Disclaimer : Masashi Kishimoto

Autor : Yuukikiraina (hanya meminjam character Naruto)

Genre : Family/Hurt/Comfort

Rated : M (Cahp 6 no lime)

Pairing : [Sasori, Gaara, Sakura] [Sasuke, Sakura]

Warning : typo, alur cepat,AU OC, OOC, RnR, dll

Happy Reading…..

Keluarga kecil Akasuna, rumah sederhana namun terasa hangat di dalamnya. Hangat dengan canda tawa Ayah, Ibu dan Anak balita yang dalam kurun waktu kurang dari sebulan genap berumur 3 tahun.

Balita berambut merah tengah berlarian kesana kemari menghindari kejaran sang ayah dan ibunya. Berlari kearah kursi di ruang televisi dan mencoba melempar bantal-bantal kursi untuk memperlambat kejaran kedua orang tuanya. Merasa gagal anak kecil itu kembali berlari keluar meuju taman belakang, namun naas sekencang apapun ia berlari langkahnya terlalu pendek untuk memperlebar jarak kejaran orang dewasa.

Gaara mulai terpojok di sudut taman "Papa dan Mama curang, orang dewasa tidak boleh mengeroyok anak kecil!" Sasori dan Sakura mulai mendekati Gaara yang terpojokan di taman belakang rumah itu. Namun Gaara tidak menyerah begitu saja, ia mendorong rak penuh pot bunga setinggi 150 centi meter itu agar terjatuh bermaksud kabur dari kepungan orang tuanya itu.

Pot bunga mulai berjatuhan membuat mata Sasori dan Sakura membelak hingga keduanya serempak bertriak "Gaara-chan awas tertimpa pot!" keduanya penuh dengan rasa khawatir ketika pot hampir mengenai tubuh mungil balita 3 tahun itu. Bukan Gaara kalau tidak bisa lincah untuk menghidar, Gaara pun tidak tertimpa pot bunga sedikit pun. Dengan gelak tawa balita berambut merah itu berlari lagi untuk menghindari kejar-kejaran dengan kedua orang tuanya.

"Dasar anak itu!" gumam Sakura dengan menggelengkan kepala. Dirainya pot-pot yang sudah berserakan tidak beraturan bahkan beberapa bunga pun rusak. Sasori hanya ikut tertawa melihat Gaara tertawa dengan riang, pandangan matanya terus mengikuti arah lari putranya itu.

Gaara terus tertawa dan berlari "Papa dan Mama kalah, Gaa… Kyaa" Gaara terpeleset ketika kaki yang basah dengan embun pagi yang membasahi kaki mungilnya ketika berlari di sekitar taman itu menginjakan kaki di pinggrian kolam renang. Sayangnya posisi ketika dia akan terjatuh bukan kearah kolam renang tetapi ke arah ubin yang mampu membuat kepala anak itu terluka bahkan geger otak.

Sasori yang sedari tadi mengawasi gerakan lincah putranya itu secepat mungkin berlari untuk menerjang anaknya menghindari benturan dengan ubin sekitar kolam renang. Sakura membelakan matanya seketika ketika Sasori mulai berlari secepat tenaga. Wajah Sakura sudah sangat pucat, bibirnya terkatup-katup. Sakura pun ikut berlari ke arah Gaara yang terpeleset.

Keberuntungan masih menyertai balita 3 tahun itu, sesasat kepalanya akan menyentuh lantai, tangan kekar sang ayah menggapai tubuhnya. Sasori menjatukan dirinya yang kehilangan keseimbangan karena larinya yang kencang ke arah kolam renang.

BYUUURRR

Air mata Sakura sudah menggenang di pelupuk matanya "Gaara-chan" nada kekhawatiran terselip dalam panggilan untuk anaknya.

Di dalam kolam renang Sasori memeluk Gaara, Sasori mulai menepi dan mulai beranjak dari air kolam. Sasori terus menciumi tiada henti kepala merah putranya dalam dekapannya sebagai ucapan rasa syukurnya karena masih sempat menyelamatkan putranya. Sakura pun menghampiri kedua orang yang sangat di sayanginya, tangisannya pecah namun itu adalah tangisan bahagia, tangisan syukur pada Tuhan yang memberikan keselamatan pada Gaara. Tangan Sakura meraih Gaara yang terisak karena shock, Sakura memeluk erat dan mencium rambut Gaara tanpa melepaskannya.

Sasori mulai melucuti pakaiannya yang basah. Sakura mendudukan dirinya di kursi yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada. Memeluk Gaara memberi kenyamanan untuk menenangkan putranya yang terisak. Gaara menenggelamkan kepalanya di dada Sakura, "Gaara takut… Gaara takut…" gumam balita itu dalam pelukan hangat sang ibu.

Sasori yang mendengar gumaman rasa takut sang anak pun mulai berjongkok mengelus kepala merah sang anak "Selama Papa ada di samping Gaara-chan dan Mama. Papa akan selalu berusaha melindungi kalian walaupun harus mengorbankan nyawa papa sekalipun" Sasori pun memandangi wajah istrinya yang tengah tersenyum. Gaara yang mendengar perkataan ayahnya langsung menolehkan kepalanya dan langsung mendapatkan ciuman dari ayahnya di kening yang terdapat tato Ai dalam tulisan kanji yang membentuk kalajengking. Sasori tersenyum ketika melihat tato itu, di ciumnya kembali kepala merah anaknya itu.

Melihat Sasori telah bertelanjang dada, piama tidurnya telah terlepas dari tubuh atletis suaminya membuat Sakura sadar bahwa putra dalam gendongannya juga telah basah kuyup. Sakura berdiri mulai melangkahkan kakinya memasuki rumah "Gaa-chan mandi dulu ya takut masuk angin" sejenak Sakura menoleh kebelakangnya dan melirik suaminya yang mengekor "kau juga cepat mandi Saso-kun, tidak lucu nantinya kalau kau sakit" perintah sakura pada sang suami hanya di jawab dengan anggukan.

Sasori masih mendengar isakan kecil putranya dalam gendongan Sakura "Komandan pilot pesawat tempur Akatsuki tidak ada yang cengeng, berhenti menangis. Jagoan papa harusnya tidak cengeng" Sasori mengacak-ngacak rambut putranya, isakannya malah semakin keras lebih tepatnya merengek tidak terima. Ditatapnya Gaara yang sudah mengembungkan pipinya menatap tajam sang ayah.

"Hahaha" Sasori tertawa lepas ketika melihat anaknya mengembungkan mulut dengan tatapan tajam, sedangkan yang di tertawakan semakin kesal ia tidak hanya mengembungkan mulutnya tetapi juga mengerucutkan bibirnya. "Hei hei hentikan ekspresi wajah jelek seperti mamamu itu, Jagoan papa jadi tidak setampan papa"

"Saso-kun…" Sakura menatap tajam Sasori karena merasa tidak terima atas perkataannya "Biar pun aku jelek tapi kau tetap saja mencintaiku. Huh dasar suami menyebalkan"

"Hahaha gomen.. gomen… ah bagaimana kalau hari ini kita ketaman bermain sebagai ucapan permintaan maaf?" Sasori tetawa lepas hingga lenyap di balik pintu kamar mandi.

000

Di Dr. Tsunade Hospital of Konoha seorang wanita paruh baya berambut hitam sedang marah-marah pada pemilik rumah sakit.

"Aku ingin yang memeriksa cucuku adalah Akasuna-san, dokter Yamanaka tidak seterampil dokter Akasuna-san" wanita paruh baya itu menggbrak meja sang pemilik rumah sakit.

HAAH helaan nafas Tsunade terdengar sebelum berkata "Dokter Akasuna sedang libur Uchiha-san, dan kami tidak bisa meminta dokter yang sedang berlibur dengan keluarganya di mintai tugas dadakan apalagi di rumah sakit masih ada dokter yang dapat melakukan tugas tersebut" Jelas Tsunade mencoba membujuk Mikoto yang bersikeras menginginkan Sakura datang kesana. "Kalau begitu aku yang akan memeriksanya, Uchiha-san"

"Tidak mau Sarada ingin di periksa bibi Sakura" Sarada yang berada di gendongan ayahnya menolak Tsunade yang akan memeriksanya.

"Lihat cucuku pun hanya ingin di periksa oleh Akasuna-san, Lebih baik sekarang kau telpon Akasuna-san!" Mikoto memerintahkan Tsunade untuk menelpon Sakura.

'Manamungkin aku tega mengganggu libur khusus Sakura, bahkan dia rela berkerja lembur kemarin dan bertukar tugas piket dengan Ino agar hari ini dia bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya. Ah sial Uchiha tua ini sangat merepotkan' Tsunade terlihat bingung, pikirannya sedang berkecambuk antara menelpon Sakura atau tidak. "Baiklah akan aku coba untuk menelponnya" Tsunade mulai mencoba menelpon Sakura.

000

Dalam sebuah mobil sport Lamborghini Gallardo LP 560-4, mobil kesayangan Sasori dari zaman Sasori Kuliah sampai sekarang. Dalam mobil itu Gaara sedang tetawa terbahak-bahak di pangkuan Sakura karena Sasori mengelitikinya, mobil itu sedang menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau.

"Kyaaa… Hahaha Mama Haha Mama, kyaaa Papa Hentikan!" Gaara terus tertawa tidak berhenti.

Sakura ikut tertawa melihat tingkah laku Suami dan anaknya, tawa Sakura berhenti sejenak ketika mendapati Smartphone-nya ada panggilan masuk dari rumah sakit di mana tempatnya bekerja. Sakura langsung mengangkatnya.

"Hallo" Sakura mencoba menutup telinganya sebelah karena dalam mobil itu sangat berisik, ia mencoba fokus pada telponnya. "Hallo" Sakura mencoba mendengar kembali, namun sia-sia tawa Gaara terlalu keras.

Sasori yang menyadari Sakura sedang bertelpon menghentikan aksinya mengelitiki Gaara, dan memeberi isyarat pada Gaara untuk diam.

"Sakura…." Suara di sebrang telpon yang Sakura yakini adalah Tsunade.

"Iya Sensei, ada apa?" Sakura menjawabnya. Merasa di tatap anak dan suaminya, ia pun balas menatap memberi penjelasan "telpon dari Nenek Tsunade" setengah berbisik pada Gaara. Gaara pun mengangguk dan Sasori tersenyum mulai mengemudikan lagi mobilnya.

"Sakura apa aku mengganggu waktumu? Sekarang kau dimana?" suara Tsunade di telpon.

"Ah, aku sedang dalam perjalanan menuju taman bermain. Ada apa sensei?" Jawab Sakura sambil membelai lembut rambut putranya yang sedari tadi terus menatapnya.

"Ah sepertinya kau sib-…." Suara Tsunade tiba-tiba terpotong dan di gantikan oleh suara Mikoto.

Mikoto merebut paksa telpon Tsunade "Akasuna-san, Sarada-chan sakit dan dia ingin kau yang merawatnya. Jadi tolong datang ke rumah sakit" Suaranya terdengar sangat sedih.

Sakura sejenak berpikir, cukup lama dia temenung menatap bergantian anak dan suaminya. Sasori yang menyadarinya mengangkat sebelah alis seakan berkata 'Ada apa Sakura'

"Baiklah aku akan ke rumah sakit" Sakura menjawab pertanyaan Mikoto dan segera mematikan Smartphone-nya.

"Rumah Sakit?" Sasori meminta penjelasan.

"Tidak apa-apakan kita ke rumah sakit dulu, ada pasien yang harus ku tangani?" Sakura meperhatikan raut muka Gaara yang berubah sedih.

"Baiklah" Jawab Sasori, kemudian melirik putranya "Hei, Mama kan pahlawan jadi jangan sedih begitu… Kita akan tetap ke taman bermain" Sasori meyakinkan anaknya agar tidak bersedih.

000

Sakura berjalan di koridor rumah sakit beriringan dengan Sasori yang menggendong Gaara.

"Sakura-sensei sudah di tunggu di ruang pemeriksaan, mari sensei" seorang suster menghamirinya dan ikut berjalan bersama mereka. "Tsunade-sensei juga berada di sana" tambahannya sambil terus berjalan.

"Baiklah" Jawab Sakura sesekali menatap putranya yang terlihat murung.

Suster itu membukakan pintu yang bertuliskan Ruang Pemeriksaan, "Tsunade-sensei, Sakura-sensei telah tiba"

Sakura pun masuk ke ruangan itu, di ikuti oleh Sasori. Mikoto dan Sasuke membelakan matanya karena Sakura datang bersama seorang pria dan anak kecil. Sasori juga ikut terkejut bahwa akan bertemu Uchiha di sini.

Tsunade sedikit berlari kecil ketika melihat Gaara dalam gendongan Sasori "Wah, Gaara-chan ikut ke rumah sakit" Tsunade mengambil alih menggendong Gaara. "Nenek kangen Gaara-chan" Tsunade mencium dan membelai rambut merah Gaara.

Gaara tertawa dan memeluk Tsunade "Gaara juga kangen Nenek"

Sakura tersenyum, "ah Sebelumnya perkenalkan putraku Akasuna Gaara dan Suamiku Akasuna Sasori" Sasori tersenyum ramah dan membungkukan badannya.

TBC

Sebelumnya maaf yuuki baru bias update, alasannya sibuk sekolah dan kegiatan sehari-hari. Chap 7 ini sarana membangun semangat untuk update terus ini ffn.

Balasan Review

Mitsuki Uchiha : maaf baru lanjut….

Zarachan : maaf baru lanjut, yuuki sehat2 aja tapi maaf sibuk kegiatan akademik. Smester terakhir perjuangan terakhir di smp…

mizutania46 : hehe sepertinya iya. Untuk pairing sebenarnnya yuuki bingung tapi gaara pemeran utamanya. maaf baru lanjut…

Rein Riekho Kei : maaf baru lanjut… wah samaan kelas 3 pasti lagi sibuk2nya belajar. Yuuki jadi malu kemarin-kemarin ga bias nyempetin lanjutin ini ffn.

Kim Sara : maaf baru lanjut… semoga masih menunggu lanjutan ffn ini

Hiruna Mikk03 : maaf baru lanjut… iya di sini sasukenya licik dan jadi antagonis. Bagus dong SasoSaku Lovers. Hahaha pertengkaran pemanis sebuah keluarga :)

Rei Shiina : maaf baru lanjut…haha sepertinya tebakannya benar (pasti ketebak lah ya), sasukenya di rujak aja biar bias di makan x.x bukan kamu saja yang mau punya suami kaya karakter Saso di ffn ini, yuuki juga mau banget (suami mesum, imut, ahh pokonya bikin jatuh cinta tujuh turunan)

nana kazekage : maaf baru lanjut… iya gaara kawai kan di ffn ini kan jarang banget tuh di ffn lain gaaranya jadi kawai menggemaskan, sasori mesum tapi pengen kan punya suami seperti sasori? Sakura tsundere sepertinya begitu, kurang paham dere dere istilah jepang x.x kenapa judulnya I miss you papa karena gaara bakal kangen banget sama papanya (sasori), emang kemana sasori? Cerai atau pergi? Masih rahasia :) aku ga bermaksud membuat kalian benci sasuke tapi maaf peran sasuke di ffn ini memang sebagai antagonis yang super duper licik. Terimakasih atas pujiannya. Love u too…my dear

permen lemon: maaf baru lanjut… yuuki berusaha yang terbaik buat yang manis-nabis sasosaku plus gaara menggemaskan. Iya yuuki baru kelas 3 smp (maaf bikin cerita buat 18+) iya yuuki ngejar sma yg di impikan di daerah duri haha. Sepertinya harapan permen-chan akan terkabul hehe karena mungkin ga kan seromantis sasosaku untuk sasusaku.

Nurulita as Lita-san : maaf baru lanjut… iya sasuke salah paham terhadap sakura sebagai pewaris akasuna karena marganya setelah menikah jadi akasuna sakura.

Kenji Law : ketebak tu s ai s nya. IC islami banget bang kenji jauh juga dari rumah

Farhan KiEye : tolong jangan bahas selain ffn ini :)

Asuura-chan : salam kenal juga, maaf baru lanjut, dan terimakasih sudah suka ffn ini

echaNM : maaf baru lanjut… maf sudah membuat sebel sama sasuke, maaf di ffn ini sasuke memang dapet peran antagonis.

Rein Cherry : maaf baru lanjut

Strawberry Miaw : maaf baru lanjut… liat saja endingnya seperti apa ya :)

AjpBlank : maaf baru on jadi baru lanjut… permintaan di terima tar ga akan gaara bully sasosaku, dan gaara akan kena belly super licik sasuke :)