Chapter IV

.

.

.

.

.

.

.

Malam itu basement lengang. Tidak ada sesosok pun terlihat di tempat itu. Para penghuni apartemen sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan mereka yang belum pulang tidak terlihat batang hidungnya.

Mobil-mobil mewah merk Korea dan luar negeri terparkir rapi di sudut-sudut area. Beragam macam warna dan jenis mobil memenuhi ruang paling dasar dari bangunan itu. Ada yang diberi kain penutup, ada juga yang dibiarkan saja.

Sama seperti malam-malam sebelumnya, kamera-kamera pengintai disiagakan untuk mengawasi apabila terlihat gerak-gerik mencurigakan. Walaupun sejauh ini belum pernah ada kasus kehilangan atau semacamnya di tempat itu.

Apartemen ini bukanlah apartemen biasa. Terletak di Gangnam, apartemen ini termasuk apartemen yang terbilang mahal. Penghuninya pun bukan orang sembarangan. Para publik figur dan sosialita adalah beberapa contoh penghuninya. Pengamanannya sangat ketat, membuat orang awam tidak bisa masuk seenaknya.

Karena itu, banyak selebritis yang memilih tinggal di apartemen ini. Salah satunya adalah Oh Sehun. Ia sudah 3 tahun tinggal di apartemen ini. Setelah karirnya melejit beberapa tahun silam, Ia memutuskan untuk pindah ke kawasan elit tersebut. Pada saat itu juga, Sehun sempat membawa Kyungsoo sekali dua kali bertandang ke apartemennya, sehingga para staf dan penjaga apartemen mengenal Kyungsoo.

Ketika Kyungsoo datang, Ia bisa dengan mudah keluar masuk area apartemen.

Malam ini pun demikian.

Di antara beberapa deret mobil-mobil mewah di tempat itu, mobil Kyungsoo terselip manis. Posisinya menghadap ke arah lift, dengan beberapa kamera pengintai yang tepat mengawasi mobil Kyungsoo. Orang-orang dibalik layar dapat dengan mudah melihat gerak-gerik Kyungsoo. Namun sang pemilik mobil tidak punya waktu memikirkan hal itu.

Ia terlalu sibuk melumat bibir Sehun.

Kyungsoo menyerongkan tubuhnya menghadap Sehun. Walau sedikit sulit, Ia berhasil melepaskan sabuk pengamannya sambil masih beradu bibir dengan Sehun.

Sehun, dalam kondisi setengah sadar dan setengah tidur membalas ciuman Kyungsoo dengan antusias. Tangannya Ia taruh di pundak Kyungsoo, mencengkramnya dengan erat. Jika Kyungsoo merasa kesakitan, Ia tidak menunjukkannya.

Kyungsoo merasakan napas Sehun di pipinya. Bau alkohol menusuk dari bibir Sehun, namun semua itu tidak Ia hiraukan.

Kyungsoo menarik rambut Sehun, membuat Sehun mengerang lirih. Mendengar reaksi Sehun seperti itu, Kyungsoo pun menarik rambut Sehun lagi,

Namun, Sehun justru melepaskan bibirnya dari bibir Kyungsoo, membuka matanya dan menatap Kyungsoo. Dadanya naik turun, napasnya memukul halus wajah Kyungsoo.

Kyungsoo pun ikut membuka matanya. Mata Sehun yang tajam bertemu dengan matanya yang menyiratkan kebingungan.

Mengapa Sehun menghentikan ciumannya? Apa Ia tidak mau melanjutkan karena sadar bahwa ini aku, Kyungsoo?

Sehun melepaskan cengkaraman tangannya dari pundak Kyungsoo lalu membenarkan posisi duduknya. Matanya masih memandang lurus pada Kyungsoo.

Kyungsoo menelan ludah. Tangannya tanpa komando saling meremas, gugup menyerang badannya.

Beberapa detik berlalu. Kyungsoo baru akan meminta maaf, ketika tiba-tiba tangan Sehun merengkuh badannya dan membawanya ke dekapan Sehun. Tidak itu saja, Sehun juga menarik Kyungsoo dari tempat duduknya sehingga sekarang Kyungsoo berada di pangkuannya.

Kyungsoo yang terkejut akan perlakuan Sehun hanya bisa mengerjapkan matanya. Tangan kirinya memegang lengan Sehun, pertanyaan berada di ujung bibirnya.

Sehun yang tadinya menatap Kyungsoo tajam seketika tersenyum melihat reaksi Kyungsoo dengan wajah terkejutnya, "Cute.."

Lalu mendaratkan bibirnya di bibir Kyungsoo.

Kyungsoo tertegun. Sehun menciumnya lagi. Namun kali ini Ia dengan cepat menghilangkan rasa terkejutnya dan tidak sibuk bertanya-tanya dalam hati, langsung membalas ciuman Sehun. Meskipun mungkin hanya mimpi, Kyungsoo tidak ingin menyia-nyiakannya walau hanya sedetik.

Lidah Sehun menyentuh bibir Kyungsoo, memaksa masuk ke dalam mulut Kyungsoo. Kyungsoo pun menautkan lidah mereka, beradu dalam gairah yang memabukkan.

Tangan Sehun kini berada di pinggang Kyungsoo, mengurung Kyungsoo dalam pelukannya. Perlahan, Ia mengangkat pinggiran baju Kyungsoo. Jari-jarinya menelusup masuk, bertemu dengan kulit Kyungsoo. Ia mengusapkan jari-jarinya, mengikuti ritme permainan bibir mereka.

Kyungsoo mempererat dekapan tangannya di belakang kepala Sehun. Kepalanya Ia miringkan, mengganti angle agar Ia bisa lebih puas bermain dengan Sehun. Sehun mengerang nikmat, ikut memiringkan kepalanya selaras dengan Kyungsoo.

Setelah beberapa waktu, mereka memelankan permainan mereka. Lidah mereka tidak lagi beradu, namun bibir mereka masih terekat satu sama lain. Sehun memagut bibir Kyungsoo, merasakan senyuman Kyungsoo di bibirnya.

Sehun pun semakin bergairah. Ia kembali menyerang Kyungsoo. Kecupan demi kecupan Ia berikan pada leher Kyungsoo, melukis noda merah di kulit mulus aktor itu. Kyungsoo mendesah nikmat di telinga Sehun. Desahan yang berubah menjadi erangan saat Sehun menggigit kecil telinganya.

Sehun berhenti sejenak, menatap Kyungsoo dengan puas, "Jadi ini adalah weak spot-mu, hyung?" kemudian menggigit pelan telinga Kyungsoo.

Kyungsoo mencengkeram bahu Sehun semakin kencang. Sensasi apa yang baru saja Ia rasakan? Ia merasakan panas menjalar di sekujur tubuhnya. Semakin panas dan semakin nikmat. Rasanya Ia ingin menanggalkan seluruh pakaiannya dan berendam dalam air dingin untuk meredakan panas yang menyiksa ini.

"Seh..hun..ah.." erang Kyungsoo.

Sehun mencumbu Kyungsoo lebih dalam. Tangannya bergerak lincah membuka kancing baju Kyungsoo, lalu kembali mendaratkan ciuman-ciuman hangat pada leher dan turun hingga ke dada Kyungsoo.

"Pan..as..ah..ya..disitu! Sehun!"

Sehun mengangkat kepalanya sejenak, menyeringai puas melihat Kyungsoo yang berbaring kepanasan di pangkuannya. Panas untuk dirinya.

"Hyung..Kyungsoo hyung.."

Kyungsoo yang tidak sadar ternyata memejamkan matanya, perlahan membuka kembali matanya. Tidak ada lagi Sehun yang mabuk dan lemah, yang ada hanyalah sesosok buas yang siap menerkamnya.

Sehun membawa matanya menyusuri lekuk tubuh Kyungsoo, menelanjanginya dengan tatapan penuh nafsunya.

"Hyung.." bisik Sehun.

Kyungsoo mengatur deru napasnya yang masih tidak teratur, "O..oh?"

"Apa hyung mencintaiku?"

Kyungsoo terkesiap.

Aku harus menjawab apa? Sehun bertanya seperti ini padaku? Apa memang ini hanya mimpi?

"Aku..aku.."

Sehun menggenggam tangan Kyungsoo, meletakkannya di depan dadanya, "Hyung…Kau boleh jujur tentang perasaanmu."

Pandangan Kyungsoo terpaku pada tangannya yang berada dalam dekapan Sehun. Tangan yang besar, lembut, dan halus, yang selalu Ia dambakan.

"Ya. Aku mencintaimu," Kyungsoo memberi pengakuan.

Sehun menegakkan kepala Kyungsoo, membuat sang aktor lurus menatap Sehun. "Syukurlah, karena aku…" Sehun tersenyum malu-malu.

Kyungsoo merasa jantungnya akan copot. Apakah Sehun juga akan menyatakan bahwa Ia mencintai Kyungsoo?

"Aku…."

Deg deg. Deg deg.

Sehun memejamkan matanya sejenak. Kyungsoo pun semakin dibuat tidak karuan perasaannya.

"Aku.."

Sehun membuka matanya kembali. Namun kali ini tidak ada lagi sorot mata yang Kyungsoo rindukan.

"Sangat membenci hyung. Selamanya."

Sehun tiba-tiba mendekap Kyungsoo dengan sangat kencang, membuka pintu mobil lalu mendorong Kyungsoo keluar dengan kasar.

Kyungsoo yang masih berada di ambang sadar dan tidak sadar, mimpi atau bukan mimpi, hanya bisa terkejut dan meringis kesakitan saat tubuhnya mengenai lantai semen basement.

Sehun menutup pintu mobil cepat-cepat, berpindah ke kursi kemudi dan menghidupkan mesin mobil. Ia pun menginjak gas dan segera melaju pergi meninggalkan Kyungsoo.

Kyungsoo perlahan bangkit berdiri, berusaha mengejar Sehun.

"Sehun! Sehun!" teriak Kyungsoo sambil berlari ke arah pintu keluar tempat parkir.

Sayang, mobilnya sudah menghilang dari pandangan dengan cepat.

Kyungsoo jatuh terduduk di lantai. Matanya berkaca-kaca, menahan tangis yang semakin lama semakin tidak dapat Ia bendung.

Begitu besarnyakah rasa benci Sehun pada dirinya? Apa sangat salah jika Ia mencintai Sehun?

Kyungsoo hendak mengusap air matanya ketika terdengar suara mobil dari arah belakangnya. Ia menoleh ke belakang, menngerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya.

Mobil yang perlahan mendekatinya adalah mobil milik Kyungsoo.

Sehun kembali.

"Sehun!"

Semakin dekat..semakin dekat..

"Sehun!"

Semakin dekat…semakin dekat…sangat dekat..

"Sehun?"

Mobil itu tidak menghentikan kecepatannya bahkan pada saat Kyungsoo hanya berjarak kurang dari lima meter.

"Sehun!? Tidak! Tidak! Sehun!"

"Hyung!"

"Sehun!"

"Hyung!"

"Sehun!"

"HYUNG!"

Kyungsoo melonjak kaget. Ia meraba-raba seluruh badannya. Tidak ada rasa sakit dan juga luka di tubuhnya. Ia menarik napasnya lega.

Ia kemudian melihat sekelilingnya. Lemari baju, lemari buku, rak sepatu, pintu kamar mandi. Ia berada di kamarnya.

"Hyung?" satu suara memanggilnya bersamaan dengan tangan yang memegang pundaknya.

Kyungsoo segera menepis tangan itu dan beringsut menjauh.

"Hyung? Kau kenapa? Ini aku.." ujar suara itu.

Kyungsoo menatap sang empunya suara, "Jongin?"

"O ini aku, Jongin. Hyung kenapa? Hyung mimpi buruk?"

"Tidak. Mungkin aku hanya lelah," kilah Kyungsoo.

"Ehmm..bagaimana kalau aku buatkan hyung susu? Mungkin nanti hyung akan merasa lebih enak badannya," Jongin beranjak bangun dari tempat tidur.

"Tidak usah Jongin. Aku tidur lagi saja.."

"Sudahlah, hyung. Hyung tunggu sebentar ya, aku buatkan susu dulu.." Jongin mengacak-acak rambut Kyungsoo lalu pergi keluar kamar.

Kyungsoo merebahkan punggungnya di kepala tempat tidur. Mimpi apa Ia tadi? Mengapa seperti ada Sehun dalam mimpinya? Dan apa yang sempat Sehun katakan padanya?

Kyungsoo melirik jam di atas nakas. Pukul 4 pagi. Beberapa jam sebelum acara reuni.

Sehun, apa kau akan datang?

"Hyung, ini susunya. Aku buat hangat," Jongin menyodorkan segelas susu.

"O, Jongin-ah. Thanks.." Kyungsoo menyeruput sedikit, lalu menaruh gelasnya di atas nakas. "Maaf membuatmu khawatir, aku tidak apa-apa. Ayo tidur lagi."

Jongin mengangguk lalu berbaring di sisi bagian tempat tidurnya, menggeser posisinya dan merangkul Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum simpul lalu memejamkan matanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Halooooo!

Apa kabar? :D

Saya kembali dengan ff ini yang sudah lama nggak dijamah huhuhu..

Dan ini masih ff Sesoo bukan ff yang lain-lain ;)

Oh iya, masih menerima kritik dan saran jadi silakan :D

Dan maaf kalo review2 yang dulu-dulu belum dibales satu2, tapi semua saya baca kok :D

Selamat membaca ;)