Umur Cast:
Choi Siwon: 37 tahun
Choi Yesung: 35 tahun
Choi Donghae: 19 tahun
Lee Hyukjae: 20 tahun
Lee Sungmin: 36 tahun
Cho Kyuhyun: 35 tahun
Kim Kibum: 34 tahun
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN:
A Little Bit Of Love
Chapter 11: Broken
RATED: T (Hhh…/plak)
PAIR: Sudah diputuskan! Silahkan dibaca!^_^b
Genre: Hurt/comfort, family, romance, angst(hahahah)
Disclaimer: God, Parents, SM, ELF, Self. Except Yesungie! HE'S MINE! #PLAK
Warn!: OOC, YAOI/BL(Boys!Love), angst gaje, romancenya garing, alur ngadat, super cepat, Fic Request, Incest, CRACK PAIR!
DLDR!
:::
SMILEEEEE~~~!(Readerdeul: APAAN SIH?!)
:::
"Aku mati-matian melindungi cintaku padamu…"
"…"
"… Tapi bodohnya, aku sama sekali tidak bisa melindungi cintamu padaku."
:::
Hening masih melanda… keduanya tak bergerak, hanya saling melempar pandangan kosong. Bunyi hujan diluar semakin deras, namun tak sedikitpun Hyukjae merasa dingin.
"… Dia ada didepanku." Ulang Hyukjae lagi, seakan meminta respon Donghae. Berharap Donghae mengingat janjinya. "… Kau ingat…? Waktu itu kau bilang kau mau melamarku." Hyukjae terkekeh. "… Tapi kau malah pergi…"
Donghae tetap diam. Memandangi wajah Hyukjae yang tersenyum kecut. Tak ada satupun kata yang lolos dari bibirnya.
Hyukjae menghela napas. "Gwenchana. Kurasa kau sudah lupa. Toh, itu cerita saat kita masih kecil." Hyukjae menunduk, berusaha menyembunyikan air matanya yang mulai tergenang. "… L-lupakan saja apa yang kukatakan tadi."
Jraashh
Donghae melempar pandangannya keluar, menatap hujan yang semakin deras. Tak berani membuka mulut. Takut akan keluar kata yang salah. Takut akan semakin melukai Hyukjae.
"… Kau ingat, Hae…?" lirih Hyukjae memecah keheningan. "Dulu aku dan kau sering bermain ditaman ini. Sungie umma dan ummaku selalu menemani kita bermain… kita bahkan pernah membuang dompet ummaku didanau…"
"…"
"… Dulu kau juga pernah… mendorongku dari atas seluncuran hingga membuat kakiku terluka." Hyukjae tersenyum. "Aku menangis seharian itu, dan tak mau bicara padamu selama seminggu."
"…"
"… Lalu… kau datang…"
FLASHBACK: ON
"… Hyukkie…"
Hyukjae kecil tersentak saat mendengar suara lirih Donghae. Ia menoleh sedikit, hanya untuk menemukan wajah sendu Donghae, lalu kembali membuang muka. Menyibukkan diri dengan kertas yang sudah penuh dengan coretan krayonnya.
Donghae kecil berlari mendekati Hyukjae yang tampak acuh duduk disofa ruang tamunya. "Hyukkie cedang gambal apa…?" tanyanya dengan senyuman lebar khasnya. Menyembunyikan sesuatu dibelakang punggungnya.
"…" Hyukjae tetap diam. Melanjutkan gambarnya.
Donghae memandangi gambar Hyukjae. Seekor ikan nemo… tampak memakai rambut badut biru jelek dan hidung bulat merah besar serta rok balet berwarna merah muda… jangan lupakan wajahnya yang penuh corat-coret tidak jelas. Disampingnya tampak seekor monyet yang memakai topi panjang hitam berwajah galak dengan cambuk ditangannya. Tampaknya monyet itu sedang memaksa ikan nemo itu menari balet (dan tentu saja susah mengingat ikan nemo tidak memiliki kaki).
Sejurus setelah melihat gambar Hyukjae, Donghae tahu bahwa ikan nemo malang yang ada dikertas gambar Hyukjae adalah perwujudan dirinya(?).
"Hyukkie… macih malah cama Hae…?" tanya Donghae lirih. Melirik sekilas kaki Hyukjae yang masih diperban.
"…" bibir Hyukjae masih terkatup rapat. Tidak mau bersuara.
Donghae memilin ujung kaos nemo birunya sedih. "Hae minta maap, Hyukkie… Hae tidak cengaja mendolong Hyukkie…"
"…"
Donghae tersenyum kecut. "Umm… itu… Hae paham kalau Hyukkie benci pada Hae… pokoknya Hae ingin minta maap… Hae cangat menyayangi Hyukkie…"
"…"
Donghae mendongakkan kepalanya, memandangi wajah manis Hyukjae dengan tatapan terluka. "Bukankah… Hyukkie berljanji akan menikah dengan Hae…?"
Hyukjae tetap diam. Tak mau menatap kedua obsidian Donghae yang telah berkaca-kaca. takut akan luluh jika melihat ultimate puppy eyes Donghae.
"… Hae menggambal ini… mau Hae kacih ke Hyukkie…" Donghae menyodorkan kertas gambar yang tadi disembunyikannya pada Hyukjae, tapi Hyukjae membuang muka, tak mau melihat.
"Umm… akan Hae taluh dicini caja… mian kalau Hae mengganggu Hyukkie…" Donghae menaruh kertas gambarnya dilantai, lalu melangkah pergi.
Blam
Hyukjae melirik pintu yang telah tertutup. Donghae sudah pergi. Sebenarnya Hyukjae cukup penasaran dengan gambar yang dibuat Donghae. Ia melompat turun dari sofa, lalu mengambil kertas gambar Donghae yang tergeletak dilantai.
Ditatapnya beberapa huruf berantakkan yang membentuk kata dibagian atas gambar Donghae.
"Cal… ang… hae…" bacanya pelan. Chocolatenya lalu jatuh kegambar Donghae. Nampak seorang namja tampan tinggi yang memakai tuksedo sedang menggandeng tangan namja lain yang memakai gaun pengantin putih. Dibawah kedua gambar tersebut tertulis;
"… Hae… ak… an… belu… caha… cadi… cuami… yang baik… buat… Hyukkie…" eja Hyukjae lagi. Ia terdiam. Menatap lama gambar mustahil Donghae. Bagaimana mungkin Donghae yang pendek begitu jadi setinggi ini…? Memang benar-benar bocah narsis.
Perlahan sudut bibirnya tertarik, membentuk sebuah senyuman lebar.
"… Hyukkie cuga… akan belucaha cadi icteli yang baik… buat Hae…" dipeluknya gambar dari Donghae itu dengan bahagia. "Hyukkie cuga… cayang Hae…"
FLASHBACK: OFF
"Aku selalu menyimpan gambar itu…" Hyukjae memejamkan matanya. "… Selalu."
Donghae terdiam. Benaknya kembali mengingat masa kecilnya dulu bersama Hyukjae. Mereka berdua adalah anak yang sangat nakal. Semua kenakalan pernah mereka berdua lakukan. Menyembunyikan ponsel Leeteuk, menonjok Kangin yang sedang tidur, memecahkan vas bunga mahal yang dibeli Leeteuk, dan memecahkan kaca tetangga sebelah –hingga membuat Leeteuk harus membayar biaya kerusakan.
Bahkan mereka berdua pernah berkomplot, berencana membakar dompet Leeteuk, untung saja Yesung berhasil mencegah mereka. Sejak itulah, Leeteuk menganggap Yesung sebagai malaikat penyelamat(dompet)nya dan menjadi dekat.
"Saranghaeyo…"
Donghae tetap diam, walau Hyukjae sudah mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menyatakan perasaannya.
"…" Hyukjae akhirnya memutuskan untuk diam juga. Lelah juga dengan pembicaraan sepihak ini. Juga merasa sakit hati karena Donghae tidak merespon pernyataan cintanya.
Drrtt
Drtt
Hyukjae merogoh saku jaketnya, dan menemukan nama 'Sungie umma' dilayar ponselnya. Firasat buruk seketika menyergapnya. Ia buru-buru memencet tombol answer. "Yeoboseo, Sungie umma?!"
Donghae yang tadinya melamun, langsung tersentak saat mendengar nama Yesung disebut.
"N-ne! Saya keluarganya! Ada apa!?"
Tubuh Hyukjae seketika menegang. "M-mwo…? Bagaimana…"
"…" dapat Donghae rasakan tubuhnya ikut menegang. Perasaan cemas dan panik mulai meliputinya. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Yesung, Donghae tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
"B-baik! Saya akan segera kesana! Ne! Kamsahamnida!" Hyukjae memutuskan sambungan teleponnya, lalu menatap Donghae. "Hae… kau harus tenang… sebaiknya kita kerumah sakit karena-"
"APA YANG TERJADI?!" bentak Donghae panik. Keringat dingin mulai mengucur dipelipisnya.
Tubuh Hyukjae melemas. "… Sungie umma… kecelakaan…"
Dan saat itu pula, Donghae merasa dunianya runtuh.
:
:
-Seoul's Hospital…(?)
Donghae tetap menatap lekat ummanya yang masih berbaring diranjang rumah sakit. Yesung tampak pucat, dengan perban dikepalanya, dan jarum infus yang menusuk pergelangan tangannya.
Dipegangnya tangan Yesung dengan hati-hati. Takut akan melukai Yesung yang masih belum sadar. Kata dokter, Yesung mengalami beberapa luka yang cukup fatal, tapi tidak membahayakan nyawanya.
"Umma…" panggil Donghae lirih. "… Jebal, umma… bangunlah…"
Yesung tidak bergeming. Kedua sarang obsidiannya tetap tertutup rapat.
Donghae merasa ulu hatinya ditusuk oleh ribuan jarum. Sakit, sangat sakit…
"… Umma… buka matamu… lihat Hae… Hae disini… Hae ingin minta maaf… umma… jebal…" lirih Donghae putus asa. "Maafkan Hae karena sudah melukai umma… Hae akan melakukan apapun… asalkan umma bangun…"
"… Wonn… ie…"
Donghae ikut memejamkan matanya. Merasakan perih dihatinya saat Yesung mengigaukan nama Siwon dalam tidurnya. Yesung memang tidak pernah bisa melihatnya, sebagaimana ia melihat Yesung. tak pernah ada rasa cinta dalam hati Yesung untuknya, yang ada hanyalah rasa sayang seorang umma pada anaknya.
… Donghae sadar itu.
"Umma…" Donghae mengecup punggung tangan Yesung, menghiraukan beberapa tetes air mata yang menetes dari sudut matanya. "… Jeongmal saranghaeyo…" lirihnya dengan suara bergetar. "… Hae akan melakukan apapun… asal umma bahagia…"
"… Apa yang harus Hae lakukan, umma…?" lirih Donghae lagi. "Katakan, umma… apa yang harus Hae lakukan…?"
Bibir Yesung perlahan terbuka, tubuhnya menggeliat resah, dan raut wajahnya tampak tidak bahagia. "… Wonnie… kem… bali… saranghae… jeong… mal…"
:::
Aku sangat mencintaimu.
Dan aku rela menukar semua kebahagiaanku dengan kesedihan dan kehancuran, jika itu bisa membuatku melihat senyum bahagiamu.
… Sekali saja.
:::
-Hyukjae's Side…
Hyukjae menatap nanar ruang ICU yang dipenuhi oleh beberapa dokter dan perawat. Ia menoleh kearah seorang pria paruh baya yang tampak menggendong seorang anak kecil yang telah tertidur.
"Jeosonghamnida, tuan… saya benar-benar minta maaf…" Hyukjae memilin ujung bajunya gugup. "S-saya akan berusaha mengganti uang berobat Kibumsshi…"
Pria paruh baya itu menggeleng pelan. Anda tidak perlu melakukan itu. Tuan Kibum… melakukannya dengan suka rela. Dia sangat mencintai Yesungsshi… jadi saya paham posisinya." Ia tersenyum tipis. "… Tuan Kibum ingin melindungi namja yang dicintainya…"
Hyukjae menunduk, merutukki dirinya sendiri. Seandainya tadi dia langsung menghubungi Yesung, dan bukannya duduk bernostalgia dengan Donghae, bernostalgia berharap Donghae akan ingat tentang janjinya. Hyukjae benar-benar merasa egois dan jahat.
"Tapi ini kesalahan saya juga… seandainya saya segera menghubungi Sungie umma, semua ini tidak akan terjadi…" lirih Hyukjae.
Kibum memeluk Yesung saat kecelakaan terjadi sehingga membuatnya mengalami luka yang sangat parah. Bahkan kepalanya sempat terbentur aspal jalan. Yesung yang dipeluknya hanya mengalami beberapa luka yang tidak terlalu parah, namun luka dikepalanya cukup serius karena membentur aspal jalan.
Lagi-lagi pria paruh baya itu menepuk pelan bahu Hyukjae. "Gwenchana… tuan Kibum sangat kuat… tuan tidak akan mati hanya karena tabrakkan saja." ia memejamkan matanya. "Tuan Kibum adalah namja yang kuat…"
Hyukjae mengangkat kepalanya, dan menatap pintu ICU, yang tertutup rapat.
:
:
Hyukjae melangkah gontai menuju ruang rawat Yesung. Dia benar-benar tak tahu harus mengatakan apa jika bertemu dengan Donghae. Langkahnya sontak terhenti saat melihat sosok Donghae yang tengah duduk dikursi didepan ruang rawat Yesung.
"Hae…?" panggil Hyukjae. "Kenapa kau tidak masuk…?"
Donghae mengangkat wajahnya, dan menatap Hyukjae dengan pandangan kosong. Tapi Hyukjae dapat melihat luka dan kekecewaan yang sangat besar dimata Donghae.
"… Aku… akan melakukan apapun untuknya…" lirih Donghae.
Hyukjae mengernyit. "Kau baik-baik saja, Hae?" tanyanya cemas.
"… Apa kau…" Donghae mengepalkan tangannya. "… Punya nomor orang itu…?"
-Later…
Drap drap drap
Siwon tetap berlari dilorong rumah sakit seperti orang kesetanan. Tidak dipedulikannya teguran beberapa perawat yang melarangnya berlari-lari dikoridor rumah sakit.
Hyukjae meneleponnya dan bilang Yesung masuk rumah sakit. Detik itu pula Siwon langsung membatalkan semua rapat dan urusan kantornya hari ini, dan langsung pergi kerumah sakit yang sudah diberitahu Hyukjae.
Langkahnya melambat saat melihat Donghae yang berdiri didepan pintu sebuah kamar rawat. Tampak menatap pintu itu dengan sedih.
"… Donghae…"
Donghae tidak menoleh. Dia memilih berbalik dan melangkah pergi. Siwon mengejarnya dan menahan lengannya.
Donghae menepis tangan Siwon tanpa melihat kearahnya. "… Masuklah. Ummaku membutuhkanmu." Setelah berkata begitu, Donghae melangkah pergi.
Meninggalkan Siwon yang hanya mampu menatap punggungnya yang semakin jauh.
Ia berbalik dan melangkah mendekati pintu ruang rawat Yesung. membuka pintu, dan yang pertama dilihatnya adalah sosok malaikatnya yang tengah terbaring diatas ranjang rumah sakit.
Siwon melangkah mendekat, memandangi wajah Yesung yang tampak pucat. Ia berlutut disamping ranjang Yesung, tangannya terulur untuk mengelus pipi Yesung.
"… Hei…" lirih Siwon. "… Aku datang lagi… padahal kau menyuruhku untuk pergi…"
Yesung tetap diam tak bergerak. Hanya terdengar suara alat pendeteksi detak jantung yang terus bekerja.
Siwon menggenggam tangan mungil Yesung dengan lembut, lalu mengecup punggung tangannya. "… Kau sama sekali tak berubah… tanganmu masih sekecil dulu…" Siwon tersenyum lembut. "… Juga masih selembut dulu…"
Siwon menatap Yesung yang masih memejamkan matanya. "… Saranghaeyo… jeongmal saranghaeyo…" lirihnya. "Aku sangat mencintaimu… maafkan kekasaranku dulu… tolong beri aku kesempatan kedua… aku tidak akan membuatmu menangis lagi... jebal…"
Siwon menyandarkan kepalanya pada tepi tempat tidur tanpa melepas pegangan tangannya. Dan perlahan memejamkan matanya.
:
:
Tes
:
:
Setetes liquid bening menetes dari sudut mata Yesung. sementara kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman yang sangat indah.
"…"
-Donghae's Side…
"Hae!"
Donghae yang tadinya hendak masuk kemobilnya, menoleh dan menemukan Hyukjae berlari mendekatinya. Donghae tidak berbicara apapun dan langsung masuk kemobilnya. Tapi sebelum dia sempat mengunci pintu mobil, Hyukjae telah membuka pintu mobil, dan duduk dikursi penumpang disampingnya. Donghae menggeram kesal.
"… Kau mau kemana?" tanya Hyukjae –tak mengindahkan keberatan Donghae akan kehadirannya disini.
"… Rumahmu."
Sebelah alis Hyukjae terangkat. "Untuk?"
"Mengambil barang-barangku. Aku akan pulang ke Kanada besok pagi, jam 8."
Kedua chocolate Hyukjae terbelalak. "M-mwo?! Tapi bagaimana dengan Sungie umma?! Kau meninggalkannya disini?!"
"… Aku… akan melakukan segalanya untuk kebahagiaannya…" Donghae mulai mencengkram erat setir mobilnya, memejamkan matanya menahan perih yang menyeruak didadanya. "… Aku akan melakukannya… termasuk meninggalkannya."
"… Kau pikir Sungie umma akan senang kalau kau pergi…?"
"… Aku gagal." Donghae membuka matanya dan memandang lurus kedepan. "Aku sudah melukainya. Menyakitinya. Membuatnya menangis. Aku melanggar janjiku. Aku sudah tak memiliki hak untuk berada disampingnya."
"Kurasa Sungie umma tidak memperdulikan soal itu. Dia menyayangimu." Ucap Hyukjae sambil ikut memandang lurus kedepan.
"Tapi aku peduli." Lirih Donghae. "Aku sudah melukainya. Dan aku harus pergi. Umma mencintai orang itu, bukan aku. Aku… sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dipertahankan. Janjiku telah kulanggar, dan aku sudah mendengarnya dengan telingaku sendiri."
"… Mendengar apa?" Hyukjae menoleh, menatap Donghae yang berwajah kosong.
Donghae menoleh, menatap Hyukjae dengan tatapan penuh luka dan putus asa.
"… Umma bilang… dia masih mencintai namja itu… masih… sangat mencintainya…"
:
:
Perlahan kedua sarang obsidian itu terbuka, dan yang pertama dilihatnya adalah langit-langit sebuah ruangan yang putih bersih. Dapat dirasakannya sakit dikepalanya juga dilengan dan kakinya.
Dia mengernyit saat merasakan ada tangan yang menggenggam tangannya. Dengan susah payah ia menggerakkan lehernya kearah samping, dan langsung terkejut dengan apa yang dia lihat.
… Siwon…
Kenapa ada Siwon disini? Dimana Donghae? Dimana Hyukjae? Kenapa dia bisa berada dirumah sakit? Tunggu… sepertinya tadi dia kecelakaan…
DEG
"AKH!" pekikan lolos dari bibirnya saat merasakan denyutan menyakitkan dikepalanya.
Siwon yang tadinya tertidur sontak terbangun dengan ekspresi kaget. Wajahnya semakin kaget saat melihat malaikatnya telah terbangun dan sedang dalam keadaan kesakitan. "Y-Yesungie! Apa ada yang sakit?! Oh Tuhan! Tunggu sebentar! Aku akan memanggil dokter!"
"Khh…!" Yesung memejamkan matanya saat kembali merasakan sakit dikepalanya. Yang bisa dia dengar adalah suara langkah kaki dan pintu yang dibuka, sejurus kemudian terdengar teriakan Siwon yang memanggil dokter dan perawat.
"H-Hae…!" lirih Yesung menahan sesak didadanya. Padahal disaat seperti ini, Donghae biasanya akan datang dan memeluknya dengan lembut, juga menenangkannya. Apa Hyukjae masih belum menemukan Donghae…?
"Hiks… Hae…" tangisan Yesung mulai pecah.
"… Gajima, Hae…"
:
:
-A Hour Later…
Yesung memandangi langit-langit kamar. Tidak memperdulikan Siwon yang berada disampingnya. Yang ada dipikirannya kini adalah Donghae. Dimana Donghae? Apa dia baik-baik saja? Apa Hyukjae sudah menemukannya?
"Yesung… apa masih ada yang sakit?" tanya Siwon lembut.
"…"
Siwon menatap Yesung kosong. Yesung tak mau bicara padanya. Rasanya sakit sekali. "Yesung… jawab aku…"
"…" Yesung masih diam. Tak mau menjawab.
Siwon tersenyum getir. Sepertinya Yesung memang sudah tidak akan menerimanya lagi. "Gwenchana… kalau kau tidak mau bicara, tidak apa-apa."
"…"
"… Aku ingin menceritakan tentang janji yang kubuat dengan Hangeng ahjussi. … Ayahmu."
"…"
"… Dia bilang…"
FLASHBACK: ON
"Perjanjian? Apa maksudmu?" tanya Siwon yang sudah kembali duduk dihadapan Hangeng.
Hangeng tersenyum seraya menyerahkan selembar kertas pada Siwon.
Siwon menerimanya sambil mengernyit. Namun setelah membaca isi kertas tersebut, Siwon terbelalak. "I-ini…!"
"Kau bisa mewarisi seluruh perusahaanku jika aku mati nanti." Ucap Hangeng tenang. "Kau akan kaya raya."
Siwon menggeleng. "Kau tidak bisa membeliku, Hangengsshi!" baru saja Siwon hendak berdiri, Hangeng sudah berkata dengan mudahnya.
"Aku tahu ibumu sedang sekarat."
DEG
"…" Hangeng tersenyum melihat Siwon yang terpaku ditempatnya. "Aku bisa membiayai seluruh biaya pengobatan ibumu. Bagaimanapun juga kami adalah sahabat."
"…" Siwon terdiam. Ibunya memang sedang sakit keras sekarang. Dan Siwon hanyalah pegawai biasa disebuah perusahaan. Dan tidak memiliki uang yang cukup untuk membiayai pengobatan ibunya. Ayahnya sudah meninggal sejak dia kecil.
"Kau hanya perlu menikahi Yesungie." Hangeng memejamkan matanya, mengingat lagi wajah bahagia putranya saat tahu akan dijodohkan dengan Siwon. "Walau tidak lama, hanya sampai kekasihmu kembali. Saat itu tiba, aku akan membebaskanmu untuk melepas anakku."
Siwon mengepalkan tangannya erat. "… Baiklah…"
FLASHBACK: OFF
"… Dulu aku memang terpaksa menikahimu."
Yesung tetap diam. Menatap langit-langit kamar, kini dengan mata yang berkaca-kaca. terluka karena perkataan Siwon barusan. Jadi selama ini Siwon memang terpaksa…? Sebenarnya Yesung sudah bisa menebaknya, namun tetap saja dia merasa terluka.
"Tapi sekarang berbeda… aku menyadari bahwa aku sangat mencintaimu…" gumam Siwon mencengkram surainya frustasi. "Mianhae… jeongmal mianhae… tolong beri aku kesempatan lagi, Yesung…"
"…"
"Aku tidak ingin kehilanganmu lagi… saranghaeyo…" kata Siwon dengan bersungguh-sungguh.
"…"
Siwon menunduk karena tetap tidak mendapat respon dari Yesung.
Yesung? dia sedang berpikir sekarang.
Donghae… atau Siwon…?
Donghae… namja yang mencintainya melebihi apapun juga didunia ini…
Siwon… namja yang sangat dicintainya… bahkan… hingga sekarangpun perasaan Yesung sama sekali tidak berkurang…
Siapa…?
Dan apakah jika Yesung memilih salah satu, yang lainnya akan terluka…?
"Mian aku sudah mengganggumu, Yesungie. Aku akan pergi. Semoga kau cepat sembuh." Siwon tersenyum kecut. Ia lalu berbalik hendak melangkah pergi.
Namun langkahnya terhenti saat merasa ada tarikan diujung blazer cokelatnya. Ia menoleh, dan mendapati Yesung yang masih memandang kosong kearah langit-langit kamar.
"I love you… I really… really do…"
'Mian… Hae… jeongmal mianhae…' Yesung menggigit bibir bawahnya sebelum kemudian berkata lirih…
"… Nado… saranghaeyo Wonnie…"
:::
Aku tidak peduli jika pada akhirnya aku akan kembali padamu.
Berlutut memohon agar kau menerimaku lagi.
… Aku hanya tidak mau menyesal untuk yang kedua kalinya.
:::
-Donghae's Side…
Donghae menatap langit yang berbintang sambil duduk diatas mobilnya. Berusaha menghitung bintang langit demi mengalihkan rasa sakit yang masih terasa didadanya.
"… Love really hurts…" bibirnya kembali bernyanyi. Namun kali ini dengan suara yang sangat lirih hingga hanya mampu didengar olehnya. "It hurts too much…"
"Hae! Ayo pulang!"
"I keep smiling…" sebuah senyum tercipta diwajah tampannya. "… Yet crying endlessly…"
"Hae! Namja tidak boleh menangis! Kau harus kuat, arra?"
"Love is really funny…" Donghae memejamkan matanya, mengingat lagi soal Yesung, namja yang sangat dicintainya. "… Really frightening…"
"Gwenchana, Hae… umma disini… umma akan selalu menjagamu…"
"Please… stop it… now…" suara Donghae terhenti sejenak. Namun akhirnya ia kembali bernyanyi lirih. "… If only I was able to wake up from my dream…"
"… Nado saranghaeyo, Hae…"
"Don't forget… please don't forget…" Donghae tersenyum kecut. Membiarkan udara dingin menusuk tulangnya. … Dia sudah tidak peduli lagi. "Even if it's all lies… it's… okay…"
"Hae…! H-hentikan!"
"… In a short while…" dapat Donghae rasakan pertahanannya runtuh. Air mata mulai mengalir dari sudut matanya. Tak dapat ia anic. "… We might lose… everything…"
Hyukjae yang sedari tadi memandangi Donghae dari jauh hanya terdiam. Ya, dia diam-diam mengikuti mobil Donghae menggunakan sepeda bututnya.
… Hyukjae tahu, mungkin tidak akan pernah ada tempat dihati Donghae untuknya. Hyukjae tersenyum miris. Apa yang bisa ia perbuat…? Hyukjae memandang wajah Donghae.
Donghae sempurna. Terlalu sempurna. Hyukjae tak pantas menerima kesempurnaan Donghae. Dia tahu itu.
Tapi…
"… Aku… sudah tidak mau menunggu lagi…" bisiknya, diikuti oleh air mata yang menetes melewati pipinya.
:
:
-The Next Morning, YeWon's Side…
Yesung perlahan membuka matanya, dan ketika ia menoleh kesamping, dia menemukan Siwon menggenggam tangannya dan tertidur ditepi tempat tidur Yesung.
Sebuah senyuman tipis terbentuk diwajah Yesung. Sudah lama sekali Yesung memimpikan ini. Dimana Siwon menggenggam tangannya dengan lembut. Yesung tersentak saat mengingat lagi soal Donghae. Ia celingukkan, tapi tidak menemukan ponselnya. Sepertinya ponselnya hilang.
"… Hae…" lirihnya. Dimana Donghae sekarang…? "… H-Hae… hiks… Hae…"
Siwon terbangun saat mendengar isakkan lirih Yesung. ia terkejut melihat Yesung menangis. "Kenapa kau menangis…?" tanya Siwon sambil berusaha menyeka air mata yang masih mengalir disudut mata Yesung.
"… Hae…" hanya kata itu yang keluar dari bibirnya.
"Gwenchana… Donghae baik-baik saja. Aku bertemu dengannya tadi malam." Siwon menenangkan Yesung.
"J-jinjja?! Dimana dia sekarang?!" Yesung membelalakkan matanya. Menatap Siwon dengan penuh tanya.
"Aku… tidak tahu."
Tatapan Yesung menyayu. Pandangannya kembali kosong. Siwon tidak suka melihat keadaan Yesung yang seperti ini. Dipeluknya tubuh Yesung dengan hati-hati.
"… Wonnie…"
"Uljimma… aku berjanji akan menemukan Donghae. Tapi jangan menangis… aku tidak mau keadaanmu memburuk."
Yesung memejamkan matanya. Merasakan kehangatan yang menyeruak didadanya saat merasakan lengan kekar Siwon yang merengkuhnya. Tangannya terangkat dan membalas pelukan Siwon. "… Ne… gomawo…"
Siwon mencium rambut Yesung sekilas. "Saranghaeyo…" bisiknya sambil mempererat pelukannya.
Yesung diam. Teringat lagi pada Donghae. Donghae selalu berkata begitu. Donghae selalu berkata bahwa dia mencintai Yesung. sangat tulus, Yesung tahu itu. "…"
Siwon ikut diam. Dia tahu tidak mungkin membuat Yesung langsung menerima dirinya. Tapi Siwon akan berusaha walau harus memakan waktu lama.
Dia akan berusaha.
Drrttt
Drrtt
Siwon melepas pelukannya pada Yesung lalu merogoh saku celananya. "Dari Hyukjae…"
Yesung memandangnya. "Hyukkie…? Ada apa?"
Siwon memencet tombol answer. "Yeoboseo, Hyukjae ah? Apa Donghae bersamamu?"
"…"
Siwon melotot. "Mwo?! Jam 8?! Tapi ini sudah jam 7!" pekiknya panik. "B-baik! Ahjussi akan segera kesana!"
Click
Yesung menatapnya tegang. "… Ada apa…?" ulangnya lagi.
Siwon tampak menimbang-nimbang, apa harus jujur pada Yesung soal ini. Tapi akhirnya dia memilih jujur. "Donghae… akan kembali keKanada… dengan pesawat yang berangkat jam 8… pagi ini…"
Yesung terpaku. Jam 8? Tapi ini sudah jam 7! "A-aku harus kesana!" Yesung melepas paksa jarum anic yang tertanam dipergelangan tangannya hingga mengakibatkan pendarahan.
Siwon terbelalak. "YESUNG!"
Yesung hendak bangkit, namun Siwon menahannya. "L-lepas! Aku harus menemui Donghae!"
"Tapi kau masih sakit, Yesung!" cegah Siwon. Khawatir melihat raut wajah kesakitan diwajah Yesung dan darah yang menetes dipergelangan tangan Yesung.
"Kumohon…! Aku harus menemui Donghae…!" pinta Yesung dengan wajah memelas.
Siwon menghela napas berat. "Baiklah… tapi aku tidak akan membiarkanmu berjalan!"
Yesung mengernyit. "Apa maksud- hwaa!" Yesung terperanjat saat Siwon menggendongnya bridal style.
"Aku akan menyuruh salah satu perawat untuk merawatmu dalam mobil!" tukas Siwon sambil berlari keluar.
Yesung hanya mengangguk. Meringis saat merasakan sakit ditangannya. Tapi yang ada dipikirannya hanya satu.
'Hae…! Jebal…! Jangan pergi!'
:
:
-Seoul's Airport(?)…
Donghae memejamkan matanya. Mendengarkan lantunan lagu ballad dari penyanyi terkenal Eddy Kim yang berjudul My Love. Teringat lagi tentang Yesung.
Donghae tersenyum kecut. "… Semoga kau bahagia bersama Siwon, umma…"
Ya… dia tidak mau menjadi egois lagi. dia tidak mau mengurung Yesung lagi. Dia tidak mau mencuri kebahagiaan Yesung lagi. Dia sudah berjanji bukan…? Asalkan Yesung bahagia, dia rela, walau itu berarti dia harus pergi.
'Orang yang akan menjagamu… orang yang akan membuatmu tersenyum bahagia… sudah datang, umma…' Donghae melepas headphonenya, lalu melirik kearah jam raksasa yang tergantung didinding disamping gerbang keberangkatan. Sudah jam 8 kurang. Sebentar lagi Donghae akan pergi.
… Dia tidak menyadari sepasang anic chocolate yang terus mengawasinya sejak tadi.
-YeWon's Side…
Siwon berlari menuju tempat tunggu para calon penumpang pesawat. Yesung berada digendongannya dengan perban yang sudah membungkus pergelangan tangannya, kepalanya celingukkan cemas. Semoga Donghae belum pergi, harapnya.
Saat sampai, Siwon ikut mengedarkan pandangannya, dan dark chocolate terpaku pada sesosok namja tampan yang sedang memeriksa tas bawaannya.
"DONGHAE!"
Seluruh perhatian terarah pada Siwon dan Yesung, termasuk Donghae sendiri. Wajah Donghae langsung pucat pasi saat tahu siapa yang memanggilnya.
Siwon berlari mendekatinya. Yesung yang senang melihat Donghae, langsung berusaha turun dari gendongan Siwon. "Hae…!" ia berlari dengan sedikit terhuyung kearah Donghae. Yesung hampir saja terjatuh, untung Donghae bergerak cepat dan menangkapnya.
"U-umma… gwenchanayo…?" lirih Donghae cemas sekaligus takut. Dia takut bertemu dengan Yesung. Hei, dia nyaris memperkosa Yesung waktu itu! untung saja akal sehatnya masih berjalan.
Yesung mendongak dan menatap Donghae sedih. "Hae… gajima…!"
Donghae diam. Menatap kedua sarang obsidian Yesung yang sudah berkaca-kaca.
"Mianhae… jangan tinggalkan umma…!" lirih Yesung lagi.
Donghae tersenyum lembut. Dielusnya pipi Yesung lembut. "Ani… Hae sudah berjanji, umma…"
"…"
"… Hae sudah berjanji akan pergi, jika Hae melanggar janji…"
Yesung menggeleng. "Ani! Kau sama sekali tidak melukaiku, Hae! Jebal…!"
Donghae menghela napas berat, ia lalu mencondongkan wajahnya kedepan, dan mengecup dahi Yesung lama.
Yesung memejamkan matanya saat merasakan cinta Donghae padanya yang sama sekali tidak berubah. Air mata mulai menetes dari sarang obsidiannya. "… Hae…" lirihnya dengan suara bergetar.
"Saranghaeyo…" bisik Donghae setelah menjauhkan wajahnya. "Sampai kapanpun juga, Hae akan selalu menyayangi umma…"
"… Nado, Hae…" lirih Yesung. "Aku juga akan selalu menyayangimu…"
Donghae tersenyum tipis. Ia membawa Yesung masuk kedalam pelukannya. Memeluk erat Yesung yang sudah menangis sesenggukan. Ia mengalihkan pandangannya pada Siwon yang terpaku.
"… Jangan lukai dia lagi."
"Tanpa kau suruhpun, aku tidak akan pernah melukainya." Jawab Siwon.
"… Berusahalah mencintainya." Ucap Donghae sambil memejamkan matanya.
"… Aku sudah mencintainya."
Donghae tersenyum kecut saat merasakan beribu jarum yang tertancap didadanya. Siwon dan Yesung saling mencintai.
… Dia tahu itu.
"Hae… jebal… gajima…" lirih Yesung putus asa. "Jangan tinggalkan aku…"
Donghae melepas pelukannya, lalu memajukan wajahnya, menatap Yesung lekat. "… Bolehkah…?"
Yesung yang paham, memilih untuk menutup kedua matanya. Donghae tersenyum. Ia lalu memajukan wajahnya, dan mencium bibir Yesung. untuk yang terakhir kalinya, janjinya dalam hati. Dilumatnya lembut bibir sang umma, penuh sayang dan cinta. Ia menyusupkan lidahnya masuk, dan membelai lidah sang umma, melilitnya, dan mengabsen barisan gigi rapi Yesung.
Siwon hanya diam melihatnya. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hei, bagaimanapun juga Yesung belum benar-benar menerimanya lagi. jadi dia tidak punya hak, walau jujur dia merasa cemburu.
Donghae menyudahi ciumannya saat merasakan napas Yesung yang memburu. Ia menatap Yesung lembut. "Umma… apa umma ingat apa yang kukatakan dulu…?"
"…"
"Hae akan tetap mencintai umma. Tetap berada di sisi umma, sampai Hae bisa melihat senyum bahagia umma lagi." bisik Donghae, mengulang kata yang pernah diucapkannya dulu.
"Hae tidak peduli berapa lama, Hae akan tetap ada untuk umma sampai saat itu tiba…" Donghae tersenyum melihat Yesung yang memandangnya kosong. "… Dan saat itu telah tiba. Umma bahagia dengan… appa…" bisikkan Donghae semakin melirih, tak mau Siwon mendengar bisikannya. "… Jadi Donghae akan pergi."
"…"
"… Aku tahu aku salah. Terima kasih untuk segalanya, umma… jaga diri, Hae tidak akan memaafkan namja itu jika umma menangis lagi. Saranghaeyo, umma…! Annyeong."
Yesung tetap diam, bahkan sampai saat Donghae melangkah pergipun, dia tetap diam. Siwon yang sedari tadi diam memilih mendekati Yesung dan memeluknya dari belakang.
Saat itulah tangisan Yesung pecah.
'… Hae… mianhae… saranghaeyo… jeongmal saranghaeyo…!'
:::
Saat inilah aku melihat kedepan.
Melihat punggungmu yang semakin menjauh.
Dan entah kenapa…
Semua kata cinta dan perlakuan lembutmu dulu padaku…
… Terngiang kembali dibenakku.
:::
TBC/plak
Mwahahahah! Kepilih deh tuh YeWon!/plak
Hae oppa… mianhaeee…TMT *ngesot keHae oppa*(Hae oppa: JANGAN SENTUH AKU!*tendang Ucchan*) hyaaa ada ikan asin ngamukT0T/plak
Nanti Hae oppa bahagia kok. Tapi caranya pikirin aja sendiri/plak
Hmm… kayaknya chapt depan tamat, atau kalau Ucchan masih nafsu(?), bakalan 2 chapt lagi baru tamat!XD Yemma udah balik ketangan Wondad… tapi belum jelas kan kalau Yemma nerima Wondad lagi atau gak? Khukhukhu8D/digampar Wondad
Semoga chapt ini gak mengecewakan ne!^^ Ucchan akan membalas review dari readerdeul~!
… Eh… apakah ada readerdeul yang gak suka sama embel-embel channya Ucchan? Apa sok akrab ya? kalo readerdeul gak suka Ucchan bakal ilangin!TT mian kalo ada yang gak suka sama nickname yang Ucchan kasih, Ucchan gak bakal lakuin lagi.
Annyeong! Ucchan akan membalas review readerdeul sekalian~!XD gomawo udah mau ngereview ne! n mian kalo chapt ini tambah gaje!TwT" yup, hana, deul, set, YAAAKK~~!XD/Plak
Wonhaesung Love: "Ne, udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya!^^"
Mylovelyyeye: "Ucchan suka makan jamur loh!XD/plak/ ne, tapi karena ngenolong Yemma, Bumdad jadi ketabrak deh8D/pletak/ sesuai keinginan anda~! YeWon~!XD/digampar HaeSung shipper/ yosh, udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya!^^"
kim rose: "Yang terjadi adalah… seperti yang anda lihat diatas!XD ancur banget!/plak/ yosh, udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya!^^"
CLOUDSiwonest: "Ucchan pikir juga begitu/plak/ nanti Hae oppa bahagia sama orang lain!^^b/plak/ udah Ucchan lanjut nih! Gomawo reviewnya ne!^^"
YuRhachan: "Iya ya… Ucchan jahat!TmT udah Ucchan lanjut! gomawo reviewnya ne!^^"
Harpaairiry: "Yooosshh~~! Udah Ucchan lanjuutt!XD gomawo reviewnya!^^"
Choi Kyu Woon: "Udah muncul kan diatas?^0^/ iya~! Atau kalau mau juga, Ucchan bersedia nerima kok~!/plak/ gyah! Habisnya Ucchan bingung gimana cara ngeakhirin hubungan mereka/plak/ yosh! Ucchan akan berjuang~! Gomawo reviewnya!^^"
olla: "Yup, benar sekali~!XD/ditendang snowers/ udah Ucchan lanjut~! Gomawo reviewnya ne!^^"
siti . sisun: "Gyah, Hyuk n Yeye plus Hae sama Ucchan ajalah, dijamin makmur!:v/plak/ udah Ucchan lanjut! Gomawo reviewnya ne!^^"
Cha2LoveKorean: "Nadooooo Yemmaaa~~!XD/plak/ hya! Polisi! Diriku mau diculik!XO/plak/ udah Ucchan lanjuuuuttt~~!XD semoga suka ne! para tokohnya udah jamuran semua karena gak segera diupdateXD/plak/ gomawo reviewnyaaaa~~!^^ *kibar bendera Cha2LoveKorean*"
FTafsih: "Gwenchana, yang penting udah mau review!X3 waduh, tapi emang Bumdad sih… tapi gak sampai mati kok! Cuma koma!/plak/ hohohoho, soal HaeHyuk, akan muncul chapt depan!XD YeWon! Udah Ucchan putusin! Mwahahah!/ditendang HaeSung shipper/ yosh! Udah Ucchan lanjutin! Gomawo reviewnya!^^"
sweetyYeollie: "Wow!0.o 6 chapt? Yang penting udah review kan?XD waduh, emang Ucchan nistain sih/plak/ tapi nanti bahagia kok! … Eum… Yemma sama si kuda sih…/plak/ mian ne, tapi kalo dirimu mau, akan Ucchan coba bikin FF khusus HaeSung!XD*nambah ngutang*/pletak/ Hae oppa emang tulus sih… Ucchan suka incest…TwT/plak/ yosh! Gomawo reviewnya~!^^"
Yosh~! Udah selesai~! Gomawo reviewnya ne! Ucchan akan berusaha dichapt selanjutnya!^0^9
Singkat kata,
Review Please?^^
