Title : The Unexpected of Expected

Chapter Title : Chapter 3 : Nasi Padang

Pairings : Haciman-Yumiko-Saki [ Omake Rumi ]

Toshiro Ricky [23 November 2016]


Hachiman POV

Seseorang yang berpergian untuk melihat-lihat suasana kota Chiba untuk menghabiskan waktu atau bersenang-senang. hanya saja itu hanya dilakukan oleh para Riajuu yang menghabiskan masa muda mereka dengan hal yang menurutku tidak berguna dan membuang-buang waktu, dan mereka punya keberanian untuk mengatakannya sebagai kumpulan sosial pertemanan.

Untukku berada di rumah merupakan hal yang tidak bisa terbantahkan lagi, kenapa? Karena rumahlah yang melindungimu dari hujan, panasnya terik matahari, suhu dingin dan Riajuu-riajuu social di luar sana.

Rumahku istanaku terimakasih atas jasamu selama ini melindungiku dari hal-hal tersebut.

Dan kenapa pada hari ini yang seharusnya ku tidur berbaring santai sembari memainkan Vita-chan di rumah harus berada disini.

"Hikio"

Terlebih lagi ku bersama salah satu Riajuu professional di depanku ini dengan pakaian kasual dan disini,,,,,disini!

"Hikio!"

"hmm maaf"

"ku dari tadi memanggilmu, jangan mengabaikanku!" ucap Ratu Api di depanku sambil menunjuk kearah buku yang ada dimeja kami.

"maaf ku melamun tadi…"

"kita sedang belajar bersama jangan memikirkan yang tidak-tidak". Yumiko Miura melolotiku dengan tatapan tajamnya.

"ugh… baiklah kita lanjutkan lagi".

Kami sedang berada di sebuah perpustakaan kota belajar bersama sejak pagi tadi. Ku sangat bersyukur karena kita pergi ke perpustakaan, kenapa? Disini sepi, sunyi, dan tidak terlalu banyak orang tempat yang pas untuk orang sepertiku jika pergi dari perlindungan rumahku.

"Haaaaa….. menjadi siswa kelas akhir itu capek sekali…iyakan?". Miura menghela nafas dan meregangkan tangannya keatas sehingga ku bisa melihat Miu-Miu terangkat pula.

Hmmm…. What a nice body…..

"Oh? Hey! Apa yang kau lihat!?" teriak Miura sambil menutupi Miu-Miu. Uh-oh ku tertangkap basah Gaswat!

Active 108 Skill! Lewati lorong waktu dan menuju dunia tak terbatas! "Obligation!"

"hmmm? Ku tidak melihat apa-apa?" ku mengatakanya dengan wajah selugu mungkin. Lugu my A$$!?

"Hentai….." oh tidak Miura seperti mau menangis.

"maaf…. Ku tidak bermaksud begitu". Kenapa laki-laki yang selalu minta maaf. Maaf saja sebagai laki-laki yang normal tentu saja mataku akan langsung Auto-Fokus melihat kearah itu jika itu ada di depanku.

"Hentai menjijikan….". Dan kau tersenyum? Apakah membuat laki-laki meminta maaf untuk sesuatu yang bukan salahnya membuatmu senang? Benar-benar cewek itu susah untuk dimengerti.

"jangan salahkanku karena melihat sesuatu yang indah tepat dihadapanku…." Ups! Ku mengatakannya terlalu keras benarkan?

"Baka-Hentaiiiiiiii!"

"Buaaaaaghh!" Kamus bahasa setebal buku telepon melayang ke wajahku. Bagus sekali Hachiman dasar Bodoh, Idiot, Hachiman.


"Baiklah hati-hati di jalan". Belajar bersama kami sudah selesai dan kami pergi keluar dari perpustakaan. Akhirnya ku bisa santai bersama Vita-chan.

Ku melihat kearah langit dan belum melihat awan kuning yang menandakan waktu masih siang dan belum sore hari.

"mau kemana kau Hikio?" ketika ku akan pergi Miura memanggilku, ku menoleh melihatnya masih berdiri di depan pintu perpustakaan.

"huh? ".

"siapa bilang kau boleh pulang?" ucap Miura sambil tersenyum. "karena kau telah membantuku akan aku traktir untuk makan siang".

Benarkah? Tidak tahu Miura akan sebaik ini. Ku adalah laki-laki yang tidak akan melewatkan kesempatan untuk mendapat makanan gratis. Jadi ini adil ku membantunya dan dia mentraktirku. Fair is Square.

"ayo lewat sini". Ucap Miura sambil menarik lengan bajuku. Maafkan aku Vita-chan sepertinya aku pulang telat.

"ohya… karena kau sudah mesum kepadaku tadi jadi sebagai hukuman kau lah yang bayar fu fu~".

"Huh!?" Miura-san kau tahu apa arti mentraktir dan ditraktir!? Konspirasi macam apa ini!? Kenapa laki-laki harus selalu SALAHHHHHHHHHHHHHHHHHH!

"Padang Cafe?" ucap Miura di depan sebuah café yang menyediakan makanan yang sepertinya khas Indonesia.

"ada apa?" ku bertanya.

"ku belum pernah kesini, sepertinya ini café baru?" ucapnya sambil mengusap dagunya. Ku tidak heran dengan pernyataan itu karena salah satu kegiatan Riajuu adalah berkumpul-kumpul di café. Ugh… dan sekarang ku akan melakukan hal itu, membuatku mual.

" oke, ku putuskan kita makan di sini"


Cing-Cing~

"selamat datang".

Kami pun mencari tempat duduk yang kosong dan menemukannya di pojokan café dekat kaca yang menghadap kearah jalan.

Ku melihat kerah jalan melihat orang-orang melintas melewati café ini. Ugh ini gawat, semoga saja tidak ada yang melihat kami disini.

"kau kenapa Hikio?" ku menoleh ke Miura.

"apa kau yakin kita duduk disini? Bagaimana kalau ada yang melihat?". Ku memberikan kekawatiranku.

"tenang saja kita hanya makan disini, kau terlalu melebih-lebihkan tidak akan ada seseorang yang kenal dengan kita disni". Ucap Miura sambil memegang hanphonenya yang sepertinya sedang membalas pesan.

Tetap saja itu tidak akan membuatku sedikit tenang terlebih kau mengatakan seseatu yang seharusnya kau tidak katakana yang bisa memunculkan bendera hitam. Firasatku buruk sekarang. Ketika itu salah seorang pelayan menghampiri.

"Anda mau pesan apa? Ini daftar menu makanan kami?"

Suara ini tidak asing bagiku?

"Terimakasih kami akan….." sekejap lidahku terpaku ketika melihat siapa pelayan yang menghampiri meja kami. "Kawasaki…?"

"Ha-Hachiman….!" Kawasaki Saki dengan menggunakan celemek dan memegang pulpen dan kertas terkejut pula melihatku, dan dia melirik kearah depan mejaku dan melihat Miura yang terkejut sampai handphone yang dia pegang jatuh ke meja.

Tuh kan ku bilang apa!? Kondisi yang tidak ku harapkan terjadi! Lebih buruknya lagi adalah kenalan yang sekelas denganmu.

"A…apa yang kau lakukan disini!?" teriak Miura sambil menunjuk Kawasaki.

"Huh? Justru ku yang harus berkata seperti itu" Ooh ini tidak baik.

"Huh!?"

"HUUH!?" hentikan, tolong yang akrab!

"Ka-kami hanya makan siang…?" kenapa ku malah bertanya pada diriku sendiri! Baka-Hachiman.

"apa yang Hikio katakan". Ucap Miura menyilangkan tangannya sembari memberikan tatapan menantang.

"Huh!? Dalam pandanganku tidak terlihat seperti tiu?" Kawasaki membalasanya sembari memberikan daftar menu makanan kepadaku dan secara sengaja sedikit menjatuhkan daftar menu yang lain ke meja Miura. Sontak ini menjadi sebuah gendrang perang bagi mereka yang seperti air dan api! Ku mohon genjatan senjata disni!

"HUH!? Kau punya masalah denganku!?"

"HUH!? Kau berpikir seperti itu!?"

"HUH!?"

"HUH!?"

Sudahlah huh-huhnya! Kalian membuat kegaduhan disini. Untung situasi café ini sedang sepi.

"KAWASAKI!" teriak yang sepertinya pemilik café.

"Hai!" Kawasaki menoleh kearah pemilik kami yang melototinya.

"fufu~ dimarahin kau" senyum Miura dengan rasa kemenangan.

"Ugh… ini belum berakhir" ucap Kawasaki lalu pergi menghampiri pemilik café. Ku melihatnya mengangguk-ngangguk kepada pemilik yang memarahinya.

""Haaaaa…." Ku menghela nafas. "kalian ini tidak pernah bisa akur".

"salahkan dia yang mulai duluan hmpft!"

"ya tapi kau juga salah Miura".

"Hmmmpppt!" apa kau ngambek? Baru kali ini ku lihat seorang Ratu Api ngambek dan kau mala tambah terlihat manis.

Kawasaki menghampiri kami lagi dengan membawa dua gelas air.

"kau tidak apa-apa?" ku bertanya.

"Haaa ku hanya dimarahi saja untung saja uang pesangonku tidak dipotong". Ucap Kawasaki meletakan gelas di meja.

"maaf…" kami menoleh kearah Miura yang wajahnya memerah.

"Apa?" Tanya Kawasaki tidak mendengar apa yang Miura katakan tadi.

"aku bilang maaf membuat kegadungan tadi! Hmpft!" ucapnya dengan nada tsundere dan pose memalingkan wajah dan menyilangkan tangan.

"O..oh?... tidak apa-apa, lagi pula itu salahku juga, maaf".jawab Kawasaki saling memalingkan wajah.

Melihat ini entah kenapa membuatku tersenyum. Mungkin ini yang namanya perdamaian itu indah. Atau mungkin di kamus mereka adalah genjatan senjata sementara.

"jadi apa yang akan kalian pesan?" Tanya Kawasaki sambil bersiap menulis pesanan kami.

"kau punya saran? Ku baru pertama kali makan makanan Indonesia". Ucap ku ketika melihat daftar menu.

"oh kalau begitu ku sarankan pesan full set Nasi Padang". Ucap Kawasaki menunjuk kearah gambar makanan yang terlihat seperti satu set buffet makanan.

"bukankah ini terlalu banyak?" Tanya Miura. Yeah ini terlalu banyak! Kau mau membunuh dompetku Kawasaki!

"tidak-tidak… kau hanya bayar apa yang kau makan pada hidangan yang kami bawakan jadi jika kalian tidak makan yang lain maka tidak usah bayar makanan itu."

"oh begitu?" menarik juga makanan dari Indonesia ini. "baiklah kami pesan itu, kau ingin yang lain Miura?"

"Oh.. tidak itu saja".

"baiklah akan ku persiapkan tunggu sebentar." Lalu Kawasaki pergi menyiapkan makanan kami.

"kau tahu Hiko?"

"hmm?"

"menu tadi seperti satu set makan malam penuh dengan berbagai hidangan?" Tanya Miura.

"ku pernah baca tentang makanan-makanan seAsia dan melihat Nasi Padang termasuk kedalam makanan yang paling disukai, terlebih jika tidak salah menu Rendang dari Indonesia dinobatkan sebagai salah satu makanan paling enak sedunia." Ucapku.

"oh iya ku juga pernah lihat di televise bahwa Rendang itu semakin enak jika semakin lama, seminggu disimpan masih terasa enak dan bahkan disimpan selama sebulan malah semakin enak, ku mendengar Rendang adalah makanan yang paling pas ketika dibawa berpergian."

"kau tidak apa-apa kan makan seperti ini? Kelihatannya sedikit berlemak". Tanya ku.

"hmmm memang kenapa? Ku tidak pernah mempermasalahkan itu?"

"ya kau tahu wanita dan diet? Ku sering dengar celotehan Yuigahama tentang diet ketika kegiatan klub kami".

"oh maksudmu itu? Untuk sesekali tidak apa-apa makan makanan seperti ini terlebih ku juga penasaran dengan masakan ini". Oh ku pikir Miura perhitungan tentang makanannya.

"baguslah, diet itu tidak baik bagi kesehatan". Ucapku, ku benar-benar mengatakannya karena ketika Komachi melakukan diet dia selalu memarahiku tanpa sebab padahal dia itu kurus kenapa harus diet? Ku tidak mengerti pikiran wanita.

"terkadang saja ku diet."

"kau itu sudah punya tubuh bagus". Uh Oh lagi-lagi ku mengatakan hal tidak perlu!

"hey ku tidak bermaksud begitu!".

"apa aku akan percaya ketika melihat mata busukmu itu!?"

Ketika ku bermaksud menagrtikan kesalahpahaman ini Kawasaki dating dengan tumpukan piring di tangannya.

Nice timing Kawasaki!

"ini makanan yang kau pesan, maaf menunggu lama". Ucap Kawasaki sembari menurunkan piring-piring dari tangannya. Lalu Kawasaki melihat Miura masih menutupi Miu-Miunya. Kemudian menoleh kearahku sambil melototiku.

"kau tidak melakukan sesuatu hal yang tidak-tidakan?". Menakutkan! Wajahmu menakutkan sekali Kawasaki!.

"aku tidak melakukan apa-apa!" kenapa ku selalu salah hiks hiks.

"banyak sekali makanannya!?" ucap Miura melihat makanan diatas meja.

Sepertinya ada total 10 piring yang terdiri dari berbagai makanan seperti telur, daging, selada, ikan, dan sambal.

"ingat kau hanya membayar apa yang kau makan dari piring-piring tersebut." Ucap Kawasaki lalu pergi.

Kenapa kau masih cemberut Miura-san? Apa kau belum puas membuatku meminta maaf untuk sekian kalinya?

"bagaiaman kalau kita mulai makan dulu" ucapku mencoba memanipulasi keadaan.

"baiklah…. Hentai…" ucap Miura tersenyum jahil. "Oh! Ini enak sekali!"

Terimakasih Nasi Padang sepertinya berkatmu ku terselamatkan. Dan kami pun mulai makan.


Ketika kami sedang makan ku melihat sesuatu di luar sehingga membuatku melihat keluar dan mendapatkan seorang junior yang sudah tidak asing bagiku menatap tepat dimataku sembari tersenyum manis dan pada saat itu pula ku tahu ini adalah sesuatu awal dari mimpi burukku

"Oh…. $%!T….!"


To be Continue.


Read and please Reaviews~~~

Toshiro Ricky Out!