Title : Who Knows?

Author : veectjae

Cast :

Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,

Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)

Genre : Romance, Drama, Friendship, School life

Pair : YJ

Length : Chaptered

Warning! B x B

Preview last chapter

Yunho akhirnya mengetahui pekerjaan Jaejoong sebagai DJ. Tak hanya Yunho, tetapi Yoochun dan Junsupun akhirnya mengetahuinya. Jaejoong pun lega, akhirnya orang-orang terdekatnya mengetahui rahasianya, dan dapat menerimanya. Yunho terlihat terkejut dengan 'surprise' baru dari Jaejoong. Hubungan merekapun terlihat semakin dekat

Chapter 7

Hari ini Jaejoong bangun kesiangan. Jam wekernya mati, dan tidak ada yang membangunkannya. Ia kelabakan, bahkan Youngwoon meninggalkannya. Terpaksa, ia akhirnya membawa mobil sendiri ke sekolah.

"Woon-ie sangat kejam! Sudah tahu eomma dan appa pergi, ia tetap saja tak membangunkanku! Para maid juga sama saja" sungut Jaejoong sambil mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beruntungnya, beberapa saat sebelum bel berbunyi, mobilnya sudah mulai memasuki tempat parkir Toho High School. Ia sangat terburu-buru, sehingga ia tidak merapikan rambutnya, dan seragamnya hanya ia pakai asal-asalan. Hal ini mengundang perhatian dari para siswa. Sebuah pengalaman langka, bisa melihat Kim Jaejoong yang biasanya sangat rapi, menjadi seperti ini. Dan tentunya, lebih mempesona. Ia berjalan seperti biasa ke kelasnya, ia bisa mendengar bisikan para siswa

"Itu Kim Jaejoong?"

"Aku tidak yakin Jaejoong-ssi bisa berpenampilan seperti itu"

"Ia seperti versi lebih mempesona dan cantik daripada Youngwoon"

"Jinjjayo?"

"Apakah Yunho-ssi tahu bahwa Jaejoong bisa berpenampilan seperti ini?"

"Wow, dia baru saja membuka mataku!"

"Pantas saja Yunho-ssi terpesona dengannya"

Jaejoong tidak begitu memperdulikan bisikan mereka. Tujuannya hanya satu, masuk kelas, lalu merapikan penampilannya di ruang ganti. Sayangnya, tujuannya itu terhalang oleh seseorang.

"Yah, apa yang kau lakukan? Berpenampilan seperti ini, untuk apa? Menggoda Yunnie-ku? Cih, dasar murahan" Orang itu, Go Ahra merendahkan Jaejoong sambil melihat Jaejoong dari atas hingga bawah. Tak Ahra pungkiri, Jaejoong saat ini memang sangat…. Keren. Tapi tetap saja! Ahra adalah penggemar Yunho nomer 1, yang artinya adalah pembenci Jaejoong nomer 1. Pasca insiden Jaejoong dan Seunghyun, yang membuat Yunho menarik Jaejoong ke UKS, mereka menggosipkan YunJae. Sebenarnya tak hanya YunJae, tapi juga Youngwoon dan Hyunjoong. Hanya saja, berita mereka kalah panas dengan berita Yunho dan Jaejoong, yang setahu mereka tidak mengenal satu sama lain.

Jaejoong hanya menatap malas Ahra. Ia sudah terbiasa dengan sikap Ahra beberapa bulan ini.

"Minggir, Ahra-ssi. Kau menutupi jalanku"kata Jaejoong dingin. Ahra tertawa mendengarnya.

"Hah, siapa kau? Menyuruhku? Dasar slut, kerjaannya hanya menggoda orang" Kalau Jaejoong tidak diajari untuk menghormati wanita, ia sudah melancarkan jurus taekwondonya pada Ahra. Ia hanya menatap Ahra dengan tatapan membunuhnya, lalu bergeser untuk melewati wanita itu. Pergelangan tangan Jaejoong dicekal olehnya, lalu menarik Jaejoong. Keseimbangan Jaejoong hampir hilang, untung saja ia dengan cepat dapat menyeimbangkan tubuhnya lagi.

"Apa yang kau mau, Ahra-ssi? Apa yang kuperbuat hingga kau selalu mengganggu hidupku? Kau iri, aku berhasil menggoda Yunho, hah? Tentu saja, karena godaanku lebih berkelas daripada godaan murahanmu!" Kesabaran Jaejoong menipis. Tak sadar mereka sudah menjadi tontonan banyak orang.

"Kau tak sadar hah?! Kau menganggu apa yang menjadi milikku! Kau mengakui bahwa kau memang menggodanya, hah?!" Ahra balas meneriaki Jaejoong. Ia mendorong Jaejoong.

"Yah, apa yang kau lakukan pada Jaejoong!" Youngwoon berlari dari kerumunan, berusaha menangkap Jaejoong. Untungnya, ada seseorang yang berhasil menangkapnya sebelum Jaejoong sebelum ia benar-benar jatuh, dan memeluknya dengan posesif. Siapa lagi jika bukan Jung Yunho. Bel berbunyi, tapi mereka masih berkumpul.

"Kau tahu persis, Go Ahra. Aku paling tidak suka seseorang menyentuh apa yang menjadi milikku. Aku tak pernah menjadi milikmu, sekalipun tidak" Yunho, menekankan pada kata milikku. Jaejoong menghela nafas lega, sedangkan Ahra gelagapan menanggapi Yunho.

"O-oppa, tapi dia yang mengataiku dulu! Dia mengataiku slut!" rengek Ahra sambil memegang lengan kokoh Yunho. Mata Jaejoong mendelik.

"Kau kiri aku tak punya mata dan telinga? Ini peringatan terakhirku. Jangan ganggu dia lagi, kalau kau masih ingin bernafas" kata Yunho dingin, membuat semua orang yang mendengarnya bergidik ngeri. Selama ini, Yunho dikenal dengan keramahan dan kelembutan hatinya. Belum pernah mereka mendengar Yunho berkata sedingin ini.

"Oh ya, satu lagi. Jaejoong tak pernah menggodaku, aku yang mendekatinya. Aku yang mengamatinya sejak kelas 1, aku yang menghampirinya saat di halaman belakang sekolah. Dia sama sekali tak pernah menggodaku, yang ada aku yang menggodanya. Paham? Yang patut kau katai itu aku, bukan Jaejoong" kata Yunho lagi, sebelum ia menggiring Jaejoong ke ruang ganti. Ahra membeku di tempatnya, malu dengan apa yang dilakukan Yunho.

"Apa kalian lihat-lihat? Cepat pergi!" teriak Ahra kesal. Kerumunan pun bubar, masuk ke kelas masing-masing.

"Lihat kau Kim Jaejoong. Kau merebutnya, bahkan kau merubahnya. Aku akan mengambilnya" kata Ahra sambil memandang Jaejoong yang masih dirangkul Yunho sambil berjalan kea rah ruang ganti dengan penuh kebencian.

.

.

.

"Yah, apa yang kau lakukan dengan penampilanmu, Jae? Aku tahu kau memang mempesona dengan penampilan seperti ini, aku juga tahu kau seorang DJ yang terbiasa dengan penampilan berantakan seperti ini. Tapi ini sekolah Jae, bukan club! Oh My Jae, kau tahu, kau membuat tatapan namja mesum itu terarah padamu! Aku tak suka melihatmu seakan kau buruan yang menggiurkan! Yang boleh terpesona olehmu hanya aku di sekolah ini! Sudah cukup kau menebarkan pesonamu di club, jangan di sekolah! Astaga, apa yang di pikiranmu?" omel Yunho sesampainya mereka di ruang ganti. Jaejoong mendengus kesal mendengar omelan Yunho yang menurutnya sangat tidak masuk akal itu.

"Sebaiknya kau pergi saja ke kelas, jika kau di sini hanya untuk menghakimiku" kata Jaejoong singkat, sambil menyisir rambutnya. Yunho gelagapan, sadar bahwa ia membuat Jaejoong semakin kesal.

"Y-yah Jae, maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja aku kesal melihat mereka" jelas Yunho seraya berusaha menggenggam tangan Jaejoong, yang langsung ditepis oleh pemiliknya.

"Berisik kau Jung" katanya dingin. Yunho paham betul, Jaejoong sedang dalam mood tidak baik. Beberapa bulan mengenalnya dan setahun mengamatinya, membuat Yunho tahu Jaejoong menyimpan kekesalan padanya. Jaejoong telah selesai merapikan seragam dan rambutnya, membuat penampilannya kembali seperti semula. Yunho menarik tubuh kecilnya, lalu menarik dalam pelukan hangatnya. Jaejoong meronta, tapi tentu saja kekuatannya masih kalah dengan kekuatan Yunho.

"Keluarkan semuanya, Jae" kata Yunho lembut sambil mengelus punggung Jaejoong yang mulai bergetar.

"Aku benci kamu! Kau tahu, aku berusaha sabar dengan perlakuan Ahra padaku! Ini semua karena kau, Jung! Kalau saja kita tidak saling mengenal, kau tidak menyukaiku, pasti hidupku masih tenang! Tidak ada yang menggangguku! Bahkan kau sekarang mengatakan semuanya, aku yakin setelah ini fans-fans gilamu akan semakin menyerangku! Dan sekarang, apa?! Kau menghakimiku begitu saja! Padahal kau tidak tahu masalahnya! Aku… Aku…" Jaejoong tak dapat meneruskan omongannya. Yunho dapat merasakan seragamnya mulai basah.

"Sshh, mianhae BabyBoo. Mianhae, aku hanya terlalu kesal. Aku tak suka melihat merka, yang seperti tak tahu sopan santun, melihatmu seolah siap menerkammu. Aku hanya ingin melindungimu dari mereka. Dan soal Ahra, aku juga minta maaf, Jae. Aku berjanji Ahra tidak akan mengganggumu lagi. Akan kupastikan itu. Aku menceritakan semuanya karena aku ingin Ahra berhenti salah paham denganmu. Mianhae, jeongmal mianhae" Yunho menjelaskan dengan lembut. Yunho sangat sadar, bahwa sebenarnya Jaejoong itu rapuh. Sangat rapuh. Ia dapat menjadi sedih hanya karena hal-hal kecil, contohnya seperti itu. Dan, Yunho hanya dapat menenangkannya dalam pelukan hangatnya.

Jaejoong masih terisak kecil, lalu mengangkat wajahnya, sambil tetap memeluk Yunho. Matanya terlihat sembab.

"Mianhae Yun. Tak seharusnya aku berkata seperti itu padamu. Aku—" belum sempat Jaejoong menyelesaikan ucapannya, bibirnya dijepit oleh tangan Yunho. Yunho terkekeh melihat wajah Jaejoong yang sangat lucu.

"Tidak perlu meminta maaf, BabyBoo. Aku yang salah, okay? Tak usah membahasnya lagi" Jaejoong mengangguk lucu, lalu melepaskan pelukannya pada Yunho sembari mengelap air matanya.

"Eh, apa tadi? BabyBoo? Apa itu?" Tanya Jaejoong, baru sadar Yunho memanggilnya BabyBoo daritadi.

"Panggilan sayangku untukmu, Jae" jawabnya. Jaejoong bergidik, antara malu, senang, atau (kembali) mual karena Yunho memberikan panggilan sayang.

"Too cheesy, Yun" katanya.

"Yahhh, kau tak menyukainya? Padahal itu panggilan yang sangat lucu untukmu!" kata Yunho merengut, yang membuat Jaejoong meringis melihat wajah (sok) imutnya itu.

"Terserah kau lah Yun" kata Jaejoong lalu berkaca, merapikan kembali penampilannya.

"Yah, sekarang saatnya kau bercerita, kenapa seorang Kim Jaejoong yang sangat rajin bisa datang hampir terlambat, dan penampilannya berantakan!" kata Yunho tegas. Jaejoong memutar matanya malas.

"Segitu penasarannya kah kau, Yun? Ku rasa itu tidak penting" jawab Jaejoong.

"Kau harus bercerita, BabyBoo" ujar Yunho. Jaejoong bergidik, masih merasa tidak nyaman dengan panggilan baru yang diberikan Yunho.

"Jam wekerku tadi mati. Tak ada yang membangunkanku, eomma dan appa pergi. Para maid juga tidak tahu. Youngwoon sangat mengesalkan, ia malah meninggalkanku begitu saja! Jadilah aku kesiangan, lalu mandi secepat mungkin, memakai seragam asal-asalan, tidak menyisir rambutku, mengambil sepotong roti, kemudian menyetir mobil sendiri ke sekolah untuk pertama kalinya. Hebat bukan" gerutu Jaejoong, masih kesal dengan kejadian pagi ini. Yunho tertawa, tidak menyangka Jaejoong kesiangan hari ini.

"Seorang Kim Jaejoong bisa kesiangan juga, eoh?" goda Yunho.

"Yahhh, itu salah jam weker itu! Woon-ie juga tega tidak membangunkanku" gerutu Jaejoong lagi. Yunho tertawa.

"Sudahlah, ayo kita masuk kelas" kata Yunho setelah puas tertawa. Jaejoong melihat jam yang melingkar di tangannya, lalu menatap Yunho ragu.

"Tenanglah, pasti kau boleh masuk. Tak ada yang menentangku" kata Yunho, tahu bahwa Jaejoong ragu ia diperbolehkan masuk kelas. Yunho mengecup pelan pelipis Jaejoong, lalu berjalan beriringan menuju kelas. Tentu, Yunho mengantarkan Jaejoong dahulu sebelum masuk ke kelasnya sendiri.

.

.

.

Karena kesiangan juga, Jaejoong lupa membawa bekal, untuknya dan Yunho. Sehingga, terpaksa mereka berdua makan siang di kantin sekolah. Jaejoong masuk diiringi tatapan 'aneh' dari siswa lainnya, pasalnya ini kali pertama Jaejoong masuk ke kantin sekolah. Yunho menggenggam tangan Jaejoong erat, seolah tak ingin Jaejoong menjauh selangkah pun darinya.

"Hey Jae, mengapa kau menjadi nerd lagi? Kau lebih menggiurkan jika seperti tadi pagi" salah satu dari mereka berteriak, Jaejoong tidak mengetahui siapa. Ia hanya tahu bahwa itu adalah sunbaenya. Jaejoong diserang kepanikan, untungnya genggaman Yunho berhasil menenangkannya.

Mereka duduk berhadapan, lalu Yunho meninggalkan Jaejoong sebentar untuk membeli makanan. Jaejoong melihat keadaan sekitar kantin, lalu ia terkaget karena ada yang menyentuh pundaknya.

"Joongie hyung! Gwenchana?" ternyata orang itu Junsu. Di sampingnya, ada Yoochun.

"Ne, gwenchana" Jaejoong tersenyum, berusaha meyakinkan Junsu yang tampak ragu.

"Hih, dasar nenek lampir gila!" decaknya. Jaejoong terkekeh.

"Dimana Yunho, Jae?" Tanya Yoochun.

"Sedang membeli makanan" jawab Jaejoong singkat.

"Oh iya, hyung, kau tadi dicari oleh Youngwoon-ssi" ujar Junsu. Tak lama kemudian…

"JAEJOONGIEEEEEE EODIGAAAAAA" teriakan terdengar di seluruh kantin. Tentu saja, siapa lagi kalau bukan teriakan Youngwoon. Jaejoong meringis, bergumam "Mianhae" kepada orang-orang yang terganggu dengan teriakan super Youngwoon. Youngwoon berlari, menghampiri Jaejoong. Jaejoong menjitak kepala Youngwoon yang mau memeluknya.

"Apa yang kau lakukan, babo?" desis Jaejoong. Youngwoon hanya tersenyum tak bersalah, lalu memeluk erat sang hyung.

"Aku mengkhawatirkanmuuuu~ Hwaaa lega rasanya kau tidak apa-apa" jawab Youngwoon sambil tetap memeluk Jaejoong.

"Aigoo, dipukuli saja aku tidak apa-apa. Apalagi hanya beradu mulut dengan gadis gila itu" kata Jaejoong. Mereka berdua terlihat mengobrol bersama. Sebuah pemandangan langka, dapat melihat Kim Twins mengobrol santai seperti ini. Mereka memang jarang bersama ketika di sekolah, tapi jika sudah di rumah, keakraban mereka sangatlah terlihat.

Yunho yang sudah selesai membeli makananpun, tersenyum melihat keakraban mereka. Ia teringat sesuatu, kebersamaannya dengan seseorang yang membuatnya merasa iri ketika melihat Kim Twins.

"Andai aku dan dia juga dapat seperti Jaejoong dan Youngwoon…"

TBC

Nyeyyy chapter 7 update! :3

Hayolohhh tebakkk 'dia' yang dimaksud Yunho siapaa :p

Mianhae kalau chapter ini agak absurd ._.v

Veect pingin nunjukin sisi rapuh Jaejoong sesekali hehe

.

Yunacho90 : haha ga asik kalo ga frontal XD nee diusahakan! ^^ gomawoo

AprilianyArdeta : enggak dong, Yun malah semakin terpesonahh~ *tsahh

Whirlwind27 : Jae bikin Yun makin terpesona XD nee gomawo ^^

kimJJ boo : yup ^^ ofc… no :p

guest : di depan Yun, Jae tetep imut kok :pitukan hanya karena imagenya sebagai DJ aja XD nopee kana da Hyunjoong :p

boojaebear2601 : yup, mulai sayang, tapi… XD nee diusahakan ^^ gomawoo :D

guest : Jae polos tapi nakal (?)

yunjae107 : jadiannya…. Nunggu yunho mau nembak :p nee gomawo ^^

de : di sekolah woonie emang flower boy, tapi di depan keluarganya jadi manja abisss XD nee gomawo ^^

Kyuhyun07 : haha nee gwenchana ^^ gomawo nee :D

Fuyu Cassiopeia : nope nope :p enggaaa, youngwoon sama hyunjoong kok XD

Hiruzent.1 : feeling seorang lelaki kok, kan Yunho juga lelaki yang bisa tergoda XD

Shim JaeCho : tergantung Yunhonya sih… XD gomawo ^^

AprilianyArdeta : masih banyak dong :p

Alby : yun makin terpesona~ *-*

.

Hwaaa seneng deh makin rame ff ini :'D

Gomawo yang udah reviews, follow, and favorite story ini! *bow*

Thanks for read, review please? ^^~