Umur Cast:

Choi Siwon: 37 tahun

Choi Yesung: 35 tahun

Choi Donghae: 19 tahun

Lee Hyukjae: 20 tahun

Lee Sungmin: 36 tahun

Cho Kyuhyun: 35 tahun

Kim Kibum: 34 tahun


UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:

A Little Bit Of Love

Chapter 10: Failed


RATED: T (No comment.-_-)


PAIR: Uhmm… masih bingung, un…/ditendang readerdeul


Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)


Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK


Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, Incest, CRACK PAIR!


DLDR!

:::

SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)


Tik

Tik

Tik

Yesung tetap memandang kosong kearah dinding kamar. Tubuhnya terasa sangat dingin…

Siwon pergi… setelah sebelumnya memanggil Hyukjae untuk membawa Yesung masuk kedalam rumah. Dan yang terakhir Yesung lihat, adalah punggung namja Choi itu yang semakin menjauh, hingga akhirnya lenyap ditelan pintu rumahnya yang tertutup.

… Sakit… itu yang sedang Yesung rasakan sekarang… hatinya tak rela saat melihat Siwon pergi… namun tubuhnya tidak bergerak. Tetap membiarkan Hyukjae menuntunnya masuk kedalam rumah.

Drap

Drap

Krieet

"Umma…?"

Yesung tetap tak bergeming. Tanpa menolehpun, dia sudah tahu siapa pemilik suara baritone yang terdengar lembut itu. dapat didengarnya suara langkah yang mendekatinya, dan sejurus kemudian dia dapat merasakan sebuah pelukan dari belakang.

"… Hae…" gumamnya lirih.

Donghae tetap memeluk Yesung dengan erat, berusaha memberi kehangatan pada Yesung. "Hyukjae bilang kau sakit… apa kau baik-baik saja, umma…?"

Yesung diam. Dia tahu Donghae basah kuyup. Mungkin karena nekat berlari menembus hujan demi bertemu dengan Yesung. perlahan Yesung berbalik, menatap kedua manik Donghae dengan tatapan ambigu.

"Umma…? Gwenchanayo…?" tanya Donghae cemas sambil mengusap pipi chubby Yesung yang terasa sangat dingin untuknya.

"… Kau juga demam, Hae…" bisik Yesung sambil meletakkan punggung tangannya didahi Donghae.

"… Kau lebih penting." Balas Donghae sambil menatap Yesung dalam, membuat dada Yesung berdesir menyakitkan. "… Jangan mengalihkan pembicaraan, umma. Apa kau baik-baik saja?"

Yesung hanya diam. Menatap Donghae dengan tatapan kosongnya. Dan sungguh Donghae tak suka melihatnya. "Wae…? Kenapa kau jadi begini, umma…?" bisiknya, lalu menarik Yesung kepelukannya.

Liquid bening mulai menetes dari mata Yesung. merasakan kehangatan Donghae… dan cintanya yang begitu besar kepada Yesung, membuat Yesung merasa sangat jahat. Jahat karena sudah memberi harapan palsu kepada Donghae.

… Kalau begini, Yesung juga ingin jatuh cinta pada Donghae. Walau salah, dia ingin. Seandainya dia bisa. Menghapus sosok Siwon sepenuhnya, dan menggantikannya dengan Donghae, namja yang sangat mencintainya.

… Seandainya…

"Hiks…" isakkan lirih lolos dari bibir chubby Yesung. ingatannya saat dipeluk Siwon tadi kembali terngiang. Betapa lembutnya lengan Siwon ketika merengkuhnya, dan betapa Yesung merasa nyaman dalam pelukannya.

Donghae mengeratkan pelukannya. "Uljimma… uljimma…" bisiknya, namun rasa kecewa mulai menguar dihatinya.

… Yesung telah bertemu dengan Siwon. Dia yakin itu.

"Umma…" Donghae melepas pelukan Yesung perlahan, lalu menatap hancur kearah Yesung yang telah menangis penuh kepedihan. "Umma… jebal… jangan menangis…"

:::

"… Karena jika kau menangis…"

"… Aku merasakan luka yang sama."

:::

Hyukjae mengaduk-aduk kopi susunya. Sesekali helaan napas berat terdengar darinya. Donghae sudah kelantai atas untuk menemui Yesung.

Entahlah… Hyukjae merasa sedikit sedih saat Donghae hanya berlari melewatinya, tanpa menyapa ataupun menatapnya. Yang ada dipikiran namja tampan itu hanyalah Yesung, ummanya.

… Dan namja yang dicintainya. Hyukjae tahu. Donghae sangat mencintai Yesung. bahkan telah melebihi batas normal. Sudah bukan cinta anak kepada ibunya lagi.

Hyukjae sudah berusaha menata hatinya, berusaha melupakan namja yang dicintainya. Tapi jika setiap hari ia bertemu dengannya, akan sulit 'kan…?

Ya. Hyukjae mencintai Donghae. Tapi Hyukjae tahu cintanya ini bertepuk sebelah tangan.

… Bahkan tidak sedikitpun ia melupakan senyuman polos Donghae saat itu, dan bagaimana kelingking mungil Donghae bertautan dengan kelingkingnya.


FLASHBACK: ON


"Hae cayang Hyukkiee~~!"

Hyukjae sontak merasa wajahnya memerah. "C-cincca?" dia tidak bisa meredam senyum bahagianya mendengar pengakuan Donghae, anak tetangga sebelah yang sudah sejak lama menjadi teman bermain Hyukjae.

Donghae mengangguk mantap "Hyukkie akan cadi icteli kedua Hae cetelah umma!"

PLETAK

"Yak! Kenapa memukul Hae!? Hyukkie tidak mau cadi icteli Hae, eoh! ca'at(read: Jahat)!" rajuk Donghae sambil memegangi kepalanya.

Hyukjae cemberut. "Hae yang ca'at(read: Jahat)! Hyukkie 'kan tidak mau dimadu! Hyukkie mau cadi catu-catunya! Yecungie umma 'kan cudah punya Wonnie ahjucci!"

"Ne? Kalau begitu Hae hanya akan melamal Hyukkie caja~~!"

Hyukjae tersenyum puas. "Nah, gicu dong~!" ia mengangkat jari jempol mungilnya.

Donghae tersenyum cerah. "Kau haluc belcanci, Hyukkie! Hyukkie hanya akan menikahi Hae~! Yakco?" ia mengacungkan kelingking mungilnya.

Dan langsung disambut Hyukjae dengan senyum manisnya. "Yakcok~!"


FLASHBACK: OFF


Well… itu cerita dulu. Saat mereka masih sangat kecil. Wajar saja kalau Donghae sudah lupa. Tapi tetap saja… sedikit banyak Hyukjae berharap Donghae masih mengingat janji mereka.

… Sedikit saja.

"Apa yang terjadi?"

Hyukjae tersentak kaget saat mendengar suara dari arah belakangnya, ia menoleh dan mendapati Donghae tengah berdiri tak jauh darinya. "… Donghae…" gumam Hyukjae.

"Apa yang terjadi dengan ummaku?" ulang Donghae lagi. "Apa dia bertemu dengan Siwon?"

Hyukjae diam. Tak mampu menjawab.

"Kenapa kau diam saja…?" desis Donghae kesal.

Hyukjae hanya menggelengkan kepalanya lalu menunduk.

"… Aku anggap itu sebagai iya." Donghae menghela napas. "Malam ini aku akan tidur dengan umma. Kau tidurlah dikamarmu." Setelah berkata seenaknya begitu, Donghae langsung berbalik meninggalkan Hyukjae sendirian.

Hyukjae terkekeh. Ini rumahnya, tapi entah kenapa dia merasa seperti… orang asing. "Dasar ikan bodoh…" lirih Hyukjae. "Padahal kau menghapus sms dari Junsu. Membuatku pergi ketempat kerjaku seperti orang bodoh."

"…" Hyukjae terdiam. Menatap jam dinding. Sudah jam 8 malam. Dia sudah harus pergi ketempat kerja sambilannya. Hyukjae meminum habis kopinya dalam sekali teguk, lalu melangkah menuju pintu rumah. Merapatkan jaketnya saat merasakan hawa dingin yang menusuk tulang tatkala pintu rumahnya terbuka.

"…"

:

:

-Donghae's Side…

"… And i… siiing… a meelodyyy… and hopes to God…" Donghae menatap wajah Yesung yang tampak gelisah. "… He's listening… sleeping softly while I singing… I'll… beee… your… memories… your lullaby for… all the time…hoping that my voice… could get it right…"

Suara merdu Donghae terus mengalun. Bermaksud menenangkan Yesung yang tampak gelisah dalam tidurnya. Tangan Donghae aktif mengelus surai raven Yesung.

"Hiks… W-Wonn… ie…"

Dan hanya isakkan itu yang terus meluncur dari bibir Yesung. Dan setiap Yesung terisak, akan membuat dada Donghae semakin sesak. Sangat sesak, sehingga Donghae merasa tidak tahan lagi. Nyanyiannya terhenti, bergantikan dengan hening yang terasa mencekam.

"Umma…" Donghae menatap nanar Yesung. "… Apa sampai kapanpun… kau tidak bisa menatapku…?"

"Khh…" Yesung tampak menggeliat resah ditidurnya. Setetes cairan bening bahkan meluncur turun dari sudut matanya. "W-Wonnie… hiks… jangan… tinggalkan aku…"

"…"

"… Aku mencintaimu…"

Donghae diam. Membiarkan rasa sakit semakin menyeruak didadanya. Dia ingin pergi dari sini. Jauh dari sini. Membawa ummanya pergi. Membawa ummanya pergi, menjauhi Siwon.

Karena dia takut… Yesung akan berpaling meninggalkannya… dan berlari kepelukan Siwon.

Donghae takut. Sangat takut.

"Umma…" sebuah bisikan lirih keluar dari bibir tipisnya. "… Aku mencintaimu… sangat mencintaimu… seluruh jiwaku… setiap napasku… semua kebahagiaanku… hanya untukmu… aku mencintaimu…" perlahan ia mengecup lembut dahi Yesung, sedikit lama.

'Aku tahu aku telah mengatakan ini berulangkali. Tapi aku bersungguh-sungguh… aku sangat mencintaimu…'

Menjauhkan wajahnya saat melihat Yesung sudah tidak bergerak resah lagi. wajah ummanya justru terlihat sangat damai dan bahagia. Sebuah senyuman nampak diwajah Donghae. "Umma-"

"Nado saranghaeyo… Wonnie…"

DEG

Sekali lagi, senyuman itu luntur dari wajah tampan Donghae. Hanya menyisakan raut wajah kosong. Yang membuat hatinya semakin sakit, saat melihat wajah bahagia Yesung.

"Kau mengira… yang mengatakan semua itu adalah 'dia', umma…?" lirih Donghae tanpa bisa menyembunyikan kesedihannya.

"…"

Hening melanda kamar itu, namun Donghae kembali membuka mulutnya, dan bernyanyi lirih…

"I love you… more than you ever know… I love you… until the tiny pieces of you…"

"Even if… those beautiful eyes… never look at me… I'm still here… waiting… for you… to look at me…"

Donghae memejamkan matanya, mengingat lagi semua hal yang pernah dilakukan Yesung untuknya. Betapa dia mencintai sang umma… meski orang yang dicintainya itu tidak membalas perasaannya.

"I am the happiest person… in this world… when I can lean in… and kiss your sweet lips… taste that sweet lips of yours…"

"And when that beautiful lips smiled… you have… all of me… you are… my world… my dream… my future… how I dreamed that I can be together… with you… forever…"

"Just with… your smile…"

Setetes liquid kembali meluncur turun dari sudut mata Donghae, namun suaranya sama sekali tidak bergetar. Tetap menyanyi dengan lirih namun penuh keyakinan serta ketulusan.

"… I… love you… more than… anyone else… in this world…"

"If I have… one wish… in my life… I want your love…"

"… I want those arms… to hug me when I am comin'… home… that lips… to kiss me when I open… my eyes… just… everything… about you… I want to have you… all by myself…"

Perlahan kelopak mata Donghae mulai berat, namun suaranya tidak berhenti. Tetap mengalun dengan lirih.

"I love you… I love you… I really… really do… and if I have one chance… let me prove it… that… i… love… you…" (Lagunya Ucchan ngarang, mian kalo ada bahasa Inggris yang salah!T..T)

… Dan akhirnya dia tertidur disamping Yesung, namun kedua lengannya seakan tak bisa memeluk tubuh rapuh disampingnya.

Sebaliknya. Dia berbalik. Dan untuk pertama kalinya, seorang Donghae tidur dengan membelakangi Yesung. Tanpa pelukan hangat untuk sang umma.

:::

Semuanya begitu menyakitkan.

Dan saat aku tersadar.

Aku telah melukainya.

Melukai Siwon.

Hyukjae.

Sungmin.

Kyuhyun.

… Bahkan tanpa kusadaripun…

… Aku membenci…

-Diriku sendiri…

:::

-Esoknya…

Ketika Yesung bangun, dia tidak menemukan sosok Donghae disampingnya. Padahal biasanya Donghae selalu menunggunya sampai Yesung terbangun, baru dia berangkat kerja.

Yesung menatap kosong kearah langit-langit kamar.

Mengingat lagi alunan suara lirih yang menemaninya tidur semalaman. Suara Donghae… samar, namun Yesung dapat mendengarnya…

"… I love you… I really… really do…"

Yesung duduk diranjang, dan memeluk lututnya. Menatap nanar kearah lantai. "… Mian, Hae… jeongmal… mianhae…"

Tap

Tap

Tok tok

"Sungie umma? Apa kau sudah bangun?"

"… Ya…" lirih Yesung. dapat didengarnya pintu kamar terbuka perlahan, dan menunjukkan wajah khawatir Hyukjae.

"Sungie umma…" Hyukjae melangkah mendekati Yesung, meletakkan nampan berisi bubur buatannya sendiri diatas meja nakas beserta segelas susu strawberry, lalu menatap Yesung sedih. "Gwenchanayo, umma…?"

"Ani… nan gwenchana…" Yesung berusaha tersenyum, namun yang muncul hanyalah sebuah senyuman pahit.

Hyukjae membelai surai Yesung dengan lembut. "Mian, umma… seandainya aku tidak meninggalkanmu sendirian…"

Yesung menggeleng pelan. "Ani, itu sama sekali bukan kesalahanmu, Hyukkie chagi… itu semua kesalahanku… seandainya aku tidak keluar rumah, aku pasti tidak akan bertemu dengan Siwon…"

Hyukjae hanya menatap Yesung nanar. Yesung terlihat sangat hancur…

"… Sudah pergi…?"

"Ne?"

"Apa Hae… sudah pergi…?" tanya Yesung lagi.

Hyukjae mengangguk. "Katanya Sungmin hyung tiba-tiba meneleponnya . nanti malam fashion shownya 'kan?"

"Ah… iya juga…" Yesung mengangguk kecil. Bagaimana dia bisa lupa? Hari ini fashion show yang diikuti Donghae akan digelar. Berarti besok atau lusa dia dan Donghae sudah bisa pulang kembali keKanada.

"Sungie umma… apa kau mau menontonnya denganku?" tanya Hyukjae sambil menunjukkan dua tiket yang diberikan Donghae padanya tadi pagi.

Yesung tersenyum manis. "Tentu, Hyukkie chagi!" dia memeluk Hyukjae erat, dan langsung dibalas Hyukjae dengan tidak kalah erat.


-Donghae's Side…

"Kau baik-baik saja, Aidensshi?"

Donghae melirik kearah salah seorang yeoja yang merupakan teman seprofesinya. "Ne, nan gwenchana, Hyorinsshi."

Yeoja bernama Hyorin itu takjub. "Wuaah~! Kau bisa berbahasa Korea dengan lancar! Bukankah kau dari Kanada?"

"Iya! Hebat sekali~!" kini seorang yeoja lain muncul mendadak dan menggelayut manja dilengan kekar Donghae.

"Lepaskan aku." Desis Donghae dingin sambil menepis tangan yeoja itu.

"Aww… kau jahat sekali, oppa~! Kau membuatku terluka~!" yeoja itu mempoutkan bibirnya, berusaha terlihat manis dimata Donghae. Tapi Donghae malah tampak sangat malas hanya untuk menatapnya.

"Sudah, sudah! Jangan ngerumpi disini! Kembali bekerja sana!" Sungmin datang mendadak dan langsung mengusir beberapa model yeoja yang mengerubungi Donghae. "Kau kenapa sih? Konsentrasilah, Hae ya!"

Donghae merapikan rompi birunya yang melapisi kemeja berwarna hitam sekelam malam. "Neee…" sungutnya malas.

Sungmin mengernyit. "Kau kenapa sih? Apa kau ada masalah dengan Yesungie hyung?"

"Ani! A-aku dan umma baik-baik saja!" jerit Donghae spontan. Dan Sungmin langsung tahu kalau dia tepat sasaran.

"Hei, apa yang kau lakukan padanya?! Kau tidak menyakitinya 'kan?!" tanya Sungmin heboh.

Donghae mendelik. "Diam kau! Dasar kelinci berotot!"

"MWORAGO?!"

Donghae tidak memperdulikan jeritan serta omelan Sungmin. Dia membayangkan apa yang sedang dilakukan ummanya dirumah Hyukjae. Ummanya pasti merasa heran saat melihatnya sudah pergi duluan. Sungguh, Donghae tak sanggup melihat obsidian Yesung.

… Dia ingin mereka cepat pulang. Meninggalkan negara ini. Meninggalkan Siwon. Donghae tidak akan tenang sebelum membawa Yesung pergi dari negara ini.

Lebih cepat, lebih baik. Karena dia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi jika mereka berdua tinggal lebih lama.


-Malamnya…

Hyukjae mematut dirinya sendiri didepan cermin. Dia tampak sangat manis walau dengan setelan jas berwarna cokelat lusuh peninggalan Kangin, ayahnya. Acara yang akan didatanginya ini adalah acara formal, jadi Hyukjae harus memakai pakaian terbaiknya. Setelah yakin dengan penampilannya, Hyukjae melangkah kekamar Yesung dan Donghae.

Tok tok

"Sungie umma…? Hyukkie masuk, ne." Hyukjae membuka pintu, dan mendapati Yesung yang duduk didepan meja rias, menatap pantulan wajahnya dicermin. Nampak namja itu telah memakai setelan jas berwarna merah marun yang pernah dibelikan Donghae untuk ulang tahunnya.

"Sungie umma… gwenchanayo?" tanya Hyukjae sambil menepuk pelan bahu Yesung.

Yesung hanya diam. Tetap menatap kosong kearah cermin. Matanya tampak sembap. Sepertinya baru habis menangis.

Hyukjae ikut menatap pantulan wajahnya dengan sedih. "Sungie umma… semangatlah… Donghae pasti tidak mau melihatmu seperti ini…"

Perlahan sudut bibir Yesung tertarik membentuk sebuah senyuman tipis. "… Ne… aku tahu…"

Hyukjae mengusap-usap surai Yesung dengan lembut. "Ayo kita pergi, umma… fashion shownya mulai setengah jam lagi. jangan sampai kita terlambat melihat Donghae."

Yesung menoleh kearah Hyukjae, menatapnya tetap dengan pandangan kosongnya, dan mengangguk kecil. "… Baik."

Hyukjae tidak suka melihat Yesung seperti ini. Seperti orang yang sudah tidak punya semangat hidup. Tapi apa yang bisa dia perbuat…?

:

:

-Ming Fashion Show(?)…

"Apa kalian sudah siap?" tanya Sungmin pada para model yang tengah sibuk merapikan dandanannya. "Acaranya akan dimulai sebentar lagi!" Sungmin mengintip kearah panggung. "Wuaah… banyak sekali yang datang! Bahkan ada Cocola Chio! Kritikus fashion asal Jepang yang terkenal akan ketajaman lidahnya! Duuh, eotteokhe? Bagaimana kalau nanti ada model yang terjatuh? Bagaimana kalau dia tidak suka pakaian buatanku? Bagaimana kalau dia pulang ditengah pertunjukkan?!"

Mari kita tinggalkan dulu Sungmin dengan beribu pikiran negatifnya. Kita beralih pada Kim Donghae yang diam walau sudah dikerubungi beberapa model yeoja centil yang memeluk lengannya.

Apa Yesung akan datang? Donghae rasa Yesung memang akan datang. Toh, dia sudah memberikan dua tiket kepada Hyukjae.

Apa Siwon akan datang? … Ini yang Donghae takutkan. Apa yang akan terjadi jika Yesung bertemu dengan Siwon…? Donghae harap Hyukjae akan menjaga Yesung dari Siwon.

"Hae ya."

… Oh iya. Soal namja Cho itu… apa dia sudah putus dari Sungmin? Kalau begitu dia pasti mengincar Yesung. Bagaimana ini?

"Hae ya!"

Dan bagaimana kalau banyak namja hidung belang yang menggoda ummanya? Yesung memang terlalu manis, tubuhnya juga sangat menggoda untuk ukuran namja. Apa yang harus Donghae laku-

"HAE YAA!"

Donghae tersentak dari lamunannya saat mendengar bentakkan beribu oktaf dari arah sampingnya. Dia menoleh dan menemukan wajah cemberut Sungmin. "Jangan melamun dong! Acaranya akan dimulai 5 menit lagi! ingat! Kau harus professional!"

Donghae memutar obsidiannya jengah. "Ya, ya… aku mengerti, Mingmong."

Baru saja Sungmin hendak menerkam Donghae, asistennya sudah mencegahnya. Tentu, Sungmin tidak mau make upnya luntur ataupun pakaiannya robek hanya karena bertengkar dengan Donghae.

Setelah sang asisten mendorong Sungmin secara paksa kearah panggung –mengingat Sungmin masih bersikap pesimistis dan ragu, sang asisten menyuruh semua model berbaris.

Donghae berdiri paling belakang. Dia menghela napas. Oke, dia harus professional. Masalah ummanya dan Siwon dan namja Cho itu nanti saja. yang penting sekarang Donghae harus melakukan yang terbaik agar tidak mempermalukan Sungmin. Donghae tahu walau kasar, Sungmin sebenarnya adalah namja yang baik.

'Apa kau sudah datang, umma…?'


-Yesung's Side…

"Kajja, umma!" Hyukjae menggandeng Yesung keluar dari lift. Ia lalu menunjukkan dua tiket yang dimilikinya kepada petugas yang ditemuinya. Petugas itu membungkuk dan mempersilahkan mereka masuk melalui pintu berukuran besar yang dijaga oleh dua petugas berpakaian rapi.

Yesung hanya diam, membiarkan Hyukjae menuntun langkahnya. Dia takut bertemu Siwon disini.

"Yesung hyung…"

Yesung menoleh, dan obsidiannya membulat melihat sosok yang memanggilnya. "Gui Xian…"

Hyukjae mengerutkan alisnya. "Nuguseyo?"

Kyuhyun tersenyum menawan. "Aku hoobae Yesung hyung."

Hyukjae manggut-manggut. "Kalau begitu, ayo kita duduk sama-sama!" tawarnya ceria. Tidak menyadari ketidaknyamanan Yesung.

"Ya… baiklah." Kyuhyun tersenyum, lalu menggenggam erat tangan Yesung yang satunya lagi.

Yesung sontak menundukkan kepalanya. Tak mampu membalas tatapan lembut Kyuhyun padanya.

'… Hae…'

:

:

Donghae mengecek penampilannya sekali lagi. gilirannya hampir tiba. Dan saat model didepannya melangkah kepanggung, Donghae segera berdiri tegak. Dan dengan isyarat dari asisten Sungmin, Donghae melangkahkan kakinya keatas panggung. Melangkah dengan ekspresi datar tapi tetap terkesan mempesona khas model. Ia lalu berpose sejenak, sementara obsidiannya diam-diam mencari ummanya.

'Ah, itu umma-'

DEG

Donghae melotot saat melihat sosok Kyuhyun disamping Yesung. '… Namja itu… apa yang dilakukannya…?'

"…" Donghae terpaku ditempatnya, menatap kearah Kyuhyun dengan tatapan bingung dan kesal.

"Hae…!"

Donghae tersentak kaget. Ia lalu berbalik dan melangkah. Bisa-bisanya dia melamun, padahal dia sedang bekerja! Donghae merutukki dirinya sendiri. Dia lalu berdiri disamping model lain yang telah berpose.

Sungmin lalu melangkah lagi keatas panggung dengan senyum kecut –dan Donghae tahu apa penyebabnya, Sungmin pasti telah melihat Kyuhyun. Obsidian Donghae kembali mengarah keYesung yang tengah menatapnya juga.

Yesung diam, menatap Donghae yang tengah memandangnya khawatir. Yesung tahu Donghae tidak suka Yesung berdekatan dengan Kyuhyun.

"Yesung hyung…"

Yesung menoleh kearah Kyuhyun dengan senyum yang sedikit dipaksakan. "Ne?"

"Bisakah kita bicara? Berdua saja?"

Hyukjae sontak menggeleng. "Jeosonghamnida, Kyuhyunsshi! Tapi saya tidak setuju!"

Yesung dapat melihat kesedihan dan kesakitan dikedua caramel Kyuhyun. Dan hal itu membuatnya mengangguk. "Gwenchana, Hyukkie… umma akan segera kembali…"

Kyuhyun tersenyum lembut, lalu meraih tangan Yesung dan mengajaknya pergi. Meninggalkan Hyukjae yang hanya terpaku disana.

Donghae mengernyit. Kemana namja Cho itu mengajak ummanya?! Donghae ingin berlari kesana dan menghentikan mereka. Tapi hal itu akan menghancurkan acara Sungmin. Namja bergigi kelinci itu masih berbicara –dengan suara yang sedikit bergetar.

Yang bisa Donghae lakukan sekarang adalah berdoa semoga acara ini akan segera selesai.

:

:

Drap

Drap

"Hhh…! Umma…!" obsidian Donghae menyebar kesegala penjuru seiring kakinya yang terus berlari. Firasat buruk menyerangnya. Dimana Yesung sekarang? Begitu acara selesai, Donghae langsung pergi tanpa pamit.

"…"

"…"

Langkah Donghae terhenti, ia menajamkan pendengarannya saat mendengar suara-suara. Ia melangkah mengendap-endap mendekati asal suara, dan menemukan Yesung dan Kyuhyun yang berdiri tak jauh darinya tengah berada di taman kecil dibelakang mall.

"Umma-"

DEG

Donghae memandangi pemandangan didepannya dengan tatapan kosong. Dimana Kyuhyun dan Yesung berpelukan, sementara Yesung menangis. Dan Donghae dapat mendengar dengan jelas isakkan Yesung.

"Aku masih… hiks… mencintainya, Kyu… mian… hae…"

"… Aku masih… mencintai Siwon…"

:

:

-Hyukjae's House…

Hyukjae meneguk susu strawberry yang baru saja dibelinya. Donghae belum pulang, Sungmin juga tidak tahu dia kemana. Yesung bersikeras akan menunggu Donghae. Tapi Hyukjae berhasil membujuknya untuk tidur.

Hyukjae melirik sekilas kearah jam dinding. Sudah jam 10 malam…

BRAK

BRAK

Hyukjae terlompat dari kursi kayunya saat mendengar suara keras dari pintu depan. Ia buru-buru berlari kearah pintu depan. Ia terkejut saat tahu yang memukul-mukul pintu rumahnya adalah Donghae.

"Yak! Donghae! Kenapa kau baru pulang?!" Hyukjae membuka pintu rumahnya, dan Donghae langsung melangkah melewatinya dengan lunglai.

"D-Donghae?" Hyukjae mengernyit. Ada bau alkohol menguar dari tubuh Donghae. Apa Donghae minum?

"…" Donghae melangkah cepat kearah kamar orang tua Hyukjae, tempat dimana Yesung tengah tertidur.

BRAK!

Yesung yang memang belum tertidur karena ingin menunggu Donghae langsung terlonjak kaget saat pintu kamar terbuka dengan kasar. Ia menoleh dan mendapati Donghae. "H-Hae…! Kau sudah pulang?" tanya Yesung dengan senyum lebar.

Donghae menatapnya dengan tatapan ambigu. Ia berbalik, lalu meraih kunci kamar.

Cklek

Yesung menatapnya tegang. "H-Hae…? Kau… baik-baik saja…?"

Donghae menghela napas panjang. Ia lalu berbalik kearah Yesung, menatapnya dengan wajah dinginnya. Seketika Yesung langsung merasakan tubuhnya bergetar hebat. Tanpa sadar ia bergerak mundur, berupaya menghindari tatapan tajam Donghae.

Duk

Yesung merutuki punggungnya yang telah menyentuh nightstand ranjang.

"Umma…" Donghae melangkah mendekatinya, lalu perlahan menaiki ranjang mereka berdua. "Kenapa kau… terlihat ketakutan…?"

Yesung menggeleng. Tubuhnya gemetar, apalagi saat obsidian tajam Donghae bertemu dengannya. Dia tidak melihat kelembutan dan cinta, hanya… kekecewaan, kemarahan, …

… Serta rasa sakit yang kentara.

"Ini Hae, umma… tidak usah takut…" Donghae meraih tangan Yesung, lalu mencengkramnya sangat kuat hingga membuat Yesung sedikit meringis. "Aku mencintaimu, umma…" bisik Donghae parau. "Aku sedih saat melihatmu pergi tadi…"

"H-Hae… lepas…" rintih Yesung, apalagi Donghae semakin menguatkan cengkraman tangannya.

"… Kenapa…?" lirih Donghae dengan suara bergetar. Raut wajahnya berubah, menjadi sangat marah. "KENAPA KAU TIDAK BISA MELIHATKU?!"

BRAK

Dalam sekali tarikan, Yesung telah berada dibawah Donghae. "Ukh! H-Hae…!"

Donghae tidak menjawab. Dia langsung membungkam bibir cherry Yesung dengan kasar, satu tangannya menahan kedua tangan Yesung diatas kepala Yesung, sementara satu tangannya yang lain mempreteli kancing piyama Yesung.

Yesung berusaha berontak, tapi Donghae terlalu kuat. "H-Hmphh! L-lep… akh!"

Donghae tidak perduli. Dia tetap mencium bibir Yesung dengan penuh nafsu, sementara tangannya menggerayangi dada Yesung. ia telah dibutakan oleh amarah dan ego.

"Hae…! H-hentikan!"

"…"

"Kh…! H-Hae…!"

:

:

Tes

:

:

Yesung mengingatnya lagi. Siwon. Malam itu. dimana Siwon memasukinya dengan kasar. Tanpa memperdulikan teriakannya. Tidak mengindahkan semua jeritannya. Bahkan tak menggubris tangisannya.

Hal itu terjadi lagi. Kini Donghaelah yang melakukannya. Donghae tidak memperdulikannya. Menyentuhnya dengan kasar, dan menciumnya dengan penuh nafsu.

BRAK

BRAK

"SUNGIE UMMA?! DONGHAE! BUKA PINTUNYA!"

BRAK

BRAK

Yesung memejamkan matanya, berupaya menahan isakkan yang akan keluar sebentar lagi.

'Kenapa Hae…?'

'… Kenapa kau melakukan ini…?'

:::

"Hae cayang umma~!"

"Umma! Lihat lihat! Hae menemukan bunga ini~! Cantik bukaan~? Tapi tetap umma yang paling cantiiik~~!"

"Umma! Hae balu caja membaca buku monyet jelek! Hae jadi belpikil, umma! Bagaimana kalau kita nge-cekc?"

"Hae belcungguh-cungguh caat becal nanti, Hae akan menikahi umma!"

"Makanya umma! Tunggu Hae cebental lagi, ne! Hae pacti tidak akan membuat umma menangic! Hae akan jadi namja tampan yang celalu membuat umma telcenyum!"

"UMMA! UMMAA!"

"… Di setiap helaan napasku. Di setiap detak jantungku. Bahkan di setiap pagi aku membuka mata, ataupun saat malam aku menutup mata…"

"… Aku selalu mencintaimu…"

"Umma sempurna. Sangat sempurna. Tapi umma terlihat paling sempurna saat sedang tersenyum…"

"… Hae sayang umma… tolong jangan tinggalkan Hae… Hae tidak akan menyakiti umma… Hae janji…"

"… I love you… I really… really do…"

:::

Tes

Tes

Yesung kembali membuka matanya saat merasakan ada tetesan air diwajahnya. Dan yang pertama ia lihat, adalah wajah Donghae yang tengah menangis.

"H-Hae-"

"Hae sangat… mencintai… umma…" suara Donghae terdengar bergetar, dan hal itu semakin membuat Yesung sakit. "Sangat… tolong… lihat Hae… sekali saja… lihat Hae, umma… lihat… Hae… jangan tutup… mata umma…"

Tubuh Donghae bergetar, dan beberapa isakkan lolos dari bibirnya. "Hae telah… melukai umma… Hae bodoh…"

Yesung menggeleng lemah. "Ani, Hae…! Kau tidak-"

"Sakit, umma… rasa ini sangat menyiksa… saat Hae mencintai…" ia mengepalkan tangannya, sementara rahangnya mengeras. "Hae… telah berusaha menjadi kuat, umma… semuanya untuk umma… Hae belajar tinju… Hae belajar… bela diri… semuanya untuk umma…"

Dapat Yesung rasakan air matanya ikut mengalir. "Hae…"

"Hae sudah menyakiti umma…" Donghae perlahan menjauhi tubuh Yesung. "Hae gagal… Hae sama dengannya… Hae membuat umma menangis…"

"… Maafkan Hae."

Drap

Drap

Cklek

BRAK

"HAE!" Hyukjae menjerit saat Donghae mendadak membuka pintu, dan langsung berlari menjauh. Ia menatap punggung Donghae yang semakin jauh, dan memutuskan masuk kedalam kamar. "S-Sungie umma!" ia buru-buru mendekati Yesung yang nyaris telanjang.

Yesung memunguti pakaiannya dengan panik. "H-Hae…!"

"Apa yang terjadi?!"

"U-umma harus mencari Hae…!" Yesung terbata. Ia memakai pakaiannya, dan tanpa mengenakan alas kaki langsung berlari keluar kamar.

Hyukjae tersentak dan mengejar Yesung. "Umma!"

:::

Jangan paksakan cinta.

Jangan salahkan cinta.

Jangan membenci cinta.

:::

JRASSHHH…

Donghae tidak perduli dengan hujan yang turun dengan deras membasahi bumi. Tidak dipedulikannya juga pakaiannya yang basah dan tubuhnya yang kedinginan. Dia tidak bisa berhenti berlari. Berlari dari kejadian tadi. Saat Yesung menangis karena dirinya.

'Salahkah aku jika aku mencintaimu, umma…?' isakkan itu kembali keluar dari bibirnya, namun teredam oleh suara hujan. 'Kenapa? Kenapa kau tidak bisa menerimaku…?'

'Apa yang salah denganku…? Apakah aku kurang untukmu…? Apa 'dia' lebih baik bagimu…?' pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk diotak Donghae. Tubuhnya benar-benar letih, tapi kakinya tetap berlari.

"KENAPA?!" Donghae menggeleng dengan perasaan kecewa dan sakit. "… Kenapa… aku tidak bisa mencintaimu…?"

"…"

:

:

Cpak

Cpak

Yesung terus berlari tanpa memperdulikan pakaiannya yang telah basah kuyup, ataupun kakinya yang terasa nyeri karena tidak memakai alas kaki.

"HAEE!" pekiknya, berusaha melawan bunyi hujan yang turun dengan deras. Ia melontarkan pandangannya kesegala arah, dan hanya menemukan kegelapan. Hari memang sudah malam, dan hujan membuat keadaan semakin sepi.

Yesung telah meminta Hyukjae untuk mencari Donghae juga. Awalnya Hyukjae bersikeras ingin pergi bersama, tapi Yesung memohon hingga akhirnya Hyukjae setuju dengan syarat jika ada apa-apa Yesung akan langsung menghubungi ponselnya.

"HAEE!" teriak Yesung sekali lagi, namun nihil, tak ada jawaban. Yesung terus memacu kakinya berusaha mencari keberadaan Donghae. Tetapi dia tetap tidak menemukannya. Rasa takut mulai menyergapnya. Sungguh, dia tidak marah apalagi benci pada Donghae. Dia tahu Donghae sedang mabuk.

Kalau sampai terjadi sesuatu pada Donghae, Yesung tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Tanpa memperhatikan sekelilingnya, Yesung menyeberang jalan.

JDAARRR!

Yesung tersentak kaget saat mendengar suara gemuruh dari atas langit dan langsung berjongkok. Tubuhnya mulai bergetar hebat sementara kedua lengannya menutupi kepalanya penuh ketakutan. "H-Hae… Hae…!"

TIIINNN

DEG

Yesung menoleh, dan terpana saat melihat cahaya terang yang semakin mendekat kepadanya.

"YAK! AWAS!" Yesung dapat mendengar suara seseorang, dan sejurus kemudian dia dapat merasakan pelukan ditubuhnya.

BRUGH

"KIBUMMIE HYUNG!"

CIIIT

BRAK!


-Hyukjae's Side…

Kaki Hyukjae membawanya ketempat ini. Taman bermain yang terletak tidak terlalu jauh dari rumahnya. Taman bermain yang dulu selalu menjadi tempat bermainnya dengan Donghae saat mereka kecil.

Ia menyebar pandangannya. Kearah jungkat-jungkit, perosotan, ayunan, dan… gua jamur mini yang terletak ditengah taman bermain. Ia melangkahkan kakinya mendekat, lalu berjongkok.

Dan yang pertama ia temukan adalah… sesosok namja dewasa yang tengah memeluk lututnya dengan pandangan kosong.

"… Hae."

Donghae tetap diam, tak menggubris panggilan Hyukjae.

"…" Hyukjae tanpa permisi langsung merangkak masuk kedalam gua mini yang memang didesain untuk anak-anak itu. "Hei…" panggilnya lagi setelah berhasil duduk –walau tidak nyaman.

"…"

"Sungie umma sangat mengkhawatirkanmu…"

"…"

Hyukjae menghela napas. Ia memandangi Donghae yang tetap berwajah kosong. "Kenapa kau melakukan itu…?"

"…"

"Kau melukainya. Kau tahu itu 'kan…?"

"…"

"Tidak perduli semarah apapun pada Sungie umma, kau tidak bisa memperlakukannya seperti itu."

"… Berisik."

Tanpa memperdulikan raut wajah Donghae yang mulai kesal, Hyukjae tetap berkicau. "Kalau begini caranya kau tidak ada bedanya dengan Siwon ahjussi."

"… Jangan sebut nama itu didepanku."

Hyukjae menaikkan sebelah alisnya. Memandang remeh kearah Donghae. "Siwon ahjussi."

"… Ck."

Hyukjae meniru gaya Donghae, memeluk lututnya. "… Kenapa kau lari…?"

Tatapan Donghae sontak menyendu. "… Karena aku telah… membuatnya menangis…"

"…"

"… Aku telah melukainya… padahal aku telah berjanji… umma akan meninggalkanku… dia akan membenciku…"

"Bodoh." Gumam Hyukjae. "Sungie umma tidak akan membencimu. Dia sangat menyayangimu. Kau tahu itu…?"

"…"

Hyukjae memejamkan matanya. "Dulu… ada orang yang bilang akan melamarku…"

Donghae mengernyit. "… Jinjja…?"

Hyukjae mengangguk. "Hm… tapi setelah mengatakan itu, dia malah meninggalkanku… dan melupakanku…"

"… Oh ya…? dimana orang itu sekarang?"

Hyukjae membuka kedua matanya, lalu menatap Donghae datar. "… Orang itu… ada didepanku sekarang."

"… Hah?"

"Bocah ikan sok dewasa… yang dulu berjanji akan melamarku… ada didepanku sekarang…" Hyukjae memiringkan kepalanya, tanpa melepas pandangannya dari obsidian Donghae.

"… Dan namja ikan sok dewasa yang pendek itu…" sebuah senyuman tampak diwajahnya. "… Dia adalah cinta pertamaku."

:::

Aku bertemu denganmu.

Sejak kecil.

Memikirkanmu.

Saat remaja.

Dan mencintaimu.

Ketika dewasa.

Satu kalimat saja yang ingin kudengar darimu.

"… Maukah kau menikah denganku…?"

:::

TBC

*muncul*/dilempar tomat busuk

Annyeooong~! Mian telaaat!*pasang muka sok innocent*/plak/ mian kalo chapt ini mengecewakan ne!T^T tapi coba tebak! Ucchan udah mutusin pair terakhirnya! Mwaahhahaha! Kayaknya Bumdad bakal koma nih! Gak papa yah! Yang penting Bumdad muncul dichapt ini!/digampar/ Ucchan sampa nangis bombay pas ngetik bagian Donghae... sediiih banget hidupnya...T..T jeongmal mianhae, Hae oppa... maafkanlah kawan seperlautanmu(?) ini!

BTW, Ucchan ngetik ni ff pagi ini, gak sempat bales review! JEONGMAL MIANHAEEE!T0T" tapi Ucchan beneran udah baca semua review yang masuk loh! N Ucchan jadi mendapat semangat galau(?) untuk ngelanjutin nih ff! Tapi agak maksa jadi semoga gak terlalu aneh!=w="

Nah... tinggal sekitar 2 chapt lagi~! Ucchan akan berusaha menamatkannya!XD semoga gak mengecewakan ne chapt ini! Ucchan was-was pas mau ngupload...T..T"

Kalo ada masukan, saran, atau kritik, Ucchan terima dengan lapang dada kok! Karena semua yang telah diberikan readerdeul sangat berarti buat Ucchan!^^*ngegombal*/plak/ jadi jangan segan, dan ungkapkan semua uneg-uneg kalian~!^0^

Singkat kata,

REVIEW PLEASE?^^