HEAVEN OF SCHOOL CASTE

HunKai Fanfiction

BxBL | Raped | School Life | HardCore | DLL

Cast : - Kim Kai

Sehun Wu

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

*****Chapter 5*****

Episode sebelumnya

Kai langsung berlari. Ya, berlari seperti tikus liar. Ini bukan dirinya sendiri. Yang dia pikirkan hanya satu yaitu 'TEMPAT DIMANA SEMUA ORANG TIDAK BISA ASAL MASUK'. Kai langsung berlari ke lantai 2 lalu belok ke kiri. Kai sampai ruangan 'SPESIAL' yang bisa dibilang itu milik 'JOKER'. Jujur Kai sedikit kecewa, ayolah Kai sudah menanggap Sehun itu BABUSahabat. Tapi sekarang dikhianati? Ck, memikirkan itu saja membuat Kai makin kesal. Dia langsung membuka ruangan 'itu' dan dia melihat Sehun menyeringai?!

"Kau sudah tahu kan kalau sekarang kau lemah dengan keadaanmu sekarang." Ucap Sehun datar.

"M-minggir, Hun!" ucap Kai sambil mendorong Sehun sekuat tenaga. Tapi sialnya, tubuh Sehun tidak bergerak sama sekali.

Sehun langsung menarik dagu Kai dengan tangan kanan, tangan kirinya meraba punggung Kai pelan.

"Ini peringatan terakhir, Kim. Kau pilih aku atau mereka? Maksudku bukan hanya boyguard aku saja. Semua laki-laki disekolah ini akan memperkosamu! Jadi... aku akan hitung sampai tiga..." Sehun langsung melirik Kai. Kai yang mendengar ucapan Sehun langsung pucat. Sehun yang melihat wajah Kai yang pucat langsung menyeringai.

"Heii sayang... Kalau kau tidak bilang sekarang nanti orang-orang akan kesini lho." Ucap Sehun dengan datar. Kai masih bingung. 'B-baiklah... mungkin ini jawabannya. Persetan dengan game ini' batin Kai di dalam hati.

Kai langsung memegang lengan baju Sehun. Sehun yang melihat tingkah Kai langsung menyeringai tipis. Jangan – jangan..

"B-baiklah, aku pilih kau, Hun..." ucap Kai dengan pelan.

HEAVEN OF SCHOOL CASTE

HunKai Fanfiction

*****Chapter 5*****

Sehun langsung menarik Kai kepelukannya lalu Kemudian ia meraih dagu Kai dan mendekatkan bibirnya ke bibir Kai. Kai terperanjat kaget saat benda kenyal itu berada dibibirnya dan menghisap - hisap bibir itu dengan rakus. Sehun kemudian menggigit bibir bawah Kai hingga Kai membuka bibirnya dan memudahkan Sehun untuk mengakses isinya. Sehun tak tinggal diam, ia mengabsen deretan gigi putih itu dan menautkan lidahnya dengan lidah Kai. Suara decakan terdengar jelas diruangan besar itu. Sehun benar - benar belum puas, ia menyesap bibir Kai dengan ganasnya. Hingga dorongan dari tenaga ekstra Kai terpaksa menghentikan kegiatan itu. Kai terlihat mengatur napasnya, sementara Sehun menyeringai.

"Ohh iya aku melupakan sesuatu..." ucap Sehun langsung duduk di sofa. Kai yang melihat tingkah 'boss' Sehun langsung merinding. 'firasat apa lagi ini...' ucap batin Kai.

"Ehh Kai, cepatlah buka bajumu. Aku ingin kau menari strips, aku butuh hiburan!" perintah Sehun dengan lantang. Kai berniat melemparkan bola karet ke arah Sehun dan sialnya bola itu tidak mengenai Sehun. Melainkan mengenai dirinya. 'Ughh. Sialan si Wu...' rintih Kai pelan. Kai langsung berdiri sambil mengelus jidatnya (korban bola karet dirinya sendiri).

"Ck, untuk apa aku melakukan itu..."

Sehun langsung menarik Kai hingga Kai terjatuh dipangkuan Sehun. Sehun menarik dagunya Kai pelan. Hidung mereka bersentuhan. Kai langsung gugup. Ini aneh! Jantungnya berdegup!

"Ohh... Kau lupa tentang apa yang barusan kau katakan sebelumnya, 'LITTLE TARGET'?" Sehun langsung menyeringai reaksi Kai. Sehun mulai menciumi bahu Kai pelan. Kai yang diperlakukan seperti itu dengan Sehun langsung mendorong Sehun dengan keras lalu menutupi tubuhnya dengan kemeja putih itu. Kai yang mendengar perintah Sehun sebelumnya langsung membuka resleting celana sekolahnya lalu ia lemparkan ke arah Sehun. Sebelum Kai menari strips, entah kenapa sudah ada kamera yang menyala di pojok ruangan. 'Sial!' gunggam Kai saat melihat kamera. Dia langsung menunjukan jari tengahnya ke Sehun sambil berkata dengan sedikit desahan "So? What should I do for you? My Guest?". Sehun yang mendengar reaksi Kai langsung tersenyum sinis "You're so interesting, Kai. Keep your shyness. I love it". Sehun mulai menyetel lagu yang bikin suasana ruangan hot.

#Maaf Sena Harus skip bagian ini. Sena gak bisa melanjutkan
adegan ini alias gak diijinin sama Sehun -,-

"Sebelumnya ibuku pernah memberitahuku "di dunia ini sangat kejam. Kita yang berdasarkan kelas 'kasta rendah' hanya bisa dikucilkan. Bahkan lebih baik dikucilkan daripada kita diperlakukan seperti hewan". Bahkan aku masih ingat dia memberi tahuku sambil merokok dan menatap arah luar jendela. Hanya dia satu-satunya keluargaku yang masih menyayangiku. Yang lainnya? Persetan dengan ini semua. Mereka tidak pernah mau menganggap kami sebagai saudara. Heh, mana mau keluarga dari ayahku mau menganggap aku?! Terserah deh. Ini bukan urusanku." Batin Kai dalam hati. Dia bahkan tidak sadar kalau dia sudah sampai didepan kelas.

Saat sudah sampai kelas, Sehun langsung terdiam. Melihat Kai yang Ummm... seksi terdiam di kelas membuat Sehun bingung. 'Apa yang dia pikirkan? Ini masih pagi...'

"Apa yang kau lakukan di depan kelas, Kai?" Sehun langsung menegur Kai. Kai terkejut dan dia langsung menenggok kebelakang.

"S-sehun..."

Sehun membuka pintu kelas dengan sedikit keras

BRAK!

"Pagi Daehyun-Hyung... kami akan pergi membolos kelas untuk hari ini. Tolong kasih alasan yang bagus yaa ke seongsaem-nim nanti." Sehun menyapa Daehyun sambil merangkul bahu Kai. Kai hanya menatap wajah Sehun terkejut. Daehyun yang melihat Sehun merangkul Kai langsung terkejut. 'Untuk apa mereka bolos?' batin Daehyun. Daehyun langsung membalas perkataan Sehun.

"U-umm, baiklah. Nanti aku beri tahu ke Park seongsaem".

"Ayo sayang kita pergi.." Ucap Sehun sambil merangkul bahu Kai. Kai hanya menatap Sehun malas. Dia malas berkelahi dengan Sehun Wu. Saat Kai dan Sehun menjauhi kelas. Beberapa murid di kelasnya Sehun dan Kai mulai membicarakan tentang hubungan antara 'KING' dan 'TARGET'.

"Ada apa dengan Kai? Menjijikkan sekali!"

"Diamlah Jae, bilang saja kau cemburu karena si TAN yang kau banggakan bersama VAMPIR JELEK itu kan?!"

"Kau lihat handphone ku yaa, Himchan!"

"Bukan hanya Himchan doang kok yang tau. Bahkan Yongguk-hyung tau."

"Diam kau Zelo!"

"Siapa yang kemarin ingin memperkosa Kai? Bukankah waktu itu kau ikut, YoungJae?"

"Ohh shit, diamlah Dae!"

Begitulah percakapan geng B.A.P...

#Ruang Khusus 'KING'

Sehun masih terus menarik tangan Kai-nya. Hingga akhirnya, Sehun berhasil membawa Kai masuk ke dalam ruangan 'KING', yang berdekatan dengan gudang sekolah lantai 2 pojok kiri. "Buka bajumu, Kim...!" titah Sehun cepat. "Untuk apa aku menurutimu, shit!" maki Kai dengan tatapan sinis. Sehun menggeram marah melihat Kai yang menolak perintahnya. Sehun melepaskan seragam sekolahnya dan mendekati tubuh Kai yang bergetar pelan. Tangan pucat Sehun terulur dan meraih wajah Kai. Dia menatap intens mata Kai. Dengan sekali tarikan, Sehun berhasil menyatukan bibir mereka dan menahan tenguk Kai. Sehun melumat bibir manis tebal itu. Dengan gerakan lembut, Sehun berhasil menyingkirkan tangan Kai dan melepas kancing kemeja seragamnya satu-persatu. Tak lupa, Sehun melepaskan celana panjang dan boxer Kai hingga akhirnya hanya tinggal celana dalam saja yang melekat di tubuh mungil namja Tan itu.

Pagutan itu terlepas dan Kai langsung menendang Sehun. Sebelum Kai berlari Sehun udah memegang kaki Kai. Banting, tendang, pukul, sudah Kai lakukan. Faktanya Kai SELALU KALAH dari Sehun. Ughhh!. Sehun langsung mengikat tangan Kai dibelakang punggungnya dengan simpul yang sangat ketat.

"Kulum penisku, Nini." Jongin menggelengkan kepala sambil menutup mulutnya rapat-rapat. "Kau tidak mau menuruti kataku? Jadi, kau mau diperkosa seluruh laki-laki sekolah ini daripada aku? Aku bisa saja menelanjangimu lalu aku mengikatmu di toilet siswa laki-laki. Biar mereka bisa terus memperkosamu! Mau hah?" titah Sehun. Kai hanya menatap Sehun dengan diam. Jujur Kai mulai takut sekarang dengan Sehun. Karena diam – diam Sehun seperti psikopat.

#Skip Time

Penis Sehun yang masuk dari atas mulut Kai membuat skortum menggesek hidung dan pipi Kai. "Ohokh—" Jongin tersedak ketika lubang penisnya dikocok Sehun tanpa perasaan. Suaranya tersumbat penis besar Sehun yang bersarang di mulutnya.

"Aah—it feels so good, bitch." Sehun terus menghentak-hentakan penisnya kasar tanpa mempedulikan Jongin yang sulit bernafas. "L-lanjutkan, Kim..." desah Sehun pelan. Kai menghisap penis Sehun, lidahnya bermain di kulit penis dan juga ujung lubangnya, ketika penis itu keluar Kai akan menjilatnya seperti ice cream yang dimakan di musim panas. Pipinya mencekung tiap kali dia menghisap penis Sehun yang besar. Skortumnya (kepala penis) pun tidak luput dari jilatannya. "Yah benar seperti itu, Sayanghh." Desah Sehun. Sehun masih menahan kepala Kai. Dia ingin organisme. "Akhh..cepathhh , sayanggghh.." desah Sehun. Sehun menekan kepala Kai dengan keras hingga penis besar Sehun mengenai tenggorokan Kai. Kai mulai merasakan penis Sehun semakin membesar.

"Akhh... S-sial... I-I'm comee... N-nini" Kai berusaha menelan sperma Sehun yang sialnya sangat banyak. Sisa – sisa sperma Sehun ada di bibir Kai. Kai berusaha membersihkannya dengan tangan langsung dicegah sama Sehun. Sehun menempelkan bibirnya ke bibir seksi kai kembali. "Hmmpt?!" Kai terkejut dalam ciuman mereka. Kai menatap Sehun sendu. Dia sudah mulai teransang. Sehun menekan tekuk leher Kai dan lidahnya menjilati bibir Kai dan menjilati langit – langit mulut Kai membuat Kai mendesah.

Ngghh! Cpk! Cup!

Suara saliva mereka terdengar jelas diruangan itu. Kedua lidah mereka saling bergulat. Kai berusaha mengeluarkan lidah Sehun, tapi ia tetap kalah dari Sehun. Kai membiarkan lidah Sehun mengekspor mulutnya, ia lelah.

Sehun memutuskan ciuman mereka saat ia lihat Kai mulai kehabisan napas. Benang saliva mencul di kedua bibir mereka. Dada Kai naik turun, bibirnya dia biarkan terbuka, ia berusaha mencari oksigen sebanyak – banyaknya. "S-sehun... kau gila..." Kai langsung menatap sinis Sehun dengan mata sayunya. Napasnya masih memburu sesak. Sehun hanya tersenyum tipis. Dia membelai wajah Kai. Saliva yang masih menempel dibibir Kai dia jilat. Sehun tidak mau diwajah Kai ada salivanya. Sehun membuka kancing baju Kai. Kai hanya diam saja. Dia sudah lelah sekarang. Yang Kai inginkan hanya cepat – cepat pulang kerumah, lalu tiduran di kasur kesayangannya. Tapi ini karena Wu-shit Sehun ini, Kai harus melayaninya. Sehun kembali mencicipi nipplenya Kai. Kai hanya mendesah pelan lalu memeluk leher Sehun. Persetan dengan Sehun, toh Sehun juga akan terus memperkosanya. Niatnya Kai hanya memejamkan mata, tapi lama – kelamaan Kai tertidur. Sehun yang sedang membuat kissmark dileher Kai terkejut. Pasalnya Kai tertidur.

"Bisa – bisanya dia tertidur?! Bahkan penisku belum tidur, Kim" ucap Sehun pelan sambil mengelus rambut Kai pelan. Sehun kembali mencium bibir Kai. Ciuman Sehun tidak seperti sebelumnya. Yang sebelumnya sangat agresif, kalau yang ini? Dia melakukannya dengan tipis dan penuh kasih sayang. Sehun memakaikan Kai pakaiannya kembali. Sehun langsung meninggalkan Kai. Beberapa menit kemudian Sehun membawa selimut dari UKS. Sehun langsung menyelimuti Kai dan jangan lupakan menaruh obat pereda nyeri dan botol mineral. Sehun langsung meninggalkan Kai ke kelas.

# 25 menit kemudian..

Kai merasakan cahaya berusaha menerobos masuk matanya, dia membuka matanya, meringis karena silau cahaya matahari, dia dapat merasakan tubuhnya hangat dan sakit dibagian bawahnya. Kai hanya bisa diam di dalam ruangan itu, toh dia hanya sendirian. Baru saja Kai ingin tertidur, matanya menatap sesuatu di atas meja. Dia langsung mengambil benda itu lalu membacanya.

"Obat...?! Persetan dengan obat itu! Awww... pantatku..." Kai masih mengomel tidak jelas. Kai langsung memakai seragam sekolahnya lalu langsung keluar dari ruangan dan kembali ke kelas.

Kelas kembali menjadi tempat yang mengerikan, dimana mereka ( siswa ) menatapku
tajam lalu mulai menjaga jarak. Apa pria itu penyebabnya?

Mr. Lee, guru kimia selesai menjelaskan materi. Mr. Lee langsung membawa kertas HVS. "Baiklah, semuanya karena materi ini cukup panjang mari kita buat kelompok. 1 kelompok 4 orang..."

Semua orang langsung membuat kelompok, tentu saja dengan 'status' yang mereka punya. Saat Mr. Lee baru ingin membagikan kertas HVS berisi latihan kelompok, dia melihat Kai hanya menatap datar papan tulis. "Apa masih ada yang mau berbagi kelompok dengan Kai?" tanya Mr. Lee. Semuanya hanya diam. Salah satu siswa duduk di pojok kiri mengangkat tangan. "K-kami masih butuh 1 orang lagi, pak..." ucap Baekhyun dengan semangat. Chanyeol hanya menatap Baekhyun datar. Padahal Chanyeol sengaja membuat kelompok hanya berduaan dengan Baekhyun. Kali saja nanti untuk tugas rumah Chanyeol bisa melakukan 'itu' dengan Baekhyun. Aduh, memikirkan Baekhyun telanjang saja membuat Chanyeol tegang. Hebat sekali, Park!

Kai yang melihat aura gelap Chanyeol hanya memasang tampang datar. 'sepertinya aku merusak suasana si Idiot Park itu' ucap kai dalam hati. Baru saja Kai ingin balik badan, tangan-nya di pegang Sehun. Kai refleks duduk kembali. Dia terkejut. Sehun langsung menangkat tangan. "Biarkan saya masuk ke kelompok Baekhyun yaa, Pak...?" ucap Sehun dengan senyum manisnya. Mr. Lee hanya membalasnya dengan anggukan. Sehun langsung menarik Kai ke tempat Baekhyun.

'Biarkan aku bergabung, dan jangan membuat masalah disini...' bisik Sehun ditelinga Kai. Kai hanya diam. Suasananya bisa dibilang 'agak' canggung. Chanyeol duduk disamping Sehun, sedangkan Kai duduk disamping Baekhyun. Kai sedikit kurang mengerti tentang BAB yang diajarkan Mr. Lee. Sekarang? Kai agak menyesal karena tidak belajar dengan benar. Kai langsung mengambil kertas HVS tersebut dan menulis nama kelompok. Baekhyun terkejut melihat Kai (orang yang dia takuti sedang menulis).

"E-Emm, K-Kai-sii, biarkan aku saja yang menulis soal itu?" Baekhyun langsung menarik perlahan kertas yang barusan Kai tulis. Kai yang melihat tingkah dan kecerewetan Baekhyun langsung berdecak sebal. "Ck, diamlah Byun, aku tidak mau menjadi orang pasif dikelompok. Biarkan aku menulis ini!" Kai langsung merebut kertas yang dipegang Baekhyun. Chanyeol dan Sehun hanya melihat mereka berdua dalam diam.

#20 menit kemudian, seusai praktek kimia...

Kai baru saja membawa peralatan praktikum ke gudang, tentu saja menghindari tatapan tajam Sehun, dan menghindari kecerewetan Baekhyun, tentu saja Kai tidak ingin Baekhyun (dengan tubuh kecil mungil) disuruh membawa kardus besar dan berat oleh Sehun. 'Ck, untuk apa memikirkan si Byun itu! Menyusahkan aja...' batin Kai. Tiba – tiba...

SRETT!
Sehun menarik kerah seragam sekolah Kai.

"Bagaimana rasanya dikasihani orang lain? Kayanya ini pertama kalinya kau dikasihani ya, Kai?"

"Ck, untuk apa kau peduli padaku! Ini bukan urusanmu". Kai langsung mendorong Sehun Kasar. Sehun langsung menarik Kai kasar. "Ohh maaf sayang, aku pikir kau butuh 'perlakuan' khusus dariku". Sehun menarik dagu kasar. Dia mengeluarkan sesuatu vibrator dari kantong celana. Kai hanya menatap Sehun terkejut. Kai langsung mendorong Sehun kasar.

"D-dasar sinting! Apa yang kau lakukan!" Kai langsung mundur perlahan. Sehun mendekati Kai pelan. "Aku pikir kau butuh kesiplinan. Maaf yaa sayang.." Sehun langsung menarik tangan Kai lalu diikat dibelakang pungung Kai. Kai berusaha kabur, menendang, memukul, bahkan mengigit. Tetap saja dia kalah telak dari Sehun. Sehun langsung menaruh vibrator ke mulut Kai.

"Kulum saja benda ini sayang. Jangan digigit!" Ucap Sehun dengan nada datar. Kai langsung mengulup vibrator kecil itu. Sehun hanya menyeringai melihat Kai mengulum vibrator itu. Sehun menarik vibrator itu kasar lalu menurunkan celana Kai. "Aku akan mengeluarkannya saat pulang sekolah. Pikirkan cara memohon yang baik dan benar, sayang." Sehun mengecup bibir Kai sekilas, lalu menarik Kai ke kelas. Bahkan Sehun tidak peduli dengan penampilan Kai yang terbilang sangat berantakan itu.

Pelajaran sejarah dimulai, semua orang sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang mengobrol, mendengarkan guru bicara, dan ada juga yang umm... tidur? Oh itu Kai, dia hanya pura-pura tidur. Kai menahan desahannya agar tidak keluar dari mulutnya. Kai langsung menatap Sehun memelas, sedangkan Pelakunya...? Sehun sedang mengobrol dengan teman sebangkunya.

"S-sial... Umm..." gumam Kai pelan. Kai langsung berdiri sehingga semua orang dikelas (sehun) menatap Kai heran. "A-ada Kai? Kau sakit? Wajahmu merah." Tanya Cho Saem berurutan. Kai hanya berjalan perlahan keluar kelas lalu menatap Sehun lagi. Sialnya Sehun bercanda dengan orang lain. 'Sial!' maki Kai dalam hati.

"Akh, sial! Aku akan membunuh pria bejat itu!" Maki Kai didalam toilet. Kai langsung membuang vibrator itu kasar. Kai langsung memasukkan jarinya kelubangnya.

"Ahh... Umm... I-ini tidak e-enak..." desah Kai pelan.

#Suasana Dikelas

Sehun langsung melihat handphonenya. 'tumben bocah ini kirim pesan' ucap Sehun dalam hati. Dia masih bingung tumben Kai menghubunginya. Sesaat kemudian Sehun menyeringai, dia lupa dengan kejadian barusan yang dia lakukan terhadap 'kekasihnya'. Ternyata 'kekasih'-nya memanggilnya. Tentu saja Sehun langsung izin kekamar mandi.

Sehun sampai dikamar mandi dilantai dua, wajar kamar mandi lantai dua sepi. Sehun langsung melihat penanda yang tergeletak dilantai. "Aku datang Kai sayang" Sehun menaruh penanda dengan tulisan 'Maaf toilet disini rusak.'.

"Wah, ternyata ada yang melangar peraturan yaa.". Tanpa pikir panjang Sehun langsung mencium bibir Kai. Melumat, mengigit sensual bibir Kai dengan kasar. Ciuman Sehun turun ke leher jenjang Kai. Jilat, gigit, lumat, Sehun sengaja menandai leher Kai. Agar orang-orang tahu, Kai hanya milik 'mainannya' seorang. Sehun mengelus kejantanan Kai yang menegang dari luar celana seragam Kai dengan tangannya membuat Kai mendesah pelan. Sehun langsung menyeringai. "Wah, aku tidak tahu kalau si Kim ini sangat jalang. Mendesahlah untukku, Kai..." ucap Sehun sambil menjilat telinga Kai. Sehun mengocok penisnya sendiri dan memasukkan penisnya dengan terburu-buru. Membuat Kai menjerit kesakitan.

"Aahh, ngghhh, B-bangsat kau, H-hunn-ahh!" maki Kai

"Ngh!Fuck..! K-kau sempit sayang..." desah Sehun. Sehun tidak berhenti menggerakkan pinggulnya dengan cepat. Tangannya tidak berhenti memanjakan penis Kai yang sudah tegang.

"Aahh... c-cukup H-hun-ahh... Nghh!" Sehun mempercepat pinggulnya dengan liar didalam lubang anus Kai. Sehun mencium bibir Kai kasar. "K-kim, t-together... let's cum together". Sehun mempercepat gerakannya. Beberapa saat kemudian, ia mengeluarkan penisnya. Sehun baru saja mengeluarkan cairannya di dalam anus Kai. Kai langsung bersandar di washtafel dekat kamar mandi. Sehun masih melirik Kai. Dia keluar dari kamar mandi. Lalu kembali dengan handuk kecil, plastik hitam dan baskom berisikan air hangat.

"Bersihkan dirimu dahulu, aku sudah membawa kemejamu didalam plastik itu. lalu bersihkan semuanya. Jangan sampai ada noda sedikitpun. Paham!" ucap Sehun dingin. Sehun langsung keluar dari kamar mandi. Sedangkan Kai, dia hanya menghela napas. 'astaga, apa aku harus tetap menjalani permainan sial ini?' batin Kai dalam hati. Kai pelan-pelan mengambil kemeja di dalam plastik hitam lalu merapikan semua noda di kamar mandi.

Egoku, bahkan harga diriku. Sudah hancur karena dia. Tapi sialnya aku masih hidup disekitarnya. Lalu untuk apa aku melakukan ini semua?

Daehyun, si ketua kelas, sedang mengabsen teman-temannya. Dia menatap buku absen itu lalu matanya menangkap bangku kosong di barisan belakang ke dua. Dia langsung menayakan pada Sehun.

"Hun, kau melihat Kai?"

"Tidak, hyung." Jawab Sehun dengan santainya. Daehyun langsung balik badan. Daehyun menanyakan kepada semua orang. Sehun langsung menatap bangku kosong milik Kai. 'kemana anak itu? Apa aku terlalu kasar 'melakukannya'?' tanya Sehun dalam hati.

#Di apartement Kai

Kai langsung bolos dari sekolah. Pinggangnya sakit. Dia hanya ingin istirahat sejenak dirumah. Baru saja dia ingin mengetuk pintunya. Tiba-tiba dia melihat ibunya (Ck, emangnya masih pantas dibilang ibu) sedang berciuman 'panas' dengan orang asing. Yuri, ibunya Kai yang terkejut langsung mendorong pria itu lalu memakai bajunya paksa dan menarik Kai keluar.

"Jongin, kenapa kau kesini? Bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Yuri.

"Kan sudah kubilang, Ma. Jangan membawa pelanggan kesini. Kamarku bau rokok nanti." Gerutu Kai kesal. Pria asing itu menatap Kai tajam. "Siapa dia? Pacarmu?"

Yuri langsung menarik Kai. "Bukan, dia itu anakku." Jawab yuri dengan pelan.

"Astaga, aku tidak tahu kalau kau sudah punya anak sebesar ini." Goda pria itu.

Kai hanya menatapnya sinis. "Berisik kau tua bangka." Maki Kai kasar. Pria itu langsung menarik kerah Kai.

"Heh, coba ulangi lagi, bocah." Ucap pria itu dengan sinis.

Kai langsung menatap pria itu. "Aku bilang tua bangka." Jawab Kai dengan santai.

BUGH!

Kai langsung terjatuh, pria itu baru saja menghajar Kai. Yuri langsung menarik Kai dan meminta maaf kepada pria itu. Yuri menyuruh pria itu untuk menunggu diluar. Yuri langsung menatap Kai sinis. "Jongin, aku tahu kau khawatir denganku. Tapi... Ayolah sayang jangan seperti ini. Kau butuh uang, kan? Cukup jadi anak baik, ok?". Yuri langsung menarik Kai keluar apartement lalu menyuruh Kai kembali kesekolah.

TESS...

Kai langsung menatap langit. Oh, hujan. Kai langsung tersenyum miris meratapi nasibnya.

Aku berjanji tidak akan bersikap seperti pria tadi. Faktanya, aku sama. Sama-sama pengecut. Bahkan aku sama-sama seperti sampah masyarakat yang tidak berguna itu

Sehun langsung berlari keruangan 'KING'. Dia diberitahu sama Chanyeol melalui telpon. BRAKK! Sehun langsung mendorong pintu kasar dan terkejut melihat Kai dengan luka lebam dipipi kanan. Sehun langsung mengambil obat anti-septik lalu menuangkannya pada kapas. Dia perlahan mengobati pipi Kai. Kai langsung mendorong Sehun.

"Hentikan, aku tidak butuh seperti itu." ucap Kai datar. Sehun hanya menghela napas. Dia mendekati wajahnya dengan Kai. "Siapa yang menghajarmu, Kai?" tanya Sehun khawatir. Kai hanya menatapnya sinis. "Ayolah Wu, aku ini hanya pembantumu. Tidak lebih. Cepatlah lakukan." Perintah Kai kepada Sehun.

Sehun hanya diam menatap Kai. Lalu mencium bibir Kai perlahan. Kai hanya menggikuti alur ciuman Sehun. Sehun menjilati pipi bekas luka lebam Kai. Kai hanya mendesah pelan. Sehun terus menciumi Kai hingga Kai mendorong Sehun. "S-sial, jangan perlakukanku seperti ini." Maki Kai. Sehun hanya menyeringai melihat Kai merona. "Kenapa? Ini kan hanya permainan. Santai saja, Kim."ucap Sehun dengan nada santainya. Kai merasa hatinya 'sedikit' sakit mendengar perkataan Sehun. Kai hanya tersenyum sinis. 'Tuhan, aku tahu aku ini pria kasar. Tapi bisakah aku tidak mempunyai perasaan ini?' doa Kai dalam hati.

Apa kau tidak mengerti perasaanmu, sayang?

.

.

.

TBC...

Akhirnya aku update, yeah. Maaf ya kalau ini cerita jadi ga jelas. Maklum aku sibuk. Maaf juga ya guys aku update telat. Makasih lho atas reviewnya, sarannya, dll. Aduh aku tidak bisa mengucapkan terima kasih satu-persatu. Like and review ya guys :D.