Why Did I Fall In Love With You

.

Main Cast

1. Park Chanyeol - Byun Baekhyun

2. Wu Yifan - Huang Zi Tao

3. Tan Hangeng - Kim Heechul

With

1. Jisoo (BlackPink)

2. Sandara (2NE1)

3. Jinwoo (Winner)

4. Mino (Winner)

5. Other Cast (Akan bermunculan seiring jalannya cerita)

.

2

- Untukmu -

.

.

.

23 Desember 2005

"Ibu, apa ayah akan ikut?" Putri Kecil itu bertanya kepada seorang wanita yang dipanggilnya dengan Ibu.

Ibunya tersenyum kecil, namun tidak menjawab apapun,tangan milik Ibunya masih sibuk menyisir pelan rambut coklat kehitaman miliknya, sebelum menjadikan semua helaian rambutnya menjadi satu, sehingga membentuk layaknya ekor kuda rendah.

"Maaf, aku menganggu kegiatanmu Yang Mulia Ratu, Tapi, Barang-barang yang sudah anda suruh untuk keperluan selama diperjalanan telah kami selesaikan." 5 Penjaga Wanita itu berdiri secara berbaris, dan menundukan kepala mereka dengan penuh hormat, namun yang menginterupsi kegiatannya hanya 1 orang diantara 5 penjaga wanita lainnya.

Putri Kecil itu - Baekhyun - menoleh kearah belakang untuk sekedar melihat reaksi ibunya.

"Apa tidak ada yang tertinggal atau terlewatkan dari barang bawaan yang kuinginkan?" Ratu itu berbicara dengan amat sangat lembut dengan aura keanggunannya. Baekhyun selalu menyukai cara Ibunya berbicara, makanya disetiap waktu jika ia menghabiskan bebeberapa waktu luangnya bersama Ibunya, Baekhyun selalu mengajak Ibunya memberikan pendapat mengenai Impian-impian yang belum terwujud miliknya, hanya untuk sekedar mendengar suara lembut milik ibunya.

"Tidak ada Yang Mulia Ratu, semua barang telah kami periksa berulang kali, namun tak ada satupun yang terlewatkan, sesuai dengan pesan yang anda inginkan." Pelayan dengan usia sekitaran 45 tahun itu, sepertinya ia yang paling terlihat berumur dibandingkan dengan 4 penjaga wanita yang lainnnya, karna selayaknya saja, penjaga wanita itu adalah dayang dari Ibunya. Ia Menyakinkan Ibunya dengan jawabannya.

Ibunya terlihat puas, terbukti dari senyumannya yang sedikit merekah. Baekhyun dibuat tertular oleh senyuman itu.

"Baiklah, jadi kapan kita bisa berangkat?" Akan sangat tidak sopan sebenarnya jika Sang Ratu tersebut berbicara tapi tidak melihat kearah orang yang dituju, tapi ia seorang Ratu, ia bebas melakukan apapun, karna ini wilayah suaminya, Rajanya.

Dayang perempuan lain maju keluar dari barisannya menggantikan dayang yang telah berumur sebelumnya, kalau dayang perempuan yang satu ini belum terlihat berumur, prediksi umurnya pastilah sekitaran 20 tahunan, yang pasti jelas saja kalau yang satu ini dayang dari Yang Mulia Putri Kecil dari Kerajaan Aigreen.

Dayang itu masih setia menunduk, "Jika Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putri Baekhyun telah siap berangkat maka secepat mungkin Yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putri Baekhyun berangkat." Dayang itu pun memilih mundur kembali ke barisannya setelah mengatakan jawabannya.

"Baiklah, Kita akan bersiap-siap berangkat, Baekhyun-ah. Kau siap sayang?" Ibu dari Putri Kecil itu bertanya Pada Anaknya.

"100 persen sangat siap Ibu, Tapi.. Apa ayah akan ikut juga bu?" Baekhyun ingin mendengar jawaban dari bibir tipis milik Ibunya.

Tapi Ratu itu menghela nafasnya berat dan mulai menjawab pertanyaannya, "Tidak Baekhyun, Ayahmu tidak ikut dalam perjalanan ini," Ibunya memejamkan kedua mata berwarna coklat miliknya.

"Kenapa?" Baekhyun bertanya dengan lirih, diikut sertakan dengan wajah sedih dan tundukan dari kepalanya.

Ibunya menarik nafas dan membuka kedua matanya, "Karena ayah tidak bisa Baekhyun-ah..."

Mendengarnya, Baekhyun semakin merasa kekosongan dan Kehilangan sesuatu dari relung hatinya.

.

.

"Apasemuanya sudah siap, Prajurit Kim?" Diruang yang luasnya tak terbayangkan itu, duduklah seorang Pria dengan Kuasa penuh ditempatnya.

"Kami telah menyiapkan semuanya mulai dari yang terkecil Sampai yang terbesar, Yang Mulia Raja." Prajurit itu menjawab dengan tubuh kokoh yang tegak sempurna.

"Bagus, Lalu, Dimana Ratumu dan Putri-ku?" Raja itu mengernyitkan dahinya, pertanda bingung.

prajurit itu mulai berbicara kembali, "Yang Mulia Raja, Kami Mohon Maaf, Tapi, sebenarnya Mereka telah menunggu Anda sedari tadi dan tengah menunggu dibalik pintu keluar pintu Kerajaan ini Yang Mulia." Prajurit itu menunduk takut, karna takut atas kemarahannya, Namun yang Prajurit itu lihat melalui lirikan matanya, Raja itu berjalan melewatinya, Berjalan terus dengan tubuh penuh wibawa kearah Pintu Ruang mewah ini. Tapi, sebelum Raja itu membukanya, Raja itu benar-benar menunjukan kemarahannya.

"Apa kau sedang bergurau denganku, Prajurit Kim?" Tanpa menunggu jawaban dari Prajurit itu, Raja itu segera membuka Pintu dan Berjalan dengan sedikit tergesa.

"Astaga, Nyawaku."

.

.

"Yang Mulia Ratu, Yang Mulia Raja tengah kemari untuk menemui anda." Satu informasi disampaikan oleh Prajurit yang akan menemani Ia dan Putrinya dalam perjalanan misi pengamanan.

Ratu itu tersenyum, menunggu cemas.

"Ibu, itu ayah." Putrinya mengejutkan dirinya, Ia melihat arahan jari telunjuk Mungil milik Putrinya, Tepat kearah rombongan Raja, beserta Raja yang memimpin Jalan didepannya.

Tepat kesampaian Rajanya yang hanya berjarak beberapa meter saja, Putri Kecilnya melepaskan genggamannya pada dirinya, dan berlari kecil menuju Ayahnya.

"Ayah, Ayah. Kenapa ayah tidak ikut?" Putri kebangsaan Aigreen itu berbicara dengan mendongkakan kepalanya keatas untuk melihat wajah Tegas milik Raja yang dipanggilnya Ayah tersebut.

Raja itu tidak segera menjawab, melainkan mengeluskan rambut halus milik Putrinya, dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh milik Putrinya.

"Kukira, Ibumu telah memberitahumu, Bocah Kecil." Baekhyun yang mendengar perkataan milik ayahnya, mengerucutkan bibirnya. Ayahnya selalu saja menggodanya.

"Ayahhhhhh.." Baekhyun merajuk dengan kaki yang dihentak-hentakan ketanah bersalju yang memang sedang turun, menghiasi halaman Kerajaan Aigreen, yang memang sebenarnya Kerajaan itu dipenuhi oleh tanaman-tanaman berwarna Hijau.

Raja itu tergelak, tertawa kecil, diikuti rombongan Prajurit, namun mereka hanya bisa tersenyum gemas, menahan.

"Ayah tidak bisa Baekhyun, Tapi, Ayah berjanji akan menjemputmu dan Ibumu, ketika urusan ayah telah..Selesai.." Raja yang penuh wibawa itu, sedikit kehilangan harapan ketika mengatakan bahwa akan menyelesaikan urusannya, yang sebenarnya kita ketahui bahwa urusan itu merupakan Perang Perebutan Hak Kuasa, yang berarti Peperangan dengan Merebutkan Wilayah. Jika kalah, bukan hanya Wilayah Kerajaannya saja yang di ambil haknya, melainkan semua Warga yang tinggal didalamnya. Itulah mengapa Raja Aigreen ini melakukan Misi Penyelamatan Atas Istrinya dan Putrinya, Ia tak ingin kedua manusia bak permata miliknya diambil oleh Kerajaan Sie itu. Raja itu tidak akan membiarkannya.

"Tapi kenapa?" Dengan sekali lagi Putri itu bertanya dengan lirih, namun menatap kedua bola mata hitam kelam milik ayahnya dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, karna sedih.

Raja itu balas menatap dalam, sendu. Ia menatap dengan kasih sayang yang melimpah kepada anaknya, Putrinya, Kesayangannya. Dengan berat hati Raja itu memeluk tubuh Putrinya yang kini terbalut dalam Gaun berwarna Putih sepenuhnya beserta Jubah berwarna Coklat yang hinggap di tubuh mungilnya. Putri Kecil itu membalas pelukan Yang Ayahnya berikan tak kalah erat. Menumpukan pipi wajahnya kepundak keras ayahnya.

Ayahnya berbisik lirih, mengatakan dengan sangat jelas, "Baekhyun-ah, jadilah anak yang baik, Berusahalah dengan sekuat tenaga untuk melindungi dirimu sendiri beserta Ibumu nak, turuti perintah ibumu, jalanlah kejalan surga, kupu-kupu akan menuntunmu baekhyun-ah, jika ayah tidak datang, tunggulah ayah selama beberapa tahun yang akan datang, tunggulah ayah baekhyun-ah, ayah akan menjemputmu dan ibumu, ayah mencintai kalian berdua dengan segala jiwa dan raga yang ayah punya nak, Ayah..." Belum selesai ayahnya mengucapkan kalimatnya, Raja itu menangis untuk kedua kalinya, kini matanya tak sanggup untuk terbuka, air mata terus berjatuhan, tak sanggup untuk melanjutkan kalimatnya, Tapi, pelukan yang Putrinya berikan sedikit menguatkan dirinya.

"Ayah, Baekhyun juga menyanyangi Ayah, Baekhyun dan Ibu akan menunggu ayah menjemput kami, tak peduli seberapa lamanya itu, baekhyun dan ibu akan tetap menunggu ayah datang menjemput." Pelukan itu terlepas, sang Putri menghapus airmata milik sang ayah yang terus mengalir dengan derasnya, tidak raja itu bukannya cengeng, tapi, untuk saat ini entah kenapa hatinya terasa sangat sesak. Ia merasakan jiwanya kehilangan separuh. Mata sang Ayah bertemu dengan Mata indah milik sang Putri.

"Ayah, Baekhyun dan Ibu mencintai ayah." Putri Kecil berusia 10 tahun itu berucap kembali dengan senyuman indah yang menghiasi wajah cantik keturunan Ibunya, begitu indah, begitu polos, dan begitu suci.

Raja itu berdiri tegak, Menggenggam kedua tangan Putrinya, "Baekhyun, ayah bisa kan mengandalkanmu?" Raja itu bertanya kepada putrinya.

Baekhyun melepaskan genggaman ayahnya, dan membiarkan dirinya berdiri disamping ayahnya, Menatap lurus kearah Ibunya yang tengah berdiri dengan senyuman lembut namun sendu milik ibunya.

"Tentu, Ayah bisa mengandalkan ku, Mengandalkan Putrimu, Byun Baekhyun." Anak itu berujar dengan penuh keyakinan dan tekat gigih didalamnya.

Raja itu tersenyum, cukup puas mendengarnya, "Nah, Mari bocah kecil, Kita temui Ibumu yang cantik itu." Baekhyun tidak mengikuti ayahnya, Merenggut kembali dengan wajah cemberut, menyilangkan kedua tangannya kedadanya.

Raja itu tidak menghiraukan anaknya yang sedang mengatakan beberapa ocehan kecil seperti; ayah selalu saja mengataiku bocah dan kecil, atau memang nya aku kecil apa!.

Memutuskan menghampiri Istrinya, Ratunya. Raja itu mulai memeluk tubuh miliknya.

"Aku menitipkannya padamu, Naya-ah." Raja itu mengecup pelipis milik istrinya dengan lembut.

Ratu itu tersenyum dengan anggun dan mengeratkan pelukannya, "Kau bisa mengandalkan ku untuk menjaga bocah kecil itu padaku, suamiku." Mereka berdua terkekeh kecil.

"Yang Mulia Raja dan Ratu, Kereta kuda beserta beberapa Prajurit Dan Dayang telah siap!" Suara Prajurit Itu memberitahu mereka berdua.

Raja itu melepaskan pelukannya pada Istrinya.

"Sudah tidak ada kecacatan sedikitpun?" Raja itu bertanya dengan tegas.

Dengan penuh keyakinan dan Kesiapan, Prajurit itupun menjawab, "Tidak ada satupun kecacatan Yang Mulia Raja!"

Baiklah, semua sudah siap. Raja itu berucap di dalam hatinya.

"Kudoakan agar kau sampai dengan tujuan, Ratuku,-" "Baekhyun." Raja itu memanggil buah hatinya dengan terkekeh kecil, melihat kelakuan sang anak.

"Apa?" Bocah itu sedikit berteriak, menjawab panggilan Ayahnya.

"Kemarilah sebentar." Ayahnya melambaikan tangannya, mengajak baekhyun untuk segera mungkin menghampirinya.

Sang Putri pun mulai menghampiri Ayahnya dengan kedua tangan yang sudah diturunkan.

"Apa?" Ketika telah sampai, Baekhyun kembali bertanya pada Ayahnya.

Senyuman terulas dari bibir milik sang Ayah, dengan elusan dihelaian rambut milik Putrinya.

"Baekhyun, kau akan segera berangkat nak, semua persiapan telah siap." Anak itu membelakan mata sipitnya, menatap ayahnya kemudian dengan sendu.

"Rasanya aku tidak ingin pergi, aku ingin bersama dengan ayah." Baekhyun menendang kecil bongkahan salju dibawah kakinya.

"Ini," Ayahnya mengulurkan tangannya kehadapan wajah putrinya. "Untukmu." Baekhyun langsung melihatnya, melihat apa yang diberikan ayahnya kepadanya.

"A-ayahhh." Baekhyun merasa tak percaya atas apa yang diberikan ayahnya kepadanya, itu adalah boneka kecil yang dibuat dari jerami, seperti miliknya yang dahulu, namun sayang itu telah menghilang, entah kemana.

"Ayah menemukannya, ada dibawah kolong kasurmu." Baekhyun mengambilnya kemudian memeluknya. Setiap ia jauh dari Ayah dan Ibunya jika mereka sedang mengadakan urusan diluar Kerajaan, Maka ia akan memeluk boneka itu. karna boneka itu dibentuk menyerupai Sang ayah, Ibu, dan dirinya dengan dirinya yang berada ditengah dalam genggaman tangan milik Ayah dan Ibunya.

"Ayah, terima kasih." Baekhyun tersenyum haru untuk ayahnya.

Raja itu tidak menjawab apapun, sampai pemberitahuan diberikan lagi untuknya.

"Nah, Baekhyun pergilah bersama Ibumu, Turutilah perintah ibumu ya, jadilah anak yang baik. Oke?" Ayahnya memberikannya jempol sebagai tanda persetujuan.

Baekhyun memberikan senyumannya, dan mengikuti ayahnya.

"Oke ayah."

"Mari yang Mulia Ratu dan Yang Mulia Putri" Prajurit itu membukakan Pintu kereta kuda yang memang sudah menunggu mereka beberapa menit yang lalu.

Kedua Wanita Berharga itupun dengan perlahan menerima uluran tangan milik Prajurit dan mulai menaiki Kereta kuda tersebut, Diikuti dengan Baekhyun. Sih Putri Kecil.

"Bawa mereka sampai tujuan dengan aman Prajurit Kim!" Keduanya telah berada didalam kereta kuda berwarna putih emas itu dengan aman.

"Kami akan menjaganya Yang Mulia, Kami meminta doamu mengiringi perjalanan kami." Prajurit itupun melangkah untuk menaiki kuda tersebut segera mengontrol 4 ekor kuda menuju perjalanannya.

"Kami berangkat Yang Mulia." Prajurit tersebut mulai memacu Kudanya, Kereta kuda itupun mulai beranjak, meninggalkan Kerajaan Bernama Aigreen tersebut.

Raja itu melihatnya dengan sendu, Ia merasa ketakutan, ketakutan yang amat dalam.

Raja itu memilih berbalik untuk kembali memasuki Kerajaannya, Namun...

"Ayah, Baekhyun mencintaimu Ayah, Baekhyun akan menunggu ayah menjemput Baekhyun dan Ibu ya.." Kemudian Putri itu kembali memasukan wajahnya kedalam kereta kuda tersebut setelah menjulurkan lidahnya. Meledek.

"Astaga, Bocah itu." Raja itu memijit pelan dahinya. Heran dengan tingkah laku milik Putrinya yang entah didapatnya dari siapa dan mana.

"Yang Mulia Raja, Kapan kita akan memulai Rapatnya?"

Raja itu menghela nafasnya, dengan penuh wibawa dan ketegasan, Raja itupun mulai melangkah menuju Kedalam Kerajaannya kembali.

Setelah ini, semua akan berakhir dengan baik-baik saja bukan?

Raja itu kembali menoleh sebentar kearah pintu gerbang kerajaan yang meninggalkan beberapa kejadian yang baru saja terjadi.

"Ya, semuanya akan baik-baik saja." Raja itu menyakinkan dirinya sendiri.

.

.

.

(Masih pada sabar kan yah, nunggu Baekhyunnya Ketemu sama Aa'nya. Beberapa Chapter lagi kok atau mungkin chapter depan ketemunya. wkwk, ini geh masih pada kecil ya baru pada 10 tahunan juga. Nanti yang makin modernnya ada di tahun yang entah keberapa. Hm.. Makasih juga udah sempetin rev/foll/fav. Dan memperbaiki penulisannya. Dan Happy Birthday Baby Byunee, Byun Baekhyun. Chapter yang special martabak telah ku persembahkan. Ugh, kritik dan saran diterima~)