Hmmmmm! Ada yang suka perang?. Pasti kebanyakan orang pada suka. Apalagi ini di dominasi oleh kaum Adam itu sendiri. Jika kaum Hawa suka berarti sesuatu yang greget.

Tapi, yang saya maksud adalah perang ini adalah bukan, perang yang pakai senjata atau meriam dan semacamnya, tapi, yang saya maksud di sini adalah perang bantal.

Wtf!? (Oke lu thor, dari kemarin buat pernyataan yang bikin reader kesel mulu) yah sori, sori lurah lomri. Hmmm, bagaimana yah aku jarang aktif di Fb(bodo amat thor)

Well yang nanya Fic Uchiha Tobi. Maaf belum bisa update karena, lagi buntu ide atau Wb jadi, mungkin hiatus. Mungkin ya, mungkin tidak.

Dan sepertinya setelah lulus, bakal nerusin kuliah dan doakan, semoga Author masuk kuliah. Doain yah!

Aminnn!

Ktp..m

.

...

.

Dan jika bisa di bilang, bagi orang lain adalah yang di sebut Move on adalah bergerak. Yah memang benar sih artinya seperti itu. Tapi, itu tergantung dalam sebuah situasi.

Jika situasi dan kondisinya berbeda. Mungkin itu biasanya cocok untuk istilah dari yang namanya percintaan dan sejenisnya. Tentang hal yang berbau romantis

Jika istilah move on dalam percintaan sendiri adalah Seseorang yang telah patah hati dengan seseorang. Dan orang yang patah hati itu berpindah perasaan kepada orang lain.

Tapi, tampaknya istilah itu tak berarti bagi orang-orang khusus. Contohnya dragonslayer. Mereka memiliki pengecualian khusus. Terutama bagi pasangan mereka.

'Satu dan Selamanya' tampaknya, memang itulah moto mereka. Makanya dari awal jika mereka. Punya pasangan. Maka sebelum itu mereka memilih lebih tepat pasangannya supaya, tak terjadi sesuatu yang buruk.

Tapi,ini hanya beberapa sebagian orang yang mengalaminya. Yaitu patah hati. Tak terkecuali karakter utama kita yang satu ini. Dia saat ini tengah duduk di meja bar, dengan meminum soda api

"Ada apa denganmu hari ini Flame-brain tak, biasanya kau diam" celetuk Gray, orang ini memang tak betah untuk, memancing Keributan dengan Dragonslayer itu.

"Benar, biasanya kau akan menghancurkan sesuatu" celetuk Happy. Gray tertawa senang.

"Happy! Kau harusnya, membantuku. Dan kau Stripper peduli amat mau tau urusanku" Ketus Natsu dan mendapatkan hadiah sepatu di wajahnya.

"Oke yang kau menantang Stripper!" Natsu langsung menghajar kawannya dan kembali membuat keributan.

"Ya, ampun Natsu kembali kedirinya" Mirajane tersenyum "dan tampaknya Guild akan segera hancur!"

"Memang sudah hancur!" Teriak Macao menghindari objek, lemparan meja dan beberapa kursi.

"Cukup! Bocah-bocah sialan, kalian malah menghancurkan Guildku!" Makarov hanya marah. Yang setiap hari melihat keributan.

"Natsu, Gray!"

Keributan mereka berdua, sempat terhenti ketika mendengar suara yang cukup menyeramkan dan menoleh melihat wanita berambut Scarlet, sontak yang membuat keributan segera membubarkan diri.

Natsu duduk, di pojok dan Gray kembali ke tempat di mana Juvia berada. Dan semuanya tampak kembali tenang.

"Syukurlah ada, kau Erza berkatmu Guild takkan hancur" Makarov bernafas lega.

"Hei, seharusnya kau biarkan Erza!" celetuk Laxus dari atas "dan lagi pula tampaknya ini menyenangkan"

"Baiklah" Erza hanya tersenyum dan kembali ke bar memesan kue Strawberry.

"Awww yeah!" Terdengar Nada suara Gray yang terlihat senang di pojokan.

"Hei, Cana kau sibuk hari ini?" tanya Erza ke wanita peminum ini.

"Jika, kau mengajak ke suatu tempat, sayang tidak bisa!" jawab Cana yang bermain kartu dengan anaknya "kenapa, aku, bisakah kau mengajak yang lain seperti Juvia atau Lucy begitu?"

"Nanti siang, aku akan pergi ke tempat penjual baju pernikahan dengan Gray-sama!" Juvia membalasnya, tampak blushing ketika melihat Gray telanjang.

"Lucy, tampaknya tak ada di guild" jawab Lisanna dari samping "tunggu, pesta pernikahan kalian kapan?"

"Seminggu lagi" jawab Gray yang menendang wajah Elfman. Tampaknya dia senang di beri kelonggaran oleh Erza. Untuk berbuat ribut.

"Jika, kau tak bisa, mengajak perempuan? Kenapa kau tak bisa mengajak laki-laki?" Usul Mirajane mengelap gelas

"Kau sendiri?" tanya Erza balik. Dia sebenarnya ada ide mengajak Wendy misi. Tapi, dia tak ada di guild.

"Aku, lebih senang di sini" Mirajane tersenyum

Jika di fikir, siapa yang ikut misi dengannya. Laxus? Hal yang sangat mustahil, dia tentu takkan mau. Gajeel? Tampaknya tak terlalu buruk. Tapi, saat ini lelaki itu. Tengah menemani Levy ke rumah sakit untuk mengecek usia kandungannya. Gray? Seperti yang wanita hujan itu katakan persiapan pernikahan. Dan hanya tersisa satu orang di guild yang kuat. Karena misi ini misi class S

"Bagaimana, kau ajak Natsu?" usul Makarov dengan memegang botol bir.

Benar juga. Kalau di pikir hanya dia yang tersisa. Di tempat ini. Yang punya waktu longgar dan Gadis Scarlet itu menoleh. Di mana Dragonslayer api itu berada dan tengah melamun menatap jendela. Tapi, yang dia pikirkan apakah lelaki itu mau. Sampai saat ini hubungan mereka tak baik. Erza hanya menoleh ke Makarov.

"Cobalah! Dan bicaralah agak baik dengannya" Usul Makarov. Dia berharap hubungan dua orang ini segera akur. Tanpa ada perpecahan sesama anggota

Erza hanya menghela nafas dan berjalan ke arah dragonslayer api itu. Sementara Natsu merasakan seseorang mendekatinya dan menoleh. Tampak wanita berambut Scarlet yang mengenakan Armor besi. Dan rok biru pendek.

"Ada apa?" tanya Natsu dingin.

"Aku ingin mengajakmu, misi" Erza tersenyum tulus

"Misi? Kenapa harus aku? Mungkin bisa Mira atau Juvia?" Natsu tak habis pikir kenapa wanita itu mengajaknya.

"Mereka semua sibuk Natsu!" Erza dengan nada halus "dan terlebih hanya kau yang tak sibuk? Kumohon!".

Natsu menghela nafas " baiklah, misi apa? Dan kapan berangkatnya?"

"Siang ini, jangan lupa yah?" Erza hanya berlalu pergi. Natsu hanya bisa geleng-geleng.

"Kau masih benci terhadap Erza, Natsu?" celetuk Happy

"Entahlah" Natsu mengangkat bahunya "dari mana kau tau?"

"Nada, bicaramu terlihat berbeda. Ketika berbicara dengannya" jawab Happy.

"Ahh, sudah lupakan" Natsu berlalu pergi. Tapi, Makarov menghadangnya "ada apa kakek?

" kita bicara sebentar di luar"jawab Kakek itu berlalu pergi.

.

.

Xxxxxxxxxxx

.

.

-Di luar Guild

.

Saat ini sang mantan master ketiga, keenam dan kedelapan ini. Mengajak anak asuhnya untuk mengobrol. Tampaknya jika Natsu pikir ini obrolan yang bisa di bilang cukup serius.

Natsu menyuruh Happy pulang lebih dulu. Dia saat ini duduk berdua dengan kakek itu di sebuah bangku kota.

"Jadi, kek ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Natsu ke kakek itu.

"Memang" Makarov menghela nafas "katakan, kau punya masalah Nak, hingga bertingkah seperti ini?"

Natsu hanya terdiam. Bagi Makarov sendiri dia tak menanyakan ke Subjectnya secara langsung karena, pasti akan membuat dragonslayer api itu langsung moodnya turun.

"Tidak, kok!" Natsu berbohong dan Makarov tau itu.

"Kau tak bisa menipuku nak" Makarov menyeringai "katakan saja, aku akan membantumu"

Natsu terdiam sejenak dia tau bahwa, kakek di depannya ini sudah, ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Dan sudah sangat mengenal lama bahkan dari ia kecil.

"Ini, soal Erza" jawab Natsu.

"Erza? Bukankah hubungan kalian, tak ada masalah apapun?" Makarov mengetesnya dan padahal sudah tau yang terjadi.

"Tidak, hubungan kita tampak buruk semenjak kejadian itu" Natsu menjelaskannya.

"Kejadian itu?" Makarov mengangkat alisnya.

"Kakek tau waktu itu, aku ingin melamar Erza. Tapi, sudah keduluan orang?" tanya Natsu. Kakek itu mengangguk "sehari setelah itu kita berdua bicara. Sampai membuat pertengkaran hebat. Dan dia bilang dia tak mencintaiku"

Makarov hanya mendengus, jadi ini alasannya. Selain penolakan. Ternyata Natsu mulai pertengkaran dengan wanita Scarlet. Dia bisa bernafas lega karena, hanya pertengkaran mulut saja. Bisa menjadi masalah jika sampai ke pertengkaran fisik.

"Semenjak itu, aku tak berbicara lagi dengannya, jangankan bicara. Bertemu dengannya, sudah malas" Natsu mengakhiri penjelasannya

"Jadi, kau patah hati?" Makarov mengelus dagu "jadi, perjalananmu dengan Gildarts apa saja yang dia ajarkan?"

"Heh, pak tua itu, terkadang tak jelas" Natsu mengelap dahinya "ia hanya memberi saran. Cari pengganti. Dia pikir itu mudah, karena aku ini Dragonslayer berbeda dari yang lain"

"Aku tau nak," Makarov mengetahui ini dari cucunya istilah 'Mate' dragonslayer dan di faham akan hal itu. "Tapi, kalau kupikir kenapa sebaiknya kau tak memaafkan dia? Paling tidak jika tak bisa jadi pasangan. Sebagai temanpun tak masalah".

Jika Natsu, pikirkan lebih detail lagi, memang benar sikapanya. Terlalu berlebihan untuk wanita itu. Tapi, dia berbuat seperti itu karena suatu hal yang tak bisa, ia ceritakan secara detail. Malah wanita itu yang berbuat buruk pada dirinya sendiri.

" terima kasih kek!"ucap Natsu.

"Aku tau, dan cepat pergi dan hari ini kamu misi bukan?" tanya Makarov dan Natsu langsung panik. Dan segera pergi dari tempat itu.

.

.

Xxxxxxxxxxx

.

.

-Di perjalanan

.

Saat ini. Natsu dan Erza dan Happy tentunya di tengah perjalanan menuju klient mereka. Dan suasana hening diantara mereka. Dan tak ada pembicaraan sepatah katapun.

"Misi, apa yang kita cari?" tanya Natsu kedua tangan ia lipat.

"Menghancurkan Guild gelap" balas Erza menatap lelaki itu.

"Oh"

Setelah itu tak ada pembicaraan yang lebih berarti. Dan hanya suara burung saja yang terdengar, mungkin saat ini Natsu tengah memikirkan sesuatu. Entah apa itu, dan mereka pun sampai di sebuah rumah.

"Halo tuan, kami di sini untuk menerima misi. Kami dari Fairy Taill" ucap Erza mengetuk pintu.

"Tunggu sebentar!"

Pintu rumah terbuka dan menampakan pria pendek berkacamata, dengan mengenakan baju bergaris ungu dan celana kepanjangan.

"Halo, aku mike dan kau Salamander" Mike melihat ke arah Erza "khususnya, kau titania. Terlihat sangat cantik"

"Terima kasih" balas Erza. Tapi, untuk Natsu dia melihat gelagat aneh dari lelaki di depannya

"Jadi, seperti apa? Misinya?" tanya Natsu.

"Sebenarnya, setiap pedagang, ataupun para pengantar yang lewat jalan sini, mereka akan selalu di cegat oleh orang-orang aneh yang mengenakan penutup wajah" jawab Mike.

"Kupikir itu Guild gelap! Kau tau tuan Nama Guild itu?" tanya Erza

"Aku tak begitu tau. Tapi, lokasinya 6 km jika berjalan dari sini, ke barat" jawab Mike.

"Baiklah, kita terima" ucap Natsu pergi dan di susul Erza.

Tapi, mereka tak sadar muncul seringai jahat dan mengerikan di wajah Mike.

"Target terkunci"

.

.

.

.

", ini aneh kenapa? Ada guild gelap di tempat seperti ini" celetuk Happy.

"Namanya, juga guild gelap jadi jelas saja" jawab Erza.

Untuk Natsu sendiri, dia hanya melipat tangannya. Yang dia pikirkan adalah gelagat aneh, waktu mereka telah pergi dari rumah klien itu. Dia bisa mencium sesuatu. Insting alami naganya mencium banyak sekali. Banyak orang yang bersembunyi. Tapi, dia tetap waspada.

Wushhhh!

Boomm!

Secara tiba-tiba muncul, sebuah ledakan di antara mereka. Dan kedua orang itu berpencar, Natsu langsung menyemburkan api dari mulutnya dan membakar yang ada di sekitarnya.

"Hati-hati, mereka menyerang" ucap Erza waspada

"Happy! Cepat sembunyi!" perintah Natsu.

"Aye!"

Tapi, sebelum kedua orang itu menyerang, muncul air banyak dan menghanguskan api Natsu. Dan membuat asap tebal. Hingga mengurangi jarak pandangan mereka.

"Sial, kita di jebak!" Natsu masih bisa mencium bau Erza.

"Sial!" umpat Erza.

Tapi, tanpa wanita itu sadari, ada sesosok bayangan besar di belakang Erza. Dan langsung menghajar bagian tengkuk wanita itu, dan membuatnya tersungkur, Erza segera bangkit tapi, ada sebuah tangan besar membekap mulutnya, dan ada yang memukul perutnya, membuat wanita itu pingsan.

"Cepat, bawa dia!"

Dan akhirnya para kelompok itu membawa Erza yang tengah pingsan, dan mereka pergi meninggalkan Natsu dan berbarengan dengan asap yang mulai menghilang.

"Erza! Di mana kau?" Natsu tulah-toleh mencari keberadaan wanita itu.

"Natsu!" Happy terbang ke arahnya "mereka Membawa Erza pergi"

"Sial!" Natsu kesal.

Sebenarnya, jika wanita itu sedang apapun masa bodo. Tapi, ia tak bisa begitu saja membiarkan wanita itu kenapa-kenapa. Mungkin saat ini dia tengah kesal. Tapi, untuk sekarang dia kesampingkan masalah itu. Dan pergi menyelamatkan wanita itu.

"Kau bisa menemukannya?" tanya Happy

"Aku, masih bisa mencium baunya. Tapi, agak sedikit jauh" Natsu memegang hidungnya "ayo Happy!"

"Aye!"

.

.

Xxxxxxxxxxxx

.

.

-Lokasi tak di ketahui.

.

Tampak di tempat ini, suasana gelap mencekam tak ada pencahayaan cukup bagi mata mereka yang melihat ini. Karena saking gelapnya bahkan ini seperti di dalam pikiran.

"Di mana aku?" Erza membuka matanya dia melihat sekitar gelap dan yang dia ingat setelah pingsan tadi dia sepertinya di bawa.

"Pulas tidurnya Titania?"

Muncul suara lain, dan kondisi ruang menjadi terang karena sebuah lampu dan Erza yakini dia di basement di sebuah Guild.

Dan yang membuatnya terkejut kini posisinya berdiri dengan kedua tangan terikat rantai dan kaki yang terbogol suasana seperti ini waktu dia di tangkap dan di bawa ke Tartaros.

"Sial!" umpat Erza dia berusaha melepaskan diri tapi, sayangnya sihirnya tak berpengaruh

"Itu borgol khusus untuk menangkal sihir" Muncul Figure lelaki tinggi dengan gaya rambut mangkok biru. Mengenakan topi dan celana jeans panjang.

"Jadi, kau Masternya?" tanya Erza menatap lelaki itu

"Tentu saja, namaku David" jawab lelaki itu "dan selamat datang di guildku"

"Oh, apa yang kita lakukan terhadapnya? Dia sangat cantik"

Muncul figure, lain dan Erza hafal betul suara itu dan ternyata orang itu tak lain dan tak bukan adalah yang mengirim mereka.

"Apa, maksudnya semua ini" Erza menatap tajam lelaki itu.

"Kau terkejut Titania" Mike menyeringai.

"Kau menipu kita dalam misi ini!" Erza sangat marah "dan aku sangat yakin Natsu akan menghajarmu setelah ini!"

"Tak, mungkin bocah pink itu tau lokasi ini" Mike sebenarnya tak tau bahwa penciuman dragonslayer lain.

"Bos, apa yang kita lakukan?" tanya member lain

"Terserah" balas David meninggalkan tempat itu di susul Mike.

Saat ini wanita Scarlet itu di tinggal sendiri dengan kondisi terikat. Dan dia di kelilingi orang-orang yang mesum melihatnya. Ibarat Singa melihat mangsanya.

"Apapun, yang kalian lakukan, akan kubunuh kau!" teriak Erza ketakutan dia memikirkan hal yang tidak-tidak.

"Tak perlu marah Titania!, kita punya sesuatu yang menyenangkan untukmu!"

Krakkk!

Erza membelalak matanya. Karena sebuah tangan merobek bajunya. Dan mengekspos dadanya yang mengenakan Bra hitam

"Hentikan bangsat!" Erza panik di lain sisi dia tak bisa berbuat banyak.

Setelah itu sebuah tangan memegang roknya dan tak beberap lama Rok itu lepas dari tubuhnya kini, kondisi tubuh Erza setengah bugil. Dan hanya mengenakan bra dan celana dalam hitam.

"Wow, siapa sangka dia punya tubuh bagus di balik armornya"

"Tak sia-sia kita membuatnya telanjang"

"Jangan!" Erza ketakutan dia merasakan pantarnya di raba oleh seseorang

Air mata Erza perlahan mulai menetes dari wajahnya. Dia ketakutan dan tak bisa berbuat banyak, saat ini dia sendirian tak ada satupun yang menolongnya.

Tapi, dia ingat seseorang dia adalah Natsu lelaki ini yang selalu menolongnya ketika dia tengah terpuruk bahkan saat dia tak bisa apa-apa.

"Oh, tampaknya Titania mulai menangis"

"Jangan khawatir, kita akan membuatmu lebih baik"

Memang lelaki itu. Hanya dialah yang membuat dirinya menunjukan watak aslinya sebagai wanita yang lemah, bahkan tak berdaya dirinya hanya menunjukan kelemahannya di depan lelaki itu.

Rasa ketakutan yang dia rasakan ini sama seperti dulu. Membangkitkan kenangan lamanya ketika, dirinya di bawa ke Menara surga.

Rasa yang sama waktu dia tak bisa berbuat banyak, ketika keputusasaannya muncul dan ketidakmampuannya yang muncul tiba-tiba di saat seperti inilah dia datang dan menolongnya dan selalu membuat tersenyum ketika itu

Natsu, setelah yang mereka lalui bersama dan setelah perang itu hubungan mereka tampak ada sedikit renggang ketika Erza sudah di pinang oleh lelaki lain.

Dia mengerti sekarang. Perasaan dia bukan lagi hanya sekedar antar teman biasa, dan lebih tepatnya suka antar lawan jenis. Dia berharap Natsu kemari dan menyelamatkannya. Supaya dirinya bisa berbicara dan minta maaf jelas pada lelaki itu.

'Natsu, kemarilah! Dan selamatkan aku !'

Boommm!

"Singkirkan tangan kotor kalian itu!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC.

.

Yosh, akhirnya kembali ke kodrat dari Awal cerita yaitu NatZa. Awww yeahhh!

Mungkin bagi yang nanya bukannya Mira dan Natsu udah (tutttttttt)

Nah, nikmatin dulu ceritanya, tenang ajah kok gak bakal di bikin tragis.

.

Pm

.

RnR