Hai Minna.. saya kembali lagi :D balasan review ini yaaaoo :

Momotaro : Begitulah =w= wkwkwkwk

peonychan99 : Haaaii! Kita ketemu lagi XD Ingat dong! Wkwkwk tentu saja Jellal sedang sembunyi #ditabok jellal# ok, next chap dah jadi .. review dong school love life story-nya XD (authornya kekuarangan bahan bakar = (review)) gapapa kok kalo panjang =w=

aster-bunny-bee : Salam kenal! saya KitoUsagiBianca XD (blh panggil Kito, Usagi ato Bianca .. Karna kalo KitoUsagiBianca, nnti kepanjangan xD) Yang terkenal ? : Gray, Jellal, Natsu, Lucy, Erza, dan Lyon. Erza adalah primadona sekolah. trkenal, pintar, baik dll. makanya, jadi ketua OSIS XD, Lucy itu ratu kecantikan XD Gray si ganteng playboy, Natsu si gaje tapi kebaikannya dan kepolosannya yg membuat dia trkenal XD, Lyon si ganteng dan pembela keadilan/kebenaran XD, sedangkan jellal itu si cowo pintar+ganteng+baik!

Alice Sharron : Iya, aku akan lanjutin kok :D

Guest : Makasih ! XD

Waahh saya gak tau akan begini jadinya.. ternyata peminatnya banyak juga yaaa XD makasih semuanya udah baca =w= dan bersedia menunggu XD ! ^^ Nah, ayo kita mulai!

Disclaimer : Hiro Mashima.. MAKE FAIRY TAIL!


...

Akhirnya waktu istirahat pun tiba juga.

"Erza-saaannn!"

"Erza-senpaaiii"

"Erza-chaaaannn~"

"Erza-donooo!"

"Erza-samaaaaa!"

"Kak Erzaaaaa!"

Segerombolan anak-anaak cewek datang membawa bungkusan kepada Erza yang sedang berada di ruangan OSIS. Entah, apa isinya.. Biasanya, mereka memberi makanan, gantungan kunci atau hadiah lainnya.

Seorang anak berkuncir dua menyerahkan satu pensil mekanik ke arah Erza sambil menunduk malu. "M..Ma..Maaf, Erza-senpai, aku tak sempat memberimu hadiah tahun lalu!" Erza melihatnya lalu mengambil pensil mekanik itu.

"Terima kasih!" Ujar Erza dengan tulus. Memberikan senyuman yang membuat semua yang ada disitu seperti mau pingsan.

Gray yang dari tadi menunggu cuma bisa geleng-geleng kepala sampai tiba-tiba seorang cewek melihatnya. Cewek itu berlari ke arah Gray yang berada di dekat meja Levy (Levy adalah bendahara OSIS).

"Oh! Gray-sama! Daritadi Juvia mencarimu!" Seorang cewek yang mempunyai rambut biru itu memeluk 'Gray-sama'nya dengan erat. "Aku punya hadiah untuk Gray-samaaa~~~" Juvia memain-maini benda yang ada di tangannya.

Gray menatap Juvia. Pandangan Gray pada cewek ini sudah tidak asing lagi. Sejak 2 tahun yang lalu, Juvia sudah jatuh cinta pada Gray meski Gray tidak pernah bilang bahwa Ia menyukai Juvia. "Apa itu?" Tanya Gray. Juvia tersenyum centil.

"Ini buat Gray-sama!" Juvia mengikatkan sesuatu di tangan Gray. Sebuah gelang buatan Juvia sendiri. Ada tulisan 'I lop U' kecil digelang itu meski Gray sama sekali tak melihatnya.

Gray melihatnya dengan kagum. "Waah, makasih Juvia-chaann, kamu emang paling cantik, baik, dan gak kayak monster disebelah sana yang mempunyai rambut scarlet panjang!"

...

...

Dahi Erza berkerut.

"Kalo gitu, Juvia pergi dulu ya~!" Juvia melambaikan tangannya dan keluar ruangan OSIS.

Setelah semua urusan Erza telah selesai, Erza mendatangi Gray. "Ayo kita pergi sekarang Gray! Makan di tempat biasa kan..?" Erza memberikan 'deadly smile' nya kepada Gray.

"Iya,.. uuhm.. Eh,eh? Erza? .."

BUUUAAAAAAGGGGGGHHHHHHHH!


Beberberapa anak duduk dibawah pohon Sola yang besar.

"Jadi, bagaimana tadi?" Erza bertanya pada Lucy.

Lucy menelan sayurnya lalu menghela napas panjang. "Seperti biasa, tadi ada yang menembak lagi ..,tapi, yah harus kutolak!"

"Ahahaa, iya, nanti pacarmu marah kan! Kalian ini benar-benar deh, bisa banget lolos dari maut! aku aja gak tau siapa pacarmu!" Erza tertawa-tawa dengan Lucy. Tapi setelah itu mereka keselek dan cepet-cepet minum.

"Kalau kalian bagaimana?" Natsu bertanya pada Gray dan Lyon yang sibuk makan es. Gray lagi makan es campur dan Lyon makan es buah.

"Aku tadi ditinju Erza.." Gray menghela napas panjang.

Lyon tertawa terbahak-bahak tapi Gray sudah meninjunya. Natsu cuma sweat-drop. "Kalau aku sih.. Nanti deh, Jellal dulu!"

Jellal menutup tempat bekalnya. Rupanya, dia udah selesai makan. "Seperti biasa kok! Tapi bedanya, tadi ada 8 orang yang nembak aku.. Biasanya semuanya lebih pilih pas pulang sekolah tapi tumben sebanyak ini nembak aku pas istirahat!.." Jellal lalu meminum air mineralnya.

"Ada yang kau terima diantara 8 orang itu?" Natsu bertanya dengan penasaran.

Jellal tersenyum. "Sayangnya, tidak ada yang kuterima.."

Lyon meminum air es buahnya sampai selesai. "Huh, selalu begitu! Kalau gitu, akuuuu lagiiii~ tadi aku tabrakan dengan seorang gadis cantik! Sangat cantik!, ah, dia memang gadis, ah bukan, bukan gadis biasa! Dia itu BIDADARI! Jatuh dari Surgaaaaa~~~!" Lyon nyanyi-nyanyi gaje.

"Kau gak tanya namanya?" Gray bertanya pada Lyon. Lyon geleng-geleng kepala. "Hahahaha! Bodoh! Payah! Jelek! Cemen! Tanya nama aja gabisa! Gimana mau ketemu! Hhahahahahhahaa HAHAAHAHAH HAAAAAA gyakakakak!" Gray guling-guling.

"DIAMMM! AKU KAN GAK SEMPAT TANYA, DASAR BODOH!" Lyon melempari Gray es.

Natsu dan Jellal sweat-drop. Lalu tiba-tiba Natsu kelemparan es. "AAAGGHHH! KALIAN BODOHH!" Natsu lalu mengambil cabai milik Lucy dan memberi cabai itu ke muka Gray dan Lyon.

"uaaahh!" Bruk! "GRaaaahh!" gUBRAK BUAH DUK buk Duesh "Rasakan ini!" Duk duk duk "Horeaah!" Buukk "Aku duluan ya.. j-jaa.." BRUUKK "Tunggu Jellal!" Pyash! DUGH pyang plong kleneng

"DIAM KALIAN!"
Erza memukul mereka bertiga dengan pedang kayu. "Tenang-tenang dikit kok gak bisa!" Erza lalu memukul mereka sekali lagi dan melempar pedang kayu itu. Natsu, Lyon dan Gray menghindar tapi sayangnya, Gray terlambat! Pedang kayu itu memantul dari kepala Gray dengan keras. Erza lalu mengambil pedang kayunya dan pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Jaa..!" Lucy pun lari meninggalkan mereka bertiga juga lalu pergi menyusul Erza.

Air mata Natsu langsung keluar. "Lucy.." Tiba-tiba Lyon mengguncang-guncang kan tubuh Gray dengan kencang membuat Natsu jadi kaget dari tangisan bayinya.

"Natsu bodoh! Lihat Gray! Dia sekarat!" Lyon memukul-mukul dada Gray.

Natsu menganga lalu mengguncang-guncangkan tubuh Gray. Gray sama sekali tak bangun. "Jangan mati dulu Gray! Kita belum selesai bertarung!" Terlihat sebuah benjolan besar dikepala Gray.

"Bertahanlah Graayy!"

"Kau belum membayar hutangmuuu!"

"Graaaayyy!"

"Bangunlah! Kita belum bertukar diary hari ini!"

"Apa!? Kalian menulis diary tanpa sepengetahuan ku!? Ternyata.. KALIAN MEMANG ANAK SD! GYAYAYAYAAYHAHAHAHAHAHA! Bodoh! Bodoh!"

"Diam! Nanti Gray gak bangun!"

OWawoawoawaooowaaO Akhirnya mereka bertiga gaje-gajean disitu. Untung saja para fans mereka gak lihat.. -_-""" Mereka bertiga gak sadar jam pelajaran sudah dimulai. Memang sih, Lyon dan Natsu pinter juga, lebih mentingin Gray daripada belajar tapi belajar jangan dilupain juga dong -_- Tapi, bagi mereka kematian/kehidupan Gray itu no. 1 karena nanti mereka gak akan bisa berantem bersama lagi (?). Benar-benar dramatis.


Natsu & Lucy . 04:36 PM

Sore pun tiba, saatnya murid-murid pulang. Natsu dan Lucy mau mengambil sepeda mereka sampai tiba-tiba datang seorang anak cewek ke Natsu. Anak cewek itu cantik sekali. Berambut putih seperti salju.

"Hei, ma.. maaf, boleh aku bicara dengan Natsu-san sebentar saja?" Anak itu meminta izin kepada Lucy.

Lucy menatap anak itu dengan bingung. Ia sedikit mirip seperti Elfman, teman kelasnya. Rambutnya sama-sama putih..Lucy lalu tertawa. "Hoho! Kenapa harus minta izin denganku! Yasudah, aku duluan ya Natsu! Byee!"
Lucy segera meninggalkan Natsu sendirian dengan anak itu. Lucy mengayuh sepedanya cepat-cepat.

...

...

Hening...

"Uhmm.. Maaf, apa yang ingin kau bicarakan?" Natsu bertanya pada cewek itu. Cewek itu menunduk dengan muka yang merah seperti tomat.

Cewek itu menarik nafas panjang lalu memberanikan diri menatap Natsu. Natsu jadi salting (salah tingkah). "Na.. Namaku Lisanna! Aku ingin tahu, apa hubunganmu dengan Lucy-san!" Tanya cewek itu dengan sedikit berteriak.

Natsu tertawa cekikikan. "Hahahaha, Namamu Lisanna ya! Haha, hubunganku dengan Lucy? Cuma teman sepersahabat kok! Kalau kamu mau jadi temanku boleh kok, Lisanna!" Natsu tersenyum lebar ke arah gadis berambut putih pendek itu. Cewek itu langsung blushing gaje.

"oh,. be.. bwegituw yaw..(Lisanna juga salting makanya bicara salah-salah) A.. Aku sangat mau jadi temanmu!" Lisanna memberanikan dirinya lagi.

Natsu tertawa lagi. "Hahahaa! Bagus! Kalau begitu, aku pulang dulu ya! Jaa~!" Natsu mengayuh sepedanya sambil melambaikan tangannya ke arah Lisanna. Lisanna balas melambaikan tangannya juga.


Diperjalanan, Lucy sangat bingung. Si.. Siapa sih anak itu!? Ah, sudahlah, pasti fans Natsu.. Hmmhh..

Tapi tetap saja, sepanjang perjalanan Lucy merasa penasaran, tidak nyaman, dan lain-lain..


Erza . 05:45 PM

Erza menggosok pelan rambutnya dengan handuk. Ia lalu masuk ke kamarnya dan melihat pot nya yang terkena sinar matahari karena jendelanya yang dibuka.

Erza kembali menyiramnya dengan hati-hati. Tapi, tetap saja pada akhirnya Erza tidak tahu apa yang Ia lakukan... Dan bingung-bingung sendiri bisa-bisanya Ia buat untuk Gray.

Gray kan cuma teman kecilnya!... ... ... Begitu ya?.. Ya!

Erza lalu keluar ke ruang tamu dan menutup kamarnya yang kecil itu.

Krieeett.. Blam!

...

...

Plek..

Sebuah kelopak bunga jatuh. Entah dari pot yang mana. Yang jelas, bunga yang paling indah-lah yang akan membuat Erza menyatakan perasaanya. Entah pada siapa... Jellal, Gray, atau Natsu.


Lyon . 06:00 PM

Lyon melihat-lihat semua foto mantan pacarnya dan benar saja, tak pernah Lyon menemukan cewek secantik tadi!

Seorang gadis, ah bukan, pasti dia bidadari. Pikir Lyon. Seorang gadis (bidadari) yang mempunyai rambut biru. Paras yang cantik. Mata yang indah. Kulit yang putih. Mata Lyon langsung berubah jadi 'lope-lope'.

Lyon langsung memeluk gulingnya dengan senang. Kyuuung~


Gray & Jellal . 06:15 PM

"Ini bahan makanan malam ini, tolong belikan ya, Gray! Ibu akan memasak dulu dengan bahan yang ada, sudah sana!"

"Tapi buu-"

"Tapi apa?"

"Hari ini, aku harus .."

"Apa?"

"Main ga-"

"SUDAH CEPAT SANA! TOLONG SAJA IBU! ATAU KAU GAK DAPET MAKAN MALAM, MR. GRAY FULLBUSTER!"

Gray pun terpaksa pergi. Ia memakai sendalnya lalu melihat uang ditangan kanannya. Setelah itu, Ia melihat daftar belanjaan ditangan kirinya. Setelah itu, Gray mengambil sepedanya dan pergi.

"AAAAHH! Mengingatnya saja sudah membuatku kesal! Aku kan ingin main game! Lagipula, bukannya seharusnya kayak belanja-belanja begini itu pekerjaan perempuan!? Ah, sudahlah, mengeluh itu sia-sia karena aku sudah didepan supermarket!"

Gray bicara sendiri dengan kesal, tak peduli banyak ibu-ibu dan bapak-bapak yang tersinggung. Sampai tiba-tiba seseorang menyenggol lengannya.

Gray yang masih emosi pun, langsung teriak. "Apa si-! Whooaaaa!? Jellal!?" Tiba-tiba Gray jadi kaget melihat orang disebelahnya. "Mengapa kau disini!?"

Jellal tersenyum. "Aku disuruh ibuku beli bahan-bahan untuk makan malam." Ujar Jellal sambil tersenyum. Kebalikan dengan Gray yang malah lagi emosian.

"Wah.. Sa.. Sama dong.." Gray jadi salting.

Mereka pun membeli bersama, pulang bersama, ngobrol bersama dan segalanya bersama (?!)


Besoknya...

Erza bangun tidur dengan semangat. Ia lalu melakukan peregangan ... Tiba-tiba mata Erza membulat.

"HHUUUUWWWWAAAAAAAAAAAAA! KENAPA BUNGA NYA HANCUUUURRRRR?!"

Erza melihat salah satu potnya dengan histeris.


TO BE CONTINUED!


Kalo "Jaa/Ja nee", itu artinya "dadah!" .. Kalian dah tau kan..? Nah, gimana chap kedua ini? Agak panjangan ya? Gwehehehe semoga kalian tetap suka ya XD Kutunggu review dari kalian!