Aku hampa.
Aku kosong.
Kepalaku serasa mengambang setiap kali aku mengedip. Seluruh bagian dadaku ngilu. Bagai habis dipukul. Menyebar hingga ke kepala dan mataku.
Tapi aku tidak boleh menunjukkan sakitku. Tidak sekarang. Tidak untuk hari besar ini.
Suara pintu terbuka membuatku menoleh dan menyambut sosok kroasia tinggi berambut perak yang berceloteh aneh seraya menghampiriku. Aku hanya tersenyum dan mengelus bahunya saat dia memelukku, menceritakan 'betapa gugupnya aku sekarang ini' dengan variasi bentuk berarti sama. Semangatnya menikam hatiku sampai mampus. Mataku panas. Dadaku nyeri. Dan tenggorokanku ngilu. Aku ingin pulang.. Aku ingin sekali aku pulang...
Aku tidak mau disini..
Aku tidak mau menyaksikan pernikahan terkasihku dengan orang lain.
Aku ingin pulang..
Aku... ingin pulang..
