Hehehehehehehehe, ane kembali lagi, membawa hadiah (?) chapter ke 4 yang update nya kaya nunggu 1 abad deh ya (?) btw, yang tadi abaikan aja, gamao banyak bicara, ayo kita langsung ke intinya!

Disclaimer : Fairy Tail belongs to Hiro Mashima, fanfic By KitoUsagiBianca

Sesi Balasan Review :

pidachan99 : hai nyan! makasih udah review... hehe email ku agak bermasalah nih... btw, Freed it sepupunya Juvia itu langsung nyasar di otakku (?) jadinya yaudah gapapadeh Freed-kun, kamu sepupunya Juvia ya ;;) (Freed : APA!?)

ameruchan : wkwkwk tebakannya salah semua, udah salah pake kata "pasti" lagi XD haha, Lucy dan Natsu beneren Kissu kok.. Lisanna ... (Lisanna : aku kenapa?) Fairy Tail sampe sekarang belum tamat, baca aja manga nya udah sampe 300+ chapter :) haha makasih untuk dukungannya!

FM2725 lovers : Wow, you are using English? Ok, nevermind yang pasti orang Indo ya? XD ato bukan? Thanks for your support! I'm sorry If I can't update very fast but, I'll do my best! Next week I got an exam XD

clover 4 leaves : Iya! Boleh~ Hehe, makasih review nya ! Hehe Freed sepupu Juvia B) bagus kan? #plak. Kasihan Lyon kalau ditolak x_x hehe, semua misteri (?) akan terkuak di chapter 5-6 (semoga) .. Iya aku sedang berusaha update ASAP TTwTT)b makasih atas dukungannya! *terharu #ditendang

Okay, sekian balasannya...

Warning : Gaje, Typo, OOC, Gaje, Typo, OOC, Gaje, Typo, OOC, OOC, Gaje, Typo (ngulang terus! gak capek!?)

Okelah Ok, Happy Reading~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Lyon cengo seketika. "Dia kelas berapa?" Tanya Lyon.

"Hah?! Mana mau kuberitahu padamu!" Freed menjulurkan lidahnya lalu lari. Lyon mengejarnya. Mereka lari-lari seperti orang gila sampai akhirnya nyasar di halaman belakang sekolah.

...

...

...

OH MY GOD.

Pemandangan ini...

"Hosh, hosh,, hosh.. huffh! Hey Erza tadi kupanggil kok gak deng-" Belum selesai Gray menyelesaikan kata-katanya, Gray juga ikut diam.

BRAAKK... Tas Lucy jatuh.

Pemandangan macam apa sih yang mereka lihat!? Kenapa mereka semua kaget?! Freed, Lyon, Gray dan Erza merasa mata mereka panas dan ada api membara (?)

NATSU DAN LUCY... KISSU ?!

.

.

.

"Woy, woy,woy... Kenapa nih?" Gray membisiki Erza. Erza masih melotot lihatnya. Gray sampai menepuk-nepuk pundak Erza dan akhirnya Erza sadar juga.

"Kenapa?" Tanya Erza yang jelas banget tadi gak sadar ditanyain sama Gray.

Gray berdehem dengan super pelan . "Ituloh, kok Natsu sama Lucy bisa...EHEM!" Deheman kedua Gray kayaknya terlalu keras Gray sampai kaget sendiri. PLAK! Erza memukul punggung Gray dengan keras dan suara-suara bikinan mereka berdua itu sukses bikin orang-orang pada noleh ke mereka berdua. Lucy tiba-tiba sadar dan Lucy segera mengangkat tasnya lalu berlari pulang.

"Kau sih, bodoh banget! Untung aja, kayaknya Lucy gak sadar ada kita." Erza menatap Gray dengan sinis, tiba-tiba Erza seperti melihat sesuatu yang hijau. Rambut hijau itu... "Woy! Apa yang kau lakukan, Freed!?" Erza berteriak menunjuk-nunjuk Freed.

Lisanna yang ternyata dari tadi juga ada dan kebetulan menyaksikan langsung lari dan tentu saja ke arah yang berbeda dengan Lucy.

Lyon hanya diam-diam tapi setelah sadar kalau ada Gray, mereka pun bertengkar.

BRUK!

Natsu berlutut. Lyon,Gray, Freed, dan Erza langsung menhentikan semua aktifitas mereka dan memandang Natsu. Natsu lalu berdiri kembali mengambil tasnya dan memutar... "HAH?" Natsu melihat kwartet gila+bodoh (Freed,Lyon,Erza,Gray) itu bersamaan dengan mereka menatap mata Natsu.

"Astaga, ini ..ini tidak seperti yang kau kira Natsu!" Erza langsung kalang kabut dan menggerak-gerakkan tangannya dengan nervous. Lyon berdehem ,"Benar, kita itu bukan penguntit." Freed mengangguk lalu menambahkan, "Ini hanya kebetulan". Sementara Gray langsung lari dan sembunyi.

Natsu hanya diam, Ia tak mengucapkan sepatah katapun lalu pergi meninggalkan kwartet gila+bodoh itu. Kwartet gila+bodoh itu tentu saja kebingungan atas sikap Natsu. "Ya ampun aku jadi terlihat bodoh.." Erza menutup mukanya. Lalu Ia berbalik ke Lyon dan Freed dan memberikan mata sinis nya. "Ini gara-gara kalian. Orang populer sepertiku. Dan kalian merusak reputasiku. Ditambah. GROOAAAAAA!" Lyon dan Freed langsung lari terbirit-birit.

...

"Apa yang sudah kulakukan..." Lirih Natsu.

Sementara itu...

"Apa ..Maksudnya ini!?" Lucy menutup mulutnya.

Dan... Sementara itu lagi...

"Apa.. Aku tak salah lihat!?" Perlahan air mata keluar dari mata Lisanna.

~~00OooO00~~

BESOKNYA

"G-G-Good Mo-mo-morning!" Sapa Gray pada semua kawan-kawannya. Gray lalu sweat drop. Tidak ada yang membalas sapaannya. Satu orang pun. Aduh kasihan Gray di kacangin.. "WOY!" Gray jadi agak kesal.

Erza sibuk menulis di bukunya. Ternyata benar, Kami-sama memang tak membolehkan kita agar bersama... Astaga, sebenarnya.. Aku sedikit cemburu kemarin sama Lucy, tetapi mungkin sebaiknya kucoret nama Natsu. Selamat tinggal Natsu... Erza menutup bukunya lalu menghembuskan nafas panjang.

"Kau habis menulis apa, hah!?" Tanya Gray menganggetkan Erza. Erza langsung terlonjak dan dengan refleks, Ia meninju Gray tepat di wajahnya. BRUAAKKK!
Gray terpental. "Woy, bisa gak sih lembut dikit!?" Seru Gray sambil mengelus-elus pipi kirinya.

Erza menatap Gray. "SORRY DEH."

"Gak tulus amat sih!" Protes Gray. Gray lalu melihat Erza. "Sebaiknya kau bantu aku." Ajak Gray pada Erza. Erza mengangkat alisnya. "Bantu apa?" Tanya Erza sedikit bingung.

"Kau nggak lihat tuh?" Balas Gray sambil menunjuk Lucy, Lisanna, Natsu, Lyon, dan Cana.

"Aku nggak ngerti maksudmu" Balas Erza lalu menyimpan bukunya dalam tas dan mengeluarkan komik lalu mulai membaca kembali. Kalau dilihat, benar juga. Cana tampak sibuk sendiri dengan kartunya. Lyon sibuk nangis-nangis dan main hp, entahlah smssan atau ngapain . Lisanna menatap ke jendela terus, Lucy dengan muka merah selalu melihat ke kacanya, kalau Natsu seperti tampak menyesali dirinya sendiri. Keadaan kelas seperti suram. Ultear tampak seperti menatap Erza dengan sinis (Erza gak sadar).

Ya, ini maksudku! Haduuuhh! Gray mengeluh dalam hati.

"Permisi!" Tok tok tok. Terdengar suara ketukan pintu diiringi oleh suara lelaki. "Aku mau membagikan surat edaran" Jelasnya. "Aku masuk ya" Tanpa ada anggota kelas yang menyahut, laki-laki itu sudah masuk saja lalu menyuruh Gray membagikannya.

"Nih surat edaran, Jellal anterin." Gray menaruh asal di meja teman-temannya.

"TADI ITU JELLAL!?" Erza dan Ultear berteriak bersamaan sambil menatap Gray dengan mata iblis.

"Apa?!" Gray jadi kaget sendiri. "Iya, emangnya kenapa sih dan kok kalian bisa kompak amat?" Tanya Gray yang sukses bikin Ultear melihat Erza dengan tatapan kebencian. Tapi lagi-lagi Erza nya gak sadar... Gray tetep lanjut nge-bagiin sampe akhirnya ada di Cana.

"Jangan mendekat. " Tiba-tiba Cana mengeluarkan 2 patah kata.

Gray bingung, "Loh? aku kan hanya mau bagiin surat! judes amat! Yaudah, kata suratnya, besok libur!" Gray teriak-teriak sendirian sampe muncrat kena Cana, kasian amat nih Gray...

"Haaah! Menjijikan, muncrat tau Gray! Iya aku udah tau!" Cana melanjutkan mengurus kartu-kartunya. "Pokoknya jangan ganggu dulu, 5 meniiitt aja...! Janji deh!" Kata Cana tanpa menoleh sedikitpun.

Dasar pengumbar janji! Gray menatap Cana. "Iya ya, aku baru inget kau ini bisa ngeramal, jadi gaada gunanya bagiin surat edaran." Kata Gray dengann jengkel tapi gak di balas perkataan Gray itu oleh Cana.

Tiba-tiba.. "BESOK LIBUR! YEYYYY!" Suara cempreng,eh merdu perempuan terdengar lagi, kali ini dua perempuan lagi, tapi bukan suara Ultear dan Erza, kali' ini Lisanna dan Lucy! Mereka lalu saling menatap , dan dengan gugup mereka menoleh perlahan ke tempat masing-masing.

Lisanna kan suka Natsu... Gumam Lucy.

Mereka kemarin kissu... Gumam Lisanna.

Ide ini mungkin akan berhasil! ... Seru Natsu dalam hati. Dan akhirnya guru datang, 3 jam kemudian... TENG TENG TENG LALALALALLALAALA waktunya istirahat setelah lewat 3 jam pelajaran... Istirahat pertama dimulai~! Tebak! Tadi selama pelajaran berlangsung, satu kelas ini pada konsentrasi atau nggak? :p (jawabannya : TENTU SAJA nggak!)

"Lucy!" Panggil seseorang pada Lucy. Astaga, itu kan Natsu.

Lucy tak berani menatap Natsu. "Ke-Kenapa?" Tanya Lucy gugup.

"Aku.. Eh-..Kau mau tidak kita menonton besok? di bioskop" Ajak Natsu. Dengan. Super. Duper. Ultra. Mendadak. Besok emang hari libur nasional (what-)

Lucy sedikit kesal. Ini orang nembak aja belum, tapi udah cium aku. Terus sekarang ngajak kencan!? Yang bener aja, Natsu! Lucy menarik nafas panjang. "Dengar ya Natsu, aku tak peduli omongan kita ini didengar di seluruh bumi, yang penting kau harus tahu ini. Kau ini kenapa sih!? Kau kemarin menciumku, nah, coba kau pikirkan perasaan Lisanna teman kecil mu itu! Kau juga belum nembak aku, dan belum tentu aku menerimamu ..Tapi kau ! Sekarang mengajakku kencan! Nah, sebelum kau melakukan apapun lagi , aku tanya, apa maksud dari semua ini!?"

Semua orang di koridor (Natsu dan Lucy di koridor) langsung memandang Lucy dan Natsu. Semua orang berbisik yang rata-rata bunyinya seperti ini : "Wah lihat tuh ada drama"

"Ah, memangnya..uhm, tempat ini cocok?" Natsu bertanya dengan gugup kepada Lucy. Lucy menghembuskan nafas panjang lalu menarik Natsu, mereka berdua pun menjauh dari koridor dan sampai di atap sekolah.

Lucy menatap Natsu. "Nah, jawab aku." Kata Lucy dengan dingin.

"Itu..Luce...Aku.. Suka padamu."

1 detik hening...

2 detik...

3 detik...

4,5,6,7,8,9,10... Detik...

"Luce?" Natsu melambaikan tangannya di depan muka Lucy.

Lucy tersentak. "Ha-Hah..?"

Natsu masih bingung dan menunggu jawaban.

Lucy masih cengo. Lucy berusaha menyadarkan dirinya tetapi proses nya sangat lambat (?). "Li-Lisanna .. Ba-Baga-Bagai-Ba...-Ba..Ba..Ba.." Lucy berusaha bertanya dengan susah payah.

"Lisanna ? Lisanna kenapa?" Tanya Natsu polos.

"Kau 'kan harusnya suka ..Uhm, Lisanna? "

"Kata siapa? Aku suka kamu Luce! " Natsu memegang tangan Lucy dan seketika itu Lucy pun pingsan.

~oO00Oo~

"JADI KAU INI SEPUPU JUVIA HAH!? KOK GAK BILANG! " Tanya Lyon kesekian kalinya.

"IH! Ngotot banget sih lu! Ya karena ibunya dia itu saudara sama ibuku! Masa' gitu aja gak tau. Udah, stop ikutin aku!" Freed langsung lari meninggalkan Lyon yang daritadi Lyon gak ada berhentinya ikutin Freed sampai ke toilet sekalipun.

Tiba-tiba ada laki-laki ganteng berambut biru yang lewat. Jellal... Fans Jellal mengerumuni Jellal seperti biasa. Lalu Jellal pun bertemu dengan cewek cantik berambut Scarlet. Setelah Jellal memberikan buku-buku atau dokumen kepada Erza, Jellal menarik dan menahan tangan Erza dengan agak pelan.

Jellal menarik nafas lalu menatap Erza dengan sungguh-sungguh. Pipi Erza pun bersemu merah. "Erza, aku ingin jujur saja ya." Kata Jellal.

Erza merasa aneh dengan perkataan Jellal barusan. "Ada apa Jellal? Kok kamu gak kayak biasanya? Kamu boleh jujur kapan saja kok kalau denganku. " Tentu saja semua fans Jellal memelototi Erza, tapi mereka sadar kalau takkan menang melawan Erza.

"Hmm, tidak jadi deh, Oya besok kan libur, main yuk ditaman hiburan. Kutunggu jam 10 pagi ya. Dah~ Sampai jumpa! "Jellal langsung lari dengan wajah merah. Meninggalkan Erza begitu saja padahal Erza belum sempat mengucapkan apapun.


TO BE CONTINUED


Merry Christmas and Happy New Year! Sorry telat :D Sampai jumpa di chapter 5 :3