Sebenarnya aku agak males karena masih pengen sibuk liat sebuah anime gak, terlalu vulgar sih tapi, ya sudahlah abaikan saja dari tadi.

Dan untuk menjawab pertanyaan yang entah siapa dia tapi, hanya sekedar Guest hmm saya akan jawab langsung saja.

Masih ingat kalian waktu Erza nangis pas simon mati? Di situ bukankah Erza menangis dan kalian masih ingat bukan kata-kata Natsu waktu dia ngehajar Jellal.

Sebenarnya Natsu bisa melihat perbedaaan wajah Nangis sesungguhnya dan menangis palsu dan yang Natsu lihat Erza menangis sama seperti Erza menangis melihat simon mati.

Soal Natsu bisa tau? Ingat loh dia bisa membaca perasaan seseorang seperti halnya waktu itu dia melihat ekspresi wajah Yukino di manganya juga ada.

Untuk Crossover saya break dulu buat nanti karena saya sudah ada ide di otaknya tapi, tinggal menulisnya saja karena, saya orangnya malas dan pelupa.

Oke doakan yah!

.

...

.

Mata coklatnya terbuka dan menerawang sekitarnya dia tau tadi malam kejadian yang cukup menyenangkan dia tersenyum dan mengusap perutnya dan blush begitu, membayangkan banyaknya yang masuk kedalam tubuhnya.

Gadis berambut merah itu, menoleh ke lelaki berambut pink yang tidur di sampingnya dengan tersenyum dan dia mencium kening lelaki itu dan mereka adalah Erza Scarlet dan Natsu Dragneel.

Erza hanya menghela nafas, tapi dia merasakan nyeri di tubuhnya dan memegang perutnya dia merasakan mual di tubuhnya dan ingin mengeluarkan sesuatu.

Erza langsung berlari ke kamar mandi dia memuntahkan sesuatu ke Wastafel tapi, yang menurutnya aneh adalah tak ada keluar sesuatu dari mulutnya tapi, dia merasa familiar dengan sensasi ini.

Natsu membuka matanya. Dia mendengar suara Erza muntah langsung berlari ke kamar mandi dan melihat wanita itu.

"Hei, Erza ada apa" Natsu menghampirinya dan memegang pundak wanita itu "apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?"

"Entahlah Natsu huekk! Aku,, huekk! Merasa mual huekk!" balas Erza mengeluarkan muntahnya tapi, tak ada apapun.

"Ayo, kita ke dokter dulu" Natsu membawa wanita berambut merah itu.

.

.

.

Setelah kejadian tadi, Natsu langsung membawa Erza ke rumah sakit. Sementara Natsu menunggu di luar harap-harap cemas yang menimpa wanitanya itu dan tak ada sesuatu buruk yang terjadi.

"Tuan Dragneel silahkan masuk" Panggil Dokter itu Natsu segera masuk.

Tampak keheningan di ruangan itu Natsu bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di sini dan apakah Erza baik-baik saja.

"Ini sebuah keajaiban tuan Dragneel" Dokter itu menjabat tangan Natsu "dan selamat anda akan jadi, seorang ayah"

"Tunggu, maksudmu! Erza hamil?" Natsu tampak terlihat terkejut. Dan Dokter itu mengangguk tanda iya.

Secara refleks Natsu langsung berteriak dan meloncat kegirangan tampak seperti mendapat sebuah makanan yang enak.

"Ehh, serius dok?" Erza tampak tak percaya juga.

"Benar, usia kandungan anda sudah dua minggu" jawab dokter itu.

"Sudah kubilang bukan? Keajaiban selalu datang" Natsu memeluk Erza.

"Yah, aku percaya keajaiban itu" Erza hanya bisa tersenyum. "Tapi, apa yang kita lakukan kepada yang lain?"

"Beritau apa sulitnya" Jawab Natsu spontanitas memang tipikalnya bergerak dulu berfikir belakangan.

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

Guild yang biasa dan penuh kontroversi yaitu Fairy taill di mana tempat kamu bisa melihat keriuhan dan suasana kebersamaan di dalam sini yang begitu hangat.

Mereka sibuk pada aktifitas mereka tapi, agak sedikit sepi karena beberapa dari member mereka memiliki urusan pribadi khususnya yang sudah memiliki bicara soal pasangan ada beberapa wanita cantik yang sudah di sunting oleh seseorang.

Tapi, adapula yang masih single atau yah sendirilah padahal jika di bilang umur mereka sudah cukup matang dan sudah seharusnya menikah contohnya Mirajane.

Entah kenapa mereka berfikir, tak adakah yang melamarnya? Bukannya tak ada hanya saja Dia menolak orang yang datang melamarnya, bahkan banyak orang yang berfikir dia lesbian tapi, itu salah karena wanita itu tengah menyukai seorang lelaki.

Pintu guild terbuka dan melihat Natsu yang tengah merangkul Erza terlihat di wajah mereka ekspresi kebahagiaan yang terpancar.

"Dengar semuanya ada pengumuman sebentar" Erza tampak tenang.

"Yah, dengarkan semuanya" Natsu menekankan nadanya membuat semuanya ciut seperti anak tk

"Aku hamil!"

Beberapa saat kemudian terlihat nada hening di antara mereka semua hingga Macao pun berteriak histeris.

"Apa!"

"Tapi, bagaimana bisa!"

"Mustahil!".

Yup reaksi mereka yang di timbulkan cukup mencengangkan bagaimana tidak? Pasalnya Erza tak mungkin hamil tapi, setelah melihat pernyataan wanita itu yah, agak shock juga sih.

Untuk Makarov dia bisa tersenyum lega, pasalnya sekarang tak ada lagi pertengkaran antar sesama member yang dulu terjadi, dan sekarang kembali sebagai mana mestinya.

" tentu, saja keajaiban bisa datang kapan saja"Erza tersenyum dan mencium kening Natsu berlalu pergi "tunggu aku di rumahmu jam 6 malam"

"Baiklah, " Natsu berjalan ke arah bir.

"Oh, Natsu kau harus segera melamarnya"bujuk Lisanna.

" yah, itu sungguh pria- ouch!"Teriak Elfman mendapat hadiah pukulan dari Evergreen.

"Gehehe! Cepatlah menikah" Gajeel memukul pundak kawannya "dan kita buktikan siapa anak yang paling hebat"

"Kaupikir anakku ini hewan di jadikan taruhan" Levy menjewer suaminya dan membuat lelaki besi itu meringis.

"Tceh! Jangan harap, anakmu akan kalah, mengingat ayahnya juga pernah kalah" Natsu mendengus.

"Itu hanya keberuntungan bodoh" Gajeel menunjuk wajah lelaki itu.

"Singkirkan tanganmu itu" Natsu menepisnya "tanganmu itu penuh bakteri"

"Kau cari masalah bodoh?" Gajeel menatap tajam.

"Yah, memang itu yang kumau?" balas Natsu kembali bertengkar untung saja, tak ada rival yang satunya kalau begitu bisa gawat.

"Ibu kenapa Paman Natsu dengan ayah?" tanya Grizman

"Mereka sedang adu panco" jawab Levy sekenanya.

"Jika Pria kalian harus diam" teriak Elfman menengahi tapi, apesnya terkena hajaran dua orang itu.

Makarov hanya menghela nafas, mereka sama sekali tak berubah banyak bercanda dan ribut meskipun mereka menikah karena, mereka tau sahabat dan keluargalah segalanya bagi guild yang di beri nama Fairy tail

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

Saat ini Erza melangkah kakinya ke rumah Natsu tapi, ada yang berbeda dari wanita itu bukan karena wajahnya tapi, karena penampilannya yah dia tak mengenakan armor biasanya melainkan gaun merah panjang yang terbuka di bagian punggung rambutnya diikat dan bagian poninya terurai jelas.

Mungkin pada saat di guild Erza mungkin membisikan sesuatu tentang jam 6 mungkin saja ajakan kencan ini adalah hari spesial baginya mungkin karena, dia mengenal Natsu waktu itu hanya orang yang tak peduli dengan hal seperti itu.

Tapi, sekarang Waktu telah berubah dan mengubah Natsu menjadi yang romantis dan mengerti tapi, sifat kekanakan masih melekat pada dirinya yah semua itu hanya menunggu waktu hingga Natsu berubah.

Erza memberanikan diri mengetuk pintu dan pintu terbuka melihat Natsu yang mengenakan kemeja dan tuxedo merah dan celana panjang tak lupa segenggam mawar ia pegang.

"Ini" Natsu menyodorkan bunga mawar.

"Terima kasih" Erza menerimanya dengan pipi panas.

Erza merangkul, lengan Natsu dia berjalan-jalan menuju kota tapi, ada yang aneh Natsu menuntunnya malah di kedalam hutan dan jauh dari kota. Erza melihat ke wajah Natsu ingin bertanya tapi, segera di potong Natsu.

"Aku malas ke restaurant terus, bukannya tak ada uang tapi, aku ingin berbeda" celetuk Natsu.

"Yah apapun Itu Natsu" Erza merangkul pelukannya.

Natsu akhirnya berada di sebuah tempat di mana dia dulunya waktu ia menemukan Happy dan waktu itu dia membuat gubuk kecil di mana dia bisa melihat matahari terbenam.

"Ini di mana Natsu? Indah sekali" tanya Erza dengan terkagum-kagum.

"Ini tempat waktu aku dan Lisanna mengerami Happy sewaktu kecil" jawab Natsu.

Erza tau sedikit tentang rahasia lelaki ini biasanya Natsu hanya mengasih tau bahwa dia menemukan tempat yang bagus tapi, tidak pernah menunjukan lokasinya.

Mereka begini beberapa saat, hingga Natsu melepaskan rangkulan Erza dia berdiri di depan wanita itu tampak merogoh sesuatu di kantongnya.

Erza bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi tapi, dia membiarkan lelaki itu untuk melakukan sesuatu yang ia tak tau.

Natsu dengan posisi berjongkok di depan wajah menatap wanita Scarlet ini dengan membuka sebuah kotak kecil yang ternyata berisi sebuah cincin berwarna merah, Erza menutup mulutnya tak percaya.

"Yah, aku sih tak bisa seromantis yang lain" Natsu hanya cengengesan tapi, kembali serius "tapi, maukah kau menikah denganku?"

Erza hanya shock mendengarnya tapi, di lain sisi memang Natsu tipe cowok yang berbelit-belit tapi, selalu spontan dan langsung ke intinya memang, benar tipikal Natsu yang tak mau pusing.

Untuk Erza di tersenyum dan berjongkok dia mendekatkan wajahnya dan menciumnya tepat di bagian mulut itu hanya sesaa tapi, sebagai jawaban atas pernyataan lelaki berambut pink ini.

"Tentu saja, kupikir orang bodoh jika menolaknya" jawab Erza mengelus rambut lelakinya itu.

"Jadi, kita sekarang pasangan sesungguhnya?" tanya Natsu kikuk.

"Tentu saja" Erza memeluk kepala lelaki itu dan membenamkannya dalam dada wanita itu.

Yah, memang inilah yang di cari dia tau sifat lelaki itu meskipun seperti orang bodoh tapi, jika sudah mengenalnya maka kau tau sifat asli sesungguhnya dari Dragonslayer api itu.

Dan terlebih dia sekarang hidupnya dengan senang oke, bagaimana tidak di sekarang mengandung seorang anak padahal, dia sudah di vonis tak memiliki anak. Tapi, Natsu memberi kepercayaan kepada dirinya dan membuatnya selalu tersenyum.

Dan sekarang kebahagiannya kembali bertambah karena, lelaki yang dia sayang sekarang meminangnya dan suatu saat Nanti marga dia juga akan berganti menjadi Dragneel.

"Hei Natsu" panggil Erza.

"Yeah?" Natsu membalasnya

"Aku bermimpi di masa depan! Bahwa aku mempunyai dua anak apa, itu salah?" Erza dengan nada polosnya.

Natsu mengangkat alisnya dia mengerti impian wanita ini, cukup manis sekali baginya tapi, akan sangat memalukan bila di ketahui yang lain. Soalnya yang di kenal banyak orang adalah Titania.

Wanita terkuat dan monster kalau menurut Happy dan di takuti lawan dan bahkan laki-laki pun agak sedikit berkeringat dan takut yah tapi, pengecualian buat , sekarang wanita yang kini memeluknya terdengar feminim.

"Itu wajar, karena kau wanita, ugh! Bahkan Cana pun juga berfikir sama" jawab Natsu dia berusaha menjawab tapi, pelukan Erza yang sangat kuat membuatnya sulit bicara.

"Kurasa kau benar" Erza mempererat elak pelukannya membuat Natsu sulit bernafas.

Tanpa dua pasangan itu sadari ada seseorang wanita berambut putih panjang, yang mengintip interaksi mereka sedari tadi. Wanita itu hanya tertawa kecil dan kemudia kembali pergi.

"Kurasa sebaiknya aku tak menganggu!"

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Welll maaf yah chapter ini cukup pendek kalau menurut saya, dan untuk hanya beberapa stage lagi fic ini mau tamat dan mungkin yah walaupun gak terlalu bagus tapi, berusahalah semaksimal mungkin untuk kedepannya.

Dan berfikir soal setelah fic ini tamat saya mau meneruskan Fic UT dan saya mohon maaf jika ini benar-benar pendek menurut kalian.

Selain itu kondisi kurang tidur jadi, gak fokus buat ide dan berfikir yah hilang begitu saja.

Pm

.

RnR