Nah, author sekarang dan seterusnya(maksudnya apa?) mengucapkan terima kasih ke para pembaca yang tetap setia terus mantau fic yang penuh ke abstrakan ini (emang punya fans?)
Dan ahh iya ini memang menjadi sebuah Chapter di mana ini hanya Epilogue yaitu penutup dari cerita yang saya buat ini yaitu Dragon Mate's yah walaupun gak nyambung juga yahh lupakan saja.
Dan saya kebetulan nemu ide buat fic cerita selanjutnya yang akan saya publish ke depan nanti paling lambat dua minggu lagi, kalau secepatnya hanya seminggu.
Yah, saya ucapkan terima kasih yang masih terus mantau di fic saya, terima kasih juga atas kritik saran dan Flamenya :v (kalau ada sih!)
Nah, segala sesuatu yang saya ucapkan jangan terlalu di ambil pusing, anggap saja becanda yah jika di masukin hati I Am Sorry.
Nah ini hanya Epilogue! So, jika ada yang salah silahkan koreksi di review.
.
...
.
Setelah setahun berlalu semenjak pernikahannya dengan Erza. Natsu kini banyak sekali mengambil banya Guest dan pekerjaan dari Rank A sampai SS Natsu jalani, yah pasalnya saat ini Erza yang hamil tak mungkin bisa melakukan misi yang berat.
Dan kini Natsu berlari dari misi beratnya seluruh tubuhnya berkeringat dan nafasnya tersenggal dia tampaknya tengah terburu-buru dia mendengar kabar dari Gray bahwa Erza saat ini melahirkan.
Jadi, Natsu buru-buru menyelesaikan misinya dengan cepat dia berlari di mana Erza berasal yaitu rumahnya Polyrusica
Brakk!
"Bagaimana keadaannya!" Natsu membuka pintu keras.
"Santai bung! Tahan dulu dan tenanglah!" Gajeel merangkul kawannya ini.
Yang kondisi Natsu lihat saat ini Erza tengah berbaring dengan kedua kaki terbuka, nafasnya terengap-engap dan penuh keringat menahan rasa sakit sementara Polyrusica membantunya.
Natsu tenang langsung berdiri di samping Erza dan memberinya kecupan membuat wanita itu tenang.
"Natsu~! Hah! Hah! Kau hah! Datang!" Erza tampaknya rada sulit bicara.
"Tentu, saja aku ingin melihat anakku" Natsu membalasnya tersenyum.
"Ayo, dorong lagi!"
"Hahhhhhhhhhhhh!"
"Ahhhhhhhhhhh!"
Erza berteriak dan mengerang kesakitan berusaha mendorong bayi yang ada di dalam perutnya dengan susah payah karena, ini pertama kali baginya Natsu, di sampingnya memegang erat tangan istrinya dan memberi Support.
Polyrusica terus memberi interupsi untuk mendorong dan Erza melakukan sebisanya dengan nafas yang sulit.
"AHHHHHHHHHHHHHHHH!".
dorongan nafas panjang Erza mengakhiri ritualnya dia hanya menghelan nafas dan tak lama terdengar suara bayi menangis dan Erza tersenyum mendengar bayinya sehat-sehat saja.
" bayinya tampaknya sehat dan dia perempuan" Polyrusica berjalan ke arah Erza.
"Aku~! Ingin melihat bayiku" Erza memeluk anaknya dia tersenyum dan tak bicara apapun sebentar.
"Woahhh! Dia keren, aku akan melatihnya nanti!" Natsu tampak semangat
"Dia cantik tapi, kuharap tak seseram Erza" ledek Happy dengan wajahnya yang datar.
Dan tak lama kawan-kawan guildnya masuk
"Bagaimana kondisinya?" tanya Mirajane antusias
"Apa jenis kelaminnya?" tanya Lisanna.
"Lalu, akan kau beri nama dia apa?" tanya Gajeel
"Aku terserah Erza saja" Natsu melipat tangannya
Erza berfikir sejenak dengan kata lain nama yang akan di berikan anak ini tapi, dia teringat sesuatu tentang rambut Natsu yang pink.
"Haru"
"Haruno Dragneel"
"Ohh, kupikir itu nama yang indah" puji Levy.
"Yah, itu nama jantan!" teriak Elfman
"Tapi,dia perempuan" Lisanna tertawa kecil.
Dan akhirnya bayi perempuan pun keluar dari Marga Dragneel ini sang bayi hanya tersenyum ketika ibunya memberi nama dan yang nampaknya sebagai tanda setuju
"Selamat datang!"
"Haruno!"
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
-10 tahun kemudian
.
Di sini ke pantai di mana semua anggota guild kini menikmati liburan mereka, yah kata Master Fairy taill sesekali mereka dapat hiburan yang tak membuat anggotanya jenuh.
Tampak kini seorang wanita rambut pendek berwarna pink dengan mata onix coklat yang mengenakan kaus putih pendek dan rok hitam dia sedari tadi menebaskan pedangnya ke udara dengan efek api.
"Haru, kau tau ini liburan tak perlu serius sekali" Happy memperhatikannya agak jauh.
"Tentu,saja paman Happy" jawab Haruno dengan tidur terlentang dan memang benar ini anak Natsu dan Erza.
Sementara Haruno tertidur, dia merasa ada seseorang yang melempar handuk ke wajahnya. Haruno langsung bangun dan melihat lelaki berambut biru dengan mata bulat hitam dan terlebih lagi dia hanya mengenakan boxer.
"Hei, Fuyu!" sapa Haruno.
"Hei, Haru, kau tak perlu seserius begitu" balas Fuyu menggaruk kepalanya.
"Tak apa, ayah bilang berlatihlah selagi muda" Haruno memberikan handuk "terima kasih"
Dan lelaki itu bernama Fuyu Fullbuster anak dari Gray dan Juvia kedua anak itu menoleh ke ayah mereka yang tengah berteriak gak jelas dengan merangkul leher masing-masing.
"Sudah, kubilang Stripper! Singkirkan anakmu itu dia menganggu latihan anakku, dan suruh dia pakai baju dia ketularan mesumnya sama seperti kau!" bentak Natsu.
"Hah? Anakku hanya membantu dan apa salahnya Flame brain?! Dan apa maksudmu itu dengar yah, kuharap anak itu tak sebodoh ayahnya" balas Gray sengit.
"Kau menantangku berkelahi?".
" memang dari dulu, aku seperti ini!"
Tak jauh dari mereka sekumpulan para istri ini hanya tertawa kecil melihat respon suami mereka yang terlihat kekanakan.
"Hadeh! Mereka harusnya memberi contoh yang baik" Levy pokerface.
"Yah, anak-anak terlihat damai sedangkan orang tua mereka" Lisanna tersenyum.
"Bukan Fairy taill namanya jika tanpa keributan" Mirajane tertawa kecil
"Bisakah, kita hentikan mereka?" Juvia terlihat khawatir.
"Tak, apa ini urusanku" Erza berjalan perlahan dengan aura merah
Yah sebenarnya Erza saat ini tengah hamil lagi begitupun Juvia dan Levy dia punya anak perempuan berambut hitam dan Cana yah dia juga punya anak lelaki berambut coklat
Dan untuk Mirajane dia memilih sendiri, dan Lisanna dia masih mencari pria idamannya sendiri yah setelah kelahiran Haruno Elfman mulai melamar Evergreen dan di karuniai anak satu dan mereka sekarang hidup bahagia selamanya.
"Stripper!"
"Flame-brain!"
"Gray! Natsu!"
*Duaghhh *Buaghhh!
"Gahhh!".
.
.
.
.
.
END
.
Hahaha selesai juga dan akhirnya fic ini tamat juga dan oh yah saya berpesan ini mungkin sesuatu yang gak penting.
Tapi, Thank yang udah support saya terus dalam menulis ini buat semuanya dan yah meskipun absurd juga.
Saya memang tak bisa buat fic sepanjang Novel dan juga tak bisa buat Fic seromantis Film Habibie dan Ainun dan juga tak bisa buat Fic segreget film barat.
Tapi, saya buat Fic atas dasar saya sendiri dan pikiran saya sendiri dan yang terpenting tidak menjiplak atau apalah, pokoknya hasil kerja sendiri.
Terima kasih dan sampai jumpa di Fic lainnya dan saya nyatakan tamat
Pm
..RnR
