Umur Cast:
Choi Siwon: 37 tahun
Choi Yesung: 35 tahun
Choi Donghae: 19 tahun
Lee Hyukjae: 20 tahun
Lee Sungmin: 36 tahun
Cho Kyuhyun: 35 tahun
Kim Kibum: 34 tahun
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
A Little Bit Of Love
Chapter 7: Confused
RATED: T (No comment.-_-)
PAIR: Naah, pairnya sekarang ambigu! Yemma bisa sama siapa aja! Mwakhakhakha~~! (Wondad: Woi)
Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, Incest, CRACK PAIR!
DLDR!
:::
SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)
…
Yesung memandangi panggung megah di hadapannya. Ia kini tengah duduk bersama Donghae di salah satu dinner table kecil di aula pesta. Di atas panggung, sang MC tengah berkoar-koar tak jelas tentang berbagai hal.
"Umma, apa kau haus?" tanya Donghae cemas melihat wajah sendu Yesung.
Yesung menoleh ke arahnya. "E-eh, ani, umma tidak haus, Hae. Cuma sedikit mengantuk." Yesung berusaha tersenyum. "Jangan khawatir."
Donghae memandangnya dengan tatapan sedih. "… Umma… umma masih memikirkan namja itu…?" tanyanya –walau ia sudah tahu jawabannya.
Yesung menunduk. "… Ya." jawabnya jujur.
"…" setelah itu tak terdengar suara Donghae lagi. Hanya tangannya yang terus menggenggam erat tangan mungil Yesung.
"Sekarang mari kita dengarkan suara dari seorang Cho Kyuhyun! Silahkan!"
Yesung menoleh kearah Kyuhyun yang melangkah menuju atas panggung. Namja tampan itu memakai tuxedo hitam yang menambah kegagahannya.
'Sungmin memang pintar mencari pacar.' Yesung tersenyum.
"Ehem. Sebelum saya bernyanyi, saya ingin mengundang sunbae saya dulu di senior high school untuk bernyanyi bersama saya." Ucap Kyuhyun tenang. "Kim Yesung sunbaenim."
Yesung terbelalak. "E-eh?" ia menatap Kyuhyun bingung. Sunbae? Di SHS? Seingat Yesung dulu dia tidak pernah tahu soal hoobae yang bernama Cho Kyuhyun.
Donghae sudah memandang Kyuhyun dengan sorot tak suka. Entah kenapa dia merasa Kyuhyun memiliki sebuah perasaan pada ummanya. "Umma-"
"Yesungie hyung! Majulah!" Yesung menoleh ke arah Sungmin yang tersenyum manis. Ia nampak sedikit ragu, tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk naik ke atas panggung, menghiraukan peringatan Donghae.
Yesung melirik Kyuhyun. Kyuhyun memberinya sebuah mic sambil tersenyum. "Kau siap hyung?" tanyanya tanpa suara. Yesung mengernyit. "Lagu apa?" tanyanya tanpa suara pula.
Kyuhyun tersenyum. Digenggamnya tangan Yesung, membuat si empu tangan terkejut. Kyuhyun menoleh ke arah MC, dan mengangguk.
Beberapa saat setelah Kyuhyun mengangguk, sebuah alunan piano mulai terdengar.
"…!" Yesung terbelalak. Dia kenal betul lagu ini. Ia sontak menoleh ke arah Kyuhyun.
… Ini adalah lagu ciptaannya di SHS dulu.
FLASHBACK: ON
"… Nan sumeul swil su obseoyo…"
Yesung menghentikkan gerakannya memainkan piano. Ia menyeka air mata yang mengalir di sudut matanya. Ia menatap kosong ke arah tuts-tuts piano itu. Ia ingin sekali menangis sekeras-kerasnya. Namun ia sadar. Itu sama sekali tidak berguna. Saat ini ia tengah berada sendirian di ruang musik. Sekolah telah usai beberapa saat yang lalu. Tapi ia masih enggan untuk beranjak dari tempatnya kini.
Sudut bibirnya tertarik, membentuk sebuah senyuman manis. Iapun kembali menyanyi.
"Kireul ilheo beoryeotjo… nae kieoki maemalra beoryeoseo…" ia kembali memejamkan matanya. Mengingat wajah calon suaminya. Calon suami yang sama sekali tidak mencintainya. Mengingatnya membuat hatinya sakit.
… Tapi disaat bersamaan, ia bisa merasakan kehangatan yang menenangkan hatinya.
"Geurendedo… geudaen taeyeonhi ahmu sanggwan obketjyo… majimak ilkeorago aeseo kkeonaejyo…"
"WOOKIE!"
"M-Mian, aku harus mengejarnya."
"JANGAN REBUT SIWONNIEKU!"
"… Mianhae… Cheongmal mianhae… yi malchochado mianhae…"
Dirinya kembali tersenyum. Sebuah senyuman pahit, namun tetap terlihat manis di saat yang bersamaan. Jemari itu kembali terhenti menari-nari di tuts piano. Jarinya seakan mati rasa.
Ia menengadahkan wajahnya, berusaha mencegah air mata yang mulai mengalir turun dari sarang obsidiannya.
"Chamsimyeon urin modu ilke dwildenikka…!"
Ia terus menangis. Tanpa sadar ada sepasang caramel yang sedari tadi memperhatikannya dengan tatapan… terluka.
FLASHBACK: OFF
"Sarang cham apeuda… neomu ahpeuda…"
Suara Kyuhyun kembali menyadarkan Yesung dari lamunannya. Ia menatap caramel Kyuhyun yang tengah menatap lembut ke arahnya. Satu tangannya masih berada dalam genggaman Kyuhyun.
'… Bagaimana dia bisa tahu lagu ini…?' batin Yesung bingung. Ia hanya pernah menyanyikan lagu ini sekali di ruang musik itu.
"Swimeobsi nal utkehago… ggeuteobsi nareul ulrinta…"
DEG
Yesung membelalak saat merasa mengenal suara ini. Ia menatap Kyuhyun tak percaya.
"… Gui Xiannie…?"
FLASHBACK: ON
"Jadi… kau murid pindahan baru dari China…?" tanya Yesung pelan. Namja tampan di sampingnya mengangguk. Tadi Yesung tertangkap basah tengah menangis di halaman belakang sekolah.
Yesung tersenyum. "Bagaimana kau bisa fasih sekali berbahasa Korea?" tanyanya penasaran pada namja nerd berkacamata tebal itu.
Gui Xian tersenyum. "Ummaku orang Korea, sunbaenim."
Yesung terkekeh pelan. "Jangan seformal itu. panggil saja aku hyung."
"N-ne… arraseo…!" Gui Xian mengangguk.
Yesung menghela napas. "… Xian ah… apa kau punya kekasih…?"
Gui Xian diam. "… Ani, hyung…" jawabnya lirih.
"Hmm…"
"… Bagaimana dengan hyung…?" tanya Gui Xian pelan.
Yesung terdiam sejenak. Namun akhirnya ia tersenyum manis. "Aku punya… seorang namja yang sangat kucintai…"
"…"
Yesung menoleh ke arah Gui Xian. "Tapi sepertinya… cinta hyung ini bertepuk sebelah tangan…!" ucap Yesung dengan nada bercanda. Tapi air matanya sudah mengalir dari kedua sarang obsidiannya.
"… Aku tahu itu, karena aku selalu memperhatikanmu…"
Yesung mengernyit saat mendengar gumaman Gui Xian. "Nde? Apa kau berbicara sesuatu…?"
Gui Xian buru-buru tersenyum gugup. "A-ani…" diusapnya air mata Yesung dengan lembut seakan-akan Yesung ini benda rapuh yang akan pecah jika ia kasar. "M-mian…"
Yesung tersenyum manis. "Gomawo…" Yesung kembali memandang ke depan. Melihat sebuah kolam teratai yang sangat indah. Hening kembali melanda. Tapi Yesung merasa nyaman dengan keheningan itu.
"Kau bisa menyanyi, Gui Xiannie?" tanyanya akhirnya.
"A-aku… tidak terlalu bisa…" cicit Gui Xian gugup mendengar Yesung memanggilnya seakrab itu. Ia membenarkan posisi kacamata tebalnya kikuk. "Aku selalu kagum dengan suaramu, hyung… kau memiliki suara yang sangat indah…" ia tersenyum hangat.
Yesung terkekeh. "Ah, suaraku tidak terlalu bagus kok. Aku ingin mendengar suaramu." Ia menoleh kearah Gui Xian. "Bolehkah?"
Gui Xian menunduk. "B-baiklah…" ia kembali menoleh kearah Yesung.
"… Neol bomyeon… useumman… sujubeun misokkajido… nal boneun ne nunbicheun seulpeun geol, hoksi ibyeoreul malharyeogo hani baby…"
Yesung memejamkan matanya. "… Kau memiliki suara yang indah…" lirihnya.
Gui Xian menatapnya. "… Saranghaeyo…"
Yesung membuka matanya saat mendengar Gui Xian menggumamkan sesuatu. "Eh? Apa?"
Gui Xian buru-buru menunduk. "A-ani!"
Yesung tersenyum simpul. Diacaknya surai Gui Xian. Ia lalu mengajak Gui Xian untuk kembali bernyanyi. Setidaknya dengan bernyanyi, dia akan melupakan masalahnya.
… Itulah harapannya.
FLASHBACK: OFF
"Hyung…"
Yesung tersadar. Ia buru-buru membuka mulutnya.
"Geuriwo ne yireumil bureulddaemada…" tanpa sengaja obsidian Yesung bertemu dengan sepasang dark chocolate milik Siwon, namja yang pernah dicintainya –bahkan sampai sekarangpun Yesung masih mencintainya.
Tatapan Yesung menyayu. "Keomyi nal mankeum ddeolryeol mankeum satanghaeseotdago…" ia berbalik menatap caramel Kyuhyun. "Mitgosipta… kaseumyi meomchumta… nunmulyi chanda…"
Kyuhyun tersenyum hangat. Lalu kembali bernyanyi bersama Yesung.
"Swimeobsi nal utkehago, ggeuteobsi nareul ulrinda." Kyuhyun perlahan meletakkan tangan hangatnya pada pipi chubby Yesung. mengelusnya dengan lembut sambil tersenyum. Ia membuka mulutnya –menghiraukan Yesung yang sudah membelalak dan tidak menyanyi lagi bersamanya.
"Sarang cham uhseumta, cheongmal duryeomta… jebal… yije geuman ggumeul, ggaeke haejwiseumyeon… johketda…"
:
:
"Hae…" lirih Yesung. Donghae terus memeluknya setelah ia selesai bernyanyi tadi. Namja tampan itu menarik Yesung untuk pulang, dan memeluknya selama perjalanan pulang di taksi.
"Hae tidak suka umma berdekatan dengan namja itu…" lirih Donghae sedih.
"Dia hoobae umma, Hae…" Yesung akhirnya balas memeluk Donghae.
"… Umma…"
"Ne…?"
"… Hae sayang umma… tolong jangan tinggalkan Hae… Hae tidak akan menyakiti umma… Hae janji…" lirih Donghae sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yesung. "… Jangan… tinggalkan Hae…"
Dada Yesung terasa sakit saat merasakan basah di lehernya. Donghae menangis. Dan penyebabnya adalah Yesung. Yesung yang plin-plan dan tidak konsisten.
"Lalu kau pikir… dia tidak akan kecewa jika kau membiarkannya mencintaimu yang sama sekali tidak menatapnya, melainkan masih memikirkan namja dari masa lalumu itu…?"
Pikirannya kembali melayang pada masa lalu. Mengingat lagi nasihat Shindong, teman baiknya. Shindong benar. Dan Yesung bodoh karena tidak mau mendengarkan nasihatnya.
"Hae harus apa, umma…? Apa yang harus Hae lakukan agar umma mau menerima Hae…?" Yesung semakin merasa tersiksa saat mendengar nada suara Donghae. Terdengar begitu lelah dan tersiksa. "… Bukan sebagai anak. Hae mau umma menerima Hae sebagai namja. Namja yang akan selalu bersama umma, menjaga umma apapun yang terjadi…"
"…" Yesung semakin menundukkan kepalanya. Terdiam mendengar kata-kata memilukan Donghae.
"… Tolong terima Hae, umma…". Donghae mengeratkan pelukannya, memejamkan matanya, berusaha mendengar dengan lebih jelas. "… Tolong terima Hae…"
"… Umma tidak tahu, Hae…"
Dan ia kembali menjadi dirinya yang pengecut.
Kembali melukai Donghae, namja yang mencintainya melebihi dirinya sendiri.
-The Next Day…
Yesung memandang pemandangan kota Seoul dari balkon kamar hotelnya. Donghae pergi bekerja sekitar setengah jam yang lalu. Tadinya Donghae bersikeras ingin mengajak Yesung, tapi Yesung menolak dengan alasan lelah.
Yesung menghela napas. Memandangi matahari yang baru terbit itu dengan tatapan kosong. Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menolak Donghae, ia akan melukai Donghae. Tapi jika ia menerimanya, ia hanya akan semakin menyakiti Donghae. Karena yang dicintainya bukan Donghae.
… Tapi Siwon.
TOK TOK
Yesung menoleh ke arah pintu kamar. Ada yang mengetuk. 'Mungkin layanan kamar.' Ia melangkah menuju pintu kamar.
Krieet
"Ya-" obsidian Yesung membulat saat melihat wajah tampan namja di depannya. "K-Kyu…?"
-Donghae's Side…
"Jadi ini baju pertama yang akan kau pakai, Donghaesshi." Ujar Sungmin sambil menunjukkan sebuah kemeja kasual berwarna biru muda yang dipadu celana jeans hitam dan sepatu kulit dengan warna senada. "Lalu kau harus memakai ini untuk session kedua." Ia kembali menunjukkan setelan tuxedo berwarna perak. "Arraseo? Karena tema acara fashionku ini casual but elegant (Author ngarang), jadi kau harus menunjukkan wajah yang santai, tapi tetap terlihat mempesona. Paham?"
Donghae hanya mengangguk malas. Ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya ini agar ia bisa pulang menemui ummanya. Baru berpisah sekitar setengah jam yang lalu, tapi Donghae sudah merindukan ummanya.
Sungmin menggerutu "Dasar bocah tak sopan!" sambil melangkah mendekati model-model lain untuk menunjukkan beberapa desainnya.
Donghae menghela napas. Baru saja ia hendak ke ruang ganti, sebuah suara menghentikkan gerakannya.
"Hae?"
Donghae menoleh, dan mendapati Hyukjae yang memandangnya tak percaya. "Oh, kau. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Donghae malas.
Hyukjae cemberut. "Sopan sekali. Apa kau lupa kalau aku ini lebih tua darimu, Donghaesshi?" tanyanya sarkatis.
Donghae hanya memutar maniknya kesal.
"Aku sedang kerja sambilan sebagai pengantar mie." Jawab Hyukjae. "Apa kau melihat Sungminsshi?"
"Hm? AAH! HYUKKIE SAYANGG~!" Sungmin melompat memeluk Hyukjae girang. Hyukjae buru-buru mengangkat mangkuk mienya –menjauhkannya dari Sungmin. "Yak, hyung! Kau mau mie pesananmu tumpah, apa!" marahnya sebal.
Sungmin hanya cengar-cengir. "Diskon 50 persen, ne?" tanyanya sambil mengedipkan sebelah matanya imut.
Hyukjae mendelik. "Enak saja! aku ini hanya pekerja paruh waktu, hyung! Kau mau aku dipecat?!"
Sungmin menggigit ujung jarinya dengan puppy eyes supernya. "Uuu~… tapi Minnie tidak punya uaaang~…" melancarkan serangan aegyo andalannya.
Hyukjae membuang muka panik. "Y-yak, hyung! Hentikan aegyomu itu! kau merusak mataku! Dan bagaimana mungkin seorang desainer kelas dunia seperti hyung tidak punya uang untuk membayar semangkuk mie ini?" hardiknya kesal.
Sungmin cemberut. "Dasar saeng kikir!"
Donghae memutar maniknya bosan. Kepalanya pusing melihat tontonan di depannya ini. Ia kembali melangkah menjauh, namun sebuah suara menghentikkan langkahnya.
KRUYUUUKKK~~
"Kyaaa! Hyukkie konyol!" jerit Sungmin. Wajah Hyukjae sontak memerah. "A-aku 'kan kerja sambilan terus hyung! Aku belum makan! Jadi aku-"
Grep
"Namja kelinci. Aku akan istirahat sebentar. Aku akan segera kembali."
Donghae menarik Hyukjae menuju pintu keluar, meninggalkan Sungmin yang menggerutu dengan semangkuk mie di tangan.
-Island Of Da Mid-Season Café… (super ngarang)
Donghae menatap namja manis di depannya yang tetap tidak menyentuh cake stroberi yang dipesankan Donghae. "Wae? Bukannya kau suka cake stroberi?" tanyanya dengan wajah datar.
Hyukjae –nama namja manis itu– menggaruk tengkuknya gugup. Ternyata Donghae masih ingat dengan makanan kesukaannya.
"Tapi kau tak perlu mentraktirku…" cicit Hyukjae.
"Tidak masalah 'kan? Kau lapar. Jadi makanlah." Suruh Donghae sambil memainkan kacamata hitamnya.
Hyukjae menggeleng. "A-aku tidak lapar!" bantahnya, tapi manik chocolatenya sedari tadi tidak bergerak, tetap menatap cake stroberinya dengan tatapan predator.
Donghae mendengus. Hyukjae memang tidak berubah. Tetap keras kepala dan gengsian. Ia meraih garpu, mengambil sedikit kue cake itu, lalu tanpa ampun langsung menyuapkannya ke mulut Hyukjae yang sedikit terbuka.
"YA- MMM~~!" Hyukjae memegang pipinya yang merona sambil tersenyum bahagia. Puas dengan rasa cake yang baru saja dimakannya. "ENYAAAKKK~!"
Donghae tersenyum samar. Ia menyodorkan garpu, dan langsung disambut Hyukjae dengan gembira.
HAP
Donghae membelalakkan matanya saat melihat Hyukjae memakan cakenya dengan sekali telan. Donghae tanpa sadar tersenyum melihat wajah bahagia Hyukjae yang tampak lucu sekali.
"Hwaaa~! kenyaaang~!" Hyukjae tertawa puas. Namun wajahnya mendadak pucat. Ia menoleh ke arah Donghae. "Eeh… uangmu akan kuganti…"
Tawa Donghae lepas. Ia tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang sakit. Hyukjae cemberut. "Dasar orang aneh!"
"Hahahahahaha!"
Hyukjae yang tadinya mau marah menjadi terpaku. Donghae tampak sangat tampan saat tertawa begini. Sebuah senyuman samar tersungging di bibirnya. 'Dia sama sekali tak berubah…'
Setelah tawanya berhenti, barulah Donghae menoleh ke arah Hyukjae yang masih setia menatapnya. "Aniya. Kau tidak perlu mengganti uangku." Donghae tersenyum hangat. Ia mengulurkan tangannya, dan mengusap cream vanilla yang menempel di pipi Hyukjae.
Wajah Hyukjae sontak memerah. Ia menunduk gugup.
"Oh ya… apa hubunganmu dengan Lee Sungmin?"
Hyukjae mengangkat wajahnya, menatap Donghae yang tengah menyeruput cappuchino pesanannya. "Sungmin hyung bersaudara sepupu denganku." Jelasnya. "Dia hyung yang baik!"
Donghae memperhatikan Hyukjae yang tersenyum senang. "Hmm…"
"Lalu… bagaimana denganmu dan Sungie umma…?" tanya Hyukjae hati-hati.
Raut wajah Donghae mulai berubah. Ia menatap Hyukjae dingin. "… Bukan urusanmu." Ia berdiri, dan melangkah meninggalkan Hyukjae yang terdiam. Ia menghela napas berat –seakan tahu hal ini akan terjadi.
Hyukjae tersenyum miris. "… Bahkan setelah bertahun-tahunpun, aku tetap tak bisa melupakanmu, Hae ya…"
-Hotel's Roof…
"Ini, hyung,"
"Gomawo, Kyu…" Yesung menerima Ice Tea kalengan dari Kyuhyun. Kyuhyunpun ikut duduk di sampingnya.
"… Jadi… kau Gui Xian…?" tanya Yesung tanpa berani menoleh ke arah Kyuhyun.
"… Ya."
"Tapi bukannya Gui Xian… sudah pindah ke Jepang…?" tanya Yesung bingung.
"Aku memang pindah ke Jepang saat kelas 2 SHS. Tapi aku kembali lagi ke Korea sekitar empat belas tahun yang lalu." Jelas Kyuhyun. Ia melirik Yesung. "Kau kemana saja selama ini, hyung…? Aku mencarimu, tapi kau tak ada…"
"… Umm… aku dan anakku pindah ke Kanada." Jelas Yesung. Kurang nyaman memanggil Donghae sebagai anaknya. Hei, mana ada anak dan ibu yang berciuman dan berpelukan sampai semesra mereka?
"Hmm… kenapa kau pindah, hyung…?"
"A-aku…" Yesung menunduk gugup.
"Apa karena suamimu, hyung?"
DEG
Yesung menoleh ke arah Kyuhyun bingung. "B-bagaimana kau tahu…?"
"Kim Ryeowook adalah sahabatku." Kyuhyun melempar kaleng kopinya yang sudah kosong ke tempat sampah. "Aku banyak mendengar tentang kalian darinya."
Yesung memaksakan diri tersenyum. "Ah, jinjjaro? Apa kabar Ryeowooksshi?"
"… Dia baik-baik saja. dia sudah pindah ke Perancis. Kudengar dia telah menikah dengan seorang namja pengusaha." Tutur Kyuhyun tenang.
Yesung membisu. Tiba-tiba ia kehilangan selera pada ice tea di tangannya ini. "Umm… syukurlah…" ia menoleh lagi ke arah Kyuhyun. "N-ngomong-ngomong, kenapa penampilanmu jadi berbeda?" tanyanya berusaha mengalihkan pertanyaan.
"Entahlah, aku hanya ingin mengganti style berpakaianku." Jawab Kyuhyun tenang dan disambut oleh anggukkan Yesung. "… Juga agar aku lebih pantas untuk bersanding denganmu."
Kedua obsidian Yesung membulat. "E-eh?"
"Hyung, apa kau masih menyukai suamimu itu?"
Tubuh Yesung menegang. "A-aku…"
"Kau masih menyukainya walau ia telah melukaimu sampai seperti itu?"
DEG
Tatapan Yesung menyayu. "… Aku…"
"…" keheningan melanda keduanya. Yesung sibuk dengan pikirannya sendiri, selama Kyuhyun seperti menunggu momen yang tepat untuk berbicara.
"… Bagaimana kalau aku bilang… aku menyukaimu, hyung…?"
Yesung menoleh ke arah Kyuhyun dengan kedua obsidian yang membelalak –entah untuk keberapa kalinya dalam semenit ini. "A-ap…"
"Aku sudah menyukaimu, bahkan sejak SHS dulu." Kyuhyun tersenyum lembut. "Aku sangat mengagumimu. Suaramu, senyummu, keramahanmu, ketegaranmu… aku mencintaimu…"
Yesung menunduk dengan wajah merah padam. "K-Kyu, aku tidak bisa-"
"Pelan-pelan saja, hyung." Kyuhyun tersenyum sambil menatap lurus ke depan. "Aku yakin kau bisa membalas perasaanku ini." Ia menoleh ke arah Yesung. "Tapi itu butuh waktu. Aku yakin aku akan bisa mendapatkan hatimu." Kyuhyun berdiri, lalu mengecup lembut dahi Yesung. setelahnya ia melangkah pergi, meninggalkan Yesung yang terpaku.
Blam
Bahkan setelah Kyuhyun pergipun, Yesung masih berusaha mencerna kejadian yang baru saja menimpanya. Hoobaenya dulu… mencintainya…? Tapi bagaimana dengan Sungmin?
Yesung mengacak surainya frustasi. "Aish… masalah apalagi ini…?"
-Supermarket…
Yesung mendorong troli(?)nya menyusuri lorong-lorong supermarket. Ia memilih untuk berbelanja di supermarket dekat hotel untuk melupakan masalahnya sejenak.
"Ah, sereal berbentuk ikan…" Yesung memicingkan matanya saat melihat kotak sereal kesukaan Donghae yang berada tak jauh di depannya. Biasanya Donghae selalu makan sereal ini saat dia kecil. Yesung mendorong trolinya cepat saat menyadari kalau kotak sereal itu hanya tinggal satu.
Grep
'Dapat!'
Yesung membelalak saat sebuah tangan lain ikut memegang sereal itu. ia menoleh dengan wajah –yang diusahakan– garang. "A-aku duluaaan!" cicitnya sambil berusaha menarik kotak sereal itu dari tangan namja yang diakuinya berparas tampan itu.
"…"
Yesung mengernyit saat namja tampan itu memandangnya tanpa berkedip. Sedikit risih juga. "Em, maaf tuan. Tapi saya yang duluan memegang kotak sereal ini. Bisakah sereal ini untuk saya?" tanya Yesung berusaha bersopan santun.
"Ah, baiklah."
Yesung tersenyum lebar saat namja tampan itu melepas pegangannya pada sereal incaran Yesung.
"Kamsahamnida." Yesung memasukkan kotak sereal itu ke dalam trolinya, dan berbalik hendak pergi, namun lengannya ditahan oleh namja tampan itu. Yesung menoleh dengan alis bertaut. "Em, ada yang bisa saya bantu?" jangan bilang namja tampan ini berubah pikiran secepat itu.
Namja tampan itu berwajah stoic. "Kau tidak ingat aku, Yesungsshi?"
Yesung tanpa sadar memiringkan kepalanya imut. "Ummm, mianhamnida, tapi sepertinya saya tidak ingat…" jujurnya tetap dengan bahasa formalnya.
Namja tampan itu terkekeh sambil melepas pegangannya. "Sepertinya kau memang sudah lupa." Ia tersenyum menawan. "Tapi aku tidak pernah sedikitpun melupakanmu."
Entah kenapa dia merasa sedikit tidak enak. "M-mian, sudah lama aku pergi dari negara ini… jadi aku-"
"Kim Kibum. Kim Kibum imnida."
Yesung tetap berdiri disana dengan wajah babbo khasnya. "Kim Kibum?" ulangnya.
"… Namja yang waktu itu menyelamatkanmu dari namja hidung belang."
… Loading.
Kedua obsidian Yesung seketika membulat lucu. Kembali mengingat jasa Kibum dulu. "AAAHHHH!" pekiknya sambil menunjuk hidung namja bernama Kibum itu dengan sopannya.
"Tolong jangan berisik, nona!"
Yesung tergagap. "M-mian, eommeonim! D-dan saya namja!" protesnya. Ia menoleh kembali ke arah Kibum yang sudah tersenyum geli. "Kamsahamnida atas pertolonganmu waktu itu, Kibumsshi! Kau sudah menyelamatkanku dan anakku!" seru Yesung dengan wajah ceria.
Kibum tersenyum. "Kalau begitu aku mau meminta imbalanku."
Yesung membelalak. "Eh?" ia mengintip isi dompetnya. Ia lalu mengangkat wajahnya, menatap Kibum dengan tatapan 'Tolonglah, tuan. Jangan ambil harta saya. Saya bukan orang kaya…'
Tawa Kibumpun pecah. Membuat Yesung bingung. "E-em? Kibumsshi…?"
"Bukan uang." Ujar Kibum setelah berhasil mengontrol tawanya. "… Bagaimana kalau aku mentraktirmu makan?"
Yesung mengernyit. Imbalan itu… harusnya dia yang bayar 'kan? Kok ini malah ditawari makan, ditraktir pula. "Em, tapi anakku akan segera pulang, Kibumsshi. Jadi sepertinya tidak bisa." sesal Yesung.
Kibum mengedikkan bahunya. "Ya sudahlah. Pasti ada lain kali." Ia melirik jam tangannya. "Hm, aku harus pergi. Sampai ketemu lagi, Yesungie."
Chu~
Yesung terpaku di tempatnya, sementara Kibum sudah melenggang pergi dengan senyum puasnya.
"… GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
"NOONAA! JANGAN BERISIIIK!"
"M-mianhamnida! Dan saya namja, eommonim!"
-HaeSung's Room…
"NAMJA NYEBELIN! BERANINYA DIA MENCIUMKU, PADAHAL KITA HANYA BERTEMU DUA KALI!" jerit Yesung sambil mencekik boneka kura-kura malangnya.
Kalau dipikir-pikir, hari ini dia banyak dapat ciuman. Pertama dari Donghae tadi pagi, juga dari Kyuhyun –walau hanya didahi, dan yang terakhir oleh namja mesum berwajah stoic itu.
Yesung menggembungkan pipinya kesal. Memeluk boneka kura-kura hadiah dari Donghae itu dengan erat. Pipinya masih memerah imut. Mengingat namja tampan itu menciumnya tepat di bibir. "Isshhh~~~…"
TING TONG~
Yesung sontak berdiri. "Hae?" ia berlari kecil ke arah pintu, bermaksud membukanya karena ia mengira Donghae sudah pulang.
Krieet
"Hae-"
DEG
Kedua obsidian Yesung membulat melihat sosok namja di depannya. Dia bukan Donghae.
… Tapi Siwon.
"… Yesungie…"
Yesung dapat merasakan getaran samar pada tubuhnya ketika mendengar suara Siwon. Ia berusaha menutup pintu, tapi sepertinya Siwon sudah membaca niatnya. Namja tampan itu segera menahan pintu menggunakan ujung sepatunya.
"Yesungie! Mianhae! Kumohon dengarkan penjelasanku…" lirih Siwon, membuat gerakan Yesung terhenti.
Yesung menyandarkan dahinya pada pintu, berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah menangis. "… Apa lagi yang harus dijelaskan, Siwonsshi…? Kumohon… kita sudah tak ada hubungan apa-apa lagi…"
Siwon menggigit bibirnya, menahan sakit saat mendengar Yesung mengatakan hal itu. "… Tapi kita tidak pernah resmi bercerai."
Alis Yesung bertaut. "A-apa maksudmu…?"
"… Aku tidak pernah membawa surat cerai itu ke pengadilan."
Yesung membelalak. "Mwo…?"
"Jadi sampai sekarangpun kau masih istriku, Yesungie… kumohon, maafkan aku." Pinta Siwon dengan sedikit terisak. "Aku mencintaimu… jadi tolong jangan tinggalkan aku lagi…"
Yesung menatap kosong ke arah tanah. Tidak tahu harus menjawab apa.
"… Aku akan memberitahumu soal perjanjianku dan Hangengsshi."
Yesung sontak mengangkat wajahnya. "… Perjanjian…?" ulangnya penasaran.
"Ne. aku dan Hangengsshi membuat perjanjian. Aku bersedia menikah denganmu, tapi tidak dalam waktu yang lama. Hanya sampai Ryeowook kembali dari studynya di Perancis. Appamu yang memintaku untuk melakukan itu."
Tubuh Yesung menegang. Kenapa appanya memaksa Siwon menikah dengan Yesung? Padahal appanya tahu Siwon tidak mencintainya.
"… Wae…?"
"Aku-"
BUAKH
Yesung terbelalak saat mendengar suara pukulan yang sangat keras dari luar. Ia buru-buru membuka pintu, dan terkejut melihat Donghae ada disana, menatap Siwon –yang tengah memegang perutnya dengan wajah kesakitan akibat tinju Donghae. Tatapan Donghae benar-benar penuh kebencian.
… Tapi Yesung tahu ada luka di sana.
"JANGAN GANGGU DIA! BERHENTILAH MENGGANGGU KAMI!" bentak Donghae. Ia mencengkram lengan Yesung, dan membawanya pergi secara paksa.
"H-Hae! Kita mau kemana?" tanya Yesung, sedikit meringis karena Donghae menariknya kasar. Sepertinya Donghae sedang benar-benar marah saat ini.
Donghae tetap melangkah, tidak menjawab pertanyaan Yesung sama sekali. Sesampainya di lahan parkir, Donghae menyuruh Yesung masuk ke dalam mobil sportnya. Dan tanpa waktu lama mobil sport itu mulai melaju.
Yesung mencuri pandang ke arah Donghae. Donghae tampak sangat marah… Yesung meremas tangan mungilnya. Ia takut. Takut dengan Donghae yang seperti ini.
Donghae benar-benar mirip dengan Siwon di masa lalu. Wajahnya dingin… dan Yesung benci itu. Dia tidak mau Donghae menjadi Siwon… menjadi Siwon yang dingin… Yesung tidak mau itu terjadi.
"H-Hae-"
"DIAM!" bentak Donghae.
Yesung tersentak kaget. Ia menunduk dengan tubuh yang gemetaran.
Donghae yang menyadari kesalahannya segera menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Ia berbalik, menatap Yesung yang masih menunduk. Dadanya terasa nyeri melihat ekspresi sedih plus ketakutan di wajah manis ummanya.
"Umma…" panggil Donghae lembut.
"…"
"Umma… maafkan Hae. Hae tidak sengaja membentak umma…" Perlahan Donghae meraih pergelangan tangan Yesung, menatapnya miris. Pergelangan tangan Yesung sedikit memerah. Itu pasti akibat perbuatan kasarnya. "… Mian umma… Hae sudah melukai umma…" lirihnya. Donghae benar-benar merutukki dirinya sendiri. Walaupun ia cemburu dan merasa marah dengan kehadiran Siwon, tapi tetap saja dia tidak boleh melampiaskannya pada Yesung.
"…"
"Umma… umma marah…?" lirih Donghae. Menundukkan wajahnya. Sungguh ia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Apa Yesung akan memilih pergi darinya dan kembali lagi pada Siwon? Kalau itu sampai terjadi, Donghae ragu apa dia masih bisa hidup tanpa ummanya.
"… Ani… umma tidak marah, Hae… hanya saja, umma merasa sedikit ketakutan…" jawab Yesung, menatap Donghae dengan tatapan sedih. "Umma tidak menyangka kau memukulnya. Bagaimanapun dulu dia pernah menjadi appamu…"
DEG
Donghae langsung memeluk Yesung erat. Apa Yesung baru saja membela Siwon daripadanya? Mengingat itu membuat dada Donghae sesak. Sakit. Sangat sakit. Donghae benci rasa sakit ini.
… Tapi jika rasa sakit itu bisa membuat Yesung melupakan Siwon dan membalas cintanya, Donghae akan bertahan. Sesakit apapun itu.
… Asalkan Yesung mau menerimanya. Menerima perasaannya. Perasaan yang telah ia jaga selama ini. Perasaan cintanya kepada ummanya. Walau semua orang pasti akan memandangnya aneh, tapi Donghae tetap teguh. Dia mencintai ummanya. Walau Yesung bukan umma kandungnya.
"Hae…"
"… Kita akan tinggal di tempat lain. Hae tidak mau umma bertemu lagi dengannya…" Donghae menggigit bibirnya. "… Dia bukan appa Hae. Hae tidak mengakuinya."
Yesung menghela napas mendengar kekeras kepalaan Donghae. "… Kita tidak akan tinggal di tempat lain…" ia meremas pelan ujung kemeja Donghae. "… Kita akan tinggal di rumahnya."
:
:
"Huff… hari ini berjalan dengan baik." Gumam seorang namja manis sambil melangkah santai menyusuri jalan setapak. Ditangannya ada sebungkus tas plastik berisi makanan cepat saji yang baru saja dibelinya tadi. "Lapar, sebaiknya aku segera pulang." Ia berlari kecil menuju rumahnya.
"…!"
"…!"
Namja manis itu mengernyit saat mendengar suara ribut-ribut dari arah rumahnya. Ia mempercepat langkahnya.
Kedua chocolatenya membelalak saat melihat dua namja di depan pintu rumahnya tampak tengah bertengkar kecil. "Hae…? Sungie umma…?"
Salah seorang dari dua namja itu menoleh, dan langsung tersenyum manis. "Hyukkie chagi!"
Sementara namja tampan di sampingnya menatap Hyukjae dingin.
"A-apa yang Sungie umma lakukan di sini?!" tanya Hyukjae bingung.
"Ummm, ceritanya panjang, Hyukkie chagi… tapi…" Hyukjae menatap namja manis di depannya dengan raut wajah yang semakin bingung.
"… Bolehkah kami tinggal di rumahmu untuk sementara? Jebaaal…" pinta namja bernama Yesung itu dengan nada memohon.
Hyukjae membelalakkan matanya. "… Ne?!"
TBC
*Octopus dance* /dilempar tomat
Alohaaa~! Ucchan baliiik~! Tahan dulu tomat busuknyaa~! Ucchan bawa updatean loh~! Dan cerita baru dua/digampar
Nambah hutaangg~! Sesekali boleh kan?XD/pletak/ lagu yang dipakai Ucchan disini itu lagu LOVE REALLY HURTS dari Yemma, n Y dari Super Junior~!
Ok, HAPPY BIRTHDAYYY MOCHIMCOHI~! Mian telat sehari… anak SMA itu benar-benar… Hhh~… *Paksain ddang chan minum molto*/ditendang Yemma
Ucchan akan membalas review! Tapi gak bisa satu-satu!TwT" spupu Ucchan lagi sibuk-sibuknya…-_- yak! Jadi kayaknya mulai sekarang bakal Ucchan bales kayak gini nih!:D
Ehh… Ucchan gak bisa update banyak-banyak…TwT" itu tugas numpuk… aduhmak, Ucchan lupa, Ucchan belum ngerjain pr lintas minat Sosiologi…/plak
Yak, yang minta KyuSung moment, udah Ucchan kabulin! Lumayan banyak kan? Bilang iya aja deehhhh!*maksa*/plak
UCCHAN HARUS NGAREEETTTTT!/dikeroyok massa
Ugh ugh… Ucchan juga… Ucchan suka Haesung, tapi suka HaeHyuk juga… duh… gimana kalau YeHaeHyuk?/digampar readerdeul
NAMA UCCHAN BUKAN UCUCHHAANNN~!*jerit* tapi gak papa deh, kedengarannya lucu juga~ hahahah~! :3/plak
Besok… ini besok lusanya lusa dua bulan kemudian… update…?^ ^"/pletak
Ucchan juga masih bingung mikirin pair utama… Hae oppa kasihan… tapi Hyukkie noona ntar sama siapa doong?T^T sama Ucchan aja yah8D/plak
Kyu itu magnae evilnya suju ituloh/plak/ dicerita ini Kyuppa adalah pacar Sungminnie oppa, sahabat Wookie noona, n hoobae Yemma! *ribet*
UCCHAN GAK BISA UPLAAATTTT~!*banting buku MTK*/plak
Nah, udah 4000-an words! Cukup kan?:D atau masih kurang? *asah golok*/plak
Ucchan gak biasa menyiksa seme… Cuma suka menganiyaya uke…/digampar
Nah, itu KyuSung n KiSung udah muncul!XD*nunjuk atas* walau KiSung Cuma seiprit!/plak
Ucchan juga suka Island! Suka Midnight blues, mid-season… pokoknya semua!*serakah*/plak
Si apel bang toyib itu udah muncul tuh, disituh!*tunjuk muka bumdad pake kaki*/plak
Beneran bulan depan…0w0" eh? Atau udah lewat yah?/dilempar apel
Yemma berakhir dihati Ucchan./plak
Okeee! Wondad akan menghadapi mereka! Mwahahahah! Siapa suruh udah ceraiin umma Ucchan yang manis ini~!*gigit Yemma*/ditendang
Perasaan Kyuppa udah dijelaskan diatas kan?0w0 Kyuppa udah suka Yemma dari SHS~!
Cinta segi empat? Gak asik dong! Cinta segi enam dong!XD/buagh
Ucchan juga rindu HaeSung moment!T_T/dibanting
Seme Yemma… kurang Sungjoon oppa dong!XD ah, Yunho oppa, Changmin oppa, Taemin oppa, Jongkook oppa-/dibekep
Yang baru review, gwenchana, yang penting udah baca n review!XD trus yang baru review setelah beberapa dekade(?) juga gak papa~! Yang penting kalian gak lupa dengan ini fic abal-abalTwT"
Yosh gitu aja!XD
Special Thanks To:
Harpaairiry :: deraelf :: TrinCloudSparkyu :: LittleCloud'sIrizv :: sisil . li24 :: rikarika :: rina afrida :: afifah . kulkasnyachangmin :: SasaClouds :: Guest :: ErmaClouds13 :: Hanna Byun :: Jeremy kim84 :: Ye'Im Clouds :: Yanie :: sekarzane :: KIMCLOUDS :: GenieCoy411 :: Almun :: olla :: yesung ukelovers :: Clouds1709 :: yesungie lover :: mitha3424 :: ryani clouds :: Clouds . Neena
ADA SOLUSI UNTUK RAMBUT RONTOK N HAMPIR BOTAK?! *histeris*
Oke, gomawo udah review, yeorobun!
Sampai jumpa bulan lusa!/dibanting/ bercanda! Akan Ucchan usahakan update secepatnya! *bakar buku-buku SMA*/plak
Singkat kata,
Review Please~?
