Episode Sebelumnya
Tes . . Tes . . Ding Dong
"Halo, ini Panitia pelaksana dari permainan kasta. Tinggal 1 kartu lagi yang tersisa berarti permainan angkatan 2 grup 1 sudah berakhir. Seseorang yang masih disekolah harus cepat – cepat meninggalkan sekolah segera. KING baru kita adalah Sehun Wu, hasil yang lainnya akan kami beritahu besok yang akan kami tempel di papan pengumuman. Tapi ingat, jam 8 akan kami cabut pemberitahuannya. Jadi jangan telat. Sampai Jumpa^^".
Kai langsung menatap Sehun dengan sinis. Mukanya memerah menahan kesal. Kai tidak menyangka kalau Sehun selama ini dia kenal penurut sekarang malah membantahnya.
"SEHUN! KAU MENGHIANATIKU! CK, SIALAN!" Sehun hanya menyeringai. "Tapi, aku sudah janji denganmu untuk membawa kartu yang bagus."
TUK..
Kartu 'JOKER' jatuh dilantai. Kai menatap Sehun terkejut. Sehun ber-smirk ria saat melihat ekspresi Kai. "Kau tau Kai, aku sangat ingin melihat wajahmu yang kesakitan seperti itu."
Apakah nasib Kai akan buruk / makin membaik dalam satu hari?!
.
.
.
.
Kai, Sebagai orang yang 'akan' menjadi target, akan memulai dimana dia akan menjalani kehidupan putus asa yang menanti.
Didominasi sistem peringkat yang sangat kejam, kelas menjadi tertutup dengan sendirinya. Akan ada cahaya di mana siswa berharap?
Heaven Of School Caste
HunKai Fanfiction
Warn!
BxBL | Raped | Sextoys | R-18 | Loving Bully | School Life
Cast :- Kim Kai
Sehun Wu
And Other people will be soon chapter
**********Chapter 3*********
"Heaven Of School Caste"
.
.
.
.
Suasana di angkatan 2 grup 1 agak sedikit mencengkam. Mereka mulai membicarakan hasil permainan kemaren di papan pengumuman. Zelo, Daehyun, Youngjae mulai berbicara hasil permainan kasta kemarin.
"Hahahaha akhirnya kita bisa mengalahkan si Ten sial itu." Ujar Daehyun dengan bangga.
Sedangkan yang lain asik mengobrol. Tiba – tiba Zelo mengagetkan mereka dengan ucapannya.
"Hei, tidakkah kalian berpikir? Kalau Sehun agak sedikit berubah?"
Daehyun langsung menatap remeh Zelo. "Hah! Kata siapa berubah! Dia masih menjadi pengikutnya Kai kemaren!"
Sehun mulai memasuki kelasnya dengan santai. Anak perempuan mulai mengerumbuni Sehun. Daehyun, Zelo, Youngjae mulai penasaran. Youngjae menarik salah satu gadis yang mengerumbuni meja Sehun.
"Emang kalian tidak tau kalau Sehun menjadi 'KING' di kelas kita?" tentu saja perkataan gadis itu membuat Daehyun dan Youngjae tercengga. Sedangkan Zelo? Zelo hanya menatap hyungnya aneh. Entahlah Zelo gak peduli.
Daehyun dan Yongjae juga langsung mengerumbuni meja Sehun dan mengucapkan selamat kearah Sehun. Sedangkan Sehun? Hell, ini membuat Sehun jengah. Sehun langsung memakai earphone dengan volume sedang. Saat mereka sendang asik berbicara. Tiba – tiba Naeun mendekati meja Sehun. Terlihat di telinga sebelah kanan Naeun bekas tindik. Susasananya menjadi aneh.
"S-sehun, selamat ya akhirnya kau menjadi KING. A-aku berpikir kalau kau itu orang baik. J-jadi selamat yaa, Hunnie..." ucap Naeun sedikit gemetaran. Dia gugup dan malu. Sehun langsung melepas earphone dan menatap datar Naeun.
"Umm... Siapa kau?" ucap Sehun dengan dingin. Sekarang Naeun jadi ingin bunuh diri. Semua orang tertawa saat melihat kejadian itu. Daehyun langsung merangkul Sehun sambil menahan ketawa.
"Jahat sekali kau, Hun! Masa sama mantan pacar kaya gitu!" ucap Daehyun sambil tertawa kencang. "Ohh ya?! Maaf aku lupa." Ucap dingin Sehun menatap jendela luar. Naeun langsung menunduk, rasanya dia ingin menangis. Baru Naeun ingin berbicara lagi dengan Sehun. Si QUEEN baru mendorong bahu Naeun hingga terjatuh. "Menjauhlah! GOTH!" ucapan dan hinaan mulai berdatangan ke Naeun. Naeun langsung duduk di mejanya sambil menangis.
Di dunia, surga dan neraka bisa bertukar tempat dengan mudah
Brak!
Pintu dibuka dengan kasar oleh seseorang. Suasana di kelas mulai mencekam. Mereka seperti hyena yang melihat rusa saat ada seseorang memasuki kelas dengan santai. Yap, Kai kim. Dialah si TARGET baru. Dia hanya berjalan santai dan menghiraukan orang lain. Saat Kai baru mau duduk. Dia langsung marah. Bagaimana Kai tidak marah. Buku yang sengaja dia simpan dikolong meja dirobek menjadi kecil, sepatu yang dia simpan dikolong meja dirobek (walaupun hanya sedikit, itulah yang Kai kesal), dan Oh! Tidak lupa tulisan kasar dimejanya yang berwarna putih dengan spidol warna merah. 'DIEEE!' 'Fvck you, Kim!' 'Poor you, boy!' dengan tulisan warna merah itu membuat Kai menendang mejanya kencang.
"SIAPA YANG MELAKUKAN INI, HAH! SIAPA!" teriak Kai kesal. Sehun yang melihat Kai marah langsung berdiri mendekati Kai. Tangan Sehun bersandar di kursi Kai. "Heh, kau sudah tidak bisa bersikap seperti itu lagi, Kim! TARGET harus bersikap layaknya TARGET!" Kai langsung menatap Sehun datar.
'Oh dia toh! Belagu!' Ucap Kai dalam hati. Kai langsung menarik tangan kanannya dan mengacungkan jari tengahnya ke arah Sehun. "Sehun. Aku tidak akan pernah memaafkanmu." Ucap Kai dingin.
~Flashback~
Kai langsung meninju lantai saat melihat kartu 'JOKER'. Kai tidak menyangga kalau dia akan menjadi TARGET.
"K-kenapa kau melakukan ini, Hun?" ucap Kai dengan pelan sambil menatap kartu itu dengan tatapan kosong.
"Umm... Biarkan aku berpikir..." ucap Sehun dengan pose pura-pura berpikir. "Karena aku pikir ini sangat menyenangkan! Bayangkan, aku selalu taat sebelumnya terhadapmu, dan sekarang... Bagaimana aku hancurkan kehidupanmu yang agak congkak. Semuanya itu hanya untuk kesenangan saja bagiku." Lanjut Sehun dengan seringai yang menakutkan. Kai langsung meremas kartu itu, dan bersiap memukul Sehun. Tapi Kai kalah cepat dari Sehun. Sehun memegang tangan Kai erat. Lalu memegang pipi Kai erat. Jujur pipi Kai menjadi sakit karena ulah Sehun.
"Kai, apa mau aku bantu? Jadilah pacarku. Tapi sebagai wanita yang selalu membukakan dan memperilhankan lubangnya khusus untukku kapanpun yang aku inginkan. Dan pacar yang selalu mencumbuku dan mendesahkan namaku lebih keras. Bagaimana?" tawar Sehun dengan seringai.
"Hah?! Kau ingin aku menjadi wanitamu gitu? Menjijikan! Damn you Virgin!" Kai langsung mendorong Sehun hingga terjatuh. Kai langsung menutupi tubuhnya yang masih telanjang.
"Aku tidak akan mau menunduk kepada seseorang! Aku harus menjadi salah satu yang berdiri di atas semua orang. Itulah aku. Aku tidak akan mau mengikuti aturan permainan. Aku tidak selemah itu!" ucap Kai dingin.
"Oh yaa? Aku akan menunggumu. Kapan kau akan menuruti perkataanku, Kai." Ucap Sehun langsung berbalik badan ke arah pintu dengan seringai yang tipis.
'Ok, kau terperangkap dalam permainanku, Kim!' ucap Sehun didalam hati.
~Flashback off~
Kai sudah berjanji, dia tidak akan mau bertarung dengan orang lain. Biasanya yang status diatas dia akan memanggil kawan – kawannya jika Kai berhasil melawannya. Ck, munafik! Sama – sama munafik. Itulah yang bikin Kai kesal.
Saat Kai sedang berjalan dengan santai. Tiba – tiba...
Byuur...
Kai disiram oleh Daehyun dan Youngjae bekas cuci lantai. Lihatlah, bahkan masih ada kain pelnya di lantai. Ok Kai, tenang! Kai tidak mau berkelahi dengan pengecut kaya mereka. Kai langsung menatap mereka datar.
"HAHAHAHAHA, MAMPUS KAU, KIM. AKHIRNYA AKU BISA MEMBALAS PERBUATANMU SEBELUMNYA!" ucap Daehyun sambil ketawa geli.
"Menangislah, Kim! Dan berlutut ke kami sambil memohon 'maaf'. HAHAHAHA." Ketawa Yongjae dengan keras. Kai hanya diam lalu melempar kain pel ke arah Daehyun sambil menatap rendah mereka.
"Dasar pengecut sialan yang tidak bisa melakukan apapun tanpa jabatan yang kau punya. Tikus kaya kalian itu takut untuk bertingkah kaya gini jika kalian sendirian tanpa orang." Ucap Kai dingin dengan mengelap mulutnya dengan baju basahnya. Sedangkan Daehyun? Tidak usah ditanya dia langsung membeku. Daehyun baru mau membalas perbuatan Kai langsung dipotong kehadiran guru Hwang. Si seksi yang selalu mengoda muridnya. Baru Kai mau duduk, Kai mendengar ucapan Chanyeol yang menusuk. "Kai! Banyak banget yaa. Kayanya Karma masih berlaku deh, Kai-sii." Sedangkan Baekhyun menatap nanar Kai. Kai langsung menatap Baekhyun tajam.
"Apa lihat – lihat! Akan kubunuh Kau, Park! Byun!". Karena perkataan Kai membuat Baekhyun bersembunyi di belakang tubuh Chanyeol. Chanyeol hanya tersenyum remeh. "Woah, mengerikan sekali, Kim!"
Kepedulian, perhatian dan empati. Itu semua hanyalah kebohongan diantara hubungan yang kalian jalani. Aku sudah muak dengan semua ini!
Kai baru saja ingin menganti kemeja putihnya yang basah, mendadak kesal lagi. Kemeja putih yang sengaja dia simpan di loker dirobek tengahnya. Kai hanya pasrah. Baru saja dia mau memakai baju, tiba – tiba ada tangan yang merangkulnya. Yap, siapa lagi kalau bukan Sehun Wu?
"Maaf yaa Kai. Kau jadi punya musuh yang banyak." Ucap Sehun di telinga Kai.
"Pasti suruhan mu yaa?" tebak Kai asal.
"Itu tidak mungkin, Kai. Itu sangat kekanakan." Ucap Sehun sambil mencium leher Kai.
"Bagaimana perasaan mu? Dikhianati temannya sendiri yang selama ini selalu mengikutimu. Sekarang tidak ada satu pun orang percaya atau menolong kau. Kasihan sekali, kim." Ucap Sehun sambil mengelus leher Kai perlahan.
Mendengar ucapan Sehun membuat Kai kesal. Kai langsung menyikut ke dada Sehun. Dan Kai akhirnya terlepas. "Mau tau? Menurutku biasa saja. Kau saja yang lebay!" kata Kai sambil keluar dengan memakai Kemeja putih sobek itu.
~ Suasana Di Kelas~
Saat Guru Park sedang absen. Dia melihat kearah kemeja Kai yang robeknya agak besar. Dari dada kiri ke arah perut kanan. Memperlihatkan Nipple pinknya dan abs yang sedikit terbentuk. Jujur saja Pak Park sedikit tergoda dengan salah satu muridnya itu.
"K-kai kenapa dengan bajumu?" tanya Pak Park gugup.
"Kepo!" kata Kai dengan kasar.
Jujur karena kejadian itu membuat Chanyeol penasaran. Dia langsung memukul kepala Sehun pelan. "Hei Hun, bukankah itu agak berlebihan tapi... ayolah kawan, nipple dan absnya terlihat. Dan lihatlah, semua laki – laki menatap Kai lapar. Pasti kau bisakan merasakan auranya jadi sedikit bergairah?" tanya Chanyeol tanpa spasi. Sehun sebenarnya sudah tau, tapi mau gimana lagi. Niatnya dia ingin mengoda Kai, kali aja Kai mau memohon kemeja yang bagus. Faktanya, Kai malah mengacuhkannya. Sial! Sehun langsung cemberut saat mengingat kejadian tadi.
~Di kamar mandi~
Kai sedang buang air kecil. Tiba – tiba ada pria bertubuh gempal menawarkan kemeja putih ke Kai. Kai bingun sekarang. Ada apa lagi cobaan ini.
"I-ini ambilah. Kemeja ini dari ruang UKS. Pakai saja." Tawar pria gempal itu. Kai hanya diam saja. Mengambil kemeja putih yang agak kecil dari tangan si pria gempal, lalu memakainya. Pria itu hanya menatap Kai diam. Ehem, bukan menatap ke arah Kai, tapi ke nipple Kai. Pria itu ingin sekali mencicipinya. Saat pria itu baru mau berbicara tiba – tiba percakapannya sudah dipotong Kai duluan.
"Hei fatty, jangan mencoba berbuat baik kepadaku. Dan terima kasih untuk kemejanya." Kai langsunng melewati pria itu. Kai takut, kalau pria yang menolongnya akan dibully Sehun. Baru saja Kai mau membuka pintu, ada seseorang yang mendorongnya dan menindihnya. Ternyata yang menindih Kai adalah pria yang dipanggil Fatty itu.
"heh, TARGET sialan! Berani sekali kau berbicara seperti itu! Seharusnya kau terharu karena aku membantumu, sial!" si Fatty itu berusaha membuka kemeja putih Kai. Kai berusaha melarikan diri. Tapi, si fatty itu sangat berat. Dia mencoba kabur. Tapi di mata si fatty itu, dia melihat tubuh Kai yang meliuk ke kanan – kiri malah semakin seksi. Pria itu menahan Kai lebih keras.
"Kau bukan KING lagi, kau bukan siapa – siapa sekarang! Biarkan aku mencicipi tubuhmu, Kai." Si fatty langsung mencari nipple Kai. Dan dia menemukannya langsung memilin nipple Kai keras.
"A-ahh~" desah Kai pelan. Dia langsung keingat kejadian kemarin. Diperkosa seseorang. Seakan kalau Kai kemaren sangat menikmatinya. Hell NO! Kai langsung mengigit bibirmya keras agar tidak mengeluarkan desahan.
BRAK!
Tiba – tiba ada seseorang yang menggangu acara pemerkosaan Kai.
"Hei~ Kau menghalangi jalanku!" kata Sehun sambil menaruh kakinya ke wajah si Fatty.
"S-sehun?" jujur Kai cukup terkejut. Yang menolongnya si brengsek Sehun.
Sehun langsung menatap si fatty itu datar. Sungguh pemandangannya sangat tidak enak. "Heh gendut. Pergilah! Aku tidak mau melihatmu lagi!" tanpa basa – basi, si gendut itu langsung keluar dari kamar mandi. Sehun langsung menatap Kai setengah telanjang. Dia langsung membantu menarik Kai berdiri.
"Heh Kai, jangan biarkan orang lain see your ass!" Sehun langsung terkejut saat Kai langsung pergi dengan keadaan buka baju. Ck, lihatlah semua anak buah Sehun menatap bergairah kepada Kai. Itu membuat Sehun berdecih pelan.
"Terserah! Urusi saja urusanmu aku tidak peduli!" kai berusaha kabur secepat mungkin.
"Setidaknya mengucapkan berterima kasihlah kepadalu, Kai. Atau..." Sehun langsung menarik tangan Kai dan melanjutkan perkataannya di dekat telinga Kai.
"Apa kau marah kepadaku karena kau baru saja melayani seseorang. Slut!" Ok, Kai mulai terpancing emosi lagi. "Shit, coba bilang lagi!" Kai langsung menarik kerah Sehun. Kai marah sekarang. Terlihat wajahnya memerah menahan kesal
"Aku kan benar. Kau terlihat sedang menikmati seksnya. Bahkan-"
"SHUT UP!" Ucapan Sehun langsung terpotong teriakan Kai. Kai semakin mengeratkan penganggan kerah baju Sehun.
"I-itu hanya... akting! Yaa akting. Aku baru saja mau organisme tapi diganggu si virgin. Lagipula orang kaya kau tidak bisa memuasi orang lain." Kata Kai sambil tersenyum... aneh?!
Sehun yang mendengar ucapan Kai langsung tersenyum miris. Dia langsung menyeringai kecil dan langsung berbalik badan. "Ohh gitu! Hei Guys, aku tau kalian turn on sekarang! Pasti kalian sangat tertarik dengan jalang ini, kan? Lets test dan lihat pria jalang ini yang katanya bisa melakukan seks dengan banyak orang. Aku memberi kalian ijin untuk memperkosa jalang ini." Seringai Sehun menjadi lebar. Dan Kai, langsung bergetar saat mendengar ucapan Sehun. Sedangkan anak buah Sehun ada 4 orang langsung berusaha menyentuh Kai. Kai langsung lari secepat dia bisa. Semua anak buah Sehun masih berusaha menangkap Kai. Sehun hanya diam saja lalu pergi ke suatu tempat.
Di kelas, handphone anak – anak mulai berdering. Menandakan ada pesan masuk. Yang berisikan pesan 'TANGKAP DAN PERKOSA KAI!'. Saat Kai berbelok ke arah belakang sekolah. Tiba – tiba ada yang menarik rambut Kai. Kai langsung terjatuh. Kai berhasil ditangkap anak buah Sehun.
"Hei Kai! Akhirnya aku akan memperkosamu!" baru Kai mau menendang salah satu anak buahnya Sehun. Tapi Kai kalah cepat. Kai sudah ditendang perutnya duluan.
"Pegang dia yang erat!"
"Biarkan dia tiduran disini."
"Robek bajunya."
Srak~
Kemeja Putihnya robek lagi. Kai tidak bisa menutupi tubuhnya. Ini menjijikan, bagaimana bisa dia bakal diperkosa sama PRIA! Sial!
Saat yang lain sibuk menyentuh tubuh Kai, tiba – tiba ada seseorang melemparkan petasan dekat dengan mereka.
"Ck, siapa sih yang nyalain petasan."
Kai langsung menendang salah satu anak buahnya Sehun dan terus berlari. Tingkah Kai yang berlari ini hampri sama kaya yang lain. Pengecut! Kai berlari ke sana kemari. Dia mencari ruangan tertentu agar orang lain tidak bisa menemukannya. Kai melihat tulisan 'ruangan spesial'. Kai langsung membuka pintu ruangan itu langsung terkejut. Ternyata Sehun si pelaku yang menyalakan petasan.
"Kau udah tau kan kalau kau lemah sekarang!" ucap Sehun datar.
"Minggir, Hun!"
"Maaf sayang ini ruangan khusus KING."
Kai langsung mendorong Sehun keras. Tapi sialnya, tubuh Sehun tidak bergeserpun.
"Ini peringatan terakhir Kai..." Sehun langsung memegang pipi Kai dengan satu tangan.
"Kau ingin diperkosa sama aku? Atau sama mereka? Bukan satu! Tapi semua anak lagi di sekolah ini!" Sehun menyeringai lebar.
Perkataan KING tidak pernah Kai dengar. Ini bukan aku sebenarnya. I-ini hanya hasil game. Aku seharusnya tidak menanggapinya.
"Kai, ayo jawab! Kau pilih mereka? Atau aku? Kalau kau tidak menjawab... mereka akan kesini?!"
Kai langsung menjilat bibirnya pelan. Dia takut sekarang.
"O-ok... A-aku pilih Kau..." ucap Kai pelan. Dia malu sekarang. Karena ucapan Kai, Sehun langsung tersenyum tipis. Tapi senyum tipis itu senyum tulus. Sehun langsung mendekatkan bibirnya ke bibir Kai yang mengoda.
To Be Continued...
Hai, Sena kembali ngepost FF. Maaf yaa kelamaan. Akhirnya Sena ngepost ini FF. Fiuh. Tetap komen seperti biasa ok. Maaf yaa kalo cara ketikannya aneh. Soalnya Sena ngerjainnya ngebut maksimal :D. Please coment juseyo~.
