Troublesome Question: Chapter 2

Disclaimer: © Naruto Shippuden by Masashi Kishimoto

Warning: OOC, Typo, Gaje, Cringe, Pemilihan kata yang tidak bagus, dll

Saya membuat cerita ini karena iseng saja.


Malam hari di Shopping District Konoha

Waktu sudah menunjukkan malam hari ketika Shikamaru melihat adanya sinar bulan yang menerangi sekitarnya. Tidak terasa seharian ini pria berambut nanas itu sudah menghabiskan waktu di sentou Konoha bersama teman-temannya. Mereka berpisah setelah Shikamaru menolak ajakan Naruto untuk makan malam bersama dengan alasan dia tidak ingin membuat ibunya makan malam sendirian di rumahnya, sehingga mau tidak mau Naruto tidak memaksa Shikamaru untuk menerima ajakkannya.

Shikamaru yang berjalan sendirian di shopping district Konoha tiba-tiba merasa ada sosok seorang wanita yang ia kenal. Wanita berambut pirang yang dikuncir dua serta membawa sebuah kipas besar di belakangnya. Siapa lagi kalau bukan Sabaku no Temari, wanita dari desa Sunagakure sekaligus kekasihnya.

"Temari? Kenapa kau ada di Konoha?" Shikamaru masih bingung dengan munculnya sesosok wanita yang sangat ia kenali di depannya.

"Aku sudah berada di Konoha sejak siang tadi karena ada misi dari Gaara untuk disampaikan kepada Hokage-sama" Wanita berkuncir dua itu menjelaskan alasan mengapa dirinya berada di Konoha.

Shikamaru yang mendengarkan alasan Temari barusan hanya dapat menghela napas. Batinnya serasa ingin protes karena kemunculan wanita itu secara tiba-tiba tanpa kabar sebelumnya.

"Kenapa kau tidak bilang kalau kau akan berkunjung ke Konoha…"

"Bukannya aku tidak bilang, aku menyangka kau akan jadi pengawalku selama di Konoha hari ini, jadi aku tidak perlu bilang pun pasti kau akan tahu dengan sendirinya. Tetapi karena hari ini aku mendapatkan pengawal yang lain dan aku juga terlalu sibuk dengan urusanku bersama Hokage-sama, aku sampai tidak ada waktu untuk memberi tahumu."

Shikamaru tidak heran kalau hari ini yang jadi pengawal Temari bukanlah dirinya, karena dari pagi hingga sore tadi dia ada urusan dengan Sakura yang menyuruhnya untuk mencarikan tanduk rusa dari hutan milik clan Nara untuk dijadikan sebagai obat-obatan. Shikamaru bingung, jika memang Temari didamping oleh seseorang, tetapi mengapa sekarang wanita di depannya itu hanya berjalan sendirian? "Lalu sekarang kemana pengawalmu itu?"

"Aku sudah bilang kepadanya bahwa urusanku sudah selesai di Konoha, jadi dia tidak perlu mengawaliku."

Lagi-lagi Shikamaru menghela napasnya lagi karena mendengar perkataan wanita berkuncir dua di depannya. Dia tidak menyangka kalau Temari akan melakukan hal seperti itu kepada pengawalnya. "Ya ampun… ini sudah malam, dan wanita tidak boleh berjalan sendirian malam-malam begini. Dan juga kamu itu orang asing disini. Kalau ada orang jahat yang menghampirimu kan bisa jadi merepotkan"

"Shikamaru, kau tahu kan kalau aku bukan wanita lemah." Bantah Temari dengan suara pelan tetapi terlihat seperti tidak suka diremehkan oleh lawan bicaranya.

"Kau memang kunoichi tersadis yang pernah aku kenal, tapi kau tetaplah seorang wanita. Sebenarnya bukan itu maksud aku, ada hal lain yang aku pikirkan darimu." Tegas shikamaru kepada Temari.

Temari bingung dengan perkataan Shikamaru. "Hah? Tidak biasanya kau seperti ini."

"Lebih baik kita bicarakannya di suatu tempat. Tidak di jalan seperti ini."

Shikamaru berpikir sejenak untuk menentukan tempat yang baik untuk membicarakan hal yang ada di pikirannya terhadap Temari. "Bagaimana kalau kita ke rumahku saja? Lagi pula waktu sudah menunjukkan jam makan malam. Aku rasa ibuku tidak keberatan jika kau datang untuk makan malam bersama di rumahku."

Temari terkejut dengan ajakan Shikamaru sehingga membuat sedikit terlihat rona merah di wajahnya. "Kau bercanda? Ibumu pasti akan terkejut melihat putranya membawa seorang wanita ke rumahnya secara tiba-tiba ini."

"Kau terlalu berlebihan. Ibuku memang pasti akan terkejut jika aku mengajak seorang wanita ke rumahnya. Tapi di satu sisi aku juga tidak bisa membiarkan ibuku terlalu lama menunggu putranya untuk makan malam."

"Aku baru tahu, Nara Shikamaru seorang pria yang selalu mengeluh soal wanita ternyata sangat perhatian kepada ibunya." Temari tersenyum dan berkata usil kepada pria di hadapannya.

"Kau berisik sekali… dasar wanita merepotkan." Kali ini wajah Shikamaru yang terlihat merona merah karena mendengarkan perkataan usil Temari dan melihat senyuman usilnya.

"Baiklah, aku terima ajakkanmu."

Akhirnya Temari menerima ajakkan dari Shikamaru untuk berkunjung ke rumahnya. Ini pertama kalinya Shikamaru mengajaknya untuk berkunjung ke kediamannya. Putri dari clan Kazekage ini hanya pernah bertemu dengan ayahnya Shikamaru saja sehingga dia penasaran dengan sosok ibu dari kekasihnya seperti apa. Mereka berjalan saling berdampingan satu sama lain dan berbicara soal pekerjaan mereka.


Kediaman Keluarga Nara

Tak lama setelah berjalan, akhirnya sampai juga di kediaman Shikamaru. Rumahnya sangat sederhana jika dilihat dari luar. Bangunan rumah yang sangat tradisional dengan pintu geser sebagai pintu masuknya dan terlihat sangat berbeda dari rumah-rumah yang biasa Temari lihat di Konoha. Shikamaru dengan pelan menggeser pintu masuk rumahnya dan baru saja ia ingin mengucapkan salam, tiba-tiba ibunya sudah berjalan menujunya dengan raut wajah seperti ingin mengomelinya.

"Kau lama sekali, Shikamaru… ibu sudah memasak makan—" Wanita berambut hitam panjang yang awalnya datang ingin mengomeli putranya tiba-tiba terkejut ketika melihat seorang wanita cantik berambut pirang berkuncir dua yang berada di belakang putra semata wayangnya.

"Tadaima, Ibu. Hari ini aku membawa seorang temanku. Perkenalkan, dia adalah Temari. Kakak perempuan dari Kazekage Gaara." Shikamaru memperkenalkan Temari kepada ibunya.

'jadi ini ibunya Shikamaru.'

"Maaf datang berkunjung secara tiba-tiba, bibi." Temari membungkukkan badannya untuk mengucapkan salam kepada ibunya Shikamaru.

"Ah, tidak apa-apa hehehe. Saya adalah ibunya Shikamaru, Nara Yoshino. Senang berkenalan denganmu Temari-san." Setelah Yoshino berkenalan dengan teman wanita yang diajak Shikamaru ke rumahnya, Yoshino langsung menatap kearah putranya.

"Shikamaru, bisa kita bicara sebentar?" Ibu Shikamaru memberikan isyarat dari matanya kepada putra semata wayangnya yang seakan-akan memberikan isyarat agar putranya mengikuti dia berjalan menuju dapur.


Dapur Rumah Shikamaru

"Ada apa bu?" Dengan santainya, Shikamaru bertanya kepada ibunya tentang apa yang ingin ia katakana kepadanya

Tanpa basa-basi dan berkacak pinggang, Ibunda Shikamaru langsung mengomeli putranya. "Shikamaru! Kenapa kau tidak bilang sebelumnya jika akan membawa teman wanitamu ke sini? Dan juga, dia itu kakak dari seorang Kazekage. Setidaknya kalau kau bilang terlebih dahulu, ibu bisa menyiapkan makanan yang lebih enak dan merapihkan rumah terlebih dahulu."

'Bagaimana tidak panik jika rumah tiba-tiba kedatangan seorang tamu yang merupakan tamu dari golongan terhormat?' Saat ini yang ada di pikiran Yoshino hanya apa yang harus dia siapkan untuk jamuan tamu terhormatnya itu.

Meskipun benar Temari adalah putri dari keluarga Kazekage bukan berarti dia harus di-specialkan. Shikamaru selalu menganggap Temari adalah wanita normal pada umumnya karena dia sudah terlalu lama mengenal Temari dari sisi terbaik hingga sisi terburuknya sampai dia sendiri hampir lupa kalau Temari adalah putri dari keluarga yang terhormat. Dia merasa ibunya sangat berlebihan terhadap kedatangan Temari ke rumahnya hanya karena status Temari yang merupakan keluarga dari clan Kazekage. "Ibu tidak perlu khawatir. Temari datang kemari hanya untuk berurusan denganku. Bukan untuk makan malam bersama kita."

"Shikamaru, ngomong-ngomong dia itu kekasihmu bukan? Ibu sudah tahu dari Ino kalau kamu sekarang sudah memiliki kekasih bernama Temari. Tetapi ibu tidak menyangka kalau Temari adalah kakak perempuan dari Kazekage-sama." Dengan sigap, Yoshino langsung menanyakan hubungan putranya dengan wanita yang dia ajak ke rumahnya hari ini.

Shikamaru tidak menduga bahwa rumor soal hubungannya dengan Temari sudah tersebar begitu saja sampai ibunya sendiri mengetahuinya. Pertanyaan ibunya barusan sukses membuat dirinya salting sampai-sampai terlihat rona merah di pipinya.

'cih dasar Ino. Aku bahkan berencana nanti saja memberi tahunya jika sudah tepat waktunya.'

"Ya…bisa dibilang seperti itu." Shikamaru hanya menjawab singkat sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Kalau begitu ibu akan pergi ke luar sebentar untuk membelikan makanan ringan untuk kalian. Untung saja kali ini ibu masak lumayan banyak." Setelah menentukan apa yang akan dilakukannya, Yoshino akhirnya meninggalkan Shikamaru di dapur untuk menemui kembali Temari yang sedang sendirian menunggu mereka berdua di dekat pintu masuk.

"Oi Ibu, tidak usah repot-repot. Temari hanya sebentar saja kok disini." Ternyata perkataan Shikamaru sia-sia, ibunya sudah pergi meninggalkannya sendirian di dapur.


Pintu Masuk Rumah Shikamaru

Temari hanya berdiri menunggu selesainya pembicaraan antara Shikamaru dan ibunya. Dia berharap kedatangannya bukanlah sebagai akibat dari pembicaraan antara mereka berdua. Sudah hampir sepuluh menit dia menunggu di dekat pintu masuk rumah Shikamaru dan akhirnya Temari melihat kemunculan kembali Yoshino dalam keadaan tersenyum dan sudah berganti pakaian seperti ingin pergi ke suatu tempat.

"Maafkan kami yah Temari-san, kami barusan hanya berbicara sebentar hehe. Kalian boleh makan malam duluan, ibu sudah menyiapkan semuanya di meja makan. Saya pergi keluar dulu sebentar yah."

"Baiklah, Bibi. Hati-hati di jalan." Temari hanya tersenyum dan melambaikan tangan kanannya kepada Yoshino.

"Dasar, ibu. Aku sudah bilang tidak perlu repot-repot."

Temari heran kenapa Ibunda Shikamaru dengan tergesa-gesa pergi keluar begitu saja meninggalkan mereka berdua di rumah Shikamaru "Memangnya ibumu ingin pergi kemana?"

"Sudahlah dia hanya pergi sebentar kok. Oh iya ibuku tadi bilang kan kalau kita boleh makan malam bersama duluan." Shikamaru sengaja hanya mengalihkan jawaban dari pertanyaan Temari. Karena jika dia menjawab jawabaan sebenarnya, Temari pasti akan merasa tidak enak karena ibunya jadi dibuat repot-repot keluar rumah untuk membelikan makanan sebagai jamuan untuk tamunya.

"Kita lebih baik menunggu kepulangan ibumu. Aku tidak keberatan jika menunggu ibumu hingga tiba kembali di rumah. Sepertinya akan sangat menyenangkan jika kita makan malam bersama. Aku sangat rindu sekali dengan suasana makan malam bersama seorang ibu. Kau tahu kan, kalau aku sejak umur 3 tahun sudah tidak memiliki ibu." Shikamaru hanya tersenyum dengan ungkapan Temari barusan. Dia tidak menyangka bahwa Temari tidak keberatan jika dia makan bersama dengan ibunya.

'mungkin dengan begini akan membuat mereka lebih dekat dan saling mengenal. Yah tidak ada salahnya jika aku menuruti keinginan Temari'

"Baiklah apa boleh buat." Shikamaru langsung menggenggam telapak tangan kanan Temari sebagai memberikan tanda bahwa Temari harus mengikutinya.

"Kalau begitu kita ke ruang tamu saja. Sekalian aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu." Temari yang menerima tindakan Shikamaru yang tiba-tiba itu hanya terkejut dan tidak mengatakan apa-apa dan akhirnya menuruti ajakan Shikamaru.

-BERSAMBUNG-


Hello~ Jumpa lagi dengan fanfic karya saya yang sangat Gaje ini.

Terima kasih atas dukungan dan reviewnya ^^

Dan terima kasih juga sudah baca fanfic ini sampai selesai :D

Akhirnya saya update chapter 2nya.

Mohon maaf sepertinya saya agak kelamaan untuk update dan chapter 2 ini pendek sekali :(

Dan juga mohon maaf banget kayaknya semua character OOC disini T_T

Ternyata saya harus membuat cerita ini menjadi beberapa chapter karena beberapa alasan.

Jika berkenan, tolong direview atau berikan saran yah agar saya bisa terus berkembang dalam membuat cerita ShikaTema

Regards,

Ninopyon