Disclaimer : Masashi Kishimoto

Autor : Yuukikiraina (hanya meminjan character Naruto)

Genre : Family/Hurt/Comfort

Rated : M (Chap 4 no Lime inside)

Pairing : [Sasori, Gaara, Sakura] [Sasuke, Sakura]

Warning : typo, alur cepat, OC, OOC, dll

Happy Reading…..

"Mama, mama tau kenapa alasan papa mengikuti wajib militer?"

Pertanyaan Gaara sukses membuat wajah Sakura seperti kepiting rebus "Ano, itu…. Itu karena…"

-Fashback-

"Sasuke-senpai ayo kita makan, aku sudah membuatkan onigiri tadi pagi" tawar Gadis bermata Emerald pada sang kekasih. Gadis itu membuka kotak Bentonya lalu memberikannya pada kekasihnya.

"pranggg" suara benda jatuh ke lantai, dan benda yang terjatuh merupakan sebuah kotak nasi yang tadi diberikan Sakura pada Sasuke, namun kotak itu ditepisnya "cih.. aku bosan denganmu" Tanpa menoleh Pemuda yang bernama Sasuke itu pergi meninggalkan Sakura.

Gadis itu memunguti onigiri yang berserakan dilantai sehingga onigiri telah bercanpur debu. Genangan air mata muncul di kelopak mata gadis itu dengan bibir bawah yang digigit kuat hingga memerah. "Senpai— kenapa?" gumamnya dengan suara serak menahan tangisan. Pandangannya mengabur karna air mata yang telah sukses menjadi sungai dipipinya, punggung pemuda itu hilang dari pandangannya dan semakin menjauh.

"Jidat…" Triakan sahabat gadis berkepala merah muda itu terdengar belari menujunya dari arah belakang. Teman blondenya itu tersentak ketika menghampiri sahabat yang dia panggil dengan panggilan Jidat ternyata sedang memunguti onigiri dengan wajah yang telah penuh dengan air mata.

"Sakura kau kenapa?" tanya gadis itu dengan wajah yang masih syok melihat sahabatnya yang menangis. Dengan segera dia menyamakan posisinya dengan ikut berjongkok dan mulai menghapusi air mata sahabatnya dengan ibu jari. Gadis blonde ini langsung memeluk sahabatnya dengan sangat hati-hati seakan sahabatnya akan hancur.

"Ino… hiks.. hiks" Gadis yang di peuk oleh Gadis Blonde yang bernama Ino hanya bisa menyembunyukan wajahnya yang penuh air mata.

"sebenarnya apa yang terjadi Saku? Jangan bilang Si Pantat Ayam itu menyakitimu lagi, aku sudah bosan mendengarnya. Menyerahlah Saku, mau sampai kapan kau akan terus begini ? Jangan jadikan Cinta sebagai alasan untuk bertahan menghadapi lelaki brengsek sepertinya. Kau perlu bahagia Saku, kau gadis yang kuat Saku jangan cengeng seperti ini" wanita bernama ino itu terus menasehatinya dengan membelai halus surai merah muda Sakura.

Sakura yang dinasehatinya hanya mengangguk pasrah dan sesekali terdiam meresapi apa yang kata-kata terlontar dari mulut sahabatnya itu. Tangisannya mereda, dan kembali bertekad untuk tidak cengeng.

"Sakura… kau harus bersegera keruangan Dekan, sebenarnya aku mencarimu karena kau di cari-cari oleh Iruka-Sensei dan sepertinya ada hal penting yang akan disampaikannya padamu." Ino menegakan tubuh sakura yang tadi di peluknya.

"kau serius Ino ? ada masalah apa Iruka-Sensei mencariku ?" Tanya sakura yang heran kenapa Sensei yang menyandang sebagai Ketua Dekan itu sampai memanggilnya, Sakura merasa tidak melakukan kesalahan selama Kuliah di Otogakure University ini.

"mana aku tahu Jidat, sebaiknya kita kesana" Ino menjawab dengan menarik lengan Sakura dengan berlari-lari kecil menuju ruangan dekan.

000

Di sebuah ruangan yang bersuhu cukup sejuk dengan cuaca diluar yang berbanding terbalik dengan suhu didalam ruangan dekan itu. Dua Gadis cantik asal Konoha itu terlihat sedang duduk di sebuah sofa beludru berwarna marun, Mereka hanya terdiam duduk manis menunggu sang Dekan datang menghampiri.

"ah, Haruno Sakura" tiba-tiba suara lelaki paruh baya keluar dari ruangan yang bertuliskan Dekan Room dengan membawa beberapa dokumen ditangannya. Menghampiri kedua gadis itu dan duduk di kursi tepat berhadapan dengan kedua mahasiwinya itu.

"Hai sensei. Mengapa saya dipanggil ? apa saya melakukan kesalahan?" tanyanya sofan dengan sedikit getaran suara yang menyembunyikan ketakutan.

"Begini Haruno Sakura, Otogakure University ini selalu mengadakan transfer Mahasiswa setiap tahunnya, lebih tepatnya mentransfer mahasiswa yang berprestasi untuk kuliah di Sunagakure University tentunya kalian juga tahu untuk jurusan Kedokteran memang Sunagakure University lebih unggul dari Otogakure University. Aku tidak mau berbasa basi lebih lama karena banyak pekerjaan juga yang harus aku selesaikan. Aku hanya ingin menawarkan kau menjadi kandidat untuk Transfer mahasiswa tersebut karena dilihat dari nilai kamu di semester 2 kemarin cukup bagus. Sedikit aku akan menjelaskan bahwa Sunagakure University merupakan universitas terbaik di bidang ilmu kedokteran, dan mahasiswa transferan dari sini langsung di berikan beasiswa sampai lulus termasuk biaya hidup, asrama, bahkan untuk koas sekalipun dibiayai, lebih tepatnya di sponsori oleh Akasuna Family terutama dari Master Chiyo. Mungkin kalian sebagai mahasiswa kedokteran sudah tidak asing mendengar namanya. Semua keputusan ada ditanganmu Haruno Sakura. Hanya itu yang bisa aku sampaikan, dan jika kau berminat isilah berkas-berkas ini. Kalian sekarang bisa kembali keluar." Iruka sensei segera berdiri setelah menyerahkan berkas-berkas kepada sakura, namun sebelum Iruka-sensei memasuki ruangannya "Rumah sakit Konohagakure tebesar Dr. Tsunade Hospital of Konoha, Tsunade Senju merupakan lulusan dari Sunagakure University termasuk Dr. Shizune salah satu senior kalian yang mendapatkan lulusan terbaik Ilmu Kedokteran yang berlanjut mendapatkan Beasiswa penuh untuk melanjutkan Spesialis Dokter adalah lulusan. Semoga kau bisa memilih masa depan yang terbaik Haruno Sakura."

Ino dan Sakura saling menatap, "Saku ayo kita keluar" ajak Ino dengan mengangkat pantatnya dari sofa bludru itu. Mereka berdua meninggalkan ruangan yang sejuk itu.

"Ino menurutmu aku harus bagaimana ? aku harus pergi atau aku tetap disini?" tanya sakura dengan wajah yang sedih.

"Ne, Saku kalau aku jadi kau, aku akan menerima beasiswa atau apalah itu namanya apalagi kuliah di Suna. Sebenarnya itu impianku, tapi apalah dayaku otakku tidak mampu mencapainya." Jawab Ino yang tertunduk lesu karena mengingat betapa bodohnya otak yang ada di kepala blondenya.

"Aku tidak mau berjauhan dengan Sasuke-senpai, aku menyukainya dari sejak aku SMA. Perjuanganku mendapatkannya tidak mudah Ino. Tidak semudah mengerjakan ujian tes masuk Otogakure University. Aku kuliah disini dengan maksud agar aku bisa melihatnya walaupun Sasuke-senpai di Fakultas Teknik." Wajahnya cemberut seakan tak rela pergi meninggalkan Oto.

"ya sudah terserah kau, aku sudah menyampaikan opiniku. Percuma aku bicara sampai mulut berbusa pun. Lebih baik kau bicarakan itu dengan Senpai Sialan itu." nada kesal yang semakin meninggi, Ino memang tidak menyukai Sasuke karena sasuke seorang bad boy.

"Ino… Sasuke-senpai itu baik walaupun terkadang agak sedikit kasar dan sering gonta-ganti pacar. Nyatanya selama 1 tahun ini aku tak pernah ada kata putus." Sakura meyakinkan Ino bahwa Sasuke adalah orang yang baik.

"Baik karna dia ada maunya Saku, kalau dia sudah puas dengan kau pastinya kau akan di buang seperti halnya wanita-wanita jalang itu" Ino bersikukuh dengan pendapatnya mengenai Sasuke.

"Yasudah lah Ino, lebih baik kita pulang ke Apartemen dari pada kita harus rebut seperti ini" sakura yang tahu sipat Ino yang sama keras kepala dengannya dengan terpaksa sakura mengalah karena mengetahui keributan itu takan ada ujungnya.

000

Di suatu Apartemen yang cukup sederhana dengan kamar berukuran panjang 4 meter dan lebar 5 meter yang berada di lantai 5. Kamar yang mempunyai dekorasi feminim dengan nuansa pink sebagai cat dinding dan furniture berwarna coklat muda yang menambah kesan elegant pada ruangan itu. di tengah ruangan terdapat kasur dengan ukuran king size dengan sprai berwarna putih bercorak bunga sakura pink. Diatas kasur tersebut terbaring seorang Gadis berkepala merah muda yang terlihat gelisah memegangi setangkau mawar ditangan kiri dan SmartPhone-nya ditangan kanan, bergerak kesana kemari seperti cacing kepanasan.

Sakura melepas kelopak mawar itu satu persatu sambil bergumam "oto-suna-oto-suna-oto-suna-oto-suna-oto-suna…" sepertinya kelopak mawar habis dengan kata Suna.

"Jadi Suna ya? hah kenapa Sensei Gila itu membuatku pusing, seharusnya tidak menjadikanku kandidat." Sakura prustasi dan mengacak-ngacak rambutnya seperti orang gila.

Sakura yang terlihat sedang mengamuk sendiri di kamarnya tiba-tiba saja terdiam dan melamun. Terlihat raut muka serius, Sakura sedang berpikir keras untuk memilih pilihan terbaiknya.

"kalau aku bilang ke Kaa-san pasti menyuruhku ke Suna. Ah sebaiknya aku menanyakan pada Sasuke-Senpai saja." Idenya muncul dengan memina pendapat orang yang dianggap penting dalam hidupnya.

SmartPhone yang setia digenggamnya sekarang terlihat di mainkan terlihat di layar itu.

From : Sakura Haruno

To : Sasuke Uchiha

Senpai, ada yang mau aku bicarakan. Apa sore ini senpai ada waktu untuk sekedar berbicara. Ini sangat penting. I Love You.

Pesan itu pun kemudian terkirim. Sakura terus memandangi phonselnya. Tanpa menunggu waktu yang lama hanya selang beberapa menit SmartPhone-nya berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari Sasuke Uchiha.

"Hallo, Sasuke Senpai"

"hm, datanglah ke apatermenku, Apartemen Taka nomor 808. Aku merindukan mu dan pakai baju yang terlihat seksi"

"ah Senpai—" belum sempat Sakura melanjutkan kata-katanya telpon diputus dengan sepihak.

Pacaran yang sehat, hubungan yang sehat tanpa bertepuk sebelah tangan mungkin Sakura akan marah jika sang kekasih mematikan telpon secara sepihak seperti itu. Namun disini Sakura hanya pasrah, atau mungkin senang karena di telpon oleh sang kekasih walau pun hanya kurang dari 1 menit. Sakura, hanya Sakura yang mencintai Sasuke.

Gadis merah muda itu tak pernah berani marah, setelah telpon di putuskan secara sepihak bahkan dia bersemangat dan langsung memilih baju yang pas untuk pergi menemui lelaki yang dicintainya itu.

000

"ting…." Bunyi lift berhenti di lantai 8 sebuah apartemen mewah. Dari dalam lift terebut keluar seorang wanita cantik dengan baju dress putih selutut dengan renda di ujungngnya, sangat pas dan indah itulah yang terlihat. Wanita itu terus berjalan melewati lorong dan beberapa pintu. Ketika melewati pintu dia selalu melirik dan melihat nomor pintu yang dia lewati. Tapat di depan pintu 808 Sakura berhenti dengan tersenyum senang lalu dia menekan tombol bell.

"ting tong" bunyi bell memecah keheningan apartemen bernomor 808. Namun tak lama kemudian terdengar suara kunci terbuka dan selang 2 detik knop pintu berputar manampakan Pemuda tampan dengan rambut reven dan mata hitamnya. Topless, pemuda itu tidak memakai baju dan hanya mengenkan celana jeans hitam. Otot-otot lengan, dada bidang dan six pack diperutnya terpangpang jelas dimata perempuan berkepala merah muda itu.

"masuk" pemuda itu menginstruksi wanitanya masuk kedalam ruangan, wanita itu hanya mengekori pemuda di depannya.

Bau alcohol dan asap rokok, ruangan itu bau rokok. Terlihat beberapa botol minuman beralkohol memenuhi meja tamu, botol itu ada bebrapa yang kosong, 1 masih tersisa setengah dan 3 botol masih tertutup rapat. Ruangan itu cukup berantakan. Beberapa pakaian berserakan.

Lelaki itu mengunci tubuh sakura dengan tangannya, menguncinya diantara lelaki tampan itu dan didinding dingin dibelakang tubuh gadis itu. Wanita berkepala merah muda itu mulai merasa tidak enak. "Ano, senpai aku—'' perkataan sang gadis itu terpotong karena Sasuke tiba-tiba menciumnya. "emmmppphhh…." Ciuman yang kasar, yang terasa adalah nafsu. Tanpa menyalurkan perasaan kasih sayang.

Sakura yangkaget dengan tindakan tiba-tiba pemuda itu langsung memberontak dengan mencoba mendorong dada bidang kekasihnya. Namun wanita ditakdirkan lemah dalam tenaga, tentu saja itu akan percuma. Ditambah lagi pemuda tersebut sedang dalam keadaan dikuasai nafsu. Dorongan tangan Sakura mungkin tak berefek samas sekali.

Ciuman semakin kasar, Sasuke yang tak di berikan akses masuk mulai menggigit paksa bibir bawah Sakura sampai cairan darah megalir di bibirnya. Sakura mulai merasa sangat takut dengan perlakuan kekasihnya, yang hanya bisa dia lakukan hanya mencoba mendorong dada pemuda itu untuk lepas darinya.

Ciuman semakin dalam dan kasar, Sasuke menjajal tiap inchi rongga mulut Sakura. Lidahnya seperti mengabsen satu persatu gigi wanita merah muda itu. Sakura mulai menangis, dadanya yang kekurangan oksigen karena ciuman yang kasar masih belum terlepas semakin sesak karena dalam hatinya merasa sakit.

Tangan kekar Sasuke mulai bergerak liar, menyentuh dada Sakura. Namun suara bell apartemennya menghentikan aksinya. Sasuke yang sedang lengah itu di manfaatkan oleh Sakura untuk mengambil nafas sambil mendorong tubuh kekar dihadapannya.

"hiks…. Hiks…" tangisan gadis itu.

Tangisan Sakura di abaikan oleh Sasuke, Sasuke menuju pintu apartemennya untuk melihat siapa yang bertamu.

"Sasuke-kun.." Suara wanita terdengar sangat nyaring di sana. Sakura hanya mengintip di balik dinding pembatas ruang tamu dan pintu.

"wanita" gumamnya dalam isakannya.

Tanpa berkata apa pun Sasuke Langsung menciumnya dengan bringas, bahkan tangan kekarnya tanpa apun meremas payudara si wanita berambut merah.

"emmmph..sa…sa..ahh..ke" desahan wanita itu dalam kendali sasuke. Sakura hanya syok melihat apa yang terjadi di depan mata kepalanya sendiri.

Cukup lama mereka berciuman panas di dekat pintu sampai akhirnya mereka melepas pagutannya karena kekurangan oksigen. Karin wanita berambut merah yang memakai kaca mata itu bernama Karin. Karin melihat Sakura yang sedang terisak.

"Siapa dia Sasuke-kun?" tanya Karin mengintimidasi pada manik kelam milik sasuke. Sedangkan sasuke sambil menjawab acuh dengan tetap meremas payudara Karin.

"oh dia hanya wanita jalang" jawabnya dengan suara datar.

Sakura yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Uchiha Sasuke hanya melotot, kaget dengan kata 'jalang'. Pelupuk matanya semakin memanas, dan dia langsung berlari keluar dengan air mata, terus berlari jauh dari apartemen yang didalamnya terdapat dua sejoli yang mungkin sekarang sedang bercinta.

Sakura menangis sepajang jalan, Taman kota Oto yang ramai seakan sepi dan kelabu. Sakura duduk di salah satu kursi taman itu. Tak jauh dari tempatnya duduk dua orang pemuda sedang berjalan sambil memakan ice cream.

"Hei baka, kau menyenggol ice cream punyaku hingga terjatuh" pemuda berambut kuning itu sedang memarahi pemuda disebelahnya.

"hm, salahmu yang seperti orang idiot yang tak bisa diam barang sedetik pun." Timpal pemuda berambut merah tanpa merasa berdosa sedikit pun.

"ck, kau" gumamnya menahan kesal. Namun sedetik kemudian tangan pemuda berambut merah itu di tepis olehnya. Ice cream yang ditangannya pun terbang.

"pluk…"sebuah ice cream coklat sukses mendarat di kepala merah muda.

Si empunya kepala merah muda terlihat sangat kesal ketika meraba kepalanya yang belepotan oleh ice crem. "arrrggghhhh… siapa yang melempariku dengan ice cream sialan ini ?" Sakura berdiri dan melirik ke kiri dan ke kanan. Terlihat Seorang pemuda tampan berambut merah datang menghampiri Sakura.

"ah, nona maafkan aku. Aku tidak sengaja untuk melemparkan ice cream kepadamu." Pemuda itu dengan gesit membersihkan lelehan ice cream di kepala gadis itu dengan sebuah saputangan berwarna merah. Jarak mereka sangat dekat. Bahkan dari jarak 5 meter pun mereka seperti sedang memadu kasih dengan sang pria sedang membelai rambut sang wanita dengan wajah yang saling berandangan.

Sebersit ide jahil hinggap di kepala pemuda kuning yang tak jauh keberadaanya dari sang pria dan wanita "clik" pemuda itu memotret pasangan yang berada didepannya tanpa di ketahui keduanya.

"Nona maafkan aku" pemuda berambut merah it uterus mengatakan maaf tanpa di jawab oleh Sakura.

Sakura yang hendak memakinya, melirik kearah mata sang pemuda. "Kau—" hardikannya tiba-tiba terputus ketika melihat iris mata sang pemuda.

-Sakura POV-

Matanya bulat, besar dengan bulu matanya lentik.

Mata yang indah, kelopak yang sempurna.

Warna matanya Cokalat, ahh bukan itu merah

Bukan merah dan juga coklat.

Bola mata yang unik namun sangat indah

-Sakura POV End-

"Kau menyebalkan" kata-kata itu sukses keluar dari mulut sakura dan dengan kesal di raih saputangan dari tangan pemuda itu. dengan langkah yang di hentak hentakan ke tanah Sakura pergi meninggalkan pemuda itu.

000

Enam hari telah berlalu semenjak kejadian di apartemen Uchiha Sasuke dan berkat kejadian itu Sakura memutuskan mendaftar untuk transfer Mahasiswa ke Sunagakure University. Kemarin adalah hari pengumuman untuk mahasiswa transfer, dan sakura merupakan satu-satunya mahasiswi yang lolos untuk ke Suna.

Di apartemen sakura, tapatnya dikamarnya telah berserahan pakaian yang siap untuk di pack. Koper besar yang telah terbuka siap menampung baju dan barang-barang sakura. "Ino, ini akhir dari keputusanku. Aku akan mengejar cita-citaku menjadi Dokter hebat seperti bibi Tsunade, ah Tsunade-sensei karena dia juga motivatorku untuk menjadi dokter. Bahkan Kaa-san selalu memuji Sahabatnya itu." Gadis yang di panggil Ino itu hanya diam mendengarkan Sakura bebicara.

"Ino, aku ingin kau melupakan bahwa aku pernah dekat dengan si Uchiha brengsek itu." mata sakura memanas, genangan air mata hampir saja terjatuh andai gadis pirang itu tidak tertawa.

"Hahahaha, kau memang bodoh Jidat. Lelaki sepertinya tak pantas untukmu, percayalah cepat atau lambat kau pasti mendapatkan yang lebih tampan darinya bahkan lebih kaya." Nadanya meremehkan sang Uchiha yang selalu di puja oleh sahabatnya.

"Ino, aku kemarin bertemu lelaki tampan dengan mata indah, namun dia lebih menyebalkan dari Uchiha brengsek itu. Apa aku harus berpacaran dengan orang yang tidak tampan seperti Naruto? Atau bahkan dengan Couji?" sakura menahan tawa ketika menyebut nama naruto dan couji.

"Oh tidak tidak tidak lebih baik aku tak menjadi sahabatmu jika kau nantinya menikah dengan kedua idiot itu." sontak keduanya tertawa.

"ne, Ino ayo berangkat. Semuanya sudah siap. Hmmm aku titip apartemen kesayanganku. Aku pasti merindukan kota Oto dan kamu." Sakura memeluk Ino.

"hmm Aku juga pasti akan merindukanmu. Lain kali akau akan berkunjung ke Suna untuk sekedar belibur denganmu." Balas Ino memeluk Sakura.

"Ayo Ino aku tidak mau terlambat, dan jadwal pesawat ke Suna setengah jam lagi." Sakura dan Ino segera bergegas berangkat.

Hari ini Kota Oto terbilang sangat macet, perjalanan yang biasanya di tempuh 10 menit ternyata hari ini memebutuhkan 45 menit. Sakura terlambat datang ke bandara, dan pesawatnya telah take off dari 15 menit yang lalu.

"Huaaaaa Pesawat Suna sudah terbang Ino" tangisan Sakura membahana di Bandara Oto. "Sunaaa… huaaa Pesawat Suna" Ino yang di peluknya mencoba menutupi wajahnya karena malu akibat sikap sekola yang seperti anak kehilangan mainannya.

Seorang pemuda berwarna rambut kuning, terlihat mirip dengan Ino menghampiri keduanya. Mengahmpiri Sakura yang terus menyebut-nyebut Suna. "Maaf nona apakah anda berdua bermaksud untuk pergi ke Suna?" tanyanya pada kedua wanita yang sedang berpelukan.

"ah, hanya temanku yang akan ke Suna namun kami terlambat datang ke sini. Pesawatnya 15 menit yang lalu sudah terbang" Ino menjelaskan keadaan Sakura. Sakura yang masih menangisa hanya mangut-manggut.

"en gitu, kebetulan aku juga akan ke Suna dan 10 menit lagi pesawat kami akan berangkat. Jika nona mau, nona boleh melakukan perjalanan bersama kami." Tawar lelaki berambut kuning itu.

"Tapi kan pesawat ke Suna sudah terbang" rajuk Sakura.

"ah, kami memakai jet pribadi nona—" Lelaki itu hendak menyebut nama tapi terhenti.

"Aku Ino Yamanaka dan Ini Sakura Haruno" jelas Ino kepada sang pemuda,

"Panggil saja aku Deidara, jika nona Haruno mau ikut kami akan senang hati memberi tumpangan." Deidara tersenyum pada Sakura dan Ino.

"Benar kah?" tanya Sakura dengan penuh harap.

"Tentu nona, temanku akan memberikan tumpangan pesawatnya untuk anda karena dia orang yang sangat baik. Kalau nona mau ayo kita bergegas ke lapangan udara untuk memasukan barang nona ke pesawat." Ajak Deidara pada Sakura.

Mereka menuju pesawat, dan di dekat pesawat tersebut. Sakura sedikit terkejut dengan nama pesawat jet itu "Akasuna Air?" gumamnya namun bisa di dengar oleh orang di sebelahnya termasuk Deidara.

"ah iya pesawat itu milik keluarga Akasuna, nona Haruno silahkan masuk terlebih dahulu. Aku akan masuk bersama temanku." Deidara mendudukan dirinya di tangga pesawat.

"panggil aku Sakura, Deidara-san" kata sakura yang mulai melangkah menaiki tangga pesawat.

"Sakura jaga dirimu baik-baik jangan lupa memberi kabarmu dank au harus bercerita tentang Ilmu yang kau dapat di Sunagakure University." Ino melambaikan tangan pada sakura yang hampir memasuki pesawat. Namun disisi lain Deidara sedikit kaget ketika Ino mengucapkan Sunagakure University.

"Tentu saja pig, aku akan merindukanmu. Jaa" Sakura melambaikan tangan dan masuk kedalam pesawat.

"Deidara-san terimakasih atas bantuanmu yang mau memberi tumpangan kepada temanku. Aku pemisi"

"Cukup panggil aku Deidara, ah jika kau berkunjung ke Sunagakure University sempatkanlah singgah ke Fakultas Seni. Aku kuliah disana." Jawab Deidara.

"Benarkah? Kalau begitu aku titip temanku. Dia masuk di Fakultas Kedokteran sebagai mahasiswa Transferan dari Otogakure University." Ino tersenyum karena ternyata orang di depannya akan sekampus dengan sahabatnya.

Deidara sedikit terkejut ketika mengetahui sakura mahasiswi transferan dari Oto. Dalam hati Deidara "menarik, Sasori pasti menyukainya, tinggal bersama seorang gadis". Deidara tersenyum manis pada Ino "Tentu Ino"

"jaa, Deidara" Ino melambaikan tangan dan mulai menjauh dari pesawat.

Ino berpapasan dengan pemuda tampan yang menuju pesawat di mana Deidara sedang menunggu.

"Oi baka lama sekali kau. Ah ada orang yang menumpang, dia seorang wanita yang ketinggalan pesawat. Aku merasa iba karena tadi dia menangis. Jadi izinkan dia menumpang." Jelas deidara pada pemuda yang baru datang itu.

"hm baiklah" jawabnya datar.

"kau akan menyukainya, percayalah padaku." Deidara menepuk-nepuk pundak lelaki itu seraya berjalan memasuki pesawat.

Ketika lelaki itu medudukan diri di sebrang Sakura, dan Sakura melihat siapa orang yang duduk di sebrangnya. "Kau-"

TBC

Readers maafin yuuki karena chap 4nya agak aneh dengan penuh flashback Saku dan lagi tbc nya nanggung banget. Maaf update telat 1 hari, janjinya update seminggu sekali eh malah telat. Yuuki sedang tidak sehat, Gomene Readers. Mungkin kalau sudah sehat kembali yuuki akan segera update lanjutan flashback saku. Ah chap selanjutnya juga akan penuh flash back tapi sampai tuntas tidak seperti sekarang super nanggung.

Ah buat para Readers selamat Berpuasa di bulan Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang muslim. Hahaha yuuki dari awal ramadhan masih belum puasa ni, sedih karena pencernaan yuuki kambuh lagi. Well dari pada nambah parah jadinya masih belum di izinkan berpuasa.

Dan berhubung bulan puasa, yuuki sengaja menghindarkan Lime pada chapter ini dan chapter 5 juga mungkintidak ada. Tapi Chapter 6 dan 7 sepertinya malah banyak sisipan lime.

Yuuki mau mengucapkan terimakasih banyak buat yang sudah review. Yuuki senang ternyata yang review lumayan banyak hehe, banyak sih menurut yuuki dan itu merupakan kebanggan tersendiri untuk yuuki, menambah mood menulis walaupun seminggu ini yuuki kebayakan tidur. Ahhh emang sangat menyebalkan kalau lagi kurang sehat karena obat berefek ngantuk sepanjang hari.

Buat Chap 5 atau lanjutan Flash back ini masih belum yuuki ketik malah masih asurt banget, kalau ada yang ngasi masukan buat chap selanjutnya yuuki akan pertimbangkan untuk dimasukan ke chap selanjutnya. Jangan lupa di kasih keritik dan masaran atau sekedar ngeluarin unek-uneknya di review ya readers.

Yuuki mau bertanya, dan semoga readers ada yang jawab pertanyaan yuuki

Apakah autor harus memperkenalkan jati diri asli di kehidupan seperti nyatanya dan menceritakan motivasi menulis di akun Fanfiction ini?

Cuma itu pertanyaanyanya dan mohon di jawab.

Saatnya balas Review

PeachEmerald99 : iya sasu disini memang super bajingan, jadi yuuki minta maaf untuk yang SSL ah sebenarnya Snya sasu bisa di ganti jadi sasori kan? Jade Sasori Sakura Lovers hehehe. Pasti Gaara akan membalasnya tapi masih perlu beberapa chapter sebelum ke aksi gaara vs sasuke. Keep waiting ok :)

Arinamour036 : iya update ASAP haha, padahal janjinya seminggu sekali. Sekarang aja telat. Dan mohon maaf waktu itu terlewat untuk balas review Arina-Chan. Yuuki beneran minta maaf banget. Honto honto gomenasai.

Jamurlumutan462 : ah maaf di chap ini tidak ada gaara yang ngegemesin, mungkin chap selanjutnya akan penuh dengan kelucuan gaara-chan. Dan untuk mamanya sarada-chan di IMYP memang Karin, maaf ya. yuuki punya alas an tersendiri jadiin Karin mamanya sarada-chan disini. Dari awal muncul manga naruto gaiden aku udah terlanjur menuduh sarada adalah anak Karin karena style mereka mirip. Maaf…

Guest : ah maaf kalau yuuki lagi-lagi bikin kesel para SSL gara2 sasu di sini dapet peran yang kurang bagus. Sasu akan dapet karma dengan dikerjai gaara ko, tapi mungkin di chapter-chapter selanjutnya karena konfliknya aja masih belum terlalu muncul bahkan belum muncul banget. Sasu emang beneran suka saku ko nantinya, tapi kan gaara ga akan tinggal diam. Hehhe

Rizkyanne : maksih atas pujiannya, keep reading and waiting for update . untuk chapter ini dan 5 maaf gaara masih minim beraksi. Jadi maafin yuuki ya :)

Zarachan : tetep semangat dan tetep lanjut ko zara-chan walau updatenya meleset dari jadwal. Keep reading and waiting :)

Permen Lemon : makasih masih setia untuk membaca fanfic yuuki, maaf ya sasogaasaku masih belum bisa tampil bareng di chap 4 ini dan mungkin chap 5 udah mulai tapi yang beneran banyak itu chap 6. Planning yuuki sih begitu semoga tidak meleset lagi ya. tetap tunggu saja oke :)

Kenji Law : makasih atas punjiannya. Wah kenji kepo banget sampai-sampai kirim PM minta fb dan twitter hehe. Yuuki mau tau komentar reader dulu apakan autor harus membeberkan data dirinya atau tidak perlu, haahhh yuuki agak sedikit keberatan untuk menyampaikan umur dan jati diri. Tapi sedikit bocoran yuuki kalau beberin umur tar ga bisa nulis fic yang rate M dan yuuki itu wanita, nama akunnya aja yuukikiraina "salju yang cantik". Kalau adegan lemonnya mirip sudut pandang cowo mungkin karena manga yang sering yuuki baca ya shonen manga, lebih kecowo dan yuuki sedikit tahu daari anime yang emang genrenya echi atau bahkan hentai, tapi soft hentai hehehe. Ya begitulah dapet imajinasi tentang lemonnya. Salam kenal juga kenji. Keep reading and waiting update

Nindy584 : Ini udah lanjut, semoga masih suka bacanya ya. maaf kalau chap ini kurang seru.

Baka aibara : wah maaf kalau bikin SSL pada kesal, tapi izinkan yuuki tetap gunain chara sasu tetap di posisinya dan rasanya yuuki tidak akan mengganti chara saso jadi jahat di fic IMYP. Yuuki tau ko sampai2 ada yang PM yuuki dank omen tentang sasu yang yuuki jadikan peran orang brengsek di fic ini tapi mau gimana lagi, yuuki Cuma minta maaf ya aibara-chan.

Terimakasih untuk yang sudah review

See You Next Chapter