Imíaimos

Half blood

Setengah Vampire setengah Werewolf.

By Puffy Baekby

.

20170224

.

00:00

.

Prolog

.

.

.

Perjanjian akan Synora tetaplah berdiri kokoh di kedua belah pihak. Bukannya tidak ada yang berani melanggar, banyak kok oknum oknum yang rakus akan kekuasaan berani melanggar Synora dan membantai satu sama lain. tak semua makhluk baik kan? lagian, vampire dan werewolf tercipta sejak awal tanpa rasa mengasihani satu sama lain walau sebenarnya mereka dari rumpun yang sama.

Rumpun yang sama

Dasar yang sama

Inti yang sama

.

Hasrat yang sama

.

Pembunuhan

Penyiksaan

Penghinaan

Peperangan

Pemusnahan

Tak ada belas kasihan

Tak memiliki ampun

Tak peduli dengan makhluk lain

Egois

Serakah

Keji

Kejam

Penuh hawa nafsu

Rakus

Jahat

Penuh tipu daya

Pendusta

Itulah jiwa asli vampire dan werewolf.

Mereka adalah jiwa kelam

Yang bahkan sesungguhnya tak layak hidup.

Tapi Yang Kuasa sungguh adil kan? Walau mereka tak mengenalnya, atau mengenalnya dalam keyakinan lain, ia tetap menciptakaan mereka. Dengan kesempurnaan masing masing. Dengan sifat masing masing. Dengan rupa masing masing.

.

.

.

Ia menciptakaan mereka tak hanya komponen hitam, tapi juga putih. –walau sedikit.

Kebijaksanaan

"kita tidak diganggu mereka bukan tanpa alasan. Selama kita berdiam diri, mereka akan tenang. Lagipula, mereka menyerang orang orang yang menyerang mereka. Itu bentuk pertahanan mereka. Wajar saja."

"apakah nantinya, saat kita diserang mereka, sangat boleh kita balas?"

"tentu. Balas saja. kalau perlu bantai"

.

Kebaikan hati

"ayah, ayah, ia vampire-slave kan? Bolehkah aku memberinya roti sisaku? Daripada terbuang sia sia lebih baik buat ia makan kan?"

"terserah mu, son. Tapi lempar dari luar jeruji, arrayo?"

"akan kulempar sekuat tenaga, yah!"

.

Kesabaran

"tahanlah amarahmu sekarang. Kau tak akan menang melawan mereka saat ini. tunggu waktu yang tepat."

"ggrrr..."

.

Pfft... putih yang bercampur hitam.

Abu-abu

.

.

.

ah, aku lupa bilang. Ada satu hal putih lagi.

Cinta

.

Imíaimos

.

1 KM dari tepi Synora.

Kurang lebih 147 tahun yang lalu.

Mata bertemu mata.

Iris menatap iris.

Terpaku dalam diam layaknya air danau.

"ka...kau.. vampire..." ujar werewolf omega-male yang telah shifting menjadi bentuk manusia.

"dan kau werewolf." Ujar vampire itu tenang tanpa melepas tatapan intensnya.

"tapi kenapa? Bagaimana bisa?" ujar pria mungil sembari melihat tanda omega ditangannya.

"aku tak tau. Yang ku tau pasti..." lelaki bertaring lebih panjang itu meraih tangan si omega mungil. "... kau adalah Zing-ku" tatapannya memuja takdir didepannya.

"kau akan membunuhku?"

"tidak my Zing. Yang kutau, aku adalah takdirmu" diciumnya tangan mungil yang besarnya hanya setengah dari tangannya. Tangannya hangat.

"apa kau alphaku? Kenapa moon goddes memberiku alpha seorang vampire? Dia tidak salah memilih kan?" tatapan matanya masih polos namun berkabut kebingungan.

Vampire itu mengangkup pipi si omega. Mengusapnya pelan. Memandangi wajah lucunya yang seperti anak anjing. Satu arti dari tatapan itu, memuja.

Dingin sekali tangannya. Batin si kecil.

"aku takdirmu my Zing. Aku... jatuh cinta pada mu. Tak peduli apapun kau, kau tetap my Zing. Aku tak akan melepaskanmu."

"apa itu berarti kau alphaku? Aku... aku tak tau. Aku bingung." Ucap si kecil bingung. Perlahan panik mulai melingkupinya.

"my Zing oh my Zing, tatap aku. Jangan panik." Ditautkannya jari jari besar itu melingkupi jari jari kecil. Ditatapnya netra indah si mungil yang mungkin mengalahkan keindahan venus. Masih berkabut takut. Itu yang dilihatnya.

"ya my Zing, aku alphamu." Ucapan spontan yang dikatakan vampire tampan itu membuat mata si mungil berbinar cerah. Sang penghisap darah juga tak tau mengapa ia mengucapkannya. Biarlah yang penting si mungil tenang.

Si mungil itu tersenyum manis. "my alpha" panggilnya merdu. Membuat darah beku sang penghisap darah berdesir kencang. Tak kuasa, diciumnya bibir si mungil dengan penuh candu. Tak ada penolakan. Si mungil itu rupanya menyukainya. Terbuai akan kelihaian gerak bibir sang pendominasi.

Bulan bersinar terang diatas.

Angin bertiup membuat daun daun bergesekan menyanyikan nada merdu.

Kabut tipis namun pekat menutupi sekeliling Synora. Menjadi sebuah pelindung magis dari luar.

Malam itu hanya ada ketenangan. Sepi sunyi senyap.

Di daerah selatan maupun utara hampir tak ada yang menyadari berubahan signifikan malam itu. mereka hanya menganggap itu adalah malam biasa. Kecuali para tetua. Firasat mereka seolah olah mengatakan ini menjadi sebuah tanda yang baik namun cukup buruk. Bencana yang indah seperti menanti mereka.

Apa tadi aku bilang sepi sunyi senyap? Oops sepertinya aku salah. Karna di dalam Synora terdapat suara jantung yang saling berpacu. Suara nafas terengah yang saling berebut oksigen. Suara lenguh pelan yang menyebabkan ledakan. Ledakan gairah.

"klaim aku , alpha"

.

Imíaimos

.

"kubilang, siapa alphamu!"

.

"baumu... lain."

.

"gugurkan atau pergi dari sini!

.

"tak perlu mengusirku. Aku akan pergi dengan sukarela. Anggap saja aku penghianat. Beres kan?"

.

"TIDAK! KITA HARUS BUNUH JANIN ITU!"

.

"hiks, tolong aku"

.

"lari. Lari. Lari. Aku harus lari ke Synora. Hanya itu tempat yang aman!"

.

"KEMANA DIA?!"

.

"kau aman bersamaku. Kita akan hidup di Synora"

.

"MEREKA HILANG!"

.

"dimana kau? Dimana kau? Dimana kau?"

.

"PENGHIANAT HARUS DIMUSNAHKAN"

.

"Ada saatnya nanti kawan. Kita nikmati permainannya"

.

"aku menemukanmu. Aku menemukanmu. Aku menemukanmu"

.

"moon goddes, lindungi kami. Kumohon"

.

"kita susun strategi. Darah kotor tak akan boleh bercampur dengan darah kotor pula"

.

"kita aman disini."

.

"OWEEE...OWEEEEEE"

.

"akhirnya setelah hampir 150 tahun. Kutemukan kau"

.

"sudah kubilang hati hati!"

.

"untuk menyelamatkannya, hanyutkan ia di muara sungai yang mengarah ke ladang"

.

"ku harap kau selamat nak. Maafkan eomma"

.

"KUTEMUKAN KALIAN"

.

"tenanglah. Synora milik kita. Kita akan aman"

.

"anak dan perempuan segera pergi!"

.

"mereka hilang tuan."

.

"dasar bodoh! Hmph. Tapi setidaknya, perburuan malam ini tak sia sia"

.

"biadab. Hiks.. appa... bangun.. hiks"

.

"tak boleh ada dendam sayang. ingat, kita ini mulia" –atau tidak

.

"OWEEEE OWEEEEE..."

.

Prolog end.

.

.

.

Imíaimos

Hehehe. Akhirnya udah ada 7 comment. Puffy lanjut deh. Sebenernya sih mau apdet seminggu sekali. Soalnya target puffy adalah sehari satu review. but, karna udah tujuh review ya udah puffy publish. Hehehe. Bingung? Kan karna udah ada 7 review berarti dah 7 hari. 7 hari = satu minggu. so, puffy update deh.

btw, terima kasih banyak buat kalian yang udah review, follow, sama favorit –in cerita puffy yang satu ini. puffy seneng banget. Puffy akan tetap semangat dan terus lanjutin nih ff sampe tuntas! Yosh! Semangat!

Ah iya, ada yang mau request pair mungkin? Ehehe..

Salam bahagia

Puffy B.