Title : Who Knows?

Author : veectjae

Cast :

Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,

Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)

Genre : Romance, Drama, Friendship, School life

Pair : YJ

Length : Chaptered

Warning! B x B

Preview last chapter

Malamnya, seorang namja sedang bersiap-siap di kamarnya. Lihatlah penampilannya! Kemeja putih yang digulung hingga lengan, dua kancing teratas yang dibiarkan terbuka, skinny jeans bewarna gelap yang melekat sempurna di kaki jejangnya, hingga rambut brunettenya yang sengaja ditata acak-acakan, agar menambah kesan seksi pada dirinya. Bahkan, sekarang ia menggigit kecilbibir merahnya, seolah menunggu sebuah ciuman panas. Tetapi… Siapa namja itu? Tak ada satupun yang mengetahui, terkecuali dirinya dan keluarganya.

"Kau benar-benar mengagumkan…. Kim Jaejoong"

Chapter 2

Untuk kalian yang menebak dia adalah Youngwoon, maka…. Salah besar. Dia benar-benar bukan Youngwoon. Lalu? Siapa lagi kalau bukan Kim Jaejoong. Shock? Bukankah dari awal aku sudah bilang, tidak ada yang dapat mengenalinya di luar seklah.

"Perfect" gumam Jaejoong setelah mengecek penampilannya kembali, lalu menyunggingkan smirk menggodanya. Ia mengambil backpack hitamnya dan keluar, menuruni tangga.

"Appa, eomma, aku pamit!" teriak Jaejoong.

"Yah, kau ini! Sapa Hyunjoong dulu!" eommanya, Kim Heechul menggetok kepalanya dengan sendok.

"Aish, appo eomma. Memangnya ada Hyunjoong hyung?

"Baboya! Hyunnie hyung ada disini!" gerutu Youngwoon, yang sedang bersandar di samping Hyunjoong.

"Aah, annyeong hyung. Mianhae, aku tidak melihatmu" sapa Jaejoong sambil menggaruk tengkuknya.

"Yah, annyeong Jae. Jangan terlalu kasar dengan hyungmu, Luv" Hyunjoong mencubit pelan hidung Youngwoon. Bingun? Yah inilah alas an, mengapa Youngwoon selalu menolak siapapun yang memintanya menjadi kekasih, karena ia telah menemukan kekasih jiwanya, yaitu Hyunjoong.

"Ck, dia hanya lebih tua 10 menit, Hyunnie" decak Youngwoon.

"12 menit, baby-ah" sang Appa dating, sembari ikut menggoda putranya.

"Yaishhh, kalian ini! Kenapa aku selalu diperlakukan seperti bayi yeoja, entah di sekolah atau di rumah. Sedangkan Joongie tidak" Youngwoon menggerutu dengan bibirnya yang mengerucut imut.

"Sikapmu yang membuat kami melakukannya, Woon-ie" jawab Jaejoong sambil tersenyum geli.

"Kalian juga curang, Joongie dibolehkan masuk club, bahkan minimal 1 minggu sekali dia masuk ke sana. Sedangkan aku? Berdiri di depannya pun tidak boleh" Gerutuan Youngwoon yang kali ini membuat Jaejoong, Hangeng, dan Heechul tertawa. Sedangkan Hyunjoong?

"Yaahh, Luv! Kau tidak boleh masuk ke sana! Di seklah saja masih banyak yang menggodamu, apa lagi di club! Apalagi kau masih terlalu innocent, Luv. Beda dengan Jaejoong yang sudah tidak polos lagi. Dia sudah akrab dengan dunia malam. Dia juga bisa menjaga diri, jika digoda. Haishh, kau tak boleh masuk kesana, Luv. Tak boleh, apalagi jika tanpa aku" Hyunjoong menyeramahi Youngwoon yang masih mengerucut kesal.

"Yah, yah, Hyung! Kau membuatku seperti namja nakal. Enak saja, aku juga masih polos!" gentian Jaejoong yang menggerutu, disambut oleh gelak tawa bomonimnya, yang geli melihat tingkah laku putra kembar mereka.

"Sudahlah, aku harus berangkat. Annyeong eomma, appa, Woon-ie, Hyunjoong Hyung" pamit Jaejoong. Dia berlari kecil keluar rumah, dan melihat mobil Audi R8 putihnya sudah siap di depan.

"Gomawoyo, ahjussi" Jaejoong mengambil kunci mobilnya dari Lee Ahjussi, salah satu pelayan di rumahnya. Jaejoong masuk ke mobilnya, kemudian menyetir ke Mirotic Club, club elite di daerah Gangnam, milik eommanya. Untuk apa? Menikmati kehidupan sesungguhnya, tentunya.

.

.

.

Disinilah Jaejoong sekarang. Di tengah hingar-bingar club. Dia tidak memperdulikan godaan para yeoja ataupun namja saat dia berjalan, diam sambil berjalan cepat dengan kacamata hitamnya. Jaejoong menaiki tangga, bersiap-siap, dan mengeluarkan barang-barang dari tasnya. Begitu sibuknya ia, mempersiapkan 'pertunjukkan' mingguannya.

Jaejoong tersenyum tipis saat semuanya sudah siap. Ia memakai headphonenya, lalu memberi tanda pada orang yang berada di sebrang sana.

"Showtime" ucap Jaejoong sambil menggunakan kembali kacamata hitamnya dan menampilkan smirk tipisnya.

Semua lampu dimatikan. Orang-orang di sana berteriak heboh dan semangat. Ini saat yang ditunggu semua orang di Mirotic Club saat weekend.

Intro lagu mulai diputar, orang-orang berteriak semakin keras dan bersemangat. Banyak yang semula hanya duduk menikmati, ikut turun ke dance floor, menyambut 'The Mirotic's 킹카 (Khingka)*" Menit '1:00' yang tertera di layar mulai berjalan, menghitung mundur. Dance floor terlihat semakin penuh, semakin berdesarkan.

"Ten, nine, eight, seven, six, five, four, three, two, one, WOOOOOO" mereka ikut menghitung mundur, kemudian berteriak dengan sangat keras saat mencapai angka satu. Lighting yang sangat epic dimainkan. Jaejoong mulai memutar lagunya, lalu memainkan alat kesayangannya. Sinar putih menyinari tubuhnya di panggung, kemudian ia berteriak.

"A-yo, wassup Mirotic! Are you ready for tonight?" yang langsung ditanggapi oleh para penonton dengan teriakan bersemangat.

"DJ Hero! DJ Hero!" teriak para penonton.

"Turn up the heat, ladies and gentleman! Here you go" Jaejoong memulai pekerjaannya, yang membuat orang-orang di dance floor mulai menari, menghentakkan tubuhnya sesuai irama lagu.

Yah, inilah pekerjaan Jaejoong di malam hari, pada saat weekend. Sudah setahun ini ia menjadi seorang disc jokey yang dikenal dengan nama DJ Hero. Memang, menjadi DJ adalah hobinya. Meremix lagu sesuai hatinya, membuat lagu-lagu yang dapat membuat orang lain bersemangat adalah hobinya. Sejak kecil, entah dari mana, Jaejoong mengenal lagu-lagu electronic, dubstep, dll. Ia memutuskan untuk mengikuti DJ School saat ia SMP, dan saat SMA ia sudah menjadi DJ yang cukup terkenal di antara warga Seoul.

Sebenarnya, ia belum cukup umur untuk masuk club, mengingat ia mulai bekerja di Mirotic Club sejak kelas 1 SMA. Awalnya, bumonimnya tidak mengijankannya, terutama sang appa yang memang kurang menyukai dunia malam, meskipun tempat di mana anaknya akan bekerja adalah milik istrinya sendiri. Tetapi, dengan rayuan Jaejoong, akhirnya sang appa luluh, dengan syarat Jaejoong tidak boleh menggunakan nama aslinya, dan ditemani bodyguard. Awalnya, Jaejoong menolak keberadaan para bodyguard. Tetapi, mau tidak mau, ia harus menuruti syarat appanya jika mau bekerja di Mirotic Club. Sebenarnya ada keuntungannya dijaga oleh para bodyguard. Mereka bisa menjauhkan Jaejoong dari tangan para namja mesum. Buatnya, jika yeoja tidak msalah (karena Jaejoong tidak akan tertarik). Tetapi, ia harus ekstra berhati-hati dengan namja, terutama para semu (karena wajahnya yang sangat cantik, melebihi yeoja). Mengingat, banyak biseksual dan gay juga di Mirotic Club ini.

Tetapi, tetap saja ia mereasa rishi dengan para bodyguard. Ia merasa tidak leluasa dengan keberadaan mereka. Memasuki bulan ke delapan bekerjanya, Jaejoong berhasil meyakinkan appanya untuk menarik bodyguardnya, dengan alasan

"Kan banyak orang kepercayaan eomma juga di sana yang bisa menjagaku" Ia sudah mulai terbiasa dengan dunianya itu, bahkan ia mendapatkan banyak teman baik dari pekerjaannya ini.

DJ Hero terkenal sebagai idola di Mirotic Club. Meski tak pernah ada yang mengetahui wajah aslinya karena ia selalu memakai kacamata hitam, pesona rupawannya tetap tidak terkalahkan. Memang, ia sangat mengagumkan *penjelasan baca chapter satu bagian awal dan chapter dua bagian awal*. Ia bisa menaikkan suasana, menjadi semakin panas dan bergairah. Penampilannya selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Tentunya, hal itu mendatangkan banyak keuntungan untuk Mirotic Club, karena clubnya menjadi sangat ramai ketika weekend, untuk melihat DJ Hero, tentunya. Tidak sedikit yeoja yang sering menggodanya saat ia bekerja. Jaejoong hanya menanggapinya seadanya, karena ia tidak mengenalnya.

Tetapi, Jaejoong tetap menyimpan rahasia jati dirinya. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya, itupun dengan janji tidak akan menyebarkannya. Tidak ada satupun teman sekolahnya yang menyadari bahwa DJ Hero adalah Kim Jaejoong, walaupun Jaejoong sering melihat teman-teman sekolahnya dating ke Mirotic Club dan menikmati pertunjukkannya dari dance floor ataupun duduk di bar.

Ia pernah melihat Kwon Jiyong, sunbaenya berciuman dengan seorang yeoja di dance floor. Atau, seorang yang terkenal sebagai salah satu siswa teladan, Jung Jinyoung mabuk. Mungkin karena patah hati atau stress. Bahkan, pernah ia sewaktu itu melihat tiga hoobaenya, Park Chanyeol, Kim Jongin, dan Oh Sehun menggoda beberapa yeoja di dance floor. Ia tak habis piker, betapa cerdiknya mereka mendapatkan akses untuk masuk ke Mirotic Club yang penjagaannya sangat ketat.

Jaejoong masih asik bermain DJ, sambil sesekali melompat, ikut menikmati alunan lagunya. Terkadang, ia berteriak untuk semakin memanaskan suasana, bahkan terang-terangan menggoda para yeoja dengan sedikit dirty talk. Inilah yang orang-orang sukai dari DJ Hero. Ia mampu mengangkat suasana dengan baik dan berkomunikasi dengan penontonnya dengan ramah. Walaupun, sampai sekarang belum ada satupun yang berhasil tidur bersama, atau sekedar berciuman dengannya.

.

.

.

Waktu sudah memasuki satu dini hari, waktunya Jaejoong bergantian dengan DJ lain. Mirotic Club menyiapkan pertunjukkan DJ hingga pukul 3 pagi, walaupun puncak keramaiannya tetap pada pukul 23.00-1.00, jam dimana Jaejoong tampil.

"Thanks for tonight, y'all! This is so hot! I'll see you next week, baby" Jaejoong menutupnya dengan suara kecupan, disambut dengan sorak sorai penggemar serta penontonnya. Lampu yang menyinari tubuh Jarjoong dipadamkan, kemudian Jaejoong segera membereksan barang-barangnya.

Then, what? Pulang? No, no, no! Tidak ada kata pulang untuk Jaejoong sebelum jam 3 dini hari. Orang tuanya pun tidak begitu khawatir, karena para pegawai di Mirotic Club selalu mengawasi Jaejoong. Ia berjalan turun dari panggung, lalu menaiki tangga, menuju ruang VVIP di Mirotic Club.

"Heyy, our lil DJ is come!" teriak salah satu dari mereka, lalu mempersilahkannya duduk. Jaejoong menuangkan whisky dalam gelasnya, lalu meneguknya.

"So, what do you think about night?" Tanya namja berlesung pipit.

"So tiring as usual, hyung. Tidak ada yang menarik. Cuma memanas seperti biasa. Kalian melihatnya dari atas?" jawab Jaejoong sambil meminum whiskynya lagi.

"Ofcourse, Jae. Bagaimana kita tidak melihatnya sedangkan di depan kita kaca yang tembus pandang, langsung menghadap ke panggung?" jawab namja itu. Jaejoong tergelak mendengar jawabannya.

"Taka da yang menarik perhatianmu, jae?" kal ini yang bertanya namja yang berwajah seperti panda.

"Tampan, maksud hyung? Nope. Kan, yang tampan bagiku hanya hyungdeul" Jaejoong menjawab sekenanya, yang membuat lainnya tertawa.

Jaejoong tak pernah langsung pulang setelah menyelesaikan pertunjukkan DJ nya. Dia ke ruang CCIP, yang setiap weekend diisi oleh teman-temannya. Namja berlesung pipit itu adalah Choi Siwon, CEO muda Choi Corp. Umurnya baru 24 tahun. Sedangkan yang berwajah seperti panda bernama Lee Seungri, adik sepupunya. Selain itu ada Donghae, Eunhyuk, mereka sepasang kekasih yang juga merupakan sahabat baik Siwon. Ada juga Henry dan Kris, teman sekampus Seungri yang berdarah China. Jaejoong adalah yang paling muda di antara mereka.

Jaejoong mengenal mereka saat ia selesai men-DJ, lalu dia dihampiri oleh Siwon. Siwon mengajaknya berkenalan, awalnya Jaejoong sedikit ragau. Tetapi, Siwon adalah pribadi yang menyenangkan, walaupun sedikit 'nakal'. Siwon mengenalkannya pada teman-teman lainnya. Sejak saat itu, setiap kali Jaejoong menyelesaikan pertunjukkannya, ia menghampiri mereka, menyempatkan untuk mengobrol bersama. Lama-kelamaan, Jaejoong merasa nyaman dengan mereka. Dengan keramahan, keasikkan, keusilan, ke'nakal'an, hingga keanehan mereka.

Hal ini membuat Jaejoong berani membuka jati dirinya, bahkan melepas kacamata hitamnya untuk pertama kali. Awalnya mereka kaget, tidak menyangka Jaejoong semuda itu. Tetapi, tentu saja hal itu tidak menjadi masalah bagi mereka. Mereka tetap memperlakukan Jaejoong seperti biasa. Hal ini membuat Jaejoong semakin nayaman dengan mereka.

Mereka semakin asik mengobrol, hingga Jaejoong pamit pulang lebih awal, karena ia cukup lelah hari ini. Jaejoong mengemudikan mobilnya menuju rumah. Sesampainya, ia melepas kemejanya lalu meleparnya asal, dan langsung merebahkan tubuhnya di kasur, terlelap hingga siang hari. Seperti itulah kehidupan weekend Kim Jaejoong, kehidupan di 'dunianya' yang lain.

TBC

*Khingkha : laki-laki seksi

.

.

.

Haiii veect update chapter 2 nih :3

Jadi, Jae di luar sekolahnya itu… Nakal :v

Aku lebih suka penggambaran Jae yang kayak gini, lebih ke realnya haha.

Nakal nakal mesum seksi gimana gituu XD

Maaf ya kalau ceritanya agak gaje, nyelesaiinnya agak ngebut :'v

Ada yang penasaran nggak sama kelanjutan cerita ini? XD

Anw, makasih ya buat yang udah follow, favorite cerita atau veect! Juga yang udah review :D

Seneng banget masa hahaha *alay* 3

Semoga chapter depan bisa di update secepatnya yaa

Thanks for reading, review please? ^^