Umur Cast:

Choi Siwon: 24 tahun

Choi Yesung: 22 tahun

Choi Donghae: 6 tahun

Kim Ryeowook: 24 tahun

Lee Teuk: 28 tahun

Lee Kangin: 29 tahun

Lee Hyukjae: 6 tahun

Kim Heechul: 47 tahun


UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

A Little Bit Of Love

Chapter 3: Goodbye For A 'Short' While…


RATED: T (Suatu saat nanti pasti akan berubah…*menatap ke kejauhan*/buakh/)


PAIR: YeWon/WonSung/WonYe/SungWon(Readerdeul: STOP!)


Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)


Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK


Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, CRACK PAIR!


DLDR!

:::

SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)


FLASHBACK: ON


"Sudah lama menunggu, Wookie?" seulas senyum simpul mengembang di wajah tampannya. Ia melangkah mendekati sudut bar tempat namja manis yang dipanggilnya Wookie itu berada.

Namja manis itu menoleh dengan wajah datar. "Kau terlambat setengah jam. Apa alasanmu?"

Si tampan hanya tersenyum gugup. "A-aniya… tadi aku ada pekerjaan mendadak!" ia segera mendudukkan dirinya di samping namja manis tadi dan langsung memandangi wajah manisnya sembari bertopang dagu. "Aku punya kabar baik untukmu, Wookie!"

"… Apa?"

Si tampan tetap tersenyum, meski namja yang dicintainya ini hanya membalas datar perkataannya. "Aku sudah memberikan surat cerai kepada Yesung!" ujarnya dengan penuh keyakinan.

… Apakah dia tidak menyesali perbuatannya ini…?

Tidak. Siwon –nama namja tampan itu– tidak menyesal. Semua sudah terjadi. Waktu tidak akan pernah berputar kembali, bukan?

"…"

Siwon mengernyit. "Kau tak percaya padaku, Wookie?" tanyanya lembut saat melihat raut wajah Ryeowook yang tetap terkesan datar.

"… Kau mencintainya…?"

Siwon mengernyit tidak mengerti mendengar pertanyaan Ryeowook. "Apa?" Dia tidak mencintai namja penyuka kura-kura itu. Haruskah ia mengatakan itu keras-keras agar Ryeowook mempercayainya?

Ryeowook menghela napas. "… Aku akan kembali ke Perancis."

Kedua dark chocolate Siwon membulat seketika. "APA?! WAE?!" bentak Siwon emosi. "KAU MAU MENINGGALKANKU LAGI?!"

"Kau tidak mencintaiku." Ucap Ryeowook cepat. Ia memandang dark chocolate Siwon dalam. "Sejak pertama melihatmu beberapa hari yang lalu, aku sudah tahu." Ia tersenyum tipis. "Kau sudah jatuh cinta pada namja aneh itu."

Siwon diam. Bingung harus menjawab apa. Dia tak tahu bagaimana caranya membela diri sekarang. Dia akui, ada sedikit perasaan aneh di hatinya saat melihat Yesung.

… Cuma sedikit.

Ryeowook menggeleng. "Aku tidak bisa menikah dengan namja yang sama sekali tidak mencintaiku." Ia menunduk. "Dulu aku rela kau menikahi Yesung, karena aku tahu itu murni paksaan." Ia mengangkat wajahnya, memperlihatkan raut wajah terlukanya. "… Tapi sepertinya aku telah salah mengambil langkah, Siwon ah…"

Siwon menatapnya dengan tatapan sendu. "Wookie…"

"Apa kau mencintaiku?"

Yang dilakukan Siwon hanya diam membisu. Tak tahu harus berkata apa. Karena ia tahu apapun yang dikatakannya, akan berakhir sama.

"… Aku mengerti." Ryeowook berdiri dari duduknya. Melirik ke arah seorang namja tampan yang juga tengah menatapnya. "… Selamat tinggal." Setelah berkata begitu, Ryeowook menarik tengkuk namja tinggi yang duduk beberapa kursi di sampingnya.

Siwon menatapnya dengan tatapan kosong. Wookienya mencium orang lain. Tepat di depan kedua matanya.

… Tapi kenapa dia tidak merasakan apa-apa…? Tak ada sedikitpun rasa sakit di hatinya melihat pengkhianatan Ryeowook. Apa perkataan Ryeowook benar…? Ia sudah jatuh cinta pada Yesung, istri sahnya?

Ryeowook melepas ciuman panasnya, dan menyeret namja tampan itu menjauhi Siwon yang masih merenung.

Blam

Tepat setelah pintu bar itu tertutup, air mata itu langsung tumpah bagaikan air bah di kedua sarang chocolate indah milik Ryeowook. "Hiks… hiks…! Pabbolika…! Jeongmal pabbolika…!" ia meremas surainya tanpa menghentikan tangisnya. "Aku masih mencintaimu, tahu! Hiks… cobalah… cobalah menghentikkanku… jangan diam begitu… katakan kau masih mencintaiku… hiks… Siwonnie…"

Namja tampan di sampingnya menatap Ryeowook sedih. "Sudahlah, Wookie… kau pasti akan menemukan yang lebih baik…"

Ryeowook langsung memeluknya dengan erat. Menumpahkan semua rasa sakit yang ditahannya sedari tadi. "Mianhae… mianhae sudah merepotkanmu…"

Namja tampan itu tersenyum sambil mengusap punggung Ryeowook. "Gwenchana… kita teman, bukan?"

Ryeowook tersenyum dan semakin melesakkan wajahnya di dada namja tampan itu.

"… Gomawo, Kyu…"


FLASHBACK: OFF


Siwon memandangi cake cokelat itu masih dengan wajah kosong.

'Aku tidak akan pernah menyesalinya.'

Siwon memilih untuk duduk, dan mengambil sendok yang sudah tersedia di samping cake cokelat itu. Memotongnya sedikit, dan menyuapi dirinya sendiri.

'… Asin.' Siwon memejamkan matanya saat merasakan rasa aneh di potongan cake itu. Ia tersenyum kecil. "Dasar anak nakal…" wajah ikan kecilnya terbayang. Ikan kecilnya yang tengah tersenyum polos. Dan jangan lupakan cadel-cadelnya yang sungguh imut. Meski ikan kecilnya itu sering marah jika dikatai imut.

"Hae tidak imut! Hae itu tampan! Hae adalah pangelan teltampan di dunia!"

Perkataan narsis Donghae kembali menggema di benak Siwon. Siwon tertawa mengingat kelucuan jagoan kecilnya itu.

"Hae cudah tahu, appa! Celama ini Hae mempelcayai appa. Tapi telnyata Hae calah!"

"Hae akan melebut umma dali appa, dan menikahinya."

"… Tidak cepelti appa, Hae pacti bica membuat umma bahagia!"

Tawa itu menghilang. Berganti dengan raut sendu yang menghiasi wajah tampannya. Dia sudah membuat anaknya sendiri membencinya.

'… Kim Jongwoon…' tatapannya menerawang. 'Apa yang membuatmu begitu spesial…?'

"Kau sudah pulang Wonnie?"

"Wonnie, bagaimana kantormu hari ini?"

"Wonnie… apa kau marah…? Maaf karena aku pulang malam… tadinya aku ingin membuatkanmu kopi, tapi setelah kuperiksa ternyata kopinya sudah habis. Jadi aku membelinya di supermarket… maafkan aku."

"Wonnie, kenapa kau lesu…? Apa terjadi sesuatu…?"

"Wonnie, gomawo sudah menyempatkan waktu untuk merayakan ulang tahun Hae! Dia sangat senang!"

Siwon tersenyum hangat mengingat semua perlakuan dan perkataan lembut Yesung. Yesung… namja yang sangat perhatian padanya. Sangat menyayanginya, menerimanya apa adanya. Bahkan meski… Siwon telah berulang kali melukainya.

"…"

"ANI! WONNIE! LEPASKAN AKU!"

"Hiks… hiks… Wonnie… jangan… jebal…!"

"HIKS! WONNIEEE…! J-jebal… geun… dae…"

Dan yang terakhir Siwon ingat saat itu, namja yang begitu mencintainya itu telah pingsan di bawahnya. Tapi Siwon tidak berhenti. Tetap menodai dan melukai namja manis itu. Merenggut harga dirinya dengan cara yang tak pantas. Ya, Yesung tak pantas diperlakukan seperti itu.

Setelah semua yang telah Siwon lakukan padanya…

… Wajar jika namja manis itu pergi, bukan…?

Seharusnya Yesung meninggalkannya sejak awal. Tapi Yesung tak melakukannya. 'Apa dia menunggu Wookie pulang…?' Siwon menerawang.

"Ahh… Siwonniee…"

"Wookie… kauhh… ketat…"

"…"

Saat itu, ia tahu Yesung sedang menguping. Dan dengan sengaja ia bermesraan dengan Ryeowook. Pikirnya, Yesung pasti akan membatalkan pernikahan ini, mengingat Siwon sudah jelas-jelas mengkhianatinya.

… Tapi namja itu tidak melakukannya. Apa dia bodoh? Atau hanya terlalu percaya pada cinta sepihaknya itu?

Siwon menghela napas berat. Apakah keputusannya menerima permintaan Mr. Kim salah…? Karena keputusan itu telah membawa kehancuran untuk mereka berdua.

… Sedari tadi jantungnya terus berdetak menyakitkan. Siwon tak pernah merasa begini sebelumnya. Perasaan ini begitu menyakitkan… dia membencinya.

Siwon kembali memejamkan matanya. Dan hal pertama yang terlintas di benaknya, adalah sosok Yesung. Sosok Yesung yang tengah menangis…

… Siwon membencinya, karena Yesung menangis karena ulah Siwon sendiri.

Siwon menyayangi namja manis itu. Mencintainya. Meski ia terus membohongi dirinya sendiri. Di pikirannya, jika ia membalas cinta Yesung, akan ada banyak yang terluka. Siwon tahu itu.

… Bolehkah dia menjadi egois? Melepaskan segala kemunafikan yang terus terlontar dari bibirnya? Bukankah dia aktor yang hebat? Dia bahkan berhasil menipu dirinya sendiri.

Sekali saja. Tolong biarkan dia berkata jujur. Biarkan dia memberitahu isi hatinya yang sebenarnya.

… Biarkan dia memberitahu Yesung, betapa ia sangat mencintainya.

Siwon berdiri, dan berlari kencang menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya. Di pikirannya kini hanya satu. Yesung.

Setelah mendapat ponselnya, Siwon tanpa membuang waktu segera mendial nomor ponsel Yesung. Jangan tanya bagaimana ia bisa mendapat nomor telepon Yesung. Dia mengambilnya secara diam-diam saat Yesung sedang terlelap.

Nan meomunda, meomunda, nan meomunda…

Siwon terpaku saat iringan musik terdengar. Ia menoleh, dan mendapati ponsel Yesung tergeletak di atas nakas kamarnya. Sepertinya Yesung lupa membawanya.

Saranghaetdeon gieokdeuri, nareul gajigo nonda…

Siwon melangkah perlahan mendekati nakas itu, dan meraih ponsel Yesung. Dan yang dilihatnya, mampu membuat hatinya kembali berdesir menyakitkan.

Wallpaper ponsel Yesung.

Foto namja manis itu bersama Siwon dan Donghae. Mereka berdua tersenyum lebar. Hanya Siwon sendiri yang berwajah datar. Menandakan dia tidak bahagia.

… Dan tentu saja itu merupakan dusta.

Apakah Siwon boleh mengutuk dirinya sendiri sekarang…?

Nan meomunda…


-Meanwhile, Yesung…

"… Umma… umma baik-baik caja…?" tanya Donghae khawatir sambil memandangi ummanya. Digenggamnya tangan sang umma dengan erat. Tak mau melepas barang sekejap saja. Wajah ummanya sangat pucat, dan napasnya tersengal. Tentu saja itu membuat Donghae cemas.

Yesung tersenyum tipis. "… Ne, Hae… umma baik-baik saja…" lirihnya. Kini ia sudah berada cukup jauh dari rumahnya dan Siwon. Dan ia ingin melangkah lebih jauh lagi. Sejauh yang ia bisa. Tapi sayang bagian selatan tubuhnya sedang tak bersahabat saat ini.

"Akh," ringisan kecil keluar dari bibir cherrynya saat kembali merasa perih di holenya. Donghae yang mendengar ringisan kecil Yesung menjadi panik. "Umma, umma! Gwenchanayo? Ada yang cakit? Cini bial Hae tiup!"

Yesung tertawa kecil mendengar ucapan polos anaknya. "Gomawo, Hae. Umma baik-baik saja." Donghae menatap ummanya tak yakin. Yesung tersenyum manis. "Jeongmal! Umma baik-baik saja-" tapi tiba-tiba pandangannya mengabur. Dan dapat dirasakannya tubuhnya mulai limbung. "H-Hae…"

Brugh

"UMMAA!"

"… Yesung?"

:

:

Leeteuk memeras kain yang sudah dicelupkan ke dalam baskom berisi air es. Diletakkannya kain itu pada dahi seorang namja manis yang tampak pucat. Ia memandangi namja manis itu dengan raut wajah khawatir.

"… Apa kau baik-baik saja, Yesung ah…?" lirihnya. Tadi dia menemukan Yesung dalam perjalanan pulangnya setelah membeli bahan makanan di pasar. Ia segera membawa Yesung pulang ke rumahnya setelah memastikan Yesung baik-baik saja. Ia heran, kenapa Donghae –putra Yesung, melarangnya memberitahu Siwon. Padahal Siwon berhak tahu soal keadaan Yesung. Tapi saat melihat luka-luka di tubuh namja manis itu, Leeteuk memilih untuk diam.

"Apa Cungie umma baik-baik caja, umma?" tanya Hyukjae sambil menatap Yesung cemas. Donghae di sampingnya mendelik. "Yak, halucnya aku yang beltanya begitu! Aku ini 'kan, anaknya umma!" Hyukjae melirik sebal ke arahnya. "Hmph, ikan cebol celewet."

"MWOO!"

Leeteuk segera menengahi pertengkaran Donghae dengan monyet kecilnya. Memang bukan ide bagus untuk mempertemukan Hyukjae dengan Donghae di sini. "Sudahlah, jangan berantem di sini! Kalian mau Sungie umma kalian tambah sakit?"

Donghae menggembungkan pipinya kesal. "Baiklah, Hae akan diam aja!" sungutnya setelah melempar kilatan tajam pada monyet kecil di sampingnya. "Keadaan umma bagaimana, ahjumma?"

Leeteuk tersenyum simpul. "Dia hanya terkena demam kok. Juga kelelahan. Dia hanya perlu beristirahat sebentar." Jelasnya.

Donghae manggut-manggut. "Begitu, ne? Akan Hae tunggu campai umma cadal!"

Leeteuk menggeleng tanpa menghapus senyum manisnya. "Biar ahjumma saja yang merawatnya. Hyukkie, ajak Hae bermain ne!"

Kedua chocolate Hyukjae membulat mendengar perintah ummanya. "Mwooooo? Hyukkie tidak mau! Nanti ikan amic itu melucak balang-balang Hyukkie! Chilleo!" tolak Hyukjae dengan bibir terpout.

Donghae mendelik. "Memangnya citu pikil Hae mau, apa! Dacal monyet cok jual mahal!"

"Ih, Hyukkie nggak jual mahal! Hyukkie 'kan, bukan balang! Lagipula, jual mahal itu makcudnya apa, coba! Jangan mengatakan cecuatu yang culit, ikan babbo!"

"APA KAU BILAAANGG!?"

"Sudah, sudah, cepat keluar!" Leeteuk mendorong Hyukjae dan Donghae keluar kamar sebelum mereka mulai berkelahi. Dan tepat setelah pintu kamar tertutup, Leeteuk dapat mendengar derap langkah kaki, dan teriakan-teriakan melengking yang berasal dari dua bocah kecil itu.

Leeteuk tertawa kecil. 'Benar-benar anak-anak yang hiperaktif.' Ia melangkah kembali mendekati kasur yang sedang ditiduri Yesung. Ia menghela napas sambil mengelus pipi Yesung yang kini tampak lebih tirus. "… Sebenarnya apa yang terjadi, Yesung ah…?"

"Hng… Wonn… ie…" dahi Yesung tampak mengkerut. "… Hiks… geundae… jangan… lakukan…"

Leeteuk terdiam. Sepertinya memang terjadi sesuatu yang buruk dalam rumah tangga Yesung. '… Tapi apa…?'

"… Maaf… jika aku… sudah membuatmu… muak kepadaku…"

"…"

"… Hiks… Aku mencintaimu… Wonnie…"

Semua ini terlalu buruk.

Bisakah Tuhan mengembalikan waktuku…?

Sejam saja.

Kembalikan waktuku, sejam saja.

Kedua sarang obsidian itu mulai terbuka. Menampakkan obsidian sayu yang tampak begitu kosong. Ia melirik ke samping, dan menemukan Leeteuk yang tengah memeras kain di atas baskom.

"… Teukie hyung…"

Leeteuk tersentak kaget, dan langsung menoleh ke asal suara. "Ah, kau sudah bangun, Yesung ah?" ia tersenyum lembut sambil membelai surai raven Yesung.

Yesung mengangguk kecil. "… Aku di mana?" tanyanya pelan.

"Kau di rumahku, Yesung ah. Tadi aku melihatmu pingsan di trotoar, jadi aku memutuskan untuk membawamu ke rumahku." Jelas Leeteuk.

"H-hyung tidak memberitahu Wonnie, 'kan…?" lirih Yesung dengan suara bergetar. Leeteuk menggeleng, tetap tersenyum. "… Gomawo… apa Hae ada di sini?"

Leeteuk mengangguk. "Dia sedang bermain dengan Hyuk-"

PRAANG

"IKAN CEBOOOOLLLL~!"

Yesung menatap Leeteuk khawatir. "Mian, hyung. Aku akan mengganti kerusakannya…"

Leeteuk tertawa kecil. "Tenang saja, ada Kangin yang akan membayar kerusakannya~…"

Yesung bergidik saat melihat seringai tersembunyi di senyum malaikat Leeteuk.

PRUAAAANGG~

"UUUUMMAAA~! IKAN CEBOL INI NGEBANTING PONCEL UMMAAA~!"

TWITCH

Empat sudut siku-siku samar mulai nampak di pelipis Leeteuk.

"KYAA! UMMA! DIA JUGA MELOBEK UANG KELTAC DI DOMPET UMMA! TUNGGU, BIAL HYUKKIE ITUNG DULU! CATUUU, DUAAA, EEHHH… cetelah dua, apa lagi Hae?"

"Tiga!"

"Oh ya! TIGAAA! EMPAAAT! LIMAAA~! HAE NGELOBEK LIMA LEMBAL CELATUC LIBUAN, UMMAAA~! YAAYY~!"

Yesung mengkeret saat merasakan aura aneh yang semakin menyelubungi Leeteuk. Sejak bertemu Leeteuk, Yesung sudah tahu bahwa Leeteuk adalah tipe orang yang benar-benar sayang dengan dompetnya.

Berusaha mencegah hal-hal berbahaya lain, Yesung memilih memanggil ikan nakalnya itu. "Haeee! Cepat kemari!" panggilnya.

Beberapa saat kemudian terdengar derap langkah kaki yang benar-benar ribut.

BRAK

"UMMA! UMMA! HYUKKIE~, UMMA HAE CUDAH CADAL!" ikan kecilnya itu muncul dengan beberapa lembar uang kertas yang sudah robek sana sini terletak strategis di atas kepalanya. Dan juga sebuah ponsel yang sudah tak terbentuk lagi di tangan mungilnya. Di belakangnya, seekor monyet cilik juga terlihat antusias dengan beberapa lembar uang kertas yang sudah robek sana-sini terselip di atas telinga dan menyempil sedikit di bawah topi baseball yang dipakainya. "Cungie umma!"

Tanpa memperdulikan wajah Leeteuk yang sudah benar-benar abstrak melihat penampilan nistanya, Donghae berlari ke arah ummanya yang masih berbaring, dan melompat ke atas tempat tidur. "Umma~! Hae minta molning kicc!"

Chu~

Dan tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Donghae sudah mengecup bibir cherry Yesung. Ia bahkan mulai melumat bibir bawah Yesung dengan lembut.

Yesung terbelalak. Dijauhkannya wajah sang anak. "Yak, Hae! Darimana kau belajar soal itu, eoh?" bentaknya dengan wajah merah padam akibat malu.

Donghae memiringkan kepalanya sedikit dengan wajah polos. "Hae lihat di komik dewacanya Hyukkie, umma! Cetiap pagi ceolang cuami pacti akan mendapat cetidaknya catu molning kicc dali ictlinya! Cetelah itu bica dilanjut dengan cekc! Bagaimana kalau kita melakukannya, umma? Itu cebagai tanda kita cudah jadi cuami ictli, bukan?" tanya Donghae penuh semangat dengan mata berbinar-binar.

Yesung melongo. Sementara Leeteuk sudah berlari mengejar anak nakalnya yang sudah mengambil langkah seribu.

:

:

"UMMAAAA~! KENAPA HANYA HYUKKIE YANG DIHUKUUMM? YANG NGELOBEK 'KAN HAEEE! UMMAAAA~!"

"Jadi begitu…" Leeteuk menghela napas setelah Yesung selesai bercerita –mengacuhkan teriakan Hyukjae dari dapur. "Aku tidak tahu kalau hubungan kalian seperti itu… mian, Yesung ah,"

Yesung tersenyum lirih. "Ne, hyung… gwenchana…"

Leeteuk menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Menatap Yesung dengan tatapan prihatin. "… Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?"

Yesung menunduk lalu tertawa kecil. "Mollayo, hyung… aku hanya ingin pergi jauh darinya…"

Leeteuk memandangnya. Kini dengan tatapan serius. "… Apa kau yakin?"

Yesung mengangguk. Dipeluknya tubuh Donghae yang sedang tertidur pulas di dekapannya. "… Aku… ingin melihatnya bahagia…"

"Tidak bisakah kau memikirkannya lagi, Yesung ah?"

Yesung tersenyum menyedihkan. Dan Leeteuk bersumpah, dia tidak pernah melihat Yesung tersenyum seperti ini sebelumnya. Senyum ini penuh dengan luka dan penderitaan.

… Saat itu Leeteuk sadar. Yesung tak akan merubah pendiriannya. Ia tersenyum. Tangannya terulur untuk mengelus surai Yesung. "Aku mengerti, Yesung ah."

Yesung balas tersenyum. "Ne… gomawo, hyu-"

"KAU TAHU DI MANA YESUNG?!"

Yesung tercekat saat mendengar suara baritone samar dari luar rumah. Suara yang sangat dikenalnya. "W-Wonnie…!" ia buru-buru bangkit. "Argh!" ringisnya saat kembali merasakan sakit di holenya.

"Umma?" Donghae terbangun mendengar ringisan ummanya. "Umma, umma… gwenchanayo…?" tanyanya cemas sambil mengusap pipi tirus ummanya. Yesung tersenyum lembut. "Ne, Hae, umma baik-baik saja." ia menggendong Donghae, dan menoleh ke arah Leeteuk. "Hyung, aku harus pergi. Gomawo sudah mau repot-repot merawatku."

Leeteuk mengangguk. "… Tak masalah, Yesung ah. Kau sudah kuanggap seperti adikku sendiri."

Yesung tersenyum manis. "Gomawo, hyung…" ia melangkah cepat dengan Donghae dalam gendongannya. Tujuannya adalah pintu belakang. Tidak mungkin ia memakai pintu depan saat ini.

Setibanya di pintu belakang, Yesung berpapasan dengan Hyukjae yang sedang dihukum ummanya merekatkan kembali uang ratusan ribu yang sudah robek itu dengan selotip. "Cungie umma? Umma mau ke mana?" tanya Hyukjae sambil berdiri di atas kursinya.

"Ah, Sungie umma harus pergi, Hyukkie chagi." Ia membungkuk sedikit dan mencium dahi Hyukjae yang tengah duduk di kursi ruang makan. Tentu saja itu mengundang protes dari ikan kecil di gendongannya. "Umma! Hae juga minta cium!" rengek Donghae manja sambil menggerak-gerakkan kakinya.

Yesung mendengus. Entah sejak kapan ikan polosnya ini berubah mesum. Dikecupnya pipi chubby Donghae untuk membungkam rengekannya. "Baiklah, Sungie umma pergi, Hyukkie chagi~! Annyeong!" tanpa menunggu jawaban Hyukjae, Yesung sudah bergegas keluar rumah. Apalagi ia mendengar suara pintu depan yang sepertinya sudah didobrak paksa.

"Umma…? Apa yang teljadi?" tanya Donghae heran.

Yesung tersenyum tanpa memperlambat langkah kakinya. "… Tidak ada apa-apa, Hae. Kita hanya harus pergi."

Donghae menatap ummanya. Dia tahu ada yang disembunyikan ummanya. Tapi akhirnya Donghae hanya diam, dan lebih memilih memeluk leher ummanya. Ia memejamkan matanya. Merasakan denyut jantung ummanya yang berdetak kencang.

Yesung berbelok dan memilih mengambil jalur gang tikus di dekat rumah Leeteuk, mengacuhkan rasa sakit di bagian selatan tubuhnya karena memaksa berlari. Ia melangkah terus tanpa menyadari ada yang mengikutinya. Ia terus melangkah, namun langkahnya terhenti saat mengetahui gang tikus yang dilaluinya ternyata jalan buntu. "Aish," Yesung berbalik, namun kedua obsidiannya sontak terbelalak.

Di depannya kini, nampak dua namja berwajah sangar yang tengah menyeringai ke arahnya.

Donghae membuka matanya saat merasa tubuh ummanya bergetar. "Umma?" ia memicingkan matanya saat mendapati dua ahjussi tak dikenalnya tengah menatap ummanya dengan senyuman aneh. "…" tiba-tiba Donghae merasakan firasat buruk.

"DI MANA YESUNG?!" bentak Siwon emosi. Dibukanya semua pintu yang dilihatnya. "YESUNG?! HAE?!"

Kangin hanya menghela napas berat. Diam melihat Siwon yang tampak begitu kalut.

"YESUNG?! YESUNG AH!? KAU DI MANA?!" teriak Siwon lagi. "YESUNG AH! KELUARLAH!"

Kangin berdecak kesal. Dihampirinya Siwon yang kini sibuk menggedor pintu kamar Leeteuk.

BUAK

"Ukh…!" Siwon meringis saat merasakan nyilu di sudut bibirnya akibat tinju Kangin.

"Tenanglah." Ucap kangin dengan wajah datar.

"Tenang…?" desis Siwon sinis. "BAGAIMANA AKU BISA TENANG KALAU ISTRIKU SEDANG MENGHILANG?!"

Krieet

Siwon menoleh ke arah pintu kamar. Bertemu mata dengan Leeteuk. Namja cantik itu bersedekap dengan sorot mata dingin. "… Mau apa kau kemari, tuan Choi?"

Siwon balas menatapnya tajam. "Menemui istriku. Aku mendengar nama Hae disebut dari sini tadi."

Leeteuk menggertakan giginya. 'Lee Hyukjae…'

"Istriku ada di sini kan?!" desak Siwon sambil berusaha melihat ke dalam kamar. Leeteuk mendorongnya ke belakang. "Ya. Dia di sini. Tadinya."

Siwon memicingkan matanya. "Apa maksudmu…?"

Leeteuk memejamkan matanya. "Dia sudah pergi."

Siwon membelalakkan matanya. "M-mwo?! Di mana dia?!"

Leeteuk menggigit bibir bawahnya. Ia melangkah mendekati Siwon.

PLAK

Siwon meringis saat Leeteuk menampar pipinya dengan sangat keras. "T-Teukie hyung…?"

"Kau masih berani memanggilnya istrimu, setelah semua yang telah kau lakukan padanya, TUAN CHOI?" suara Leeteuk meninggi. "TIDAKKAH KAU MENGERTI?! KAU SUDAH MELUKAINYA!"

Siwon menatapnya datar. Tak merespon sama sekali. Siwon melukai Yesung. Siwon tahu itu. Tapi tak bisakah ia mendapat kesempatan kedua?

"DIA TIDAK INGIN BERTEMU LAGI DENGANMU! TIDAKKAH CUKUP KAU MELUKAINYA SEMALAM?! ATAU, KAU MASIH BELUM PUAS JUGA?!"

"Chagi…" Kangin berusaha menenangkan istrinya yang mulai dilanda emosi itu.

"BERHENTI MENGGANGUNYA, CHOI SIWON!"

Siwon diam. Menatap Leeteuk yang mulai menangis.

Hyukjae yang mengintip dari dapur menatap ummanya sedih. Dia masih kecil, tapi setidaknya dia mengerti apa yang terjadi di sini. '… Hae… apa kita bica beltemu lagi…?'

Leeteuk menggeleng. "Jebal… Siwon ah…" lirihnya.

"… Hiks… tolong biarkan dia… bahagia…"

:

:

-Siwon's House…

Siwon menatap keluar melalui jendela kamarnya. Hujan. Udarapun begitu dingin.

'…' tak ada apapun di pikiran Siwon, kecuali Yesung tentu saja. Kenapa ia baru menyadarinya sekarang…? Menyadari perasaannya saat sudah terlalu dalam melukai Yesung.

Bisakah ia memutar ulang waktu?

Ia berjanji… berjanji akan membahagiakan Yesung. Sekali lagi saja. Beri dia kesempatan bertemu Yesung. Walau hanya sekali, dan untuk beberapa menit saja.

"TIDAKKAH KAU MENGERTI?! KAU SUDAH MELUKAINYA!"

"BERHENTI MENGGANGUNYA, CHOI SIWON!"

"… Hiks… tolong biarkan dia… bahagia…"

"…" ia menengadahkan kepalanya, berusaha menahan air mata yang sudah menggenangi kedua sarang dark chocolatenya.

Tes tes

Tapi tetap saja. Dia gagal melakukannya. Liquid bening itu tetap meluncur dari sarang chocolatenya yang sedang tertutup.


-Seoul's Airport…

Yesung membuka matanya dengan perlahan. Tatapannya kosong. "…"

"Baguus~! Anak pintaar~!"

"Yak, halmeonie! Belhentilah mengeluc kepala Hae! Hae cudah becal!"

"Hmph! Besar dari bagian mananya? Gajah kecilmu pun tak lebih besar dari kepalan tanganku!"

"YAK! HALMEONIE! JANGAN MEMBICALAKAN HAL CEPLIPAT(?) ITU DI DEPAN UMUM DONG!"

Yesung melirik ke samping. Nampak seorang namja cantik yang tengah menggoda anak semata wayangnya. "Ummaa~… berhentilah menggoda Hae." Tegurnya.

"Ummaaa! Hae dipelmalukaaan~!" Donghae melompat ke pangkuan Yesung, lalu menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yesung.

Namja cantik di samping Yesung hanya mendengus melihat tingkah Donghae. "Dasar bocah manja." Ia beralih menatap Yesung. "Gwenchanayo, Baby? Kau tampak pucat…"

Yesung tersenyum manis. "Aniya… Sungie baik-baik saja, umma…"

Heechul –nama namja berumur 47 tahun, namun masih terlihat sangat cantik itu– menghela napas. "Maafkan umma ne… ternyata perjanjian appamu dengan Siwon salah. Appamu itu benar-benar babbo."

Yesung tertawa kecil. "Ani, umma. Jangan berkata begitu tentang appa."

Heechul mendengus kesal. "Arraseo kalau kau berkata begitu, Baby! Dan kau!" ia menarik kedua kaki mungil Donghae dengan kasar. "Cepat kemari! Akan kuajarkan kau tentang bahan kain terbaik untuk membuat gaun malam!"

"ANDWAEEE! HIK HIK, UMMAA! TOLONG HAE!" jerit Donghae histeris sambil memperkuat pelukannya di leher Yesung. Namun apa mau dikata, dalam sekali hentakan, pelukan Donghae sudah terlepas.

"DENGAR BAIK-BAIK!" bentak Heechul sadis setelah mendudukkan Donghae di pangkuannya. Dan tentu saja itu membuat tangisan Donghae semakin keras. Tapi Heechul sama sekali tak memperdulikan tangisan ataupun rontaan Donghae. "Kain sutra adalah pilihan yang tepat dalam membuat gaun malam yang nyaman dan mewah! Jangan lupakan ciffon! Kainnya sangat halus! Tambahkan payet-payet dan buat belahan-belahan seksi di gaunnya, dan semua namja akan memandangmu dengan tatapan lapar!"

"UMMAAAAAA~!"

Yesung menulikan diri. Ia memandangi keadaan di luar bandara. Yesung nyaris diperkosa oleh dua namja yang tak dikenalnya tadi. Untung saja ada orang baik hati yang menyelamatkannya. Dia meminjam telepon namja yang sudah menyelamatkannya itu untuk menghubungi sang umma yang sedang berada di kota Mokpo. Ummanya segera pergi ke Seoul dengan pesawat jumbo jet pribadinya untuk mendengar penjelasan Yesung.

Dan sekarang Yesung berada di sini. Menunggu pesawat pribadi ummanya yang menuju Kanada. Jangan heran. orang tuanya adalah orang yang cukup disegani dalam fashion dan ekonomi dunia. Ummanya, Kim Heechul, adalah desainer terkemuka di dunia, dan sudah berulang kali menggelar fashion show di Paris, Prancis. Sementara sang appa, Kim Hangeng adalah seorang pengusaha sebuah perusahaan pesawat terkenal yang memiliki banyak cabang di seluruh dunia.

… Tapi appanya telah meninggal. Tepat seminggu sebelum pernikahan Yesung dan Siwon. Yang Yesung tahu, Hangeng telah membuat perjanjian dengan Siwon, dan akhirnya Siwon setuju menikahinya.

Tapi hingga sang ayah meninggalpun, ia tak pernah tahu isi perjanjian appa dan suaminya itu. Ani, mantan suami maksudnya. Yesung tersenyum miris. Dia sudah menandatanganinya, bukan…? Dia sudah tidak punya hak untuk memanggil Siwon suaminya lagi.

Yesung menghela napas berat. Memejamkan mata, kembali mengingat wajah sempurna namja yang sangat dicintainya itu.

'… Wonnie… apa aku sudah melakukan hal yang benar…?'

Aku di sini.

Meninggalkan seluruh cintaku padamu.

Persis seperti yang kau inginkan.

Sakit. Tentu saja kurasakan.

Tapi apa kau tahu…?

Tidak ada hal yang bisa membuatku lebih bahagia lagi.

Di banding saat melihatmu benar-benar tertawa dengan orang yang kau cintai.

TBC

Annyeong…?/dilempar kursi besi

GYAAHH! MIAN! JANGAN TIMPUK UCCHAN! INI FIC UDAH UCCHAN RAWAT TIAP HARI! RAJIN DISIRAM DAN TAK LUPA DIPUPUK! JUGA BERADA DISUHU UDARA YANG PAS! JADI GAK MUNGKIN LUMUTAN!*ngeyel*

Ehhh…? Readerdeul mau apa dengan gunting kuku kuda itu…? (Readerdeul: NGGAK USAH BANYAK OMONG!) suer! Mood Ucchan lagi parah-parahnya karena mikirin UNAS! Sama sekali- ehh? Kenapa sekarang ditambah kapak juga…?0.0

/Adegan sensor/

*Berhasil melarikan diri* Ehm… pertama… suer… Ucchan minta maaf nee… soal perjanjiannya belum bisa chapt ini… udah Ucchan coba masukin, tapi eh, malah jadi aneh…=_=" jadi Insya Allah chapt depan aja ne!^w^v#PLAK/ kedua… itu umurnya Hae Ucchan salah nyantumin… harusnya 6 tahun, tapi Ucchan malah ketik 5 tahun==" mianne, tapi udah Ucchan perbaiki kok!*tunjuk atas* baru nyadar pas baca ulang diFFN.(ketahuan tipe author yang hobi baca FF sendiriXD)

Chapt ini~… itu Wondad udah agak sedih 'kan?XD/BUAKH/ miaaan! Ucchan nggak biasa bikin seme menderita! Cuma seneng bikin uke sengsara!/dibakar ukedeul/

Chapt depan, Hae udah gedee~!*lirik gajah kecilnya*/plak/ jadi ada saran berapa tahun kemudian untuk chapt depan? 10? 11? Atau 13? Gomawo kalau udah mau bantu nee~!^w^

UNAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSSSS

Hasilnya belum keluar…

Ya Allah… biar nilai gak bagus-bagus amat juga gak papa deh… yang penting lulus…TmT UNAS MTK Ucchan Cuma yakin 12 soal saja… yang lain… you know lah! Cap cip cup~!XD/pletak/

Mood lagi cocok untuk lanjutin fic-fic mellow… mana belakangan sering hujan lagi… pas deh… TmT *gigit tisu* mana lagi sariawan pula… *gigit jari mungil Yemma*/BUAKH/

Sudah ah, sekarang Ucchan mau bales review aja! Gomawo udah mau repot-repot ngereview ne! Ucchan akan berjuaaang~!XD Gomawo juga buat yang udah ngedoain Ucchan untuk UNAS kemarin!^^ muahahah, banyak banget cap cip cupnya!/plak/ hana, deul, set, YAAKK!


YY: "0.0 *nyodorin tisu*. Engg… ini nggak terlalu angst kan?^^"/digampar readerdeul/ gomawo reviewnya ne, Y chaan~!\^0^/"

KyuuLawliet: "Hiks hiks, saya bangga pada ibunya…*peluk Yemma*/ditendang Hae/ jinjja? Dewasa?*lirik gajah kecil Hae*/BUAKH/ umm… ne^^" semoga Law chan tetap suka! Yoosh! Mian telat ne, Law chaan!^0^ gomawo reviewnya ne, Law chaan~!X3"

Mitha3424: "Mwhahahaha! Chapt ini gimana?/ditendang/ tenang! Masih ada lain kali!/dibakar Siwonest/ hohoho~! Itulah rencana Ucchan!XD Mitha chan tau aja isi pikiran Ucchan!XD/plak/ hmm~…*lirik gajah kecil Hae*/plak/ yosh, semoga aja memang bakalan seru^^" gomawo reviewnya ne, Mitha chaaan~!\^w^/"

TripleGuest: "Hehhehe, masa sih? Menyesakkan? Padahal adegan NCnya nggak ada loh!/plak/ err… ini wondad udah menderita belum?0.0/buagh/ ne… itulah takdir Yemma…/BUAKH/ yosh, udah Ucchan lanjuuut~! Mian ini sama sekali bukan uplat! reviewnya ne, Estdeul chaan~!^w^b"

SYKYShipper: "Wuaduh…=v=" *lirik tanggal update* miaaan… ini luama pake buanget!T.T semoga Ky chan tetep suka deh!^0^v gomawo reviewnya ne, Ky chaan~!:D"

AuraKim: "Ah, emang kurang yah0.0 coba Aura chan cek CTBWU kalau begitu!XD/BUAKH/ mian! Ini sama sekali bukan uplat!T.T hohoho, ne, semoga Ucchan beruntung… itu banyak banget yang dicap cip cup…*lirik MTK* gomawo reviewnya ne, Aura chaaan!\^0^/"

lisunhae . cinjekor: "Yosh, udah Ucchan lanjuut~!^w^ hiks hiks iya~…*hug YemmaX3*/PLAK/ gomawo reviewnya ne, Li chaaan~!X3"

rina afrida: "Wow, apakah Rina chan adalah pujangga cinta yang selama ini dicari-cari temen sekelas Ucchan yang masih jomblo~?:D/dibakar/ ne~! Hae memang udah dewasa…TwT sayang gajah kecilnya belum…/BUAKH/ eh? Yemma pedophile? Nggak nggaaak~!XD karena nanti pas Hae udah gede baru mereka nikah!XD ehh, nggak janji sih~!/plak/ nyahahah… ini bukan uplat…*gigit kepala Rina chan*/PLAK/ gomawo reviewnya ne, Rina chaaan~!X3"

Nierin: "Jinjja?T.T hwaangg, gomawo pujiannya Rin chan… tapi mian ini sama sekali bukan uplat!XC*banting hp* yosh!^w^ lancar banget…*lirik MTK* gomawo reviewnya ne, Rin chaan~!X3"

ErmaClouds13: "*bantu Erma chan menganiyaya Wondad*/dibakar/ er… ini wondad kesiksa gak sih…?=_=" mwahahahah! Insya Allah deh!/pletak/ yosh, udah Ucchan lanjut~! Ne~!XD 'KEAJAIBAN' sekalii~!*lirik MTK* Gomawo reviewnya ne, Erma chaaan~!XD"

Reani Clouds: "Iya, anak baik~!^w^*elus muka Hae*/dikejar ELFishy yang bersenjatakan parang/ eeh, chapt ini wondad udah menyadari kan~?XD mianne kalau ngebutT.T soalnya Ucchan nggak sabar pengen bikin Hae oppa dewasa~XD/plak/ gomawo reviewnya ne, Reani chaan~!d^w^b"

Mylovelyyeye: "Ne~ inilah takdir Yemma…/PLAK/ ohohoho, namja penyelamat Yemma itu juga akan jadi saingan Wondad loh~!XD silahkan tebak sendiri siapa namja penyelamat itu~!/BUAKH/ emm… ini nggak nyiksa Yemma kan…?/PLETAK/ udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya ne, Love chaan~!\^w^/"

Kyna r'n: "YOSH! Udah Ucchan lanjuut~! Mian lama banget ne!T.T gomawo reviewnya ne, Kyna chaan~!X3"

sisil . li24: "Hm! Hm! Wondad jahat!/ditendang/ ne~! Itu Ucchan yang ajarin loh~!XD/plak/ chapt depan Hae udah gede~!XD yosh, udah Ucchan lanjut! Mianne lama bangetT.T gomawo reviewnya ne, Sil chan~!"

afifah . kulkasnyachangmin: "*ikutan jitak Wondad*/ditendang/ MWOOOHHH?!*shock*#yang ini lebih lebay. Gomawo reviewnya ne, Afifah chaan~!^0^/"

cloud-alones: "Hiks hiks… iyaTwT tapi nyaris ketemu Wondad, untung segera pergi!XD/ditendang Wondad/ iya juga ya… tapi itulah takdirnya, Alone chan… kita sudah tak bisa mengubahnya lagi…/dihajar Clouds/ gomawo reviewnya ne, Alone chaaan~!XD"

TrinCloudSparkyu: "Monggo, monggo~!/plak/ yang penting Tri chan udah mau ngereview~!XD muahahha, pikiran kita memang sama Tri chaaan~!XD(Ucchan+Tri chan digantung Wondad dipohon beringin ditengah kuburan) kyaaa! Ucchan masih innocent~!X3(Tri chan: oya?*lirik CTBWU*) Ucchan nggak mesum!XC Tri chan yang mesum!*ngotot* ehhh, ini nggak terlalu lama kan…?/ditendang/ yosh, gomawo reviewnya ne, Tri chaan~!X3"

k0j3t4: "Mari Ucchan bantu Ko chaan!/plak/ hmm… apa Ucchan harus merubah main pairnya, Ko chan?/dihajar YeWon shipper/ gomawo reviewnya ne, Ko chaan~!X3"

spark ju clouds: "Yosh, udah Ucchan lanjut, Ju chan! Semoga yang ini nggak terlalu angst…=w='/plak/ gomawo reviewnya ne, Ju chaan~!^U^b"

jeremy kim84: "Oh, kalau begitu bagaimana kalau Yemma yang memasuki Wondad?/ditendang jauh-jauh/ hwak, ini super duper lama! Mianne, Emy chan… sampai review dua kali pulaT.T yoshh! Banyak banget loh cap cip cupnya!/buakh/ gomawo reviewnya ne, Emy chaan~!X3"

LittleCloud'sIrizv: "XD*tepuk tangan girang*/dibanting Wondad/ wahh… kalo enceh panjang nan mendesah…*lirik CTBWU*/PLAK/ eh, itu Hae emang gak polos lagi kok!XD*tunjuk atas*/ditendang/ udah Ucchan lanjut~! Gomawo reviewnya Riz chaan~!^w^"

m2qs: "Miaaann…T.T itu ujian bener2 bikin Ucchan setres…*miris* hehehe, soalnya Ucchan udah nggak punya ide untuk tokohnya!XD 0.0 ahh… Ucchan belum mikirin itu…/PLAK/ tapi kayaknya itu nggak bakal diketahui^^ eh, tapi nanti lihat saja ne!/BUAKH/ arraseo! Gomawo reviewnya ne, M chaan~!\^W^/"

ryani clouds: "Gomawo, Ryani chaaanTwT tenang aja! Ucchan paling anti sama yang namanya nyontek! Jadi kerja sebisanya, trus pasrah nunggu ilham!=w=*bangga*/PLAK/ 0.0 ide bagus tuh…/PLAK/ tapi jangan dulu deh!XD masa pas anaknya lahir bapaknya si Hae!XD/pletak/ ne~! Ucchan akan melatih Hae lebih baik lagi~!X3/BUAKH/ gomawo reviewnya ne, Ryani chaan~!X3"

Harpaairiry: "Yossshh~! Udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya ne, Iry chaaan~!d^0^b"

yesungie lover: "Hiks hiks… Ucchan memang Clouds yang durhaka!/ditendang Heemeonie/ wups… heheh, ini bukan uplate ne, Ucchan sadar^^/PLAK/ gomawo reviewnya ne, Lover chaaan~!:3"

choi yewon 11: "Nee! Kuda kejam!/dikarate Wondad/ (Hae: Hae nggak imuuut!*pout*) (Ucchan: *cubit pipi Hae*)/dibakar/ ne~! Kibum dan Kyunnie itu seme kan~! Kiikikikikiki~!*ketawa mistis*/buakh/ yosh, udah Ucchan lanjutt~!X3 gomawo reviewnya ne Choi chaan~!\^O^/"

BlackVoice GaemCloud: "Black chaan~! Gomawo udah ngereview dari awal~!XD tenang aja! Chapt depan Hae udah gede kook~!^w^ ne! main dibelakang dong!/plak/ ehhh… ada pepatah yang mengatakan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian!*alasan* nyahaha, tapi masih T!XD/pletak/ gomawo reviewnya ne, Black chaan~!X3"


Hyaa~! Selesai jugaa~!XD sekali lagi gomawo udah ngereview nee~! Ucchan akan berjuaang~!X3

Btw, Ucchan denger Hae oppa sakit ya?0^0 udah Ucchan coba cari digoogle tapi situsnya gak mau kebuka!*banting hp* semoga Hae oppa cepetan sembuh deeh!T.T biar Hyukkie oppa yang merawat Hae oppa dengan penuh cinta~!XD/PLAK/

Hooh~! Mp3 Ucchan itu ya! ribet banget! Lagu yang masuk hanya setengahnya! Hiks hiks! Ucchan frustasi.

Oh ya! Ucchan baru update 2 fic! Mianne! Mood sedang benar-benar tak memungkinkan untuk melanjutkan yang lain~! Belakangan yang muncul dimimpi Ucchan hanya adegan NC untuk CTBWU. Lancar deh~~=w=/pletak/

Yoosshh! Segitu dulu cuap-cuapnya!^^ semoga chapt ini nggak mengecewakan ne! silahkan review lagi kalau berkenan~!/dilempar sepatu

Singkat kata,

Review Pleasee~?