"Hahahaa kau gadis yang menarik, kenapa aku baru bertemu denganmu sekarang?" Naruto menatap penuh arti pada Ino, sedangkan Ino hanya mengernyit bingung.

Dan sejak kapan dirinya terbaring dibawah tubuh Naruto, KAMI-SAMA COBAAN APALAGI INI?

Naruto by Masashi Kishimoto

Pair

NaruIno

WARN: NO PLAGIAT PLEASE, TYPO

Semua yang terjadi disini adalah fiktif belaka, bila ada suatu kejadian yang sama itu hanyalah semata-mata kebetulan. Dan apabila ada penggunaan suatu merk atau barang tertentu. Hanyalah semata-mata untuk kepentingan isi cerita saja.

RADAR

BAGIAN 4

Naruto memakan ramen didepannya dengan lahap, sudah lama dirinya tidak merasakan masakan sang mommy. Walau harus dibarengi dengan omelan tentu saja.

"Kau terlalu sibuk Naruto, bahkan kau tidak memperhatikan tubuhmu sendiri. Lihat kau semakin kurus saja." Kushina menatap prihatin anak sulungnya.

"Astaga mom, lihat aku bukan kurus tapi berotot." Naruto memperlihatkan otot lengannya.

"Ya, ya terserahmu saja. Tapi jika kau punya pendamping, mom pasti akan tenang meninggalkanmu."

"Mom kau punya penyakit?" Dengan terkejut Naruto bertanya.

Plak. Kushina menggeplak kepala anaknya dengan sayang.

"Kauuu! Mendoakan mommy mu penyakitan heh?" Minato dan Karin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat interaksi Naruto dan Kushina.

"Onii-san yang mommy maksudkan yaitu meninggalkanmu karena akan pergi berbulan madu dengan dadddy." Karin menengahi seraya meneguk jus jeruknya.

"Apa? Mommy dan daddy akan berlibur lagi? Bukannya kalian baru pulang dari Moskow kemarin? Sangat tidak adil." Naruto bersungut.

"Memang apalagi yang akan di lakukan oleh daddymu lagi? Aku sudah menjadi pengangguran."

Minato menimpali seraya terkekeh, sedangkan Karin memutar bola matanya melihat daddynya terlalu hiperbolis.

"Ahh aku juga ingin liburan, sangat lelah mengurus perusahaan daddy." Naruto meletakkan sumpitnya, tangannya mengambil jusjeruk untuk ia minum.

"Itu perusahaanmu bukan perusahaan daddy lagi." Minato menimpali.

"Kapan kau akan membawakan Karin saudara ipar? Tahun depan umurmu sudah kepala tiga Naru-chan."

"Mom bisakah kita membicarakan topik lain, aku bosan dengan pembicaraan ini."

"Andai saja dulu kau dan Sakura-chan-"

"Mom!"

"Mom!"

Minato dan Karin memberi peringatan pada Kushina. Naruto meminum jus jeruknya kasar.

"Kau bilang ingin liburan?" Minato mengalihkan pembicaraan.

"Jika memungkinkan dad, lalu urusan kantor siapa yang yang handle jika aku mengambil liburan?"

"Kau melupakan Kakashi Oji-san Naru-nii," Karin mengingatkan.

"Kau sudah menentukan tempatnya jika ingin liburan?"

"Aku ingin ke Konoha dad, sudah lama rasanya aku tidak melihat Knight dan Dream."

"Naru, mom harap kekasih mu bukan dari spesies kuda ya." Ucap Kushina menambahkan.

"MOMMYYYYYYYYYYY." Teriakan Naruto menggema diikuti oleh tawa Karin dan Minato.


Dengan seringaiannya Naruto memegang pinggul wanita di depannya, suara music menghentak memenuhi segala penjuru pub yang ia datangi. Seakan mengerti maksud Naruto, wanita itu ikut merapatkan punggungnya pada Naruto. Tedak mengherankan lagi jika seorang Namikaze Naruto dengan segala yang ia punya bisa mendapatkan gadis manapun yang ia mau.

Sebagai pewaris utama , perusahaan yang bergerak dibidang retail dan menaungi beberapa Mall besar di Jepang dan beberapa penjuru dunia. Naruto termasuk dalam 20 besar bujangan di Jepang yang paling diminati. Apalagi dengan diangkatnya Naruto sebagai CEO yang baru menggantikan ayahnya, Namikaze Minato. pun mulai merambah bisnis perhotelan dengan mengusung tema tradisional menggandeng mitra kerjanya yaitu senior pada bidang perhotelan.

Paras tampan, kekayaan yang tak terbatas serta kepribadiannya yang humoris dan ramah membuat semua wanita menjatuhkan diri dengan sukarela ke dalam pelukan Namikaze Naruto.

Baru saja tangan Naruto dengan perlahan mengelus dada wanita (yang entah siapa) dirinya sudah ditarik kasar oleh Uchiha Sasuke, teman kecilnya atau istilah bekennya Childhood friend. Bungsu dari Uchiha, pewaris dari . Perusahaan yang bergerak dibidang elektronik, beberapa merk terkenal seperti Samsung dan Panasonic berada dibwah naungannya. Dan jangan lupakan jika dirinya yang seorang pewaris juga. Kakaknya, Uchiha Itachi mengurus cabang di Eropa sedangkan Sasuke sendiri mengurus untuk wilayah Asia dan sedang dalam proses memperluas cabangnya ke benua lainnya. Paras tampan menawan serta kepribadian dingin nan misterius membuat kaum hawa berlomba-lomba mendekatinya berharap dapat mencairkan kebekuan hatinya.

"Oi oiiii Teme! Apa yang kau lakukan sialan? Aku baru saja mau memulai?" Naruto menyentakkan tangan Sasuke kesal. Melemparkan ciuman jarak jauh pada wanita yang nyaris saja menghangatkan tidurnya malam ini.

"Bukankah ini jadwal kita berkumpul, jangan pura-pura lupa Dobe." Sasuke berjalan meninggalkan Naruto.

"Omong kosong macam apa itu, kalian bisa berkumpul tanpa diriku. Toh esok kita akan bertemu lagi." Naruto mensejajarkan langkahnya dengan Sasuke seraya bersungut.

"Hn, lihat saja." Sasuke menimpali seadanya, Naruto mendengus tak puas mendengar jawaban Sasuke. Mereka berdua berjalan melewati lorong gelap menuju vip room yang khusus disediakan Maxim Pub sebagai tempat favorit mereka, tentu saja para bujangan tampan yang paling diminati.

Dengan malas Naruto membuka pintu mendapati Neji, Shikamaru, Gaara, dan Kiba sedang berbincang sembari meminum wine favorit mereka di sofa yang berbentuk setengan melingkar. Naruto mendudukkan bokongnya di samping Shikamaru sedangkan Sasuke disebrangnya, disamping Neji.

"Waaah ini dia sang empunya pesta datang. Bravo!" Kiba berteriak heboh. Inuzuka Kiba, pewaris Animal Hospital dan cabang-cabang yang tak terhitung jumlahnya. Rumah Sakit hewan pertama yang ada dijepang, dan baru merampungkan penelitiannya tentang penyakit yang diderita oleh paus-paus yang terdampar diselat Australia (abaikan ini berita karangan Hazel).

"Merepotkan, untuk apa pesta jauh-jauh ke kedesa." Shikamaru menambahi seraya menguap. Nara Shikamaru seorang jenius yang baru saja lulus S3 pada bidang Farmasi. CEO sekaligus peneliti diperusahaan , perusahaan yang bergerak dibidang Farmasi dan supplier obat-obatan yang telah memiliki izin dari WHO dan beberapa instasi kesehatan dunia.

"Kuharap disana, memliki suasana yang tenang untukku nanti bermeditasi." Neji ikut buka suara. Hyuuga Neji pewaris . perusahaan yang bergerak dibidang perhotelan dan resort yang sudah berdiri selama puluhan dekade lamanya. Dengan mengusung tema tradisional dan menyatu dengan alam, sangat diminati masyarakat baik dalam maupun luar negeri dan sudah memiliki beberapa cabang diluar negeri.

"Kau bodoh, pesta mana mungkin tenang." Gaara tidak dapat menahan ucapan sarkasmenya. Sabaku no Gaara (siapa sih nama panjang Gaara? Anggap ini aja ya nama panjangnya) pewaris utama (karena kakak perempuannya lebih memilih menjadi ibu rumah tangga dan kakak lelakinya memilih perusahaan sendiri yaitu Kankurou Entertaiment) Sabaku Foundation, Yayasan pendidikan bertaraf Internasional. Mencakup Elementary, Junior dan Senior High School. Memiliki tiga cabang di Jepang yaitu di Tokyo, Kyoto dan Osaka. Satu cabang di Inggris, satu cabang di Spanyol, dan satu cabang di Melbourne.

"Tunggu apa yang kalian bicarakan?" Naruto bertanya bingung seraya memandang Sasuke meminta penjelasan, sedangkan Sasuke sendiri hanya mengendikkan bahunya acuh.

"Jangan konyol, jika kau tidak tau apa yang kami bicarakan untuk apa kau mengirimkan kami ini," ucap Kiba seraya melemparkan undangan berwarna gold berdesain klasik pada Naruto. Dengan cepat Naruto mengambilnya.

Please join us for

A WEEK FOR PARTY

16-22 February 20XX

The Mansion Namikaze

Konoha Village

Japan

Your Plassure,

Namikaze Naruto

Naruto memandang Kiba tidak percaya, lalu dengan bersamaan Sasuke, Neji, Shikamaru dan Gaara mengeluarkan undangan yang sama. Naruto hanya ternganga tidak percaya melihat deretan undangan gold yang ditunjukkan padanya.

"Oh HOLYSHIT!"


Dengan tergesa Naruto memarkirkan Porsche hitamnya, sialan ia ingin liburan yang tenang dan damai bukan dengan pesta yang mengundang orang-orang banyak.

"MOM, MOMMY where are you. MOM." Teriakan Naruto menggema ke berbagai penjuru rumah.

"Astaga Onii-san ini sudah malam untuk apa kau berteriak-berteriak begini ini sudah hampir tengah malam." Karin yang sedang menyeduh susu tersentak kaget mendengar Naruto berteriak, dilihatnya Naruto menghampiri Karin dengan cengiran andalannya.

"Mommy dimana?"

"Mommy di ruang tengah bersam-"

"Oke thank's my Cara (dibaca=cantik)" ucap Naruto seraya berlari kecil meninggalkan Karin. Karin sendiri hanya mendengus maklum dengan tingkah onii-sannya yang kadang tidak jelas seperti itu.

"Mom apa maksudmu membagikan undangan pesta untuk teman-temankuuuuuu~." Suara Naruto merajuk manja.

"Apa maksudmu, Naru? Mommy tidak pernah membagikan undangan pada teman-temanmu?" kushina mengernyit bingung.

"Lalu siapa? Apa jangan-jangan Daddy?"

"Aku yang melakukannya, kenapa hah?" Naruto merinding mendengar suara dibelakangnya.

"Woo wooaaah, sejak kapan Obaa-san ada disini?" Naruto mengelus dadanya kaget.

"Aku tanya sekali lagi, aku yang melakukannya. Kenapa?" Naruto menelan ludah, jika ditanya siapa yang paling sulit ditentang. Jawabannya adalah Obaa-sannya tentu saja. Bahkan ibunya yang superior saja akan mingkem jika dihadapkan pada Tsunade Obaa-san yang notebene adalah mertua Kushina sekaligus nenek naruto dari pihak ayahnya.

"Ti-tidak ha-ha-ha," Naruto tertawa garing. "A-aku hanya ingin berterimakasih ternyata semua ini adalah ide brilian dari Obaa-san –prok-prok- Bravoo." Naruto menepuk tangannya sendiri.

Tsunade hanya memutar bola matanya dan mendudukkan diri disebelah Kushina kembali melanjutkan menonton acara di televise. Naruto sendiri menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jika Tsunade adalah biang otaknya makan naruto sangat susah untuk membatalkannya. Apalagi jika dipikir-pikir undangan pasti sudah tersebar dan yang pasti bukan hanya para sahabatnya saja ynag mendapatkannya, Naruto mengerang frustasi.

"Aku tidur dulu Mom, Obaa-san." Akhirnya Naruto menyerah, mengecup kedua pipi wanita kesayangannya Naruto pamit untuk naik kekamarnya sendiri.

"Ah, tunggu Naru-chan. Aku mengundang cucu temanku, jaga dia baik-baik."

"Aku bukan Babysisternya Obaa-san." Naruto segera menelan bakal ucapan yang hampir saja terlontar dari mulutnya.

"Baik Obaa-san aku akan melaksanakannya dengan senang hati." Naruto mengucapkan kalimat yang ia pikir tidak akan menimbulkan kontroversi maupun hal semacamnya seraya berlari menuju kamarnya yang terletak dilantai atas.

Kushina menutup mulutnya dengan tangan menahan keatawa, sedangkan Tsunade hanya menyeringai lebar

"Dasar anak itu lama sekali pulangnya, aku sudah mengantuk." Tsunade menggerutu seraya bangkit dari sofa.

"Tapi Okaa-san, apakah Okaa-san yakin ini akan berhasil?" dengan cemas Kushina bertanya memastikan.

"Tentu saja, Naruto pasti akan tertarik pada gadis itu. Bukankah kau juga menyukai gadis itu?"


Karin mengerang kesal saat dengan kasar Kushina manrik kasar selimut lembutnya. Padahal hari masih pagi dan Karin yang notebene bisa pergi-bekerja-kapan-saja ia mau terpaksa membuka matanya.

"Ughhh Mommm, apa yang Mommy lakukan?"

"Bangunlah, kau harus bergegas ke Konoha barang-barangmu sudah Mommy siapkan."

"APA?" Karin terduduk terkejut, dan kembali membaringkan kepalanya dibantal karena pusing yang menyerangnya akibat bangun tiba-tiba seperti tadi.

"Cepat Mom tunggu di bawah."

"MOM." Dengan tergesa Karin bangun dan menyusul ibunya.

"Mom sudah aku bilang aku tidak ingin ikut, lagipula rata-rata tamu undangan adalah temannya Onii-san dan tidak ada yang aku kenal."

"Kau sudah mengenal Hinata dan Sakura."

"Aku tidak dekat dengan mereka Mom."

"Bagaimana dengan Sasuke?"

"Oh Gosh aku tidak ingin bertemu dengannya." Karin menggembungkan pipinya.

"Kenapa? Bukankah dulu saat kecil kau selalu manja dengannya?" Kushina terkikik mengingatnya.

"Arggghh jangan bahas hal memalukan itu Mom." Dengan cepat Karin berlari menuju kamarnya.

"JANGAN LUPA MANDI KARIN." Teriak Kushina mengingatkan.

"Semoga saja aku bisa berbesan dengan Mikoto-chan hihi." Kikik Kushina.


Dengan kesal Karin menyeret 2 koper yaitu kopernya untuk dirinya dan utnuk BAKA Onii-sannya sibodoh itu, bagaimana mungkin melupakan bajunya sendiri.

"Nona, biar saya saja." Ucap salah satu pelayan di gerbong kereta mewah itu.

"Ini saja, yang merah biar aku bawa sendiri." Karin menyerahkan koper hitam Naruto.

"Tapi Nona-"

"Tidak ada tapi-tapian, jii-san. Aku masih bisa membawanya sendiri."

"Baiklah jika Nona memaksa." Ucap pelayan itu pasrah.

Karin mengenakan short jumpsuit 5 cm diatas lutut yang berlengan panjang dengan motif bunga. Surai merah yang dicepol mempercantik tampilan Karin dalam balutan busana yang sederhana. Bisa Karin lihat penumpang di gerbong ini bukanlah penumpang biasa. Melainkan muda mudi para pewaris perusahaan. Karin mendengus saat matanya bersibobrok dengan Haruno Sakura dan Hyuuga Hinata. Dan mengernyit bingung saat dilihatnya seorang wanita berambut pirang yang baru pertama kali dilihatnya.

Dengan nafas terengah Karin menyimpan kopernya dihadapan gadis itu dan memperkenalkan diri.

"Halo perkenalkan namaku Karin," Karin tersenyum seraya membuka percakapan pertama.

Tiba-tiba susasana menjadi hening, dan mendapati semua mata tertuju pada mereka berdua. Karin memperhatikan Ini melihat ke sekeliling mereka berdua. Seakan menyadari tatapan Ino, Karin berbalik dan,

"Apa kalian lihat-lihat hah? Tidak ada gossip lagi huh?" ucapnya ketus. Dan suasana pun kembali seperti semula.

"A-aku Ino." Ucap gadis itu gagap.

Karin menutup mulutnya menahan tawa, memperhatikan penampilan Ino yang terbilang cantik seperti Barbie mempunyai nama dengan arti babi?

"Ino? Sungguh itu namamu? Ouuuh sangat cute didengarnya." Karin terkikik.

Bisa Karin lihat wajah Ino merah padam, setelah perdebatan singkat akhirnya obrolan mengalir diantara mereka berdua. Karin menyukai Ino pada pertemuan pertama, bersama dengan Ino ia merasa menjadi remaja kembali tidak ada pembahasan sopan santun seperti Hyuuga girl didepan mereka ataupun omongan sok pintar si Haruno galak.


Dengan baju basah oleh jus jeruk Karin dan Ino memasuki mobil Alphard (mobil jemputan mereka).

"Simpan pertanyaanmu, aku ingin tidur ughhh lelah sekali hari ini." Karin berusaha menutup mulut Ino yang akan memborbardirnya pertanyaan.

"GR sekali, aku ingin bertanya bukan berarti aku ingin bertanya tentang keadaanmu Karin."

"Kau tsundere ternyata Ino-chan hihi."

"Baiklah apa yang ingin kau tanyakan?"

"Kira-kira kamarku dimana ya? Aku dengar mansion Namikaze sangat besar."

"Memangnya kau ingin mendapatkan kamar seperti apa?"

"Kamar yang dilantai dua, menghadap matahari terbit dan balkonnya mengadap langsung kepemandangan alam." Ino menatap jalanan dari jendela mobil yang mereka lalui.

"Kau mendapatkannya Ino-chan." Karin menunjukkan cengiran lebarnya, dengan cepat Karin mengetik pesan untuk Shizune. Kepala pelayan dimension mereka.

Shizune Nee-san

Tolong ganti seprai kamar Onii-san

Dengan seprai berwarna merah

Serta gordennya dengan motif bunga-bunga

Aku ingin tidur disitu malam ini

From Karin-chan


Naruto mengusap lembut bulu-bulu hitam halu Knight, bagai seorang ayah yang memandang takjub anaknya mungkin itulah perumpamaan Naruto saat ini. Naruto mengernyit saat dilihatnya jemari mungil lentik ikut mengelus kudanya.

Naruto terpesona memandang gadis misterius disampingnya, hidung mungil yang mancung serta bibir merah merekah. Mengundang untuk dicumbu, menyingkirkan lamunan mesumnya Naruto berdehem.

"Apa yang sedang kau lakukan?" bisa Naruto lihat gadis itu terkejut dan berbalik menghadapnya. Oh sial perawakan yang semampai tidak membuatnya terlihat kurus, justru menambah kemolekan tubuhnya yang padat dibeberapa tempat yang pas. Dengan mata aquamarine yang terlihat besar seperti boneka dan mengerjapkan bulu mata lentiknya. Kulit putih yang semakin terlihat bercahaya dibawah sinar terik matahari.

"Ahhh jadi kamu adalah pelayan yang Karin katakan. Well aku adalah Yamanaka Ino dan aku disini untuk berkuda menikmati pemandangan disini, jadi bisakah kau memasangkan pelana kuda untuk Dream?" Naruto tersedak ludahnya sendiri saat mendengar tuduhan tak sopan sigadis Barbie. Dan lagi siapa yang mengijinkannya menunggangi Dream? Kuda kesayangannya? Kecuali jika diminta menunggangi gadis itu, ia akan dengan senang hati rela melakukannya.

"Kheh, siapa yang mengijinkanmu menunggangi kuda-"

"Aku! Aku yang mengijinkannya. Kakakku pasti tidak akan marah jika aku yang mengijinkannya." Ucap Karin memotong ucapan Naruto.

"Apa yang baru saja kau katakana Karin!"

Kau sangat tidak sopan membentak majikanmu, panggil dia Nona Karin!"

Dengan cepat Naruto meminta penjelasan Karin lewat isyarat matanya. Dan melihat tatapan puas Karin. Ohh jadi Karin sedang membalaskan dendamnya karena terpaksa ikut kesini? Okay game accepted my lil sist.

"Ahh iyaaa, aku lupa memperkenalkan Ino-chan, ini Naruto ia adalah pelayan yang aku sebutkan tadi. Ia yang mengurus istal kuda keluargaku." Karin kembali menambahkan.

Rahang Naruto serasa jatuh ketanah, HELL PELAYAN? Pamornya sebagai cassanova dan bujangan paling diincar jatuh seketika, dan yang menjatuhkannya tidak lain adalah adik kesayangannya sendiri.

"Nah aku ada urusan mendadak, kau tau sebagai tuan rumah aku harus menyiapkan menu untuk makan malam nanti. Dan Naruto ini akan menemanimu berkuda. Dan kau Naruto temani Nona Ino berkuda jangan sampai terluka atau tersesat."

Dan sejak kapan Karin peduli dengan menu makan malam? Naruto melangkahkan kakinya menuju istal samar-samar ia mendengar Karin berkata "ia terkadang memang tidak mempunyai soapn santun bla bla bla."


Naruto menunggu Nona Barbie menghampirinya distal, saat melihat Ino menghampirinya Naruto melihat Hinata yang melangkah meuju istal. Oh sial ia sedang malas basa basi sekarang.

Naruto merutuki tindakan refleknya, apakah ini efek ia tidak menyentuh wanita selama 2 minggu? Karena ia selalu direcoki Tsunade soal persiapan pesta. Memojokkan Nona Barbie kesudut dinding, bisa ia rasakan Hinata yang terkesiap kaget dan samar-samar terdengar langkah hinata yang berlari. Harusnya Naruto melepaskan Ini dari kungkungannya dan berdalih jika tadi ia melihat laba-laba dan berusaha menyelamatkan Ino.

Namun tubuh Ino yang terasa pas di pelukannya, seperti kepingan puzzle yang mengisi kekosongan dirinya, harum feminism yang membangkitkan gairah liarnya seperti pheromone sang dewi dalam mitologi. Bibir ranum yang terbuka kaget seakan menggoda Naruto untuk mencicipinya.

Persetan dengan akibat, Naruto tidak dapan menahan dirinya lebih lama lagi.

"LEPASKA SIALA-"

Dengan tidak sabar Naruto membungkam dan mencumbu bibir menggairahkan didepannya, bisa ia rasakan tubuh gadis itu terdiam kaku, namun keahliannya sebagai sang cassanova tak perlu diragukan. Dengan elusan pelan disekitar pinggul, gadis itu perlahan rileks.

Rasa manis memenuhi indera pengecapnya membuatnya ingin dan ingin lagi mereguk kemanisan yang tada henatinya membuat ia merasakan kepuasan. Naruto smenghisap bibir bawah gadis Barbie seperti sedang mengulum permen dan bertambah semangat saat gadis didepannya perlahan membalas ciumannya. Siang hari yang panas bertambah panas.

Saat dirasa gadis didepannya kehabisan nafas, Naruto melepaskan cumbuannya dengan hanya jarak yang sangat dekat Naruto kembali dibuat terpesona dengan kecantikan paras didepannya. Namun egonya kembali bangkit saat mengingat ucapan angkuh sang Nona barbie.

Tangannya terangkat menghapus saliva yang mengalir pada ujung bibir merah Ino. Menundukkan kepalanya pada telinga Ino dan berbisik pelan.

"Kau baru saja bercumbu dengan pelayan nona." Naruto tersenyum miring. Dan menyeringai puas saat mendapati reaksi terkejut pada paras ayu didepannya.

TBC

Taraaa sesuai yang aku janjikan. Yaampun ternyata menulis tidak semudah yang aku bayangkan hiks. Terimakasih untuk yang sudah fav dan follow cerita gaje ini. Nah untuk yang nanya hubungan Kari Sasu Saku Hina dicerita ini ikuti saja ya jalan ceritanya. Kalau aku kasih tau sekarang gak bakalan rame lagi ceritanya hehe. Semoga kalian sabar ya nunggu updatenya ini cerita. Karena cerita baru aja dimulai hahaaa.

Oh ya disini ada yang udah nonton La La Land? Gelo eta carita pait pisan endingnya, angkat tangan yang setuju ama pendapat aku dan endingnya buat aku baper ampe nangis kejang-kejang dibioskop wkwk #abaikan curhatan gelo

See ya dinext chapter.