Erza membalik potnya lalu buru-buru membuka jendelanya dan sinar matahari langsung menerangi kamar Erza. Saat Erza membalik potnya ... Nama yang tertulis adalah...
.
.
.
.
.
.
.
Heyya readers! Kita ketemu lagi yah! Gimana kabar kalian XD ? kabarku baik! Nyehehehh
Wueheheheh jadi yah.. saya kembali *3*)/ *kissu readers*
maaf karena keadaan akhir-akhir ini sungguh menjengkelkan :( terlalu sibuk :'( hiks hiksu hiks hik~
apalagi sekarang ane naek kelas *piip* ~!~~! Baiklah~ selamat menyaksikan *lu kira apaan* selamat membaca~~
.
.
.
.
.
.
A FAIRY TAIL FANFIC
With a pairing:
.
.
.
.
.
GRAYZA
grayXerza
.
.
.
.
Fairy Tail belongs to Hiro Mashima! Pokoknya Fairy Tail buatan Hiro Mashimaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa *kaca pecah*
.
.
.
Reply review dibawah yeee =w= sebenernya saya lebih suka bales di cerita daripada di PM, tapi di PM boleh juga kok XD
.
.
Akhir kata, Happy reading! Don't like, DON'T FLAME! Kalo gasuka bukan berarti gaboleh baca! Yang gaboleh tuh, FLAME! Kalo gatau flame, sana cari di eyang google =w= (Google : Sejak kapan saya jadi eyang?)
.
.
.
.
.
.
NATSU...
"Eh.. Kok hancur sih..?!" Tanya Erza pada dirinya sendiri dengan muka yang sungguh kecewa.
Bunga-bunganya layu dan mati. Sungguh terkesan sama sekali tidak hidup. Tentu saja Erza kecewa. Sudah tatapan kecewa, sekarang Erza melihatnya dengan tatapan 'sungguh malang...' Eh?! Malang?! Ah, kasihannya.. (?)
School
Seperti biasa, Erza harus lewat belakang sekolah supaya tidak dikejar-kejar lagi. "Huufftt..." Erza menghembuskan nafasnya lalu menutup pagar belakang sekolah yang cukup berat, tapi tentu saja Erza cukup kuat.
Tiba-tiba..
"Pagi Erza!" Sapa seseorang gadis dengan rambut pirang.
Erza melihat orang disamping kirinya "Ah? Lucy? Pagi.." Erza terlihat sangat lesu yang bahkan tak bisa berpikir atau sempat berpikir, kenapa Lucy bisa disampingnya secara tiba-tiba.
"Uhm? Kenapa kau terlihat sangat lesu?" Tanya Lucy pada Erza tanpa basa-basi.
Erza melihat Lucy lalu mulai berpikir. "Hmm.. Baiklah."
Lucy memasang muka tanda tanya. "He? Baiklah apanya?" Tanya Lucy sweat drop.
Erza menatap mata Lucy. Lalu akhirnya menghembuskan nafas. "Ehh, ehm.. Tidak ada apa-apa sih.." Jawab Erza akhirnya.
Lucy tahu bahwa Erza tak baik-baik saja, tapi sepertinya Erza sedang tidak mau memberi tahunya,.. Yasudahlah, pikir Lucy. "Yasudah, kalau ada apa-apa bilang saja ya, ayo kita ke kelas sekarang!" Lucy pun menarik tangan Erza.
"Ah! hei!"
Di sepanjang kelas, Erza memasang muka kecewa, bahkan saat guru memanggil, Erza malah lama sekali baru mendengar. Lucy, Natsu, dan Gray bertanya-tanya dalam hati mereka. Saat Levy bertanya mau ke UKS atau tidak, Erza menolaknya. Ada apa sih?
Erza menghembuskan nafas untuk ke sekian kalinya.
"Yo Erza!" Seseorang menepuk punggung Erza sampai Erza terlonjak kaget.
"Kyaa!"
BUGH!
"Aww..Sakit.."
Natsu pun mendapat tinjuan tepat dan telak di pipi kiri dari Erza. Huffftt,... Lagi-lagi Erza menghembuskan nafas! Tetapi setelah itu Erza menatap Natsu dengan sedikit kemerahan (blush) di pipinya. Levy dan yang lainnya masih sibuk sendiri sementara Lucy pergi keluar kelas.
"Seperti biasa .." Natsu mulai mencibir dan memonyongkan bibirnya, "Erza selalu kejam.." Sambungnya lagi yang sukses membuat telinga Erza berdiri tegak.
Erza pun berdiri.
"Eh? Mau kemana, Za?" Tanya Natsu sambil mengelus-elus pipi kirinya dan menatap Erza yang sudah beranjak dari kursi nya.
ERZA'S POV
Apa benar dia tidak pantas untukku ? Mungkin, sebaiknya aku memang tidak usah terlalu mempercayai tentang bunga itu, tetapi...
Aku mengambil berberapa buku dari dalam tasku. "Tidak ada apa-apa, kalau begitu aku ke perpustakaan dulu ya untuk kembaliin buku-buku!" Secepat cahaya (bukan kilat lol :v) pun aku menghilang(kabur) sudah... Natsu membulatkan matanya dengan kaget sekaligus bingung.. Mungkin.
Aneh sekali aku ini. Aku harus mencari penjelasan mengenai ini..
Aku berjalan, kalau lari di koridor, mau gimana lagi pasti dimarahi. Sesampainya didepan pintu perpustakaan, aku masuk dan melihat sang penjaga perpus, Ok saatnya mengembalikan buku.
"Aku ingin mengembalikan buku, Ini kartunya." Ujarku seraya memberikan kartu tanda pengenal murid dan kartu perpustakaan. Sang penjaga perpus melihat daftar buku-buku yang dipinjam. Lalu Ia menandatanginya dan menandai di komputernya. Aku pun juga menandatangani kartu perpustakaanku. Sepertinya penjaga ini sudah tau kalau aku adalah ketua OSIS tapi dia cuek saja.
Sambil menunggu penjaga perempuan itu menyelesaikan apa-apanya, aku mengamati sekeliling perpus. Lalu aku menemukan Lucy sedang duduk belajar diujung sana. Wahaha, sepertinya dia sedang stress.
"Ini kartumu" Kata si penjaga dengan dingin. Aku pun mengucapkan terima kasih lalu mengambil kartuku dan dengan segera menghampiri Lucy. Dasar, jadi penjaga perpus kok dingin begitu sih..
"Hey, Lucy!" Panggilku dengan sedikit pelan, takut menganggu yang lain. Lucy pun berbalik ke arah kirinya, setelah menyadari bahwa siapa yang datang Lucy langsung kalang kabut dan panik, Kenapa sih dia ini? Padahal kan aku tidak mau memakannya.
"Wah, eh-uhm Erza! Ad.. Ada apa!?" Tanyanya. Terkesan nervous.
"Hmm, Habis kembalikan buku, Kau sendiri? " Tanyaku padanya.
Lucy segera membereskan barang-barangnya. "Ma-maaf Erza, a-aku ada urusan..! Sa-Sampai nanti!" Lucy lalu berlari dengan muka memerah.
Apasih, Lucy aneh sekali! Dia tampak menghindariku. Aku salah apa?
Aku pun berjalan-jalan sebentar lalu menemukan Levy. Ah, sebaiknya aku bertanya kepadany-... Baiklah tidak jadi. Dia sedang mengajari Gajeel, sepertinya aku akan menganggu. Baiklah, lebih baik aku keluar.
~0OooO0~
NORMAL POV
Erza tampak tidak tertarik dengan pelajaran, Ia sibuk memainkan ujung rambutnya dan mencorat-coret buku tulisnya. Pikirannya melayang-layang, daripada memikirkan pelajaran yang sudah Erza hapal, Ia lebih memilih memikirkan soal Natsu atau Lucy.
Lucy aneh sekali.. Atau jangan-jangan dia ada hubungannya dengan Natsu...
Atau... Natsu.. Apa aku harus melupakannya?
Atau pemikiran yang ini... Jangan-jangan Natsu adalah makhluk luar angkasa, makannya Kami-sama tak membolehkan kami berdua agar bersama..
Dan masih banyak pemikiran Erza lainnya yang lebih kacau balau. Sekali-kali per menit, Erza menggelengkan kepalanya. Hal ini membuat Gray sedikit risih dan malah bingung terhadap Erza.
Pemikiran Gray :
Baru kali' ini kulihat Erza stres! Sepertinya dia tidak bisa menguasai pelajaran?! Hah!? Masa' sih? Padahal Erza kan.. Jenius!
Dan... Jangan-jangan.. Tadi kepala Erza terbentur!? Lalu.. Dia tertukar sama si bodoh Cana!
Tiba-tiba Cana bersin. "Haattcchiiihh!" Cana menjadi bingung sendiri. "Hah, aku kan gak flu.." Saat Cana mau mengambil tisu dari tasnya, tiba-tiba kartu-kartunya jatuh semua. "Haduuhh.. " Keluhnya. Tiba-tiba..
"Ha..Hah!?" Seru Cana dengan kaget saat hendak membereskan kartunya. Cana lalu manggut-manggut sendiri...
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya, tiba waktunya untuk pulang sekolah.
Erza masih tak bisa konsentrasi berpikir . Ada apa sih di hari ini!?
Erza merasa ada yang kekurangan . Ah bukan, bukan. Kali' ini agak terasa berbeda.. "Oh iya astaga! Pr mengarang ku masih ada di laci meja ! " Erza pun segera berlari. Jendela di halaman belakang sekolah terbuka,... Lebih baik manjat!
Erza langsung berlari menuju halaman belakang sekolah , tiba-tiba Erza berpapasan dengan Gray, tetapi sepertinya Erza tidak sadar.
"Oi, Erza! " Seru Gray. Yah, percuma Gray! Erza tak dengar.
Erza terus saja berlari dengan buru-buru, takut ruangan OSIS sudah dikunci.
Lalu... Hmm? Samar-samar terlihat rambut blondie dan rambut berwarna pink. Oh! Jangan-jangan Nats-
"HAAAAAHHHH!? "
Erza merasa matanya seperti panas dan terbakar (?) APA AKU TAK SALAH LIHAT!?
.
.
Sementara itu,... Lyon...
"Astaga! Benar! Aku mencari cewek ini! Siapa namanya!?" Lyon berteriak dengan gaje sambil menunjuk-nunjuk foto yang dipegang Freed.
Freed mengangkat sebelah alisnya ."Apa!? Kau mencarinya?! Dia itu SEPUPU KU! AWAS KAU MACAM-MACAM DENGANNYA! Takkan kubiarkan kau menyentuhnya 1 jari pun!" Freed balas berteriak di telinga Lyon.
"SEPUPU!?" Lyon sangat terkejut. Lyon menatap muka Freed dengan tatapan 'kau-pasti-bohong-kan-dasar-rambut-sayur'.
"Ya, sepupuku! Kau pasti kaget kan? Namanya, Juvia. Juvia Loxar." Jelas Freed dengan bangga.
Lyon cengo seketika. "Dia kelas berapa?" Tanya Lyon.
"Hah?! Mana mau kuberitahu padamu!" Freed menjulurkan lidahnya lalu lari. Lyon mengejarnya. Mereka lari-lari seperti orang gila sampai akhirnya nyasar di halaman belakang sekolah.
...
...
...
OH MY GOD.
Pemandangan ini...
"Hosh, hosh,, hosh.. huffh! Hey Erza tadi kupanggil kok gak deng-" Belum selesai Gray menyelesaikan kata-katanya, Gray juga ikut diam.
BRAAKK... Tas Lucy jatuh.
Pemandangan macam apa sih yang mereka lihat!? Kenapa mereka semua kaget?! Freed, Lyon, Gray dan Erza merasa mata mereka panas dan ada api membara (?)
NATSU DAN LUCY... KISSU ?!
TO BE CONTINUED
WAAAAWWW...
Astaga, sudah berapa bulan aku tidak Update? Tapi aku terharu atas dukungan kalian semua! Moga-moga kalian masih baca! Mulai sekarang aku janji aku akan update ASAP ! Kalau kalian baca, jangan lupa review ya~ !
Dan, beneran deh serius ...! Maaf banget update nya baru bisa sekarang!
