Title : The Unexpected of Expected

Chapter Title : Hobies ( Hobi )

Pairings : Haciman-Yumiko-Saki [ Omake Rumi ]

Toshiro Ricky [04 November 2016]


"Hachiman…"

"hmm ada apa Tsurumi?" ucap laki-laki didepanku sembari meminum secangkir Caffucino Cocograno.

"Rumi"

"hmm?"

"Rumi. Sudah berapa kali ku bilang untuk memanggilku Rumi"

"mmm..oke Rumi.."

~DOKI!~

Entah kenapa jika dia menyebut nama asliku selalu membuat jantungku berdekup kencang.

"O..oke ku memperbolehkanmu me..memanggilku dengan itu" bagus Rumi dan kau tergagap dengan bodohnya. Baka!

"ooh maaf Rumi kebisaaan bagiku untuk menyebut nama keluarga ke orang-orang".

Kami sedang ada di sebuah kafe sambil memesan minuman. Sebuah kafe yang bernama Saize yang tidak asing bagiku karena setiap minggu ku dan orang tuaku sering pergi makan keluar kesini.

"jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya.

"seperti yang kau tahu aku ingin saran dan pendapat tentang kehidupan." Jawabku sambil meminum Caffucino Cincau latte dari sedotan. Hmmm minuman ini lumayan juga.

"hmm? Aku belum paham apa yang kau maksud?".

"apa menjadi penyendiri itu menyenangkan bagimu Hachiman?" ku bertanya sambil menatapnya.

"ohh yang kau maksud itu… maaf." ku tahu apa yang dia maksud maaf.

"kau tidak usah berkata maaf soal yang lalu." ucapku sambil meminum cincau. Hmm~ ager hitam ini leh uga. "ku sudah terbiasa dengan keadaan itu,, jadi tidak ada bedanya" ucapku sambil tersenyum.

"kau tahu? Untuk gadis seumuranmu kau dewasa sekali".

"aku begini juga karena kau Hachiman..".

"Ugh! Maaf…."

"fufu~ yang penting kau mau bertanggungjawab" jawabku riang melihat ekspresi bersalahnya.

"baiklah-baiklah kau tidak usah mengatakanya lagi? Dan untuk menjawab pertanyaanmu". Dia mengambil cangkir kopinya dan meminumnya. "menjadi penyendiri itu tergantung dari seseorang tersebut bagaimana dia mengartikan definisi sendiri, untukku menjadi penyendiri ku mempunyai waktuku sendiri yang banyak tanpa diganggu oleh orang lain".

"memangnya hal apa yang sering kau lakukan?"

"seperti tidak usah repot-repot untuk menyapa semua orang ketika pagi hari di sekolah, makan siang dengan tenang ketika jam istirahat tanpa diganggu oleh perbincangan yang tidak perlu, bermain game dengan Vita-chan dan pulang lebih awal dari Komachi membuat poinku semakin naik".

"Komachi?" entah mendengar dia mengucapkannya membuat sense imoutoku kesal.

"Oh dia adik perempuanku yang manis dan lucu". Dia mengucapkanya dengan ekspresi entah tersenyum atau menjijikan.

"Siscon?"

"Ugah! Aku bukan siscon!"

"fufu…Hachiman kau lucu sekali" ku tidak bisa menahan ketawaku. Melihatku dia juga ikut tersenyum.

"ne Rumi jadi pada hakikatnya kau bisa melakukan kegiatan atau hobi apapun tanpa terganggu,, kau punya hobi kan?"

Jika dipikir-pikir apa yang Hachiman bilang ada benarnya. Kegiatanku kebanyakan berada di rumah seperti membantu ibuku, belajar, nonton acara komedi di tv, belajar….?

"sepertinya ku tidak mempunyai hobi banyak selain membantu ibuku membuat makanan".

"heee kau bisa memasak? Mengejutkan…" mendengar dia mengucapkannya membuatku kembali sedikit kesal.

"asal kau tahu saja Hachiman ku bisa masak apapun dan mempunyai talenta sekelas Erina-sama!" ucap ku percaya diri sambil berdiri dari kursiku.

"baik-baik tidak perlu menunjuk ke wajahku sepeti itu…" ucapnya sambil mengibaskan tangan seolah tidak peduli.

Grrrrrr cowooo iniiiiii...!

"Cukup! Akan ku buatkan masakan besok untukmu!" ku berteriak sambil menunjuk kearah hidungnya.

"huh?"


to be continue~