Really © ddideubeogeo17

.

.

.

Hana

Dul

Set

Enjoy it~

.

.

.

Mingyu merasakan degupan jantungnya yang tak terkontrol, ia memegang dada sambil menatap sosok yang tertidur di depannya.

Di akhir pekan yang membosankan itu, Mingyu memang berniat bermain ke rumah Wonwoo. Beruntung karena persahabatan mereka yang sudah terjalin begitu lama, membuat wanita yang telah melahirkan Wonwoo ke dunia dengan santainya menyuruh Mingyu langsung ke kamar si sulung Jeon.

Dan seperti sebuah takdir baik karena adik Wonwoo –Jeon Jungkook– tengah menginap di rumah temannya. Jadi Mingyu bisa bebas menemui Wonwoo, tidak perlu merasa risih karena ada sosok yang mengawasi pergerakannya.

"Kau sangat indah. Bisakah aku memilikimu?" lirih Mingyu, sebelah tangannya mengusap rambut Wonwoo dengan penuh kasih sayang.


.

You're so awesome

Even goddesses are jealous of your awesomeness

My heart trembles like a vibration

.


Mingyu harus menahan gejolak aneh di tubuhnya saat ia melihat Wonwoo memakai ripped jeans.

Jangan salahkan otak mesum Mingyu yang menjurus ke hal yang 'iya-iya'. Siapapun pasti akan seperti Mingyu saat menyadari jika tempat robekan celana yang dipakai Wonwoo benar-benar di paha atas, pemandangan indah yang mampu membuat Mingyu panas dingin.

"Mingyu-ya kenapa? Apa ada barangmu yang tertinggal?"

Mingyu menggeleng, ia mati-matian berusaha mengumpulkan semua fokusnya yang entah sudah beterbangan kemana.

"Hyung," panggil Mingyu dengan suara seraknya. Ia tidak mengerti kenapa tubuhnya jadi sulit diatur begini.

"Iya?"

"Jangan pakai celana seperti ini lagi ya?"

"Eh kenapa? Jelek ya? Atau tidak cocok untukku? Padahal aku pikir ini cukup bagus untuk berjalan-jalan santai di taman."

Mingyu menggeleng pelan,"Bukan begitu. Tapi," Mingyu menyentuh kulit paha Wonwoo yang terekspos.

"Hyung sangat seksi, hati-hati karena aku yakin ada banyak 'serigala' lapar yang berkeliaran." Bisik Mingyu lalu ia mengecup ringan pipi Wonwoo –perbuatan Mingyu itu berhasil membuat semburat merah muda muncul di pipi Wonwoo.


.

Your fatal charms are killing me

You're sexy

Provoking me like hot chili

.


Entah harus menyesal atau tidak, yang pasti Mingyu tengah gundah gulana karena sudah beberapa hari belakangan, Wonwoo terlihat jelas tengah menghindarinya.

Karena tidak ingin berlarut-larut dalam keadaan yang sama, Mingyu bertekad jika hari ini ia harus meminta penjelasan dari Wonwoo.

"Wonwoo hyung!" seru Mingyu, ia segera menghampiri Wonwoo dan menarik tangannya untuk menuju ke taman komplek perumahan mereka.

Mingyu bersyukur karena Wonwoo pasrah saja dan tidak memberontak, ia tidak harus membujuk Wonwoo layaknya adegan dalam suatu drama.

"Hyung?"

"Iya?"

"Kau marah padaku ya?"

Wonwoo menggeleng.

"Lalu kenapa? Kenapa hyung menghindariku?"

"Aku sib–"

"Jangan gunakan alasan 'sibuk'. Aku tahu kau tidak sesibuk itu sampai harus mengabaikanku berhari-hari lamanya."

Wonwoo masih menunduk, Mingyu menghela napas berat. Ia menyentuh kedua bahu Wonwoo dan meremasnya lembut,"Hyung, jika memang ada sikap atau perbuatanku yang membuatmu tidak nyaman, katakan saja. Bahkan tegur dan marahi saja aku. Aku siap menerimanya."

"Bukan begitu."

"Lalu apa, hm? Jika memang hyung sedang ingin sendiri, setidaknya bilang padaku agar aku tidak khawatir di tiap detiknya. Seandainya hyung memang sedang tidak ingin diganggu, aku akan menurutinya. Aku akan menjadi sosok yang kau inginkan."


.

If I made you uncomfortable

Just let me know

I'll take a step back

Just be a guy you know

.


Benar saja, Wonwoo sungguh menyendiri.

Menyendiri dalam artian yang benar-benar 'sendiri' dan tidak melakukan interaksi dengan siapapun. Bahkan dengan orang yang ada di rumahnya pun ia hanya berinteraksi seadanya saja.

Membuat sang adik uring-uringan karena ia biasanya sangat manja pada sang kakak, bahkan ia menuduh Mingyu jika sikap kakaknya itu pasti didalangi oleh lelaki bermarga Kim itu.

Mingyu yang menjadi objek penuduhan hanya bisa mendengus dan mengelak dengan sepenuh jiwa dan raga. Karena sungguh, meyakinkan Jeon Jungkook itu kesulitannya setara dengan tes masuk perguruan tinggi di Korea.

Mingyu masih berdiri di taman komplek yang sudah mulai sepi itu, meskipun suhu udara mulai menurun drastis, namun Mingyu masih menggantungkan asanya. Ia beroptimis jika Wonwoo pasti akan datang, meskipun ajakan Mingyu untuk bertemu hanya melalui pesan singkat di ponsel.

Mendengar derap langkah kaki yang mendekat, Mingyu segera menoleh ke sosok manis yang tengah melangkah mendekatinya.

Lelaki itu duduk di samping Mingyu, mereka terdiam hingga beberapa menit ke depan.

"Hyung?"

"Iya?"

"Apa kabar?"

"Baik."

"Oh, hm apa hyung masih ingin melanjutkan acara 'menyendiri'mu itu?"

Pertanyaan Mingyu hanya dibalas dengan keterdiaman Wonwoo.

"Hyung kenapa? Tidak ingin bercerita sesuatu padaku?"

Wonwoo menggeleng pelan, Mingyu hanya menghela napas berat. Ia mengusap poni yang menutupi dahi Wonwoo, ia menyayangi Wonwoo dengan setulus hatinya, dan mendapati perubahan sikap Wonwoo yang tiba-tiba begini tentu saja berhasil membuat Mingyu khawatir.

Tanpa diduga, Wonwoo justru merebahkan kepalanya ke sebelah bahu Mingyu. Mingyu pun mengelus kepala Wonwoo,"Kenapa, hm?"

"Aku lelah." Lirih Wonwoo.

Mingyu mengangguk pelan, ia memiringkan kepalanya hingga pipinya bersandar di atas kepala Wonwoo. Lalu, Mingyu mengusak-usakan wajahnya ke rambut halus lelaki bermarga Jeon itu dan menciuminya dengan sayang.

Mingyu meraih kedua tangan Wonwoo dan menangkupkan tangan hangatnya ke sepasang tangan ramping itu, berusaha menyalurkan kalor yang dihasilkan tubuhnya. Mingyu bisa mengerti seberapa besarnya tingkat stress siswa tingkat akhir seperti Wonwoo, bahkan sudah malam begini saja Wonwoo baru pulang bahkan dengan seragam yang masih melekat sempurna di tubuhnya, sementara Mingyu sudah bersantai di rumah sejak beberapa jam lalu.

"Hyung?"

"Iya?"

"Aku menyukaimu."

"Aku juga, Mingyu-ya."

Mingyu segera menegakkan tubuhnya, ia menarik lembut bahu Wonwoo agar berhadapan dengannya.

"Apa? Hyung menyukaiku juga?"

Wonwoo mengangguk pelan,"Tentu, aku juga menyukaimu. Kau kan sahabatku sejak kecil."

Senyuman di wajah Mingyu luntur seketika. Mingyu memejamkan matanya, ia membulatkan tekad jika ia harus mengatakannya.

'Ayolah Kim Mingyu, sekarang atau tidak sama sekali!'

"Hyung, dengarkan aku."

Sebelah tangannya Mingyu arahkan untuk menjepit halus dagu Wonwoo, mengarahkan wajah Wonwoo hingga Mingyu bisa memandang wajah manis itu dengan jelas.

"Jeon Wonwoo, aku menyu– ah tidak. Maksudnya, aku mencintaimu, amat sangat mencintaimu. Jangan anggap ini hanya platonik. Tidak. Perasaanku padamu tidak seperti itu, tapi aku mencintaimu sebagai seorang lelaki yang mencintai separuh jiwanya, belahan hatinya."

Wonwoo terdiam, terlihat sangat terkejut. Tatapan matanya terlihat jelas tidak fokus, bola matanya bergetar dan hal itu cukup menampar Mingyu. Ia tidak ingin jika perasaannya justru menjadi beban bagi Wonwoo.

Mingyu merengkuh Wonwoo dalam pelukannya,"Hyung, aku tidak menuntut balasan darimu sekarang juga. Aku hanya ingin mengutarakan perasaanku padamu. Ku harap setelah ini kau tidak melihatku dengan 'pandangan' yang berbeda."

Mingyu bisa merasakan kaos bagian depannya dicengkeram Wonwoo, ia tidak mengerti karena Wonwoo masih belum membuka suaranya.

Mingyu hanya mengelus kepala Wonwoo secara berulang.

"Mingyu-ya?" panggil Wonwoo dengan suara teredam.

"Hm?"

"Tuhmpppmu."

"Apa?" tanya Mingyu bingung, pasalnya suara Wonwoo makin tidak terdengar karena pemiliknya justru menenggelamkan wajah di dada bidang lelaki bermarga Kim itu.

"Tunggu."

"Tunggu apa?"

Wonwoo memukul kepala belakang Mingyu,"Aish! Untuk apa pukulan itu?" protes Mingyu.

"Tunggulah aku hingga ujian tingkat akhir selesai."

"Eh?"

". . ."

"Ah tentu! Tentu saja! Aku akan menunggumu sampai kapanpun." Ujar Mingyu dengan semangat, ia mengeratkan pelukannya. Sementara yang dipeluk tengah tersenyum lebar.


.

I can wait

Tell me if you think you like me too

Let's meet next time

.


Waktu bergulir begitu cepat, hingga tanpa disadari ujian bagi siswa tingkat akhir sudah selesai. Mingyu sedang bersantai di kamarnya sore itu, namun tiba-tiba ia teringat sesuatu. Maka, ia menyalakan laptopnya dan mentransfer suatu data ke dalam ponselnya.

Setelah itu ia mengirimkan data tersebut ke kontak bernama 'Jeonsan'.

Sementara itu di kediaman Jeon, terlihat seorang lelaki yang sedang berguling-guling di kasurnya. Berhubung ia baru saja menyelesaikan ujian dan hari itu juga merupakan akhir pekan, jadi hal yang wajar jika si sulung Jeon itu bermalas-malasan ria.

Ia mendengar nada pesan masuk di ponselnya, ternyata salah satu aplikasi memunculkan pop-up dari Mingyu.

"Apa yang dia kirim?" monolog Wonwoo dengan jari-jari yang tidak berhenti mengotak-atik ponselnya.

Ternyata sebuah pesan suara, Wonwoo mengambil headsetnya guna mendengarkan pesan itu dengan lebih jelas.

Saat di klik, muncul suara instrumen dari lagu salah satu grup asuhan YG Entertainment. Wonwoo terkejut saat lagu tersebut sudah mulai masuk ke lirik, karena Wonwoo jelas kenal suara siapa yang menyanyikannya.

Sesekali Wonwoo menggoyangkan kepalanya mengikuti alunan lagu tersebut, meskipun ia terkadang terkekeh mendengar suara Mingyu.

Bukan jelek, tapi ia tergelitik saja. Tumben Mingyu menyanyi dan mengirimkannya pada Wonwoo, karena Wonwoo paham betul jika Mingyu tidak sepercaya diri itu memamerkan suaranya pada orang lain.

Hingga saat Wonwoo menyadari arti lirik lagu itu dan beberapa kata-katanya diganti, salah satunya seperti 'Boy' yang harusnya 'Lady'. Wonwoo tersentak, bertepatan dengan bagian chorus yang mengalun di telinganya.

'Really really really really

Nae mameul mideojwo~

Really really really really

Neol johahae~

Really really really really

Nae mameul badajwo~

Really really really really

Neon na eottae?'

Entah kenapa jantung Wonwoo seketika berdebar begitu keras. Ia tersentak saat si pengirim pesan suara juga mengirimkan pesan teks.

From : Mingyunie

'Hyung, kau sudah mendengarnya kan?

Bagaimana?

Haha maaf jika suaraku justru membuatmu pusing. Tapi sungguh lirik lagu itu benar-benar mencerminkan perasaanku padamu.'

Wonwoo tersenyum, ia membalas pesan Mingyu.

To : Mingyunie

'Ke rumahku.

Sekarang.

Ps. Kookie sedang berkencan dengan Taehyung hyung.'

Wonwoo menunggu kehadiran Mingyu dengan gugup. Menit bergulir hingga ia bisa mendengar suara ibunya yang menyambut Mingyu di lantai satu, saat mendengar derap langkah kaki yang semakin mendekat, Wonwoo segera berdiri.

TOK TOK

"Hyung, aku masuk ya?"

Karena tidak mendapat jawaban apapun, Mingyu hanya mengendikkan bahu dan membuka pintu kamar tersebut.

Cklek

"Wonwoo hyu–"

'Nal neomu neomu neomu

neomu neomu neomu

neomu neomu neomu

neo~mu neomu neomu

neomu neomu neomu

neomu johahamyeon geuttae malhaejwo~

Naega jakku jakku jakku

jakku jakku jakku

jakku jakku jakku

ja~kku jakku jakku

jakku jakku jakku

jakku tteooreumyeon geuttae bulleojwo~'

Mingyu terperangah, bahkan ia yakin mulutnya terbuka lebar dengan ekspresi yang sungguh konyol. Namun pemandangan saat ia masuk ke kamar lelaki bermarga Jeon itu benar-benar diluar dugaannya.

Ia tidak pernah sekalipun membayangkan si manis kesayangannya itu akan mengcover dance dari salah satu lagu milik girlgroup populer di Korea, lagu berjudul 'Very Very Very' itu sukses dicover Wonwoo dengan apiknya.

Tapi saat pertengahan lagu, sepertinya Wonwoo tidak tahan seperti itu. Ia pun menghentikan tariannya lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan, sementara lagu masih berputar dan memenuhi seluruh ruangan.

Mingyu yang sudah benar-benar tidak kuat menahan gemas pun segera beranjak mendekati Wonwoo dan memeluknya erat, kemudian ia menggigit iseng pipi Wonwoo.

"Sakit!" ujar Wonwoo sambil memukul bahu Mingyu sebal.

Mingyu sendiri hanya terkekeh geli, ia menenggelamkan lagi Wonwoo dalam rengkuhan eratnya. Meskipun pada awalnya Wonwoo memberontak, namun pada akhirnya ia luluh juga.

"Hyung?"

"Hm?"

"Kenapa mengcover lagu itu?"

Wonwoo menggeleng.

"Sayang sekali tidak langsung ku rekam, padahal bagus untuk dijadikan kenang-kenangan. Kapan lagi bisa melihat seorang Jeon Wonwoo menari dengan lucunya, apalagi bibirnya yang minta diterk–Aw!"

"Byuntae!" lirih Wonwoo setelah mencubit perut Mingyu.

"Hyung?"

"Apa?"

"Jadi pacarku, ya?"

Wonwoo mendongak. Ia memasang ekspresi polos, terlihat sedang berpikir.

Sambil memiringkan kepalanya ia bertanya pada Mingyu,"Kau tahu kan arti lagu itu?"

"Eh? Lagu? Maksudnya?"

"Lagu 'Very Very Very'."

"Oh, iya tahu. Memang kenapa?"

"Nah itu gambaran perasaanku."

"Huh?" Mingyu mengernyitkan dahinya. Ia mencoba mengingat-ingat lirik dalam lagu tersebut.

Dan inti yang bisa Mingyu simpulkan adalah,

Wonwoo ingin tahu seberapa besar Mingyu menyukainya, baru ia akan menentukan apakah akan membalas perasaan Mingyu atau tidak.

Bibir Mingyu refleks melengkung ke bawah, ia menyusupkan wajahnya ke leher Wonwoo.

"Hyung~ Apa semua perlakuanku masih belum cukup membuktikan seberapa besar sayang dan cintanya aku padamu?"

Tidak mendapat jawaban balasan dari Wonwoo, Mingyu pun mengangkat wajahnya.

CHU~

Mingyu membeku.

Ia mengerjap.

'Aku tidak berhalusinasi, kan?' batinnya bingung, sebab baru saja ia merasakan benda lunak menyentuh sudut bibirnya.

"Wonwoo hyung?"

"Bercanda, bodoh."

Mingyu masih mempertahankan ekspresi bingungnya, ia tidak ingin berspekulasi apapun dulu sekarang.

"Jadi?"

"Jadi. . ."

"Jadi apa, Hyung?!" tanya Mingyu tidak sabaran.

"Jadi, apa kau pikir aku akan mencium sudut bibir orang yang tidak ku cintai?"

GREP

BRUK

"Mingyu!"

Mingyu tertawa, ia masa bodoh dengan pukulan Wonwoo yang menghujam tubuhnya.

"Mingyu, berat tahu! Aku sesak, sungguh."

Mingyu memindahkan tubuhnya hingga berbaring di samping Wonwoo, memang salahnya juga sih yang rusuh. Memeluk erat Wonwoo lalu menjatuhkan tubuh keduanya ke ranjang empuk itu, masalahnya tubuh ramping Wonwoo itu berada di bawah hingga secara otomatis harus merasakan tindihan dari badan bongsor si lelaki bermarga Kim.

Mingyu memeluk erat tubuh itu, ia mengusalkan wajahnya ke rambut halus Wonwoo. Ia tidak menyangka jika perasaannya yang diterima Wonwoo hingga perubahan status keduanya, mampu menimbulkan euforia semenakjubkan ini.

"Hyung?"

"'Aku mencintaimu', pasti kau ingin mengatakan itu kan?"

"Sok ta–"

"Karena aku juga berniat mengatakan itu. Aku mencintaimu Kim Mingyu~" ucap Wonwoo dengan nada sing a song.

Mingyu mendengus,"Kenapa kita tidak ada romantis-romantisnya sih hyung?"

"Kalau mau yang romantis, ya sudah cari saja sana yang lai–hmmppp"

Mingyu membungkam mulut Wonwoo dengan bibirnya.

"Ciuman pertamaku!"

"Kau pikir itu ciuman ke berapaku? Itu juga ciuman pertamaku tahu." ujar Mingyu. Ia merasakan kebanggaan tersendiri sudah berhasil menjadi orang pertama yang menjamah bibir Wonwoo. Rasanya sangat manis dan memabukkan.

Wonwoo mendengus, namun Mingyu tahu itu hanya salah satu upaya Wonwoo untuk menutupi rona merah di pipinya.

"Jeon Wonwoo, aku mencintaimu. Really really really really~ Jeongmal saranghae~" ucap Mingyu diakhiri dengan penggalan lagu yang liriknya ia ubah.

"Really really really really~ nado saranghae~"

Mereka berdua saling tatap, kemudian terkekeh. Geli juga dengan tingkah cheesy masing-masing.

Cih, tidak romantis dari mananya?!

.

.

.

.

.

THE END

*Pas wonwoo ngecover dance, itu karena esvi terinspirasi dari fancam2 wonwoo focus. Paling suka pas lagu ajunice dan still lonely, duh itu liukkan badan dan tangannya wonwoo… hmm bikin khilaf /digetok/ wkwk

**Semangat buat yg lagi ujian, baik ujian di sekolah, di kampus, di tempat kerja, bahkan ujian hidup/? dan khusus buat kaka2 yang lg nungguin hasil pengumuman pkn stan, semoga dapet hasil yg terbaik... Hehe dan semoga cerita unfaedah ini jg sedikitnya bisa ngeregangin saraf tegang kalian ya xD

***Mind to RnR? Gomawo^^