Nah! Untuk, soal kemarin. Hhmmmm gimana yah dan oh iya. Jika tak ada jawaban atas pertanyaan kemarin. Mungkin saya akan ngubrek sendiri lah. Dan terima kasih. Untuk kacangnya.

Oke, kacang itu enggak enak. Apalagi kalau lagi serius. Kalau sedang becanda sih. Auuu ahh gelap.

Nah untuk itu, saya sebenarnya mau publish ide fic baru tapi, jika saya ngelakuin ini pasti fic yang lain akan terbengkalai dan terurus..

Makanya, saya tamatin dulu, salah satunya jika selesai baru buat fic baru. Dan entahlah mungkin Author lagi buntu.

Butuh, makan dan minum dan tempat tinggal. Njirr emang Author gelandangan. Dan abaikan saja kata saya tadi. Yang absurd dan bijak.

Oke ktp..

.

...

.

Mungkin, berita ini atau bisa di bilang sebuah pemberitahuan. Yang cukup menggelegarkan. Bagaimana tidak? Yah. Harusnya di tidur tapi, entah kenapa Roh ayah angkatnya tiba-tiba muncul di depannya.

Dan terlebih lagi, tampaknya ayahnya itu membicarakan, sesuatu yang menurutnya pribadi. Yaitu masalah Mate. Yaitu pendamping masa depannya.

Dan yang, membuatnya. Menganga adalah cara yang, ingin dia cari terus menerus ketika hubungan. Dirinya dan Erza tengah renggang-renggangnya dan tak berjalan baik.

"Menghapus, Mate?"Natsu mengangkat alisnya dia memang baru tau.

"Benar, Nak akan kuberitau caranya"Igneel hanya menatap anak asuhnya.

"Tapi, kenapa ayah ingin sekali, kau tau ini sudah takdirku"Natsu hanya menunduk lesu.

"Tidak, nak ada sebuah takdir yang bisa kau ubah"balas Igneel tersenyum "dan terlebih lagi, kau mempunyai masalah. Yang cukup serius"

"Menghapus Mate? Kupikir itu hal yang mustahil, dan kau tak pernah membicarakannya!"Protes Natsu yang marah.

"Diam! Dan dengarkan!"Igneel menjitaknya "dan sebenarnya kita para Naga tak membicarakan itu. Karena kita yakin, hati manusia takkan seperti itu, dan bukankah kau ingin bahagia?"

"Entahlah!"Natsu lesu. Sebenarnya kalau di pikir lagi. Dia memang ingin hidup berkeluarga dan normal seperti lainnya dan terkadang di dalam hatinya ada sedikit rasa iri. Ketika melihat rivalnya lebih beruntung darinya.

"Mudah sekali, takkan berbelit. Bahkan untuk orang berotak kecil sepertimu"Igneel meledeknya.

"Hei,, oke kau kemari ingin meledekku atau memberitauku?"Natsu hanya marah tak jelas

"Perasaan Hatimu, hatimu! Harus beralih ke Mate-mu yang lain. Jadi, perasaan hatimu berganti ke wanita lain"Igneel hanya menyeringai.

"Jadi, simplenya agar, bisa menghapus Mate-ku. Hanya perlu memiliki cinta ke wanita lain?"Natsu meyakinkan nada ucapannya.

"Tepat, saat ini mungkin Mate-mu si rambut merah itu tapi, ketika kau menemukan perasaan yang sama tapi, kepada wanita lain. Itu otomatis menghapus Mate-nya dan hanya tinggal menunggu waktu. Sampai kau menandainya"jawab Igneel.

"Aku Faham. Ayah!"Natsu mengangguk mantap

"Baiklah, nak saat ini. Tergantung dirimu saja. Dan kuharap kau menemukan kebahagiaanmu"ucap Igneel setelah kata-kata tadi. Naga itu perlahan mulai menghilang dan tak muncul.

Natsu langsung membuka matanya. Dan segera bangun. Dia melihat keluar jendela. Dan pada nyatanya ini masih gelap dan berarti masih malam.

Jika benar tadi, mungkin tadi dia bertemu Igneel di dalam hatinya sendiri. Yah dia tak terkejut sih, soalnya dia juga pernah mengalaminya juga ketika waktu perang dengan Alvarez.

Natsu kembali ke kasurnya dan segera memejamkan matanya dan memikirkan masalah itu besok.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxx

.

.

Hari yang biasa dan begitu biasanya, di Fairy taill. Jika di bilang biasa, yah mungkin orang lain sudah pada tau apa, maksud dari kata biasa ini. Yah keributan.

Tapi, kecuali satu orang. Tampaknya orang ini, tak terganggu keributan yang posisinya tak jauh darinya. Padahal jika, di pikir-pikir biasanya dia yang paling aktif tapi, sekarang tidak.

Tepat sekali!, orang yang di bicarakan adalah Natsu Dragneel. Dia hanya duduk dengan kepala menempel di meja. Memasang wajah tanpa Ekspresi. Bisa di bilang dia lebih tepatnya kepalanya. Memikirkan sesuatu.

Oke, untuk Natsu sendiri. Sepertinya dia tampak memikirkan ucapan ayahnya kemarin malam, jika benar caranya semudah itu. Tapi, yang menjadi masalah siapa?

Siapa? Orang lain, selain Erza waktu dia suka. Yah jika di pikir-pikir memang tak ada sih wanita lain, soalnya waktu itu. Ketika dia bersama Erza hati dia berbeda. Tapi, siapa?.

Pertanyaan itu yang masih terus mengiang-ngiang di kepalanya dan kalau di pikir sih. Ada orangnya tapi, yang dia takutkan lagi adalah kejadian yang sama terulang kembali.

Benar! Wanita itu bernama Mirajane. Jika di pikir lagi. Wanita itu cantik, baik dan selalu ceria. Tapi, bisa sangat menakutkan jika, kau memancing sisi buruk wanita itu. Dan waktu dansa kemarin hatinya. Ada sedikit berbeda entah apa itu.

Natsu mendengar suara. Dan melihat tampak makanan Steak api, sudah tersaji di depan wajahnya. Natsu menoleh ke depan dan melihat Mirajane mengenakan gaun Ungu dan menatapnya sambil tersenyum.

"Makanlah!"Mirajane tersenyum.

"Ahh, terima kasih"Natsu membalasnya dan melahap steak , dia melihat Mirajane tak bergerak dari posisinya.

"Ada yang aneh? Apa kau ingin membicarakan sesuatu?"Natsu melirik ke wanita itu.

"Yeah makanlah dulu"Mirajane hanya menatapnya tanpa berkedip.

Setelah selesai makan. Natsu hanya mengelap mulutnya dan dia menatap Mirajane. Sepertinya dia membiarkan wanita itu bicara dan dia hanya diam saja.

"Nanti, malam aku ingin mengajakmu?"tawar Mirajane.

"Mengajakku?"Natsu mengangkat alisnya "kemana itu?"

"Ada acara Festival nanti malam di Hargeon, kupikir tak enak bila aku sendiri. Maka dari itu aku mengajakmu" balas Mirajane..

"Kenapa aku? Bukankah Elfman atau Lisanna?" celetuk Natsu dan heran kenapa wanita itu mengajaknya.

"Elfman sedang misi dengan Ever dan Lisanna tampaknya di juga sibuk"Mirajane menghela nafas panjang "kumohon mau yah?"

Natsu tampak, berfikir sejenak dia memang agak jenuh. Dan rasanya dia sesekali berjalan-jalan dan lagipula Mirajane yang mengajaknya..

"Baiklah! Tapi, kau yang traktir"Natsu mengangguk

"Oke fufufufu!"Mirajane tertawa kecil "aku tunggu jam 8 yah!" setelah itu Mirajane pergi kembali ke belakang bar.

Beberapa orang yang melihat interaksi mereka hanya dengan mulut menganga dan tak menyangka. Ternyata Mirajane mengajak Natsu kencan.

"Apa-apaan ini!"Max memegang kepalanya.

"Mirajane mengajak Natsu!?"Wareen berteriak

"Tidak! Wanita kita pergi!"Macao dan Wakaba berpelukan

Sementara Makarov sendiri, dia hanya menghela nafas sambil, tersenyum dan tampaknya Anak asuhnya tengah melakukan pergerakan yang bisa di bilang lebih tepatnya. Move on.

"Bocah beruntung" Makarov mendengus

.

.

Xxxxxxxxxxxx

.

.

Saat ini. Hari sudah mulai Sore. Natsu hanya berjalan-jalan di kota langkah kakinya entah kenapa, ingin bergerak ke suatu tempat. Yang ia rasa cocok yaitu toko baju.

Kenapa bisa toko baju? Yah mungkin saat ini dia tengah di ajak oleh Mirajane. Sebenarnya untuk masalah penampilan dia tak begitu peduli. Tapi, yang ia dengar dari Gildarts. Seseorang itu melihat dari penampilannya.

Kaki Natsu bergerak masuk ke dalam. Dan dia hanya melihat-lihat baju itu. Jika di pikirkan ini menurut dirinya. Tak cocok dengan gayannya tapi, apa boleh buat? Mau tak mau dia harus melakukannya.

"Permisi Tuan, ada yang bisa saya bantu?"tanya pelayan yang melihat Natsu kebingungan.

"Begini tuan, Mirajane mengajakku ke Festival tapi, aku tak tau baju yang mana, untukku pas"Natsu masih celingak-celinguk.

"Oh begitu tunggu sebentar"pelayan itu pergi dan tak lama kembali.

"Bagaimana dengan yang ini?"pelayang itu membawa Uwagi warna merah dengan celana panjang Hitam dengan bercorak Naga. "Ini sangat cocok untuk festival, dan sepertinya pas"

"Hmm!"Natsu hanya memegang dagunya "ini bagus dan aku beli"

Pelayan itu segera pergi, Natsu hanya menunggu tapi, mata jelinya melihat sesuatu atau, lebih tepatnya seseorang yang dia kenal di depannya.

"Stripper!"panggil Natsu

"Oh Flamebrain"balah lelaki itu di sampingnya ada wanita berambut biru panjang.

"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Natsu melihat Gray bersama Juvia.

"Beli baju!"jawab Gray sambil mencari baju

"Festival di Hargeon"Juvia hanya tersenyum.

"Jadi, kalian kesana juga?"tanya Natsu keduanya mengangguk.

"Baiklah, sampai jumpa!"seru Natsu.

Setelah itu Natsu membayar uang, membeli bajunya dan segera pergi dari toko itu.

.

.

Xxxxxxxxxx

.

.

Natsu bersiap pulang menuju rumahnya. Saat ini dia sendiri karena Happy masih bersama Lisanna dan. Tampaknya jika di lihat dia hanya menendang kaleng kosong dan tak sengaja mengenai seseorang.

"Maaf, aku tak sengaja"ucap Natsu tapi, dia terkejut siapa terkena kaleng itu "Erza?"

"Natsu?"wanita itu hanya memegang kepalanya dan melihat lelaki itu "dari mana kau?".

"Belanja Baju"balas Natsu sekenanya.

"Belanja?"Erza berfikir kenapa Natsu berbelanja? Bukankah lelaki itu paling anti yang namanya seperti itu.

"Yeah baju, untuk pergi ke festival di Hargeon. Mira yang mengajakku"jawab Natsu.

Erza akhirnya mengerti. Natsu membeli baju bukan karena semata ingin tampil modis. Tapi, memang pada kenyataanya Wanita itu yang mengajaknya. Mungkin saja ingin terlihat bagus.

"Maaf tak bisa lama, aku pergi dulu"Natsu berlalu melewati wanita itu.

"Yeah! "Erza hanya menatap sayu Natsu. Sebenarnya di mulutnya ingin, mengatakan sesuatu tapi, rasanya sulit sekali. Seperti, ada sesuatu yang mengganjal mulutnya

'Sial kenapa tak bisa'

.

.

Xxxxxxxxxxxx

.

.

Saat ini di kediaman Strauss. Bisa kita lihat wanita berambut putih. Mirajanr Strauss di terlihat sangat cantik sekali. Mengenakan Kimono ungu, panjang ke bawah. Bagian sisinya terbuka dan menampakan Pahanya yang putih. Dan Higheels, rambutnya diikat dan poni depan di biarkan menjuntai, dan Lipstik Ungu cerah. Saat ini tengah menunggu seseorang.

Tok! Tok! Tok!.

Pintu terketuk, dia segera membuka pintu dan melihat Natsu yang tengah mengenakan Uwagi berwarna Merah dan sandal tengah tersenyum.

"Hei, Mira"sapa Natsu di depannya tampak Wanita cantik sekali, dari biasanya. Matanya masih fokus ke tubuh wanita itu

"Ayo pergi"ajak Mirajane tertawa kecil. Membuyarkan lamunan. Lelaki berambut pink itu.

"Yeah ayo"Natsu langsung menarik tangannya

Dan saat ini mereka tengah mengendarai kereta kuda. Dan untuk Natsu dia hanya mengeluarkan kepalanya ke jendela dengan wajah hijau.

"Ugh! Huekk! Aku ingin cepat sampai, ugh"Natsu menahan mualnya

Mirajane tertawa" Natsu kemarilah!"

Wanita itu hanya, memegang kepala lelaki itu dan membenamkannya. Dalam pangkuan Mirajane. Dia tau seperti ini. Karena sering melihat Erza. Yang selalu begitu kepada Natsu.

"Uhh! Terima kasih, ini agak baikan!"Natsu hanya menutup matanya.

"Tidurlah"Mirajane mengelus rambut Natsu "dan rehatlah, akan kubangungkan kau jika sampai"

Natsu hanya tersenyum. Dia bisa merasakan aroma kuat dari Wanita itu. Yaitu Aroma Lavender dan hanya menikmati bau ini.

.

.

.

Setelah itu. Mereka sampai di Festival dan suasana si sana. Sangat ramai. Mulai dari berbagai acara dan pertunjukan, Stand makanan, dan Stand tempat bermain dan semacamnya. Di tambah lagi, lampu,lampion yang menghiasi tempat itu.

"Kita kesana?"ajak Natsu Mirajane hanya mereka berjalan ke sebuah Stand Mainan.

"Oh, tuan ingin, mencoba yang berhasil akan mendapat, boneka dan terlebih lagi kau bawa pacar?"pelayan itu menggodanya membuat Mirajane blush.

"Oke!"Natsu tampak biasa saja dan ingin mencobanya.

Stand permainan ini di sebut. Tembak basah. Oke bagaimana bisa di sebut seperti itu. Sebenarnya ada dua bangunan yang satu, isinya orang yang lagi duduk di dalam ruangan kaca, dan di bawahnya ada Air dan sebelahnya tampak gambar garis berputar, dan di tengahnya ada tombol merah.

Cara mainnya, cukup sederhana setiap pemain di suruh menembak tombol itu, dengan menggunakan pistol, dengan bermaksud menjatuhkan orang yang di dalam kaca itu. Dari jarak yang di tentukan dan di beri tiga kali percobaan.

Natsu hanya mundur dan mengarahkan pistolnya dan bersiap menembaknya.

Dorrrr!

Tapi,sayangnya tembakannya meleset jauh

"Aduh! Tuan coba lagi"ucap Pelayan itu.

"Ayo! Natsu"Mirajane mendukung lelaki itu.

Natsu memejamkan matanya dan melakukannya sekali lagi

Dorrr!

Sayangnya lagi. Karena Tembakan Natsu tidak meleset. Hanya saja kurang pas dan tak teliti.

" aduhh! Ini kesempatan terakhir lho!"Pelayan itu memperingatinya

"Heehh baiklah!" Natsu yang tampak lesu, kini mulai bersemangat kembali

Natsu kali ini diam, matanya tetap Fokus dan tak berkedip sedikitpun dari sana dia mempaskannya dan.

Doorrr!

Byurr!

Tembakannya kali, ini tepat sasaran membuat orang di dalam kaca itu tercebur. Dan tentu saja Natsu kegirangan.

"Kau berhasil!" Mirajane senang. Dan tanpa sadar mencium pipi lelaki itu.

Dan setelah itu,mereka mendapatkan hadiahnya berupa boneka naga merah besar dan mereka kembali berjalan-jalan di Festival

"Natsu, aku mau kesana!" pinta Mirajane

"Oh, baiklah" Natsu mengikutinya saja dan sebenarnya saat ini dia, tengah mencari Gray tapi, dia tak bisa mencium baunya.

Mirajane hanya mengajaknya ke stand makanan,untuk membeli Tasco dan Steak pedas. Tapi,beberapa saat kemudian. Mirajane menguap tampaknya dia kelelahan dan capek. Akhirnya Natsu memutuskan untuk mengantarnya pulang.

.

.

Xxxxxxxxxxx.

.

.

Mereka sekarang telah sampai. Yaitu di rumah Mirajane. Kondisinya saat ini tengah sepi, karena keluarganya tak ada di rumah. Dan saat ini mereka tengah berdua sendirian di rumah. Hal apapun bisa saja terjadi.

"Maaf, gara-gara aku,kau harus begini" Mirajane hanya menggaruk kepalanya.

"Tak apa, aku sudah biasa seperti ini" balas Natsu kepada wanita "dan lagipula, aku puas dengan ini"

"Yah terima kasih" ucap Mirajane Natsu hanya mengangguk.

Saat ini kondisi,menjadi hening dan terduga keduanya hanya diam tanpa bicara sedikitpun, bahkan hanya terdengar suara,jangkrik

"!"

Nada hormons Natsu, tiba-tiba saja meningkat dan tak karuan. Mirip pada saat waktu itu, dan lebih parahnya lagi suasana dinginnya malam. Memperburuk keadaan.

"Sial, kenapa sekarang!" guman Natsu berkeringat mencoba menahannya.

"Natsu ada yang salah?" Mirajane mendekati lelaki itu. Natsu yang sudah tak bisa menahannya. Akhirnya mendorong wanita itu ke sofa dan menindurkannya.

"Natsu? Apa yang~MMMMpppp!" Mirajane bertanya tapi,protesnya itu terbungkam ketika Natsu langsung mencium bibirnya.

Bibir Natsu terus mendorong bibir Wanita itu dan memaksanya. Untuk membukanya. Mirajane berusaha melawan dengan mencium balik. Kini bibir kedua orang itu bertarung satu sama lain.

"Hmmmmppppp!" Mirajane mendesah. Dia akhirnya kalah dan membuka mulutnya. Membiarkan Natsu mengeksplor mulutnya.

Natsu sendiri, dia menyerang bibir wanita itu. Dan mengeksplor bagian dalam menggunakan lidahnya. Mirajane sendiri juga bergerak lidah mereka beradu menciptakan rasa yang lezat

Tangan Natsu langsung turun ke payudara wanita itu dan meremasnya dan posisi sekarang Natsu mendominasi wanita itu.

"Hahhh! Hahhh!, Hahh!" Mirajane menghela nafas di sela-sela ciuman itu. Dan Natsu masih memcium bibirnya dan merasakan basahnya lidah wanita itu. Sementara kedua tangannya masih meremas kedua bola besar milik wanita itu

Natsu yang sadar seratus persen. Akhirnya melepaskan wanita itu dan berhenti menciumnya dan menjauhkan diri dari Mirajane.

"Maafkan aku! ,, aku tak sengaja!" Natsu hanya panik dan berkeringat "dan sampai jumpa lagi!"

Brakkk!

Natsu langsung berlari keluar dengan wajah ketakutan dan ke rumahnya.

Mirajane hanya tertawa kecil. Dia sedikit tertawa kecil ketika Natsu Agressive seperti itu. Dia menyentuh bibirnya sendiri. Dan menjilatnya merasakan rasa, Steak di bibir dragonslayer itu.

Dia hanya menghela nafas. Dan berharap ini terjadi lagi tapi, dalam tingkatan yang lebih atas. Seperti waktu itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Mau lemon malah gak jadi WkWkWkwkwk rasain loh kena troll.

Nah kalau suka tambahkan Favorite, kalau ingin menikmati ceritanya Follow dan tinggalkan review.

.

Pm

.

RnR