Title : Who Knows?
Author : veectjae
Cast :
Jung Yunho, Kim Jaejoong, Park Yoochun,
Kim Junsu, Choi Seunghyun, dll (find it your self :p)
Genre : Romance, Drama, Friendship, School life
Pair : YJ
Length : Chaptered
Warning! B x B
Preview last chapter
Hari ini, Jaejoong bangun kesiangan. Ia kelabakan, sehingga tidak sempat merapikan penampilannya. Bahkan, ia membawa mobil sendiri ke sekolah. Siswa Toho High School terkejut dengan penampilan Jaejoong yang acak-acakan, yang lebih menarik dan mempesona. Go Ahra, kembali menganggunya. Kali ini kesabaran Jaejoong sudah habis. Untungnya, Yunho datang untuk membantunya. Jaejoong tidak dalam mood baik, ditambah Yunho yang 'menghakimi'nya sebelah pihak. Tentu ia sangat kesal, sampai menangis. Yunho meminta maaf dan menenangkan Jaejoong.
Karena terlambat juga, Jaejoong jadi lupa membawa bekal untuknya dan Yunho. Daripada kelaparan, mereka memilih untuk makan di kantin. Ini pertama kalinya Jaejoong masuk ke kantin. Ia dihampiri oleh kembarannya, lalu mengobrol asik. Yunho yang melihatnya merasa senang, tapi di satu sisi juga merasa iri dan sedih.
Chapter 7
Bisa ditebak, hubungan mereka semakin dekat. Bahkan saat ujian tengah semester kemarin, Yunho menginap di rumah Jaejoong untuk belajar bersama. Tentu tidak hanya berdua, Junsu dan Yoochun juga ikut menginap. Jaejoong juga dapat mengajari mereka dengan baik, walaupun jika mengajari Yunho ia harus berusaha ekstra. Ada saja yang dilakukan Yunho jika Jaejoong ingin mengajarinya. Entah menggodanya, memeluknya, atau malah kabur entah kemana. Untung saja dasarnya Yunho memang pintar, jadi hasil ujiannya pun tetap memuaskan.
Status mereka? Entahlah. Yunho sering mengatakan 'saranghae' atau 'I love you' pada Jaejoong, dan Jaejoong membalasnya dengan 'nado'. Tapi, tidak ada kata-kata 'would you be mine?' atau 'kita berpacaran ya'. Jaejoong pun tidak tahu statusnya dengan Yunho, tapi ia menikmati apa yang sedang dijalaninya dengan Yunho.
Hari ini Jaejoong bersekolah seperti biasa. Bel baru saja berbunyi, ia habis bertemu dengan Yunho. Menyuapi Yunho yang tadi pagi lupa sarapan. Untungnya Jaejoong membawa bekal lebih untuk Yunho, sehingga nanti siang mereka juga masih bisa makan. Di kelas, Jaejoong asik membaca buku kimianya, mengingat nanti siang akan diadakan kuis oleh seosangnim. Ia merasa bersyukur duduk sendiri, bangku di sebelahnya kosong, jadi tidak ada yang mengganggunya. Lee seosangnim, wali kelasnya masuk ke kelas. Para murid segera berlarian ke tempat duduknya masing-masing.
"Anak-anak, hari ini kelas kalian akan ketambahan murid baru" kata Lee Seosangnim yang disambut oleh kehebohan kelas itu. Sedangkan Jaejoong, ia tetap asik membaca.
"Namja atau yeoja seosangnim?" Tanya Tiffany, seorang yeoja yang terkenal centil.
"Namja. Silahkan masuk" Lee Seosangnim mempersilahkan murid baru tersebut masuk kelas. Terlihat, seorang namja berkulit tanned, tinggi, dan tampan memasuki kelas. Senyuman terlihat di wajahnya. Rahang tegasnya, membuat beberapa yeoja dan uke memekik kegirangan.
"Seorang seme!"
"Oohh… New prince, my prince! Sangat tampan" kata mereka.
Jaejoong sama sekali tidak memperhatikan, melirik pun tidak. Ia tidak begitu peduli dengan namja di depan sana. Ia tenggelam dalam dunia membacanya, sampai Lee Seosangnim menyebut namanya.
"Nah baiklah. Kau duduk di sebelah Kim Jaejoong, di sebelah sana. Bangku di sebelahmu kosong bukan, Jaejoong-ssi?" Jaejoong melihat sebentar kearah Lee Seosangnim sambil mengangguk lalu melanjutkan membaca. Ia tidak memperhatikan siapa yang akan menjadi teman sebangkunya. Namja itu berjalan ke arahnya, lalu menaruh bukunya di meja. Ia berkata sebelum duduk,
"Long time no see, Joongie hyung" kata orang itu. Jaejoong kaget, merasa familier dengan suara ini. Ia mendongak, melihat wajahya. Jaejoong kaget, lalu membetulkan letak kacamatanya, memastikan apa ia tak salah melihat.
"CHWANGIE!" pekik Jaejoong lalu memeluk namja itu erat. Namja itu, Jung Changmin terlihat senang bahwa Jaejoong mengingatnya.
"I miss you so bad, hyung" kata Changmin sambil balik memeluk Jaejoong dengan erat.
.
.
.
Jaejoong dan Changmin terlihat berjalan beriringan saat istirahat. Sebagai sahabat yang baik, Jaejoong menemani Changmin untuk melihat-lihat sekolahnya yang baru. Mereka terlihat mengobrol bersama, sesekali tertawa. Meluapkan rasa rindu mereka setelah beberapa tahun ini tak bertemu.
"Bagaimana bisa kau pindah ke Korea, Chwang?" Tanya Jaejoong.
"Apa yang tak bisa kulakukan, hyung? Hahaha" Jaejoong mencubit kesal lengan berotot Changmin.
"Seriously, Chwang!" gerutu Jaejoong.
"Yaaahhh, aku bosan saja hyung dengan Jepang. Kembali ke negara sendiri tidak ada salahnya, bukan? Lagipula, aku merindukanmu" jawab Changmin santai, sambil memasukkan tangannya ke saku jas sekolahnya. Beberapa yeoja di sekitarnya memperhatikan Changmin, sembari berbisik-bisik.
"Lalu… Hyungmu?" Tanya Jaejoong ragu.
"Mollayo. Aku sampai kemarin lusa, aku tinggal di apartemenku sendiri. Terlalu malas untuk melihatnya dan appa. Aku saja tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang" Changmin seperti sedang menerawang sesuatu.
"Jangan begitu, Min. Bagaimanapun diakan hyung dan appamu. Pulanglah ke rumah sesekali, setidaknya menunjukkan bahwa kau masih menghormati mereka" bujuk Jaejoong. Changmin hanya mengangguk sambil menghela nafas dalam. Tiba-tiba, Jaejoong berhenti dan menepuk dahinya.
"Omo, aku lupa! Chwang, ayo kita harus ke halaman belakang sekolah dulu! Aku harus menemui seseorang!" Jaejoong menarik tangan Changmin, lalu berlari kecil menuju tempatnya biasa beristirahat. Saat sudah sampai, Jaejoong melepaskan tangan Changmin lalu berlari menuju bawah pohon, menghampiri namja tercintanya.
"Yun, mianhae! Bekalmu ada di kelasku" jelas Jaejoong sambil sedikit membungkuk. Yunho mengerutkan dahinya, tak biasanya Jaejoong lupa membawa bekalnya.
"Tumben sekali, Booo" jawab Yunho. Jaejoong menyengir, lalu menengok ke belakang.
"Oh iya Yun, ada murid baru di kelasku! Kau harus berkenalan dengannya, dia teman lamaku" kata Jaejoong, sambil berlari ke belakang untuk mencari Changmin. Changmin terlihat berjalan santai ke arahnya.
"Chwang, kau harus berkenalan dengannya!" ajak Jaejoong bersemangat.
"Nuguya, hyung?" Tanya Changmin
"Ada dehh, orang yang selalu menemaniku di sekolah!" kata Jaejoong sambil menarik Changmin kea rah Yunho.
"Naahh, ini Yun! Murid baru yang kubilang. Namanya Jung Changmin, murid pindahan dari Jepang. Ia teman lamaku" kata Jaejoong memperkenalkan Changmin pada Yunho. Ia tak sadar, bahwa Changmin dan Yunho sedang saling memandang. Mereka berdua terlihat kaget, tak menyangka.
"Min…" lirih Yunho.
"Hyung?" kata Changmin pelan. Jaejoong tak memahami mereka berdua.
"Kalian sudah saling mengenal? Baguslah" kata Jaejoong senang. Yunho menoleh ke arah Jaejoong, dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Changmin terdiam, melihat Yunho dengan tatapan tidak suka.
"Boo, bisakah kau tinggalkan kami sebentar? Aku ingin bicara berdua dengannya. Nanti ku jelaskan" kata Yunho, memohon pengertian dari Jaejoong. Jaejoong hanya mengangguk, walaupun sebenarnya masih tidak paham dengan mereka berdua. Jaejoong beranjak pergi seraya berpikir…
"Jung Yunho…. Jung Changmin…. Jung…. MWO? Babo Jae! Mungkinkah…..? Oh Chwang, tolong kendalikan dirimu" Jaejoong menyadari satu hal. Ia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka.
.
.
.
Yunho dan Changmin saling beradu pandang. Terlihat kerinduan memancar dari matanya, sayangnya kerinduan itu terkalahkan oleh dingin dan egois yang memancar.
"Apa yang kau lakukan disini? Ingin mengikutiku lagi?" kata Yunho dingin yang dibalas tak kalah dingin olehnya.
"Mengikutimu? Cih, seperti taka da kegiatan lain yang lebih berguna saja. Aku tak tahu kau bersekolah di sini. Aku kembali ke Korea, aku masuk ke sekolah ini, karena Jaejoong hyung. Aku ingin kembali melindunginya" Alis Yunho menyerengit.
"Apa maksudmu? Jae hanya milikku seseorang" decihnya.
"Milikmu? Bagaimana kau bisa mengatakan bahwa ia milikmu, sedangkan aku yang mengetahuinya luar-dalam?" remeh Changmin. Yunho terlihat emosi, mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Jelaskan padaku, Jung Chang Min" kata Yunho perlahan, dengan penuh penekanan.
"Hah, bahkan kau begini saja tak mengetahuinya, hyung? Too bad" Kembali, Changmin meremehkan Yunho.
"Jelaskan saja Changmin! Aku tak butuh pendapat bodohmu itu!" Suara Yunho mulai meninggi.
"Kau tak tahu, saat SMP Jaejoong hyung bersekolah di Jepang bersamaku? Aku yang melindunginya selama di Jepang. Aku tahu semua rahasianya, aku tahu kepribadiannya luar dalam" kata Changmin, berusaha mengontrol emosinya yang siap meledak kapan saja.
Yunho kaget. Jaejoong tak pernah bercerita bahwa ia pernah bersekolah di Jepang, bahkan satu sekolah dengan adik sekaligus musuhnya. Bingung? Akan kujelaskan sedikit tentang mereka berdua.
Jung Yunho dan Jung Changmin adalah sepasang kakak adik. Dulunya, mereka sangat akur. Yunho sangat menyayangi adiknya, begitu pula Changmin yang menyayangi hyungnya. Jarak umur mereka hanya dua tahun. Mereka berdua sangat dimanja saat kecil, terutama Changmin. Changmin adalah anak yang cerdas, ia bahkan loncat kelas dua kali saat SD. Changmin sangat suka mengikuti apa yang dilakukan hyungnya. Kadang, Changmin merebut apa yang seharusnya menjadi milik Yunho. Dari kecil, mereka sering bertengkar hanya untuk memperebutkan mainan. Awalnya, sang appa membela Changmin, meminta pengertian Yunho sebagai kakak. Yunho terpaksa mengalah. Ini awal rasa tidak suka Yunho pada Changmin.
Saat Changmin beranjak kelas 3SD, sang appa mulai bertindak adil, lebih cenderung ke keras. Bahkan, Changmin menganggap appanya lebih menyayangi hyungnya. Ia seperti tidak dianggap. Hyungnya selalu dibanggakan oleh appanya, digadang-gadang akan menjadi penerus Jung Corp yang hebat. Bukannya Changmin menginginkan menjadi penerus Jung Corp, ia hanya iri karena appanya sama sekali tak pernah memperhatikannya lagi. Hanya eommanya tempatnya berkeluh-kesah. Eommanya sudah pernah mengatakan keluh-kesah Changmin pada sang appa, tetapi Changmin malah dimarahi oleh appanya. Yunho dikirim ke Amerika untuk belajar di sana. Changmin kira, setelah hyungnya pergi, appanya akan lebih memperhatikannya. Nyatanya tidak. Appanya disibukkan oleh pekerjaannya. Bahkan, sang appa tak pernah ikut menemaninya belajar lagi.
Kekesalan Changmin memuncak ketika ia gagal meraih peringkat satu dalam kelulusan SDnya. Ia hanya meraih peringkat 2, itu saja dengan selisih nilai 0,05. Changmin kecewa. Sang eomma berusaha menghiburnya, berkata bahwa nilai yang Changmin dapatkan lebih dari cukup. Changmin sudah sangat membanggakan eommanya. Tapi, sang appa marah besar. Ia berkata, seharusnya Changmin mendapatkan nilai sempurna. Sang appa kembali membandingkan dirinya dengan Yunho. Changmin menangis keras, mengeluarkan semua kekecewaannya pada sang appa. Apa tidak cukup aku bisa loncat kelas dua kali, dan mendapat nilai yang hampir sempurna walaupun mendapat peringkat 2? Batinnya.
Karena itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jepang saat SMP. Umurnya baru 11 tahun waktu itu, mengingat dia loncat kelas dua kali. Di SMP inilah, ia bertemu dengan Jaejoong. Jaejoong yang sangat ramah, yang diidolakan oleh teman-temannya di SMP. Ia sekelas dengan Jaejoong, dan menjadi teman baiknya. Jaejoong menjadi tempat Changmin berkeluh-kesah. Jaejoong selalu membuat Changmin terhibur ketika merindukan keluarganya yang lama. Changmin merasa nyaman dengan kehadiran Jaejoong yang mewarnai hidupnya. Bahkan mereka tinggal dalam satu apartemen yang sama, karena Jaejoong juga sendirian di Jepang.
Sampai saat kelulusan, Jaejoong memutuskan untuk kembali ke Korea. Changmin sangat kehilangan sosok Jaejoong. Ia berusaha hidup mandiri, bahkan ia mengambil kerja part-time. Tapi rasanya sangat susah tanpa seseorang yang dapat memahami dirinya seutuhnya. Akhirnya, Changmin memutuskan untuk kembali ke Korea, dan tinggal di apartemen pribadinya yang dibeli dengan gaji part timenya. Mengesampingkan egonya, dendamnya, rasa kesalnya pada hyung dan appanya. Untuk menemui Jaejoong hyungnya, yang telah merubah hidupnya. Mengembalikan semangat hidupnya.
"Kau harus tahu, Min. Jae milikku, dan tak dapat diganggu gugat. Jangan coba-coba untuk merebutnya. Sudah cukup kau merebut apa yang menjadi milikku dulu. Tidak sekarang. Dia milikku seorang" ujar Yunho dingin, dengan penuh penekanan di setiap katanya. Changmin tertawa, tertawa sangat keras dan lepas.
"Hah, apa? Merebut yang menjadi milikmu? Bukankah sudah kukatakan, kau tidak pantas memilikinya hyung! Dulu? Kau yang merebut semua perhatian appa! Hanya Jung Yunho, Jung Yunho, dan Jung Yunho. Tidak pernah appa membanggakan Jung Changmin di depan kerabatnya! Bahkan saat kau pergi, appa masih saja membandingkanku denganmu, padahal eomma jelas-jelas bangga padaku! Apa lagi yang kau mau, hah?!" Changmin berteriak pada hyungnya. Yunho terdiam, sedikit terkejut dengan yang dikatakan Changmin. Selama ini Changmin memang hanya diam saja. Yunho menggertakkan giginya kesal, lalu berkata dengan tegas.
"Jae milikku. Kau tidak berhak menyentuhnya sedikitpun"
.
.
.
Jaejoong menunggu mereka berdua dengan gelisah di ruang musik, ruangan favoritenya untuk menghabiskan waktu besama Yunho selain di halaman belakang sekolah. Ketika ia melihat Yunho berjalan kearahnya dengan wajah memerah, ia segera menghampirinya.
"Yun, gwenchana? Mengapa wajahmu memerah begini? Kalian tidak bertengkar kan?" Tanya Jaejoong, sambil memegang wajah Yunho. Yunho memejamkan mata, berusaha menenangkan dirinya. Jaejoong memeluk Yunho, menepuk punggungnya. Yunho balas memeluknya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Jaejoong. Menghirup aroma vanilla dari tubuh Jaejoong, yang selalu berhasil menenangkannya.
"Aku dan dia-" belum sempat Yunho bercerita, Jaejoong menempelkan jarinya di bibir Yunho.
"Aku tahu, Yun. Changmin sering bercerita padaku dulu di Jepang. Kalian kakak-adik, bukan?" kata Jaejoong seraya menarik jarinya, lalu mengelus pelan surai rambut Yunho. Yunho menghela nafas berat, lalu melesakkan kembali kepalanya di leher Jaejoong. Jaejoong terkekeh melihat tingkah Yunho yang sangat mirip bayi.
"Aku tahu ini berat buat kalian, mengingat kalian sama-sama memiliki rasa tidak suka. Aku yakin, kau juga ingin hubunganmu dan Changmin membaik bukan? Sama halnya Changmin. Kalian hanya perlu waktu, Yun. Percayalah" Jaejoong berusaha menenangkan Yunho. Yunho terdiam, sedangkan Jaejoong setia memeluknya dan menenangkannya. Jaejoong sadar, Yunho tak selamanya kuat. Ia tak selamanya bisa menjadi tempat bersandar. Ada saatnya, Jaejoong yang menjadi tempat bersandar untuk Yunho. Itulah gunanya memiliki pasangan, bukan?
"Baby BooJae" panggil Yunho sambil tetap menaruh kepalanya di pundak Jaejoong.
"Eum?"
"Maukah kau melakukan satu hal untukku?" Tanya Yunho penuh harap.
"Apa itu, Yun?"
"Jangan terlalu dekat dengan Changmin. Aku tidak suka" pinta Yunho yang membuat Jaejoong melepaskan pelukannya begitu saja.
.
.
.
Sedangkan, Changmin terduduk di rerumputan halaman belakang sekolah. Air matanya hampir menetes, tak menyangka ia akan bertemu hyungnya secepat ini. Apa lagi, sekarang alasannya kembali ke Korea mengenal baik hyungnya, sama seperti Jaejoong mengenal baik dia.
Jujur, Changmin sangat ingin membenahi hubungan dengan keluarganya, terutama dengan hyungnya. Bagaimanapun rasa sayang itu tetap ada dalam hatinya. Ia ingin seperti keluarga-keluarga lainnya, yang memiliki hubungan yang harmonis. Ia ingin bisa hangout dengan hyungnya, seperti yang teman-temannya lakukan. Ia ingin bermanja-manja dengan eommanya, ia ingin dibanggakan oleh appanya. Tapi, Changmin terlalu takut untuk memulai itu semua.
"Mengapa jadi seperti ini…" tak terasa, air matanya mulai menetes.
TBC
.
.
.
Nyeeyy chapter 8 updatee! XD
Selamat buat yang nebak Changmin, kalian benarrr hihihi XD
Tenang, Yunho gapunya kembaran kok. Punyanya adik, dan udah pernah veect sebut di chapter 3 XD
Changmin suka nggak ya sama Jae? :p
Mulai chapter ini, veect bakal keluarin beberapa konflik… Karena gaasik kalo adem ayem aja :'D
Dan yang minta buat diperpanjang, nih udah di perpanjang jadi 2k words XD kurang panjang lagi nggak? :'v
.
azahra88 : iya Changminnn XD gomawo ne ^^
AprilianyArdeta : nopeee Yunho cukup satu aja! XD
shipper89 : enggak kokkk adik punyanya XD gomawoo ^^
Yunjj : gomawo nee ^^
ruixi1 : benerrr Changminn XD gomawo nee ^^
whirlwind27 : yang penting kan Yunho udah pernah lihat Jae yang lebih mempesona lagi :p gomawo nee ^^
blueonyx syiie : haha gomawo nee ^^
Hiruzent.1 : haha terimakasih kritikannya! Kedepannya veect bakal coba perbaiki :D
Lawliet Jung : nope nope :p
Guest : sayangnya belum :p Ahra bakal semakin beringas… XD
.
Anw, ada yang galau nggak di sini JJ mau enlist? /3 omg it's D-7, for God's sake!
(( SPECIAL THANKS :
.50, whirlwind27, .94043, .94043, bearkitty, BlackRose98, Guest, JonginDO, Lawliet Jung, yunacho90, Shim JaeCho, de, yunjae107, imaimairma, shipper89, ruixi1, dheaniyuu, AprilianyArdeta, Aika Ayaka, kimJJ boo, Hiruzent.1, oline, , yeonkkoch, boojaebear2601, dheaniyuu, nabratz, ruixi1, JungKimCaca, Black Rose, Guest, Guest, Guest, Guest, Kyuhyuk07, fuyu cassiopeia, alby, min, hatakehanahungry, JungKimCaca, Guest, azahra88, Yunjj, blueonyx syiie, Guest, AidenLee15, Black Swan II, Cassie Cassiopeia YunJae, Choi Min Gi, ChwangKyuh EviLBerry, DevilCute, Dovyqueensan, Jung hyo ra, Kim Rin Sung, KimSungJin, Lee Ha Jae, ParkHyunHa, Shawoll na Cassie, UMeWookie, angelhana9, aprilyarahmadani, azahra88, chachatasia, dbsktvxqthsk95, depdeph, fuyu cassiopeia, honey02, imaimairma, , miss busy, ratnawulansari51, runashine88, sakuranatsu90, say yo, shanzec, tatsuki1988, , 6002nope, Ami Yuzu, Casshipper Jung, Daniar wu, Jeremmy Kim, MyBabyWonKyu, Lee Min Ah, ParkHyunHa, TitaniumSP, boojaebear2601, dee6002, dheaniyuu, elleinadk, , imaimairma, ividis, megumi takahashi, megumi takahashi, pluspitasary, 94, roxy fuji, suira seans, wildapolaris
Gomawo udah review, follow and favorite! Saranghaee~~ *bow*
Mianhae kalau ada yang ketinggalan ._. ))
Thanks for reading, review please? ^^~
