UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

A Little Bit Of Love

Chapter 1: In My Place


RATED: T! (Tapi akan segera berganti haluan!/plak/)


PAIR: YeWon/WonSung/WonYe/SungWon(Readerdeul: STOP!)


Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)


Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK


Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, CRACK PAIR!


DLDR!

:::

SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)


"Hyaaa! Ummaaa~! Hyukkie melempali Hae dengan bolaaa!" adu Donghae saat seorang bocah manis melempar bola tepat mengenai wajah bocah kecil yang mengaku dirinya tampan bak pangeran dari negeri dongeng itu/plak/. sekarang Donghae tengah berperang(?) didalam ruangan penuh bola. Ya, tempat main favorit anak kecil.

Yesung tertawa terbahak-bahak, sementara jari jempolnya teracung kearah bocah yang disebut Hyukkie itu. "Nice job, Hyukkiee chagiii~!" teriaknya riang gembira.

"Ne, Cungie umma~!" balas Hyukjae –nama bocah manis itu, sambil membalas acungan jempol Yesung, tak lupa gummy smilenya yang membuat wajah manisnya semakin manis. Hyukjae adalah anak tetangga sebelah, Lee Teuk dan Kim Youngwoon. Hyukjae sangat akrab dengan Yesung. Jadi Hyukjae sudah terbiasa memanggil Yesung umma. Leeteukpun tak keberatan, dia malah senang karena Hyukjae punya teman bermain, walau Yesung memang jauh lebih tua dari pada Hyukjae. Umur mental mereka kurang lebih sama jika diukur.

Donghae menggerutu. Dengan penuh napsu, dilemparnya bola tepat dipantat Hyukjae ketika bocah manis itu lengah.

"AAAW! YAK! IKAN ACIN! KAU MAU CALI MATI, EOH!? TUNGGU PEMBALACANKU! HIAAAAHH!"

"Gyaaah!"

Yesung tersenyum melihat kegembiraan Donghae. Dia bahagia melihat Donghae yang tumbuh dengan ceria, meski sang ayah jarang berbicara padanya. Bocah itu tetap saja tersenyum ceria kepada siapapun.

… Namun senyuman itu tidak seindah kelihatannya…


YESUNG POV: ON


Donghae tampak sangat bahagia… tapi aku sadar. Sangat sadar. Senyumannya itu tidak akan bertahan lama…

Aku tahu suatu saat nanti aku dan Siwon pasti akan berpisah. Entah itu besok, lusa, atau bahkan setahun lagi. Tidak ada bedanya. Kehidupanku bersama Siwon pasti akan segera berakhir.

… Aku sadar, cinta ini tidak akan menyelamatkan keluarga kecilku. Kenapa…? Karena ini hanyalah cinta sepihak. Cinta dariku. Tanpa balasan darinya. Bukankah sangat jelas…?

Aku yakin tak lama lagi Siwon akan muak denganku, dan meninggalkanku begitu saja. Bagaimanapun juga Siwon tidak bisa membohongi perasaannya. Walau dengan perjanjian antaranya dengan appapun… aku yakin Siwon sebenarnya membenci perjanjian itu. Dia akan melupakan janji itu suatu hari nanti.

… Atau mungkin saat namja itu kembali dan… merebutnya dariku. Ah, aku tidak bisa memakai kata merebut. Bagaimanapun juga, Siwon miliknya. Mereka saling mencintai.

Dan aku tahu aku tidak punya hak untuk merusaknya.

Aku tersenyum miris. Hei, Choi Siwon… bukankah aku ini benar-benar menyedihkan karena terlalu mencintaimu…?

KRIING~

Jogeumman deo (neuritneurit) ijeulge andantee~…

KRIING~

Aku buru-buru meraih ponselku dari saku celanaku. Dari Siwon! Aku membuka pesan yang masuk.

'Aku sudah selesai. Kalian bisa pulang sekarang.'

Aku tersenyum miris memandangi pesan dari namja yang kucintai itu. kenapa dia begitu dingin…? Tidak bisakah sekali saja… sekaliii saja… aku berbicara normal dengannya…?

… Ini bukan Choi Siwon yang kukenal.


YESUNG POV: OFF


Yesung memasukkan kembali ponselnya setelah diam sejenak. Ia menghela napas lalu memanggil Donghae –yang masih asyik bermain bola dengan Eunhyuk.

"Haeee! Sudah waktunya pulang! Cepat keluar!" teriak Yesung. Namun sepertinya Donghae tidak mendengarnya, terbukti bocah itu masih asyik melempari wajah cute Hyukjae dengan bola plastik.

"HAEEEEEEE!"

Donghae terlonjak kaget mendengar pekikan ummanya. Dia menoleh dengan kedua obsidian membulat lucu. "Mwo, ummaa?"

"PULAAANG! CEPAT KELUAAAR!" pekik Yesung lagi tanpa memperdulikan tatapan aneh orang disekitarnya.

Donghae menggaruk tengkuknya. Sebenarnya dia belum mau pulang. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Dia tidak ingin menambah kerutan akibat stress diwajah manis ummanya. Dia menoleh keHyukjae yang telah tenggelam dilautan bola dan hanya menyisakkan kedua kaki mungilnya.

"Hyukkie monyet jelek! Hae pulang dulu! Daaah!" Donghae melangkah pergi setelah berteriak keras dihadapan Hyukjae yang masih tenggelam akibat ulahnya.

Nampak kedua kaki mungil Hyukjae bergoyang-goyang penuh semangat. Seandainya saja dia tidak sedang terkubur, sudah dapat dipastikan duel antara ikan dan monyet kembali memeriahkan suasana(?).

Yesung menggendong Donghae tepat setelah kaki namja mungil itu mendarat diluar ruangan. Diciuminya wajah anak semata wayangnya itu penuh kasih sayang. "Umma~… gelii~!" Donghae menepuk-nepuk pipi chubby Yesung meminta ummanya itu menghentikkan tingkahnya.

Yesung tersenyum nakal. "Kau tak suka, baby?"

Donghae menggeleng sambil mencium pipi chubby ummanya. "Aniya! Hae cuka! Tapi jangan didepan umum dong, umma! Hae 'kan jadi malu! Bagaimana kalau umma dan Hae melakukannya dikamal caja nanti malam?"

PLETAK

"AUUUH!" pekik Donghae sambil memegangi kepalanya yang ditabok Yesung. "UMMA!"

Yesung mendesis kesal. Polos sekali anak ini! Masa mengatakan hal semencurigakan itu didepan umum?! "Jaga bicaramu, anak muda! Kita pulang!"

Dan Yesung mulai melangkah mengacuhkan wajah cemberut Donghae yang sudah mempoutkan bibirnya dengan sempurna.

:

:

Krieet~

"Kami pulaaang…" kata Yesung setengah berteriak.

Siing…

Tak ada yang menyambutnya. Dan Yesung sudah cukup terbiasa dengan itu. Diliriknya malaikat kecilnya yang ternyata sudah tertidur digendongannya. Yesung tersenyum melihat pose cute Donghae yang sedang menghisap jempol mungilnya.

Yesung membawa Donghae menuju kamarnya dilantai atas. Setelah membaringkan Donghae ditempat tidur mobil-mobilannya, Yesung menyelimuti malaikat kecilnya dengan selimut bergambar nemo, tak lupa menaruh boneka ikan nemonya disamping Donghae yang masih nyenyak tertidur. Ya, Donghae memang penggila ikan.

Dipandanginya wajah Donghae sejenak. '… Kau sangat tampan… mirip dengan appamu…' Yesung mengecup dahi Donghae lama. 'Aku mencintaimu, baby.' Ditatapnya wajah tampan Donghae sejenak, lalu berbalik dan melangkah menuju pintu kamar.

Tap tap

Kriee~t…

:

:

Yesung bersenandung kecil sambil menyiapkan kopi hitam kesukaan Siwon. Setelah selesai, ia membawa cangkir kopi itu menuju kamarnya dan Siwon.

Krieet~

"Siwonnie…? Kau sudah bangun?" tanya Yesung pelan sambil melangkah masuk. Nampak sesosok namja tampan tengah berbaring diatas bed king sizenya. Namja itu hanya mengenakan baju handuk sehingga lengan kekar dan dada atletisnya terekspos.*author ngiler*/plak/

Yesung tahu Siwon sudah bangun. Meski namja tampan itu menutup matanya, Yesung tahu. Sudah terlalu sering Siwon pura-pura tidur dihadapannya. Dan kini dia sudah bisa membedakan yang mana yang palsu, dan yang mana yang benar-benar tidur sungguhan.

Diletakkannya cangkir kopi yang masih mengepulkan asap itu dimeja nakas milik Siwon. Ditatapnya wajah tampan Siwon –yang masih pura-pura tidur. "… Apa kau mengusir yeoja itu lagi, Wonnie…?" tanya Yesung nyaris berbisik.

Siwon masih memejamkan matanya, tak memperdulikan pertanyaan Yesung sama sekali.

Yesung menggeleng sedih. Ini bukan pertama kalinya Siwon mengusir yeoja yang tidur dengannya. Bahkan ada yang mendapat perlakuan kasar dari namja bermarga Choi ini.

Sungguh, Yesung kecewa dengan Siwon. Meskipun yeoja-yeoja itu membuatnya sakit hati, tapi tetap saja Yesung menghargai perasaan yeoja-yeoja itu. Mereka tetaplah seorang yeoja yang harus dihormati.

"Itu bukan hal yang baik, Wonnie… mereka juga punya perasaan…" lirihnya berusaha menutupi getaran disuaranya.

Siwon membuka kedua matanya, menampilkan dark chocolate menawan yang sayangnya begitu dingin dan seakan tanpa cahaya sedikitpun. "… Bukan urusanmu, Yesungsshi." Gumam Siwon dingin. Ia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Meninggalkan Yesung yang menunduk menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sudah benar-benar abstrak.

BLAM

Yesung menghela napas berat. Lagi-lagi begini… sepertinya Siwon memang tidak bisa berbicara ramah dengan Yesung. Seakan-akan… dia merasa jijik jika berbicara dengan namja manis itu.

Obsidian sayu itu menatap kepigura fotonya, Donghae, dan Siwon. Itu adalah satu-satunya foto Yesung bersama Siwon. Setiap kali dia meminta foto bersama, pasti namja tampan itu akan menolak dengan dingin.

Jemarinya terulur untuk sekedar menyentuh foto itu. "Ini…" Senyuman miris menghiasi bibir cherrynya. Kecewa…? Dia merasa sangat sakit!

"… Tidak akan berhasil."

Tes tes

Dan liquid bening itu lolos dari sarang obsidiannya. Melebarkan luka dihatinya yang sampai saat ini masih mengeluarkan darah. Tidak pernah benar-benar terobati. Karena hanya Siwonlah yang dapat mengobatinya.

"Aku memang…" Yesung menunduk. "… Orang yang egois."

Tanpa Yesung sadari, sepasang dark chocolate menatap kosong kedepan. Tubuh atletisnya bersandar dipintu kamar mandi, berusaha menopang tubuhnya yang tiba-tiba terasa sangat lemas. "… Mianhae… Yesung ah…" dan hanya kata-kata ambigu itu yang keluar dari bibir joker miliknya.

:

:

Yesung menatap langit-langit kamarnya. Dia tidak bisa tidur.

Sesekali obsidian kelamnya melirik Siwon yang tengah tidur membelakanginya. Ada Siwon disini, tapi Yesung merasa seperti sendiri…

Dingin. AC sudah dimatikan, Yesung juga telah memakai selimut ekstra tebal. Namun udara tetap dingin seakan bisa menusuk-nusuk tulangnya.

Setiap malam pasti begini. Kamar ini luas, namun begitu dingin, dengan atmosfer yang sangat berat. Yesung tidak menyukainya. Yesung menoleh kearah Siwon yang tengah tidur membelakanginya. Seulas senyum miris terukir diwajah manisnya.

Dia ingin, sekali saja lengan kekar itu memeluknya untuk memberikan kehangatan.

Dia ingin, sekali saja bibir mempesona itu menciumnya untuk memberikan ketenangan.

Dia ingin… sekali saja…

Sekali saja! Siwon mencintainya. Mengatakan bahwa namja tampan itu menyayanginya.

… Sekali saja. Meski itu semua hanyalah sebuah kebohongan.

:

:


FLASHBACK: ON


"Annyeong, Siwon ah! Kim Jongwoon imnida! Kau bisa memanggilku Yesung!" seru seorang namja manis penuh semangat.

Sosok didepannya ini tersenyum tipis. "… Ah, ne… salam kenal, Yesungsshi."

Dan namja manis yang menjuluki dirinya sendiri Yesung itu hanya menatap namja tampan didepannya tanpa berkedip.

… Ada yang aneh disenyuman Siwon. Dan Yesung menyadarinya.

… Namun dia tetap bersikeras, Siwon memberikan senyuman tulus kepadanya.

"…" dan tanpa ia sadari, senyum itu perlahan mulai memudar tatkala menyadari keberadaan sesosok namja lain menatap mereka berdua dari kejauhan.

Dan begitu saja. Siwon berlari meninggalkan Yesung. Yesung bermaksud mengejar, namun saat menyadari siapa yang dikejar Siwon, langkahnya melemah.

… Bolehkah dia berharap… ini semua hanyalah halusinasi semata?

Bolehkah dia berharap, Siwon yang sesungguhnya, juga membalas rasa cintanya yang entah kenapa sudah sangat besar ini…?

… Dia terus berharap, dan harapan itulah yang akan menghancurkan dirinya sendiri dimasa depan nanti.

… Dan dia sama sekali tidak menyadarinya. Bahkan setelah melihat namja tampan yang sangat dicintainya itu, mencium orang lain tepat didepan kedua matanya.


FLASHBACK: OFF


Cip cip cip~

Yesung membuka sedikit matanya yang terasa berat. Alisnya terangkat saat mendengar suara Siwon dibelakangnya. Tampaknya namja tampan itu tengah menelepon seseorang.

Yesung berusaha menajamkan pendengarannya.

"Jinjja?! Kau sudah pulang?! Ne, ne! aku akan menjemputmu dibandara!"

Tubuh Yesung menegang. Baru kali ini ia mendengar suara Siwon sesenang ini sejak mereka menikah. '… Pasti namja itu…' memori itu kembali terputar.

… Dan rasanya masih sesakit saat pertama kali ia mengalaminya.

"Ne, ne. Aku… tetap mencintaimu." Siwon melirik sedikit Yesung yang–dikiranya– masih tertidur. "Ye… aku tidak mencintainya. Tenang saja, chagi. Aku tidak pernah mencintainya…"

DEG

Perlahan langkah kaki Siwon terdengar semakin menjauh hingga-

BLAM…

Namja tampan itu pergi meninggalkan Yesung yang mulai menangis dalam diam. Dia tahu… dia salah… sangat salah…

… Dia tidak punya hak untuk memaksa Siwon mencintainya.

… Namun itulah yang dilakukannya. Ia memaksa mencintai Siwon, saat namja itu sama sekali tidak menatapnya.

Tapi tidak bolehkah ia berharap? Berharap suatu saat nanti Siwon akan mencintainya? Membalas perasaan yang terus dirasakannya selama ini…?

'Tak adakah sedikiiit saja… tempat dihatimu untukku… Siwon ah…?'

Dan sedikit saja.

Biarkan hatiku tetap dengan egoisnya mencintaimu.

:::

"Wonnie…? Kau mau meninggalkanku untuk namja itu?! Katanya kau akan menolaknya?!"

"M-maaf chagi… tapi aku sudah terlanjur berjanji…"

"Aku tidak mau mendengar itu. Pokoknya begitu aku pulang dari Perancis nanti, kau harus melamarku dan menceraikan namja aneh itu!"

"… Ne. Aku janji, chagiya. Aku janji… sampai saat itu tiba, aku hanya akan mencintaimu…"

Dan tanpa mereka sadari, ada sepasang obsidian yang mendengarkan percakapan mereka dari luar kamar namja yang sangat dicintainya itu.

Desahan demi desahan mengalun merdu dari kamar megah itu.

Dan tak ayal, liquid bening itu kembali meluncur mulus dari kedua sarang obsidiannya.

'Appoyo… Siwon ah…'

:::


TBC~

/dilempar sendal/

ANNYEEOONG~! *Krik*

Ucchan balik lagi! Kali ini dengan YeWon~!XD nyahahha! Apa Yemma tersiksa? Nggak laaah~! Masih batas normal kan? Nanti bakal Ucchan tingkatkan penderitaannya!/SLAPED/

Err… Ucchan gak janji bisa UPLAT yah… ujian udah deket loh…TT

Ya sudah! Kita jauhi suasana gloomy tadi! Sekaranggg~ Ucchan mau minta maaf lagi! Ucchan belum bisa ngejawab review… waktu yang dikasih sepupu Ucchan Cuma dikit! Hanya HSLS, dan AWLHW yang udah Ucchan ketik semaleman!

Tapi Ucchan udah baca semua review yang masuk! Dan Ucchan sangaaat senang!^w^/ sekali lagi gomawo udah mau ngereview fic Ucchan! Ucchan akan semakin banyak belajar lagi!^w^b

Singkat kata, semoga masih mau menunggu, dan

Review Pleasee~?