Umur Cast:
Choi Siwon: 37 tahun
Choi Yesung: 35 tahun
Choi Donghae: 19 tahun
Lee Hyukjae: 20 tahun
Lee Sungmin: 36 tahun
Cho Kyuhyun: 35 tahun
Kim Kibum: 34 tahun
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
A Little Bit Of Love
Chapter 8: I Love You
RATED: T (No comment.-_-)
PAIR: Naah, pairnya sekarang ambigu! Yemma bisa sama siapa aja! Mwakhakhakha~~! (Wondad: Woi)
Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, Incest, CRACK PAIR!
DLDR!
:::
SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)
::
Jika bagimu itu adalah kebahagiaan…
Maka aku rela melepas segalanya.
… Termasuk cinta itu sendiri.
:::
-Hyukjae's House…
"Hyukkie chagi! Boleh umma nonton tv?" tanya Yesung sambil menunjuk tv 36 inchi yang terletak diruang tengah.
Hyukjae mengangguk. "Tentu saja, umma!" sahutnya sambil tersenyum manis. "Anggap saja rumah sendiri!"
… Yaya, Hyukjae tahu. Ini memang sangat cepat. Yesung tiba-tiba muncul dirumahnya, meminta ijin untuk tinggal sementara dirumah Hyukjae, dan Hyukjae langsung mengatakan iya.
Entah kenapa Hyukjae merasa nyaman dengan keberadaan Yesung dan Donghae dirumahnya. Lagipula dia tidak punya pilihan lain selain menerima permintaan Yesung.
Hyukjae kembali melanjutkan kegiatannya, memasak makan malam untuk dirinya sendiri dan juga dua tamu barunya itu. Yesung sudah menawarkan bantuannya memasak, tapi Hyukjae menolak dengan halus. Dia ingin Yesung beristirahat. Untung saja kamar orang tuanya masih bersih, jadi Yesung dan Donghae bisa tidur disana.
"Umma,"
Hyukjae melirik kearah Donghae yang tengah menghampiri Yesung. dia duduk disamping Yesung, lalu membelai surainya lembut. Namja tampan itu tampak tersenyum senang.
… Dan entah kenapa melihat hal itu, membuat jantung Hyukjae kembali berdenyut menyakitkan.
'… Sepertinya kau sudah lupa dengan janjimu, Hae-ya…'
:
:
-Malamnya…
"Hyukkie chagi!"
"Ne, Sungie umma?" jawab Hyukjae dengan mata setengah terpejam. Yesung ngotot ingin tidur sekamar dengan Hyukjae. Dan akhirnya Donghae harus menyerah, dan tidur dikamar orang tua Hyukjae.
"Kau tahu…" Yesung menggumam. "… Rumahnya tepat disebelah… bolehkah kau merahasiakan keberadaan kami disini?"
Hyukjae terdiam sejenak. Ia kemudian tersenyum simpul. "Tenang saja, Sungie umma… Siwon ahjussi jarang pulang kerumahnya kok. Hanya sesekali saja jika pekerjaannya sudah selesai." Ucap Hyukjae menenangkan. "Siwon ahjussi juga kadang-kadang bertamu kerumahku untuk membawakan makanan. Tapi itu juga sangat jarang kok, jangan khawatir."
"…"
"Sungie umma?"
"Dia masih sangat baik, ne…?" Yesung tersenyum tipis. Mengingat kembali wajah mantan suaminya itu. Yesung tahu Siwon namja yang baik, hanya saja kebaikannya bukan untuk Yesung. Ya, Yesung tahu itu.
Hyukjae tersenyum. "Ne… Siwon ahjussi sangat baik." Ujarnya menyetujui. "Tapi tetap saja, dia namja yang bodoh karena sudah melukai Sungie umma!"
Yesung terkekeh mendengar perkataan Hyukjae. "Gomawo Hyukkie chagi… dan mian karena kami sudah seenaknya tinggal disini."
Hyukjae menggeleng. "Ani. Aku justru senang. Aku sudah tidak kesepian lagi." Hyukjae tersenyum senang. Memamerkan gummy smile andalannya.
Yesung ikut tersenyum senang. "Gomawo…" ia membelai surai cokelat Hyukjae, membuat namja kurus itu semakin merasa terbuai dengan kelembutan Yesung. Apalagi Yesung menyanyikan lagu lullaby dengan suara merdunya.
… Yesung mengingatkan Hyukjae pada ummanya, Leeteuk. Leeteuk yang menyayanginya, Leeteuk yang selalu menemaninya, Leeteuk yang tak pernah meninggalkannya...
… Tapi namja yang dipanggilnya umma itu sudah tak ada lagi didunia ini.
Tanpa disadari oleh siapapun, setetes cairan bening telah mengucur turun dari sudut mata Hyukjae.
-Donghae's Side…
"…" Donghae menatap langit-langit kamar berwarna kuning cerah itu. Sangat cerah hingga membuat mata Donghae sakit. Bahkan dalam keadaan lampu dimatikanpun, warnanya masih nge-jreng. Hyukjae hebat karena bisa tidur dibawah terror warna kamarnya ini.
Donghae menggeliat resah. Mengingat Yesung. Mengingat Siwon. Mengingat Kyuhyun.
… Mengingat Hyukjae.
Donghae bingung. Apa yang harus dilakukannya. Dia tahu, ummanya jelas-jelas mencintai Siwon. Sementara Kyuhyun juga pasti menyimpan perasaan terhadap Yesung. Sementara ummanya semakin lama terasa semakin jauh.
Donghae takut.
Oh~ thinkin' about all our younger years…
Donghae mengernyit saat mendengar suara. Suara itu berasal dari laci disamping ranjangnya –Atau ranjang Hyukjae. Ia membuka laci meja itu, lalu meraih ponsel yang masih bergetar.
Alis Donghae kembali bertaut saat membaca nama yang tertera dilayar ponsel Hyukjae. "Xiah Junsu…?" Donghae hendak membaca pesan itu. namun niatnya terhenti saat melihat kotak password yang mendadak muncul.
"Hish… kenapa harus pakai password sih…?" sungut Donghae kesal. Akhirnya ia memutuskan untuk menebak password Hyukjae –mumpung dia sedang bosan dan tidak bisa tidur.
L-e-e-H-y-u-k-j-a-e
"Aish, salah…"
E-u-n-h-y-u-k
"Salah lagi…" sungut Donghae.
M-o-n-k-e-y
"Huh? Salah? Padahal kupikir dia itu maniak monyet…" gumam Donghae kurang ajar.
L-e-e-T-e-u-k
"Salah?" Donghae mengernyit. Sekarang tinggal satu kesempatan lagi. Jika Donghae salah, maka ponsel Hyukjae akan terblok, dan dapat dipastikan namja manis itu akan mengamuk besok pagi.
Donghae mengetuk-ngetuk jari telunjuknya didagu. Berusaha memikirkan hal yang akan dijadikan Hyukjae sebagai password.
"Apa yang dia sukai?" gumam Donghae bingung. Dia sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan Hyukjae. Bagaimana ia bisa tahu kesukaannya? "Apa yang-"
Kedua obsidian Donghae membulat saat mendapat ide.
Segera ia coba idenya itu. diketiknya beberapa kata dituts ponsel Hyukjae.
CRING~
Terbuka.
"Pfft…" wajah Donghae merah padam karena mencoba menahan tawa. "Ternyata memang strawberry! Kkk~!" Donghae buru-buru menutup mulutnya sendiri. Tak mau Hyukjae curiga karena mendengar suara tawanya.
Tapi tawanya terhenti saat melihat foto wallpaper ponsel Hyukjae.
Nampak Hyukjae kecil merangkul seorang bocah yang nampak lebih pendek darinya itu. Mereka berdua tertawa senang.
Bocah yang lebih pendek itu adalah Donghae. Ini foto kebersamaan mereka berdua yang terakhir sebelum kepergian Donghae dan Yesung dari Korea.
Tatapan Donghae melembut. "…" ia memilih membuka pesan dari orang bernama Xiah Junsu.
"Hei, monyet~! Ingat, besok shiftmu diganti jadi malam, ne. Jangan sampai telat! Jaljayo, my monkey!^3^"
Donghae cemberut membaca pesan dari Junsu. Ia menghapus pesan Junsu dengan cueknya, lalu mengembalikan ponsel Hyukjae kedalam laci meja. Ia kembali merebahkan dirinya dikasur Hyukjae yang –tentu saja tidak seempuk ranjangnya dihotel.
Tapi ini jauh lebih baik, dibanding membiarkan ummanya bertemu dengan Siwon lagi –yang sudah tahu kamar hotel mereka. Donghae tidak mau itu terjadi.
Dia tidak siap melepas Yesung. padahal dia tahu, ummanya itu hanya mencintai Siwon.
Katakanlah dia egois. Tapi itu memang kebenarannya.
Dia rela dicap egois, asal bisa bersama dengan ummanya.
Walau mungkin hanya untuk sedikit lebih lama…
-Esoknya…
"Sungie umma, apa kau yakin tidak mau ikut denganku?" tanya Hyukjae khawatir. Tadi Donghae menyuruhnya menjaga Yesung, lalu pergi tanpa mendengar sanggahan Hyukjae. Masalahnya pagi ini Hyukjae harus kerja paruh waktu. Akhirnya Hyukjae menyusulkan agar Yesung ikut dengannya. Tapi Yesung menolak dengan alasan ingin berada dalam rumah saja.
Yesung mengangguk mantap. "Jangan khawatir! Umma bisa menjaga diri umma kok!" ia tersenyum manis sambil membelai surai Hyukjae.
Hyukjae tersenyum simpul. "Baiklah, akan kuusahakan untuk pulang cepat!" ia mengecup pipi Yesung lembut, lalu melangkah menuju pintu depan. "Aku pergi, Sungie umma! Jangan bukakan pintu untuk orang asing ne!"
"Nee! Hati-hati Hyukkie chagi!"
Blam
Yesung menghela napas. Dia takut keluar rumah. Takut bertemu Siwon lagi. Arra, dia yang ngotot ingin tinggal dirumah Hyukjae. Tapi Yesung tetap waspada dengan keberadaan rumah Siwon disamping. Ya, bisa saja namja itu mendadak ingin pulang, dan tak sengaja melihat Yesung.
Yesung tak mau itu terjadi.
-Donghae's Side…
"Seharusnya kau memakai pakaian ini! Dan- blablabla"
Donghae memutar matanya jengah saat Sungmin kembali berceramah. Rupanya tadi Donghae salah memakai pakaian saat hendak latihan berlenggak-lenggok dipanggung catwalk. Sungmin bermaksud menegurnya karena Donghae tidak fokus. Tapi Donghae malah merasa peringatan Sungmin tidak berguna.
"Yak! Apa kau mendengarku, Aiden Lee?!" Sungmin menaikkan oktaf suaranya melihat wajah bosan Donghae.
"Yaya… lanjutkan…" Donghae membuang pandangannya kearah lain sambil mengorek sedikit telinganya dengan jari kelingkingnya.
Tentu. Siapa yang tidak marah?
"YAAKK!"
Triririiing~
Ajikggaji mothaejoon geu mal, moki mehyuh shikeunhan geu mal~
Triririiing~
Suara Sungmin mengecil saat merasakan getaran diponselnya. Ia merogoh sakunya, lalu menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong.
Donghae mengernyit. "Wae? Kau tidak mau mengangkatnya?"
Sungmin menghela napas berat, dan memutuskan untuk mengangkat telepon dari orang yang sangat dicintainya, Cho Kyuhyun.
"Yeoboseo, Kyu…"
Donghae terdiam. Dia baru ingat. Namja bernama Cho Kyuhyun itu kan berstatus kekasih Sungmin. Tapi kenapa Kyuhyun terlihat seperti memiliki perasaan kepada ummanya?
"… Ne, ne…"
"… Mwo…?"
Donghae mulai menangkap perubahan diwajah Sungmin.
"S-shirreo! aku akan tetap…!"
"… Ani, Kyu… aku akan menunggu…"
"… Aku tidak mau. Aku pasti bisa membuatmu berpaling padaku… tolong jangan putuskan aku…"
Kedua obsidian Donghae membulat. Apa dia bilang…? Putus?
"Biar saja… walau aku terluka… aku akan membuatmu melupakannya… saranghae… Kyu… jebal… beri aku kesempatan… aku akan membuatmu mencintaiku… t-tolong…"
Sungmin terlihat seperti mau menangis.
Donghae tanpa banyak bicara menyambar ponsel Sungmin. Entah kenapa dia tahu siapa yang dibicarakan Sungmin dan Kyuhyun. "Yeoboseo, Kyuhyunsshi." Sapa Donghae dengan wajah datar. "Aku menjamin ummaku tidak akan menyukaimu. Jadi jangan harap bisa merebutnya dariku. Dan kau tahu, sepertinya keputusanmu untuk memutuskan namja pemarah ini tepat."
Sungmin terbelalak. Ia berusaha merebut ponselnya dari Donghae. "Y-yak! Apa yang kau kata-"
"Dia terlalu berharga untukmu."
Klik
Sungmin hanya bisa melotot melihat Donghae memutuskan sambungan teleponnya. "… Apa yang kau lakukan?"
"Melakukan hal yang sudah seharusnya kulakukan." Jawab Donghae enteng.
Sungmin menggeleng keras-keras. "PABBO! IDIOT! STUPIDO! BAKA!" pekiknya histeris. "M-menyebalkan! Hiks hiks! HUWAAAAA~~~~NGG!"
Semua model melempar tatapan tajam kearah Donghae –mengira dirinya yang membuat Sungmin menangis.
Donghae bukannya takut, malah balas memberi deathglare sebagai bentuk pembelaan diri. Dia gak salah kok! Akhirnya beberapa model memilih untuk membuang muka karena merasa terintimidasi.
"Yak, berhenti menangis." Suruh Donghae kesal. Tapi Sungmin sama sekali tidak menurut. Ia malah menaikkan oktaf tangisannya tiga tingkat.
"Shit!" Donghae terpaksa menyeret Sungmin pergi, meninggalkan para model yang bertanya-tanya tentang keadaan Sungmin.
-At Nearby Café…
Donghae menatap Sungmin yang sudah tidak menangis, tapi masih memandang kosong kearah pudding labu yang dipesankan Donghae untuknya.
"Makanlah." Suruh Donghae sambil menyandarkan punggungnya disandaran kursi.
Sungmin tetap diam. Tidak membuka suara sedikitpun.
Donghae akhirnya memutuskan untuk ikutan diam. Tidak tahu harus berkata apa. Ah, atau lebih tepatnya dia menunggu Sungmin merangkai kata yang akan diucapkannya.
"… Aku dan Kyunnie sudah berpacaran sejak setahun yang lalu." Sungmin akhirnya membuka suara setelah hening beberapa saat.
"Aku yang menyatakan perasaanku padanya. Tapi dia menolakku." Sungmin tersenyum miris. "Katanya dia mencintai orang lain, dan tak mau melukaiku… bukankah dia namja yang sangat baik?"
Donghae tetap diam. Membiarkan Sungmin mengeluarkan uneg-unegnya.
"Aku keras kepala. Aku berkata 'Aku tidak peduli! Aku pasti bisa membuatmu melupakan yeoja itu!'. Tapi ternyata yang dicintainya itu seorang namja, sama sepertiku."
"…"
"Aku terus memaksa, hingga akhirnya dia menerimaku." Sebuah tawa kecil lolos dari bibir Sungmin. "… Aku sangat senang. Walau selama denganku yang dibicarakannya pasti tentang Turtle hyungnya."
'Turtle Hyung'… Donghae menerawang. Dulu Yesung suka memanggilnya 'Turtle Hae' sebagai panggilan sayang. Tapi saat Donghae berumur 3 tahun, Donghae menolak mentah-mentah nama panggilan itu. menurutnya namanya itu terlalu kekanak-kanakan. Akhirnya Yesung berhenti memanggilnya begitu.
"Dan aku tidak tahu, kalau Turtle hyung itu ternyata Yesungie hyung." Sungmin meremas kecil tangannya, menunjukkan betapa resahnya dia sekarang. "Aku jadi mengerti kenapa Kyu menyukainya. Dia namja yang manis, cantik, lembut…"
"Dia memiliki apa yang tidak kumiliki. Yaitu cinta Kyuhyun…" Sungmin menunduk. "Kyuhyun menelepon. Katanya dia ingin memutuskanku karena namja yang dicintainya telah kembali."
"Aku sudah berusaha menyiapkan mentalku. Berusaha melepas Kyuhyun, dan membiarkannya mengejar cinta Yesung hyung. Tapi aku tidak bisa. Aku lemah."
Sungmin menggeleng dengan tubuh yang semakin gemetar.
"… Hiks… aku benci dengan diriku yang seperti ini, Hae ah…"
:
:
-Choi's Corp…
"Choi sajangnim, apa anda mau kopi?" tanya seorang yeoja sambil tersenyum manis.
Namja yang dipanggil Choi sajangnim itu tetap memandang keluar jendela kantornya. Tidak memperdulikan pertanyaan sang yeoja sedikitpun.
"Eum… Choi sajangnim…?"
Siwon –nama presdir Choi Corp itu– tetap diam. Menatap langit yang sedikit mendung. Mengingat lagi Yesung, Donghae… rasa sakit akibat tinju Donghae dipipinya masih belum mau hilang.
Tapi Siwon lebih merasa sakit dihatinya.
Dia sudah berusaha mencari keberadaan Yesung dan Donghae. Tapi para detektifnya selalu kehilangan jejak. Saat Donghae selesai bekerjapun, namja tampan itu langsung menghilang, tidak menyisakan jejak sedikitpun.
Dan menemui Donghae saat dia sedang bekerja bukan hal yang bagus. Siwon tidak ingin memperparah keadaan. Dia tahu Donghae sangat membencinya. Dan dia pantas mendapat kebencian Donghae. Dia sudah melukai Yesung, namja yang sangat disayangi dan dicintai Donghae.
'… Mianhae, Yesungie…'
Siwon menghela napas. "Jessica, atur ulang meeting hari ini. Aku ingin pulang." Ujarnya.
Yeoja itu mengangguk. "Baik, Choi sajangnim."
-At Park…
Yesung duduk-duduk dibangku taman. Oke, dia tahu Hyukjae sudah melarangnya keluar rumah. Tapi rasanya bosan juga seharian dirumah. Apalagi yang ada ditv Cuma siaran gossip dan acara dapur tentang bagaimana cara mengolah kura-kura menjadi masakan china –dan tentu saja Yesung langsung mematikan tv itu.
Toh, Siwon tidak mungkin pergi ketaman 'kan? Hellooo~? Ngapain presdir dewasa pemilik perusahaan besar jalan-jalan ketaman kecil begini? Kayak tidak ada kerjaan lain saja itu presdir!
Yesung menghela napas berat. Dia tahu Donghae akan marah jika tahu dia keluar rumah tanpa seijinnya. Tapi tetap saja, Yesung bosan kalau harus didalam rumah terus.
"Noonaa… nooonaaaa…"
Yesung tersadar dari lamunannya saat melihat seorang namja kecil manis yang tengah memandangnya heran. Yesung tersenyum. "Ne? ada apa?" tanyanya. "Ah, dan aku namja! Bukan yeoja!"
Namja kecil manis itu melihat Yesung dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Jinjja?" curiga.
Yesung mengangguk mantap. Anak kecil ini kurang ajar sekali. Masa gendernya masih dipertanyakan begitu?! Tidak terima sih. Tapi masa hanya gara-gara itu Yesung memukul anak kecil?
Namja kecil itu merengut. Ia naik keatas bangku yang sedang diduduki Yesung –dengan susah payah mengingat tubuh mungilnya, lalu mengangkat kedua tangannya kearah Yesung.
Pat
Namja kecil itu semakin merengut. "Aneh? Kenapa dadamu rata, noona? Apa kau memakai sport bra?" tanyanya dengan muka super innocent. Kedua telapak tangannya menempel mesra(?) didada Yesung.
"KYAAAAAAAAA!"
Koaak kooaak…
-5 minutes later…
"Itu sangat tidak sopan! Memegang dada seorang namja itu sangat tidak sopan!(?)" omel Yesung kesal. Namja kecil yang menjadi objek omelannya hanya memasang wajah innocent. "Dan cara bicaramu itu juga! Siapa yang mengajarimu kata-kata vulgar itu, heum?"
Namja kecil itu berbinar-binar saat Yesung bertanya –seakan-akan dia memang menunggu Yesung menanyakan itu. "Hyungku! My hyung always told me about cursing! Isn't that cool?!"
What? Kata-kata vulgar begitu dibilang keren! Tapi hebat juga nih anak, bisa ngomong inggris selancar itu… tampangnya juga manis… kalau dijual bisa laku berapa yah…? (Readerdeul: *sweatdrop*)
"Hyungku sangatlah tampan! Noona mau bertemu dengannya?" tanya namja kecil itu girang.
Yesung mengernyit. "Dengar, adik kecil. Aku namja. Bukan yeoja! Jadi jangan panggil aku noona! Panggil aku hyung!" Yesung berusaha mengoreksi sebutan namja kecil ini padanya. "Coba panggil hyung!"
Namja kecil itu tersenyum lebar. "Noona cantik!"
"Bukan! Panggil aku hyung! Sekali lagi!"
"Noona manis!"
"Bukan!"
"Noona imut!"
"Bukan! Bukan!"
"Noona cantik manis dan imut yang punya bokong seksi!"
OK! THAT'S IT!
"MANA HYUNGMU ITU?!" tanya Yesung dengan api membara disekelilingnya.
"Memanggilku?"
Yesung menoleh saat mendengar suara ngebass dibelakangnya, dan dia langsung terpaku. Namja itu disana. Tetap dengan smirk menyebalkannya.
"Hyuuung~~!" namja kecil yang sedari tadi diceramahi Yesung itupun melompat turun, dan berlari kearah namja tampan yang masih asyik mengumbar smirknya –hingga membuat beberapa yeoja dan namja berstatus uke nyaris pingsan.
"Mian, hyung terlambat ne." ia menggendong namja kecil itu lalu memutarnya diudara. Namja kecil digendongannyapun tertawa ceria. "Nah, kau pulang duluan saja ne dengan pak Im." Ia menurunkan namja kecil itu dari gendongannya.
"Yak! Hyung bilang akan menemaniku hari ini! 'Kan jarang-jarang hyung bisa libur dari kantor hyung!" namja kecil itu bersungut-sungut.
"Akan hyung temani kau nonton film nanti malam. Hyung punya urusan dengan 'noona' disana itu. jangan beritahu pak Im, ne." ia meletakkan jari telunjuknya didepan bibir sambil mengedipkan sebelah matanya.
Namja kecil itu langsung tersenyum ceria. "Okeee~! Key mengerti~!" sahutnya ceria. "Ah, tapi hyung! Dadanya rata loh! Meski harus kuakui dia manis dan berbokong seksi~!"
Yesung panas dingin mendengar perkataan vulgar bocah yang pastinya belum menginjak lima tahun itu.
"Ahahahah~! Tenang saja. hyung akan membuat dadanya tumbuh."
WHAT?! SIAPA YANG MENUMBUHKAN DADA SIAPA?!
Namja kecil bernama Key itu tersenyum ceria. "Aaa, kalau sudah tumbuh nanti jangan dinikmati sendiri ya, hyung! Key juga mau menikmatinya!" setelah berkata dengan entengnya, Key berlari kesebuah limosin yang terparkir tepat didepan taman. Tidak memperdulikan Yesung yang sudah melongo akibat perkataannya.
"Hei, kita bertemu lagi, Yesungie." Sapa namja tampan itu sambil tersenyum simpul.
Yesung tersadar dari lamunannya. Ia langsung memasang wajah dingin nan waspada. "Apa maumu?" tanyanya dengan nada tak bersahabat.
"Hmmm… entah…" namja tampan itu menyeringai. "Mungkin… hatimu?"
Yesung terbelalak. "Yak! Jangan dekati aku! Dasar kanibal!" pekiknya panik.
Salah paham.
"Toloong! Ada kanibal yang mau memakan hatik- emph!" sebuah tangan langsung membekapnya. Tentu saja Yesung berontak. "Mm~~~! Puah! Yak! Kim Kibum! Kau mau membunuhku, eoh!" bentak Yesung setelah berhasil lolos dari bekapan namja bernama Kibum itu.
Kibum mengedikkan bahu. "Tidak. Untuk apa aku membunuhmu? Tak ada manfaatnya untukku."
Yesung memicingkan matanya kearah Kibum. "Kau… ah iya! Kau hyung anak kecil tadi?" tanyanya saat mengingat keberadaan namja kecil manis sayang tengil itu.
Kibum mengangguk santai. "Ne. Wae?"
Emosi Yesung meledak. Jiwa keibuannya bangkit.
"NEEOOO! Kenapa kau mengajarkan kata-kata vulgar itu padanya?! Hyung macam apa kau?!" omel Yesung berang.
Kibum mengedikkan bahu. "Humm. Aku hanya menjawab beberapa pertanyaannya. Juga memberinya sedikit 'tips'…" jawab Kibum tanpa menghilangkan seringainya.
Kedua obsidian Yesung membulat. "Dasar mesum!" sindirnya. Ia berbalik hendak pergi, namun Kibum sudah menahan lengannya. Yesung melirik lengannya yang ditahan Kibum, lalu beralih menatap namja tampan itu dingin. "Lepaskan saya, KibumSSHI." Pinta Yesung dengan penuh penekanan.
Kibum menggeleng. "Kita baru saja bertemu, kenapa kau mau pergi lagi, heum?" tanyanya santai. "Kau lupa dengan hutangmu padaku, eoh?"
Yesung membelalak. "A-ani! A-aku akan membayar lunas hutangku padamu! Tapi lepaskan aku!" cicitnya panik.
Kibum menghela napas. "Aku-"
CTAARRR
"Hyaa!" Yesung sontak melompat kearah Kibum tatkala mendengar bunyi sambaran petir yang begitu dekat dengannya. Tubuhnya gemetar dipelukan Kibum. Dia takut petir.
Jrashh…
Yesung sedikit mendongakkan kepalanya kearah langit. Dan merasakan tetes demi tetes air hujan mulai membasahi wajahnya.
… Dia benci hujan.
Hujan mengingatkannya pada hari itu, dimana Siwon memasukinya secara paksa.
… Yesung benci…
Kibum tersenyum lembut, lalu mengusap surai raven Yesung lembut. "Manis sekali. Kau takut pada petir, hm?"
Ucapan Kibum menyadarkannya. Dia sedang dalam posisi intim dengan Kibum. Wajah mereka berdua saja hanya terpaut beberapa senti. "Hyaaa! L-lepaskan!" Yesung berusaha mendorong tubuh Kibum, tapi Kibum memang lebih kuat darinya.
"Sini," Kibum menyeret Yesung menuju sebuah gua jamur mini yang terletak ditengah taman tersebut. Kau bahkan harus berjongkok jika mau masuk kedalamnya.
Kibum menarik Yesung untuk ikut berteduh didalam jamur mini itu bersamanya. Kini posisi Yesung duduk membelakangi Kibum. "Kau basah." Bisik Kibum ditelinga Yesung.
Wajah Yesung sontak memerah saat merasakan napas hangat Kibum yang menerpa telinganya. Sejurus kemudian ia dapat merasakan sebuah sapu tangan yang mengacak surai hitamnya. Kibum sedang berusaha mengeringkannya.
Hening melanda. Kibum tetap mengeringkan rambut Yesung dengan sapu tangannya. Sementara Yesung hanya menunduk kaku. Tak tahu harus melakukan apa.
"Jja, rambutmu sudah kering." Kibum tersenyum puas. Ia pun memeluk Yesung dari belakang. Yesung terbelalak dengan pergerakan Kibum yang mendadak. Ia langsung berusaha berontak. "Sst, gwenchana. Aku hanya ingin menghangatkanmu, Yesungie." Bisik Kibum lembut. Dan sepertinya mampu menenangkan Yesung.
Hanya seperti itu saja. Kim Yesung menghabiskan hampir setengah jam dalam pelukan Kim Kibum.
:
:
-Hyukjae's Home…
Jrasshh
Hujan masih turun dengan derasnya…
Yesung cemberut. Kibum mengantarnya kerumah Hyukjae. Tadinya Yesung berusaha menolak mengingat Donghae akan marah jika melihatnya bersama namja asing, tapi Kibum memaksa dengan mengungkit kembali soal "hutang budi" Yesung padanya. Dan namja tampan itu langsung mengantar Yesung secara paksa dengan motor Sportnya.
… Apalagi tadi Kibum dengan sengajanya ngebut, hingga mengakibatkan Yesung memeluk erat pinggang Kibum. masih mau hidup.
"Jadi ini rumahmu, Yesungie?" Kibum menatap rumah sederhana Hyukjae. "Kecil juga."
TWITCH
"Terima kasih atas tumpangannya, KIBUMSSHI. Dan terima kasih juga atas PUJIANmu pada rumah anakku!" ujarnya sarkatis. Ya, dia memang menganggap Hyukjae sebagai anaknya sendiri. "Selamat tinggal!" Yesung berbalik, bermaksud berlari menembus hujan yang masih deras. Namun langkahnya terhenti saat lagi-lagi sebuah tangan mencengkram lengannya. Yesung menoleh kearah Kibum dengan wajah garang. "Apalag-"
Chu~
Perkataan Yesung terhenti saat Kibum mencium bibirnya. Bibir basah Kibum bertemu dengan bibirnya yang sama basahnya. Dapat dirasakannya Kibum menghisap lembut bibir cherrynya. Memberi lumatan kecil… membuat Yesung merasa aneh.
"Yesungie…?"
Yesung sontak mendorong bahu Kibum dengan wajah merah padam. Ia menoleh kesamping, dan langsung terpaku.
"S-Siwon…?" lirihnya. Namja tampan itu berdiri disana dengan wajah tak percayanya. Rasa takut menyergap Yesung. dia takut. Sangat takut! Dihentaknya pegangan Kibum pada lengannya, lalu berlari masuk kedalam rumah yang ternyata tidak dikunci. Sepertinya Hyukjae sudah pulang.
"YESUNGIE!" Siwon buru-buru berlari kearah pintu pagar rumah Hyukjae, namun langkahnya terhenti saat dilihatnya Yesung sudah menutup pintu rumah dengan kasar. Dan Siwon yakin Yesung sudah mengunci rumah. Ia menoleh kearah namja tampan yang sedari tadi menatapnya dengan wajah datarnya. "Kau… kau siapanya Yesung…?"
Kibum mengedikkan bahu. "… Entahlah. Yang pasti aku menyukainya."
Rahang Siwon mengeras mendengarnya. "… Tolong jangan dekati istriku!"
Kibum menaikkan sebelah alisnya. "… Istri? Maksudmu Yesung itu istrimu?" Siwon mengangguk, dan mendapat dengusan remeh dari Kibum. "Istri, hm…? Lalu kenapa dia lari saat melihatmu, Choi sajangnim?"
Kedua obsidian Siwon menegang. "… Itu…"
"Mungkin kau salah Siwonsshi." Kibum tersenyum. "Apa maksudmu 'Mantan' istri?"
DEG
Dada Siwon semakin merasa nyeri mendengar kata-kata Kibum. "Kami masih sah, Kibumsshi… jangan bicara sembarangan!" Siwon menatap kedua obsidian Kibum tajam. "Dan jangan dekati dia lagi."
Kibum menyeringai. Ia mengedikkan bahu, lalu memilih pergi dari situ dengan motor sportnya.
Meninggalkan Siwon yang masih menatap pintu rumah Hyukjae dengan tatapan kosong.
-Yesung's Side…
Yesung masih berupaya mengatur napasnya. Tangannya masih meremas kenop pintu rumah Hyukjae. Apa tadi dia tidak salah lihat? Ada Siwon disana… menatapnya dengan raut wajah –bisakah Yesung simpulkan sebagai…
… Cemburu?
Yesung menggeleng. Apa yang dia pikirkan? Tidak mungkin… Siwon tidak mungkin cemburu padanya.
"Sungie umma? Kau sudah pul- ommo! Gwenchanayo?!" Hyukjae menghampirinya dengan wajah panik. "Kenapa kau basah kuyup begini?!"
Yesung menggeleng. "N-nan gwenchana, Hyukkie chagi…" ia berusaha tersenyum, walau ia tahu Hyukjae sedang memperhatikan tubuhnya yang gemetar.
"Pembohong!" Hyukjae mempoutkan bibirnya. Ia menarik Yesung lembut menuju ruang tengah. Mendudukkan Yesung disofa, dan berlari kelantai atas untuk mengambil semua selimut yang ada dirumah ini.
Setelah mendapat semua selimut, Hyukjae kembali berlari keruang tengah dengan setumpuk selimut hingga menutupi wajahnya. Dengan telaten ia membungkus tubuh Yesung yang basah kuyup dengan selimut. Tak lupa ia menggosokkan kedua tangannya, lalu meletakkannya dipipi chubby Yesung. bermaksud menghangatkan. "Apa sudah lebih hangat, Sungie umma?"
Yesung mengangguk. Andai Hyukjae tahu, alasan kenapa tubuhnya bergetar hebat begini.
Hyukjae kembali melangkah bermaksud menuju dapur untuk membuatkan Yesung minuman hangat, namun kedua iris chocolatenya menangkap sesosok namja yang masih mematung diluar rumah. Namja itu berdiri diam disana, mengacuhkan hujan yang turun dengan sangat deras.
"… Siwon ahjussi?!"
DEG
Tubuh Yesung kembali tersentak saat mendengar nama itu disebut. Ia menunduk, tak mau melihat kearah Hyukjae.
"…? Apa dia sudah tahu kalau kau…" Hyukjae membulatkan matanya. "… Tinggal disini, Sungie umma…?" suaranya mengecil diakhir katanya.
Yesung diam. Tak tahu harus menjawab apa. Sekarang perasaan menyesal menyelimuti hatinya. Seandainya tadi dia tidak keluar rumah, tentu Siwon tidak akan melihatnya.
Hyukjae menatap Siwon khawatir. "Siwon ahjussi akan sakit jika terus-terusan begitu, sebaiknya aku kelu-"
"JANGAN!"
Hyukjae yang tadinya hendak membuka pintu depan tersentak kaget. Ia menoleh kearah Yesung dengan kedua alis yang dinaikkan.
"J-jangan… Hyukkie… umma takut… kumohon…" lirih Yesung dengan tubuh gemetar.
Hyukjae menatap Yesung miris. Keadaan Yesung sangat menyedihkan sekarang. "Tapi umma… jika dibiarkan terus, Siwon ahjussi akan sakit…"
Yesung menggeleng. "T-tenang saja… dia pasti akan pergi…" ia berusaha tersenyum, walau hanya senyum kecut yang tampak. "… Dia tidak akan sudi berhujan-hujan diluar hanya untuk menungguku… aku yakin, dia akan segera kembali kerumahnya…"
Hyukjae memejamkan kedua matanya. '… Anehnya, aku merasa kalau Siwon ahjussi akan terus menunggu… menunggu untukmu… karena dia mencintaimu.'
-30 Minutes Later…
Yesung mencengkram ujung selimut berwarna baby blue milik Hyukjae dengan perasaan gelisah. Apa Siwon masih menunggunya…? Hyukjae sudah kelantai atas beberapa saat yang lalu. Mau mandi katanya.
… Yesung perlahan berdiri, menyeret langkahnya kedekat jendela. Ia mengintip sedikit dari sela gorden yang menutupi kaca.
… Namja itu masih disana. Tetap duduk disamping pintu pagar rumah Hyukjae dengan tatapan kosong. Padahal sudah setengah jam berlalu, tapi namja tampan itu tetap tidak beranjak.
Tanpa diduga pandangan mereka bertemu –tatkala Siwon menoleh, membuat Yesung langsung jatuh terduduk. Tak mau melihat iris Siwon yang penuh akan penyesalan dan… kesakitan…
Yesung menggigit bibir bawahnya. Kenapa? Kenapa Siwon menunggunya? Padahal… Yesung ingin melupakannya… tapi kalau begini caranya, bagaimana Yesung bisa melupakannya…?
Jraashhh
…
"…" ia menatap jendela yang kembali tertutup itu. ia menunduk, menghela napas berat. Dia merindukan Yesung. ingin sekali ia memeluk tubuh mungil Yesung lagi…
… Sekali saja.
Sesungguhnya tubuh Siwon menggigil. Dia kedinginan. Tapi dia tidak mau beranjak. Tidak sampai Yesung mau mendengarkan penjelasannya. Siwon menengadah kelangit, memejamkan matanya. Membiarkan tetes demi tetes air hujan membasahi wajah sempurnanya.
… ?
Siwon membuka matanya saat tidak merasakan tetesan air hujan lagi diwajahnya. Dan yang pertama ia lihat, adalah kerangka payung berwarna kuning pisang telah menghalau air hujan agar tidak mengenai wajahnya. Ia sedikit menoleh kesamping, dan menemukan Yesung.
Namja manis itu memayunginya, menatap Siwon dengan raut wajah yang tak terbaca.
"Yesu-"
"Kenapa kau tidak pergi?"
Kedua dark chocolate Siwon membulat mendengar suara Yesung yang terdengar sangat dingin. Dia tidak pernah mendengar… nada bicara Yesung yang seperti ini.
"Yesungie, aku-"
"BERHENTILAH MEMANGGILKU SEPERTI ITU, CHOI SIWON!" bentak Yesung meledak.
Siwon terpaku. Yesung menguatkan cengkramannya pada pegangan payung.
"Berhenti memanggilku seakrab itu… kita sudah… tidak ada hubungan lagi…" gumam Yesung dengan tatapan kosong kearah tanah.
"Kata siapa? Kita masih memiliki hubungan, Yesungie," Siwon segera berdiri. Berupaya menangkup pipi chubby Yesung, namun Yesung menepisnya. "Kau masih istri sahku…"
"…"
"… Tidakkah kau keterlaluan, Choi Siwon…?" tanya Yesung lirih. "Kaulah yang menyuruhku untuk menandatangani surat perceraian itu. aku sudah melakukannya, sesuai dengan apa yang kau suruh. Tapi kenapa kau malah bersikap seakan aku yang salah disini…?" Yesung menggeleng. "Berhentilah mempermainkanku, Siwonsshi… aku sudah sangat lelah…"
Siwon menatap Yesung dengan tatapan terluka. Yesung memang terlihat sangat lelah. Dan hal itu membuat Siwon merasa sangat sakit.
… Jauh lebih sakit dari yang Yesung duga.
"… Apa kau akan bahagia kalau aku pergi, Yesungie…?"
Yesung mengangkat wajahnya, menabrakkan kedua obsidiannya pada dark chocolate milik Siwon. Lidahnya kelu, tak bisa menjawab.
"Kau akan bahagia, jika tidak bertemu lagi denganku. Begitu?" tanya Siwon dengan senyum yang dipaksakan. Ia menghela napas berat. "Aku… mengerti. Kalau itu untuk kebahagiaanmu, aku mengerti."
Tubuh Yesung gemetar. Entah kenapa, sebagian tubuhnya tidak rela jika Siwon pergi. Tapi tubuhnya tidak bergerak. Payung yang tadinya digenggamnya pun kini mulai terlepas. Kini hujan dengan bebas membasahi kedua insan dibawahnya.
Namun Yesung sudah tidak peduli lagi.
Siwon menatap obsidian Yesung lembut, memamerkan kedua lesung pipinya. Tersenyum sangat hangat –bahkan mampu mengalahkan kedinginan yang sedang Yesung rasakan.
"Aku akan pergi. Hanya… berjanjilah…" ia menangkup pipi chubby Yesung dengan lembut. "… Kau akan bahagia."
DEG
Perlahan lengan kekar Siwon menarik Yesung untuk masuk kedalam pelukannya. Siwon mengeratkan pelukannya. Menyalurkan seluruh perasaannya.
Hanya dengan pelukan ini saja.
"… Aku selalu merindukanmu…" bisik Siwon yang terdengar sangat samar ditengah hujan deras ini.
–Tapi Yesung masih bisa mendengarnya.
Siwon memejamkan matanya sambil tersenyum hangat. "Saranghaeyo…"
Cup
Yesung menatap kosong kearah depan saat merasakan sesuatu mengenai puncak kepalanya. Siwon mencium puncak kepalanya.
Siwon mengeratkan pelukannya tanpa melepas kecupannya dipuncak kepala Yesung.
:
:
… Ini akan menjadi pelukan terakhirnya…
:
:
… Jadi Tuhan, tolong biarkan dia menikmati pelukan ini…
:
:
… Lebih lama lagi…
:
:
Jrasshh…
Hujan masih turun dengan derasnya…
Membiarkan tetes demi tetes bergabung menjadi satu dengan air mata kedua namja itu…
Melebur…
Dan akhirnya jatuh ketanah…
'…'
Kedua namja itu sama sekali tidak menyadari… sepasang chocolate lain yang terus memandangi mereka dari kejauhan.
… Tersirat luka yang teramat sangat di dalam kedua chocolate itu.
"… Hyung… ternyata kau masih mencintainya…"
… Dan hanya bisikan lirih itu yang terdengar samar ditengah hujan yang turun semakin deras.
:::
… Aku berharap.
Terus berharap.
Semoga kau dapat menerimaku.
Menerima cintaku.
…
… Walau kutahu…
… Kau tidak pernah menatapku.
:::
TBC
GYAAAAAAAAAAAAAAAHH! TELAT!/ditendang Readerdeul
Mian Ucchan lama banget updatenya, minna-san…T.T Ucchan baru saja selesai UAS…
… Itu MTK kampreto…/plak
Ah, dan Ucchan juga lagi takut gara-gara gunung Gamalama meletus. Mana Ucchan tinggalnya lumayan dekat dengan puncak gunung….TwT"
Ya sudah, lupakan dulu yang diatas! Kembali ke soal FF! chapt ini chapt penentuan! Dengan review dichapt ini Ucchan akan menentukan pair terakhir! Jadi kalo bisa, readerdeul beri saran tentang couple Yemma, n alasannya! Mian kalo ngerepotin ne! gak mau saran juga gak papa. Tapi saran readerdeul mempunyai pengaruh besar dalam jalan cerita fic ini.^_^
Ucchan mau membalas review readerdeul sekalian! Gomawo ne udah repot-repot review! Ucchan akan usahakan untuk menghindari WB!*alasan*/plak
Yoshh, hana, deul, set, YAKK!/plak
mitha3424: "Oke! Ucchan akan tanggung jawab! *seret Yemma kepenghulu*/dibantai daddydeul/ gyahahah! Boleh juga!/plak/ tapi sepertinya gak bisa ne, ini semenya cuma 4 aja Ucchan udah bingung mikirin jalan cerita, apalagi kalo ditambah?XD tapi mungkin-mungkin aja sih~!/plak/ yosh, gomawo reviewnya ne, Mitha chan~!X3"
2Guest: "Hhoohoho, Ucchan suka loh!/plak/ hmm, sesungguhnya Ucchan sama sekali belum mutusin pair akhirnya. Kita lihat saja nanti, ne/pletakk/ yoosshh! Ucchan akan berusaha! Ini udah dilanjuut~! Gomawo reviewnya ne, Est deul chaan~!^U^"
Mylovelyyeye: "Kyahahaha! Ucchan juga senang~!/plak/ aa… Ucchan juga belum tahu…/ditendang Wondad+Readerdeul/ mian lamaaaa!TwT" yang penting udah Ucchan lanjut!*ngotot* aa… mengenai LLT… kayaknya Ucchan akan menghiatus(?)kan LLT dan House Love sequel… udah agak blank soalnya/plak/ mianne! Tapi pasti Ucchan lanjut kok!TwTv gomawo reviewnya ne, Love chaan~!^w^"
YesungFanfic: "Sebenarnya Ucchan pengen bikin cinta segi 10/digeplak daddydeul/ YeWon ne? hmm~…(Readerdeul: sok misterius, lo!*geplak Ucchan*) yossh! Ucchan akan berusaha!XD hoo0.0 Ucchan juga berbulu…T_T" paling depresi kalo ada pelajaran renang…/pletak/ solusi ne? kalo mau nyukur permanen ada tuh, yang namanya wax-wax apaaa gitu/plak/ tapi mahal…T_T *tatap dompet* Fic chan! Namanya gak muncul…T.T apa email Ucchan yang salah atau jaringan FFN-nya?TMT" jinjja? Mauu!XD emang nama FB Fic chan apa? Aa, kalau gitu apa Ucchan harus manggil eonnie?0w0 gomawo reviewnya ne, Fic chan~!X3"
sukayesunguke: "Udah Ucchan lanjut~! Mian lama neTMT" gomawo reviewnya ne, Uke chan!X3"
Ye'Im Clouds: "Hohoho! Anda penasaran, saya puas!/plak/ yosh! Udah Ucchan lanjut! Mian lama ne…T.T gomawo reviewnya ne, Im chan!XD"
YY: "Biarlah waktu yang menjawab…./ditendang/ tenang aja, YY chan, Yemma akan bahagia kok. Cuma belum tahu sama siapa. Nah. Chapt ini penentuan. Siapa yang akan jadi Pair utama? Nanti review dichapt ini akan membantu Ucchan untuk menentukan pair utama! Gomawo reviewnya ne, YY chan!TwTb"
Wonhaesung Love: "Yosh, udah Ucchan lanjut! Mian lama ne!TMT" gomawo reviewnya ne, Aes chan!^3^"
r3diavolo89: "Hehehe, masalahnya Ucchan suka incest!*muka maniak*/ditendang Yemma/ lem? Boleh juga tuh8D *nyiapin lem alteco*/plak/ gomawo reviewnya ne, Trias eonnie!XD"
evandini23: "Selama itukah Ucchan update?T_T/plak/ iya! Memang dikit banget ff YeWon!T0T mana? *nyenter lubang hidung Dini chan*/ditendang kebulan/ iya juga sihTwT biasa banget ne, Kyuppa jadi orang ketiga mulu… mungkin kadang sebaiknya diganti orang ketiganya… tapi udah terlanjut gini, bakal Ucchan perbaiki dific Ucchan yang lain!^^ KYAAA! UCCHAN MAU!*rampas boxer bergambar YeWon yang nc-an*/digampar/ nah, udah agak dingin/garang nggak diatas?XD agak maksa sih'-'/plak/ yosh, gomawo sarannya Dini chan! Ucchan akan berjuang!XD gomawo reviewnya ne, Dini chaan~!0V^(?)"
olla: "Kekekek, syukurlah Olla chan suka!XD udah Ucchan lanjut! gomawo reviewnya ne, Olla chan!83"
nadia clouds: "Kyaaa~~! Ucchan dibilang cantiik~!/ditendang readerdeul/ aa… boleh dia yang datang nggak?*tunjuk pantulan diri sendiri dicermin* (Hyukkie noona: AMIT-AMIIIITTTT!) heheheh, gomawo reviewnya ne, Nadia chaan!X3"
rina afrida: "Ne~! pengennya sih, semenya ditambah lagi macam 4-6 orang/digeplak/ iya juga ne… Hae oppa…*tatap Hae oppa dengan mata berkaca-kaca*(Hae oppa: MINGGIR! Eneg gue ngeliat mukamu!) kejam!T.T (Hae oppa: EGP.) heheh, diatas udah ada penjelasannya kan soal hubungan KyuMin?TwT" kekek!XD Bumdad banget kan~?/plak/ sesujuu~/plak/ wuaks… mian telat setelat-telatnya telat!(?)/plak/ gomawo reviewnya ne, Rina chaaan~!8D"
afifah . kulkasnyachangmin: "Bagus kan?0w0b/plak/ Bumdad memang begitu kan?XD/plak/ gomawo reviewnya ne, Afi chan~!X3"
rikarika: "Hyaaa! Ini udah lumayan kan? Rikaa chaan! Lumayan kan ini wordsnya?/plak/ huhuu, namanya juga umma Ucchan~!/ditampar/ gyaaah! Botakk?! Siapa yang botak?!/slaped/ ucchan mau contoh! Harus ada contoh! Dan karena Rika chan yang ngusulin, jadi Rika chan harus kasih contoh!*seret Rika chan kesalon*/dibanting/ gomawo reviewnya ne, Rika chaan~!XD"
vthreelfishyoonaddict: "Wkwkwk, masaa? Kalo gitu nanti Ucchan banting setir jadi pelawak ajah!/plak/ hyaa! Jangan dicubit~! Ntar pipi Ucchan jadi tambah chubby, tambah diejek sama temen sekelas!T0T *merana*/plak/ jinjja?XD syukurlah~! Eh, tapi ada KyuSung-nya juga kok! Meski Cuma seiprit/plak/ Hyukkie noona ne…tapi banyak yang mau HaeSung juga…T,T gimana doong? Sama Ucchan aja yah!8D*kedip mesum keHyukkie noona*/ditendang/ gomawo reviewnya ne, Fitri chaan~!"
jeremy kim84: "Mian lama!TwT" ne! dasar ikan nakal!/plak/ mauuu mauuu~~! *angkat tangan kegirangan*/dilempar daddydeul keluar angkasa/ wuaks, ini udah lumayan panjang kan?TwT ucchan tak sanggup uplat…T.T/pletak/ Ucchan akan berusaha! gomawo reviewnya ne, Emy chaan~! :3"
siwon cinta: "Chapt ini penentuan. Ucchan akan lihat dulu!:3 gomawo reviewnya ne, Cinta chan!^w^"
sekarzane: "As your wish, Zane chan!XD/plak/ sampai ngePM Ucchan!XD semoga KiSung momentSSSS/plak/nya memuaskan ne!^_^v gomawo reviewnya ne, Zane chan!XD n mian lama!^^'"
Cha2LoveKorean: "Gyaaa! *kibar kolor Yemma* Yemma! Saranghaee~!XD/plak/ mwo?! Hyukkie noona nggak cocok sama ahjussi-ahjussi!/dicekek Wondad/ ucchan maunya lebih sih…/plak/ Ucchan seneng kalo Cha-cha chan suka!X3 gomawo reviewnya ne, Cha-cha chan~~!^0^/"
yesungie lover: "Wuaduh, mianneeeTwT" habisnyaaa… tangan Ucchan gatal pengen nambah utangT3T/BUAGH/ mian! MLFU juga lama! Mana Ucchan nambah satu utang lagi, pula!/PLETAK/ gomawo reviewnya ne, Lover chaan~!^w^"
hys: "Ucchan mau YeChaaan~!/plak/ kkk, ada momentnya dikit kan diatas?XD/plak/ gomawo reviewnya ne, Hys chan~!"
choi yewon11: "Gyahaha! Ucchan juga sibuk!/ditimpa buku-buku pelajaran/plak/ nyahahah! Ucchan kan anak nakal!/plak/ gimana kalo Yemma sama Ucchan aja?8D/plak/ yoshh! Ucchan akan berusaha~! gomawo reviewnya ne, Choi chaan~!X3"
Kim Raein: "Ne… bikin iri ne, tiga seme itu… bisa nyium Yemma… ucchan juga mauuu…/plak/ gomawo reviewnya ne, Rae chan~!^W^"
Clouds1709: "Hmm... diriku juga tak tahu.../ditampar/ nanti aja ne! Mungkin chapt depan, atau lusa.../PLAK/ gomawo reviewnya ne, Clou chan~~!^W^"
Selesaiii~! Mian ne, kalo ada yang terlewat!TwT
A… Ucchan ada fic baru satu…/PLAK
Silahkan dilihat kalo berkenan!6w6"
Btw, LLT dan House Love Sequel akan hiatus… mianne, Ucchan bener-bener blank soal jalan ceritanya! Tapi pasti Ucchan lanjut! Cuma kayaknya bakal laamaaaa… sekali… sebagai gantinya Ucchan bawa fic baru satu tuh. Dan yang baru itu juga kayaknya bakalan lama/BUAGH
Cukhae untuk pernikahan Ming oppaa!TWT *berderai air mata*/plak/
Selamat hari Natal juga bagi yang merayakan~! N selamat tahun baru!\^w^/
Singkat kata,
RnR pleasee~?
