Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto

I Miss You Papa by Yuukikiraina

Happy Reading…

Sakura tersenyum, "ah Sebelumnya perkenalkan putraku Akasuna Gaara dan Suamiku Akasuna Sasori" Sasori tersenyum ramah dan membungkukan badannya.

Mikoto semakin membelakan matanya karena tidak percaya wanita yang ia dambakan menjadi menantunya telah bersuami bahkan telah memiliki seorang putra. Mikoto memandang tak percaya dengan senyuman pada balita yang kini berada digendongan Tsunade.

Gaara yang sadar dirinya sedang dipandangi oleh Mikoto pun mulai berimajinasi 'Nenek pasien itu seperti penyihir bahkan lebih menyeramkan dari Oma yang menyihir Gaara seperti perempuan, senyuman Nenek sihir ini palsu dan sangat menakutkan' Gaara melirik di meja terdapat buah-buahan yang diantaranya adalah buah apel. Imajinasinya pun berlanjut 'Apel, Snow White … Apa mama akan diracuni oleh nenek sihir ini? Mama kan dokter pasti punya penawar racun. Tapi kalau Mama tetidur panjang Karena makan apel bagus juga Gaara bisa bangun siang dan tidak di titipkan di rumah Oma' imajinasi liar balita ini semakin menjadi-jadi.

Bukan hanya Mikoto tapi Sasuke pun terkejut akan status Sakura yang telah bersuami dan memiliki anak, bagai di sambar petir ia mendengar mimpi buruk yang akan menghancurkan misinya.

SASUKE POV

'Apa? Jadi Sakura sudah berkeluarga, dan Marga Akasuna di dapat dari suaminya. Sakura bukan pewaris Kekayaan keluarga Akasuna. Sial! Aku sudah salah mengira Wanita pink ini adalah pewaris Akasuna'

'Apa? Dia membungkukan badannya? Wajah yang ramah untuk seorang musuh, tapi aku yakin Akasuna Sasori ini sangat licik. Munafik sekali si Akasuna ini'

'Cih! Ini akan merepotkan, tapi bukan Uchiha kalau takdir tidak memihak Uchiha. Semuanya akan jadi milik Uchiha termasuk wanita pink di hadapanku. Harimau siap menerkam mangsanya, tunggulah sampai pertunjukan dimulai AKASUNA'

END SASUKE POV

Sasuke mengulurkan tangannya, "Uchiha Sasuke, Senang bisa bertemudan berkenalan dengan pebisnis hebat seperti anda Akasuna-san" namun mata Sasuke menatap tajam Sasori.

Sasori pun menjabat tangan Sasuke dengan tersenyum "begitupun denganku Uchiha-san" Sasori bisa merasakan tekanan pada lengannya dan tatapan tidak suka dari Sasuke. Tangan mereka berdua masih belum terlepas sampai akhirnya Tsunade menepuk bahu Sasori.

"Sasori-kun lebih baik kita menunggu di ruanganku" Tsunade menyadarkan Sasori.

Sasori melepaskan tangannya dan tersenyum, "Senang mengenal anda Uchiha-san" Sasori melirik Sakura 'Baru kali ini aku bertemu langsung dengan pewaris Uchiha manatan pacar Sakura, jadi ini adik Itachi yang ia bilang arrogant dan licik'.

Sakura yang dilirik oleh suaminya pun tersenyum, "Tunggulah di ruangan Tsunade Sensei, jika sudah selesai aku akan kesana" Sakura mengelus kepala Gaara dalam gensongan Tsunade "Mama Cuma 30 menit, janji" sakura mengacak-acak rambut merah Gaara.

Gaara yang masih di gendong oleh Tsunade menggembungkan mulutnya "Mama ingat janji jangan bohongi Gaara nanti jidat Mama tambah lebar kalau berbohong seperti pinokio" Gaara mengancam Sakura.

Tsunade yang menggendong balita tersebut berjalan menuju pintu keluar itu sontak langsung tertawa "Hahaha… Pinokio masa kini ternyata bukan hidung yang memanjang tetapi jidat yang melebar. Sasori putramu ini sungguh menakjubkan mengganti legenda pinokio dari hidung menjadi jidat" Tsunade mencubit hidung balita itu dengan gemas.

Sasori yang mengikuti Tsunade keluar pun ikut tertawa namun tatapan tajam dari anak bungsu Mikoto itu terus mengawasi hingga Sasori hilang di balik pintu.

000

Sarada telah selesai diperiksa oleh Sakura "Nah penyebab Sarada-Chan sakit karena Lambung Sarada-chan perlu diisi banyak makanan. Jadi Sarada-Chan harus banyak makan dan jangan menunda waktu makan. Mungkin Sarada-chan harus menginap disini satu atau dua malam" Sakura mengelus tangan Sarada yang akan di tusuk jarum infus.

Sarada mengangguk mengerti, Mikoto tersenyum puas karena cucu kesayangannya telah diperiksa oleh dokter idamannya. Sasuke telah pergi beberapa menit yang lalu karena urusan bisnis.

Sakura membereskan barangnya "Baiklah… semuanya sudah selesai" Sakura hendak meninggalkan ruangan tersebut namun sebuah tangan kecil Sarada memegangi ujung baju Sakura.

"Bibi… Sarada ingin ditemani bibi lebih lama lagi. Bibi seperti seorang mama yang membuat Sarada nyaman" bujuk anak itu cukup menggoyahkan hatinya.

"Ah begitu ya" Sakura tersenyum canggung "Tapi… bibi sudah janji dengan anak bibi ini sudah hampir 30 menit. Sarada-Chan tahu kan tadi putra bibi bilang kalau orang yang berbohong itu seperti pinokio nan- "

Omongan Sakura di potong oleh Mikoto "Karena Sarada-chan harus menginap jadi saya perlu membawa barang-barang Sarada-chan, boleh ku titipkan Sarada-chan pada Akasuna-san? hanya Akasuna-san yang dapat saya percaya" tanpa menunggu jawaban iya Mikoto keluar dari ruangan itu. Sehingga mau tidak mau Sakura harus menemani Sarada sampai Mikoto kembali.

000

Sakura ingkar pada janjinya, sudah lebih dari 30 menit bahkan lebih dari 3 jam ia masih belum kembali. Sakura masih di ruang inap Sarada, menemani anak dari Uchiha Sasuke. Sedangkan balita yang sejak beberapa jam lalu menunggunya di ruang kerja Tsunade bersama sang ayah sudah mulai habis kesabarannya.

Sudah berbagai jenis games di Ipad kesayangannya ia mainkan bahkan posisi yang tadinya duduk di kursi kini sudah tiduran di lantai. Raut wajahnya sudah menandakan bosan di tambah perut kecilnya yang sudah mulai keroncongan karena sudah memasuki jam makan siang.

"Mama masih belum selesai juga? Pinokio!" balita berambut merah mulai menggerutu.

Tsunade tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan balita itu "Pinokio… nanti Gaara-chan ukur jidat mama ya, mungkin sudah bertambah lebar sekali. Hahaha" sedangkan Sasori Cuma tersenyum lebar melihat muka masam Gaara.

TOK TOK TOK

Pintu ruangan kerja Tsunade di ketuk oleh seseorang dan langsung terbuka mengalihkan perhatian 3 orang dalam ruangan tersebut. Sejenak senyuman muncul di wajah Balita yang penuh harap ibunya segera kembali agar ia bisa pergi ke taman bermain. Namun beberapa detik kemudian senyuman itu berubah menjadi mulut yang mengerucut, balita itu Nampak kecewa karena yang mengetuk pintu adalah sahabat ibunya, Dokter Yamanaka Ino.

Ino masuk ke dalam ruangan itu "Maaf mengganggu Tsunade Sensei ini laporan hari ini. ah ternyata ada tamu. Apakah saya mengganggu waktu Tsunade sensei dan Sasori-kun?" Ino tersenyum ketika menyadari ada suami dari sahabatnya.

Tsunade mengambil laporan tersebut lalu Tsunade memeriksa laporan itu.

"Tidak Ino-san, aku dan Gaara hanya menumpang menunggu Sakura beres bertugas" Sasori menjawab Ino.

"Memang Sakura masih belum kembali?" Ino terlihat bingung karena pasiennya cuma cucu dari Uchiha Mikoto dan sakitnya tidak terlalu serius.

Gaara langsung menjawab Ino dengan nada kesal "Bibi Ino bisa lihat sendiri Mama belum kembali, Mama tidak ingat sama Gaara yang menunggu" Gaara yang sedang tiduran pun berdiri dengan bibir semakin mengerucut ditambah pipi yang digembungkan.

KRUYUUUK KRUYUUUUUK

Bunyi cacing perut Gaara terdengar cukup keras di rungan itu membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa.

"Ne, ne sepertinya Gaara-chan sudah lapar ya? Tapi sayang sekali diruangan ini tidak ada makan kesukaan Gaara-chan" Tsunade mengelus kepala merah balita yang menggemaskan yang sedang menggembungkan pipinya karena di tertawakan.

Gaara masih kesal karena ditertawakan karena bunyi cacing perutnya yang sudah minta diisi oleh makanan. Balita itu melirik ayahnya yang masih menahan tawa mengisyaratkan tidak suka ditertawakan.

Sasori yang menyadari tatapan tidak suka dari putranya mencoba menahan tawanya. "Jadi jagoan papa ini sudah kelaparan, hmm? Gaara-chan mau Icecream coklat?"sasori menawarkan solusi terbaik yang pasti disukai putranya itu.

Mata Gaara langsung berbinar ketika mendengar icecream coklat. Mata balita itu menyipit karena cengiran yang memamerakan barisan gigi putihnya yang indah dengan mengangguk-anggukan kepalanya tanda antusias untuk mendapatkan icecream.

Gaara langsung menarik lengan ayahnya, dan Sosari pun beranjak dari duduknya untuk memenuhi keinginan buah hatinya untuk membeli icecream namun terhenti ketika Tsunade mengurungkan niat Sasori untuk menemani anaknya membeli icecream.

"Sasori" Tsunade memanggil Sasori sehingga sang empunya melirik dan terdiam dengan pandangan mata seakan bertanya 'ya, ada apa?'

Tsunade memandang Ino memberi isyarat 'Temani Gaara' dan Tsunade berkata "Sasori ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu" dan Sasori pun mengamini permintaan Tsunade.

Ino yang mengerti situasi langsung memangku Gaara dan berjalan keluar dari ruangan Tsunade dengan berkata pada balita yang sedang digendongannya "Ne, Gaara-chan kita beli icecream sekarang".

000

Sepatu high heels Ino menggema di lorong Rumah Sakit dengan canda tawa bersama balita digendongannya. Ino merupakan teman Sakura yang juga menyayangi Gaara, dari semenjak lahir Ino tidak pernah absen dengan perkembangan balita digendongannya. Ino sudah menganggap Gaara seperti anak kandungnya, Ino menyayangi Gaara seperti menyayangi Inojin anak dari Suaminya yang bernama Sai.

"Hahaha jangan… gelii hahahaha" Balita digendongan Ino yang sekarang pipinya penuh lelehan icecream terus di goda Ino dengan kelitikan di badannya.

"Ini hukuman Hahahaha karena Gaara-chan mengotori baju bibi" Ino terus mengelitikinya sampai dering phonselnya mengalihkan perhatiannya dan tawa Gaara pun terhenti.

"Halo… Ah ya, tunggu sebentar ya saying. Mama akan segera menjemputmu" Ino langsung memasukan phonselnya ke saku jasnya. Lalu memadang balita kecil digendongannya.

"Inojin-nii?" Tanya balita itu dan Ino pun mengangguk. Gaara yang mengerti pembicaraan tadi ditelpon "Bibi mau menjemput Inojin-nii kan? Bibi pergi saja, Gaara bisa keruangan Mama sendiri"

Ino tersenyum bangga balita digendongannya sangat pengertian terhadapnya. Dengan cepat Ino mengangguk "Really?" tanyanya meyakinkan Gaara.

Gaara dengan sigap mengangkat kedua lengannya tinggi-tinggi, tangan kiri yang mengacungkan jempol dan tangan kanan yang masih menggenggam icecream yang mulai meleleh. Kepalanya mengngguk-angguk mantap. "Yeah.." lalu memamerkan deretan gigi yang ternoda oleh coklat dari icecream.

Siapa pun yang melihat senyuman balita itu pasti akan terbawa kedalam keceriaanya. Begitupun dengan Ino, Dengan saying Ino mengecup kepala merah balita tersebut lalu menurunkannya dari gendonyannya. Lalu ia pun berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Gaara.

"Gaara-chan bibi pegi dulu. Ruangan mama Sakura sudah dekat tinggal belok didepan sana dan kamarnya ke 3 di sebelah kiri" Ino menjelaskan tata letak ruang inap yang ditempati Sarada. Gaara yang mengerti akan penjelasan dari Ino mengangguk mantap.

Gaara berlari kecil sambil mengangkat tangannya yang masih memegang icecream yang banyak menetes mengaliri lengan mungilnya. "Jaa Bibi Ino"

Gaara terus berlari-lari kecil disepanjang koridor rumah sakit, dan tidak sedikit Suster-suster yang mengenal itu menggodanya seperti Sasame pada saat ini.

"Ne, Gaara-chan Sasame-neechan boleh minta icecreamnya?" goda sang Suster berambut orange itu.

Gaara yang digoda oleh Sasame pun menghentikan larinya sejenak untuk menatap sengit sang Suster lalu lemjulurkan lidahnya sesaat dan kembali berlari lagi "Tidak boleh ini milik Gaara" triakan itu membahana di koridor rumah sakit yang cukup ramai. Sedangkan Sasame hanya tertawa terbahak-bahak karena tingkah laku anak Dokter Akasuna Sakura.

000

Gaara yang telah sampai didepan kamar inap Sarada langsung menggerakan handle pintu itu dengan tangan mungil yang dipenuhi lelehan coklat. Tidak menunggu waktu lama untuk pintu itu terbuka sempurna Balita itu lari berhambur pada ibunya yang sedang menyuapi makan siang Sarada.

"Mama…."

Sakura langsung menoleh ketika buah hatinya berlari kepadanya. Sakura dengan sigap bersiap menangkap dan memeluk buah hatinya.

Gaara memeluk erat sang ibu, tidak peduli pipi dan tangan mungilnya di penuhi lelehan icecream coklat mengotori baju yang dikenakan oleh ibunya.

Sakura mencium surai merah putranya sebelum sesaat menyadari wangi coklat. Dalam sekejap wangi coklat itu membuat mata Sakura membelak, secepat kilat Sakura melepaskan pelukannya dan merenggangkan tubuhnya dan Buah hatinya. Sakura melihat noda coklat di bajunya, Sakura bersiap memarahi buah hatinya namun niatnya di urungkan ketika melihat tawanya. Bukan marah namun sekarang Sakura ikut tertawa dan kembali memeluk anaknya dengan kasih saying.

Sarada yang melihat adegan kebahagiaan ibu dan anak itu memandang tak suka, ada rasa tidak rela Sakura yang di inginkannya menjadi sosok ibunya memeluk dan tertawa dengan Gaara.

000

Di ruang kantor Sasuke di kejutkan dengan kunjungan mendadak dari ayahnya dengan raut muka merah karena menahan amarah.

"Lihat!" Ayahnya melemparkan Majalah Bisnis tepat kearah wajahnya yang tampan.

Sasuke cukup kaget karena ayahnya dilanda amarah yang sudah tidak dapat di kontrolnya. Tanpa menunggu lama Sasuke menelusuri Haedline yang tertulis di Majalah tersebut. Matanya sempat membulat dan mendengus kesal. Headline majalah itu tertulis Hyuuga Company dalam hitungan hari telah tergeser perusahaan baru S Ai S dan S Ai S siap menggeser Uchiha Corporation.

TBC

Note: yuuki mau minta maaf karena baru update ffn ini, kemarin-kemarin yuuki di sibukan dengan aktivitas akademik. Semoga para pembaca masih menyukai ffn ini.

Balasan review:

AjpBalnk: ahh ternyata emerald-chan, maaf tidak mengenali karena namanya berbeda. Semoga Gaara di chapter ini masih manis :) perlu beberapa chapter lagi menuju ke Gaara menjaili Sasuke. Terimakasih masih setia menjadi pembaca IMYP

TikaChanpm: wah beneran ga nih cerita IMYP keren? Masih lucu ga di chapter ini Gaara-cahnnya? Di chapter ini konfliknya belum memanas. Masih terbilang adem konfliknya kalau udah mulai meningkat yuuki harap bias menguras emosi pembaca. Hehhee terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP

Rizkyanne: wahhhh serius ni waktu kemaren yuuki update itu hari ulang tahun rizkyanne-san? Kalau begitu selamat ulang tahun (maaf telat). Maaf juga yak karena yuuki sekarang susah banget punya waktu luang buat menulis cerita ini. Harap maklum ya ini smester terakhir. Benarkah sudah banyak kemajuan, nah kalau ada yang typos dan kurang tepat pemilihan bahasa, jangan sungkan untuk mengkritik ya :) Terimakasih masih setia menjadi pembaca IMYP

Arinamour036: hai juga arina-san, wah maaf ya yuuki baru update sekarang. Wah kalau sasori mati tinggal pake jurus edotensei aja biar bias idup lagi hahahha. Tapi cerita ini sesuai genre ya, yuuki berharap pembaca bisa memahami emosi dari cerita ini. Hehehe Makasih masih setia menjadi pembaca IMYP

Kiki RyuSullChan: wah maaf ya Kiki-chan, yuuki baru sempat update sekarang. Terimakasih masih setia menjadi pembaca IMYP

D3rin: Hahaha iya ni serangan jantung itu 2 Uchiha sampai matanya melotot mau loncat pas tau Sakura istri Sasori dan udah punya anak hehehe Terimakasih masih setia menjadi pembaca IMYP

Permen Lemon: Maaf yuuki baru update, hahaha mikoto sama Sasuke cukup dibuat cengo ko dengan taunya Sakura telah berkeluarga dan punya anak. Sasuke kan memang pihak ke 3 dan menjadi antagonis, udah kodratnya sasuke niat mengahncurkan keluarga SasoSakuGaa. Ahhh tapi ada yang PM aku permen-chan katanya itu terlalu liar Lemonnya dan ga pantas umur x.x mungkin kedepannya ada sisipan Lemon lagi 2 kali atau 3 kali lagi hahaha wahh itu bukan Hard Lemon ya? Kalau anime atau manga genrenya masuk H sama Mature ya? Kalau Cerita Yuuki masih masuk genre Ecchi kah? Yuuki masih semangat ko buat lanjutin cerita ini tapi kendalanya Cuma manajemen waktu yang sibuk dengan akademik. Tetap Setia menjadi Pembaca IMYP ya

Ryuhara: wahh maaf yuuki baru update, Aku juga ga suka sama Sasuke hahaha Saso Cuma buat yuuki boleh ga? Hahha yuuki jadi istri Gaara-chan yang imut aja deh. Tetap setia ya dan Terimakasih sudah jadi pembaca IMYP

AAM: wahhh serius SasoSaku di cerita ini keren banget? Terimakasih sudah jadi pembaca IMYP

Kim Sara: maaf ya membuat Sara-chan menunggu untuk yuuki update cerita ini. Terimakasih banget masih menjadi pembaca IMYP dan tetep setia ya jadi pembaca IMYP

Lyn Hall: waahhh beneran bagus ni? Maaf ya baru lanjut. Terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP

ArgentLotus: terimakasih sudah menunggu. Maaf baru lanjut lagi. Semoga masih suka dengan ffn ini. Terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP

SweeTomato: wah terimakasih, maaf membuat menunggu lama. Terimakasih Sudah menjadi pembaca IMYP

Trissfour: ini baru di lanjutin, maaf sudah membuat menunggu. Semoga masih suka dengan ffn ini. Terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP

Dilsa Firli: maaf baru update. Terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP

Polar13: Maaf baru lanjut lagi. Terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP

AkasunaSs: terimakasih sudah menyemangati. Maaf baru update lagi. Terimakasih sudah menjadi pembaca IMYP