Hmmm kalau soal bicara kepribadian saya memiliki kepribadian Ganda bukan kepribadian sifat yah! Berarti Hakuba donk!

Mungkin saja, saya punya kepribadian itu, well jangan terlalu di anggap serius omongan saya. Malah kalau di ladeni bikin sakit perut.

Dan jika cerita ini tak menyenangkan atau sejenisnya yah, sorry gak terlalu pandai buatnya tapi, saya berusaha semaksimal mungkin untuk yang terbaik. Ahh mungkin saja.

Dan yah aku harap kalian menikmati jika iya aku ucapkan terima kasih. Jika tidak mencoba lebih baik lagi dari yang kemarin.

Dan kembali ke cerita.

.

...

.

Bagi sebagian orang yang mengenal kata takut mungkin orang sudah mengerti ini istilah ini satu kata tapi, memiliki makna yang artinya rasa tertekan yang ada dalam hatinya dan melihat sesuatu yang menurutnya tak menyenangkan.

Begitulah jika di jelaskan untuk istilah Takut itu sendiri, tekanan yang tak karuan,membuat bulu kuduk bergidik tak karuan.

Memang ini di alami seorang Wanita bernama Erza Scarlet. Bagaimama bisa wanita ini ketakutan mungkin bagi sebagian orang hal yang aneh karena, yang di ketahui orang-orang wanita ini keren.

Tapi, dia juga Wanita pasti memiliki sisi lemah sendiri dan juga ketakutan mereka sendiri, sekuat-kuatnya wanita pasti dia juga butuh bantuan dari seorang lelaki.

Oke, bagaimana Erza bisa takut? Mungkin, wanita lain juga akan merasakan hal yang sama ketika posisimu tengah terikat dan setengah bugil dan di kelilingi banyaknya lelaki buas yang bisa berbuat macam-macam.

Tapi, di saat dia mendekati sesuatu yang tak menyenangkan tiba-tiba dia mendengar sebuah ledakan dan suara jika ia asumsikan suara iblis yang bangun dari tidur

Dan yang terlebih membuat Erza shock banyak dari lelaki-lelaki mesum itu tepar dengan tubuh hangus dan dia merasakan panas dan banyaknya kobaran api.

Erza melihat ke figure sebuah bayangan dan sangat shock ketika dia melihat lelaki berambut pink tapi, itu berbeda matanya hitam dan pupilnya merah bercak hitam di wajahnya dan ternyata itu Natsu tapi,penampilannya berbeda mirip seperti iblis.

"Natsu, itu kau?" Erza menatapnya tak percaya "dan dimana Happy" tapi, lelaki itu tak menjawab

"Natsu! Apa yang terjadi!" Erza meyakinkan semoga tak terjadi apa-apa.

Tapi, tak beberapa lama muncul Mike dari pintu lain dan Natsu langsung melihat ke arah lelaki itu dan mencekiiknya sangat kuat.

"Gahhh! Br-brengsek! Ughh! Argghh" Mike berusaha melepas cengkraman kuat Natsu tapi, hasilnya nihil.

Dan tak selang beberapa lama terdengar sebuah teriakan kesakitan dan untuk Erza sendiri hanya terkejut dia melihat darah bersimbah di mana-mana dan terdengar suara monster.

Kondisinya terikat memungkinkan dia sulit tuk bergerak dan memastikan apa yang terjadi selanjutnya akankah DragonSlayer api itu baik-baik saja.

"Hey, apa yang terjadi-" David masuk tapi dia juga ikut shock dan melihat anak buahnnya tergeletak dan penuh darah "hei! Siapa kau, berani berbuat seperti ini"

Natsu menoleh ke arah David dan menghajar lelaki itu, dia menggunakan cakarnya untuk mencabik-cabik tubuh lelaki itu dengan kejamnya tak mempedulikan teriakan permohonan lelaki itu.

"Arggg! Tolong! Gahhh! Lepaskan arggg! Aku!" David berteriak keras menahan rasa nyeri kuat di tubuhnya ketika Natsu menghancurkan organ tubuhnya

"Kalian manusia! Memang menyedihkan memohon seperti budak saja! Sungguh lemah"Natsu dengan nada suara iblis dia terus menghancurkan tubuh David hingga orang itu tak berteriak lagi.

Erza menatap horror yang ada di depannya dia tau itu Natsu tapi, Natsu yang ini berbeda seperti pembunuh berdarah dingin dan dia merasakan api panas di sekitarnya.

Dia teringat apa maksud perkataan Gajeel tadi, yaitu emosi yang berlebihan yang dialami DragonSlayer ketika di tolak Mate-nya dan sekarang itu terjadi, kondisi Natsu tak terkendali seperti monster.

Tapi, dilihat dari fisiknya dia jadi teringat perkataan Gray. Bahwa Natsu adalah END iblis terkuat ciptaan Zeref. Pada saat mendengarnya dirinya tak percaya sepenuhnya sama sekali tapi, ketika bertanya Ke Happy dia akhirnya sangat terpukul dan sedih ketika melihat Natsu seperti itu.

Setau dia Natsu itu orangnya Ceria, tukang buat masalah, selalu tersenyum, pencari ribut dan selalu melindungi temannya dan bagaimana bisa si biadab Zeref menanamkan iblis dalam tubuh Natsu. Itu bukan kekuatan Take-Over yang Mirajane miliki, jelas ini murni kekuatan Iblis seperti iblis di Tartaros.

Dan pada saat itu Happy juga menceritakan bahwa jika Zeref mati maka Natsu pun ikut mati dia tak yakin bahwa itu benar tapi, jika melihat keadaan itu memang benar Natsu itu iblis.

Setelah melihat ini, apakah dia akan benci? Ataukah marah terhadap lelaki itu? Tidak! Dirinya tak mungkin melakukan hal yang seperti itu. Dia tak pernah menyakiti dirinya sendiri tapi, kenapa dirinya menyakiti lelaki itu. Seharusnya dia bersamanya bukan.

Jika mengingat lagi, jadi sekarang dia mengerti alasan Gray dan Natsu berkelahi adalah sebab dia mengingat perkataan Gray bahwa akan membunuh END dan ternyata iblis itu sendiri adalah kawan yang selalu di dekatnya.

Daripada memikirkan hal tadi, sebaiknya dia memikirkan bagaimana menghentikan wujud Natsu ini yang bisa di bilang insting hewan buasnya muncul dengan kata lain, di luar kontrol.

"Natsu! Ini aku Erza apapun yang kau lakukan tolong berhenti" Erza dengan nada suara memohon.

Dan Natsu dia hanya melihat ke arah Erza dan menghampirinya. Wanita berambut Scarlet ketakutan setengah mati dan berharap tak sesuatu terjadi.

Kini mereka saling berhadapan, Erza yang terikat dan yang tak bergerak dan hanya menutup matanya dia menunggu sesuatu terjadi yang akan datang ke tubuhnya.

"Arghhhhhhhhh!"Natsu berteriak tak jelas dia menjatuhkan diri dan memegang kepalanya.

" Natsu kau kenapa!"Erza panik melihat Natsu kesakitan seperti itu.

Aura gelap muncul di sekitar lelaki itu dan beberapa lama aura itu menghilang dan tak terlihat lagi.

"Ugh, kenapa ini?!" Natsu memegang kepalanya dia melihat sekeliling "tunggu di mana ini!"

"Kau sadar Natsu?" Erza berbicara

"Erza? Kenapa kau terikat seperti itu?" Natsu menatap wanita itu.

"Aku di tangkap tapi, syukurlah kau datang" Erza tersenyum. "Bisa kau lepaskan aku!"

Natsu melepaskan ikatan wanita itu.

"Natsu! Kau meninggalkanku!" Happy terbang ke arah mereka

"Hey, buddy! Maaf" Natsu memeluknya

"Bagaimana dengan misinya?" tanya Happy.

"Itu hanya guest palsu" Erza membalasnya "dan kita beruntung menghancurkan mereka"

"Ayo pergi!"

"Aye!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx

.

.

-HOTEL

.

Setelah kejadian yang mengerikan dan memalukan tadi siang kini mereka beristirahat dan menginap di sebuah hotel dan memesan satu kamar dan sekarang hari sudah gelap mereka besok saja kembali ke Guild.

Dan Happy dia sudah tidur lebih dulu. Natsu memilih tidur di lantai dan Erza di atas kasur setelah kejadian tadi, tak ada percakapan yang begitu berarti di antara mereka berdua sama sekali.

"Natsu!" Panggil Erza membuka matanya.

"Hmmm?" balas Natsu singkat.

"Kenapa, kau tak tidur di sini, kasur ini muat untuk kita berdua" tawar Erza dengan pipi bersemu pink dia sudah lama sekali tak tidur sekasur bareng dragonslayer api itu.

"Terima kasih tapi, lain kali saja" Tolak Natsu dan ingin kembali tidur

"Kau masih benci padaku?" Celetuk Erza

Natsu membuka matanya "entahlah! Mungkin saja"

Erza beranjak dari kasurnya"kau membenciku Natsu? Tapi, kenapa aku tak pernah melakukan apapun padamu?"

"Yakin? Apa kau sudah pura-pura lupa?" Natsu berbalik dan menatap Erza "kau ingin aku memberitaunya lagi"

"Oke aku salah, aku minta Maaf! Puas!" bentak Erza

"Tch, bahkan bicaramu saja seperti tak rela saja untuk di ucapkan" Natsu mendengus

"Natsu!" Erza memegang pundak lelaki itu.

"Ada apa!" Natsu menepisnya "jika kau ingin sesuatu cepat bicaralah!"

Erza yang kesal dan emosi akhirnya memukul dragonslayer api itu. Sekuat-kuatanya dan membuat luka memar di pipi Natsu.

"Hei, apa-apaan kau!" Natsu memegang pipinya.

"Dengarkan dulu" Erza mendadak bersuara halus "oke, aku minta maaf, aku yang salah, dan aku juga yang menyakitimu bahkan kau sendiri tak pernah menyakiti diriku, setelah itu aku tau bahwa aku menyukaimu lebih dari sekedar teman"

"Menyukaiku? Jangan konyol! Dan membuatku mual" Natsu menahan tawanya.

"Aku serius, aku tau waktu itu aku hanya marah dan terluap emosi, sampai aku lupa bahwa aku telah menyakiti perasaan dirimu dan tak pernah memikirkannya dan kumohon maafkan aku!" Erza hanya sedih nada suarang terlihat seperti mau menangis

"Kumohon Natsu!?"

Natsu bisa melihat wanita di depannya ini menangis bukan menangis biasa atau bisa di sebut palsu. Karena yang ia lihat sekarang dia menangis. Sama seperti ketika dia menangis di menara surga.

"Aku, aku mencintaimu! Aku seperti ini karena akhirnya aku sadar tersendiri bahwa memilih lelaki yang salah dan malah meninggalkanmu seperti ini dan I Love You" Erza merangkul leher lelaki itu dan menempelkan bibirnya dan saling berciuman

Untuk Natsu sendiri dia hanya diam mematung tak bergerak untuk sepersekian detik dan tak beberapa lama mereka melepaskan ciumannya.

Natsu menghela nafas"baiklah aku maafkan tapi, aku juga tau aku salah padamu membuatmu seperti ini. Padahal aku sudah berjanji untuk tidak membuatmu menangis lagi, dan aku rasa ku hanya memaksa kehendak diriku sendiri, aku tau aku ini Egois dan setelah ku sadar bahwa hati seseorang tak bisa di paksakan jika mereka tak mau dan aku terlalu memaksamu untuk jadi Mate-ku, dan jika lihat kau bahagia dengannya. Sekarang ku bersyukur saja karena, kau tak perlu menangis dan ada yang menjagamu dan aku minta maaf jika membentakmu dan memarahimu, dan terkhir kuingin kau tersenyum kembali dan menjalani hidupmu normal dan kita berteman lagi hanya sebagai kawan bukan pasangan"

Plak!

Sebuah tamparan keras melayang di pipi Natsu. Erza menatap lelaki itu tak percaya atas apa yang di keluarkan lelaki itu.

"Kau tak perlu minta maaf seperti ini" Erza memeluk Natsu "kau tak perlu menghakimi dirimu sendiri, kau jadi seperti ini bukan tanpa alasan kutau sifat dirimu yang sebenarnya, dan alasan kau seperti ini karena aku, andai saja aku menerimamu dan tak membentakmu mungkin, kejadiannya takkan seperti ini dan bisakah aku jadi Mate-mu lagi"

Natsu melepaskan pelukannya dia menatap wanita itu dan tak beberapa lama bibir mereka saling menyatu sebagai jawaban atas pertanyaan Erza.

"Aku ingin mandi sebentar" Natsu melepaskan ciumannya dan berjalan ke kamar mandi "kau mau ikut?"

"Kau tunggu saja, aku akan menyusul" Erza hanya blush kecil dia segera me un-Reqquip armornya

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxx

.

.

(Warning: lemon, bahasa kasar dan tak jelas dan perbuatan yang tak terpuji jika tak suka tolong skip saja)

Krriiikkk

Natsu memutar kran dan muncul air dari atas Natsu hanya membiarkan tubuhnya terbasuh air itu dia mencium bau. Strawberry di dekatnya dan melihat Erza mengenakan Bra hitam dan celana dalam hitam

Erza hanya blush ketika melihat tubuh Natsu yang sixpack dan bagian bawahnya besar sebelum Erza melepas tali branya Natsu langsung menariknya dan mereka berciuman di bawah guyuran air

Tangan Natsu merangkul kepala wanita itu dan menekannya tak membiarkannya lepas sebelah tangannya lagi mengelus rambut Scarletnya itu. Erza merangkul Leher Natsu mulutnya beradu dan tak ada yang satupun mengalah.

Erza membuka mulutnya dan membiarkan lelaki itu mengeksplor mulutnya, dan jarinya mengusap punggung lelaki itu. Natsu merasakan sesuatu yang manis ketika lidah mereka bersentuhan.

Natsu mendorong wanita itu ke tembok dan terus menekannya terdengar suara desahan dari Erza, jari-jemari Natsu bergerak ke bawah dan memegang dua bola besar milik Titania.

Natsu meremasnya secara perlahan. Erza mendesah di dalam mulut Natsu. Dia kalah dalam hal berciuman dan tak menyangka lelaki depannya seAgressive ini.

"Kau yakin melakukan ini?" Natsu melepaskan ciumannya dan kedua tangannya masih di dada wanita ini "sebab aku takkan berhenti"

"Aku memang ingin Natsu" Erza menyentuh hidung lelaki itu "ini jawabanku atas pernyataanmu sekarang tandai aku sebagai Mate-mu dan kita akan terus bersama apapun yang terjadi"

"Aku mencintaimu"

"Aku mencintaimu juga!"

Natsu kembali mencium wanita itu. Mulutnya terus menghisap mulut wanita berambut Scarlet dan kedua tangannya kini berpindah ke pantat wanita itu. Dia memijatnya dan meremasnya secara lembut dan membuat wanita itu mengerang

"Hmmmmmppppp!" Erza mendesah jarinya hanya mengelus rambut pink lelaki itu. Dia membuka mulutnya dan merasakan sentuhan basah dari mulut lelaki itu

Slip!

Tangan Natsu berpindah ke tali Bra wanita itu dan melepaskannya. Tampak payudara wanita itu besar dengan kulit Creammy yang halus dan bagian putingnya berwarna pink kecil. Erza yang merasa malu melindunginya dengan kedua tangan

"Tak usah malu lagipula kita pernah mandi bersama bukan" Natsu perlahan memegang kedua tangan wanita itu

"Tapi, itu dulu sekarang berbeda" Wajah Erza menoleh ke arah lain.

"Apanya yang beda? Sekarang masih tetap sama" Natsu perlahan mendekatkan mulutnya dan menjilat dada wanita itu.

"Ah! Mmmm! Natsu~!" Erza merasakan hangat di tubuhnya ketika lidah Natsu menyentuh dadanya

Tangan kanan Natsu memegang payudara kiri wanita itu dan memijatnya perlahan sambil menjilatinya sedangkan tangan lainnya bermain dada wanita itu sambil memijat bagian putingnya.

Natsu terus mengemut puting wanita sebelah tangannya lagi meremas-remas terus dada wanita itu. Erza merasakan sesuatu yang basah bukan karena Shower itu karena bagian bawahnya merasakan basah.

Mulut Natsu berpindah dan bergerak mulutnya tak pernah lepas dari tubuh wanita itu, lidah Natsu mencium perut wanita itu dan sekarang dia bergerak ke bagian vaginanya

"Natsu~!" Erza merasakan jari Natsu memijat bagian bawahnya

Natsu secara predator menjilati Vagina Erza dan menciumnya secara Nafsu dan kedua tangannya naik dan meremas-remas dada wanita itu dan memainkan putingnya.

"Ahhhh Hmmmppp!" Erza mendesah dia menutup rapat mulutnya dan merasakan sensasi nikmat yang di berika lelaki itu.

Natsu terus menerus menjilati dan mencium vagina wanita itu secara cepat dan kedua tangannya masih bermain dada wanita itu dan meremasnya.

Erza kembali mendesah kedua tangannya mengusap rambut pinknya itu dan menekan kepala Natsu. Pertanda untuk terus melanjutkan eksploritasi bagian dalamnya.

"Ahhhhhhh!" Erza sampai Climaxnya dia melepaskan Syahwatnya sendiri dan untuk Natsu dia masih terus menjilatinya hingga akhirnya berhenti.

Natsu melepaskan CD wanita itu dan menampakan wujud aslinya yang sudah tampak terlihat basah.

"Aku lakukan pelan yah?" tanya Natsu, Erza hanya membalasnya dengan mengangguk pelan sambil engap-engapan

Natsu mengangkat kaki kanan Erza bagian bawahnya ia sama dengan wanita itu. Natsu mendorongnya secara perlahan Erza berteriak tapi, Natsu langsung menciumnya untuk diam. Dan sekarang bagian dalam merasa penuh oleh sesuatu yang besar.

Natsu perlahan melakukan gerakan secara perlahan, lengan Erza merangkul leher dragonslayer itu dan Natsu melakukan itu secara terus menerus dalam tempo lambat

Erza mengangkat sebelah kakinya lagi dan kedua kaki wanita itu menginkat pada pundak Natsu, dan lengannya merangkul leher lelaki itu. Natsu memegang pantat Erza berusaha membawa wanita itu dalam ritme.

"Ah! Ah! Ah! Ah!" Erza mendesah dia merasakan bagian dalam di jebol secara paksa oleh Natsu

Sementara Natsu kedua tangannya terus menggerakan wanita itu ke atas dan ke bawah. Erza mendekatkan bibirnya dan mencium lelaki itu dan terus bergerak.

Natsu mempercepat tempo gerakannya. Keduanya masih terus berciuman, dan Erza mendesah di dalam mulut lelaki itu.

Natsu melepaskan ciumannya gerakannya masih sama dalam tempo cepat dia melihat ekspresi wanita itu lidah menjulur dengan bola mata melihat ke atas seperti tampak menikmatinya.

Natsu melihat Payudara wanita yang bergerak berputar-putar menghipnotis matanya dan langsung mengemut bagian puting wanita itu.

Erza memeluk erat kepala lelaki itu dan menekannya dan memaksa Natsu terus mengemut bagian dadanya

Natsu dan Erza sudah sampai pada puncaknya mereka akan segera Climax Natsu mempercepat tempo gerakannya membuat wanita itu mendesah tak karuan dan menikmati yang lelaki itu berikan

Erza berteriak kencang dia mempererat pelukannya dan ternyata dia melepaskan Syahwatnya secara dahsyat. Erza merasakan sesuatu cairan hangat menembak dan melebur di dalam tubuhnya.

"Natsu~!" Erza mendesah menatap lelaki itu dan menciumnya kembali

Natsu mengeluarkan miliknya di dalam Vagina itu dan kembali memciumnya secara pelan

"Itu, menyenangkan Erza" Natsu tersenyum senang

"Yeah!" Erza mengusap perutnya "tapi, kau tau aku tak bisa hamil"

"Aku sudah mendengarnya" Natsu mengusap rambut wanita Scarlet "dan tak peduli apa masalahmu akan kubantu kau"

"Hmm! Baiklah" Erza tersenyum blush "apa kita selesai?"

"Kau ingin melanjutkan tadi?" tanya Natsu Erza mengangguk "tapi, ada sesuatu yang ingin kutunjukan tapi, jangan berteriak"

Natsu mendekatkan mulutnya ke daerah dekat leher wanita itu dan menggigitnya Erza ingin berteriak tapi, segera di tahannya walaupun sakit

"Selesai" Natsu melepaskannya dan melihat sebuah tatto berbentuk Naga berwarna merah di daerah leher Erza "itu tanda kau sudah menjadi Mate-ku dan sekarang apapun itu, masalahmu berarti masalahku juga"

"Baiklah sayang!" Erza mencium pasangannya itu

Mereka kembali melanjutkan Mating Session mereka di bawah guyuran Shower dan setelah berakhir Erza kelelahan dan tertidur di pundak Natsu.

Natsu langsung mengelap tubuh wanita itu dan menggendongnya menuju kasur. Natsu menurunkan wanita itu dan tidur berdampingan dalam keadaan bugil

Natsu mencium kening wanita tampak tersenyum di raut wajah wanita Scarlet dan Erza mempererat pelukan dan menempelkan kepalanya di dada lelaki yang akan menjadi masa depannya.

Natsu mengelus rambut Erza dia jadi teringat perkataan Igneel waktu itu

'Tampaknya aku tak perlu mencari baru, soalnya milikku yang lama akhirnya kembali padaku ayah'

(Lemon End)

.

.

Xxxxxxxxxxxxx

.

.

Mata coklatnya terbuka dia melihat ke sana kemari. Dan saat ini berada di dalam sebuah kamar dia mencium aroma Chinamon dan melihat wajah dragonslayer api ini tengah tertidur sambil memeluknya

Dia kembali Blush ketika mengingat kejadian semalam, saling menyalurkan hasrat dan nafsu mereka dan yang sangat indah dan dia merasa sakit di bagian pantat dan Vaginanya yah Natsu agak sedikit kasar tadi malam

Dia mengambil cermin kecil dan melihat ke bagian lehernya dan melihat sebuah tanda Naga merah yang mengesahkan dirinya resmi menjadi Mate Dragonslayer api itu.

"Hei!" panggil Natsu membuka matanya

"Hei Naga kecilku" Erza menoleh ke arah pasangannya itu "pulas tidurmu?"

"Tentu" Natsu bangun dan mencium kening wanita itu "tadi, malam menyenangkan juga"

"Yeah" Erza blush kecil "tapi, jika kau menginginkannya lagi kau boleh bicara padaku"

"Baiklah" balas Natsu.

"Ngomong-ngomong waktu kita melakukannya yang ingin ku tau kau baru pertama kalinya bukan?" tanya Erza

"Ohh itu aku sudah melakukannya dengan Mira" jawab Natsu seenaknya tak peduli ucapannya itu.

"Oh begitu! Tunggu-" Erza mendengar sesuatu yang aneh "kau dengan Mira? Tapi, bagaimana"

"Yah, asal kau tau Dragonslayer itu Hormons dan Insting alaminya muncul ketika mereka tak punya Mate dan itu tak bisa mengendalikan diri mereka sendiri" Natsu menggaruk kepalanya

"Bagaimana dengan Mira!?" Erza keliatan panik

"Waktu Mira yang memulainya dan terlebih lagi waktu Hormon Nagaku Naik tapi, setelah aku bicara padanya dia bilang tak apa-apa" jawab Natsu

"Ohh begitu" Erza kembali santai "aku ingin mandi dulu!" dengan suara menggoda

"Alangkah bagusnya jika aku ikut" Natsu menyeringai dan menyusul Mate-nya itu

Dan tak selang beberapa lama terdengar desahan dan erangan dan suara teriakan memanggil nama seseorang.

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

-Fairy Taill

.

Guild yang ribut dan selalu membuat kerusuhan antar member yang sudah hal lumrah dan biasa bagi mereka dan adapula yang sibuk pada aktifitas masing-masing yah memang beginilah keadaanya

Brakk!

Pintu guild terbuka paksa tapi, mereka memasang wajah shock. Shocknya bukan karena melihat monster atau sebuah serangan melainkan melihat sesuatu yang janggal bagi mereka.

Di sini Erza berjalan bersama dengan Natsu di belakangnya Happy terbang tapi, yang paling mencolok adalah kedua tangan mereka bergandengan tapi, bagi Mirajane dia melihat sesuatu buruk terjadi.

"Selamat datang kalian berdua" Sapa Laxus itu sendiri "bagaimana misi kalian?"

"Sebenarnya itu Guest palsu" jawab Natsu

"Guest palsu?" Laxus mengangkat alisnya

"Yah, sebenarnya Client itu membuat Guest palsu untuk menjebak kita dengan bermaksud menangkapku tapi, untung ada Natsu jadi, semuanya terkendali" jawab Erza sebenarnya dia berbohong tentang iblis Natsu

"Baiklah ! Selamat" Laxus berlalu pergi ke istrinya

"Hei, kalian berdua ada yang ingin kalian pesan?" tanya Mirajane ia juga agak bingung kenapa kedua orang ini hubungannya tampak baik-baik saja.

"Strawberry Cheescake" jawab Erza

"Daging bakar" jawab Natsu

"Segera!" Mirajane berlari ke belakang

Dan untuk Wendy dia hanya duduk di samping Dragonslayer api itu dengan wajah merah tampaknya ingin, bicara sesuatu tapi, tampaknya di tahan

"Ada apa Wendy?" Natsu melihat ke adik kecilnya.

"Ummm gini" Wendy tampak malu-malu "aku mencium di tubuhmu bau Erza-san dan aku tanya apa kalian?"

"Oh itu iyah kita memang melakukannya" jawab Natsu.

"Jadi, kalian berdua pasangan?" tanya Wendy memastikan.

"Tentu saja" Natsu merangkul Erza dan membuat wanita itu tersedak ketika minum.

"Ada apa ini?" tanya Mirajane dia melihat Erza yang merangkul erat leher Natsu.

"Ummm sebenarnya-" Wendy hanya memainkan jarinya

"Aku adalah Mate Natsu" jawab Erza

Mirajane shock "benarkah itu? Kapan terjadi?"

"Kemarin" jawab Natsu semangat

"Oh selamat untuk kalian berdua"Mirajane berlalu pergi dengan nada suara sedih yang sayangnya tidak di ketahui dua pasangan ini.

Gajeel di pojokan hanya memakan besi sambil menyeringai dia tau rencananya berhasil. Tapi, ada sesuatu yang membuatnya tertarik yaitu ketika melihat wajah Mirajane yang terlihat sedih ketika mendengar Erza jadi Mate Natsu.

Sepertinya ini bakal ada sesuatu yang menarik dan di tunggu setelah ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Tim NatZa terlahir lagi dan menyingkirkan tim NaMi well mungkin bertanya bagaimana dengan sikap Mirajane nanti dan apa yang terjadi selanjutnya.

Tetap pantau terus yah!

PM

.

RnR