Jika ada yang minta Fic saya buat crossover dengan DxD hmmm oke memang saya belum terlalu hafal dengan anime itu karena, belum saya lihat dan terlebih lagi saya gak tau kekuatan dan asal-usul mereka dengan kata lain belum hafal.
Beda dengan Op, Naruto, Bleach ataupun FT sebab saya sudah baca semua komiknya dan mungkin ada yang mau saya tanyakan kepada semua Reader.
Hmm sebenarnya DxD itu ada komiknya atau anime musiman atau apalah soalnya saya cari di mangaku tak ada dan gak ketemu sama sekali jika kalian ada situsnya tolong beritau
Atau jika kalian tau tolong beritau di review yaitu yang saya ingin tanyakan Dxd itu sebenarnya ada manganya tidak? Jika ada berarti tolong beritau situs yang lengkap oke
Jawab di review yah atau pm saya
So, nanti saya buat Crossover atau gabungan kalau gabungan ama Naruto saya enggak terlalu minat sih jadi gak suka kalo kekuatannya saya suka.
Biarkan berbeda pendapat tapi,tak ada perpecahaan sesama umat
Ktp.
.
...
.
Jika bisa di bilang ini adalah hari yang bersejarah atau lebih tepatnya hari yang menurut mereka bahagia dan bila di ekspresikan akan sangat sulit terjelaskan
Terlihat dan terpaut ekspresi di wajahnya yang sangat bahagia dan terlihat senang dan matanya terbuka dan melihat ke arah jendela di mana sinar matahari menyinari ruangan itu.
Wanita berambut merah beranjak dari kasurnya dan melepaskan semua bajunya dan hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian tubuhnya dan dia adalah Erza Scarlet.
Dia segera masuk ke kamar mandi, dan menoleh ke arah cermin dia membuka handuknya dan tampak di tubuhnya sebuah tatto yang terletak di bagian daerah lehernya
Itu sebenarnya bukan tatto biasa melainkan sebuah tatto khusus yang hanya di miliki segelintir orang sebuah tatto berkat pemberian seseorang yang spesial di hatinya.
Tepatnya sekarang dia resmi menjadi Kekasih atau bisa di bilang menjadi Mate seorang DragonSlayer siapa lagi kalau bukan Natsu Dragneel mungkin beberapa orang tak menyangka dengan hal itu. Tapi, memang kenyataannya seperti itu.
Erza segera mandi setelahnya dia segera kembali dia membuka handuknya dan dalam kondisi telanjang dan sekarang dia berbeda dan membuang semua kenangan lamanya dan memulai yang baru.
"Ada sesuatu yang membuatmu senang!?"
"Kyaa!"
Terdengar suara lain dan Erza menoleh marah ke figure yang duduk di jendelanya tapi, kembali tenang yang ternyata itu Calon suaminya yang tengah duduk dengan senyum grinnya.
"Halo!" Natsu menyapanya
"Natsu? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Erza mengcover tubuhnya "dan kenapa kau bisa tau kamarku?"
"Jangan meremehkan penciuman DragonSlayer Erza, dan terlebih lagi baumu mudah sekali ku cari" Natsu menghampiri wanita itu "kau tak perlu malu seperti itu lagipula kita pernah bertelanjang bersama bukan?"
"Tapi, sekarang kita berbeda Natsu" Erza tenang dan melepaskan tangannya.
"Terus itu jadi masalah?" Natsu ke belakang wanita itu dan mencium lehernya "selain itu juga keberuntunganku memiliki wanita terkuat menjadi pacarku"
"Uh, Natsu!" Erza memegang leher lelaki itu "aku tau kau ingin tapi, tidak sekarang bukan masih ada yang lain di sini"
"Tak masalah" Natsu memegang payudara wanita itu dan meremasnya "dan lagipula kita ini pasangan dan terlebih lagi hanya sebentar dan takkan lama"
"Yeah!" Erza mendesah
Dan tak beberapa lama terdengar suara deaahan dan erangan di Fairy hills sesuatu yang benar-benar ganjil di tempat itu
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
Setelah melewati satu ronde yang cukup akhirnya pasangan muda ini berjalan-jalan ke sebuah toko kalau di pikir mungkin toko kue mengingat keterobsesiannya sangat kuat wanita ini kepada kue strawberry.
Erza hanya menggenggam erat tangan pasangannya dia mengenakan baju putih biasa dan rok biru pendek penampilan yang jarang ia perlihatkan di luar. Banyak orang yang berbisik-bisik mereka pasangan romantis tapi, banyak pula yang cemburu yang di dominasi oleh kaum laki-laki.
Dan benar saja mereka sekarang saat ini berada di depan toko Cake yang biasanya menjadi tempat langganan Erza sehari-sehari jika tak ada misi ataupun sepulang misi.
"Selamat datang Erza" Sapa pemilik toko itu "jadi, kau membawa pacarmu?"
"Hmmm! Iyah!" jawab Erza malu.
"Seperti biasa yang dia makan" celetuk Natsu memesan kue yang sering di makan Erza
"Segera"
Keduanya duduk di sebuah meja. Mereka berbicara mengobrol seperti biasa tapi, ini dalam konteks yang lebih kalem dan Natsu menceritakan semuanya yang dia lakukan bersama Gildarts dan Erza hanya mendengarkan saja. Dan tak lama pesananpun datang.
"Jadi, begitu aku tak pernah tau bahwa dia seperti itu" Erza menyantap kuenya
"Kau harusnya sudah mengenalnya dari kecil" Natsu menopang dagunya "jadi, yang kudengar si Stripper akan menikah dengan Juvia huh?"
"Yah, begitulah pada saat kau pergi, sangat lucu sekali waktu Gray melamar Juvia" Erza hanya tertawa kecil.
"Awww! Man! Andai saja ku melihatnya" Natsu berharap dia punya bahan ejekan baru untuk rivalnya yang satu ini.
"Tampaknya hanya kita yang belum" Natsu menghela nafas.
"Kau tau, aku tak bisa hamil" Erza terlihat sedih dan Natsu mengetahui.
"Kau bukan Erza yang kukenal yang tak pernah pasrah" Natsu memegang pundak wanita itu "dan Igneel pernah bilang keajaiban bisa datang kapan saja bukan?"
"Yeah aku tau" Erza kembali seperti semula dia tau Natsu selalu menghiburnya di sela apapun itu
"Ada yang ingin kutanyakan?" tanya Natsu
"Silahkan!" jawab Erza dia sedikit heran nada suara Natsu terlihat serius.
"Waktu kemarin, kita menjawab hubungan kita ketika itu raut wajah Mira berubah, kau tau apa yang terjadi?" Tanya Natsu.
"Entahlah, mungkin hanya perasaanmu saja" jawab Erza sekenanya
Sebenarnya dia juga memikirkan hal yang sama ketika, waktu dia masih belum baikan dengan Natsu Mirajane pernah mengancamnya tapi, dia tak peduli dan masa bodo.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
-Strauss House
.
Mungkin ini bagi beberapa orang yang namanya sakit pasti sesuatu yang tak menyenangkan dan menimpa tubuh orang dan, itupun tergantung sakit apa yang di derita
Tapi, bagi kakak tertua Strauss bersaudara mungkin di lihat kondisi fisiknya baik-baik saja mungkin saat ini di mengalami sakit batin atau patah hati.
Oke,bagaimana bisa Mirajane Strauss bisa patah hati soal cinta, baginya cukup mudah sekali untuk mencari lelaki untuk di jadikan pasangan tapi, yang jadi masalahnya adalah pasangan itu yang diinginkan
Mungkin yang namanya Cinta, itu tak bisa di paksakan atas segala sesuatu. Harus berasal dari kehendak hati sendiri.
Bicara soal cinta? Siapakah lelaki yang beruntung di cintai oleh seorang model Se-Fiore jika kalian tau, siapa lagi kalau bukan DragonSlayer api Natsu Dragneel.
Kini dirinya hanya duduk di kasurnya duduk di kasur, jarinya kesana-kesini tampaknya dia malas melakukan sesuatu dan di raut wajahnya terlihat sedih dengan mata berair.
Dia sebenarnya berharap Natsu memiliki perasaannya balik ataupun yah ada sedikit tanda bahwa dia Move on tapi, setelah yang ia dengar bahwa Erza dan Natsu menjadi pasangan dia yang terbilang cukup shock mendengarnya
"Natsu? Tak adakah aku di hatimu" Mirajane hanya menutup mata berusaha menahan tangis
Memang ini sulit, misalnya Natsu bukan seorang DragonSlayer akan sangat mudah sekali tapi, di sinilah sulitnya Moto 'Satu untuk Selamanya' masih berlaku bagi mereka meskipun, Gajeel bilang bisa itupun kemungkinannya kecil.
Kalau diingat lagi ia hanya punya dua opsi yang pertama mengambil Natsu atau yang kedua merelakannya saja. Tapi, opsi pertama terlihat buruk jika di lihat situasi akibatnya yaitu pertemananan mereka semakin buruk. Jika opsi kedua itupun sama saja dengan opsi kedua bahkan lebih parah toh, yang namanya perasaan suka tak bisa di tahan.
"Mira-nee kau di dalam?"
Suara adik laki-lakinya mengintrupsi moment lamunannya dan dia segera mengusap wajahnya dan menghilangkan raut wajahnya dan tersenyum dan membuka pintu.
"Oh ada apa Elfman?" Mirajane tersenyum hangat
"Oh tidak, hanya saja sekarang hari pernikahan Gray" Elfman melihat ada yang aneh
"Oh aku tau dan akan kesana" balas Mirajane
"Baiklah" Elfman berlalu pergi tapi, dia menyadari sesuatu ada yang ganjal di wajah kakaknya ini namun, dia tak menanyakannya lagi.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
-Siang Hari
.
Mungkin sekarang adalah saatnya orang yang merayakan moment ke bahagiannya jika, bicara soal kebahagian identik dengan pernikahan seseorang
Yaitu di mana sebuah acara sakral yang mempertemukan dua insan yang berbeda jenis dan nanti akan diikatkan dalam sebuah ikatan perkawinan yang merujuk kepada akhir perjuangan cinta seseorang. Dan resmi menguatkan ikatan itu yang tadinya, agak sedikit kendor.
Dan inilah mungkin yang di alami seorang Wanita berwarna biru dan mengendalikan air, oke bagaimana tidak bahagia sekali setelah perjuangan dan penantian yang sabar dan panjang akhirnya dia bisa memiliki seseorang di hatinya.
Siapa lagi kalau bukan Juvia Lockser dia akhirnya menemukan kebahagiannya dan sekarang adalah puncak kebahagiannya di mana dirinya akhirnya menjadi istri sah dari orang yang dia suka selama ini yaitu Gray Fullbuster atau yang selalu telanjang dan kehilangan pakaian.
Kini lelaki itu terlihat tenang dan menghela nafas dia mengenakan setelan tuxedo hitam, dan celana panjang hitam, dengan sepaublop hitam, lengkap dengan bunga di dada dan terlihat rapi dan anehnya lagi sebuah keajaiban dia bisa bertahan lama mengenakan pakaian itu.
"Ya ampun muncul lagi pasangan baru" celetuk Natsu bersandar tembok dia mengenakan pakaian formal
Gray mendengus "terus, apa masalahmu?"
"Lupakan" Natsu mengangkat bahunya
"Jadi, bagaimana denganmu? Apakah kau tak mau menyusul?" Gray tersenyum jahil.
"Hanya masalah waktu saja" balas Natsu.
"Gehee! Buat bahagia dia bodoh atau akan kupukul Nanti" Gajeel datang menyerobot dan merangkul kawannya
"Yeah ! Yeah! Aku tau" Gray melepaskan cengkraman lelaki itu.
"Hmmm,, jadi yang tersisa hanya Natsu huh?"Laxus hanya menyeringai.
" itu takkan lama bung!"Natsu melipat tangannya.
Dan sekarang ke tempat di mana wanita itu berasal kali ini Juvia mengenakan Gaun putih panjang tertutup dan rambutnya di biarkan terurai panjang dan sebuah selendang yang menutup rambut.
"Apa yakin aku harus mengenakan seperti ini?" Juvia tampak tak pede
"Itu sangat cocok untukmu" Levy berkedip.
"Bersemangatlah dikit!" Cana membujuknya "dan hei kau tau setelah ini bakal ada sebuah perang nanti"
"Perang? Perang apa Erza-san?" tanya Wendy dengan wajah polosnya
"Suatu hari nanti kau akan tau" Erza mengusap rambut gadis kecil itu
.
.
.
.
Sekarang adalah puncaknya di mana sekarang kedua mempelai berkumpul dan mereka berdua saling berhadapan dan di tengahnya tentu saja Makarov sebagai pemimpin acaranya
Banyak yang datang dan ramai pengunjung cukup terbilang ramai sama seperti pernikahan acara Laxus dan di lihat Lamia Scale, Sabertooth, Dan dari guild lainnya bahkan guild indepedent Crime Socciere juga datang
Erza yang melihat mantan suaminya itu ketakutan dan sedih tapi, Natsu memeluknya dan memberi sebuah kecupan di jidat dan seketika Erza tersenyum tenang dan memeluk lelaki itu.
"Tak usah khawatir ada aku, tak perlu takut" Natsu mengelus rambut merah itu.
"Baiklah, aku sudah tenang" Erza memeluknya balik.
Dan sekarang acara puncaknya sudah mencapai tahap akhir di mana mereka tinggal mengucapkan janji suci mereka di hadapan banyak orang yang akan menjadi saksi, Gray dan Juvia maju.
"Baiklah, setelah semua kenangan bersama yang di lalui kini aku kuatkan ikatan kalian menjadi satu dan berjanjilah pada masing-masing dari kalian, akan terus hidup semati dan selalu menjaga dan mengasihi satu sama lain susah dan senang kalian akan lalui bersama" Makarov menyelesaikan kalimatnya dengan air mata.
"Sekarang kalian boleh mencium pasanganmu"
Gray melakukan apa yang di katakan Masternya itu dia mencium bibir wanita air itu. Juvia hanya menerimanya dan mereka seperti itu beberapa detik dan melepaskannya dan tak lama terdengar suara terompet dan riuhan tepuk tangan.
Gray langsung menggendong Juvia dengan BridalStyle dan berjalan perlahan melewati karpet merah menuju kereta kencana yang sudah menunggu. Dengan taburan bunga
Dan setelah sampai Juvia berbalik dan memegang karangan bunga, para tamu siap di belakang mereka dan Juvia tersenyum dia melemparkan bunga itu ke belakang.
Pluk!
Dan bunga tadi akhirnya jatuh ke dua orang dan itu ternyata Meredy dan Lyon yang menangkapnya secara bersamaan dan mereka saling bertatap dan kemudian membuang muka dengan wajah panas..
"Tampaknya bakal ada pasangan baru" Yuka tersenyum genit
"Ini adalah Cinta" Sherry hanya blushing.
"Tampaknya wanita itu menyukainya" Cobra memegang erat pasangannya
"Sudah kubilang bukan? Tak sopan mendengar pribadi orang lain" Kinana menyentil telinga pasangannya
"Itu sulit Cubelios!" Cobra tampak tak peduli.
"Lyon! Setelah ini kau susul yah dan hanya kau yang tersisa!" teriak Gray
"Kuharap kau menemukan kebahagianmu Meredy!" teriak Juvia.
"Tentu bodoh!" Lyon merangkul Meredy "kelak Nanti anakku akan lebih hebat darimu!"
"Aku sudah menemukannya Juvia" Meredy melambaikan tangannya.
Dan tak selang lama kedua orang itu masuk dan mereka pergi mengenakan kereta kencana dengan lambaian tangan kepada para tamu dan mereka hanya menatap kepergian pasangan baru itu.
"Melihat ini, seperti membangkitkan kenangan lama" Makarov hanya tersenyum
"Yah ini seperti masa mudaku dulu" sambung Macao
"Berasa Nostalgia lagi" Wakaba menoleh Ke Macao "asal kau tau sebentar lagi kau akan punya cucu"
"Yah, hanya menunggu waktu" celetuk Makarov dia sangat bersyukur di beri umur yang sangat panjang agak bisa melihat kebahagian anak didiknya itu.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
Dan setelah mereka melewati pesta itu kini mereka pulang ke tempat asal mereka masing-masing dan sekarang kita bisa lihat dua pasangan ini yang memilih duduk di bangku taman.
"Kau tunggu, di sini" Natsu memakaikan jacketnya "aku mau beli makanan"
"Ummm baiklah jangan terlalu lama" Erza merapatkan jacket itu
Erza hanya menatap berlalu pergi lelaki itu dia hanya menunggu dan tampaknya dia agak sedikit ngantuk dan menguap untuk Happy sendiri tampaknya dia pergi bersama Wendy
Dia hanya tidur di kursi itu dan menjadikan tangannya sebagai bantal dan tampaknya Natsu sendiri agak lama dan tak tau apa yang terjadi sebenarnya.
.
.
.
.
Sebenarnya untuk Natsu sendiri dia memang pergi sebentar untuk beli makanan. Itu terlihat ketika di tangannya tampak sebuah belajaan tapi, langkahnya memang terhenti ketika melihat seseorang di depannya
"Mira?" Natsu menghampiri wanita itu "apa yang kau lakukan di mari?"
"Aku ingin menemuimu?" balas Mirajane dan menatap lelaki di depannya.
"Menemuiku?" Natsu mengangkat alisnya "ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?"
"Tentu" Mirajane merogoh sakunya dan tampak sebuah kotak "ini"
Dan yang membuat Natsu sedikit terkejut adalah ternyata Mirajane memberikan sebuah kotak yang ternyata kotak yang berisi cincin yang dirinya waktu itu melamar Erza.
"Ah, kau menyimpannya terima kasih" Natsu mengambil kotak itu.
"Iyah"
Dan untuk Natsu sendiri dia merasa sesuatu ada yang janggal di diri Mirajane mulai dari suara dan juga raut ekspresi wajahnya yang terlihat berbeda dari yang biasa ia kenal.
"Kau kenapa ada masalah ?" tanya Natsu mengangkat alisnya "dan kedengarannya ingin menangis"
"Tidak, kok" Mirajane menggeleng "aku menangis sebab senang karena kau menemukan kebahagiaanmu"
"Oh begitu" Natsu mengusap rambut putih itu"jika ada masalah tolong kau ceritakan yah?"
"Iyah"
Mirajane hanya menatap kepergian Natsu dari jauh dia tau lelaki ini terkadang lucu sesaat membuatnya sedih dan sesaatnya lagi kini membuatnya tertawa kecil dengan tenang.
"Natsu aku ikhlas sekarang dan tolong buat bahagia Erza"
Dia tau pilihan satu-satunya yang menjadi pilihan terbaik adalah melepaskannya dan membuang semua Egonya agar kelak lelaki itu bahagia bersama orang yang di cintainya
Seperti kata orang cinta tak bisa di paksakan dan dia sangat mengerti akan hal itu.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
Dan setelah mengobrol sebentar dengan Mirajane. Natsu kembali ke tempat di mana Erza tengah menunggu dan hanya bisa tersenyum ketika melihat wanita itu tengah tertidur pulas
Natsu mendekati wanita itu yang tengah tertidur dan raut wajahnya yang terlihat tenang dan sangat cantik menurutnya. Natsu mengelus rambut merahnya dan mencium kening wanita itu dan membuat Erza terbangun.
"Hei bangun, jangan tidur di sini" Natsu mengelus wajah pasangannya.
"Ugh! Natsu"Erza mengerang dan membuka matanya " kau lama sekali!"
"Maaf, aku agak telat" balas Natsu dan Erza kembali bangun "ayo pergi"
Natsu pun mengendong Erza di belakang punggungnya, sementara yang di gendong hanya memperkuat rangkulannya dan membenamkan kepalanya.
"Hei Erza" panggil Natsu masih terus berjalan
"Hmmm?".
" aku sempat berfikir bahwa, bagaimana keluarga kita Nanti"celetuk Natsu dengan suara riang.
"Natsu!" tampak raut wajah Erza sedih "kau kan tau? Aku tak bakal punya anak!"
"Siapa bilang" balas Natsu "baru kali ini aku dengar Erza putus asa dan pasrah"
"Natsu! Ini serius" Erza tetap kokoh dalam pendiriannya
"Siapa bilang aku becanda?" Natsu dalam nada serius "dengar yah Erza akan kuhanguskan emua yang terjadi apapun itu dan kau tak percaya padaku?"
"Tidak bukan begitu" Erza mempererat rangkulannya "hanya saja, aku takut kejadian seperti itu lagi"
"Tak apa, dan aku tak pernah begitu" Natsu dengan kalem membuat wanita itu tersenyum senang
Dan mereka pun sampai Natsu segera masuk ke rumah, dia menendang pintu kamar dan masuk, dan melemparkan wanita itu ke kasur sedangkan Natsu segera menanggalkan pakaiannya.
Erza yang tau pun me-unrequip pakaiannya dan hanya menyisakan celana dalam putih yang sudah basah. Dia tau setelah ini dia takkan bisa duduk atau berjalan karena keterobsessian Natsu kepada anak.
"Kau..." Natsu dengan Nada suara iblis
Erza mentap lelaki itu "Milikku" balasnya dia tau ini takkan berakhir dan mencium kembali pasangannya
(A/n : sorry saya gak di buat detail karena saya orangnya gak terlalu mesum/!)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
Hmmmm gimana yah agak bagus juga dan tak terlalu bagaimana, nanti nasibnya ohh tetap pantau yah.
Dan oh ya saya mau tanya DxD itu ada manganya kalau ada tolong cari tau situa baca onlinenya yang lengkapa inggris pun tak masalah.
Dan terima kasih
Pm
.
RnR
