian lelaki. Siapakah si beruntung bodoh ini yang telah mencuri hati Mirajane karena yah jika kalian tau. Saat ini Mirajane belum bersuami dan selama enam tahun ini banyak yang meminang wanita itu namun, wanita itu dengan halus menolaknya dan mengatakan dia sudah menyukai lelaki lain.

Tapi, bagi Makarov sendiri dia malah terpikir ucapan Mirajane tadi. Jika ia asumsikan lelaki ini dan dia tau siapa. Tapi dia juga sempat shock waktu wanita Barmaid itu membicarakan lelaki yang dia suka. Yang pada aslinya adalah si Dragonslayer api ini.

Asap mulai menghilang saat ini Mirajane dengan posisi duduk ala wanita. Dengan mengenakan bikini pink dan G-string yang warnanya sama pula. Tangan kanan menyentuh lantai dan tangan kirinya menekan dadanya. Dan sontak membuat para lelaki berteriak dan adapula yang pingsan karena mimisan.

Karena yah. Tubuh Mirajane sudah sangat berbeda karena sudah enam tahun berubah pinggung membesar bahkan di bagian pantatnya juga tubuhnya makin ramping dan Sexy jadi jika diibaratkan Milf.

"Sial, ya ampun aku harus bersihkan pikiranku" Rogue mengelap hidungnya.

"Tenang saja sayang" Minerva memegang pundak suaminya itu "akan kutunjukan yang lebih dari itu setelah kita pulang"

Bagi Rogue dia tau yaitu 'Strip Show' tapi, sebagian lelaki lain hanya mimisan karena membayangkan terjadi. Sementara Yukino hanya memerah wajahnya dan Sting dia mendengar tapi, tak peduli.

Mirajane kembali ke pakaian normal dia hanya menatap di pojok dragonslayer api itu tengah melihat kemari dan hanya mengedipkan matanya.

"Oke pertunjukan yang menarik" Max membersihkan hidungnya "dan kontestan keempat dia wanita cantik dan kuat yang kita tau rambutnya merah dan dia si Titania Erza Scarlet"

"Oke semuanya, akan kutunjukan sihir Requip-ku" Erza langsung merubah armornya ke kostum pelayan dia kembali berubah bajunya ke baju penggoda dan membuat lelaki bersorak.

Dia hanya menatap pojokan di mana Natsu hanya menoleh ke arah lain dan tak melihatnya dia hanya tersenyum kecut dan kembali ke belakang.

Semuanya tampak memperlihatkan sihir mereka Lucy dengan kunci bintangnya dan Levy dengan sihir Scriftnya, Evergreen dengan perinya pokoknya semuanya menampilkan yang terbaik( a/n : jika di jelasin satu-satu ribet dan lama jadi di skip :v)

.

.

.

Setelah Miss Fairy selesai kini beralih ke acara yang lain yaitu persembahan bernyanyi dari anggota Guild. Sebenarnya ini hanya yang mau saja bernyanyi. Dan tentu saja ide ini di usul oleh Gajeel. Sebenarnya Laxus menolak tapi, karena banyak peminatnya terpaksa di tambahkan dalam acara ini.

Dan pesertanya hanya yang mau sukarela ikut dalam kontes ini dan tak ada paksaan bagi yang senang bernyanyi. Tentu saja yang menyukai bernyanyi ini adalah Gajeel,,Mirajane, Juvia, dan Natsu?

Natsu? Mungkin bagi sebagian orang hal langka karena si Dragonslayer api itu jarang menunjukan hal apapun. Apalagi soal menyanyi, jika di kaitkan soal bakat pemuda pink ini tak ada bakatnya sama sekali. Tapi, siapa tau? Orang pasti memiliki sisi tersembunyi bukan?.

Saat ini kebagian menyanyi ini adalah Mirajane dia duduk di atas panggung dengan memegang mic mengenakan gaun hitam.

"Baiklah, semuanya ini adalah lagu persembahan dariku untuknya"Mirajane memegang mic dan bersiap bernyanyi.

Ku tahu kamu pasti rasa, apa yang ku rasa

Ku tahu cepat atau lambat, kamu kan mengerti

Hati bila di paksakan, pasti takkan baik

Pantasnya, kamu mencintai, yang juga cintai dirimu

Cuma kamu

Lepaskanlahhhhh ikatanmuuuu, dengan diaaaa biar kamu senang bila berat, melupakan diaaa pelan pelan sajaaaa.

Bagi yang biasa mendengarnya suara Mirajane mereka hanya menikmati ini tanpa komplain tapi, bagi yang baru pertama kali mendengarnya. Mereka hanya terkagum-kagum.

"Bagus, sekali bahkan lebih bagus dari, suara orga" puji Rogue.

"Hei, musikku lebih berkelas tau!" Protes Orga ini hal biasa mendengar suara bagus apalagi perempuan

"Yah, biasanya memang seperti ini dia. Jika acara seperti ini gehee!" sambung Gajeel yang memakan besi.

Tak ada Niat menyakiti, inilah Hatiku

Pantasnya kamu mencintai yang juga cintai dirimu

Cuma kamu

Lepaskanlahhhh ikatanmuu dengan dia, biar kamu senang

Bila berattttt, melupakan dia

Pelan-pelan saja

Pelan- pelan sajaaaaa

Lepaskan diaa bebaskan diaa

Pelan-pelan sajaaaaaa

Setelah bernyanyi, Mirajane langsung tersenyum dan melambaikan tangannya banyak yang bersorak ria sambil bertepuk tangan karena, penampilannya cukup di bilang bagus.

Tapi, bagi Makarov jelas lagu ini di tunjukan seseorang. Dan akhirnya dia bisa mengambil kesimpulan yang pas. Yaitu Mirajane menyukai Natsu. Dia hanya mengelus janggutnya tampaknya bakal roman sesuatu di antara ketiga orang ini.

"Itu luar biasa Mira-nee" Puji Lisanna di atas kepalanya ada Happy.

"Aye! Mira hebat" celetuk Happy.

"Sungguh jantan!"teriak Elfman.

Setelah itu sekarang mereka berganti orang kali ini Giliran Juvia. Wanita itu sudah berada di atas panggung dengan mengenakan gaun biru panjang yang menampakan sedikit dadanya dan topi biru.

"Whoaaa! Juvia dia, cantik!"puji Lyon blushing.

"Hentikan, tingkah menjijikanmu itu!" Gray hanya sewot.

"Oke lanjut" Laxus mempersilahkan wanita itu dan menyueki keributan yang ada.

Memandang wajahmu cerah, membuatku tersenyum senang, indah dunia

Tentu saja kita pernah, mengalami semua perbedaan, yang kita lalui

Tapi, aku merasa jatuh terlalu dalam Cintamu

Kau takkan berubah, ku tak ingin kau pergi selamanya ohhhh

Ku kan setia, menjagamu bersama dirimu, dirimu uohhh

Sampai nanti akan selalu bersama dirimu dirimu ouhhh

"Aku tak pernah tau? Jika Juvia suaranya merdu" puji Mirajane kagum

"Yeah dia sering bernyanyi ketika sedang mandi" celetuk Gray.

"Tunggu! Dari mana kau tau?" tanya Levy yang mengelus rambut anaknya.

"Asal kau tau yah"Gajeel tampak kalem "setiap malam aku lihat si ice prick ini berjalan ke arah Fairy Hills. Dan sebenarnya aku masa bodo sih"

"Tunggu! Mungkin saja Gray sering, ke kamar Juvia makanya dia sering tau?" celetuk Lily. Sementara Wendy hanya memerah panas dia sudah tau setiap hari lelaki itu ke kamar Juvia.

"Yeah, jika ku asumsikan sama halnya dengan Natsu yang selalu masuk lewat jendela" ucap Lucy.

"Heii!" protes pemuda pink itu.

Sementara itu Gray merasakan bulu kuduknya merinding tak karuan dan menoleh melihat Erza dengan mata berkilat-kilat seperti Singa yang melihat mangsa.

Gray menelan ludahnya secara kasar dan berharap setelah ini dia tak masuk rumah sakit atau lebih parah tak bisa jalan selama seminggu.

Saat bersamamu kasih, ku merasa bahagia dalam pelukmu

Tapi, aku merasa jatuh terlalu dalam, cintamu

Aku tak ingin kau pergi selamanya uohh.

Ku kan setia menjagamu bersama dirimu, dirimu ouuhh

Sampai Nanti, akan selalu bersama dirimu, dirimu ouhhh.

"Kurasa lagu ini khusus untuk Gray" ucap Lisanna membuat lelaki itu blush.

"Tidakk! Juvia? Kenapa!" Lyon bersikap lebai

"Hei, sadar dong! Dia sudah milik orang lain" Yuka Sweatdrop

"Aku suka lyricnya" puji Kagura

Seperti yang kau katakan, kau akan selalu adaa

Kau akan selalu adaaa

Uohhooo memeluk dirimu, dengan cintamu

Dengan cintamu ohhhh

Ku kan setia menjagamu bersama dirimu, dirimu uohhhh

Sampai nantiiiii, akan selalu bersama dirimu dirimu uohhh

Setelah selesai bernyanyi, Juvia hanya membungkuk memberi hormat dan mendapat tepuk tangan yang cukup meriah. Sementara Gray hanya memberi dua jempol tanda lagu yang bagus. Sebuah pujian yang cukup untuk wanita itu.

Setelah itu Ganti peserta yaitu Gajeel lelaki itu sudah berada di atas panggung dengan mengenakan jas dan celana panjang serba putih dan topi, badannya ada sebuah Gitar tapi,

Sebelum lelaki itu bernyanyi, sebuah sepatu melayang ke wajah lelaki bertindik itu dan membuat sebuah bekas tapak besar di wajah Gajeel.

"Aku suka lyricmu tapi, suaramu yang tak kusuka"ketus Gray yang ternyata ulah dia sendiri yang melempar sepatu itu.

"Benar, masih lebih bagus Orga" sambung Rogue setuju.

"Akhirnya! Ada yang memuji suaraku!"Orga berteriak dengan uraian air mata. Membuat Rufus Sweatdrop di sampingnya

"Sialan kau!" Gajeel kesal muncul urat di dahinya.

*boom *crash *boom *crash

Dan yang terjadi sepersekian detik kemudian terjadilah keributan yang biasanya terjadi, di tambah lagi anggota dari guild lain ikut berpartisipasi dalam keributan itu. Bukannya melerai, malah memperkeruh suasana.

"Ibu? Kenapa dengan ayah?" tanya Grizman anak dari Gajeel ini bingung dan aneh kepada ayahnya..

"Biarkan saja, ayah saat ini lagi bermain" balas Levy mengelus rambut anaknya itu.

Yah, intinya keributan itu tak berlangsung lama, karena. Sang monster Fairy taill ini yang menghajar para biang keributan ini dan akhirnya mereka tenang, dan diam kayak anak TK.

Saat ini peserta terakhir, yaitu Natsu dia mengenakan kemeja merah dan bagian atas tak di kancing, celana jeans selutut dan kacamata biru, dan yang melihat itu cukup shock dengan mulut menganga.

Kalau di pikir, reaksi mereka yang berlebihan seperti itu hal wajar, mengingat yang di bahas adalah Natsu. Lelaki ini adalah tukang onar, pembuat kerusakan, dan yang terpenting bagi mereka bagaimana lelaki ini bisa Nyanyi.

Seperti di kutip dari kata Dimaria biasanya orang terdekatpun, memiliki sisi tersembunyinya yang tak di ketahui.

Gray bersiapkan melemparkan sesuatu, kali ini meja. Tapi, beruntung ada sebuah pedang menempel di lehernya dan membuat lelaki itu diam dan ternyata itu ulah Erza.

Alunan musik mulai berbunyi, terdengar suara lantunan petikan gitar yang khas, dan bunyi alunan nada piano.

Pernah kusimpan, jauh rasa ini, berdua alami cerita

Kau ciptakan mimpiku, jujurku hanya sesalkan diriku

Ouohhh ku harus lepaskanmu, melupakan senyummu

Semua tentangmu, tentangku hanya harap jauhhh, ku jauhh mimpiku dengan inginku.

Semuanya hanya bertambah terkejut, ketika mendengar suara Natsu yang bisa di bilang bagus dan terkesan menyentuh dan yang terlebih lyric yang ia nyanyikan. Di kategorikan sebagai lirik sedih.

"Ini aku baru tau Natsu-kun bisa bernyanyi" ucap Lector.

"Fro juga begitu!?"

"Ayo Natsu-san!" Sting mendukungnya penuh semangat

"Alunan nadanya terdengar enak" puji Chelia

"Wow, ini akan ku masukan list puisiku" Lyon bersemangat dengan sebuah kertas dan pulpen di tangannya.

"Oke! Ada yang tau sejak kapan Flame brain bisa bernyanyi?" tanya Gray dia sebenarnya malas mengakui bahwa rivalnya ini bagus dalam bernyanyi.

"Kau tak tau, ini sudah lama hanya saja Natsu malas" jawab Happy.

"Benar lebih bagus dari Gajeel" Lucy mengangguk setuju.

"Hei! Musikku lebih bagus tau" protes Dragonslayer besi itu.

"Sshhhh nikmati saja" Cana dengan jari telunjuk di mulut

Uohhhoo ku harus lepaskanmu, melupakan senyummu

Semua! Tentangmu, tentangku hanya harap

Semua tentangmu, tentangku hanya harap jauh, ku jauh mimpiku dengan inginku

Jauh ku jauh mimpiku dengan inginku

Setelah lepas bernyanyi Natsu dia meningggalkan panggung meninggalkan, penonton yang terlihat sedih dan ada juga yang menangis..

"Ini sangat sedih sekali" ucap Lisanna.

"Sepertinya lagu ini, menggambarkan perasaan seseorang" ucap Lucy

"Aye!"

"Natsu" guman Mirajane dia tau lagu ini di khususkan untuk seseorang dan dia tau siapa itu dia hanya mendelik ke arah wanita yang di maksud. Kemudian balik lagi

.

.

Xxxxxxxxxxx

.

.

Setelah itu, acara di lanjutkan dengan parade mengitari kota dan mengeluarkan bakat sihir mereka di sanalah puncaknya banyak yang melihat. Suasananya bisa di bilang sangat ramai, dari tahun lalu tapi, bagi mereka tak masalah mau ramai atau tidak yang jelas banyak sekali wajah bahagia. Terutama anak-anak.

Dan untuk contest Miss Fairynya di menangkan Lucy dan tentunya, membuat wanita pirang itu berteriak kesenangan karena alasan intinya, dia bebas dari bayaran uang sewa dua bulan.

Dan setelah parade malamnya mereka tenang, dan acara terakhir di tutup dengan sebuah dansa dua orang dengan alunan nada biola dan harmonica yang terkesan, tenang.

Dan yang namanya Dansa pasti di lakukan dua orang atau lebih. Setiap orang memiliki pasangan mereka. Contoh Laxus dan Cana, Gray dan Juvia, Gajeel dan Levy tapi, ada juga yang tanpa pasangan atau sama sahabat mereka seperti Wendy dengan Chelia.

Dan untuk Mirajane sendiri? Dia hanya menoleh ke arah Dragonslayer api itu. Yang tengah duduk. Dia mengenakan baju panjang merah bergaris, dan rok putih panjang, dan Highheels.

"Hei Natsu?" sapa Mirajane.

"Hei Mira!"sapa Natsu balik "kau tak berdansa seperti yang lain?"

"Aku ingin, hanya saja" Mirajane menggantungkan kalimatnya.

"Tak ada yang mengajakmu?" jawab Natsu

Mirajane mengangguk " yeah tapi, jika kau tak keberatan. Aku ingin mengajakmu?" menambah kesan Blush.

"Mengajakku" Natsu memegang dagunya jika di pikir dia bosan hanya melihat saja.

"Baiklah" jawab Natsu dia mengenakan setelan celana hitam panjang, dan baju putih dengan setelan jas hitam.

Mirajane langsung menarik tangan Natsu mereka berdua langsung dalam kerumunan itu. Wanita itu langsung memegang tangan kanan lelaki itu, dan satu tangannya lagi memegang pundak lelaki itu.

Dan untuk Natsu sendiri tangan kirinya hanya memegang pundak wanita itu. Dia juga sebenarnya tak tau cara berdansa. Mirajane yang melihatnya hanya tertawa kecil

"Ikuti saja gerakanku" Mirajane menatapnya.

Natsu mengikuti gerakan wanita itu, dia hanya maju dan mundur secara perlahan tapi, yang namanya Natsu dia dimanapun, tak bisa tenang dan secara sengaja menginjak kaki wanita itu.

"Maaf" Natsu meminta maaf pada wanita itu.

"Tak apa!" Mirajane menatap tersenyum "nanti kau akan terbiasa"

Tanpa mereka sadari ada wanita berambut merah yang memperhatikan interaksi mereka tapi, dengan wajah tak suka sepertinya cemburu.

.

.

Xxxxxxxxxxxx

.

.

Saat parade selesai, sampai tengah malam semuanya pulang ke rumah mereka masing-masing. Dan ada juga yang memesan hotel karena tak baik pulang tengah malam.

Tapi, untuk Natsu dia sudah di rumah. Dia hanya membaringkan tubuhnya setelah melewati hari penuh kelam tapi, pada saat dansa dengan Mirajane dia sepertinya ada sesuatu yang membuatnya senang. Entah apa itu.

Dia yang tak mau ambil pusing segera menutup matanya dan kembali tidur.

'Natsu!'

'Natsu!'

Natsu membelalak matanya dia melihat seekor naga merah di depannya.

"Igneel!".

"Natsu akan kuberi tau cara, menghapus Matemu dan menggantinya"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Whew! Selesai juga dan masa nyambung ke menyanyi juga? Yah namanya fanfic imajinasi kalian di keluarkan di sini

Bagi yang nanya lagu ini saya kasih tau.

Kotak- pelan pelan saja (tapi, ada perubahan dikit)

Vierra- bersamamu

Peterpan- jauh mimpiku

Dan kasian Gajeel gak kebagian, habisnya jika nyanyi suaranya absurd

Dan sampai jumpa pada Chapter selanjutnya

Pm

.

RnR