Disclaimer : Masashi Kishimoto
Autor : Yuukikiraina (hanya meminjam character Naruto)
Genre : Family/Hurt/Comfort
Rated : M (Cahp 6 no lime)
Pairing : [Sasori, Gaara, Sakura] [Sasuke, Sakura]
Warning : typo, alur cepat,AU OC, OOC, RnR, dll
Happy Reading…..
Matahari masih bersembunyi di ufuk timur, dunia ini masih gelap tanpa sinarnya. Penghuni rumah sederhana dengan papan nama Akasuna pun masih terlelap dalam mimpi indahnya. Sakura dan Gaara masih tertidur di atas kasur empuk mereka, Sakura memeluk Gaara tangannya sangat prosesif akan penjagaan kalau-kalau sang putra tersayangnya terbangun dan berkeliaran di malam hari.
TING TONG … TING TONG …
Suara bell rumah menggema di dalam rumah Akasuna yang masih sepi, Suara bell itu cukup bisa membangunkan Sakura yang sedang bermimpi indah.
"enghhh, masih terlalu pagi" gumamnya melihat jam menunjukan jam empat pagi "Siapa yang bertamu sepagi ini?" Dia mulai beranjak dari kasurnya dan mengikat rambutnya yang cukup berantakan.
Tidak sampai menunggu lima menit pintu pun terbuka oleh Sakura yang masih mengantuk.
BRUK
Sakura yang masih merasa mengantuk pun cukup di buatnya kaget, seseorang langsung memeluknya begitu cepat. "Tadaima" bisik pada telinga Sakura. Suara yang sangat ia kenali, ia tersenyum merasakan pelukan rindu suami yang selalu mengisi hatinya itu.
"Okaeri Saso-Kun" Sakura membalas pelukan suami tercintanya. Ia merasakan hangat nafas suaminya di telinga dan sekitar leher, Sasori membelai leher Sakura dengan hembusan nafasnya. Begitu hangat itulah yang dirasakan kulit Sakura. Sasori masih menikmati aroma tubuh istrinya pada leher jenjangnya, memberikan ciuman dan sedikikit memberi tanda kepemilikan di sekitar leher jenjang istrinya.
"engh… Saso-Kun" Sakura mulai mendesah akibat perbuatan suaminya. Sakura mendorong tubuh suaminya, namun usahanya sia-sia. Tangan kiri Sasori mulai menjelajah tubuh Sakura dari punggung hingga mendarat di buah dada Sakura, ia memijat pelan payudaya Sakura sambil terus memciumi leher sakura menghirup dalam-dalam aroma tubuh Sakura.
"Apa kau mau melakukannya dengan pintu rumah yang terbuka?" dengus Sakura ditengah kegiatan Sasori. Sasori mengangkat kepalanya lalu menyeringai, sebuah seringai yang menakutkan bagi Sakura. Tanpa meminta persetujuan, Sasori melumat bibir Sakura, lumatan yang penuh nafsu namun lumatan itu begitu lembut yang dapat memabukan. Sasori bukanlah sosok pria yang kasar dalam memperlakukan wanita, sekalipun dalam keadaan nafsu yang memuncak dia masih bersikap lembut pada pasangannya. Sakura sangat menyukai perlakuan Sasori yang selalu lembut terhadapnya.
Sasori melepaskan pagutannya dan juga melepaskan pelukannya, ia berbalik kebelakang untuk mengambil koper yang masih setia di depan pintu. "Honey, jagoanku masih tertidur?" Sasori menanyakan anak semata wayangnya dengan mencoba menutup pintu rumah dan mulai mengekori istrinya yang mulai menaiki tangga menuju kamar pribadi mereka.
"Tentu saja Gaara-Chan masih tertidur, ah Gaara-Chan pasti akan senang sekali pas ia terbangun papa-nya sudah tiba di rumah" Sakura menoleh kebelakang dengan tangan memutar kenop pintu kamar mereka. Mata Sasori berbinar melihat sang jagoan berada di ranjang di tengah kamarnya. Terlihat putra semata wayangnya tertidur dengan selimut menutupi tubuhnya samapai dada. Wajah putranya begitu tenang dan polos seperti malaikat kecil yang turun ke bumi.
"Jagoanku…" Saat Sasori ingin belari secepatnya ke atas kasur untuk memeluk erat sang jagoan, lengan Sasori di tahan lengan istrinya. Sasori melirik istrinya, meminta izin untuk menyongsong sang jagoan yang tertidur di ranjang itu.
"Jangan membuatnya terbangun, ini masih terlalu pagi Saso-Kun" Sakura memperingatkan Sasori.
Sasori tersenyum lebar memamerkan deretan gigi putih nan rapih itu, matanyapun ikut menyipit. "Tentusaja Honey" Mencium kening lebar sang istri.
Sakura tersenyum mendapat perlakuan manis dari suami-nya "buka dulu pakaianmu, masih terlalu pagi jadi masih banyak waktu untuk tidur" Sakura mencoba membukanya stelan kantor yang masih melekat di badan Sasori.
"eh? Kau terangsang Honey?" mata Sasori melebar ketika mendengar Sakura memintanya membuka pakaian. Dahinya di satukan dengan dahi sang istri "Kau horny? Sampai-sampai memintaku langsung membuka pakaian, hm?" tanyanya lagi. Sasori mulai mendekatkan bibirnya, saat 1 centimeter lagi hampir berhasil mencium bibir manis Sakura. PLETAK bunyi pukulan lebih tepatnya jitakan di kepala Sasori.
"Mesum… Maksudku kau ganti dengan piama agar lebih nyaman dibandingkan kau tertidur dengan stelan kantor" Sakura lalu menjewer telinga Sasori sedangkan Sasori hanya bisa mengaduh kesakitan sambil diseret Sakura menuju lemari baju untuk mengambil piama tidur Sasori.
Setelah selesai memakai piama tidur Sasori segera menyusul Sakura yang mulai menaiki tempat tidur. Sasori memeluk jagoannya yang masih terlelap di dunia mimpi.
000
Disebuah kamar besar yang teramat mewah, sebuah kamar di kediaman Uchiha. Seorang lelaki berambut reven berwarna hitam dengan kulit putih pucat. Lelaki itu masih bergumul dengan selimutnya ketika matahari telah mulai mengusik matanya. Matahari yang menilaukan matanya itu membuatnya mengerjapkan mata. Ia terbanguan, matanya sekarang telah terbuka yang menampilkan mata hitam segelap malam tanpa bulan dan bintang.
TOK TOK TOK
Suara pintu kamar itu di ketuk seseorang dari luar kamarnya. "Sasuke-Sama, apakah anda sudah bangun?" Suara maid kepercayaan Sasuke bernama Suigetsu.
Sasuke yang mendengar itu langsung duduk bersandar di kepala ranjangnya. "Masuk.." perintahnya dengan suara baritone yang masih serak karena baru bangun tidur.
Seorang pria berambut putih ke unguan dengan gigi runcing muncul di balik pintu kamar Sasuke. "Sasuke-Sama, anda di tunggu oleh Fungaku-Sama di ruang kerjanya sekarang" Maid itu menyampaikan pesannya dari ayah Sasuke.
"Hm, aku akan segera kesana" jawab Sasuke. Maid itu pun pergi meninggalkan kamar Sasuke.
000
Seorang anak kecil yang masih tertidur dengan wajah yang menggemaskan dengan rambut merahnya mulai terusik matahari yang memasuki kamarnya karena ibunya membuka gordeng jendela kamarnya. Mencari perlindungan dari matahari yang menyilaukan matanya, mata yang masih terpejam itu membuat badannya berbalik sekaligus mencari kenyamanan dan kehangatan di dada ibunya yang ia rasa masih memeluknya. Namun dada yang lembut itu tak kunjung ia dapatkan. Hangat namun tak begitu lebut seperti dada ibunya. Tak selembut dada Sakura. Merasa aneh anak kecil itu mulai merayapi lengan yang memeluk tubuhnya. Lengan dengan kulit halus ibunya terasa lebih besar.
'Seperti papa!' pikir sang bocah bearambut merah dengan wajah menggemaskan dengan mata yang masih terpejam.
Mata Gaara terbelak dan ia langsung mendongkarak kepalanya untuk memastikan siapa yang tengah memeluknya.
"Papa…." Gaara bertriak dan langsung memeluk Sasori.
Sasori yang terusik tidurnya karena triakan dan pelukan sang anak pun mulai membuka mata dan membalas pelukan Gaara. "Ohayou jagoan papa"
Sakura terkikik geli melihat adegan anak dan ayah di depannya yang begitu lucu. Ia mulai melangkahkan kakinya menuju keluar kamar tidak mau mengganggu acara melepas rindu ayah dan anak itu.
Sasori melirik istrinya yang berjalan menuju pintu kamarnya. "Ohayou Honey!" Sakura yang merasa di sapa pun menoleh.
"Ohayou" Senyum manisnya mengembang di pipi poslen Sakura. "Mama tunggu kalian di ruang makan untuk segera sarapan" Sakura pun keluar dari kamar.
Sasori tanpa menunggu waktu lagi langsung turun dari tempat tidur dengan menggendong Gaara di pundaknya, Sesekali Gaara merentangkan tubuhnya ketika Sasori menaikan tubuh Gaara ke udara menyerupai pesawat yang di mainkan oleh tangan Sasori. Gelak tawa mereka menggema di seisi rumah sederhana keluarga kecil Akasuna itu.
"Pesawat tempur dengan pilot Akasuna Gaara akan segera lending di Lapangan Meja Makan untuk mengisi bahan bakar" Gaara mengoceh ketika dia atas udara menuju ruang makan.
"Sasori-taicou tolong suruh Maid pengisi bahan bakar yang berambut pink jelek dan cerewet itu menyingkirkan bahan bakar pesawat tempur pilot Gaara ini dari bahan bakar berwarna hijau yang menjijikan itu" Ocehan anak kecil itu ketika melihat meja makan terdapat beberapa makanan yang berbahan sayuran hijau.
Sakura membelakan matanya ketika mendengar ocehan sang anak. "Siapa yang kau sebut maid berambut pink jelek dan cerewet itu Gaara-Chan?" dengan penuh penekanan kalimat itu keluar dari ibunya.
Gaara sebagai tertuduh pun hanya mengejap-ngejapkan matanya dengan mulut menganga. "Taicou turunkan Gaara" pintanya pada sang ayah yang langsung di turunkan. "Mama… Pilot Gaara ini tidak suka di isi dengan yang hijau itu, Gaara Cuma butuh atvur putih dan rocket itu" Gaara berontak pada Sakura dengan menunjuk segelas susu dan sosis goreng makanan yang hanya ingin di makan olehnya.
"Anak kecil seperti Gaara-Chan butuh asupan sayur untuk tumbuh, Kalau Gaara-Chan terus jadi anak kecil kapan jadi pilot sungguhannya, nah biar Gaara-Chan cepat tumbuh jadi besar Gaara-Chan harus makan sayuran" bujuk Sakura sangat halus, berusaha tidak terpancing emosi. Sakura mulai menuangkan Sayuran pada piring sarapan Gaara.
"Mama itu dokter tapi mama bodoh!" Gaara langsung menyendok sayuran yang di tuangkan di piringnya ke piring ibunya, piring Sakura. "Bukan sayuran tapi Susu, tumbuh itu menggunakan Kalsium. Gaara malu punya mama dokter tapi bodoh" matanya menatap tajam pada Emerald, Jade dan Emerald mereka saling menatap tajam.
'Bodoh? Malu? Aku Bodoh dan memalukan? Cih anak ini tidak tahu apa aku salah satu mahasiswa kebanggaan Eyangnya, Master Chiyo' Sakura geram dengan ocehan dari anaknya. Sakura menatap tajam anaknya lalumenatap lebih tajam suaminya.
Sasori yang tetap diam dan menikamati sarapannya tidak memperdulikan petengkaran istri dan anak itu kini telah membelakan matanya ketika di tatap setajam pedang oleh sang istri.
"Sasori-Kun ini semua salahmu, Gaara mewarisi sifat cerewet sepertimu!" Sakura mengacak-ngacak rambutnya prustasi karena pikirnya Gaara memiliki sifat cerewet dari Sasori.
Sasori yang merasa tuduhan Sakura itu salah, karena ia tidaklah cerewet. Sasori menatap lembut Gaara yang sudah memulai sarapan, tentunya sarapan dengan makan sosis goreng. "Gaara-Chan diantara papa dan mama siapa yang paling cerewet dan brisik?" tanyanya pada sang anak.
Gaara yang sudah hampir selesai sarapan pun menjawab "Papa" Gaara melirik Sasori yang terkejut dengan jawaban Gaara dan melirik Sakura dengan senyuman kemenangan.
"Kau dengar kan Sasori-Kun? Anakmu sendiri saja mengakui betapa cerewetnya dirimu" Sakura melipat tangan di dada dan tersenyum meremehkan pada Sasori.
Sasori mulai terpancing emosi, bagaimana tidak terpancing emosi. Anaknya sungguh keterlaluan Sasori yang tidak cerewet itu di cap seorang ayah ayang cerewet. "Kau tidak sadar diri ,eh? Gaara-Chan selalu mewarisi sifat jelek dari ibunya sedangkan ketampanan, kejeniusan, dan Lucu dari ayahnya, Akasuna Sasori" Menyeringai menantang Sakura. "Sifat manja dan cerewet itu berasal dari kau sebagai ibunya, Akasuna Sakura"
Sakura geram. Sakura memandang sengit Hazel milik Sasori. "Kau – " kata-kata Sakura terpotong ketika sebuah suara aneh terdengar di ruangan itu.
EUUUGR
Suara sendawa sang anak yang menandakan telah kenyang, tanpa rasa bersalah sang anak meminum susunya hingga tandas. Emerald dan Hazel, keduanya menatap sang buah hati. Sedangkan yang di tatap turun dari kursi meja makan tanpa wajah rasa bersalah, anak itu mulai berjalan meninggalkan meja makan namun sesampainya di perbatasan ruang makan dan ruang televisi anak itu menoleh. "Orang Dewasa tapi tidak Dewasa. Sungguh kekanak-kanakan, Kalian berdua lebih kekanak-kanakan dibanding anak kalian yang masih balita ini. Sungguh memalukan" Gaara menghela nafas "Mama tidak sadar diri dan malah mengatai Papa Cerewet dan Papa selalu terpancing emosi harusnya papa menjadi penengah di antara pertikaian Gaara dan Mama, Seharusnya papa menasihati mama agar tidak memaksakan kehendaknya yang Bodoh itu makan sayuran agar bisa tumbuh"
Sakura dan Sasori saling menatap. Mereka berdua dengan serempak "Semua ini gara-gara ulahmu Gaara-Chan…." Gaara yang merupakan penyebab kericuhan di kediaman Akasuna ini telah lari sekencang-kencangnya menghindari kejaran kedua orang tuanya.
000
Di sebuah ruang kerja, Uchiha Fungaku tengah memarahi anak bungsunya.
"Anak bodoh, cih Mikoto hanya melahirkan anak Bodoh seperti dirimu, melahirkan seorang jenius tapi menjadi penghianat seperti kakakmu, Bodoh" Fungaku marah kepada Sasuke. Ia melemparkan 3 business magazine kepada muka Sasuke. "Liat majalah itu Brengsek!"
Sasuke yang di perintahkan membuka majalah itu segera menurutinya, matanya terbelak ketika membaca Headline majalah itu. The Most Best Company is Akasuna Family Company, lalu majalah yang lainnya juga di buka menampilkan 10 urutan Perusahaan terkaya di dunia
1 Akasuna Family Company
2 Uchiha Corporation
3 Hyuuga Company
4 Namikaze Group
5 S Ai S
6 Ootsuki Company
7 Nara Group
8 Haruno Corporation
9 Inuzuka Group
10 Yamanaka Multi Group
Sasuke membuka kembali majalah yang ke 3 Headline nya tidak kalah membuat matanya membelak sempurna. S Ai S Perusahaan baru yang siap menggeser Uchiha Corp di bidang Property , Hotel and Resort. Dan dia membaca isi artikel itu menemukan Itachi, kakak kandung Sasuke menanamkan Sahamnya di perusahaan itu.
"Tou-San tenang lah aku akan mengalahkan Akasuna itu, bahkan perusahaannya akan menjadi milik kita seutuhnya. Aku akan membuat pewaris Akasuna bertekuk lutut padaku." Sasuke menyeringai 'Nona Akasuna itu adalah wanita yang tergila-gila oleh pesonaku, pasti dengan mudah menghancurkannya. Sekali dayung 2 atau 10 pulau terlewati'
"Jika kau anakku kau pasti mampu mengambil alih posisi pertama dan menghancurkan perusahaan baru S Ai S itu" Pandangan mata Fungaku sarat akan perintah yang mutlak.
"Tentu saja Tou-San, bahkan Itachi yang berani menanamkan sahamnya di sana akan ikut jatuh miskin" seringai mulai muncul di wajah tampan itu.
"Lakukan bukan hanya Omong kosong belaka Bodoh!"
"Siapa pemilik S Ai S itu Tou-San?" tanyanya penasaran karena di beberapa artikel di majalah tidak menuliskan pemilik perusahaan itu, setiap kali peresmian Hotel maupun resort perusahaan itu menggunakan wakil CEO-nya.
"Tidak ada yang tahu, bahkan perusahaannya pun merahasiakannya, lambing perusahaannya juga sedikit aneh hanya kelopak Sakura berwarna pink dengan tulisan Ai menyerupai Kalajengking ditengahnya. Perusahaan yang cukup misterius. Prusahaan itu juga mendirikan berbagai sarana umum sehingga para penanam saham lebih simpatik, perusahaan yang sungguh picik" Fungaku membeberkan informasi yang ia tahu dan dapatkan dari orang-orang terpecaya.
"Tenang saja, Uchiha adalah Harimau buas yang akan mencabik-cabik mangsanya hingga tak berdaya!" Putra bungsu keluarga itu menyeringai namun terlihat mengerikan.
TBC
Chap 6 pendek banget? Sengaja ini pegantar konflik untuk chapter selanjutnya. Sesi humornya mungkin cukup berakhir di chapter 8 atau bahkan chapter 7 sudah memasuki sesi Hurt/Agst. Biar readers penasaran juga hehehe
Yuuki mau mengucapkan banyak terimakasih dan sekaligus minta maaf karena updatenya lama banget. Terimakasih readers yang masih setia baca fanfic tulisan yuuki. Mau marah (?) YUUKI KEMANA AJA BARU UPDATE IMYP? Jawabannya adalah Yuuki di minggu pertengahan ramadhan itu sakit lumayan panjang sampai lebaran pun yuuki cuma silaturahmi sama suster dan dokter. 3 hari setelah lebaran baru pulang kerumah dan masih ga bisa ngapa2in. YUUKI MATI AJA DEH SAKIT MELULU(?) Yuuki belum mau mati, masih punya tanggungan cita-cita yang belum tercapai. BTW Mohon maaf lahir batin ya readers.
Setelah sembuh total yuuki kemana ? jawabannya Yuuki sibuk jadi panitia MOS dedek SD yang imut-imur, seluruh OSIS wajib latihan dan rapat sebelum MOS. Readers yang jadi OSIS pasti tau rasanya kan sibuknya kaya gimana apa lagi pas hari H MOSnya. 3 hari aja sudah menguras tenaga. Siapa yang waktu MOS jadi kbagian disiplin yang pura2 galak? Nah Yuuki jadi bagian disiplin, Lucu banget yuuki yang baik hati dan tidak sombong ini pura2 galak gitu. Hehhe, tapi yuuki seneng pas hari terakhir MOS ternyata ada adek kelas yang di MOS ngasih surat cinta. Lucu dan menggemaskan rasanya.
Sudah selesai MOS kemana (?) Hehe weekend kemarin yuuki ikut nemenin mama tugas kantor (mama tugas, yuuki sih jalan2).
Readers yuuki mau nanya, waktu readers kelas 3 SMP deg deg an milih SMA nantinya di mana ga? Terus sekolahnya wajibin bimbel atau pelajaran tambahan ga?
Terus ada yang masih kelas 3 smp ga? Sharing dong, atau kaka SMA atau kulihan juga boleh kalau mau berbagi ilmu hehe PM aja siapa tau bisa Sahabatan (mungkin bisa tuker2an line, wa atau bbm), jodoh juga gpp deh asal cowo sekeren Sei-kun (Akashi Seijurou). Apalagi kalau sama-sama tinggal di Jakarta, Jaksel lagi. Tambah seneng….
BTW mau curhatannya readers tentang yuuki dong, tulis keluh kesahnya, tulis senengnya juga (kalau ada), dan masukan buat chap 6 dan selanjutnya.
Ditunggu reviewnya, review merupakan semangat menulis yuuki. Mulai sekarang Yuuki pakai jumlah review buat update chap selanjutnya. Kalau yuuki ga update2 berarti reviewnya masih kurang. Hehehe Yuuki Devil (?) Biar yang jadi silnt readers pada muncul untuk memberikan masukan. Tenang Chap 7 sudah 90% selesai kecuali kalau Hurtnya mau di sisipi juga di Chap 7 mungkin masih 60%. Jadi tolong pada review ya.
Balas Review
Zarachan : terimakasih zara-chan selalu setia membaca, meriview serta mendukung Yuuki, terus kasih yuuki semangat ya biar ficnya sampe tamat hehe. Keep reading
BloomBubbleBee : Bee-chan maaf ya di fic ini Sarada-chan memang anaknya Karin-neechan. Doble pairing sasosaku dan sasusaku. Maaf kalau membuat bee-chan yang sasusaku lovers jadi suka sasosaku, tapi di lain kesempatan yuuki akan publis sasusaku full romance family, hehe padahal fic special birthday sasu aja masih tahap pengerjaan. Sekarang jadi udah lewat birthdaynya juga. Untuk typo iya yuuki belum sempat benerin nunggu waktu luang banyak. Semoga minggu ini yuuki bisa benerin yang typos. Thankyou and keep reading Bee-chan.
PeachEmerald99 : Emer-chan gimana chap 6 bikin greget ga? Kurang gereget ya pengen nimpuk sasukenya, eh hahaha atau kurang greget mesumnya Saso-kun? Next chap yuuki coba bikin lime sasosaku yang greget ya hehe. Terimakasih untuk ngasi semangat yuuki and keep reading.
Guest : maaf kalau flash backnya kepanjangan tapi itu beneran udah banyak yang di potong, hal manis sasosaku juga jadi banyak yang kepotong. Hehe maaf ya, keep reading
Gudetama : Gude-chan, bukan hanya gude-chan yang mau jadi istri Saso-kun. Yuuki bahkan rela jadi madunya. Hehehe. Thanks and keep reading
Alif yusanto : maaf alif-kun yuuki di chap 6 telat banget updatenya, terimakasih selalu memberi yuuki semangat. Keep reading
Nindy584 : Asik setia di tunggu oleh nindy-chan. Yuuki jadi jatuh cinta, eh haha. Thanks and keep reading
Nana kazekage : Syukur deh kalau nana-chan di fic ini gaa-kun disini emang lucu, emang sengaja ko di bikin menggemaskan kan jarang banget gaara yang selalu cool itu di bikin menggemaskan dapet peran jadi balita 3 tahun. Iya masih belum di benerin yang typosnya belum ada waktu. Haha yuuki nonton apa gitu anime di laptopnya kakak yuuki, emang anime h sih. Hehe . nah kenapa ya ga genrenya humor (?) jawabannya adalah karena emang nantinya banyakan hurt nya, humor di awal nangis di akhir. Biar dapet feelnya kali ya, yuuki sendiri bingung. Tapi kalau bisa 3 genre yuuki bakal cantumin humornya juga. Thanks sudah ngasi semangat and keep reading
Kenji Law : always tsundere ko sakunya, ga ada lime nya ko mungkin next chapter ada limenya, masih suasana lebaran, jangan bikin dosa dulu hehehe. Sakura juga beruntung ko bisa bobo sama saso-kun dengan sasokun telanjang dada, yuuki juga mau kalau bobo sama saso-kun. Bikin baby juga mau kalau sama Saso-kun. Bukan pintar bikin imajinasi liar tapi terinspirasi dari anime yang di tonton, sesekali kenji senpai nonton anime ecchi to h. kenapa yuuki suka Akashi? Ah simple si jawabanya karena yuuki telah jatuh cinta sama Sei-kun, rela jadi selir ke 100 buat sei-kun. Thanks and keep reading
Mellody : Wah syukur deh kalau melody-chan suka, maaf ya jadi mengalihkan dunia sasusaku ke sasosaku para sasusaku lovers. Terimakasih and keep reading
Permen lemon : gimana lemon-chan suka ga sasogaasaku actionnya? Masih kurang ya? tunggu di next chapter masih ada geregetnya ko keluarga kecil akasuna itu. flazbacknya di lanjut di next chapter kalau ada momen tepat, namun kalau deiino sepertinya ga aka nada flashback, kalau bikin fic baru sih bisa squelnya imyp ini mungkin, hehe. Terimakasih dan keep reading lemon-chan (gpp ya manggilnya lemon-chan, kan lemon itu indah eh hehhee)
AkasunaSs : akasuna-chan ini udah lanjut. Terimakasih and keep reading
Haruno347 : Haruno-chan maaf ya di fic ini sarada-chan emang anaknya Karin-nee. Terimakasih dan keep reading
