Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B
Preview last chapter
Hari ini Jaejoong duduk sendirian di halaman belakang sekolah karena Junsu tidak masuk sekolah. Tak disangkanya, ada seseorang yang mengajaknya berkenalan dan menemaninya. Orang itu adalah Jung Yunho, kapten basket Toho High School. Yunho mengaku sudah mengamati Jaejoong sejak kelas satu. Di pertemuan mereka yang pertama itulah, Yunho mengatakan bahwa ia tertarik dengan Jaejoong. Jaejoong juga merasa tertarik dengan Yunho. Ia nyaman dengan sikap hangat Yunho padanya.
Chapter 3
Junsu belum masuk sekolah hingga beberapa hari. Yunho selalu dating menemani Jaejoong. Sebenarnya, Jaejoong senang ada orang lain yang mau menemaninya. Ia merasa menemukan sesosok sahabat yang menyenangkan dalam diri Yunho. Tetapi, terkadang ia merasa kurang nyaman dengan perlakuan Yunho kepadanya. Selama beberapa hari ia menenal Yunho, ia cukup memahami bahwa Yunho menyukai hal-hal manis. Contohnya, seperti sekarang ini.
"Jae" panggil Yunho, sambil memandangi Jaejoong yang sedang asik membaca novel.
"Eum?" jawab Jaejoong sekenanya, karena perhatiannya masih terpusat pada novelnya.
"Kau tahu, kau itu sangat indah. Lebih indah dari sekuntum bunga mawar" ujar Yunho. Jaejoong malu, tetapi juga sedikit risih. Maklum, dia bukan tipe orang yang menyukai hal-hal cheesy. Walaupun Jaejoong mulai tertarik dengan Yunho, itu bukan berarti ia senang dengan semua perlakuan Yunho kepadanya. Hal-hal manis yang diucapkan Yunho terkadang membuatnya kurang merasa nyaman. Apalagi, Yunho dengan getolnya mendekati Jaejoong. Bagaimanapun, sisi pendiam Jaejoong tidak bisa akrab begitu saja dengan orang yang baru dikenalnya. Setidkanya membutuhkan dua atau tiga bulan untuk membuatnya benar-benar akrab dengan orang lain. Tetapi, ia tidak berani untuk memberitahu Yunho, sehingga hanya ia biarkan begitu saja.
"Kau ini, ada-ada saja Yun" jawab Jaejoong sambil melirik Yunho sekilas.
"Aku serius, Jae! Walau kita belum lama bertemu, aku tahu kamu itu blablablabla" celoteh Yunho panjang lebar. Jaejoong tersenyum geli mendengar celoteh Yunho yang lucu seperti anak kecil. Walau ia agak tidak nyaman, tetap saja pada dasarnya, Jaejoong adalah pendengar yang baik. Ia senang mendengar cerita atau ocehan orang lain. Berbanding balik dengan kembarannya yang sangat cerewet.
"Oh ya, kau tahu tidak, Jae?" Kemarin aku latihan basket bersama team. Lalu, Yoochun berceita, blablabla" Jaejoong menyimak cerita Yunho dengan baik. Inilah salah satu hal yang Jaejoong sukai dari Yunho. Dia tidak pernah kehabisan bahan untuk bercerita, yah, walaupun saat bercerita tetap saja ia akan menggoda Jaejoong. Untuk sekaran, Jaejoong cukup senang dengan keberadaan Yunho di sampingnya.
Tengah-tengah Yunho bercerita, beberapa teman Youngwoon, Taemin, Key, dan Jinwoo berlari menghampiri Jaejoong di halaman belakang. Jaejoong kaget melihat mereka, tak biasanya ada yang menghampirinya di halaman belakang sekolah.
"Ada apa?" Tanya Jaejoong.
"Hhh, Youngwoon hyung, Sunbaeā¦" jawab Taemin terengah-engah.
"Woon-ie digeret oleh Seunghyun sunbae di tengah lapangan karena kemarin ia menolaknya" lanjut Key yang juga kehabisan nafas. Jaejoong kaget, langsung berdiri. Ia tak menyangka apa yang dikatakan Junsu benar. Ia juga tak menyangka Seunghyun akan bertindak sebodoh dan seberani itu. Ia yakin Seunghyun akan melakukan sesuatu yang buruk pada kembarannya itu.
"Apakah ada yang melawannya?" Tanya Jaejoong lagi.
"Sudah, Minho dan Tao berusaha melawannya. Tapi, kekuatan mereka berdua kalah jauh daripada Seunghyun sunbae yang diikuti 3 anak buahnya" kali ini yang menjawab Jinwoo. Jaejoong menggertakkan giginya. Sebagai seorang kakak, ia sangat tidak suka, sangat benci, ada yang menyentuh hingga melukai adik kesayangannya itu.
"Ingat, Jae. Kau adalah kakaknya, walaupun hanya lebih tua 12 menit. Kau harus bisa menjaga Youngwoon, apalagi dia sangatlah lemah. Kau yang lebih mandiri dan lebih kuat, kau harus melindunginya apapun yang terjadi" Jaejoong teringat pesan halmeoninya sebelum meninggal.
Tanpa memperdulikan Yunho dan yang lainnya, Jaejoong berlari secepat mungkin menuju lapangan.
"Semoga belum terlambat" gumam Jaejoong. Sampai di lapangan, semua orang sudah berkumpul. Jaejoong dapat merasakan, adiknya sedang ketakutan. Belum pernah sekalipun Youngwoon mendapat perlakuan seperti ini. Ia selalu menjadi orang yang paling dilindungi dan disayang oleh siapapun. Jaejoong berusaha menerobos kerumuman yang ada.
"Mengapa kau menolakku, hah? Kurangkah bukti cintaku padamu?!" teriakan Seunghyun dapat Jaejoong dengar. Jaejoong merasa adiknya semakin ketakutan. Ia memejamkan matanya erat-erat, semakin kasar menubruk orang-orang agar bisa menerobosnya.
"Mianhae sunbae, jeongmal mianhae. Aku benar-benar hanya menganggap sunbae sebagai kakakku, tidak lebih" cicit Youngwoon sedikit terisak. Dia sangat ketakutan saat ini.
"Hyunnie hyung, Joongie hyung. Tolong aku" doanya. Youngwoon memejamkan matanya erat-erat, menahan air mata yang sebentar lagi akan meledak.
Di sisi lain, Yunho berusaha mengejar Jaejoong. Ia ingin melindungi Jaejoong. Ia paham bahwa Jaejoong ingin melindungi Youngwoon, tapi ia tak ingin Jaejoong terluka karenanya. Ia ikut menerobos kerumuman itu, membuat banyak orang menggerutu.
Jaejoong hamper sampai. Ia sangat lelah. Kerumunan ini sangatlah banyak, dan sangat sulit menerobosnya. Ia hampir saja jatuh kalau tidak ingat ada adik yang harus ia lindungi di depan sana. Jaejoong membuka matanya, lalu sekuat tenaga menerobos kerumuman itu. IA berhasil, lalu segera berlari ke tengah lapangan untuk menolong adiknya.
"Apa yang kau lakukan, hah?! Di mana otakmu?" teriaknya pada Seunghyun. Seunghyun tertawa meremehkan, sedangkan yang lain hanya terdiam. Yunho tetap berusaha menerobos. Jaejoong segera memeluk Youngwoon, berusaha menenangkannya.
"Sshh, tenang Woon-ie. Ada hyung yang menjagamu. Kau sudah menekan emergency call?" Tanya Jaejoong. Ia tahu persis, emergency call di hp Youngwoon adalah Hyunjoong Hyung. Setidaknya, jika ada Hyunjoong hyung, ketika ia melawan Seunghyun, aka nada yang melindungi Youngwoon. Youngwoon hanya menjawabnya dengan anggukan, sambil terisak di pelukan Jaejoong.
"Tidak kakak kembarnya, atau adik kembarnya sama saja. Sama-sama lemah" kata Seunghyun meremehkannya. Jaejoong memberikan death glare terhebatnya pada Seunghyun. Sesaat Seunghyun merasa gemetar karena death glare Jaejoong yang sangat mengerikan, tetapi itu tidak menyurutkan hasratnya untuk membalas dendam pada Youngwoon. Menurutnya, Youngwoon telah menurutkan harga dirinya karena telah menolaknya.
Seunghyun berusaha menarik Youngwoon dari pelukan Jaejoong. Jaejoong yang lengah, Youngwoon terlepas dari pelukannya. Seunghyun memegang erat-erat kerah baju Youngwoon. Youngwoon terlihat sangat ketakutan.
"Kau harus merasakan apa yang kualami, Kim Youngwoon. Akan kubuat harga dirimu menurun, bahkan tak memiliki harga diri lagi" bisik Seunghyun. Jaejoong semakin emosi , lalu memukul rahang Seunghyun. Youngwoon terlepas dari cengkraman Seunghyun, tetapi ia terjatuh begitu saja. Youngwoon sedikit meringis, melihat lututnya sedikit lecet.
"Apa yang kau lakukan Kim Jaejoong? Berani-beraninya kau memukulku!" desis Seunghyun yang dibalas Jaejoong dengan lantang.
"Mengapa aku harus takut padamu, Seunghyun sunbae? Mengapa aku harus takut melawan seseorang yang tak memiliki otak untuk melindungi kembaranku?" mata Jaejoong memancarkan emosi yang sangat besar. Ia ikut tersakiti karena kembarannya diperlakukan seperti itu.
Seunghyun menatap tajam Jaejoong, lalu memukul Jaejoong. Sayangnya, pukulan itu ditangkis dengan mudah oleh Jaejoong. Yunho yang sudah mau berlari untuk menghampiri Jaejoong, berhenti karena melihat Jaejoong menangkis pukulan Seunghyun dengan begitu mudah.
"Kau mau bermain-main denganku? Kulayani, sunbae" gertak Jaejoong sambil menekankan kata sunbae. Merekapun berkelahi di tengah lapangan. Tak ayal, sesekali ada yang berteriak melihat Jaejoong memukul Seunghyun. Youngwoon terlihat duduk sambil ketakutan melihat perkelahian yang ada di depannya. Jaejoong menggulingkan badan Seunghyun, lalu menekan dadanya menggunakan siku.
"Masih mau bermain, sunbae? Sepertinya bibirmu sudah mulai mengeluarkan darah" remeh Jaejoong. Seunghyun hanya menggertakkan giginya. Jaejoong melepaskan sikunya pada dada Seunghyun, lalu membalikkan badannya. Ia dapat melihat seseorang sedang berusaha menerobos kerumuman itu.
"Pasti Hyunjoong hyung" batinnya senang. Setidaknya, Hyunjoong dapat menghibur Youngwoon yang sepertinya sangat ketakutan. Jaejoong berjalan menghampiri Youngwoon, lalu jongkok di depannya.
"Gwenchana?" Tanya Jaejoong lembut, sambil mengusap air mata Youngwoon. Yang ditanya hanya mengangguk sambil menggigit kuat-kuat bibirnya.
"Hyungie gwenchana? Apakah sakit? Lihat, pipi hyung memar" Youngwoon tak kuasa menahan tangisannya. Jaejoong menariknya ke dalam pelukannya, berusaha menenangkannya. Ia memberi kode pada orang-orang agar menyingkir, agar Hyunjoong dapat menghampiri mereka dengan cepat. Untungnya mereka paham dengan kode yang Jaejoong berikan. Hyunjoong berlari menuju kekasihnya, lalu ikut memeluk Youngwoon dengan erat.
"Tenang, Luv. Aku di sini. Aku dan Jaejoong akan melindungimu" kata Hyunjoong lembut sambil mengecup perlahan kepala Youngwoon. Jaejoong melepaskan pelukannya, membiarkan Hyunjoong yang memeluknya.
"Bawalah dia ke UKS hyung" kata Jaejoong pelan.
"Ne, kau juga ke UKS. Lukamu perlu diobati" kata Hyunjoong, sambil menggendong Youngwoon ala bridal style. Jaejoong tersenyum melihat mereka berdua. Lalu ia merasa ada yang menggandengnya.
"Lukamu harus diobati Jae. Aigooo, kau pandai berkelahi ya ternyata? Sampai babak belur seperti ini" gerutu Yunho sambil menarik Jaejoong menuju UKS. Jaejoong menahan senyumnya, mengikuti Yunho ke UKS. Diam-diam, Jaejoong merasa senang diperhatikan seperti ini.
"Aku lebih senang diperhatikan seperti ini daripada diperlakukan manis, Yun" kata Jaejoong sangat pelan, sangat sangat pelan hingga Yunho tak mendengarnya. Mereka tidak sadar, yang mereka lakukan saat ini, baik Jaejoong ataupun Youngwoon menjadi berita panas keesokannya.
.
.
.
Di UKS, mereka bertemu dengan Youngwoon yang masih menangis di pelukan Hyunjoong. Jaejoong sangat sedih melihatnya. Ia merasa gagal sebagai seorang kakak, sampai membubuhkan pengalaman yang tak menyenangkan di diri Youngwoon.
Yunho mendudukkan Jaejoong di kursi dekat kotak obat, lalu mengambil beberapa kotak es.
"Ck, seharusnya kau tidak usah melayani Seunghyun gila itu. Aku belum siap kehilanganmu, Jae" kata Yunho sambil menempelkan secara pelahan es tersebut di atas luka Jaejoong. Jaejoong meringis mendengar ucapan Yunho juga karena es yang menyentuh lukanya. Ia merasa mual dengan gombalan Yunho yang menurutnya berlebihan.
"Tak apalah. Aku hanya ingin melindungi Youngwoon" jawab Jaejoong singkat. Yunho dengan telaten merawat luka Jaejoong, yang membuat Jaejoong mau tak mau tersenyum karena perhatian Yunho.
"Selesai. Janjilah padaku jangan terluka seperti ini, ne? Aku sangat takut" kata Yunho lembut, dan melihat doe eyes Jaejoong. Lagi-lagi Jaejoong membeku melihat mata Yunho. Kali ini, ia menemukan kekhawatiran yang sangat mendalam di dalam mata itu.
"N-ne. Gomawo Yun" Jaejoong berterimakasih dengan pipi memerah.
"Hyung! Mianhae" Mereka dikagetkan oleh pekikan Youngwoon. Jaejoong berdiri dari kursinya, lalu menghampiri Youngwoon. Youngwoon segera memeluk hyung kesayangannya itu, dan kembali terisak. Jaejoong hanya mendesah pelan. Ia paling tidak tahan mendengar tangisan kembarannya.
"Aish, tak usah menangis terus, Woon-ie. Yang penting kau tidak apa-apa. Lagipula, sudah lama sekali aku tidak memar seperti ini. Aku sangat merindukannya kkk~" Jaejoong berusaha mencairkan suasana.
"Yah, hyung! Aku mengkhawatirkanmu! Hyung tahukan, apa alasan eomma tak mengijinkanmu mengikuti taekwondo lagi? Karena kau selalu memar-memar setiap selesai bertanding! Haish, eomma pasti akan marah melihatmu memar lagi" Youngwoon mengerucutkan bibirnya dengan mata yang masih basah. Jaejoong tertawa, senang melihat adiknya sudah kembali seperti semula.
"Aku menikmati memarku ini Woon-ie. Mungkin setelah ini aku akan merayu appa dan eomma agar bisa melanjutkan taekwondo lagi. Sayang, aku sudah mendapatkan sabuk hitam" goda Jaejoong.
"Yah, hyung! Awas saja kau!"
Sedangkan, Yunho terkaget-kaget.
"Jaejoong pernah mengikuti taekwondo? Pantas saja ia dapat melawan Seunghyun yang terkenal bad boy itu. Hmm, sangat unik. Apa lagi surprise dalam dirimu, Kim Jaejoong?"
TBC
.
.
.
Haiiii chapter 4 update! XD
Gimana-gimanaaa :v hahaha YunJaenya kurang ya di chapter 4 ini? Maaf ya buat yang nungguin YunJae moment :") veect janji 2 chapter lagi bakal banyaakkkkkkk YunJae moment! :p
Veect pingin nunjukin ikatan kuat antara Kim Family (terutama Kim Twins) sama kebersamaan Jaejoong sama sahabat-sahabatnya dulu :D
Maaf banyak typos :'D
Maaf yang ngerasa agak kecepatan, terutama di chapter 3 :')
Tapi emang veect sengaja bikin cepet gitu ceritanya ._. Nantinya Jaejoong bakal keinget sesuatu karena sikap Yunho yang manis gitu (?) masih rahasia pokoknya :p
Jaejoong nggak sepenuhnya nyaman sama sikap Yunho. Jaejoong nggak suka dirayu, digombalin terus sama Yunho. Ini bikin Jaejoongnya agak ilfeel sama Yunho (?)
.
whirlwind27 : Iya, Youngwoon cerewet banget yak XD nggak jatuh cinta, mulai tertarik aja kkk~ dilihat aja nantinya :p Neee, gomawooo ^^
JonginDO : nee, gomawo ^^
.94043 : iya, Youngwoon cerewet abis -_- hehe, gomawo kritikannya ne ^^
Lawliet Jung: hai haiii ^^ iya, ch 1 & 2 jelasin ttg kehidupan Jae dulu. Mian kalo kesannya agak maksa :'D Bener bangettt Yunho emang sengaja aku bikin kayak terobsesi sama Jaejoong! XD dilihat aja ne :p Gomawooo ^^
Shim JaeCho : Hahaha, ne gomawoo ^^
yunacho90 : haha iya, kesannya playboy nggak sih XD gomawoo ^^
de: karena konsepnya school life, bakal jadi anak sekolah. Tapi tentu kalau udah kerja besok bakal jadi pengusaha kalau dibikin sequel bakal jadi pengusaha kok Yunhonya (?) *eh
yunjae107: Jae nggak jatuh cinta kok, baru tertarik doang :p wahh iya yaa haha gomawo ne, udah aku ubah ke screenplays XD gomawo ^^
.
Gomawo buat yang udah reviews, follow, and favorite! Kiss kiss from Italy roma~ *eh XD :*
Thanks for reading, review please? :D
