Title : The Unexpected of Unexpected
Chapter Title : Feel The Change
Pairings : Hachiman-Yumiko-Saki-[Rumi]
Created by : Toshiro Ricky (26 January 2016) Rewrite (14 Februari 2016)
Perubahan adalah suatu perbedaan antara suatu hal yang biasa menjadi luar biasa. Walaupun itu perubahan yang baik atau menjadi buruk. Tapi perubahan tetap saja merupakan perubahan dimana merasakan hal yang ganjil atau yang tidak normal.
Seminggu telah berlalu semenjak kejadian bersama si ratu api di depan mesin minuman. Walaupun selama seminggu tersebut ku lewati dengan kegiatan yang biasanya ku lakukan seperti bangun, pergi ke sekolah, makan siang, pergi ke ruang klub untuk membaca novel ringan sembari mendengarkan Yuigahama berceloteh kepada Yukinoshita, pulang ke rumah, lalu tidur kembali. Perputaran kehidupan masa SMA ku terus berputar seperti sebuah roda yang berputar melingkar kembali ke titik awal.
Tapi walau ku tidak memikirkan dan menghiraukannya. Masih tetap ku rasakan adanya perubahan walau sekecil apapun. Mungkin itu karena salah satu 108 kemampuan Hikki.
Salah satunya adalah Hikki Observation. Kemampuan yang ku asah hingga level maksimum. Kemampuan untuk menemukan keabnormalan anomali yang terdapat pada kehidupan yang semu ini.
Kembali ke laptop…. Ups! Maksudku kembali ke topik suatu perubahan.
Perubahan yang kurasakan berasal dari orang yang duduk di sebelahku, lebih jelasnya di samping bangku belajarku.
Miura Yumiko seorang bishoujo yang kepanjangan dari [Bishi] yang berarti cantik dan [Ojou] yang berarti seorang putri, Seorang gadis yang cantik seperti putri pada dongeng dan cerita fiksi lainnya. Tapi yang kurasakan adalah hawa seorang ratu bukan seorang putri karena dia memancarkan aura dominan untuk menundukan orang-orang yang kastanya dibawah dia.
Meskipun begitu, ku tidak pernah melihat dia mengumbar-ngumbar kecantikannya sebagai ratu riajuu seperti gadis-gadis riajuu yang pernah ku baca di shoujo manga. Atau mungkin dia tidak menghiraukan keberadaan dari siswa normal, terlebih menyadari keberadaanku yang seperti batu kerikil di jalanan dan ditambahnya dengan aktifnya mode Stealth Hikki yang merupakan salah satu 108 kemampuan Hikki [Penyendiri] seharusnya tidak akan menyadari hawa keberadaanku.
Tapi semenjak peristiwa dengannya minggu lalu. Miura selalu menyapaku setiap pagi ketika berada di ruang kelas walau pun itu hanya menganggukan kepala ke arahku. Mungkin bagi orang lain ini adalah hal yang biasa dan ku tidak menghiraukan arti dari hal tersebut.
Meskipun ku hiraukan tidak berpikir arti dari perubahan tersebut, ku tetap merasakan ada hal yang ganjil dan tidak biasa ketika Miura selalu menanyaiku tentang materi pelajaran yang kurang dia mengerti.
Ku ku ku~ walau ku begini, ku adalah salah satu murid terbaik di kelas ketika semester akhir sebelum kenaikan kelas. Ku berada satu peringkat dari Hayama yang menjadi ketiga disusul Yukinoshita sebagai peringkat pertama. Ku mengalahkan Hayama dengan selisih satu poin, menang tetap menang Gyahaha! Makan itu dasar wajah palsu.
Kalian pasti bertanya-tanya karena begitu shock kenapa ku bisa menjadi peringkat kedua di sekolah ini. Jawabanku simpel saja ketika ku serius belajar dan fokus tidak bermain dengan game MonMon Hunter dan Goddess Eater ku bisa menghafal pelajaran yang diberikan dan memakai caraku sendiri untuk bisa menyelesaikan soal-soal. Seperti yang ku lakukan saat masih sekolah menengah pertama untuk menjadi juara peringkat 1 pada akhir kelulusan.
Tapi seperti biasa dihadapan sang ratu es yang begitu sempurna kemampuanku masih belum cukup khususnya di pelajaran matematika ketika ku bisa mendapat nilai sempurna pada sastra sejarah jepang. Tch…. Yukinoshita dan kemampuan superior perfectionisnya, sepertinya ku harus mengupgrade 108 kemampuan Hikki.
Nilai sastra sejarah jepangku tak luput dari pembelajaran Shizuka-sensei yang menerangkannya dengan simpel walaupun perilakunya tidak mencerminkan pelita dalam kegelapan. Shizuka-sensei membantuku ketika ku tidak mengerti ketika ku di panggil ke kantor guru. Mungkin ku harus berterimakasih atau memberinya seorang laki-laki untuk dinikahinya sebagai kado.
Siapa saja cepat nikahi dia! Atau ku akan benar-benar melamarnya setelah lulus!.
Tetapi siswa lain kebingungan dan bertanya-tanya, apakah ada orang yang peringkat kedua tersebut di sekolah mereka.
Seperti biasa Stealth Hikki masih tidak bisa terdeteksi oleh mata orang-orang normal lainnya. [Bangga]
Ting-Tong! Ting-Tong!
Suara bel istirahat makan siang berbunyi. Ibu Guru Satomi selaku guru pelajaran bahasa asing menutup pelajarannya dengan menghimbau untuk para siswa mengerjakan pekerjaan rumahnya sampai minggu depan membuat beberapa siswa protes. Setelah guru keluar siswa pun mengikuti untuk beristirahat atau berbincang-bincang dengan yang lain.[1]
Sebaiknya ku juga bergegas ke kantin mpok ati untuk membeli makan siang. Ketika ku akan beranjah dari tempat duduk seseorang memanggil dari sampingku.
"Hikio bisa minta waktumu sebentar?". Tanya Miura ketika ku menoleh padanya.
"apa?".
"bisakah kau sedikit menjelaskan pelajaran tadi tentang sosial berasas norma asusila? Ada beberapa yang tidak ku mengerti dalam kosa kata bahasa asingnya".
Ugh…
"bisakah kau menanyakannya ke yang lain". Itu bukan sebuah pertanyaan tetapi pernyataan. Mungkin karena perutku sudah keroncongan.
"Ayolah.. sebentar saja!" Miura tentu saja menolaknya dan bercibir. "kau kan pintar. Tidak bisakah kau membantuku sebentar?".
We Ou We a.k.a WOW. Apakah seorang sepertiku sedang mendapat pujian dari sang ratu api?
"….Baiklah". sambil menghela nafas dan mendekat untuk melihat buku milik Miura.
Lalu kami pun mendiskusikan dengan Miura menanyakan sub-sub yang membuatnya bingung karena Ibu Guru Satomi yang kebisaaannya tidur membiarkan kelas berjalan tetapi dia tidur? Seorang guru tertidur ketika jam pelajarannya? Entah apa ku yang aneh atau memang guru-guru yang ada di sekolah ini terutama wanita sedikit geser kepalanya. Ku hanya bisa menjelaskan dengan semampuku dari pertanyaan Miura.
Saking fokusnya kedua siswa tersebut. Mereka tidak menyadari sepasang mata biru mengamati mereka dari belakang.
"…. Seperti itu, ada lagi?" ups! Kenapa ku menanyakanya itu! Ku ingin cepat ke kantin! Baka! Bokehatsu! Hachiman!
"tidak itu saja, terimakasih Hikio".
Hyuuuh syukurlah…
Ketika itu ku menyadari posisiku berada dekat dengan Miura karena ketika kami berdiskusi mau tidak mau ku harus mendekat dan melihat apa sub yang Miura tidak mengerti.
Dengan cepat kilat ku langsung menegakkan badanku dan menjauh. [Activated: Hikki Closed Clock]
[Penjelasan salah satu dari 108 kemampuan Hikki : Hikki Closed Clock]
[Gerakan super cepat dengan menghentikan waktu dan berjalan dalam dimensi waktu ruang hampa.]
Terkurunglah dalam celah waktu. Dan teruslah berkeliaran disana selamanya.
Ugh hampir saja ku terkena dampak magic pesonanya! Miura tidak terbantahkan lagi bahwa dia seorang gadis yang cantik. Tapi tidak ku sangka dia memiliki wangi yang sangat harum!.
Jika ku adalah orang lain bertipe normalfag pasti sudah berdoki-doki hatiku, hmm walau hanya sedikit.
Oi ku bukan normalfag tapi ku hanya straightfag, thank you.
"kau kenapa hikio?". Tanya Miura mengangkat alisnya.
"ti-tidak apa-apa". Ups lagi-lagi ku tergagap.
"maaf Hikio ku selalu bertanya padamu akhir-akhir ini. Pada tingkat terkahir ini ku hanya ingin fokus pada belajar". Ucap Miura sambil membereskan buku dan alat tulisnya.
Oh lagi-lagi hal yang tidak terduga, seorng Miura meminta maaf kepada seorang sepertiku. Tapi belajar memang merupakan fokus semua siswa terlebih untuk angkatan senior. Ku menghormati dedikasinya dalam menjadi siswa yang rajin dan tanpa ku sadari ku tersenyum.
"apanya yang lucu huuh?". Tanya sang ratu api dengan tatapan tajamnya.
Ups…. Sialan! Lagi-lagi ku terlengah karena LAPAR!
"ah tidak apa-apa".
"Kimoikara…"
Oi.. bukankah itu tidak sopan terhadap orang yang baru saja membantumu.
"he..he…. "
Hmm suara apa itu?
"kau tahu Hikio? Senyumanmu itu sangat mengerikan". Tawa Miura sambil mrenahannya dengan menutup mulutnya dengan kepalan tangan.
Gadis ini….
"Uruse…". Haha… ku tahu ku menjijikan. Tapi mendengarnya dari dia benar-benar menjengkelkan.
"Yahalo! Yumiko ayo makan siang bersama!"
Suara yang begitu familiar di telingaku. Tentu saja itu dari gadis sebelah berambut pink di pintu kelas.
Ku dan Miura melihat Yuigahama bersama Ebina masuk kelas dan menghampiri bangku Miura.
"Yui tidak sopan teriak di depan pintu". Ujar Ebina.
"hehe.. gomen gomen".
Ebina-san itu tidak akan berdampak terhadapnya. Dia sudah terlalu sering melakukannya ketika dia mau masuk ruang klub.
"Yahalo Hikki!"
"Yo.". jawab ku singkat.
"Yahalo Saki-san".
"mmm… halo". Jawab seorang gadis dibelakangku.
Oh? Kau masih ada disitu Kawa..Kawa apalah. -_-'
"Hikki ayo makan siang bersama!". Tanya Yuigahama dengan semangatnya.
Kau mengajakku atau memaksaku?
"maaf, ku akan makan sendiri". Jawabku! Tidak mungkin ku akan makan bersama dengan 3 gadis! Jetaiini muridesu!
"mungkin jika ku ajak Hayato-kun kau pasti ikut! Muehehe~~". Ucap gadis pecinta BL ini dengan air liur yang keluar dari samping bibirnya.
Tolong jangan jadikan ajakan menjadi sesuatu yang menjijikan. Terlebih jika ada Hayama, 100 persen ku tidak akan ikut!.
"No.".
"Mou~~ Hikki kau selalu menolak ajakanku".
Bukannya ku tidak mau ikut. Ku hanya menghindari perangkap jebakan sosial.
Ku merasakan ada yang menatapku dari gadis disebelah sampingku.
"apa?".
"tidak apa-apa". Ucap Miura. "ayo Yui, Ebina kita makan siang".
Mereka bertiga meninggalkan kelas. Dan sebaiknya ku juga bergegas karena ku AMAT SANGAT LAPAR.
"hmm?". Ku melirik gadis dibelakangku.
"apa yang kau liat? Ku sama sekali tidak serdang melihatmu hmfff!". gadis berambut biru itu memalingkan wajahnya dengan wajah kesal.
Apa masalahmu dasar tsundere brocon.
"baiklah kalau begitu, ku juga akan pergi makan siang dulu. Sup". Lalu ku pergi dari kelas menuju kantin.
"Gesh… kau tidak perlu memberitahuku….. Baka". Ucap Kawasaki Saki melihat Hachiman keluar dari pintu.
Hachiman berjalan menuju kantin dengan mengaktifkan mode Stealth Hikki.
Heh… peningkatan level kemampuan Stealth Hikki semakin sempurna. Bila digambarkan dari tingkat Champion menjadi Ultimate tidak akan ada yang akan menyadari kehadiranku. Kubagaikan Black Shadowwww~~.
"Onii-chan~!".
Yeah kecuali seorang adik perempuan yang lucu dan manis. Komachi mempunyai kemampuan Anti Stealth Hikki. Jadi bagaimana sempurna tingkatan dari kemampuanku, kurasa itu tidak akan berguna baginya.
The Best Ever Imouto.
"Yo Komachi… belum makan siang?".
"aku mencarimu untuk makan siang bersama… Oh! Itu poin yang sangat banyak dariku hehe". Komachi tersenyum.
"Oh kau tidak makan bersama temanmu?". Tanyaku karena biasanya Komachi makan siang bersama teman kelasnya.
"hehe ku diam-diam pergi…". Komachi menggaruk kepalanya. "Tapi liat apa yang ku bawa… Tadaa Bento untuk Oni-chan!". Ucap adikku yang manis ini sambil tersenyum dan memperlihatkan dua bento yang dibungkus dengan kain biru bermotif kucing.
Mempunyai adik cewek yang manis dan lucu itu sangat melelahkan bagi seorang kakak laki-laki dimana adikmu popular dikalangan teman-temannya. Cantik, Manis, Lucu dan baik tentu banyak serangga-serangga yang akan mengotori keluguan dari adikku terlebih serangga kecoa Taichi yang sudah menjadi Blacklist Must Kill teratas dalam buku pembasmian seranggaku.
Walaupun begitu mempunyai kakak laki-laki sepertiku yang tidak disukai oleh hampir seluruh siswa sekolah bisa berdampak buruk untuk citranya dan masa depannya. Oleh karena itu ku selalu menjaga jarak dengannya ketika di sekolah. Tapi tentu saja kami akan bertemu lagi di ruang Klub Relawan.
Semenjak Komachi masuk di sekolah yang sama denganku. Dia langsung mengajukan pendaftaran di Klub Relawan pada hari pertamanya. Tentu saja Yukinoshita sebagai ketua figure disini langsung menerima formulirnya. Dengan adanya Komachi suasana klub semakin berisik, terutama Komachi dan Yuigahama yang dua-duanya tidak bisa berhenti bicara. Yukinoshita yang biasanya diam bersamaku juga secara tidak sadar masuk dalam perbincangan mereka. Ku hanya diam membaca novelku sambil melatih Mode Stealth Hikki ke Mode Invicible Stealth Hikki.
"Komachi-chan… jika kau ingin makan saing bersama, setidaknya beri pesan dulu agar kita bertemu di belakang lapangan tenis, kau tahu itu kan?". Ucap ku. Komachi mengkerutkan dahinya.
"kenapa ku harus melakukan itu?".
"kau tahu.. untuk menghindari masalah". Ku hanya tidak ingin membuatnya terbawa dengan masalahku apa lagi sampai dijauhi temannya.
"Mou Onii-chan.. sejak kapan kau memikirkan hal yang begituan? Kau itu Gomii-chan tahu." Komachi tersenyumm sambil menusuk-nusukan jari kecilnya ke pinggangku.
"tidak butuh alasan bagiku untuk melakukan itu. Kau itu kakakku".
Kalian tahu apa? Komachi adalah adikku satu-satunya yang paling terbaik sedunia. Bagaimana ku akan menolaknya. :)
"baiklah-baiklah tapi lain kali beri tahu temanmu jika kau tidak bisa makan bersama mereka, mengerti?". Ucap ku sembari mengusap-usap kepalanya.
"Yes Sir!". Jawab Komachi sambil hormat ala prajurit JDSF. [2]
Adikku tidak mungkin seimut ini! [3]
"Ayo kita beli minuman dulu".
"Onii-chan aku ingin minuman Bajigur!".[4]
"Huh? Itu tidak ada di mesin minuman".
"Mou… Onii-chan~ seharusnya kau memanjakanku… kalau begitu Max Coffee saja". Ucapnya tersenyum.
"itu baru adikku".
"Hikio..?". Ucap Miura di depan mesin minuman sambil memegang sekaleng Max Coffee.
Dengan ini ku semakin yakin bahwa Miura benar-benar penikmat Max Coffee. Walau kami bukan teman tapi ku akan dengan senang hati menjadi teman penikmat aliansi Max Coffee. Kontribusi kami pada dunia yang pekat ini dan menjunjung tinggi asas-asas per-Max Coffee-an.
Ahh andai saja Saika yang di depan mesin itu sambil menawariku sekaleng Max Coffee yang telah dia icip terlebih dahulu.
[Indirect Kissing!]
Oh tidak! Lagi-lagi pikiran tidak sehat menggerogoti kepalaku karena LAPAR. Sebaiknya ku bergegas atau ku akan benar-benar tidak bisa menahan diriku jika bertemu dengan Saika!.
"Yo". Ku meyapa pendek.
"Yahalo Miura-san!". Salam Komachi dengan manisnya.
"Oh.. Hikio Imouto, lama tidak berjumpa". Jawab Miura menganggukan kepalanya ke arah Komachi.
"Yup kita terakhir bertemu di perkemahan musim panas saja".
"Kau masuk ke sekolah ini bersama kakakmu".
"Yup! Apa jadinya jika kakakku yang tidak berguna ini tidak bersama adiknya yang manis ini".
Menyebut manis pada dirmu sendiri…. Tapi itu memang sebuah fakta, Damn itu banyak sekali Komachi poin.
"setidaknya kau disini bisa menjaga sikapnya. Jadi sekolah ini aman dan bebas dari rabies gigitannya".
Miura-san ku mohon berhenti menjadi seperti Yukinoshita. Kau ini ratu api bukan ratu es! Dan ku bukan anjing liar 100% No Rabies. Source: Me.
"tenang saja Miura-san~ akan kupakaikan kalung supaya tidak berkeliaran kemana-mana~".
Jangan setuju dengannya! Komachi-chan itu benar-benar tidak manis sama sekali.
"ku bisa bernafas lega lagi jika dia tidak menular, terimakasih Hikio imouto". Ucap Miura dengan menganggukan kepalanya.
"tenang saja! Serahkan semua padaku!"
Dimana ambulance!? Ku benar-benar sekarat disini!
"Komachi sebaiknya kita bergegas atau waktu istirahat akan habis". Ujarku lemas setelah terkena kombo serangan Unite dari The Best Imutou dan Queen of Fire.
Ketika ku akan memasukan koin ke mesin ada tangan yang menghadangku untuk melakukan itu. Ketika ku menoleh ke samping dan melihat Miura di sebelahku dengan tangan kanan menghentikanku untuk membeli Max Coffee.
"ada apa?"
"Hikio biar aku saja yang membayar minuman, ku masih punya hutang minuman kepadamu minggu lalu, ingatkan?". Ucap Miura sambil merogoh saku roknya dan mengambil 2 koin.
Ketika Miura akan memasukan koin tersebut ku menghadangnya dengan tanganku kali ini. Dia menoleh kepadaku dengan tatapan tajamnya.
"apa yang kau lakukan?".
"biar aku saja, kau tidak usah memikirkan hal itu, ku memberikannya kepadamu jadi kau tidak usah membalasnya".
Lalu ku akan memasukan koinku dan lagi-lagi dihadang oleh Miura.
"apa yang kau inginkan?". Tanyaku.
"Hikio.. ku tidak ingin berhutang apa pun terutama kepada orang sepertimu". Miura lalu mau memasukan koinnya dan kembali ku hadang.
"Hey!".
"Miura-san biar ku saja".
"Biar ku saja!".
Lalu sesuatu yang mudah seperti membeli minuman menjadi sesuatu perebutan saling menghadang dan menjadi lomba siapa yang pertama memasukan koin ke dalam mesin minuman.
"Ehem~~"
ku dan Miura menoleh ke arah Komachi melihat dia tersenyum-seyum jahil dengan mata berbinar-binar melihat kearah kami. Tepatnya ke tangan kami berdua.
Secara tidak sadar tangan kami saling memegang satu sama lain. Melihat ini wajah kami langsung memerah.
Tersesatlah dalam ruang waktu hampa! [Activated: Closed Clock Hikki!]
Ku langsung melepas tangan Miura demikian dengannya dan saling menjauh satu dengan yang lain.
Anjir! Ku lagi-lagi lengah karena keLAPARan! Hampir saja ku berada dalam situasi romcom yang sering ada di shouju manga.
"ne ne Onii-chan~ kau tidak boleh selingkuh dari Yukinoshita-san dan Yuigahama-san looh~". Ucap Komachi sambil menggangukan alisnya.
"Siapa yang selingkuh.."
Cklerg! Cklerg!
Suara koin yang dimasukan kedalam mesin minuman. Dan ku melihat Miura memasukan koinnya dengan berwajah mengolok-olok.
"Oi".
"aku menang Hikio". Ucap Miura melipat tangannya sambil menghembaskan rambut pundaknya ke belakang layaknya seorang putri agung.
"sudah ku bilang kau tidak usah melakukannya".
"Dan ku juga sudah bilang bahwa ku ingin membalas waktu minggu kemarin".
Haaa… percuma saja berdebat dengan si ratu api yang tidak mau tahu arti kalah.
"baiklah-baiklah… ku akan menerimanya". Ucapku lalu menekan tombol untuk Max Coffee dua kali. Dan mengambilnya dan memberikannya satu ke Komachi.
"Terimakasih Miura-san atas minumannya". Ucap Komachi tersenyum.
"Tidak usah dipikirkan Hikio imouto ku hanya membalas kebaikan kakakmu itu".
"Baiklah kalau begitu kami akan pergi makan dulu, terimakasih atas minumannya". Ucapku lalu bersama Komachi.
"Hikio…." Miura memanggilku. Ku menoleh kearah Miura membiarkan Komachi jalan duluan.
"Ada apa lagi?" tanyaku.
"mmm… bolehkah ku meminta…"
"Gomene Yumiko! Kami lama membeli makanannya! Banyak sekali yang lain di kantin mpok atinya". Teriak Yuigahama sembari membawa kantong plastik makanan bersama Ebina.
"hmm?"
"tidak jadi Hikio… nanti saja".
"Baiklah". Lalu ku pergi menyusul Komachi yang bertanya-tanya tentang hubunganku dengan si ratu api.
Ting-Tong! Ting-Tong! Ting-Tong!
Suara bel jam pelajaran sekolah untuk hari ini berakhir. Bapak guru Kakashi selaku guru sastra dan budaya menghimbau agar siswa-siswa mengerjakan pekerjaan rumahnya dan berhati-hati ketika pulang ke rumah.
Ku membereskan alat tulis dan buku-ku dan beranjah dari bangku-ku untuk pergi ke ruang Klub Relawan.
"Hikio". Ku menoleh ke samping.
"Ada apa?"
"Kau tidak ada acara minggu besok?"
"tidak memangnya kenapa?"
"bagaimana jika kita belajar bersama?"
"….Huh?"
To be continue
[1] Satomi-sensei from anime Inou Battle wa Nichijou no Naka de.
[2] JDSF Soldier from anime GATE.
[3] Quote from Ore no Imouto ga Konnani Kawaii Wake ga Nai.
[4] Indonesian ginger drink, warming your body to the core.
